cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
RUTE PENDISTRIBUSIAN AIR MINERAL DALAM KEMASAN MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR DAN BRANCH AND BOUND DI PT. AGRONESIA BMC Moriza, Dicky; Adianto, Hari; Nurdiansyah, Yodi
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.04 KB)

Abstract

Sistem distribusi barang merupakan salah satu pendukung utama dalam pemasaran produk, tidak adanya kontrol yang baik dalam proses pendistribusian barang dapat berdampak buruk bagi perusahaan. Ketepatan waktu kirim serta penentuan rute distribusi yang baik sangat membantu perusahaan dalam meminimumkan biaya distribusi. Metode yang digunakan adalah metode nearest neighbour sebagai metode awal dalam penentuan rute, selanjutnya digunakan metode tabu search dan metode branch and bound sebagai metode perbaikan dari metode awal. Dengan menggunakan metode awal nearest neighbour diperoleh total jarak tempuh untuk 27 titik pelanggan sebesar 141,49 km dengan total waktu tempuh 18,51 jam. Setelah diperbaiki dengan metode tabu search diperoleh total jarak tempuh sebesar 140,94 km dan total waktu tempuh 18,49 jam dan perbaikan dengan menggunakan metode branch and bound menghasilkan total jarak tempuh sebesar 135,39 km dengan total waktu tempuh sebesar 18,26 jam. Kata Kunci: Vehicle Routing Problem, Traveling Salesman Problem, Nearest Neighbour, Tabu Search, Branch and Bound Abstract Distribution system in production cycle is one of the main element in product marketing. Uncontrolled distribution system brings negative impact to the company. Accuracy in delivery time and good distribution route quotation can help the company to decrease distribution cost. Nearest neighbor method is used as the first method in determining the distribution route. Then, tabu search method and branch & bound method are used as the improvement method. By using nearest neighbor method, the distance for 27 customer points is 141.49 km and total time is 18.51 hours. After improved by tabu search method, total distance turns 140.94 km in 18.49 hours. And by using branch and bound method, total distance is 135.39 km and total time is 18.26 hours.
MODEL OPTIMISASI LOT PRODUKSI PADA SISTEM PRODUKSI YANG TIDAK SEMPURNA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN BIAYA KUALITAS UNTUK MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA. Wibowo, Ari; Prassetiyo, Hendro; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.838 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengembangan model dari metode Economic Production Quantity (EPQ) yang memiliki kekurangan, karena mengasumsikan sistem produksi berjalan dengan sempurna dan produk yang dikirim pasti diterima. Berdasarkan kekurangan metode EPQ, penelitian ini melakukan pengembangan model yang membahas sistem produksi tidak sempurna akibat masalah deteriorasi dan kesalahan inspeksi sampling. Pada perhitungan dipertimbangkan biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal yang merupakan bagian dari komponen biaya kualitas, dengan kriteria meminimisasi total biaya. Kata kunci: deteriorasi, kesalahan inspeksi sampling, komponen biaya kualitas ABSTRACT This research discuss about developing of a model from Economic Production Quantity (EPQ) method which has the shortage, because of assume the production system is running perfectly and products delivered definitely accepted. Based on the shortage of EPQ method, this research develops a model which discusses the imperfect production system due to the deterioration problems and the errors of sampling inspection. On the calculation consider the internal failure costs and external failure costs which are part of the quality component costs, with criteria minimizing total cost. Keywords: deterioration, errors of sampling inspection, component of quality costs
JADWAL PRODUKSI PRODUKCOMBINATION DOUBLE WINDLASS MENGGUNAKAN PENDEKATAN SHIFTING BOTTLENECK HEURISTIC UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DI PT PINDAD (Persero) Sulaiman, Dzakiy; Zaini, Emsosfi; M, Arnindya Diar
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.16 KB)

