cover
Contact Name
Basto Daeng Robo
Contact Email
bastodgr@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
katalisjipm@gmail.com
Editorial Address
Bonewa Estate Blok I No. 16, Pattalassang, Gowa, South Sulawesi, 92172, Indonesia
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
ISSN : 31094031     EISSN : 31089135     DOI : https://doi.org/10.63288/jipm.v1i1
⏺️Sains ⏺️Kependidikan ⏺️Kesehatan ⏺️Sosial ⏺️Agama ⏺️Bahasa ⏺️Bisnis dan Ekonomi ⏺️Keolahragaan ⏺️Farmasi ⏺️Pertanian ⏺️Teknik ⏺️Kesenian ⏺️Vokasi ⏺️Hukum ⏺️Perikanan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Pelatihan Menulis Kreatif Berbasis Mindfulness dan Ekopsikologi untuk Penguatan Literasi Lingkungan Jaya, Arman; Kurniawan, Anis
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i1.1

Abstract

Pelatihan ini bertujuan mengembangkan model inovatif penguatan literasi lingkungan melalui integrasi menulis kreatif, mindfulness, dan ekopsikologi. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya budaya menulis dalam masyarakat, padahal kemampuan menulis memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri dan lingkungan. Metode yang digunakan menggabungkan: (1) pendekatan experiential learning melalui praktik menulis di ruang terbuka, (2) teknik mindfulness writing yang menekankan kehadiran penuh dalam proses kreatif, dan (3) pendekatan ekopsikologi untuk memperkuat keterhubungan emosional antara manusia dan alam. Pelatihan berlangsung selama dua hari di Markas Manggala Agni DAOPS Gowa dan melibatkan 35 peserta dari berbagai latar belakang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam: (a) kemampuan menangkap momen inspiratif (72% peserta), (b) penguasaan teknik penulisan kreatif (65%), dan (c) kesadaran lingkungan (88%). Temuan menarik menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan alam turut mendorong peningkatan kreativitas dalam penggunaan metafora sebesar 40% dibanding pelatihan konvensional. Kegiatan ini membuktikan efektivitas pendekatan holistik dalam pengembangan literasi dan kesadaran ekologis. Model pelatihan ini juga membuka peluang penerapan strategi pembelajaran alternatif dalam pendidikan non-formal yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan ekologis secara seimbang. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat keterampilan menulis peserta, tetapi juga menumbuhkan empati ekologis dan koneksi yang lebih mendalam dengan alam sekitar.
Edukasi Hukum bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum di SMP Islam 1 Kota Ternate Abduladjid, Syawal; Pelupessy, Ainurrafiqa
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i1.2

Abstract

Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia serta masa depan suatu bangsa dan negara. Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa tidak sedikit anak yang justru terlibat dalam berbagai permasalahan hukum, baik sebagai pelaku, korban, maupun saksi. Kondisi ini menempatkan anak dalam posisi yang rentan, sehingga memerlukan perlindungan khusus yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Salah satu regulasi yang mengatur perlindungan anak dalam sistem hukum di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan fenomena tersebut, tim pengabdian merasa perlu untuk melakukan kegiatan edukatif dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SMP Islam 1 Kota Ternate. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi hukum kepada para siswa, agar mereka memahami hak dan kewajiban hukum serta konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan, terutama yang berpotensi melanggar hukum. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami bahwa hukum tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, tetapi juga mencakup anak-anak, dengan mekanisme perlindungan yang berbeda. Edukasi ini penting untuk membangun kesadaran hukum sejak dini serta mencegah anak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang sadar hukum dan bertanggung jawab terhadap tindakannya di tengah masyarakat.
PKM Inovasi Produk pada Kelompok Tani Produsen Gula Merah Kelapa (Coconut Sugar) di Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba Reski, Muhammad Budi Adiputra; Zainuddin, Muhammad
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i1.3

