cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKARUPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Studi Rancangan Konsep Produk Brassiere Melalui Pendekatan Nilai Emosi Dan Perasaan Menggunakan Kansei Engineering Method Caecilia Sri Wahyuning; Arie Desrianty; Rika Rahmawati
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Complexities of customer needs for buying or using new products ensue the need of customer oriented product designs. Customer’s emotions and feelings give influences in choosing and deciding new products, therefore these should be considered in product design processes. A brassiere is an article of clothing that covers, supports, and elevates breasts. To design the brassiere, a company needs to develop the brassiere concepts that could satisfy the women’s feelings and emotions in deciding to buy or use brassiere. Kansei Engineering is a method for translating feelings and impressions into product parameters that can "measure" feelings and show relationships to certain product properties. As consequences, products might be designed to bring in the intended feelings. The experiments show that six brasseries concepts developments could be implemented in accommodating the market conditions and company capabilities in brassiere productions. Keywords: brassiere, Kansei Engineering, emotional design   Abstrak Dalam pemilihan suatu produk sampai keputusan pembelian, konsumen sesungguhnya dipengaruhi oleh emosi dan perasaan. Ekspresi dari emosi dan perasaan ini akan menimbulkan suatu nuansa, kesan, rasa suka, nyaman ketika konsumen memilih suatu produk (Norman, 2004). Dengan kondisi tersebut mereka akan membeli produk jika merasa senang, nyaman, dan sesuai dengan selera yang diinginkan. Menurut Damasio (1995), aspek emosi dipandang menjadi fokus perhatian yang cukup penting mengingat segala tindakan dan pengambilan keputusan manusia tidak bisa dilepaskan dari aspek emosi. Adanya keterlibatan emosi dan perasaan konsumen dalam pemilihan suatu produk sebaiknya menjadi bahan pertimbangan bagi para perancang ketika akan merancang suatu produk. Konsumen akan memilih suatu produk jika kesan yang ingin dirasakan oleh konsumen ada pada produk tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelusuran terhadap emosi dan perasaan yang ingin dirasakan oleh pengguna terhadap suatu produk, yang pada akhirnya akan diimpelentasikan ke dalam suatu rancangan konsep produk. Breast Holder (Brassiere/ Bra) merupakan salah satu produk yang digunakan oleh seluruh wanita di dunia. Para pengguna produk ini dapat berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari remaja putri sampai dengan wanita lanjut usia. Fungsi utama dari bra adalah sebagai penyangga payudara. Berdasarkan fungsinya yang melindungi bagian sensitif dari wanita, maka kesesuaian emosi dan perasaan yang dirasakan ketika menggunakan produk bra akan sangat mempengaruhi kesan terhadap produk tersebut. Oleh karena itu, dalam perancangan produk bra perlu melibatkan aspek emosi dan perasaan yang ingin dirasakan pengguna, sehingga akan memberikan kepuasan kepada pengguna. Emosi menurut Damasio (1999) adalah antitesis/ kebalikan dari logika. Unsur emosi dalam diri manusia berbeda dengan perasaan. Perasaan menghubungkan aspek-aspek fisik dan berada dalam tataran tingkat kesadaran yang lebih rendah. Terdapat dua macam perasaan/ feeling, yaitu internal feeling dan external feeling. Internal feeling adalah perasaan yang berkaitan dengan masalah fisik, sedangkan external feeling adalah perasaan yang berhubungan dengan aspek sosial. Emosi dipandang jauh lebih subjektif dan lebih kompleks dari pada perasaan. Aspek emosi dipandang menjadi fokus perhatian yang cukup penting mengingat segala tindakan dan pengambilan keputusan manusia tidak bisa dilepaskan dari aspek emosi. Orang-orang sering kali tidak mampu memilih alternatif-alternatif, khususnya pilihan-pilihan yang satu sama lain hampir serupa. Kondisi ini berbeda dengan orang-orang yang memiliki kondisi emosi yang baik. Aspek rasa suka, senang, sering menjadi faktor penentu akhir pengambilan keputusan. Kansei Engineering atau disebut juga Kansei Ergonomics merupakan sebuah metode dari Jepang yang ditemukan lebih dari 30 tahun yang lalu, yaitu sebuah metode yang mempelajari cara/ pola pikir konsumen untuk diterapkan dalam pembuatan suatu produk baru. Kansei Engineering pertama kali diperkenalkan oleh Nagamachi pada tahun 1970-an. Nagamachi sendiri tidak secara spesifik menyebutnya sebagai Kansei Engineering pada saat memperkenalkan konsepnya, tetapi menyebutnya dengan Emotional Engineering. Tumbuhnya konsep Kansei Engineering sendiri tidak terlepas dari konsep perancangan produk yang memperhatikan aspek emosi konsumen. Tidak mengherankan istilah Kansei sebagaimana saat ini banyak didengar orang, pada mulanya dikembangkan berdasarkan konsep