cover
Contact Name
Hendra Maulana
Contact Email
hm26061998@gmail.com
Phone
+6285782058206
Journal Mail Official
jurnal.eksyar@umbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.752, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 31095216     DOI : 10.52496/ash-shidqu
Core Subject : Economy,
Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah is a scientific journal based on the Open Journal System (OJS) managed by the Sharia Economics Study Programme, Faculty of Islamic Religion, Universitas Muhammadiyah Bandung. Ash-Shidqu Journal is a publication platform for researchers and observers of Islamic Economics. Topics of study: - Science in the field of Islamic Economic Law, - Sharia Business Law, - Islamic Financial Institutions, - Individual Economic Theory and Behavior, - Islamic Financial and Investment Systems, - Islamic Economic Policy, - Other fields such as Zakat, Infaq, Sadaqah and Waqf, halal economy, History of Islamic Economic Thought, Statistical Methods and Econometrics relevant to sharia studies.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
MENCETAK GENERASI Z MELALUI EDUKASI ISLAMICPRENEUR : KONTRIBUTOR UTAMA DI ERA BONUS DEMOGRAFI Nurfaedah Nurfaedah; Molly Mustikasari; Helin G. Yudawisastra
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 1 No 2 (2025): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v1i2.780

Abstract

Generasi Z merupakan generasi yang memiliki julukan generasi digital native, mengingat kemahirannya dalam menggunakan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pendidikan Islamicpreneur dalam mencetak Generasi Z, yang berkontribusi besar pada era bonus demografi. Metode penelitian ini digunakan melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan Islamicpreneur, Generasi Z dan bonus demografi. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islamicpreneur mengajarkan Generasi Z nilai-nilai kewirausahaan Islam, yang mendorong untuk menjadi kreatif, mandiri dan bertanggung jawab sosial. Integrasi nilai spiritual dan ekonomi dalam pendidikan Islamicpreneur sangat penting untuk mempersiapkan Generasi Z untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh bonus demografi. Oleh karena itu, pentingnya meningkatkan pendidikan Islamicpreneur secara strategis dinilai untuk membentuk generasi yang baik secara ekonomi dan berakhlak mulia di masa depan. Kata Kunci: Generasi Z, Bonus Demografi, Islamicpreneur, Edukasi
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN BRAND AMBASSADOR HELM MEREK KYT TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN Iwan Maulana; Helin G. Yudawisastra; Alfiana
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 1 No 2 (2025): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v1i2.782

Abstract

Dalam persaingan industri helm yang ketat, kualitas produk dan citra brand ambassador menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas produk dan brand ambassador mempengaruhi minat beli konsumen pada helm merek KYT. Studi ini dilakukan terhadap wajib pajak di Wilayah II Samsat Kawaluyaan Kota Bandung dengan menggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 400 responden yang menggunakan helm KYT. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas produk mempengaruhi minat beli secara signifikan dan brand ambassador mempengaruhi minat beli secara signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut memengaruhi minat beli. Berdasarkan temuan ini, KYT harus meningkatkan kualitas produk dan memilih brand ambassador dengan lebih cermat untuk meningkatkan persepsi merek yang positif dan meningkatkan minat beli konsumen. Kata Kunci: Kualitas Produk; Brand Ambassador; Minat Beli; Helm KYT
APPROPRIATE IN THE SHARIA ECONOM APPROPRIATE IN THE SHARIA ECONOMY: DIGITALIZATION FOR 3 KG LPG SUBSIDY Akhmad Rofik; Cory Vidiati; Nur M. Faiz Amin
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 1 No 2 (2025): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v1i2.788

Abstract

Implementation of manual recording in the distribution of 3 Kg LPG often faces problems of inaccuracy of targets and inefficiency. One of them is due to misuse by retailers, they take advantage of loopholes in the manual system to buy subsidized LPG from the base and resell it above the Highest Retail Price (HET) to the public, including those who should not be entitled. This practice causes price distortion and makes subsidies not fully enjoyed by the target audience. The 3-kg LPG subsidy program in Indonesia aims to provide affordable energy access for communities in need. This study seeks to explore the role of digitalization—specifically through the implementation of the Merchant Apps—in realizing the principle of wadh'u asy-syai’ fi mahallihi (placing something in its proper context) within the framework of Islamic economics in the distribution of subsidized 3-kg LPG. This study uses a qualitative method with a case study at PT. Sinar Aurora Abadi. The analysis reveals that the Merchant Apps significantly enhance targeting accuracy through NIK (National Identification Number) verification and purchase limitations, while also improving distribution efficiency via digitized recording and reporting systems. These findings align with key principles of Islamic economics, including justice (‘adl), public benefit (maslahah), moderation and efficiency (iqtishad), and trustworthiness (amanah). Nonetheless, the implementation of the Merchant Apps also faces several challenges, particularly in relation to digital infrastructure, digital literacy, and system reliability. This study concludes that digitalization through the Merchant Apps holds strong potential for optimizing the distribution of the 3-kg LPG subsidy, making it more targeted, efficient, and accountable in accordance with Islamic economic values. Continuous efforts to address these challenges and to develop the application inclusively are essential to achieving these goals.
ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI INSTRUMEN PEMBANGUNAN EKONOMI SYARIAH Afif Fauzan Baharianto; Adinda Dwi Pangestika; Abdulloh
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 1 No 2 (2025): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v1i2.795

