cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Evaluasi Deformasi dan Stabilitas Struktur Tiang Pelat (Pile Slab) di Atas Tanah Gambut (Studi Kasus: Ruas Jalan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung, Provinsi Sumatera Selatan) Misbahul Munir; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.105

Abstract

ABSTRAKEvaluasi deformasi dan stabilitas struktur pile slab diterapkan dalam studi kasus yang dilakukan pada ruas jalan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung, Sumatera Selatan. Analisis kapasitas daya dukung aksial dan penurunan dilakukan dengan menggunakan metode Mayerhof, metode Poulos, dan program PLAXIS 2D 2017. Analisis mengunakan metode Meyerhof diperoleh kapasitas daya dukung tiang tunggal sebesar 617,591 ton, kelompok tiang sebesar 6.1759,1 ton, sedangkan untuk Penurunan menggunakan metode Poulos diperoleh interaksi ujung sebesar 0,0232 m, interaksi gesek sebesar 0,0567 m, dari PLAXIS 2D diperoleh daya dukung sebesar 7.078,83 ton dengan penurunan sebesar 0 m. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa besarnya nilai daya dukung dan penurunan kelompok tiang, baik hasil perhitungan metode empirik maupun numerik menunjukan bahwa struktur pile slab dalam penelitian ini aman terhadap deformasi dan gangguan stabilitas.Kata kunci: penurunan, kapasitas daya dukung, PLAXIS 2D ABSTRACTA case study to evaluate the deformation and stability of pile slab structure was conducted on Pematang Panggang - Kayu Agung Highway Project in South Sumatera. Using Mayerhof method, Poulos method, and  PLAXIS 2D 2017 program to analyze the axial bearing capacity and settlement of the structure. Resulted a single pile bearing capacity value of 617.591 tons, group pile bearing capacity value of 6,175.91 tons, with settlement interaction value of 0.0232 m, settlement frictional interaction value of 0.0567 m using the Poulos method, and bearing capacity value of 7,213.3 tons with settlement value of 0 m using PLAXIS 2D software. As a result bearing capacity and settlement pile grup, the use of both numerical and empirical method show that pile slab structure in this research is safe from instability and deformation.Keywords:  settlement, bearing capacity, PLAXIS 2D
Kajian Eksperimental Kapasitas Sambungan Material Fiber Reinforced Polymer Euneke Widyaningsih; Bernardinus Herbudiman; Setyo Hardono
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.29

Abstract

ABSTRAKMaterial Fiber Reinforced Polymer (FRP) adalah alternatif baru dalam perencanaan struktur yang memiliki keunggulan rasio strength terhadap berat sendiri yang sangat tinggi. Khususnya pada pembangunan jembatan yang hingga saat ini memiliki waktu perakitan yang lama dan material yang sulit dibawa tanpa alat berat, FRP menjadi pilihan dalam mendapatkan suatu struktur jembatan yang ringan, cepat dalam instalasi, dan memiliki kapasitas terhadap beban lalu lintas yang cukup besar.  Pada pengujian ini menggunakan 9 buah benda uji berupa pelat FRP dengan dimensi 100 mm x 400 mm x 9 mm dengan variasi lubang baut sebanyak 3 buah, yaitu 2, 4, dan 5 buah. Parameter yang dikaji adalah pola keruntuhan, nilai P, dan nilai stroke. Pengujian dilakukan di Laboratorium Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan di Puslitbang Jalan dan Jembatan Bandung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pola kerusakan pada FRP didominasi oleh kerusakan pada arah geser, nilai P hasil pengujian terhadap nilai P hasil perhitungan memiliki faktor koreksi sebesar 0,2%, 23%, dan 32%.Kata kunci : Fiber Reinforced Polymer, variasi jumlah lubang baut, pola keruntuhan, nilai P, nilai stroke ABSTRACTFiber Reinforced Polymer is a new alternative in the design of structure that has advantage of a very high strength to weight ratio. Especially in the construction of the bridge which has long time to assemble and difficult to transport the material without using heavy equipment, FRP is an option in getting a bridge structure that is lightweight, fast in installation, and has the capacity to load large amount of traffic. This study uses 9 specimens of FRP plates with dimensions of 100 mm x 400 mm x 9 mm and variations bolt holes of 2, 4, and 5 holes. The parameters studied is the collapse pattern, the value of P, and the value of the stroke. The test has been done at the Laboratory of Center of Bridge and Roads Complementary Buildings at The Center of Roads and Bridges Bandung. The results showed that the pattern of damage for the FRP dominated by shearing failure, as P value from the test result to P value from the calculation have correction factors of 0.2%, 23%, and 32%.Key words: Fiber Reinforced Polymer, bolt holes variation, damage pattern, P value, stroke value
Analisis Hidrodinamika dan Transformasi Gelombang bagi Re-design Breakwater di Pelabuhan Klungkung Bali Alif Farhan Darmawan; Yessi Nirwana Kurniadi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.95

