cover
Contact Name
MOHAMMAD SAWIR
Contact Email
moh.sawir26@gmail.com
Phone
+6285255939696
Journal Mail Official
journalspublik@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Umada, Kel. Tambun, Kec. Baolan, Kabupaten Tolitoli 94511, Sulawesi Tengah, Indonesia.
Location
Kab. toli toli,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Sektor Publik
ISSN : 30480035     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.56630/jsp.v1i1
Jurnal Sektor Publik (JSP) bertujuan untuk mempublikasikan penelitian kritis dan mutakhir yang diambil dari semua bidang studi politik serta pemerintahan, bertujuan untuk mempromosikan pengetahuan ilmiah, teoritis, pragmatis dan kontemporer, terbarukan dimana memberikan kontribusi konseptual dan metodologis yang jelas terhadap literatur nasional sampai dengan internasional yang ada. Artikel yang diterbitkan di Jurnal Sektor Publiktelah ditinjau sejawat dua kali oleh reviewer nasional. Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah di jurnal ini akan diambil oleh dewan redaksi berdasarkan rekomendasi rekan-rekan. Jurnal Sektor Publik, dengan nomor registrasi ISSN 3048-0035 (online), adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Madako Tolitoli.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
Strategi Pemerintah Desa Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Dungingis Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli Novalinda, Novalinda; Andi Nur’ Aini; Abd. Kahar
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.837

Abstract

Strategi merupakan suatu bentuk dan rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan, serta rangkaian tindakan dalam sebuah organisasi agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Menerapkan srtategi yang tepat dapat mempercepat penurunan angka stunting, maka dari itu perlu disusun atau ditetapkan program dan intervensi kegiatan yang berfokus pada tindakan pencegahan dan penanganan gizi buruk, serta kronis pada balita dan ibu hamil, agar tidak berlanjut menjadi stunting. Tujuan penelitian untuk menelaah strategi yang dilakukan pemerintah desa dalam menanggulangi stunting di Desa Dungingis Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis masalah penelitian mengadopsi teori yang dikemukakan oleh Goeff Mulgan yang terdiri dari 5 (Lima) indikator yaitu tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah desa belum optimal, hal ini disebabkan oleh lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat khususnya sanitasi belum tertata dengan baik, anggaran kesehatan dan sumber daya manusia yang terbatas, kurangnya kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting, termasuk minimnya pengetahuan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan balita.
Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Pada Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 Di Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Risnawati, Risnawati; Andi Nur’ Aini; Nursam
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.838

Abstract

Salah satu topik penting dalam konteks kesetaraan politik dan inklusi adalah pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam pemilihan umum. Mereka diberikan hak yang sama untuk berpartisipasi secara penuh dan adil dalam politik, termasuk hak untuk dipilih dan memilih. Namun, meskipun ada kemajuan dalam memperjuangkan hak-hak ini, masih banyak tantangan yang harus diatasi. Tujuan penelitian untuk menguraikan lebih dalam bagaimana pemenuhan hak penyandang disabilitas pada pemilihan umum serentak tahun 2024 di Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive, jumlah informan sebanyak 7 orang terdiri dari Ketua KPU Kabupaten Tolitoli, Ketua Bawaslu Kabupaten Tolitoli, Ketua PPS Kelurahan Baru, Kasubbag Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Tolitoli, masyarakat atau keluarga penyandang disabilitas. Analisis masalah penelitian merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Hak Politik Penyandang Disabilitas khususnya Pasal 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terjadi ketimpangan dalam pemenuhan hak terutama hak politik para penyandang disabilitas, hal ini terjadi karena mereka dibatasi oleh kondisi fisik dan minimnya perhatian dari pemerintah daerah dan KPU sebagai pelaksana pemilihan umum. Dari 8 indikator hanya 2 indikator yang sudah berjalan maksimal yaitu memilih partai politik atau individu yang menjadi peserta pemilihan umum, kedua indikator ini sudah bisa dikatakan optimal karena disabilitas yang sudah wajib pilih diberikan haknya untuk memilih partai politik atau individu yang menjadi calon anggota legislatif maupun eksekutif. Kemudian indikator membentuk atau menjadi anggota /pengurus organisasi masyarakat atau partai politik sudah berjalan dengan baik, karena beberapa penyandang disabilitas bergabung dalam partai politik yang ada di Kabupaten Tolitoli.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyediaan Listrik Di Dusun Salu Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Muhamad Wiranto; Arfan; Eka De Patmonsela Liow
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi penyediaan listrik di Dusun Salu Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive, informan penelitian sebanyak 5 orang yang terdiri dari pegawai PLN Kabupaten Tolitoli dan masyarakat lokal Dusun Salu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terhambatnya penyediaaan listrik di Dusun Salu yaitu; perizinan tanah, pihak PLN terkendala masalah perizinan tanah masyarakat sehingga pembangunan jaringan listrik tertunda. Selain itu kondisi geografis dan sulitnya akses menjadi kendala berikutnya bagi PLN untuk mendistribusikan listrik, Dusun Salu merupakan wilayah kepulauan sehingga menjadi penghalang penyediaan listrik, akses jembatan yang mengalami kerusakan sejak 2018 membuat pembangunan jaringan listrik tertunda. Di awal tahun 2024 PLN sudah mendistribusikan jaringan listrik di Dusun Salu, namun masih ada 110 rumah lagi yang belum teraliri listrik, kondisi ini tentu harus menjadi perhatian PLN untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik ke Dusun Salu. Adapun faktor pendukung penyediaan listrik di Dusun Salu yaitu partisipasi masyarakat dalam tahap pelaksanaan.
Kinerja Badan Permusyarawatan Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Moh Ahdan; Abdul Wahid Safar; Nursam
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.840