Abstract

Zakat produktif merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan ekonomi syariah yang memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat, terutama di kalangan mustahik (penerima zakat). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada lembaga pengelola zakat di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat produktif tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong kreativitas dan kewirausahaan di kalangan penerima zakat. Dengan memanfaatkan zakat sebagai modal untuk usaha, mustahik dapat meningkatkan pendapatan mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah serta penguatan program pelatihan untuk mendukung penerima zakat dalam mengelola usaha mereka.
‘URF DAN IMPLEMENTASINYA DALAM EKONOMI DAN KEUANGAN KONTEMPORER Muhammad Jagat Dermawan
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 1 No 2 (2025): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v1i2.796

Abstract

‘Urf, atau kebiasaan masyarakat yang diakui dalam ushul fikih, memiliki peran strategis dalam menyesuaikan hukum Islam dengan kebutuhan masyarakat kontemporer, khususnya dalam ekonomi dan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ‘urf dalam konteks ekonomi modern dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan meliputi analisis literatur dari sumber primer yaitu Al-Quran, hadist, kitab-kitab fiqih klasik, dan sumber sekunder berupa penelitian kontemporer. Fokus kajian diarahkan pada ‘urf shahih dan ‘urf fasid serta relevansinya dalam akad-akad muamalah, seperti jual beli, ijarah, dan syirkah. Selain itu, studi ini mengkaji integrasi ‘urf dalam pengembangan produk keuangan syariah, termasuk penentuan ujrah dan inovasi lainnya. Temuan menunjukkan bahwa ‘urf berfungsi sebagai mekanisme hukum yang adaptif, memungkinkan penerapan prinsip syariah dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan keuangan syariah yang lebih inklusif, fleksibel, dan sesuai dengan maqashid syariah.
TAUHIDULLAH SEBAGAI MABDA’ DAN GHAYAH EKONOMI ISLAM: PARADIGMA ETIKA BISNIS ISLAMI DALAM KONTEKS EKONOMI KONTEMPORER Birrulwalidain; Dedah Jubaedah
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 1 (2026): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v2i1.831

Abstract

Tauhidullah merupakan fondasi utama ajaran Islam yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga membentuk paradigma etika dan sistem ekonomi Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan tauhidullah sebagai mabda’ (asas) dan ghayah (tujuan) dalam ekonomi Islam serta relevansinya terhadap praktik bisnis kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer pemikiran ekonomi Islam, seperti Ibn Taymiyyah, Al-Ghazali, Muhammad Baqir al-Sadr, M. Umer Chapra, dan pemikir modern lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tauhidullah menegaskan kepemilikan mutlak Allah atas seluruh sumber daya, sementara manusia berperan sebagai khalifah yang mengelolanya berdasarkan prinsip keadilan, amanah, dan kemaslahatan. Sebagai asas, tauhid melahirkan sistem ekonomi yang terintegrasi dengan nilai moral dan syariah, berbeda dari sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sebagai tujuan, tauhid mengarahkan aktivitas ekonomi pada pencapaian falah, yaitu kesejahteraan dunia dan akhirat. Implementasi tauhidullah dalam konteks modern tercermin dalam praktik perbankan syariah, zakat produktif, pengembangan ekonomi halal, respon terhadap krisis finansial global, serta penerapan konsep green economy. Dengan demikian, tauhidullah tidak hanya berfungsi sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai paradigma praktis yang mampu membimbing etika bisnis Islami secara relevan dan solutif di era ekonomi modern. Kata Kunci : Tauhidullah; Ekonomi Islam; Etika Bisnis Islami; Falah; Ekonomi Kontemporer
WAKAF UANG KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF HUKUM DAN FATWA Hendra Maulana; Atang Abdul Hakim
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 1 (2026): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v2i1.935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep wakaf uang kontemporer dalam perspektif hukum ekonomi syariah dan fatwa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis terhadap sumber-sumber hukum Islam, fatwa, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf merupakan instrumen filantropi Islam yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama, dengan prinsip utama menjaga keutuhan harta dan menyalurkan manfaatnya secara berkelanjutan. Dalam perkembangannya, wakaf mengalami inovasi dalam bentuk wakaf uang yang memberikan kemudahan partisipasi masyarakat serta potensi pengelolaan yang lebih produktif. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama klasik, wakaf uang dalam konteks kontemporer dinyatakan sah berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan didukung oleh regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Dengan demikian, wakaf uang memiliki potensi strategis sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan sosial berbasis prinsip syariah.
ANALISIS RISIKO DILUSI SAHAM TERHADAP KEPEMILIKAN INVESTOR DI PASAR MODAL INDONESIA: PENDEKATAN TEORI KEADILAN DALAM PERLINDUNGAN PEMEGANG SAHAM MINORITAS dede epul; dede ela; cucu susilawati
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 1 (2026): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v2i1.937

Abstract

Risiko dilusi saham merupakan salah satu konsekuensi yang dapat timbul akibat kebijakan pendanaan perusahaan melalui penerbitan saham baru. Fenomena ini berpotensi menurunkan persentase kepemilikan, hak suara, serta manfaat ekonomi yang diperoleh pemegang saham eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dilusi saham, faktor-faktor penyebabnya, dampaknya terhadap kepemilikan investor, perlindungan hukum yang tersedia, serta relevansinya dengan prinsip keadilan dan Maqasid Syariah dalam pasar modal Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan melalui studi kepustakaan terhadap berbagai literatur, regulasi, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilusi saham umumnya terjadi melalui aksi korporasi seperti right issue, private placement, konversi obligasi, dan Employee Stock Ownership Program (ESOP). Dampak dilusi tidak hanya berupa penurunan persentase kepemilikan dan hak suara pemegang saham, tetapi juga dapat memengaruhi earnings per share (EPS), dividen per saham (DPS), serta persepsi pasar terhadap perusahaan. Namun demikian, dampak tersebut dapat diminimalkan melalui mekanisme perlindungan hukum berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta peningkatan literasi investor. Dalam perspektif Maqasid Syariah, HMETD merupakan instrumen yang sejalan dengan prinsip hifz al-mal (perlindungan harta) dan keadilan (al-'adl) karena memberikan kesempatan yang setara bagi pemegang saham untuk mempertahankan hak ekonominya. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai risiko dilusi saham menjadi penting guna menciptakan pasar modal yang transparan, efisien, berkeadilan, dan memberikan perlindungan optimal bagi investor.
ANALISIS SUMBER ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA NEGARA (APBN) DALAM PERSPEKTIF ISLAM Yudistia Teguh Ali Fikri
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 1 (2026): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v2i1.962

Abstract

Indonesia pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)Melekat Sistem kebijakan ekonomi yang berkembang dalam pembiayaannya, yaitu belanja pemerintah,Salah satu cara agar kebutuhan belanja Anda lebih dari pemasukan negara AndaItu ditutup karena pendanaan, termasuk menerbitkan sekuritas.Negara (SBN). Indonesia menganut sistem SBN yang berutang kepada rakyatnya sendiri.Masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan tanah dengan membeli ORI, Sukuk Obligasi tabungan nasabah swasta dan swasta termasuk dalam pembiayaan yang solid. Dari sudut pandang Islam, pengeluaran dialokasikan untuk sektor yang lebih produktif, Dialokasikan untuk fa'i dan kharaj, milik umum, bagian Shodaqoh / Zakat.Selain itu, biaya tersebut dibebankan kepada gubernur dan pejabat pemerintah.Dana yang diperoleh dari anggaran pendapatan fa'i, yaitu anggaran Tetap adil dalam biaya pendidikan, utilitas dan infrastruktur. menyalahkanPinjaman yang diberikan kepada negara, tanpa bunga, bank dari sudut pandang Islam Pusat bebas bunga yang bertujuan karena bunga termasuk dan tidak termasuk ribaKesejahteraan sosial sebagai kepentingan berfluktuasi.
PARIWISATA HALAL SEBAGAI PENDUKUNG KEBERLANJUTAN BISNIS GENERASI Z Helin G. Yudawisastra; R. R. Faza Layalia S
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 1 (2026): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v2i1.963

Abstract

Gaya hidup modern saat ini pariwisata halal tidak lagi sekadar tren sesaat, melainkan fondasi strategis bagi keberlanjutan bisnis yang relevan dengan nilai-nilai generasi masa depan. Tulisan penelitian ini mengulas beberapa literatur mengenai pariwisata halal dan bisnis yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Pengumpulan data yang digunakan berasal dari buku teks dan artikel ilmiah. Isu mengenai keselarasan antara konsep pariwisata halal dan keberlanjutan menjadi akar pilar keberlanjutan bisnis (triple bottom line) dalam konsep pariwisata halal, khususnya bagi generasi Z

Page 2 of 2 | Total Record : 20