Abstract

ABSTRAKPelabuhan Gunaksa Klungkung, Bali memerlukan breakwateruntuk melidungi pelabuhan dari gelombang tinggi. Analisis saat ini menunjukan bahwa breakwater yang ada tidak dapat mereduksi tinggi gelombang yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa breakwater yang ada saat ini tidak dapat mereduksi tinggi gelombang yang terjadi dengan analisis hidrodinamika dan transformasi gelombang. Pemodelan hidrodinamika di Pelabuhan Gunaksa dilakukan dengan cara mensimulasi gelombang dan melakukan kalibrasi data pasang surut pemodelan dengan pengamatan. Hasil dari simulasi ini menunjukkan bahwa saat pasang purnama arus bergerak daribarat daya ke timur laut dengan elevasi muka air tertinggi 0,9 m dan tinggi gelombang sebesar 0,56–0,64 m. Pada kondisi pasang perbani arus bergerak dari timur laut ke barat daya dengan elevasi muka air terendah -1,02 m dan tinggi gelombang sebesar 0,48 – 0,56 m.Tinggi gelombang yang terjadi melebihi 0,5m, oleh sebab itu Pelabuhan Gunaksa membutuhkan re-design breakwater.Kata kunci: pemodelan, hidrodinamika, transformasi gelombang ABSTRACTGunaksa Harbour Klungkung, Bali needs breakwater to protect the harbour from high waves. Former analysis shows that the existing breakwater cannot reduce the height waves. The purpose of this research is to proves that the existing breakwater cannot reduce the height waves by hydryodynamic conditions and wave transformation.. Hydrodynamic modeling of Gunaksa Harbour, simulating waves and calibrated against data from a substantial field. Modeling results indicated that atspring tide, the current waves from southwest to northeast with the highest water level 0,9 m with the wave height is 0,56- 0,64 m, while at neap tide, the current waves from northeast to southwest with the lowest water level-1,02 m with the wave height is 0,48 – 0,56 m. The wave height requirements for harbour is 0,5 m, however the wave height is higher than 0,5 m, therefore Gunanksa Harbour could need re-design breakwater.Keywords: modeling, hydrodynamic, wave transformation
Pengaruh Bentuk Bracing terhadap Kinerja Seismik Struktur Beton Bertulang Darin Aryandi; Bernardinus Herbudiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.48