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulam data penelitian melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive. Informan penelitian sebanyak 8 orang terdiri dari, Kepala Desa Malala, Sekertaris Desa Malala, Ketua BPD Malala, kepala dusun dan 4 orang masyarakat lokal. Teknik analisis data meliputi; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator produktivitas belum terpenuhi, karena penyelenggaraan musyawarah yang dilakukan BPD untuk menyerap aspirasi masyarakat belum maksimal. Terkait indikator kualitas layanan sudah cukup baik sebab pelayanan di Kantor BPD Malala telah diberikan dengan baik. Pada indikator responsivitas belum terpenuhi, karena ketanggapan BPD terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa belum ditanggapi secara optimal. Begitu pun dengan indikator responsibilitas juga belum terpenuhi disebabkan kewajiban BPD menginformasikan kinerjanya kepada masyarakat desa belum terlaksana dengan baik. Terkahir indikator akuntabilitas yang juga belum optimal, karena BPD belum sepenuhnya menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat lokal.
Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli Fikriani, Fikriani; Masrin Gafar; Moh. Ma'ruf Bantilan
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.848

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli belum dikelola dengan baik, menyebabkan pengembangan sumber daya perekonomian belum optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam mengembangkan BUMDes untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian deskriptfi kualitatif, data primer dan data sekunder disajikan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan peran pemerintah desa dalam meningkatkan pengelolaan BUMDes belum berjalan dengan baik, peran pemerintah desa sebagai penyelenggara pemerintahan belum dilaksanakan secara maksimal, pemerintah desa belum mampu mengontrol pengelolaan BUMDes secara transparan. Peran pemerintah desa sebagai pelaksana pembangunan juga belum maksimal, pemerintah desa perlu melakukan pelatihan atau pendampingan kepada para pengelola BUMDes agar dapat memberikan hasil sesuai yang diharapakan. Peran pemerintah desa sebagai pembina kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pengelolaan BUMDes masih dalam wacana (Perencanaan), pemerintah desa sebaiknya menciptakan ruang partisipasi, kaloborasi dan semangat gotong royong untuk memajukan desa melalui BUMDes. Peran pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan oleh pemerintah desa melalui BUMDes juga sebaiknya lebih tegas dan terarah, seperti meningkatkan kemampuan, keterampilan, perilaku serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan program kegiatan dan pendampingan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelayanan Prima Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit IKK Tinabogan Kecamatan Dondo KabupatenTolitoli Noniyanti, Noniyanti; Muhammad Iqbal; Andi Nur’ Aini
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i1.849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelayanan prima pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit IKK Tinabogan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data pada penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian ditentukan secara purposive, sehingga terpilih 8 orang informan yang terdiri dari pegawai PDAM Unit IKK Tinabogan dan masyarakat lokal sebagai pelanggan. Masalah penelitian ini dianalisis menggunakan taori pelayanan prima menurut Atep Adya Barata (2003:31), adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Sikap (attitude), sikap karyawan PDAM Unit IKK Tinabogan sudah sesuai dengan kode etik perilaku pelayanan yang seharusnya ditampilkan oleh karyawan. Penampilan (appearance), karyawan sudah memperlihatkan cara berpakaikan yang baik yang sesuai dengan penampilan karyawan pada umumnya. Perhatian (attention), masyarakat merasa tidak diperhatikan oleh karyawan karena kebutuhan yang pelanggan inginkan tidak diwujudkan atau tersalurkan. Tindakan (action), yaitu tidak ada tindakan yang nyata yang dilakukan oleh karyawan seperti melaksanakan aturan atau kebijakan yang diberikan oleh perusahaan kapada karyawan. Kemampuan (ability), yaitu karyawan belum mampu menangani keluhan yang di akibatkan oleh kurangnya karyawan pada perusahaan. Tanggung Jawab (accountability), belum ada keberpihakan karyawan pada pelanggan seperti karyawan yang belum mempertanggung jawabkan tugas pokok dan fungsi sebagai karyawan atau pemberi layanan.Maka dari 6 indikator yang ada, hanya 2 indikator yang sudah terpenuhi diantanya itu sikap dan penampilan sedangkan yang tidak terpenuhi ada 4 yaitu perhatian, kemampuan, tindakan dan tanggung jawab.
