cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
Rancangan Perbaikan Display Berdasarkan Cooper Harper Rating Scale pada Stasiun Kerja Pengatur Perjalanan Kereta Api di PT. KAI Risnawati, Ersa; Desrianty, Arie; Helianty, Yanty
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.677 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data kecelakaan yang diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) salah satu penyebab kecelakaan tabrakan antar kereta api yaitu oleh faktor manusia. Berdasarkan penelitian sebelumnya mengenai human error yang terjadi di PT.KAI (Agusta,2011) menjelaskan bahwa human error banyak terjadi pada pekerja PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api). Hal itu terjadi berkaitan dengan performansi kerja manusia karena sistem kerja yang ada yang kurang mendukung. Pekerjaan PPKA didukung oleh sebuah perangkat display yang terdiri dari sinyal-sinyal antara PPKA dengan awak kereta api. Kondisi display PPKA saat ini masih dikatakan kurang baik dan perlu dilakukan perbaikan berdasarkan pengukuran beban kerja menggunakan metode Cooper Harper Rating Scale yaitu suatu pengukuran beban kerja mental untuk mengevaluasi kontrol-kontrol tugas manual khususnya pada suatu perangkat display. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan usability testing yaitu melakukan simulasi pekerjaan dari hasil perbaikan rancangan display.   Kata Kunci: Beban Kerja Mental, Cooper Harper Rating Scale, Display   ABSTRACT Based on the data of accidents which investigated by the National Transportation Safety Committee, one of the causes of a collision between a train crash is the human factor. Based on previous research about human error that occurred in PT.KAI (August, 2011) explains that human error occurred at PPKA workers (Train Travel Organizer). It was related to the performance of human labor because labor system was less supportive. PPKA’s Work supported by a display device which is consist the signals between PPKA and the train crews. Condition of PPKA’s display still have deficient currently and need improvisation by using workload measurement Cooper Harper Rating Scale is a measure of mental workload for evaluating controls manual tasks especially on a display device. The evaluation is based on usability testing is to simulate the work of the repair design display. Keywords: Mental Workload, Cooper Harper Rating Scale, Display
PENINGKATAN KEPUASAN KERJA DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PENGAJAR DAN KARYAWAN DI YAYASAN PENDIDIKAN “X” BANDUNG Sentano, Pandu Djati; Arijanto, Sugih; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.529 KB)

Abstract

Yayasan Pendidikan “X” Bandung adalah salah satu institusi dalam bidang pendidikan yang berada di kota Bandung. Untuk mencapai visi, misi dan tujuan “X” perlu memiliki pengajar serta karyawan yang berkualitas. Engagement adalah suatu keterkaitan, keterlibatan, komitmen, rasa memiliki, loyalitas dan rasa bangga dengan pekerjaannya (Macey, 2009 dalam Widjaja, 2015). Pada saat ini kerekatan dan kepuasan pengajar serta karyawan di “X” belum optimal, dikarenakan masih terdapat turnover setiap tahunnya. Untuk bisa meningkatkan tingkat kepuasan dan engagement pengajar dan karyawan, diperlukan pengukuran employee engagement dan kepuasan dengan metode regresi dan korelasi untuk mengetahui elemen yang menjadi fokus perbaikan. Hasil dari pengukuran indeks kepuasan adalah 2,887 dan indeks engagement adalah 3,083. Hasil pengukuran indeks kepuasan harus ditingkatkan. Hal ini menjadi fokus perbaikan, salah satu contohnya kesesuaian dalam pemberian benefit. Kata kunci:Kinerja, Engagement, Kepuasan ABSTRACT “X” Bandung Education Foundation is one of the institutions education in Bandung . To achieve the vision , mission and objectives of “X” need to have teachers as well as qualified employees . Engagement is a relationship , engagement , commitment , sense of belonging, loyalty and pride in his work (Macey 2009 in Widjaja , 2015) . At this time adhesion and satisfaction of faculty and employees at “X” is not optimal , because there is still a turnover each year . To be able to increase the level of satisfaction and engagement of teachers and employees , the necessary measure employee engagement and satisfaction with the method of regression and correlation to determine the elements that became the focus of improvement . Results of measurements of satisfaction index was 2.887 and engagement index is 3,083 . Satisfaction index measurement results must be improved . It is becoming the focus of improvement , one example of conformity in the provision of benefits. Keywords: Performance, Engagement, Satisfaction
USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFIKASII AND RISK ASSESMENT (HIRA) Roehan, Kiki Rizki Amir; Yuniar, Yuniar; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.876 KB)

