cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN SEPATU MEREK “X” DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTIDIMENSIONAL SCALING Kurniawan, Handi W; Rukmi, Hendang Setyo; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.22 KB)

Abstract

Kemunculan pesaing menyebabkan penurunan penjualan sepatu casual Merek “X”. Kondisi tersebut mendorong manajemen Merek “X” untuk merancang strategi pemasaran dengan melihat persepsi dan preferensi konsumen terhadap sepatu casual Merek “X” dibandingkan pesaingnya dengan metode Multidimensional Scaling. Metode ini memiliki kelebihan dapat menggambarkan jarak perbedaan satu produk dengan produk lainnya, sehingga dapat dianalisis atribut yang harus diperbaiki, untuk dijadikan acuan merancang strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan pesaing terdekat Merek “X”, peringkat kepentingan atribut, dan keunggulan dan kelemahan Merek “X”. Beberapa atribut yang harus diperbaiki untuk merancang usulan strategi pemasaran adalah kekuatan jahitan, kekuatan bahan, dan kesesuaian ukuran dengan standar. Kata Kunci: Persepsi dan Preferensi, Strategi Pemasaran, Multidimensional Scaling AbstracT The emergence of competitors led to a decrease in sales of “X” Brand’s casual shoes. These conditions encourage “X” Brand’s management for designing a marketing strategy by looking at consumer perceptions and preferences toward “X” Brand’s casual shoes than its competitors with Multidimensional Scaling methods. The advantage of this method can describe the distance one product with another product, which can be analyzed attributes that should be fixed, to be used as a reference in designing marketing strategies. The results showed some of the attributes that should be corrected for designing the proposed marketing strategy, the closest “X” Brand’s competitor, ranking of attributes, and the advantages and disadvantages “X” Brand’s product. Attributes that need to be improved is the strength of stitching, material strength, and conformance to the standard size. Keywords: Perceptions and Preferences, Marketing Strategy, Multidimensional Scaling
ALTERNATIF USULAN PROSES PRODUK SILICON PLATE UNTUK MEMINIMUMKAN WAKTU PEMESINAN DENGAN MENGGUNAKAN CONSTRUCTIVE SOLID GEOMETRY (CSG) Prasetyo, Edo; Rispianda, Rispianda; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.515 KB)

Abstract

Makalah ini membahas alternatif usulan proses produk Silicon Plate untuk meminimumkan waktu pemesinan menggunakan Constructive Solid Geometry (CSG) dan parameter kecepatan pemotongan maksimal. Pada tahap pemilihan urutan proses terbaik, urutan proses awal dibuat menggunakan Constructive Solid Geometry (CSG) sehingga menghasilkan 3 alternatif proses bagian atas dan 6 proses bagian bawah. Dengan urutan alternatif proses yang terbaik berdasarkan Constructive Solid Geometry (CSG), maka dapat mempengaruhi waktu setup sehingga dapat meminimumkan waktu proses pemesinan produk Silicon Plate.   Kata kunci: Alternatif usulan proses, Constructive Solid Geometry (CSG), parameter kecepatan pemotongan maksimal   ABSTRACT This paper discusses the proposed alternative processes Silicon Plate products to minimize machining time using Constructive Solid Geometry (CSG) and the maximum cutting speed parameters. At this stage of the selection of the best process sequence, the order of the initial process created using Constructive Solid Geometry (CSG) to produce three alternative processes top and bottom 6 process. By order of the best alternative based Constructive Solid Geometry (CSG), it can affect the setup time so as to minimize the time of machining processes Silicon Plate products. Keywords: Alternative proposal process, Constructive Solid Geomotry (CSG), the maximum cutting speed parameter.
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI STASIUN PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI II BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL Ramadhan, Reza; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.568 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang upaya meningkatan kualitas pelayanan di stasiun PT Kereta Api DAOP II Bandung. Atribut kualitas pelayanan yang ada mengacu kepada lima dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman. Metode yang digunakan adalah metode servqual. Dari data yang disebarkan kepada pengunjung stasiun diketahui bahwa 90 % atribut kualitas pelayanan belum sesuai dengan yang diinginkan oleh pelanggan. Secara umum penyebabnya terkait dengan tidak adanya standard performance dan pegawai yang bekerja tidak sesuai dengan standar performance yang ada. Solusi yang diberikan secara umum adalah membuat standar performance sesuai dengan yang diinginkan oleh pelanggan serta memberikan pelatihan kepada pegawai agar dapat bekerja sesuai dengan standar.   Kata kunci: Transportasi, Pelayanan, Servqual, Analisis Gap ABSTRACT This paper discusses efforts to improve the quality of service at the station DAOP II PT Kereta Api Bandung. Attributes of existing service quality refers to the five dimensions of service quality by Parasuraman. The method used is a method servqual. From the data distributed to visitors to the station is known that 90% attribute is not in accordance with the quality of service desired by the customer. Generally the cause is related to the absence of performance standards and the employees who work not in accordance with the existing performance standards. The solution provided in general is to make performance standards as desired by the customer and provide training to employees in order to work in accordance with the standard. Keywords: Transportation, Services, Servqual, Gap Analysis
ANALISIS PERSPEKTIF PELANGGAN DENGAN SASARAN STRATEGIS PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (BSC) Novirani, Dwi; Atijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.73 KB)