Efektivitas Pelayanan BPJS Kesehatan dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Andi Nur' Aini; Lisdayanti Anwar
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i1.1011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan BPJS Kesehatan di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, dalam meningkatkan kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian di Kantor BPJS Kesehatan Kecamatan Baolan selama periode 10 Januari hingga 10 Maret 2024. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari 3 pejabat BPJS, 4 staf layanan, dan 5 peserta JKN. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam indikator efektivitas menurut Ridwan dan Sudrajat, empat indikator yaitu prosedur pelayanan, biaya pelayanan, sarana dan prasarana, serta produk layanan telah terpenuhi dengan baik. Namun, dua indikator lainnya, yaitu waktu pelayanan dan kompetensi pegawai, masih memerlukan perbaikan signifikan. Oleh karena itu, disarankan agar BPJS Kesehatan Kecamatan Baolan menambah jumlah sumber daya manusia pada layanan front‐line dan meningkatkan program pelatihan serta sosialisasi untuk memperkuat kompetensi pegawai dalam memberikan pelayanan yang cepat dan informatif.
Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Mengatasi Kekerasan Anak di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Ayu Lestari; Ariyani Lestari
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i1.1012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mengatasi kekerasan terhadap anak di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2023 hingga Februari 2024 menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori peran menurut Soerjono Soekanto, dengan empat indikator utama: kewenangan, tujuan, tanggung jawab, dan pelaksanaan tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga dari empat indikator belum terpenuhi, yaitu kewenangan, tujuan, dan pelaksanaan tugas. Banyaknya kasus kekerasan anak, kurangnya anggaran, serta minimnya sosialisasi menjadi faktor utama hambatan tersebut. Sementara itu, indikator tanggung jawab telah terpenuhi, ditunjukkan dengan komitmen pegawai dalam menangani kasus yang terjadi. Kesimpulannya, peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mengatasi kekerasan anak di Kecamatan Baolan masih belum optimal dan membutuhkan peningkatan dalam berbagai aspek.
Etos Kerja Pegawai di Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tolitoli Daniati Hi. Arsyad; Ahmad Hi. Ismail
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i1.1013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etos kerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tolitoli. Penelitian dilakukan pada februari s/d april 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pendekatan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator menghargai waktu dan keinginan untuk mandiri belum terlaksana secara optimal, terlihat dari ketidakdisiplinan waktu pegawai dan ketergantungan dalam menyelesaikan tugas sederhana. Sementara itu, indikator tangguh dan pantang menyerah, serta penyesuaian diri, telah terpenuhi dengan baik, ditandai oleh kemampuan pegawai dalam menyelesaikan tugas serta membangun hubungan kerja yang harmonis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran disiplin waktu dan pelatihan kemandirian kerja untuk memperkuat etos kerja pegawai secara menyeluruh.
Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Muhammad Iqbal; Sarmila
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i1.1014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Penelitian dilakukan pada maret s/d mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan efektif. Dari empat variabel yang diteliti, hanya komunikasi yang telah terlaksana dengan baik, sedangkan sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi masih menghadapi kendala. Hambatan utama meliputi belum tersedianya fasilitas absensi digital (fingerprint), lemahnya komitmen pegawai terhadap disiplin waktu, serta ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mendisiplinkan pegawai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan fasilitas, peningkatan komitmen pegawai, dan penyusunan SOP untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan.