cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKARUPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Optimalisasi Program Perancangan Interior Museum Konferensi Asia-Afrika Fitriani, Detty
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gedung Merdeka dan bangunan sayapnya yang sejak tahun 1980 dijadikan Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu Bangunan Cagar Budaya di kota Bandung  yang dilindungi oleh undang-undang dan sangat dijaga keaslian/keotentikannya. Sebagai bangunan yang awalnya bukan peruntukan museum, diperlukan optimalisasi  perancangan (desain) interior dengan tetap menjaga keutuhan bangunan dan interior asli. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perancangan interior Bangunan Cagar Budaya dapat dioptimalkan ketika difungsikan menjadi sebuah museum. Jenis penelitian ini adalah penelitian teoritis yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deksriptif-analitis kualitatif.   Hasil akhir penelitian adalah berupa kesimpulan kondisi umum interior Museum Konferensi Asia Afrika dan langkah-langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi dan tampilan ruang museum. Kata kunci : Interior, Museum Konferensi Asia Afrika, Cagar budaya, Bandung. AbstraCT Gedung Merdeka and the wings of the building that used as Asian-African Conference museum since the 1980  is one of the heritage buildings in the city of Bandung that are protected by law and are very guarded originality/ authenticity.  As the building was not originally a museum designation, its required optimization of the interior design while maintaining the original integrity of the building and interior. This study was conducted to determine the extent to which the design of the interior of Heritage Buildings can be optimized when the function changed into a museum. This research is a theoretical study performed using descriptive-analytical method of qualitative research. The final results are conclusion of the general condition of theAsian-African Conference Museum interior and what steps can be taken to optimize the function and appearance of the museum space. Keywords: Interior, Museum of the Asian-African Conference, Reserve culture, Bandung
Pola Asimetris pada Façade Bangunan-bangunan Baru Bertema Art Deco di Kota Bandung ., Saryanto
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Bandung is one of the city which have many historical-buildings in Indonesia. Some of them still functioned as they were built and other has changed their function and even nearly vanished. Called as “Paris Van Java” makes Bandung become interesting city to be visited every weekend..This situation which make big change and cause the past popular themes of Bandung architecture reappears in a new faces. Many of Art Deco building being renovated and new building which adopt this theme to various need; office, bank, restaurants and even house. But, unique phenomenon have happened is many of Art Deco is not built up fully adopt method of aesthetics of Art Deco itself. So that many from new building have differences form with this themes. Symmetrical Façade in the early a period of growth of Art Deco era will no longger become references of form. A complex problems of towns and also growth of minimalis design trend, causing many of a new Art Deco façade a-symmetrical appearances today Keywords: Art Deco, Bandung, a-symmetrical Abstrak Bandung adalah salah satu kota besar di Indonesia yang mempunyai banyak bangunan besejarah. Beberapa di antara mereka masih berfungsi seperti pertama dibangun dan lainnya telah berubah fungsi, bahkan sebagian telah mendekati punah. Dijuluki " Paris Van Java" Bandung menjadi kota besar yang menarik untuk dikunjungi tiap-tiap akhir pekan. Situasi ini yang  membuat perubahan yang besar dan menyebabkan tema-tema arsitektur yang pernah popular pada masa lalu di  Bandung  muncul  kembali dalam wajah barunya. Banyak Bangunan Art Deco direnovasi dan bermunculan bangunan baru mengadopsi tema ini untuk; kantor, bank, rumah makan dan ivent rumah. Tetapi, fenomena  unik yang terjadi adalah, banyak dari Bangunan Art Deco tidaklah dibangun secara penuh mengadopsi kaidah estetik Art Deco itu sendiri. Sehingga  banyak dari bangunan baru dengan  tema  ini  mempunyai bentuk yang tidak sama dengan Art Deco.  Façade simetris pada awal masa perkembangan Art Deco  tidak lagi menjadi acuan bentuk.  Kompleksnya  permasalahan kota serta perkembangan trend desain minimalis,  menyebabkan banyak bentuk (tampilan) façade bangunan Art Deco yang baru saat ini menjadi tidak simetris. Kata kunci: Art Deco, Bandung, asimetris