emotional design. Emotional design adalah konsep dalam desain yang mempertimbangkan unsur emosi konsumen sebagai pengguna produk. Dalam konsep emotional design, unsur komersialitas bukan hanya menjadi fokus perhatian utama (Norman, 2004). Istilah Kansei berasal dari bahasa Jepang, yang secara umum berarti Psychological feeling or image of product atau gambaran perasaan psikologis terhadap suatu produk. Tujuan dari kajian studi Kansei adalah untuk mengetahui struktur emosi yang hadir dalam perilaku manusia. Struktur ini dikenal dengan Kansei seseorang. Sementara itu, dalam kajian studi desain, Tuntutan konsumen terhadap suatu produk yang semakin kompleks menyebabkan perlunya dilakukan perancangan produk yang berorientasi pada konsumen/ pengguna.  Dalam pemilihan suatu produk sampai keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh emosi dan perasaan, sehingga hal ini sebaiknya menjadi bahan pertimbangan bagi para perancang ketika akan merancang suatu produk.  Brassiere, sebagai produk yang digunakan oleh para wanita, memerlukan  rancangan konsep produk bra yang disesuaikan dengan aspek-aspek emosional yang dirasakan penting sehingga dihasilkan suatu rancangan produk brassiere yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kansei Engineering Method merupakan suatu metode yang menggunakan image atau feeling secara psikologis dari pengguna terhadap suatu produk untuk digunakan dalam merancang suatu produk, sehingga dengan menggunakan metoda ini produk brassiere yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan emosional para wanita. Berdasarkan penelitian diperoleh 6 konsep produk brassiere, sehingga dapat digunakan dan diimplementasikan, dengan tetap menyesuaikan terhadap kondisi pasar (trend) yang ada dan keterbatasan yang dimiliki oleh perusahaan dalam proses manufaktur produk brassiere. Kata kunci: brassiere, Kansei Engineering, emotional design
Ragam Bentuk Akulturasi Arsitektur Lokal dan Modern pada Bangunan Islamic Centerdi Kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung Agung Nugraha, Bachtiar Fauzy
Jurnal Rekarupa Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arsitektur saat ini menunjukkan situasi dan kondisi yang memprihatinkan, dengan muncul banyaknya fenomena perkembangan arsitektur modern tanpa mengindahkan budaya dan nilai-nilai lokal dan menjadikan arsitektur tanpa nilai budaya, akhir dari kondisi ini akan meruntuhkan ciri, karakteristik dan identitas  lokal. Tujuan penelitian ini tentang ragam bentuk akulturasi arsitektur lokal dan modern pada bangunan Islamic Center di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung yang ditinjau dari aspek dominansi ragam bentuk akulturasi arsitektur lokal dan modern pada kasus studi. Teori yang diterapkan merujuk pada (1) teori budaya dan arsitektur Lampung, (2) teori budaya dan arsitektur modern, (3) teori fungsi, bentuk dan makna (fbm), (4) teori ordering principle, (5) teori archetypes, disamping metoda yang digunakan adalah deskripsi, analitik dan interpretatif yang dapat digunakan dalam melakukan kajian dan penelusuran mendalam terhadap kasus studi. Penelitian ini menunjukkan bahwa ragam bentuk akulturasi arsitektur memiliki dominansi yang terjalin erat antara unsur lokal dan modern yang terlihat pada ekspresi bentukan arsitekturnya. Manfaat penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat, pentingnya lokalitas dalam melestarikan budaya dan arsitektur lokal dalam perkembangan arsitektur modern, sehingga teori ini dapat memberikan sumbangan untuk proses pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan merancang arsitektur. Kata kunci : Ragam, bentuk, akulturasi, arsitektur, budaya, lokal, modern.  ABSTRACT The current development of architecture is showing alarming situation and conditions, with the emergence of many phenomena of modern architectural development that do not heed local culture and values. They are creating architecture without cultural value. The final destination of current condition will undermine local traits, characteristics, and identity. This research is about various forms of acculturation involving local and modern architecture in Islamic Center building of Tulang Bawang Barat Regency, Lampung. It is viewed from the dominance aspects of the various forms of acculturation in a case study. This research shows that the various forms of architectural acculturation have a strongly interwoven dominance between local and modern elements that are seen in the expression of the architectural formation. This research can contribute the importance of locality in preserving local culture and architecture in the development of modern architecture. Therefore, this theory can contribute to the learning process that can be applied in architectural design activities. Keywords: Variety, form, acculturation, architecture, culture, local, modern.