Abstract

Perkebunan kelapa rakyat merupakan komoditas unggulan Desa Manyampa, mencakup 40% dari total wilayah desa dengan produksi ±40.000 butir kelapa per bulan. Sebagian besar diolah menjadi gula merah (coconut sugar) oleh petani lokal dengan produksi harian rata-rata 15–25 kg per petani. Namun, proses produksi masih bersifat tradisional, belum memenuhi standar pangan yang higienis, serta penggunaan alat dan area produksi kurang memadai. Selain itu, pengemasan belum optimal dan sebagian petani masih menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya nilai jual produk di pasaran. Berdasarkan analisis situasi tersebut, tim PKM bersama mitra menetapkan empat prioritas utama: (1) Penataan area produksi yang bersih dan higienis sesuai standar mutu pangan, (2) Perancangan alat produksi yang ergonomis dan mendukung efisiensi pengemasan, (3) Desain kemasan yang menarik untuk meningkatkan daya saing produk, dan (4) Penguatan manajemen pemasaran melalui pemanfaatan media sosial dan teknologi digital. Program ini bertujuan memberdayakan kelompok tani produsen gula merah agar lebih mandiri secara ekonomi, serta meningkatkan keterampilan berpikir dan berinovasi. Luaran yang diharapkan meliputi: inovasi cetakan gula modern, kemasan yang lebih menarik, peningkatan keterampilan produksi, media promosi berbasis digital, perluasan jangkauan pasar, dan peningkatan omset penjualan.
Implementasi Aksi Merangkul: Peran Aktif Pemuda dalam Pelestarian Ekosistem Pesisir melalui Program Sulsel Hijau di Sulawesi Selatan Rahman, Rahima; Aprilyani, Andi Tenri Nurafni; Amir, Nurfadillah
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i1.4

Abstract

Aksi Muda Jaga Iklim “Merangkul: Aksi Sulsel Hijau” merupakan program kolaboratif yang melibatkan pemuda, komunitas, dan masyarakat dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara nasional pada 29–30 Oktober 2022 di 93 titik, dengan fokus pada peningkatan kesadaran lingkungan dan aksi nyata di lapangan. Metode pengabdian mencakup tiga kegiatan utama, yaitu transplantasi terumbu karang di Dego Degona, penanaman mangrove di Kawasan Wisata Mangrove Luppung, serta pengibaran bendera komunitas dan penandatanganan Petisi Kita Jaga Iklim. Transplantasi dilakukan dengan memindahkan 200 fragmen karang ke area terdegradasi untuk mempercepat pemulihan ekosistem laut. Penanaman sebanyak 1.500 bibit mangrove bertujuan merehabilitasi garis pantai dan menyerap karbon biru, sementara kegiatan simbolik memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran, keterlibatan, dan komitmen masyarakat terhadap isu lingkungan pesisir. Keterlibatan aktif lebih dari 250 peserta dari berbagai kalangan menumbuhkan kepedulian kolektif serta mendorong aksi lanjutan pasca-kegiatan, seperti inisiatif lokal untuk monitoring dan edukasi lingkungan. Dampak ekologis awal berupa pemulihan area terumbu karang dan garis pantai mulai terpantau, sedangkan dampak sosial terlihat melalui terbentuknya jejaring komunitas peduli lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa pelibatan generasi muda dalam aksi berbasis kolaborasi merupakan strategi efektif dalam memperkuat ketahanan ekosistem dan memperluas dampak gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan
Penyuluhan Lingkungan dan Gerakan Kelola Sampah Berbasis Warga sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim di Kota Makassar Kurniawan, Anis; Sri Ikhsan; Hafid, Umy Qalzum
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i1.5

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan populasi besar menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, timbulan sampah nasional mencapai 21,1 juta ton, dengan 34,29% di antaranya belum terkelola secara optimal. Kondisi ini berkontribusi pada pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran laut, di mana sekitar 80% sampah laut berasal dari daratan. Tidak hanya sampah anorganik, Indonesia juga merupakan penghasil sampah makanan terbesar kedua di dunia, yang berdampak signifikan terhadap emisi gas rumah kaca. Menanggapi tantangan tersebut, kegiatan “Penyuluhan Lingkungan dan Gerakan Kelola Sampah Berbasis Warga” dilaksanakan pada 6 Agustus 2024 di Lapangan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam mitigasi perubahan iklim. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, aksi bersih lingkungan, edukasi pemilahan sampah, pelatihan pembuatan eco enzyme, pembagian bibit pohon produktif, serta pameran hasil daur ulang. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif warga, khususnya ibu rumah tangga, dan memperkuat peran pelaku sistem pengelolaan sampah lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, komitmen terhadap lingkungan, serta potensi replikasi model kolaboratif ini di wilayah lain. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan lingkungan global.
Tata Kelola Pemerintahan Dalam Rangka Penguatan Kapasitas Perangkat Desa Pameuntasan Yaya Mulyana; Abdul Aziz; Dini Nadila; Reni Lestari
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i2.7

