cover
Contact Name
Fatqu Rizki
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6281269402117
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Perum. Bumi Pucang Gading, Jl. Watu Nganten 1 No. 1-6 Desa Batursari Kec. Mranggen, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
ISSN : 28278488     EISSN : 2827797X     DOI : https://doi.org/10.55606/jikki.v5i3
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (JIKKI), ISSN: 2827-797X online dan ISSN:2827-8488 cetak. Jurnal JIKKI diterbitkan Amik Veteran Porwokerto, terbit setahun Tiga kali (Maret, Juli dan November) menerapkan proses peer-review dalam memilih artikel berkualitas berdasarkan penelitian ilmiah dan teoritis. JIKKI diterbitkan untuk mengembangkan dan memperkaya diskusi ilmiah bagi para sarjana dan penulis yang menaruh minat pada isu-isu sosial-budaya di Indonesia. Redaksi menerima artikel berbasis teori dan penelitian. Cakupan keilmuan Jurnal ini meliputi bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: Ilmu kedokteran komunitas Ilmu kedokteran keluarga Ilmu pendidikan kedokteran Ilmu kedokteran klinis Ilmu kedokteran kerja Ilmu kedokteran olahraga Ilmu kedokteran dasar (biomedik) Ilmu keperawatan dan kebidanan Ilmu kesehatan psikologis Ilmu kesehatan masyarakat Ilmu terapi komplementer
Articles 431 Documents
PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI MANFAAT TANAMAN MANGROVE SEBAGAI OBAT TRADISIONAL Susanti, Susanti; Silvia Mona
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v1i2.844

Abstract

Tumbuhan obat telah digunakan sebagai pengobatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif sejak zaman kuno. Bahan aktif tumbuhan yang digunakan untuk mengobati penyakit memiliki nilai terapeutik. Tanaman mangrove merupakan salah satu tanaman yang sering di pergunakan untuk bahan obat tradisional. Indonesia merupakan negara yang berada di Asia yang memiliki hutan mangrove terbesar di dunia dan tersebar dari sabang hingga ke merauke. Luas hutan mangrove di Indonesia ± 42.550 km2 yang tersebar dalam 257 kota/kabupaten. Setidaknya terdapat 40 hingga 50 spesies mangrove di Indonesia yang merupakan spesies mangrove terbesar di dunia. Keberagaman jenis mangrove bervariasi dari pulau ke pulau di Indonesia, dan kebutuhan serta permintaan akan jamu semakin berkembang, begitu pula dengan kesadaran akan pentingnya bahan alami dan semboyan hidup di alam (back to nature). Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan masyarakat pesisir tentang manfaat mangrove sebagai tanaman obat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Random Sampling. Hasil penelitian didaptkan mayoritas masyarakat mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 40 responden dengan persentase (67%) dimana masyarakat masih memanfaatkan mangrove hanya dari segi ecology.
Hubungan antara Kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan Dinda Bucira Almaa; Yulia Rizka; Nopriadi, Nopriadi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.861

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) encompasses a constellation of ocular and extraocular symptoms in digital devices users who either habitually or compulsively use digital devices for long periods of time. Digital devices emit blue light (400-490 nm) and generate electromagnetic fields, both of which interfere with the circadian rhythms. This study aims to determine the association between CVS and sleep quality of nursing students. The type of research was observational analytics with a cross-sectional approach and conduct proportionate stratified random sampling. CVS was measured by using CVS-Q, while sleep quality was measured by using PSQI. The analysis used univariate analysis to see the frequency distribution and bivariate used Chi-Square. The result of the data analysis showed that 68,4% of the nursing students experienced CVS. The number of respondents who experienced poor sleep quality was 151 (63.7%). Poor sleep quality was present in 71% of individuals with CVS and 48% of students without CVS. The difference was statistically significant (p=0.001) with OR=2,651. CVS is significantly associated with sleep quality in nurse students. Therefore, it is necessary to apply appropriate behaviors and attitudes to use digital devices and prevent CVS from occurring so that the individual's sleep quality becomes better.
GAMBARAN INTERAKSI SOSIAL LANSIA BERDASARKAN KLASIFIKASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI MASYARAKAT Siska Afrilya Diartin; Reni Zulfitri; Erwin, Erwin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.864