Abstract

ABSTRAKSistem rangka bresing baja konsentrik merupakan salah satu sistem struktur tahan gempa yang biasanya digunakan di Indonesia. Bresing konsentrik memiliki ragam bentuk diantaranya tipe Z, X, V dan Ʌ. Penelitian ini bertujuan mengetahui kapasitas dan kinerja seismik struktur masing-masing bentuk bresing melalui pemodelan analisis pushover. Objek penelitian membandingkan 2 tipe struktur simetris yaitu tipe 1 berupa portal terbuka dan tipe 2 berupa portal terbuka yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk bresing konsentrik. Hasil penelitian menunjukan bresing bentuk X memiliki sifat paling kaku untuk arah UX dan UY dengan rasio sebesar 0,34 dan 0,41 dari struktur tipe 1, sedangkan bresing bentuk Ʌ memiliki sifat paling daktail diantara bentuk bresing lainnya. Kapasitas gaya geser lantai dasar mengalami peningkatan paling besar untuk bresing bentuk X dengan rasio sebesar 1,63 untuk arah UX dan UY. Level kinerja untuk struktur tipe 1 dan 2 adalah immediate occupancy berdasarkan metode ATC-40.Kata kunci: bresing, pushover, simetrisABSTRACTConcentrically steel bracing system is one of earthquake-resistant structure system that usually used in Indonesia. Concentrically bracing have a variety of shape configuration including Z-type, X, V and Ʌ. The purpose of this study is to determine structural capacity and seismic performance building for each bracing configuration with pushover analysis. The object of this study have two different symmetrical structures that is open frame for type 1 and type 2 is combined open frame with concentrically bracing configuration variety. The study result show that X-brace has the most rigid for direction UX and UY with ratio is 0.34, 0.41 of the structure type 1, while Ʌ-brace has the most ductile between other bracing configuration. The most increase base shear capacity has a X-brace with ratio is 1.63 for direction UX and UY. Performance level for structure type 1 and 2 is immediate occupancy according to ATC-40 method.Keywords: bracing, pushover, symmetric
Analisis Daya Dukung Fondasi Dangkal Menggunakan Metode Numerik dan Analitik pada Tanah Lempung Lunak yang Diperkuat dengan Granular Trench Ega Ahmad Robbani; Ikhya Ikhya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.41

Abstract

ABSTRAK Kapasitas daya dukung adalah kemampuan fondasi dalam menahan beban struktur diatasnya. Granular trench merupakan salah satu metode perbaikan tanah. Berdasarkan hasil analisis, bahwa semakin besar kedalaman fondasi (D_f) maka semakin meningkat kapasitas daya dukungnya, batasan pengaruh elevasi muka air tanah terhadap kapasitas daya dukung fondasi berada di sekitar kurang dari 1B, nilai kapasitas daya dukung fondasi maksimum berada pada kedalaman granular trench H= 3,5B dan lebar granular trench W= 2B. Terdapat keterbatasan dalam metode analitik Hamed, Das and Echelberger yang disebabkan variabel yang tidak diperhitungkan, sedangkan metode analitik Madhav and Vitkar's selalu menghasilkan nilai kapasitas daya dukung fondasi yang lebih besar dibandingkan dengan metode lainnya, akan tetapi apabila nilai kapasitas daya dukung direduksi dengan nilai faktor koreksi 0,4-0,5 maka nilai kapasitas daya dukung fondasi akan menyerupai metode numerik. Besarnya peningkatan nilai kapasitas daya dukung maksimum setelah diperkuat granular trench adalah 355,2%. Kata kunci: kapasitas daya dukung, fondasi dangkal, granular trench. ABSTRACT The bearing capacity is the ability of the foundation to withstand the weight of the structure above it. Granular trench were a method of soil improvement. Based on the results of the analysis, that the greater the depth value of the foundation (D_f), the more the bearing capacity were increased, the limit of the influence of groundwater level on the bearing capacity is less than 1B, the maximum bearing capacity is at the depth of granular trench H=3.5B and the width of the granular trench W=2B. There are limitations in the analytical method of Hamed, Das and Echelberger due to variables that are not taken into account, while the Madhav and Vitkar's analytical method always produces a greater capacity bearing capacity of the foundation compared to other methods, but if the bearing capacity value is reduced by the value of the correction factor 0.4-0.5 then the value of the foundation bearing capacity will resemble a numerical method. The magnitude of the increase in the value of the maximum bearing capacity after reinforced trench granular is 355.2%. Keywords: bearing capacity, shallow foundation, granular trench.
Analisis Daya Dukung Kelompok Tiang Bor pada Jembatan Moh Toha (di Proyek Penambahan Lajur Tol Kopo – Buah Batu) Luthfi Nurachim; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.104