Pengukuran Respon Masyarakat Dalam Menolong Korban Kecelakaan Sepeda Motor dengan Vulnus Apertum (Luka Robek) Melalui Video Campaign Interaktif Widi Sarinastiti, Dwi Susanto, Adinda Karunia Dewi
Jurnal Rekarupa Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kecelakaan di Surabaya menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data yang tercatat di IGD RS Bhayangkara Surabaya, tiga luka yang paling sering terjadi adalah vulnus excoriasi, vulnus epertum, dan close fracture. Sementara itu, masyarakat Surabaya sering menemui korban kecelakaan, dan 67% masyarakat pasti menolong korban kecelakaan lalu lintas dengan luka robek tetapi 76% tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Berdasarkan data tersebut, dalam penelitian ini dibuat sebuah video interaktif pertolongan pertama pada kecelakaan sepeda motor dengan jenis luka vulnus apertum (luka robek). Video ini berisi informasi mengenai urutan langkah yang harus dilakukan ketika menangani korban kecelakaan dengan jenis luka robek. Setelah dilakukan pengujian, video hasil dari penelitian ini dapat memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai cara menangani korban kecelakaan dengan luka robek dengan hasil rerata keberhasilan pos-test 90,8%.Kata kunci: pengukuran respon, kecelakaan sepeda motor, video campaign, interaktifABSTRACTThe number of accidents in Surabaya show an increase every year. Based on the data recorded in the ER Bhayangkara Hospital Surabaya, the three most common injuries are vulnus excoriasi, vulnus epertum, and closed fracture. Surabaya people often see the accident victim. As many as 67% of the public would help traffic accident victims with serious wound, but 76% did not know what to do. Based on these data, in this research, an interactive video of the first aid to the type of wound motorcycle vulnus apertum (wound) is created. This video contains information on the sequence of steps to be taken when dealing with an accident victim with a torn wound type. The video results from this study may provide new knowledge for the community about how to handle casualty victims with vulnus apertum with a post-test average of 90.8% success rate.Keywords: measurement of response, motorcycle accident, video campaign, interactive
Pemanfaatan Pencahayaan Siang pada Interior Gedung Kampus PT Dahana sebagai Strategi Penerapan Prinsip Bangunan Berkelanjutan Anwar Subkirman; Dwinita Larasati; Budi Isdianto
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu krisis lingkungan yang kita hadapi sekarang adalah Pemanasan Global akibat meningkatnya hasil emisi Gas Rumah Kaca mengharuskan kita untuk segera berpikir dan bertindak melakukan upaya pencegahan agar krisis tidak berlanjut terus menerus. Konsep Bangunan Berkelanjutan (sustainable building) adalah salah satu upaya sektor jasa konstruksi untuk turut berkonstribusi dalam usaha mitigasi krisis lingkungan tersebut dengan prinsip penghematan energi dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan serta harapan agar desain dapat bekerja dengan alam (pasive design), terutama pada aspek konsumsi listrik pada gedung. Prinsip ini dapat diterapkan dengan melakukan pemanfaatan cahaya siang secara optimal sebagai penerangan utama gedung pada siang hari, seperti yang dilakukan oleh bangunan kantor Gedung KAMPUS PT Dahana Subang. Bagaimana strategi dan metode pemanfaatan cahaya siang pada gedung ini diuraikan dan dikaji dalam penelitian ini secara deskriptif analitis. Didapatkan faktor, elemen desain, dan berbagai pertimbangan yang menyokong upaya penghematan energi ini. Kajian juga membandingkan penerapan yang dilakukan dengan panduan teknis dari GREENSHIP GBCI serta pendekatan Pencahayaan Siang untuk Bangunan Berkelanjutan dari Mary Guzowksi. Dengan demikian, maka diharapkan penelitian ini dapat mengingatkan para perancang pada paradigma desain yang berkelanjutan sebagai panduan setiap praktik perancangannya dalam rangka turut melakukan mitigasi krisis lingkungan. Kata kunci: pencahayaan siang, bangunan berkelanjutan, penghematan energi.   