Abstract

Pencapaian visi dan misi merupakan tujuan yang dicapai setiap perusahaan dengan menerapkan strategi yang baik, yang dapat diukur dengan indikator-indikator yang digunakan dalam pengukuran kinerja tersebut. Pengukuran kinerja suatu perusahaan ini ditujukan untuk mengetahui integrasi antar semua orang atau kegiatan yang ada di dalam perusahaan.Metode Balanced Scorecard (BSC) adalah metode yang menerjemahkan visi, misi, dan strategi ke dalam seperangkat ukuran menyeluruh yang memberi kerangka kerja bagi pengukuran dan manajemen strategis (Kaplan dan Norton, 1996). BSC menyatakan adanya keseimbangan antara perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Output yang diharapkan adalah analisis perspektif pelanggan dengan sasaran strategis: Peningkatan kepuasan pelanggan dengan indikator Indeks kepuasan pelanggan, Peningkatan image perusahaan yang berindikator Jumlah pelanggan yang loyal, Peningkatan pelayanan administrasi yang berindikator lama waktu pelayanan administrasi,Peningkatan pelayanan terhadap keluhan pelanggan yang berindikator jumlah keluhan pelanggan serta waktu penanganan keluhan. Kata Kunci: Peningkatan performansi, Balanced Scorecard, keseimbangan perspektif, Abstract Achieving the vision and mission is an achievable goal every company with a good strategy, which can be measured by the indicators used in measuring the performance. Measurement of the performance of a company is intended to determine the integration among all persons or activities in the company.  The Balanced Scorecard (BSC) is a method that translates the vision, mission and strategy into a comprehensive set of measures that provide the framework for a strategic measurement and management (Kaplan and Norton, 1996). BSC suggested a balance between financial perspective, customer perspective, internal business processes, and learning and growth perspective. The expected output is the analysis of the customer's perspective with strategic objectives: Increased customer satisfaction with customer satisfaction index indicator, Improved corporate image berindikator number of loyal customers, Increased administrative services berindikator long time administrative services, Improved service to customer complaints berindikator number of customer complaints and complaints handling time. Keywords: Improved performance, the Balanced Scorecard, a balance perspective
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SEPATU MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI CV CANERA MULYA LESTARI CIBADUYUT Malik, Reza Maulana; Harsono, Ambar; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.22 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi jumlah cacat yang terjadi di perusahaan sepatu CV. Canera Mulya Lestari. Metode Six Sigma dipakai untuk mencari solusi dan memperbaiki kualitas proses produk agar  jumlah  produk yang cacat  dapat dikurangi. Berdasarkan perhitungan terhadap data produk cacat, diketahui bahwa  cacat lem terlihat pada bagian sepatu dan penyemprotan tidak rapih  merupakan jenis cacat dengan  jumlah tertinggi. Process Decision Program Chart (PDPC) digunakan sebagai alat analisa untuk melakukan identifikasi penyebab cacat dan usulan perbaikan. Berdasarkan analisa, ada 9 tindakan perbaikan yang diusulkan, namun hanya 3 usulan yang dapat diterapkan perusahaan. Setelah dilakukan implementasi, diperoleh kenaikan nilai sigma menjadi 3,474 σ, dari sebelum implementasi sebesar 3,227 σ. Kata kunci: Perbaikan Kualitas, SIX SIGMA, DMAIC , PDPC   ABSTRACT This study aims to reduce the number of defects that occur in the shoe company CV. Canera Mulya Lestari. Six Sigma method is used to find solutions and improve the quality of the product so that the number of defective products can be reduced. Based on the calculation of the defective product data, it is known that the glue visible defects on the part of the shoe and spraying is not neat is a type of defect with the highest number. Process Decision Program Chart (PDPC) is used as an analytical tool for identifying the causes of disability and the proposed improvements. Based on the analysis, there are 9 of the proposed corrective actions, but only three proposals that can be applied to the company. The value of sigma before implementation is 3.227 σ and after implementation is 3.474 σ. Keywords: Quality Improvement, SIX SIGMA, DMAIC, PDPC
Analisis Kebijakan Menggunakan Pemodelan Matematika untuk Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati Bioetanol dari Mikroalga Putro, Hafidz Handoko; Nugraha, Cahyadi; Rukmi, Hendang Setyo
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.652 KB)