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan Desa Pameuntasan melalui pelatihan prinsip good governance dan penguatan kapasitas administrasi perangkat desa. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan partisipatif, workshop digitalisasi administrasi, pendampingan penyusunan SOP, dan evaluasi implementasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan perangkat desa dalam menjalankan pemerintahan desa secara lebih profesional, transparan, dan efisien. Fokus kegiatan adalah Aparatur Desa dimana untuk meningkatkan kapasitas individu dan kelembagaan aparatur desa agar mampu menjalankan tugas secara efektif, transparan, akuntabel, dan partisipatif. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu perangkat desa yang kurang kompoten, minim pelatihan dan pendidikan, dan juga kurangnya pemahaman perangkat desa terhadap prinsip-prisip good governance. Berdasarakan analisis situasi, target luaran solusi yang ingin dicapai adalah Aparatur desa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang prinsip good governance (transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan partisipasi). Masyarakat merasakan adanya peningkatan dalam kualitas pelayanan publik desa. Dan Terbentuk pola kerja kolaboratif dan terbuka antarperangkat desa. Hasil dari Pengabdian Kepada Masayarakat ini, diharapkan Aparatur Desa tercapai beberapa hasil konkret yang dapat memberikan dampak langsung maupun jangka panjang bagi Desa Pameuntasan, khususnya bagi aparatur pemerintah desa. Dan Tingkat pemahaman perangkat desa terhadap prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) seperti transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan efisiensi mengalami peningkatan setelah diberikan pelatihan dan pendampingan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Literasi Al-Qur'an berbasis komunitas di Kompleks Anggrek Taman Rianvina Taman Mugellona Kabupaten Gowa Hasnidar; Dwi Masrurah, Ushwa; Rostina; Masni; Darmawati; Jusri
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i2.8

Abstract

Majelis Taklim merupakan lembaga pendidikan nonformal berbasis komunitas yang memiliki peran penting dalam pembinaan keagamaan masyarakat, khususnya di lingkungan perkotaan.  Ditengah kehidupan masyarakat perkotaan yang cenderung sibuk, individualistis dan penuh tantangan modern, majelis taklim hadir untuk menjembatani kebutuhan spiritual, sosial, hingga edukatif.  Di Komplek Anggrek Taman Rianvina Taman Mugellona, Kabupaten Gowa, mayoritas penduduknya beragama Islam dan berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan sosial ekonomi. Namun, berdasarkan hasil observasi dan komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat, ditemukan bahwa banyak warga ibu-ibu di lingkungan ini yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan ibu-ibu Majelis Taklim di Komplek Anggrek Taman Rianvina Taman Mugellona, Kabupaten Gowa. Program ini dirancang secara partisipatif dengan metode pembelajaran Ummi dan Tahsin yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang secara partisipatif, kolaboratif, dan berbasis pemberdayaan komunitas yang dilakukan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan. Kegiatan dilakukan mulai pada tahap persiapan dan observasi lapangan, pencarian dan pemilihan pengajar, pelaksanaan kelas literasi Al Quran dengan menggunakan metode ummi untuk kelas pemula dan metode tahsin untuk kelas lanjutan, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Kegiatan PKM ini diikuti oleh kurang lebih 30 peserta anggota majelis taklim Baabut Taubah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peningkatan signifikan dalam kemampuan baca Al-Qur’an peserta, serta peningkatan peran kelembagaan Majelis Taklim sebagai pusat pembelajaran keagamaan komunitas. Pemberdayaan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi keagamaan, memperkuat ukhuwah sosial, dan membangun kesadaran keagamaan yang berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Untuk Anak Down Syndrome Pada (KOADS) Komunitas Orangtua Anak Down Syndrome Fitra Jaya; Munira; Hamid, Syarwan; Thahirah Arief
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i2.6

Abstract

Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS) telah lama menjalankan berbagai kegiatan mandiri dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar dan sekunder anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, masih terdapat kendala dalam pengembangan inovasi sederhana yang dapat menunjang kemandirian ekonomi komunitas. Merespons tantangan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berinisiatif mengaplikasikan hasil penelitian menjadi produk unggulan komunitas, dengan melibatkan KOADS sebagai mitra utama. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan keterampilan membuat sabun cair berbahan dasar minyak jelantah yang telah melalui proses penjernihan. Pelaksanaan Pelatihan dimulai tanggal: 22 April 2025 bertempat diJalan Bonto Mangape No. 3, Makassar, yang diikuti oleh Anak-anak KOADS dan para orang tua pendamping. Materi dan rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan materi seputar jenis-jenis sabun cair dan manfaatnya, serta pemilihan bahan yang aman serta ramah lingkungan. Dilanjutkan dengan demonstrasi langsung proses penjernihan minyak bekas dan pembuatan sabun cair, yang dipandu oleh tim dosen Teknik Kimia FTI UMI. Pendampingan dilakukan secara aktif agar peserta memahami setiap tahapan dan mampu mengaplikasikannya secara mandiri kedepannya. Selain sesi teknis, peserta juga terlibat dalam diskusi strategi pemasaran produk rumah tangga, pemanfaatan media sosial, serta peluang kerja sama dengan pihak luar guna memperluas jangkauan usaha. Pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan peningkatan keterampilan praktis anak-anak dan orang tua, tumbuhnya motivasi berwirausaha secara mandiri, terjalinnya ikatan sosial yang lebih erat dalam komunitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan komunitas melalui pelatihan berbasis keterampilan sederhana tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak berkebutuhan khusus.
Pelatihan Identifikasi dan Pemetaan Peluang Usaha bagi Mahasiswa sebagai Persiapan Berwirausaha Riu, Isma Azis; Windarsari, Wiwin Riski; Ridha, Achmad; Arif, Hery Maulana; Adriansyah
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i2.9

Abstract

Kewirausahaan menjadi salah satu kunci dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan inovatif, sekaligus solusi terhadap tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia. Data BPS tahun 2024 menunjukkan lebih dari satu juta lulusan perguruan tinggi belum memiliki pekerjaan, sehingga mahasiswa perlu dibekali keterampilan berwirausaha sejak dini. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa adalah keterbatasan dalam mengidentifikasi serta memetakan peluang usaha secara sistematis. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan identifikasi dan pemetaan peluang usaha. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahapan, yaitu penyadaran melalui seminar interaktif, penguatan kapasitas melalui praktik penyusunan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT, serta pemberian daya melalui pendampingan penyusunan rencana bisnis sederhana. Kegiatan diikuti oleh 35 mahasiswa yang dibagi menjadi lima kelompok kecil agar pendampingan lebih intensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep kewirausahaan, keterampilan menyusun BMC, kemampuan analisis SWOT, serta motivasi mahasiswa untuk berwirausaha. Ide usaha yang dihasilkan beragam dan relevan dengan tren pasar, seperti kuliner sehat, jasa edukasi berbasis aplikasi, dan produk ramah lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam membekali mahasiswa untuk membaca peluang usaha dan menyusun strategi bisnis yang lebih terstruktur. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi dalam menyiapkan mahasiswa menjadi wirausahawan muda yang berdaya saing serta mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi.
Pelatihan Pembuatan Bahan Bakar Briket Di Desa Barabatu Labbakkang Pangkep Muh Arman; Munira; Andi Artiningsih; Farah Febrianty; Edi Rahman Hadi
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i2.10

Abstract

Pelatihan pembuatan bahan bakar briket di Desa Barabatu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep yang bermitra dengan Kelompok Tani Simaturue dilaksanakan dengan tujuan utama meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomi. Selama ini, limbah pertanian seperti sekam padi, sabut kelapa, dan tempurung banyak yang terbuang atau dimanfaatkan secara terbatas, bahkan sering dilakukan pembakaran terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan kerusakan lingkungan. Melalui kegiatan pelatihan ini, para petani diberikan pemahaman mengenai potensi besar limbah pertanian sebagai bahan baku briket, sekaligus diperkenalkan dengan teknologi sederhana namun efektif untuk mengolahnya. Proses pelatihan dilakukan secara sistematis mulai dari pemilihan bahan baku, proses karbonisasi, pencetakan briket, hingga pengeringan dan penyimpanan produk. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk briket dengan tingkat kepadatan dan daya bakar yang baik, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan energi rumah tangga maupun dijual sebagai komoditas ekonomi yang menjanjikan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar fosil yang harganya semakin mahal dan ketersediaannya terbatas, sekaligus mendorong terciptanya peluang usaha baru berbasis energi alternatif. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga memiliki dampak positif terhadap aspek sosial dan lingkungan, karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan, menjaga kebersihan desa, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk bermanfaat

Page 1 of 2 | Total Record : 15