Interaksi Perilaku dalam Suasana Ruang Terbatas Studi Kasus Hotel Kapsul The Pod Singapura Hidjaz, Taufan
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suasana ruang sangat dipengaruhi oleh faktor kondisi ruang dan karakteristik dominan dari manusia yang berinteraksi di dalamnya. Sebagai kualitas lingkungan, suasana ruang merupakan masukan pada manusia yang kemudian dikonversikan menjadi persepsi dan keluaran pada perilaku. Sebaliknya, kegiatan atau perilaku manusia itu sendiri dapat mempengaruhi suasana ruang.  Suasana di ruang hunian merupakan resultante dari komponen-komponen fisik interior, kegiatan pengunjung di dalamnya serta  interaksi sosial yang menyertainya. Ia akan menjadi stimulan bagi perilaku, yang menjadi bagian dari suasana ruang itu sendiri. Sebagai rangsang atau stimulan, suasana ruang yang terbentuk akan mempengaruhi persepsi, kognisi dan proses motivasi dalam sistem kepribadian individu yang menjadi penghayatan subyektif, kemudian membentuk respons-respons yang diwujudkan oleh perilaku. Perbedaan suasana ruang akibat tatanan yang berbeda dalam desain interior ruang hunian yang besaran terbatas,  berpengaruh pada beberapa perilaku pengunjungnya. Paper ini meneliti hubungan timbal balik antara suasana ruang (atmosphere) dengan perilaku tamu di hotel kapsul The Pod Singapura.   Kata Kunci :  Desain interior, suasana, perilaku, hotel kapsul Abstract The interaction between atmosphere and behavior is highly influenced by interior design factors as well as the dominant characters of the people interacting in it. As the quality of an environment, the atmosphere of is an input for people, which is then converted by the people into a perception and an output in their behaviors. The atmosphere of an residencial space is the resultant of the interior physical components, the activities of visitors and staff in it as well as the social interactions coming up with it which will be the stimulants for the behavior as the part of the space atmosphere itself. As the stimulants, the space atmosphere created will influence the perception, cognition and motivational processes in individual personality system as sense of subjectivity, which then create responds towards the space atmosphere actualized in their behaviors and activities. The difference of the space atmosphere which is as the result of the system used in an residencial interior design will be influencing the behaviors of its guests. This paper examines the interrelationships between room atmosphere with the guest behavior of The Pod capsule hotel Singapore. Keywords : capsule hotel, atmosphere, behaviors,capulse hotel
Persepsi dan Citra Identitas Visual Logo Bank Mandiri Fanhas Atsar
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Every companies and organizations are aware about how very important having a logo as a visual identity to expression and show their personalities and vision mission to target audience. Logo consist of elements form, color, tipography and all out perform of logo. All that logo elements, designed and have concepts and meanings to express and show company vision and mission, company persona, company philosophy, standard and goals of company. Every elements on logo making response and perceptions on target audience or stakeholder is mind. Stakeholder are respons and perceptions is an image about what or how company visual identity looks. And that image company, should be same or fit with company visual identity to show company vision and mission, company persona, company philosophy, standard and goals of company. This research is to know and analize response and perceptions about Bank Mandiri Logo image in stakeholder or consumer is mind, by using kualitative descriptive method. All the answers and response consumers on quesitioners about concepts and meanings form, color, tipography