Abstract

Energi selalu dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menunjukkan bahwa konsumsi energi primer diproyeksikan naik setiap 5 tahun. Kebutuhan energi di Indonesia didominasi oleh minyak bumi sebesar 52,5% pemakaian energi di Indonesia. Pemerintah Indonesia membuat kebijakan perencanaan energi nasional untuk bahan bakar nabati dengan target 5% dari total kebutuhan energi. Bioetanol adalah bahan bakar minyak nabati yang memiliki sifat menyerupai minyak premium. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan baku bioetanol adalah mikroalga. Pemanfaatan mikroalga akan optimal jika didukung kebijakan yang tepat oleh pemerintah. Perumusan kebijakan dapat dilakukan dengan mengembangkan suatu model kebijakan yang memungkinkan penyusunan alternatif-alternatif skenario kebijakan. Alternatif kebijakan dan skenario yang dibuat sebanyak 3 alternatif kebijakan dan 3 skenario. Model kebijakan dibuat dengan menggunakan pemodelan sistem. Metoda yang digunakan adalah pemodelan metamatika. Model matematika lebih mudah untuk dimanipulasi dan dieksplorasi pengaruh perubahan input terhadap fungsi tujuannya dibandingkan sistem nyata. Kata kunci: pemodelan sistem, kebijakan, bioetanol, mikroalga
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON Anugrah, Ninda Restu; Fitria, Lisye; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.022 KB)

Abstract

Kegagalan produksi di perusahaan diakibatkan oleh faktor manusia, mesin, dan lingkungan. Beberapa kegagalan produksi disebabkan oleh cacat produk yaitu cacat bantat, cacat gosong, cacat bentuk, dan cacat ketebalan. Kegagalan yang terjadi dapat mengakibatkan penurunan kualitas produk roti Bariton. Metode pengendalian kualitas yang dapat digunakan untuk mengetahui permasalahan peningkatan kualitas adalah Fault Tree Analysis (FTA)  dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode tersebut dapat membantu untuk mengidentifikasi dan mendeteksi bentuk kegagalan yang dapat menyebabkan produk menjadi cacat. Hasil dari metode FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN yang didapat akan menjadi acuan prioritas pengambilan tindakan perbaikan. Hasil dari usulan perbaikan untuk penyebab kegagalan tertinggi, didapatkan nilai RPN baru adalah 42, 36, 54, 72, 30, 14, 18, 24, dan 24. Kata kunci: cacat, FTA, FMEA   ABSTRACT Production failure at the company caused by human factors, machine, and environment. Some failures are caused by defective production of the product that is defective sodden, charred defects, deformed shape, and thickness defects. Failures can result in loss of quality bakery products Bariton. Quality control methods can be used to determine the quality improvement issues are Fault Tree Analysis (FTA) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). This method could identify and detect potential failure mode that cause product defect. Results of method FMEA generate value Risk Priority Number (RPN). RPN value obtained will be the reference priority of taking remedial action. Results of the proposed improvement to the highest causes of failure, the new RPN values obtained are 42, 36, 54, 72, 30, 14, 18, 24, and 24. Keywords: Defect, FTA, FMEA
Evaluasi Tingkat Stres Masinis Berdasarkan Aktivitas Salivary α Amylase (Studi Kasus di PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung) SUGIATMAJAYA, SYAFAAT; Wahyuning, Caecilia Sri; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.56 KB)

Abstract

Masinis adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengemudikan atau menjalankan kereta api. Seorang masinis dituntut untuk selalu fokus dalam menjalankan tugasnya. Ketika pekerjaan tersebut melebihi kemampuannya dalam berkonsentrasi, dikhawatirkan pekerjaan tersebut akan menimbulkan stres pada masinisnya. Maka penelitian ini akan melakukan pengukuran stres masinis kereta api daerah operasi 2 Bandung menggunakan enzim amilase pada air liur. Hasil dari penelitian ini adalah cocoro meter yang dapat dengan mudah mengidentifikasi nilai stres dari enzim amilase pada masinis yang kemudian disesuaikan dengan rekaman kejadian selama penelitian berlangsung.   Kata kunci: Masinis, Stres, Enzim Amilase, Cocoro Meter ABSTRACT Machinist is the person responsible for driving a train. A machinist is required to always focus in performing their duties. When such work exceeds their ability to concentrate, feared the work would cause stress on the driver. This research will take measurements of machinist stress at operating area 2 Bandung using salivary α amylase activity. The results of this study are cocoro meter can easily identify the value of the stress of the enzyme amylase on the machinist who then adapted to record events during the study. Keywords: Machinist, Stress, Salivary α Amylase, Cocoro Meter
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN ASURANSI KENDARAAN DI PT.X DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) Harkinata, Dwitra; Harsono, Ambar; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.312 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan kepada konsumen dari PT.X, sebuah perusahaan layanan asuransi kendaraan, dengan menggunakan metode Service Quality. Berdasarkan perhitungan pada gap 5, Terdapat 5 atribut bernilai negatif, artinya terdapat kesenjangan antara persepsi dan ekspektasi konsumen. Dari 5 atribut yang bernilai negatif tersebut, terdapat 2 atribut yang bernilai negatif pada Gap 1 , 2 atribut bernilai negatif pada Gap 2 dan 1 atribut bernilai negatif pada Gap 3. Juga terdapat 3 atribut negatif pada Gap 4 yang menunjukkan janji yang dikomunikasikan tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen. Ada beberapa peningkatan kualitas pelayanan  yang diusulkan antara lain memberi layanan antar jemput mobil door to door, penambahan jumlah bengkel rekanan yang berkualitas, dan melibatkan karyawan dalam pengembangan standar. Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, Metode Service Quality, Gap   ABSTRACT This study was conducted to improve the quality of service in order to deliver satisfaction and comfort to consumers of PT.X , a company vehicle insurance services , using Service Quality . Based on a calculation of the gap 5 , There are 5 attributes with negative value , meaning that there is a gap between the perceptions and expectations of consumers . From 5 negative attributes at gap 5, there are two negative attribute at Gap 1 , 2 negative attribute at Gap 2 and 1 negative attribute at Gap 3. Also there are 3 negative attributes in Gap 4 that means the  communicated promise is different from consumers’ expectations. There are several quality improvement that has been proposed, such as conducting car shuttle service door to door , increasing the number of qualified workshop partners , and involving employees in developing the standards Keywords: Customer satisfaction, Metode Service Quality, Gap
SISTEM PERANGKAT LUNAK UNTUK INTERNAL ASSESSMENT KRITERIA FOKUS PELANGGAN MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE BERBASIS PENGUKURAN KPKU-BUMN Purbajati, Rizky Junjunan; Nugraha, Cahyadi; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kinerja organisasi. Banyak perusahaan yang belum siap melakukan pengukuran kinerja secara resmi menyebabkan perusahaan tersebut melakukan pengukuran sendiri atau internal assessment. Kompleksitas dalam melakukan internal assessment mengidentifikasikan kebutuhan akan alat yang dapat membantu proses pengukuran tersebut. Makalah ini membahas mengenai perancangan sistem perangkat lunak untuk internal assessment dengan menggunakan metode MBCfPE berbasis pengukuran Kriteria Pengukuran Kinerja Unggul Badan Usaha Milik Negara (KPKU-BUMN). Perangkat lunak yang dirancang pada penelitian ini dikhususkan untuk kriteria fokus pelanggan pada organisasi profit. Kata kunci: MBCfPE, Internal Assessment, KPKU-BUMN, sistem perangkat lunak, fokus pelanggan   ABSTRACT Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) is a tool which can be used to identify and evaluate the performance of organization. Many companies are not ready to apply certified assessment in Malcolm Baldrige, therefore they are using self-assessment or internal assessment. The process of internal assessment is complex, therefore a tool for making the assessment process easier is needed. This paper explains the design of software for internal assessment using Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence based on KPKU-BUMN measurement. The software is designed for the third criteria of Malcolm Baldrige, which is customer focus on profit organizations. Keywords: MBCfPE, Internal Assessment, KPKU-BUMN, software, customer focus