Abstract

Interaksi sosial merupakan suatu aktifitas yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok, maupun antara individu dengan kelompok. Interaksi dapat terjadi apabila memiliki dua syarat yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal sistoliknya 140 mmHg dan diastoliknya lebih dari 90 mmHg. Salah satu resiko terbesar terkena hipertensi adalah lansia. Lansia dengan hipertensi juga berisiko mengalami gangguan interaksi sosial lansia, sehingga dapat menimbulkan kecemasan dan dapat berdampak terhadap kesehatan tentunya berpengaruh terhadap interaksi sosial lansia dengan hipertensi. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriprif, bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi sosial lansia di masyarakat. Sampel penelitian adalah 94 responden menggunakan non probability sample dengan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil: mayoritas responden berusia 62 tahun (63,8%), dengaln sebalgialn besalr berjenis kelalmin perempualn sebalnyalk (75,5%), malyoritals lalnsial tidalk bekerjal sebalnyalk (86,2%) daln malyoritals tingkalt pendidikaln lalnsial SMAl sebalnyalk (43,6%) malyoritals lalnsial bersuku minalng sebalnyalk (38,3%), berdalsalrkaln staltus perkalwinaln malyoritals responden berstaltus menikalh sebalnyalk (54,7%). Berdalsalrkaln tekalnaln dalralh didalpaltkaln malyoritals lalnsial bertekalnaln dalralh deraljalt ll sebalnyalk (53,2%) dengaln lalmal menderital hipertensi malyoritals <5 talhun sebalnyalk (92,6%). Responden lalnsial hipertensi yalng mengallalmi interalksi sosiall malyoritals buruk yalitu sebalnyalk 49 oralng (52,1%), dan responden lalnsial hipertensi yalng mengallalmi interalksi sosiall berdalsalrkaln bentuk malyoritals buruk yalitu sebalnyalk 55 oralng (58,5%). Kesimpulan: Rata – rata lansia mengalami interaksi sosial yang buruk dengan kalsifikasi hipertensi derajat II.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Gizi Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi di Kepulauan Riau Herviana, Herviana; Citra Dewi Anggraini; Siska Pratiwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.882

Abstract

Status gizi merupakan kondisi tubuh yang dinilai sebagai hasil konsumsi makan. Ketidakseimbangan asupan dan penggunaan zat gizi akan menimbulkan masalah gizi. Status gizi dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya yaitu pengetahuan gizi. Kurangnya pengetahuan gizi dalam kontribusi masalah gizi yang dialami di awali dengan adanya kebiasaan dan pola makan yang salah. Pengetahuan gizi dapat menjadi dasar dalam memilih dan mengatur pola makan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran pengetahuan gizi pada mahasiswa gizi di wilayah Kepulauan Riau. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan desain cross sectional pada bulan October – November 2022. Populasi pada penelitian yaitu mahasiswa program studi gizi di wilayah Kepulauan Riau dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa gizi di Kepulauan Riau memiliki tingkat pengetahuan gizi cukup (42%), kurang (38%), dan baik (20%) sekitar 10 orang. Diharapkan mahasiswa gizi di wilayah Kepulaun Riau dapat meningkatkan pengetahuan terkait gizi dan diimplementasikan ke kehidupan sehari-hari sehingga meningkatkan derajat kesehatan.    
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL TERHADAP PENURUNAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN DI RSUD TOMBULILATO THE EFFECT OF SPIRITUAL THERAPY ON REDUCING VIOLENT BEHAVIOR IN PATIENTS OF VIOLENT BEHAVIOR AT TOMBULILATO HOSPITAL Firmawati , Firmawati; Mike Susianti; Fikria Polohi; Eska Manumba
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.995

Abstract

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia dengan berbagai faktabiologis, psikologis sosial dengan keanekaragaman penduduk, maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah yang berdampak pada penambahan beban Negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka panjang. Salah satu diagnosa keperawatan yang sering terjadi dalam permasalahan orang ngan gangguan jiwa yaitu perilaku kekerasan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi Experiment. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Kriteria Sampel yang di tentukan langsung oleh peneliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 sampel. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 18 responden terdapat 11 responden (61.1%) dengan kategori berat dan terdapat 7 responden (38.9%) dengan kategori ringan. Kemudian setelah dilakukan terapi spiritual terhadap penurunan perilaku kekerasan di RSUD Tombulilato mengalami peningkatan responden dengan kategon ringan dengan jumlah 16 responden (88.9%) dan penurunan responden dengan ketegori berat menjadi 2 responden (11.1%) Hasil uji statistik di dapatkan nilai p=0,000 dengan as 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi spiritual dengan penurunan perilaku kekerasan.
PENGARUH KONSELING KESEHATAN MENTAL TERHADAP KETIDAKBERDAYAAN PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD. PROF. DR. ALOEI SABOE KOTA GORONTALO Dewi Modjo; Novita Efendi; Schraini A. Tahir
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.996

Abstract

Stroke Non Hemoragikmerupakan suatu penyakit yang di awali dengan terjadinya serangkaian perubahan dalam otak karena terhambatnya atau berhentinya suplay darah ke otak dikarenakan adanya sumbatan, sehingga menyebabkan kehilangan fungsi tubuh dan ketidakberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kesehatan mental terhadap ketidakberdayaan pasien stroke non hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimental One Grup Pre Test Post Test, Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan 30 responden, yang kemudian diberikan konseling kesehatan mental. Hasil Penelitian menunjukkan p=0,00 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan Konseling Kesehatan Mental terhadap ketidakberdayaan pasien stroke non hemoragik. sehingga diharapkan perlu diberikan konseling kesehatan mental untuk mengurangi masalah ketidakberdayaan pada pasien stroke Non hemoragik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI TENAGA KESEHATAN DALAM MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BATUDAA Ani Retni; Yusuf K. Suleman; Sagita Akaseh
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.998