AbstraCT One of the environmental crisis we are facing today is global warming caused by rising greenhouse gas emissions requires us to think and act immediately to take steps to prevent that crisis does not goes on forever. The concept of Sustainable Building  is one of the efforts of the construction sector also contribute to mitigating the environmental crisis with the principle of saving energy and reducing the impact on the environment as well as the hope that the design can work with nature (passive design), especially in the aspect of power consumption in building. This principle can be applied to make use of daylight optimally as the main lighting in the building during the day, like the office building of PT Dahana Subang Gedung KAMPUS does it. How the strategy and methods of use of daylight in this buildings is described and studied in this research with descriptive analisys. The research finds some factors, design elements, and the various considerations that underpin these energy saving measures. The study also compares the Gedung KAMPUS's application with the technical guide from GBCI GREENSHIP and Daylighting approach to Sustainable Building of Mary Guzowksi. Thus, it is expected that this study can alert the designer to the paradigm of sustainable design as practical guide in order to contribute in mitigation of the environmental crisis. Keywords: daylighting,  sustainable building, energy efficiency.
Analisis Faktor Terhadap Perilaku Wisatawan Muda Dalam Pemilihan Tempat Makan Di Bandara Rahmania Almira,; Prabu Wardono,; Yuni Maharani
Jurnal Rekarupa Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara merupakan fasilitas yang digunakan oleh wisatawan untuk melakukan perjalanan menggunakan transportasi pesawat. Aktivitas yang dilakukan dalam bandara antara lain keberangkatan, kedatangan, transit dan transfer. Dalam menunggu keberangkatan atau setelah datang di bandara salah satu tempat yang dicari oleh wisatawan yaitu tempat makan. Wisatawan memiliki preferensi terhadap tempat makan ketika di bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana desain tempat makan di bandara mempengaruhi preferensi wisatawan. Metode penelitian ini menggunakan metode exploratory faktor analysis (EFA) dilakukan survei kepada 200 responden secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan faktor yang mempengaruhi perilaku wisatawan dalam pemilihan tempat makan antara lain; lingkungan fisik, promosi dan pembayaran, sosial, informasi pelayanan dan pembayaran, jenis makanan, budaya kuliner, kondisi tempat makan, serta pengetahuan makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya keterkaitan antara perilaku wisatawan dengan pemilihan tempat makan di bandara. Kata kunci : Bandara, Tempat Makan, Perilaku Wisatawan, Analisis Faktor ABSTRACT Airport is a facility used by tourists to travel using airplane transportation. Activities carried out at the airport include departure, arrival, transit, and transfer. In waiting for departure or after arriving at the airport one of the places sought by tourists is where to eat. Tourists have a preference for places to eat when at the airport. This study aims to identify the extent to which the design of eating places at airports influences tourist preferences. This research method uses exploratory faktor analysis (EFA) survey conducted to 200 respondents online. The results showed that eight faktors influenced tourist behavior in the choice of eating places, including; physical environment, promotion and payment, social, service and payment information, type of food, culinary culture, dining conditions, and food knowledge. Based on the results of the study it can be concluded that there is a relationship between tourist behavior with the choice of eating places at the airport. Keywords: Airport, Restaurant, Traveler Behavior, Faktor Analysis
Sistem Produksi Sederhana Pengolahan Bonggol Jagung Sebagai Bahan Baku Dalam Perancangan Produk Dedy Ismail
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Berbagai material sisa produksi pertanian seperti bonggol jagung memiliki potensi untuk dijadikan bahan baku produk-produk fungsional, khususnya produk-produk kriya (craft). Bonggol jagung memiliki karakteristik yang khas, sehingga pengolahannya harus mempertimbangkan karakteristik khas tersebut. Melalui pendekatan ekperimen dengan menggunakan berbagai mesin yang ada, potensi tersebut dapat digali sehingga dihasilkan   berbagai kemungkinan bentuk berupa modul dari bonggol jagung yang dapat dipakai sebagai bahan baku produk kriya. Eksplorasi dilakukan berdasarkan pada potensi olahan bonggol jagung sebagai bahan baku produk kerajinan yang merupakan dari eksperimen material. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan menggunakan mesin-mesin sederhana yaitu mesin serut, mesin ampelas (belt and disc sander), dan mesin gerinda. Produk-produk yang dihasilkan dengan mesin-mesin sederhana itu merupakan bukti nyata bahwa melalui pendekatan eksplorasi material dapat diperoleh peluang kreatif pengembangan produk yang memiliki potensi komersial, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Melalui penelitian ini diperoleh bahwa karakteristik bonggol jagung dapat dimanfaatkan menjadi bermacam produk karena keunikannya, sehingga dapat menjadi bahan baku alternatif untuk memperkaya potensi eksplorasi bahan alam secara optimal. Kata kunci : bonggol jagung, explorasi, kebaruan, sistem produksi sederhana. Abstract Various agricultural waste materials such as corncob  has the potential to be used as raw materials of functional products , especially craft  . Corncob has distinctive characteristics , so the processing must consider the distinctive characteristics . Through experimental approach using a variety of existing simple machines , the potential can be explored to produce a variety of possible forms of corncobs module that can be used as raw material craft products . Exploration carried out based on the potential of processed corncobs as feedstock handicraft products which are of experimental material . Experiments are performed using simple machines like belt and disc sander , and grinding machines . The products are produced with simple machines it is clear evidence that the approach through the exploration of materials can be obtained creative product development opportunities that have commercial potential , which is expected to be used to support the local economy . Through this study showed that the characteristics of corncob can be harnessed into a variety of products because of its uniqueness , so that could be an alternative raw material to enrich the exploration potential of natural materials optimally. Keywords: corncob, exploration, novelty, simple production system
Perspektif Semiotik dan Budaya Populer di Parodi Film Kolosal Iklan Indoeskrim: Kisah Legenda Nusantara Shierly Everlin
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan Indoeskrim berjudul Kisah Legenda Nusantara sebagai objek penelitian dikarenakan mampu menjadi viral dalam berbagai media sosial dan meningkatkan omset penjualan 600% di bulan pertama penjualannya. Iklan ini mengangkat film kolosal Indonesia dengan pelakon utama Brama Kumbara di tahun ’90-an sebagai tema parodinya. Selain itu, iklan ini juga mengilustrasikan penggunaan berbagai perangkat modern di masa lampau. Peneletian ini menggunakan metode paradigma konstruktivisme, teori semiotika Roland Barthes, budaya populer Danesi, dan komunikasi pemasaran Rangkuti untuk menelusuri identitas produk Indoeskrim. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa iklan ini memiliki makna denotasi suasana keluarga kerajaan lengkap dengan kostum kerajaan yang mewah namun sehari-harinya ternyata sering diwarnai dengan pertengkaran antar saudara. Sedangkan makna konotatif yang tercermin dari iklan ini adalah keluarga millenial masa kini di Indonesia namun masih dominan menganut budaya patriarki dan memiliki semangat nasionalisme dengan cara menikmati produk Indoeskrim yang memiliki berbagai varian khas rasa nusantara yang disajikan dengan teknologi yang mutakhir. Sedangkan mitos yang terbentuk dari iklan ini adalah kebanggaan akan budaya Nusantara yang ditunjukkan dengan kebanggaan dalam mengonsumsi produk-produk lokal Indonesia. Penelitian ini juga mengungkapkan bagaimana iklan Indoeskrim merupakan produk budaya populer, menjadi penghibur dengan humor yang segar. Kata kunci: semiotika, parodi, film kolosal, budaya populer, iklan Indoeskrim  ABSTRACTThe Indoeskrim advertisement titled Kisah Legenda Nusantara as an object of research due to being able to become viral in various social media and increasing sales turnover of 600% in the first month of sales. This advertisement raised the Indonesian colossal film with the main actor Brama Kumbara in the '90s as the theme of his parody. In addition, this ad also illustrates the use of various modern devices in the past. This study uses the method of constructivism paradigm, Roland Barthes' semiotics theory, Danesi's popular culture, and Rangkuti marketing communication to trace Indoeskrim's product identity. The results of this study reveal that this advertisement has the meaning of denoting the royal family atmosphere complete with luxurious royal costumes but it turns out that everyday is often colored by fights between siblings. Whereas the connotative meaning reflected in this advertisement is the millennial family of today in Indonesia but still dominantly adhering to patriarchal culture and having a spirit of nationalism by enjoying Indoeskrim products that have a variety of typical variants of the Indonesian flavor presented with cutting-edge technology. Whereas the myth that is formed from this advertisement is pride in the Nusantara culture which is shown by pride in consuming Indonesian local products. This research also reveals how Indoeskrim's advertising is a product of popular culture, being an entertainer with fresh humor.Keywords: semiotics, parodiy, colossal films, popular culture, Indoeskrim ads
Interaksi Perilaku dan Suasana Ruang di Perkantoran Kasus di 2 lokasi Kantor Pusat PT.Telkom, Bandung Taufan Hidjaz
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The interaction between atmosphere and behavior is highly influenced by interior design factors as well as the dominant characters of the people interacting in it. As the quality of an environment, the atmosphere of is an input for people, which is then converted by the people into a perception and an output in their behaviors. The atmosphere of an office space is the resultant of the interior physical components, the activities of visitors and staff in it as well as the social interactions coming up with it which will be the stimulants for the behavior as the part of the space atmosphere itself. As the stimulants, the space atmosphere created will influence the perception, cognition and motivational processes in individual personality system, which then create responds towards the space atmosphere actualized in their behaviors and activities. The difference of the space atmosphere which is as the result of the system used in an office interior design will be influencing the behaviors of its staff. Keywords: Interior design, atmosphere, behaviors.   ABSTRAK Hubungan timbal balik antara suasana ruang (atmosphere) dengan perilaku sangat dipengaruhi oleh faktor desain interior ruang dan karakteristik dominan dari manusia yang berinteraksi di dalamnya. Sebagai kualitas lingkungan, suasana ruang merupakan masukan pada manusia yang kemudian dikonversikan oleh manusia menjadi persepsi dan keluaran pada perilaku, sebaliknya kegiatan atau perilaku manusia itu sendiri dapat mempengaruhi suasana ruang. Suasana ruang di perkantoran merupakan resultante dari komponen-komponen fisik interior, kegiatan pengunjung dan karyawan di dalamnya serta interaksi sosial yang menyertainya. Ia akan menjadi stimulan bagi perilaku, yang menjadi bagian dari suasana ruang itu sendiri. Sebagai rangsang atau stimulan, suasana ruang yang terbentuk akan mempengaruhi persepsi, kognisi dan proses motivasi dalam sistem kepribadian individu, kemudian membentuk respons-respons yang diwujudkan oleh perilaku atau kegiatan. Perbedaan suasana ruang akibat penggunaan sistem yang berbeda dalam desain interior perkantoran berpengaruh pada beberapa perilaku karyawannya. Kata Kunci: Desain interior, suasana, perilaku
Pendekatan Semiotika dalam Analisis Tanda Iklan Layanan Masyarakat Kampanye Kebersihan “Sayang Bandung” Tahun 2014-2015 Dewi Iriani; Agung Eko Budiwaspada; Dwinita Larasati
Jurnal Rekarupa Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2014, sebuah program komunikasi kota bertajuk Sayang Bandung mengeluarkan dua iklan layanan masyarakat terkait kebersihan disertai dengan penegakan kembali Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) di Kota Bandung. Iklan tersebut dibuat oleh suatu tim non pemerintah (NGO) yang terdiri dari akademisi dan praktisi kreatif di kota Bandung. Dua versi iklan ‘Sayang Bandung’ yaitu ‘Iis’ dan ‘Asep’ mendapatkan banyak respon terutama di media sosial. Iklan ini tidak hanya mendapat perhatian dari netizen, melainkan juga dari portal berita online dan berbagai macam forum, seperti Kaskus.com yang memuat 70 halaman khusus untuk mengulas iklan tersebut. Respon positif berupa dukungan maupun respon negatif berupa kritikan disampaikan melalui akun media sosial ‘Sayang Bandung’. Penelitian ini bertujuan mengetahui tanda-tanda iklan dan mitos yang terbentuk dalam iklan ‘Sayang Bandung’ yang memicu munculnya respon-respon tersebut. Pendekatan semiotika teks Thwaites digunakan untuk menganalisis iklan tersebut. Berdasarkan analisa dipahami bahwa  dalam iklan Sayang Bandung terdapat konsep gender, daya tarik fisik, keakraban komunikasi, dan budaya yang digunakan untuk mengkomunikasikan perda serta himbauan kebersihan kepada masyarakat kota Bandung, khususnya yang berusia muda. Kata Kunci : iklan layanan masyarakat, sayang bandung, semiotika AbstraCT In 2014, a city communication program titled Sayang Bandung issued two public service announcements related to cleanliness accompanied by the re-enforcement of Peraturan Daerah No. 11 of 2005 on the Implementation of Order, Cleanliness and Fineness (K3) in Bandung. The ad was created by a non-government team (NGO) consisting of academics and creative practitioners in Bandung. Two versions of the ads of 'Sayang Bandung',  'Iis' and 'Asep' get a lot of response especially in social media. These ads not only get the attention of netizens, but also from online news portals and various forums, such as Kaskus.com which contains 70 pages specifically to review the ads. Positive response in the form of support and negative response in the form of criticism delivered through social media account 'Sayang Bandung'. This study aims to determine the signs of advertising and myths that formed in the ads of 'Sayang Bandung' which triggered the emergence of these responses. The Thwaites text semiotics approach is used to analyze the ad. Based on the analysis, it is understood that in the ads of‘Sayang Bandung’ there are gender concepts, physical attraction, communication intimacy, and culture used to communicate local regulations and hygiene appeals to the people of Bandung, especially young ones. Keywords : public service advertisement, sayang bandung, semiotics
Tinjauan Desain Interior Hotel Stevie G Bandung Dengan Analisis Bahasa Estetika Posmodern Jamaludin Jamaludin
Jurnal Rekarupa Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Stevie G yang berlokasi di jalan Sersan Bajuri Kabupaten Bandung Barat, adalah hotel dengan konsep desain interior yang berbeda secara signifikan dengan hotel lain khususnya di Bandung. Setiap kamar tamu (guest-room) di hotel ini tidak sama karena memiliki tema yang berbeda satu sama lain.  Hotel ini mengabadikan Steven Gerard,  nama kapten kesebelasan Liverpool FC yang terkenal sebagai nama hotel.  Untuk merepresentasikan Steven Gerrad dan Liverpool FC, salah satu kamar tamu hotel  diberi nama This is Anfield. Anfield adalah nama stadion Liverpool FC.  Tema kamar-kamar lain tidak berkaitan dengan dunia sepakbola tetapi dengan berbagai bagian dari budaya pop lainnya. Penggunaan bahasa estetika Posmodern yaitu kitsch, pastiche, parody, dan schizoperenia sebagai alat analisis didasarkan pada prinsip Posmodern yang mengutamakan unsur keragaman (pluralisme) dan keragaman ini ada pada tema pada setiap kamar tamu. Secara keseluruhan pendekatan desain interior pada kamar tamu hotel Stevie G ini merupakan pendekatan Pop Art, sebagai bagian dari gaya desain Posmodern. Kata Kunci : hotel Stevie G,  desain interior kamar hotel, Posmodern, Pop Art.   AbstraCT Stevie G hotel located in Sersan Bajuri Street West Bandung is a hotel that has  interior design concepts that significantly differs with others hotel in Bandung area. Each guest room  of this hotel has different theme. This hotel perpetuated Steven Gerrard, the name of  the famous captain of Liverpool FC as its name. For represented Steven Gerrard and Liverpool FC, one of the guest-room named  This is Anfield. Anfield is a stadion of Liverpool FC. The theme of the other rooms are not related to the football world but from others part of pop culture. The use of  aesthetic language of Postmodern that are kitsch, pastische, parody, and schizopherenia as analitycal tool based-on the principle of Postmodern that is prioritizes diversity (pluralism) and this diversity can be found in each guest-room. Over all, interior design approach to the Stevie G hotel guest-rooms is a an approach of Pop Art, that is a part of Posmodern design. Keywords : Stevie G hotel, Interior design of guest-room, Pop Art, Postmodern.

Page 7 of 11 | Total Record : 106