Abstract

Salah satu bagian vital dalam sebuah perusahaan adalah sumber daya manusia. Oleh karena itu perlindungan terhadap sumber daya manusia sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan. Berdasarkan data kecelakaan selama tahun 2009-2011 menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan di PT. XXX terus meningkat. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengukuran risiko kecelakaan kerja dengan metode identifikasi bahaya menggunakan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Fault Tree Analysis (FTA) yang bisa menganalisis dan mengidentifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Hasil identifikasi dan analisis adalah masih terdapat potensi bahaya dalam proses produksi sehingga perusahaan memerlukan perbaikan risiko kecelakaan pada dua kategori yaitu sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dan lingkungan kerja. Kata kunci: Hazard Identification and Risk Assessment, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ABSTRACT A vital part of company is the human resources. Therefore the protection of human resources is needed. Based on accident data during 2009 to 2011 show that the accident rate in PT. XXX continues to increase. Therefore it takes a measurement of the risk of workplace accidents with hazard identification method using the Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) and Fault Tree Analysis (FTA) which can analyze and identify the safety and health management system work. Identification and analysis of the results is still potential danger in the production process so that companies require repair of accident risk in two categories: the safety management system and occupational health, and the working environment. Keywords: Hazard Identification and Risk Assessment, health and safety management system work, fault tree analysis
USULAN PERBAIKAN PRODUK CACAT MENGGUNAKAN METODE FAULT MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA PT. SYGMA EXAMEDIA ARKANLEEMA Kartika, Windhi Y; Harsono, Ambar; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.429 KB)

Abstract

Makalah ini membahas mengenai pengguanaan metode Fault Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mencari prioritas perbaikan produk cacat dan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mencari akar masalah sebagai dasar usulan perbaikan proses produksi pada perusahaan pencetak Al Qur’an PT. Sygma. Data diambil bulan Januari – September 2015. Cacat membayang merupakan cacat dengan persentase terbanyak yaitu 31%. Pada penelitian ini diambil 8 jenis cacat dari 15 jenis untuk diteliti. Perhitungan RPN pada metode FMEA menghasilkan nilai sebesar 288 untuk cacat isi membayang, isi kotor dan isi mengerut. Terdapat enam jenis cacat yang dicari akar masalahnya dengan menggunakan metode FTA.  Ada beberapa perbaikan yang diusulkan  antara lain penambahan 1-2 operator QC , pembersihan mesin secara rutin, pembuatan dokumen tertulis dan penambahan jumlah lampu di lantai produksi. Kata kunci: Kualitas, Manajemen kualitas, FMEA, RPN, FTA ABSTRACT This paper discusses the use of Fault Mode and Effect Analysis (FMEA) method  to seek priority in  repairing defective products and  Fault Tree Analysis (FTA) method  to find the root of the problem as a basis for the proposed improvement of production processes in PT  Sygma, a Qur'an printing company. Based on data from January - September 2015,  shadow print defect has the highest percentage of  31%. In this study, only 8 from 15 types of defect has been analyzed. The result of RPN calculation in FMEA method   was  288 for shadow print, dirty print and  shrinking paper defect . By using FTA method, the root of the problems of  six types of defect were sought. Several  improvements has been proposed such as  the addition of 1-2 QC operators, routine cleaning of the machine , developing  written document and increasing the number of lights in production area. Keywords : Quality , quality management , FMEA , RPN , FTA
RANCANGAN SISTEM INFORMASI INVESTIGASI KECELAKAAN PADA KNKT (KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI) Ramadhona, Ramadhona; Rispianda, Rispianda; Wahyuning, Caecilia Sri
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.23 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan perancangan sistem informasi investigasi kecelakaan pada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Investigasi kecelakaan dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan yang sama dikemudian hari. KNKT sebagai pihak investigator membutuhkan waktu 6 (enam) bulan dalam proses pembuatan laporan investigasi, dikarenakan tidak mengetahui akar penyebab terjadinya kecelakaan. Rancangan sistem infomasi investigasi dapat membantu dalam proses identifikasi kecelakaan. Tahap-tahap yang dilakukan dalam perancangan ini yaitu memodelkan perancangan dengan menggunakan unified modeling language (UML), dan merancang antar muka sistem informasi investigasi kecelakaan. Sistem informasi ini membantu tim investigator dalam menyusun laporan investigasi dan menganalisis penyebab terjadinya kecelakaan.   Kata kunci: Investigasi Kecelakaan, sistem informasi, komite nasional keselamatan transportasi.   ABSTRACT This study is an investigation of the accident information system design on the NTSC (National Transportation Safety Committee). Accident investigation was conducted to determine the cause of the mishap in the future. NTSC as the investigator requires a period of 6 (six) months in the reporting process of investigation, due to not knowing the root cause of the accident. The design of information systems can assist in the investigation of the accident identification process. The steps performed in this design is the design model by using Unified Modeling Language (UML), and designing information system interface accident investigation. The information system helps a team of investigators in the investigation and prepare a report analyzing the causes of the accident. Keywords: Accident investigation, information system, National Transportation Safety Committee.
SISTEM PERANGKAT LUNAK UNTUK INTERNAL ASSESSMENT MALCOLM BALDRIGE FOR PERFORMANCE EXCELLENCE (KATEGORI 6 – FOKUS OPERASI) BERBASIS PENGUKURAN KPKU-BUMN Dioh, Desmont; Arijanto, Sugih; Nugraha, Cahyadi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.335 KB)

Abstract

Makalah ini membahas perancangan sistem perangkat lunak untuk melakukan internal assessment dengan metode dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBFcPE) yang difokuskan kepada Kategori 6 yaitu fokus operasi. Proses pengukuran MBCfPE dilakukan menggunakan pendekatan KPKU-BUMN. Tahap-tahap yang dilakukan meliputi perancangan konsep perangkat lunak dan basis data terintegrasi, perancangan sistem perangkat lunak, serta perancangan pertanyaan. Perancangan sistem perangkat lunak menggunakan software Visual Basic.NET 2013 dan menggunakan sistem basis data MySQL. Validasi sistem perangkat lunak dilakukan dengan menggunakan data pembanding dari penelitian lain.   Kata Kunci: MBFcPE, Internal Assessment, Fokus Operasi   ABSTRACT This paper discusses about designing a software systems to perform an internal assessment by the method of Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBFcPE) that focused on 6th Category which the operations focus. The designed software system is based on KPKU-BUMN measurement approach. The steps are software and integrated database design concepts, software system design, and questions design. The software systems design utilizes Visual Basic.NET 2013 software and MySQL database system. Moreover, software system validations is performed by using comparative data from other studies. Keywords: MBFcPE, Internal Assessment, Operations Focus
Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pada Kawasan Wisata Kawah Putih Perum Perhutani Jawa Barat dan Banten dengan menggunakan Metode Service Quality (SERVQUAL) TRIWIBOWO, SESAR; Rukmi, Hendang Setyo; Harsono, Ambar
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.818 KB)

Abstract

Adanya komplain konsumen terhadap kawasan wisata Kawah Putih memaksa PERHUTANI untuk meningkatkan kualitas pelayanan kawasan wisata kawah putih. Atribut kualitas pelayanan yang berjumlah 37 butir diturunkan berdasarkan hasil penelitian Diaz-martin, Hung-chih yu, Narayan, Kahn, dan Yusof. Skala penilaian prioritas peningkatan didasarkan atas metode servqual dengan nilai gap 5 kurang dari -0,01 dan nilai gap penyebabya (gap 1, 2, 3, dan 4) kurang dari -0,01. Dari data kuesioner yang disebarkan ke pengunjung diketahui bahwa penyebab kesenjangan kebanyakan terkait dengan ketidakadaan standard dan kegagalan standar yang ada.   Kata kunci: Ekowisata, Kualitas, Servqual, Kuesioner, Analisis Gap, Peningkatan ABSTRACT The complaints of consumers against tourist areas Kawah Putih force PERHUTANI to improve the service quality of the tourist area of ​​white crater. Service quality attributes that totaled 37 points based on the results of the study revealed Diaz-martin, Hung-chih yu, Narayan, Kahn, and Yusof. Priority of improvement rating scale based on serqual method with gap 5 value less than -0,01 and cause of gap 5 (gap 1, 2, 3, and 4) value less than -0,01. From the questionnaire data which is distributed to visitors, shown that causes of the most of gap associated with the absence of standards and the failure of existing standards. Keywords: Ecotourism, Quality, SERVQUAL, Questionnaire, Gap Analysis, Improvement
USULAN PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN CETAK MANUAL MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) (STUDI KASUS DI PERUSAHAAN KERUPUK TTN) Rahmadhani, Delia Fitri; Taropratjeka, Harsono; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.029 KB)

Abstract

Produktivitas mesin/peralatan yang rendah dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan suatu metode pengukuran tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin/peralatan dengan menghitung ketersediaan mesin, performansi dan kualitas produk yang dihasilkan. Perhitungan six big losses dilakukan untuk mengetahui kerugian yang mengakibatkan rendahnya nilai OEE. Penelitian yang dilakukan pada bulan April 2014, diperoleh persentase nilai availability terbesar yaitu 92,647% dan yang terendah yaitu 39,706%, persentase nilai performance efficiency terbesar yaitu 85,307% dan yang terendah yaitu 36,225% sedangkan persentase nilai rate of quality product terbesar yaitu 98,713% dan yang terendah yaitu 97,613% dan rata-rata nilai OEE yang dihasilkan pada bulan April 2014 adalah 33,219%. Kata Kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Ketersediaan, Performansi, Kualitas Produk, Enam Kerugian Terbesar ABSTRACT Low producitivity of machine/tool can cause company loss. Overall Equipment Effectiveness (OEE) method is a method in measuring the effectiveness of a machine/tool by counting the availability of the machine, performance and quality of the product. Counting six big losses conductedto find out the loss that cause the low OEE value. The research was conducted in April 2014 with the result that percentage of availability is 39,706%-92,647%, percentage of performance efficiency is 36,225%-85,307%, while percentage of rate of quality product is 97,613%-98,713%and the average of OEE value resulted in April 2014 is 33,219%. Keyword: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Availability, Performance Efficiency, Rate of Quality Product, Six Big Losses
Estimasi Jumlah Gardu Keluar Tol Pasteur yang Optimal Menggunakan Model Antrean Tingkat Aspirasi Yolanda, Irma; Susanty, Susy; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.274 KB)

Abstract

Salah satu akses menuju kota Bandung adalah dengan menggunakan jalur tol, sehingga sering terjadi antrean kendaraan pada setiap pintu tol menuju Bandung, salah satunya terjadi antrean kendaraan pada pintu tol Pasteur. Maka untuk mengurangi antrean  kendaraan yang terjadi perlu dilakukan pemecahan masalah dengan menggunakan model antrean, hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah gardu tol yang optimal untuk dibuka agar jumlah gardu tol yang dibuka dapat mengurangi penumpukan kendaraan yang terjadi. Pada penelitian ini model antrean yang digunakan adalah model antrean server tunggal dengan pemecahan model keputusan tingkat aspirasi. Model antrean tingkat aspirasi digunakan karena tidak terdapat biaya waktu menunggu pada sistem antrean. Kata kunci: antrean, single server, Tingkat Aspirasi, Gardu Tol
USULAN PRIORITAS DALAM PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BAJA DENGAN METODE PROMETHEE DI PT SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA Megawati, Melia; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.859 KB)

Abstract

Makalah ini membahas usulan prioritas dalam pemilihan supplier bahan baku baja dengan metode Promethee. Pada penelitian ini, pengurutan supplier dilakukan di PT Matra. Pengurutan prioritas supplier ditentukan berdasarkan kondisi-kondisi seperti kualitas, jangka waktu pengiriman, ketepatan waktu pengiriman, dan kondisi lain yang berpengaruh. Tahap-tahap yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penilaian kriteria, penentuan bobot kriteria menggunakan metode Entropy, dan pengurutan peringkat menggunakan metode Promethee. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah urutan prioritas supplier bahan baku baja yaitu PT Tira, PT Steelindo, PT Rimba Insantex, PT Rupindo, dan peringkat terakhir adalah PT Bhinneka Bajanas. Kata kunci: Pemilihan supplier, Entropy, Promethee   ABSTRACT This paper discusses the priority in the selection of suppliers of raw materials to the steel Promethee method. In this research, determination of the order of the supplier is performed in PT Matra. Order of priority suppliers is determined based on conditions such as quality, delivery period, on time delivery, and other conditions that influence.The stages are carried out in this study is the assessment phases of criteria, weighting criteria using the method of Entropy, and rank sorting using Promethee method. The results obtained from this study is the order of priority supplier of steel raw materials, namely PT Tira, PT Steelindo, PT Rimba Insantex, PT Rupindo, and the final ranking is PT Bhinneka Bajanas. Keywords: Supplier selection, Entropy, Promethee