and all out perform of logo Bank Mandiri get descriptive analize to having a result for this visual identity image and perceptions reserach. Keywords: logo, visual identity, corporate image, perception ABSTRAK Setiap organisasi dan perusahaan menyadari bahwa logo sebagai identitas visual merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam menunjukan, memperlihatkan dan mengekspresikan kepribadian dan visi misi mereka kepada khalayak yang dituju atau target sasaran. Logo yang terdiri dari elemen bentuk, warna, rangkaian huruf dan penampilan keseluruhan logo tersebut tersebut, dirancang sedemikian rupa untuk mengekspresikan, memvisualisasikan dan mengkomunikasikan visi misi, nilai-nilai perusahaan, filosofi, standar dan tujuan perusahaan. Elemen-elemen yang terdapat dan membentuk logo sebagai identitas visual perusahaan tersebut memicu dan menimbulkan respon atau tanggapan dan persepsi didalam benak stakeholder atau pelanggan. Persepsi yang muncul dan terbentuk didalam benak pelanggan adalah citra merek perusahaan yang harus sesuai dan mampu serta mewakili, menyimbolkan dan mewujudkan visi misi, nilai-nilai perusahaan, filosofi, standar dan tujuan perusahaan. Penelitian didalam makalah ini adalah untuk mengetahui persepsi dan citra yang terbentuk didalam benak stakeholder atau pelanggan terhadap identitas visual merek logo Bank Mandiri dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu menggunakan angket kuesioner dengan berisikan pernyataan-pernyataan konsep makna bentuk, warna, tipografi dan penampilan keseluruhan logo, dan hasil jawaban pertanyaan angket kuesioner tersebut akan dianalisa secara deskriptif, sehingga dihasilkan sebuah kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian. Kata kunci: logo, identitas visual, citra perusahaan, persepsi
Pemodelan Estetika Motif Ulos Ragi Hotang Batak Toba Sebagai Aplikasi Media Dekoratif Jhon Viter Marpaung; Syurya Muhammad Nur
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulos merupakan ciri khas hasil kebudayaan dari Sumatra utara. Salah satunya ulos Ragi Hotang yang dipakai pada saat pernikahan adat Batak Toba, perkembangan penerapan motif pun kian berkembang terhadap berbagai elemen media produk seperti pada aplikasi interior bahkan berkembang juga pada media fashion. Tujuan penelitian ini adalah penerapan motif ulos Ragi Hotang Batak Toba pada dekorasi panel dan juga sebagai sarana pelestarian kebudayaan Ulos Batak Toba yang menampilkan kesan etnik citra budaya sebagai kekuatan simbolik dan makna yang terkandung dari Ulos tersebut. Metode kualitatif yang digunakan dalam instrument penelitian ini dengan pendekatan secara fenomelogis dan ilmu  perancangan produk, dengan  teknik stilasi transformasi penyederhanaan bentuk, yang diawali proses brainstorming ideas, Developing, sampai proses mockup sample model sebagi realisasi produk yang dihasilkan dalan penerapan motif Ulos Ragi Hotang Batak Toba kedalam media dekoratif. Kata kunci: Penerapan motif, Motif ulos Ragi Hotang, Batak Toba, Dekoratif. ABSTRACTUlos is a hallmark of cultural results from northern Sumatra. One of them is the Ragi Hotang ulos that was used during the Batak Toba traditional wedding, the development of the application of motives is increasingly developing towards various media elements of products such as in interior applications and even developing in fashion media. The purpose of this study is the application of ulang Ragi Hotang Batak Toba motif on panel decoration and also as a means of preserving the Toba Batak Ulos culture that displays the ethnic impression of cultural image as the symbolic power and meaning contained in Ulos. The qualitative method used in this research instrument is a phenomelogical approach and product design science, with the stylization of simplification form transformation technique, which begins with the brainstorming ideas, developing, until the sample model mockup process is the realization of products produced in the application of Ulos Ragi Hotang Batak Toba motif into decorative media. Keywords: Application of Motif,  Ulos Ragi Hotang , Batak Toba, Decorative Media.
Furniture Bergaya Tradisional Indonesia pada Restoran Kampung Daun Boyke Arief Taufik Firdaus; Sakinat .