Abstract

Makalah ini membahas algoritma penjadwalan job shop shifting bottleneck heuristic untuk meminimisasi makespan. Algoritma ini dilakukan dengan cara menjadwalkan mesin satu per satu. Algoritma ini pada dasarnya dibentuk dari graph yang terdiri dari simpul-simpul yang menunjukkan operasi. Graph tersebut dihubungkan dengan busur conjunctive yang menghubungkan operasi-operasi yang dikerjakan dalam job yang sama, dan busur disjunctive menghubungkan operasi-operasi yang dikerjakan dalam mesin yang sama. Berdasarkan hasil penjadwalan produksi pembuatan combination double windlass dengan menggunakan algoritma shifting bottleneck heuristic, diperoleh makespan sebesar 3.996 menit.   Kata kunci: Job shop, shifting bottleneck heuristic, makespan   ABSTRACT This paper discusses the scheduling algorithm of job shop shifting bottleneck heuristic for the makespan minimization. This algorithm is done by scheduling the machine one by one. This algorithm is essentially formed of a graph consisting of nodes that indicate the operation. The graph associated with conjunctive arcs connecting operations are done in the same job, and the disjunctive arcs connecting operations are performed in the same machine. Based on the results of scheduling the production of the combination double windlass by using shifting bottleneck heuristic algorithm, makespan obtained for 3.996 minutes. Keywords: Job shop, shifting bottleneck heuristic, makespan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA CILAME CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG ABDISOBAR, RIZKY; Bakar, Abu; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.719 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan perekonomian kota bandung diiringi dengan meningkatnya permintaan akan jamur tiram menimbulkan peluang usaha budidaya jamur tiram. Penulis memiliki ide untuk membuka tempat budidaya jamur tiram di desa cilame ciwidey kabupaten bandung. Untuk melaksanakan ide tersebut, dibutuhkan analisis kelayakan usaha untuk melihat usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalani. Aspek yang dikaji terdiri dari Aspek pasar, Aspek teknis, Aspek legal dan lingkungan, Aspek SDM, dan Aspek finansial. Berdasarkan hasil analisis kelayakan kelima aspek, usaha budidaya jamur tiram dinyatakan layak. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, batas perubahan keputusan kelayakan, apabila penuruanan jumlah penjualan tidak lebih dari 4,23% dan kenaikan biaya bahan baku tidak lebih dari 25%. Kata Kunci: Agribisnis, Budidaya Jamur Tiram, Analisis Kelayakan Usaha   Abstract Increasing the number of residents and economy of Bandung accompanied by increasing demand for the oysters mushroom pose opportunities of oyster mushrooms cultivation. The author had an idea to open the oyster mushroom cultivation at the Cilame village Ciwidey district of Bandung. To implement the idea, feasibility analysis is needed to see the business is feasible or not. Aspects studied consisted of market aspects, technical aspects, legal and environmental aspects, human resources aspects, and financial aspects. Based on results of the five aspects of feasibility analysis, business the oyster mushroom cultivation declared eligible. Based on the results of the sensitivity analysis, boundary changes in eligibility decisions. If the decrease amount of harvest no more than 4,23% and if the increase in raw material cost no more than 25%. Keyword: Agribusiness, Oyster Mushrooms Cultivation, Invesment Feasibility Analysis
USULAN STRATEGI PENINGKATAN PENGGUNAAN TEPUNG MOCAF OLEH IBU RUMAH TANGGA DAN PRODUSEN MAKANANAN SKALA RUMAHAN Nur'afifah, Wiriathy; Rukmi, Hendang Setyo; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.452 KB)

Abstract

Impor gandum atau terigu belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu solusinya adalah program diversifikasi pangan pengganti tepung terigu yaitu tepung mocaf. Penelitian ini betujuan menghasilkan usulan strategi untuk meningkatkan penggunaan tepung mocaf di Kota Bandung khususnya untuk ibu rumah tangga dan produsen makanan rumahan. Usulan strategi muncul dari penelitian mengenai tingkat pengetahuan, persepi, preferensi dan minat dari tepung mocaf. Pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Pengolahan data menggunakan metode perhitungan persentase, uji kruskal wallis, analisis multiatribut fishbein, dan analisis korelasi. Usulan strategi yang dapat diberikan berupa peningkatan sosialisasi kepada ibu rumah tangga dengan cara simulasi penggunaan produk, pemberian sosialisasi kepada produsen makanan, perancangan produk tepung mocaf sesuai atribut yang paling diharapankan, melakukan promosi dan memperbanyak tempat penjualan.   Kata kunci: Diversifikasi pangan, tepung mocaf, usulan strategi   ABSTRACT Imported wheat or flour recently has increased significantly. One of the solution is food divertification substitute flour program which is mocaf flour. This research aims to produce proposed strategy to increase consuming mocaf flour in Bandung especially for housewife and home scale food producer. The proposed strategy show up from research about knowledge, perception, preference and interest of mocaf flour. Data collection used spread kuesioner. Data processing using percentation method, kruskal wallis test, multiatribut fishbein analysis, and correlation analysis. The proposed strategy which can be used are increase a sosialisation to housewives by way of giving simulisation to used that product, giving sosialisation to home scale food producer, mocaf flour product design appropriated the most expected attribute, doing a promotion and increase point of sales. Keywords: Food diversification, mocaf flour, proposed strategy
Tingkat Beban Kerja Mental Masinis berdasarkan NASA-TLX (Task Load Index) di PT. KAI Daop. II Bandung Astuty, Miranty Siti; Wahyuning, Caecilia Sri; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.988 KB)

Abstract

Salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kereta api adalah manusia (human error), seperti: beban kerja mental yang dirasakan oleh masinis. Dampak beban kerja mental berlebih menyebabkan kelelahan, yang dapat menimbulkan kelalaian dalam menjalankan tugasnya hingga dapat menyebabkan kecelakaan kereta api. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa beban kerja mental yang dirasakan masinis Daop II Bandung yang menjalani dinasan kereta jarak dekat (Bandung-Padalarang, Bandung-Cicalengka) dan kereta jauh (Bandung-Banjar, Bandung-Jakarta). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA-TLX (Task Load Index). Nilai Score rata-rata NASA-TLX yang diperoleh untuk dinasan jarak dekat yaitu 71,7%, dan pada dinasan jarak jauh 82,7% , serta adanya perbedaan faktor yang mempengaruhi beban kerja mental masinis pada dinasan kereta jarak dekat dan jarak jauh, meliputi: mental demand dan effort. Faktor dominan yang mempengaruhi beban kerja masinis pada saat menjalani dinasan jarak jauh adalah mental demand dan physical demand. Kata kunci : Beban kerja mental, NASA-TLX, mental demand, effort, physical demand
PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES Rizkia, Irma; Adianto, Hari; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.333 KB)

Abstract

Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan suatu pengukuran efektivitas pemakaian suatu mesin/peralatan dengan menghitung ketersediaan mesin, performansi dan kualitas produk yang dihasilkan. Perhitungan six big losses  dilakukan  untuk mengetahui kerugian yang menyebabkan rendahnya nilai OEE. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu prosedur untuk mengidentifikasi kegagalan produk berdasarkan potential cause. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2014-Juni 2015 diperoleh rata-rata persentase nilai availability ratio sebesar 84,777%, performance efficiency sebesar 49,740%, dan rate of quality product sebesar 78,368% Kata  Kunci: Overall Equipment Effectiveness  (OEE),  Six Big Losses, Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Abstract   Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a measurement of the effectiveness of the use of a machine/equipment with counting machine availability, performance and quality of products produced. Calculation six big losses conducted to determine losses caused low OEE value. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is a procedure to identify potential cause product failures based. The study was conducted in July 2014 - June 2015 gained an average percentage score availability ratio of 84,777 %, performance efficiency of 49,740 %, and the rate of quality product at 78,368 % Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Pengukuran Performansi Berdasarkan MBCFPE Pada Kategori Proses Kepemimpinan dan Kategori Hasil Item Kepemimpinan Di Perguruan Tinggi X Ismoyojati, Sandy Tyas; Taroepratjeka, Harsono; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.685 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengukuran kinerja pada kategori Kepemimpinan dari 6 kategori lainnya pada Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellent (MBCfPE) di Perguruan Tinggi X. Tahapan pengukuran yang dilakukan adalah menilai hasil dokumen aplikasi, membuat review proses dengan ADLI dan membuat review hasil dengan LeTCI guna memperoleh strength dan OFI sebagai saran perbaikan. Skor untuk kategori proses diperoleh sebesar 48 poin dari 120 poin, skor untuk kategori hasil diperoleh sebesar 20 poni dari 80 poin dan skor dari seluruh kategori adalah sebesar 356 poin dari 1000 poin, sehingga kinerja perguruan tinggi X berada pada level “early results”. Kata kunci: Pengukuran Kinerja, MBCfPE, Kepemimpinan Abstract The purpose of this paper is to conduct performance measurements on Leadership category of the other 6 categories on the Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) at College X. Measurement is conducted through evaluation of the application documents,evaluating the review process with ADLI and review results with LeTCI develop strength and OFI suggestions for. Then the score for both reviews resulted score for process category amounted to 48 out of 120 points , score for result category amounted 20 out of 80 points and score for all categories amounted to 356 out of 1000 points, so that the performance of College x is at the level of early results Keyword: Performance Measurement, MBCfPE, Leadership
JADWAL PERAWATAN PENCEGAHAN KERUSAKAN KOMPONEN OIL SEAL PADA MESIN BALL MILL DENGAN KRITERIA MINIMISASI TOTAL ONGKOS Febrianda, Ryan; Helianty, Yanti; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.44 KB)

Abstract

PT Wahana Interfood Nusantara dalam melakukan perawatan pada mesin selama ini masih bersifat corrective maintenance, artinya komponen akan diganti apabila benar-benar telah mengalami kerusakan. Komponen Oil Seal pada mesin Ball Mill merupakan komponen yang paling sering mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan kerugian pada perusahaan. Tahap yang dilakukan dalam algoritma ini adalah tahap perhitungan data waktu kerusakan, tahap pengujian distribusi antar kerusakan, tahap penentuan parameter distribusi, tahap penentuan fungsi keandalan dan tahap perhitungan interval waktu penggantian dengan kriteria minimasi total ongkos. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan jadwal optimal pada periode waktu penggantian sebesar 128 hari dengan estimasi ongkos sebesar Rp. 80.978,46.   Kata kunci: Preventive maintenance, fungsi keandalan, ongkos.   ABSTRACT PT Wahana Interfood Nusantara in performing maintenance on a machine today is still corrective maintenance, it means the components will be replaced if it really had been damaged. Oil Seal component on the Ball Mill machine is the most frequently damaged component which can causing losing profit to the company. Steps done in this algorithm is calculation stage time data damage, the testing phase distribution between failures, the distribution parameter determining stage, the stage of determining the function of the reliability and calculation phase replacement time interval with the total cost minimization criteria. Based on the results of data processing obtained at the optimal schedule for replacement time period of 128 days with an estimated cost of Rp. 80,978.46. Keywords: Preventive maintenance, reliability function, cost.
OPTIMISASI WAKTU PENGGANTIAN KOMPONEN PADA LOKOMOTIF DE CC 201 SERI 99 MENGGUNAKAN METODA AGE REPLACEMENT DI PT. KERETA API INDONESIA Krisnadi, Juliandi Wirawan; Soemadi, Kusmaningrum; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.371 KB)

Abstract

ABSTRAK PT.KAI merupakan perusahaan Transportasi Kereta api di Indonesia. Proses perawatan di bengkel Dipo adalah melakukan kegiatan  perawatan pencegahan. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah penggantian pencegahan komponen. Tujuan penelitian ini ialah melakukan optimisasi penggantian komponen lokomotif DE CC 201 seri 99, menggunakan model age replacement. Terdapat 44 komponen yang sering mengalami kerusakan, kemudian menggunakan diagram pareto terpilih 23 komponen yang merupakan komponen kritis. Selanjutnya yang dipertimbangkan hanyalah komponen yang memiliki laju kerusakan meningkat terhadap waktu, dan berdasarkan laju kerusakan yang paling tinggi ditetapkan obyek penelitian yaitu roda tiga hingga roda enam, dan radiator.  Solusi model menghasilkan penggantian roda optimal adalah 54 hari, dan penggantian radiator optimal adalah 23 hari. Kata Kunci: Optimasi, Age Replacement, Komponen Kritis ABSTRACT PT.KAI is a railway transport company in Indonesia. The maintenance process carried out in Dipo is preventive maintenance. One among activities is components preventive replacement. The purpose of this research is optimizing component replacement of a locomotive ie. DE CC 201 series 99, by using age replacement model. There are 44 frequently damaged components, and by using pareto diagram, 23 component is selected as critical components. In this study, we only consider components with increasing rate of failure over time. Based on the highest rate of failure, there are  five components: four wheels and a radiator considered further in this research. Optimal solution of the model is to replace the wheel every 54 days, and to replace the radiator every 23 days. Keyword: Optimization, Age Replacement, Critical Components