Abstract

ABSTRAKFondasi adalah struktur bawah yang di gunakan untuk menyalurkan beban yang berasal dari struktur atas. Pada proyek penambahan lajur Tol Kopo - Buah Batu di ruas jembatan Moh Toha di gunakan fondasi tiang bor dengan struktur jembatan yang terdiri dari 2 pier dan 2 abutment. Perhitungan analisis daya dukung kelompok fondasi tiang bor hanya di lakukan di Pier 2 dan Abutment 2 dengan masing masing teridiri 9 buah titik bor dengan panjang tiang 28 m dan 6 buah titik bor  dengan panjang tiang 32 m. Diameter yang digunakan sebesar 60 cm. Analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan perhitungan rumus manual dan pemodelan software. Didapat hasil daya dukung kelompok fondasi tiang bor dan lalu di bandingkan dengan hasil uji daya dukung di lapangan menggunakan uji PDA dengan selisih terdekat pada pier 2 sebesar 16,27 % menggunakan software All Pile dan pada abutment 2 sebesar  37,53% menggunakan software All Pile.Kata kunci: fondasi tiang bor, hasil daya dukung, selisih   ABSTRACTFoundation is a bottom structure that is used to distribute loads from upper structure. Bore pile foundation is used on Toll Kopo - Buah Batu additional lane  project on Moh Toha bridge that consist of 2 pier and 2 abutment. The calculation of bearing capacity analysis of bore  pile group is only done at Pier 2 and Abutment 2, each consisting of 9 drill points with a pile length of 28 m and 6 bore points with a length of 32 m piles. The diameter is 60 cm.   Analysis is using the calculation of manual formulas and modeling software. The result of bearing capacity bore pile group foundation and then compared to the result of  bearing capacity in the field using PDA test with the nearest different on Pier 2 is 16,27 % and on abutment 2 of 32,53 % using software All Pile.Keywords: foundation bored pile, result of bearing capacity, difference
Kajian Distribusi Tegangan Sambungan Material Fiber Reinforced Polymer pada Kondisi Elastik Linier dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Putri Primasari; Bernardinus Herbudiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.61

Abstract

ABSTRAK Pengembangan fiber reinforced polymer untuk menjadi suatu material yang dapat diperhitungan dalam konstruksi jembatan, yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Puslitbang Jalan dan Jembatan) merupakan suatu langkah penting untuk memajukan bidang infrastruktur teknik sipil. Penggunaan FRP masih terbatas pada aplikasi perkuatan jembatan. Untuk menjadikan suatu struktur utama jembatan, diperlukan kajian guna memahami perilaku dan mengetahui dasar-dasar perencanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran peningkatan konsentrasi tegangan pada sambungan spesimen FRP dan membandingkan grafik gaya terhadap deformasi hasil pemodelan dengan hasil eksperimental. Untuk itu, metode penelitian yang dilakukan ialah menganalisis spesimen FRP melalui pendekatan numerik menggunakan software Ansys Workbench.Hasil analisis pemodelan menunjukkan peningkatan konsentrasi tegangan yang terbesar terdapat pada konfigurasi 5 lubang baut dengan nilai tegangan tekan sebesar 76,52%, dan luas sebaran lebih dari 1/2 D lubang. Selain itu, persentase perbedaan terbesar uji numerik terhadap uji eksperimental sekitar 12%.Kata kunci: fiber reinforced polymer, ANSYS Workbench versi 14, konsentrasi tegangan, sambungan.ABSTRACT Development the fiber reinforced polymer to be a material which can be counted in contruction of bridges, that is being conducted at the Center for Research and Development Road and Bridge is a important stride for developing indonesian civil engineering infrastruktur. Utilization of FRP is still limited to the application of strengthening bridges. For making a main structural of bridge, required to study for understanding behaviour and knowing their design basics. This research aims to give the description of increasing consentration of stress for FRP connection. And compare the force-deformation curves of the modelling to labour’s test. Therefor, the method which is used to analyze the specimens approach modelling the specimen using Ansys Workbench.Otherwise, the result showed the largest compressive stress is 76,52 %, and its spreading is more than a half of diameter of bolt hole. Beside that, the largest percentage difference between the modelling and experimental is about 12%.Keywords: fiber reinforced polymer, ANSYS Workbench version 14, stress consentration, connection
Pengembangan Kategori Edukasi Berkelanjutan dalam Penilaian Green Campus di Indonesia Irvan Qomaruzzaman; Rindu Evelina; Mia Wimala
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.12