Abstract

Tenaga kesehatan harus memiliki motivasi kerja yang tinggi agar puskesmas bisa berperan penting apa lagi pada masa pandemi saat ini. Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Batudaa seperti prestasi kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh prestasi kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja terhadap motivasi tenaga kesehatan di puskesmas Batudaa. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 32 tenaga kesehatan di puskesmas Batudaa. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa berdasarkan faktor-faktor menunjukan bahwa mayoritas responden yaitu kategori baik. maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antar kompensasi kerja terhadap motivasi tenaga kesehatan, dan pengaruh antara faktor lingkungan kerja terhadap motivasi tenaga kesehatan maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara ingkungan kerja terhadap motivasi tenaga kesehatan.
KONTRIBUSI MASASE KAKI TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA Nur Uyuun I. Biahimo; Sri Susanti Abdullah; Fitricah Tahir
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.999

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah sistolik lebih besar dari atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih besar dari atau sama dengan 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi masase kaki terhadap penderita hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Setelah data dianalisis,peneliti mendapatkan lima pertanyaan yaitu: (1) Definisi hipertensi (2) Faktor penyebab hipertensi (3) Pengukuran tekanan darah (4) Pengobatan hipertensi (5) Penerapan masase kaki. Peneliti selanjutnya melakukan pengukuran tekanan darah dan masase kaki. Berdasarkan hasil wawancara langsung,maka diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden mengetahui apa hipertensi, penyebab, sering memeriksakan tekanan darah, pengobatan hipertensi danada kontribusi masase kaki terhadap penderita hipertensi. Diharapkan untuk profesi kesehatan ini dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu keperawatan dalam menjadikan masase kaki sebagai pengobatan non farmakologi yang berkontribusi terhadap penderita hipertensi.
KEPUASAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BULANGO KECAMATAN BULANGO UTARA KABUPATEN BONEBOLANGO PROVINSI GORONTALO Andi Nuraina Sudirman; Firmawati; Supriyanto Basri; Yahya Djakaria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1000

Abstract

Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, sedangkan kepuasan pasien merupakan salah satu fungsi dari manajemen keperawatan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui kepuasan kunjungan pasien rawat jalan dimasa pandemi covid 19 di Puskesmas Bulango. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif non analitik menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan kepuasan pasien berdasarkan Reliability sebagian besar adalah dengan kategori Cukup sebanyak 19 responden (47.5), kepuasan pasien berdasarkan Assurace sebagian besar adalah dengan kategori Cukup sebanyak 23 responden (57.5), kepuasan pasien berdasarkan Tangibles sebagian besar adalah dengan kategori Baik sebanyak 18 responden (45.0), kepuasan pasien berdasarkan Empathy sebagian besar adalah dengan kategori Baik sebanyak 20 responden (50.0), kepuasan pasien berdasarkan Responsiveness sebagian besar adalah dengan kategori Baik sebanyak 20 responden (50.0). Kesimpulan dalam penelitian yaitu Mutu pelayanan keperawatan selama masa pandemi Covid-19 dinilai sudah baik, akan tetapi perlu di optimalkan pada dimensi Reliability dan Assurace.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN DALAM PEMBERIAN VAKSIN COVID – 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUDAA PANTAI Nikmawaty Puluhulawa; Fadli Syamsuddin; Rivaldiyanto Iloponu; Prayoto Amirullah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v1i2.1001

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh tipe baru coronavirus, setelah terpapar dalam waktu 14 hari penyakit ini akan memperlihatkan gejala seperti gejala umum demam, kelemahan, batuk, kejang dan diare. Untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini salah satunya yaitu melakukan penyuntikan vaksin, tetapi banyak masyarakat yang merasa cemas dengan vaksin covid-19 ini.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan dalam pemberian vaksin covid-19.Desain penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional Hasil penelitian menunjukan rata-rata responden merasa cemas berat dengan hasil analisis data pada faktor umur pada faktor riwayat penyakit dan pada faktor pengetahuan Kesimpulan pada penelitian ini Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara faktor umur, riwayat penyakit dan pengetahuan dengan kecemasan dalam pemberian vaksin covid-1.Saran untuk petugas Puskesmas lebih khususnya petugas vaksinasi agar lebih gencar lagi untuk memberi edukasi pada masyarakat tentang vaksin covid-19 agar masyarakat tidak merasa cemas untuk melakukan penyuntikan vaksin.

Page 7 of 44 | Total Record : 431