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Use of furniture not just seen from side of function requirement or just its usefulness, but rather from that its also attend as one of space component which can become the atmosphere creation expected at the space. Furniture as one of space component, along with other space component designed become one union in the space utilize to reach the space atmosphere expected. Style represent one of determinant appliance in instructing every space component visually in reaching the space atmosphere, so that style union between space and furniture become one of measuring rod in determining according to form, colour, material and construction of every space component. That way the things of furniture design used at restaurant of Kampung Daun of Culture Gallery & Café. The atmosphere expected by attend at this restaurant is Indonesian traditionaly countrified atmosphere, what at one blow become the theme and style which have been determined by since the early concept its development. Hence furniture design which the using of even also shall owning same style, is so that expected can be created that atmosphere. The style of furniture which designed ought to the style of Indonesian traditionaly furniture where used in Indonesian countrified. Keyword: Indonesian Traditional Furniture style, Restaurant of Kampung Daun. Abstrak Penggunaan furnitur tidak hanya sekedar dilihat dari sisi kebutuhan akan fungsi atau kegunaannya saja, tetapi lebih dari itu ia juga hadir sebagai salah satu komponen ruang yang dapat menjadi bagian dalam terciptanya suasana yang diharapkan pada ruang tersebut. Furnitur sebagai salah satu komponen ruang, bersama dengan komponen ruang lainnya didesain menjadi satu kesatuan pada ruang tersebut guna mencapai suasana ruang yang diharapkannya. Gaya atau style merupakan salah satu alat penentu dalam mengarahkan setiap komponen ruang secara visual dalam mencapai suasana tersebut, sehingga kesatuan gaya antara ruang dan furniturnya menjadi salah satu tolok ukur dalam menentukan kesesuaian bentuk, warna, material dan konstruksi pada masing masing komponen ruangnya. Demikian halnya pada desain furnitur yang digunakan pada restoran Kampung Daun Culture Gallery & Café. Suasana yang diharapkan hadir pada restoran ini adalah suasana perkampungan tradisional Indonesia, yang sekaligus menjadi tema dan gaya yang telah ditentukan sejak konsep awal pembangunannya. Maka desain furnitur yang digunakanyapun haruslah yang memiliki gaya yang sama, sehingga diharapkan dapat tercipta suasana tersebut. Gaya furnitur yang didesainnya harusnya gaya furnitur tradisional Indonesia yang digunakan di perkampungan Indonesia. Kata kunci: Furniture Gaya Tradisional Indonesia, Restoran Kampung Daun.
Peran Agen Perubahan Pada Masyarakat Tradisional Untuk Diversifikasi Produk Mandau Sebagai Bentuk Perubahan Sosial Andry Andry
Jurnal Rekarupa Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori perubahan sosial pada dasarnya terbagi pada dua keyakinan, yaitu pertama bahwa perubahan masyarakat terjadi secara revolusioner, dan yang kedua terjadi secara evolusioner. Salah satu faktor kesulitan yang cukup signifikan pada masyarakat indonesia untuk memulai sebuah perubahan adalah masih kuatnya tradisi yang melekat pada kehidupan sehari hari. Masyarakat kerajinan adalah salah satu contoh kelompok masyarakat yang masih memiliki ikatan kuat dengan nilai-nilai tradisi, hal ini sangat terlihat jelas pada sulitnya para pengrajin menghasilkan kreasi-kreasi yang memiliki nilai kebaruan. Melalui program pelatihan singkat terhadap pengrajin mandau di Melawi, Kalimantan Barat, diperoleh kesimpulan bahwa dengan perubahan dapat dilakukan dengan mengenalkan pendekatan baru dalam memulai kreasi, yaitu pendekatan yang selama ini umum dilakukan pada dunia akademik, khususnya pada bidang akademik seni-rupa dan desain. Inisiasi ini merupakan salah satu upaya terjadinya perubahan yang bersifat revolusioner, yang seolah bersebrangan dengan keadaan masyarakat yang cenderung mengalami perubahan secara evolusioner. Konsep yang dikenalkan adalah ‘konsep bermain’. Dengan penerapan konsep tersebut dihasilkan kolaborasi antara ketrampilan yang dimiliki dengan kesadaran adanya peluang baru yang memiliki nilai ekonomi melengkapi nilai yang selama ini dianut.Kata kunci : perubahan sosial, konsep bermain, tradisi, mandau.AbstractThe theory of social change is basically divided in two convictions: first is a revolutionary change, and the second occurred evolutionarily. One of the most significant difficulties in Indonesian society to initiate a change in the strength of the tradition is inherent in daily life. Craft community is one example of communities that still have strong ties with traditional values, it is clearly visible on the difficulty of the craftsmen produce creations that have novelty value. Through short training programs to the craftsman Mandau in Melawi, West Kalimantan, it is concluded that the changes can be done by introducing a new approach in starting the work, which is the approach that has been common in the academic world, especially in the academic field of fine art and design. This initiation is one attempt to make the changes that are revolutionary, as in contrast to the state of society which tends to be evolutionary changes. The concept introduced is the ‘Game Concept’. With the application of these concepts resulting collaboration between the skills, and awareness of the new opportunities that have complementary economic value for the embraced values.Keyword : Social Changes, Game Concept, Tradition, Mandau
Visualisasi Tulisan 14 Hanzi Dasar Berupa Piktograf Sebagai Metode Belajar Mudah Mengenal Aksara China Sri Retnoningsih, Naomi Haswanto, Mohammad Ihsan
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode belajar penulisan Hanzi/Aksara China yang umum digunakan adalah menuliskan Hanzi berkali-kali, namun metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mempelajarinya. Metode pengajaran lain yaitu dengan cara menceritakan bagaimana sebuah Hanzi terbentuk, ternyata dapat memudahkan siswa dalam mengingat Hanzi. Oleh karena itu, metode tersebut dapat diterapkan dalam perancangan media bahan ajar Aksara China, yaitu dengan bercerita menggunakan metode visualisasi tulisan yang dikaitkan dengan evolusi, sehingga siswa mendapat kemudahan dalam mengingat arti dan bentuk Hanzinya serta mendapat kemudahan juga dalam belajar menuliskannya. Selain itu digunakan juga metode mnemonic untuk memudahkan mengingat 14 Hanzi dasar terpilih berupa piktograf yang dianjurkan dipelajari oleh pemula untuk pertamakalinya. Kata Kunci : Belajar Hanzi, Hanzi, Karakter China, Tulisan China, Visualisasi Tulisan.   AbstraCT A common method in learning Hanzi is writing continually in order to memorize each shape of the characters and how to write it with strokes. This method took quite a long time to learn. Another teaching method is to tell the history about how a Hanzi take form, this method allows students to better memorize the Hanzi. Thus, the method was applied to this teaching medium, a storytelling using character visualization related to evolution. This way, the student found it’s easier to remember the meaning and shapes, also in writing the Hanzi. Mnemonic method also used to help memorize 14 chosen basic Hanzi in pictograph, which is recommended for beginners to learn at first steps. Keywords : Learning Hanzi, Hanzi, Chinese Charaters, Chinese Writings, Letters Visualization.
Hubungan Kemampuan Sketsa Freehand dan Digital dengan Kreativitas Mahasiswa dalam Proses Pendidikan Desain, Studi Kasus Mahasiswa Tingkat Akhir Desain Interior FSRD Itenas Bandung Iyus Kusnaedi; Pribadi Widodo; Triyadi Guntur
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  mendeteksi tingkat kreativitas yang terdapat pada gambar sketsa freehand/manual dan gambar digital mahasiswa pada proses perancangan serta mengukur tingkat kreativitas yang dihubungkan dengan kemampuan sketsa mahasiswa bila kegiatannya bertumpu pada sketsa freehand/ manual & gambar digital. Kegiatan membuat sketsa freehand sebagai cara mengembangkan gagasan di lingkungan mahasiswa Desain Interior di semester atas semakin menurun, diganti dengan penggunaan gambar digital dengan tanpa melalui proses sketsa terlebih dahulu. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan apakah kreatifitas yang dicapai mahasiswa melalui sketsa freehand  dapat juga dicapai oleh non-freehand/digital? Studi ini mengkaji hubungan antara kreativitas dengan  gambar sketsa dan digital yang dihasilkan mahasiswa melalui simulasi eksperimen tes gambar yang diberikan.  Menggunakan Teknik Penilaian Konsensual  (Consensual Assessment Technique, CAT) pengukuran kreativitas ditentukan oleh penilaian hasil gambar  proyek yang dihasilkan oleh assesor. Regresi linear merupakan suatu metode untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara satu variabel dengan variabel-variabel yang lain, digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel elemen interior dengan parameter pengukuran kreativitas pada gambar sketsa dan digital yang dihasilkan. Hasil penelitian diharapkan dapat mengukur tingkat kreativitas yang dihubungkan dengan kemampuan sketsa mahasiswa bila kegiatannya bertumpu pada sketsa manual dan gambar digital. Kata kunci:  sketsa tangan bebas , gambar digital, kreativitas,  Teknik Penilaian Konsensual ABSTRACT This study aimed to detect the level of creativity that is contained in the image freehand sketch / manual and digital pictures of students in the design process as well as measure the level of creativity that is associated with the ability of the student sketch when its activity is based on freehand sketch / manual and digital images.  The freehand activity freehand sketching as a way to develop ideas in the Interior Design students in the upper semester decline, replaced by the use of digital images without going through the process of preliminary sketches. This study will answer the question is student creativity achieved through freehand sketches can also be achieved by non- freehand/digital? This study examines the relationship between creativity with sketches and digital images generated through the simulation experiment students were given a test image. Using the Consensual Assessment Technique (CAT) is determined by measuring the creativity of outcomes assessment project images generated by the assessors. Linear regression is a method for determining causal relationships between the variables with the other variabler, is used to determine the relationship between the variable element of the interior with the parameter measurement of creativity in the digital image and the resulting sketch. The results are expected to measure the level of creativity that is associated with the ability of the student sketches when activities rely on manual sketches and digital images. Keywords:  free hand sketches, digital images, creativity, Consensual Assessment Technique
Penyesuaian Ruang dalam membentuk Behavioral Setting Lingkungan Pembelajaran di Ruang Kelas TKQ Ulul Ilmi – MUI Kota Bandung DYAH ARIANI PRATIWI; G. PRASETYO ADHITAMA; NEDINA SARI
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang kelas sebagai lingkungan pembelajaran bila berada pada ruangan yang bukan diperuntukkan khusus sebagai ruang kelas, maka terjadi kecanggungan dalam menggunakan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukkan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian ruang pada bangunan aula serbaguna MUI Kota Bandung menjadi ruang kelas TKQ Ulul Ilmi agar tercapai lingkungan pembelajaran optimal dalam memfasilitasi perkembangan dan cara belajar anak usia prasekolah. Metode penelitian merupakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berlandaskan ruang interior dan pola perilaku melalui behavior mapping, kemudian dikaitkan dengan perkembangan dan cara belajar anak usia prasekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting ruang kelas yang luas sekaligus memanjang mengakibatkan aktivitas di dalamnya menjadi bebas, tetapi karena suasana lingkungan pembelajaran yang dihadirkan belum sesuai, maka pola perilaku anak usia prasekolah menjadi tidak terlalu bervariasiKata kunci: behavioral setting, lingkungan pembelajaran, penyesuaian ruang, interior ruang kelas, ruang kelas PAUDABSTRACTClassrooms as a learning environment when in a room that is not specifically designated as a classroom, then there is awkwardness in using space that is not appropriate for the purpose of its activities. This research aims to determine the adjustment of space in the multipurpose hall of MUI Bandung City into the TKQ Ulul Ilmi classrooms in order to achieve an optimal learning environment in facilitating the development and learning methods of preschoolers. The research method is qualitative with a descriptive approach. Based on interior spaces and behavior patterns through behavior mapping, then associated with the development and learning methods of preschoolers. The results of the study showed that a large and elongated classroom setting  resulted in free activities within it, but because the atmosphere of the learning environment presented was not appropriate, the pattern of preschoolers' behavior was not too varied.Keywords: Behavioral setting, learning environment, adjustment space, interior classrooms, early childhood classrooms

Page 6 of 11 | Total Record : 106