Abstract

ABSTRAKGreen campus adalah konsep yang memanfaatkan kampus sebagai media untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan keberlanjutan ke dalam kebijakan, manajemen maupun kegiatan perguruan tinggi. Berdasarkan standar yang telah ada, edukasi menjadi hal mendasar yang dipertimbangkan dalam penilaian suatu green campus. Dengan perkembangan isu keberlanjutan yang sangat pesat, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kategori Education (ED) dari UI GreenMetric untuk menjadi standar yang lebih efektif. Pengembangan kategori dilakukan dengan membandingkannya dengan kategori sejenis dari STARS. Pembobotan ulang terhadap sub kategori, beserta indikator dan sub indikator baru selanjutnya dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Empat sub kategori yang berhasil dikembangkan meliputi Akademik Berkelanjutan, Pengembangan Profesional Berkelanjutan, Dukungan Berkelanjutan, dan Penilaian Berkelanjutan. Studi kasus di Universitas Katolik Parahyangan juga dilakukan untuk tujuan verifikasi dari kategori Edukasi Berkelanjutan (EB) yang baru.Kata kunci: green campus, standar penilaian, UI GreenMetric, STARS ABSTRACTGreen campus is a concept that leverages the campus as a medium to integrate the concept of sustainability into policy, management and university activities. Based on existing standards, education has been regarded as one of the fundamental things considered in green campus assessment both in Indonesia and in some other countries. With the rapid development of sustainability issues in recent years, this research aims to develop GreenMetric UI into a more effective green campus assessment standard, focusing on the Education (ED) category. The development of this ED category was done by comparing it with similar categoriesof STARS, the green campus standard in the United States. The re-weighting of sub categories, together with the new indicators and sub-indicators contained in this category, was subsequently carried out using the Analytic Hierarchy Process method. The four sub-categories which were successfully developed in this research include Sustainable Academic, Sustainable Professional Development, Sustainable Support, and Sustainable Assessment. For verification purpose, a study on campus performance at Universitas Katolik Parahyangan was conducted using the newly developed category. Kata Kunci: green campus, asssessment standard, UI GreenMetric, STARS
Karakteristik Penumpang Kereta Api Komuter Sulam Nurani Hartatik; Ika Wahyuning Ratri; Yudha Lesmana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.1

Abstract

ABSTRAKKereta api komuter Sulam merupakan salah satu transportasi umum massal alternatif yang dapat melayani pergerakan pekerja komuter dari Kabupaten Lamongan ke Kota Surabaya. PT. KAI DAOP 8 selaku pengelola harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi pengguna kereta api komuter Sulam, sehingga jumlah penumpang dapat meningkat seiring dengan peningkatan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penumpang kereta api komuter Sulam, sehingga dapat dijadikan dasar identifikasi awal. Metode survei wawancara dilakukan kepada 300 reseponden yang dilakukan pada hari kerja pada jam sibuk pagi dan sore hari. Hasil penelitian berdasarkan survei wawancara didapat 55% penumpang adalah perempuan, dengan maksud perjalanan bekerja sebesar 53% dan 40% berusia 21 30 tahun. Sebanyak 51% responden menggunakan kereta api komuter lebih dari 3 kali dalam satu minggu, responden menggunakan kereta api komuter untuk berangkat dan pulang kerja setiap harinya. Besarnya penghasilan 32% responden adalah Rp2.000.000,00  Rp3.000.000,00. Sebanyak 40% penumpang beralasan menggunakan kereta api komuter Sulam karena biaya yang lebih murah dibanding sarana transportasi lain dengan tujuan yang sama ke Kota Surabaya.Kata kunci: kereta api komuter Sulam, karakteristik penumpang, layanan. ABSTRACTThe Sulam commuter train is one of the alternative mass public transportation that can serve the movement of commuter workers from Lamongan Regency to Surabaya City. PT. KAI DAOP 8 as the manager must be able to provide maximum service for users of the Sulam commuter train, so that the number of passengers can increase along with the increase in service. This study aims to determine the characteristics of passenger commuter train, so that it can be used as the basis for initial identification. The interview survey method was conducted for 300 prescribers who were carried out on weekdays in the morning and evening rush hours. The results of the study based on interview surveys found 55% of passengers were women, with the intention of working trips of 53% and 40% aged 21 30 years. Amounting to 51% of respondents use commuter trains more than 3 times a week, respondents use commuter trains to leave and go home from work every day. The amount of income 32% of respondents is Rp2,000,000,00 Rp3,000,000,00. Amounting to 40% of passengers have reason to use the Sulam commuter train because the cost is cheaper than other transportation facilities with the same destination to Surabaya City.Keywords: sulam commuter train, passenger characteristic, service.
Kajian Pemakaian Shear Wall dan Bracing pada Gedung Bertingkat Santi Gloria Hutahaean; Aswandy Aswandy
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.100

Abstract

ABSTRAKDinding geser dan bresing merupakan elemen penahan gempa yang banyak digunakan pada gedung bertingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kinerja dinding geser dan bresing dengan menggunakan metode analisis pushover. Obyek penelitian yang digunakan adalah dua sistem stuktur asimetris, yaitu Model 1 berupa gedung dengan dinding geser dan Model 2 berupa gedung dengan bresing. Hasil penelitian simpangan atap saat titik kinerja tercapai pada Model 1 dalam arah X, -X, Y dan -Y (0,225 m, 0,287 m, 0,225 m and 0,234 m) lebih kecil daripada Model 2 (0,344 m, 0,349 m, 0,317 m and 0,357 m) sedangkan besarnya gaya geser dasar pada Model 1 dalam arah X, -X, Y dan -Y (15.322,977 kN, 20.038,897 kN, 22.564,376 kN and 21.371,845 kN) lebih besar daripada Model 2 (11.459,977 kN, 12.957,979 kN, 69,839 kN and 10.912,926 kN). Hal ini menunjukan bahwa Model 1 lebih kaku dan kuat daripada Model 2. Level kinerja kedua model menurut ATC-40 adalah Immediate Occupancy (IO).Kata kunci: dinding geser, bresing, asimetris, pushover, level kinerja ABSTRACTShear wall and bracing are retaining earthquake elements that are widely-used in high-rise buildings. This research aims to determine the performance of shear wall and bracing using pushover analysis method. The objects of the research are two asymmetrical structure system, Model 1 is building using shear wall and Model 2 is building using bracing. The results of the research show that the roof displacement of Model 1 when performance point is reached in the direction of X, -X, Y and -Y (0,225 m, 0,287 m, 0,225 m and 0,234 m) are lower than Model 2 (0,344 m, 0,349 m, 0,317 m and 0,357 m). While the amount of base shear of Model 1 in the direction of X, -X, Y and -Y (15.322,977 kN, 20.038,897 kN, 22.564,376 kN and 21.371,845 kN) higher than the amount of base shear of Model 2 (11.459,977 kN, 12.957,979 kN, 69,839 kN and 10.912,926 kN). Those show that the Model 1 is more rigid and stronger than Model 2. The level of the performance of both models according to ATC-40 is Immediate Occupancy (IO).Keywords: shear wall, bracing, asymmetric, pushover, peformance level