cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Kegagalan Tanah pada Timbunan Corrugated Metal Plate (CMP) Ricky Ferro Siagian; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.104

Abstract

ABSTRAKProvinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Murung Raya adalah daerah yang mempunyai potensi pada pertambangan oleh karena itu direncanakan pembangunan jembatan sebagai peningkatan fasilitas mobilisasi pada daerah pertambangan di daerah kabupaten Murung Raya. Konstruksi jembatan yang dibangun menggunakan material Corrugated Metal Plate (CMP) sebagai struktur utama jembatan. Pada proses konstruksi terjadi keruntuhan yang mengakibatkan fail pada salah satu culvert dimana tanah timbunan yang digunakan adalah material clay. Dari kasus tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan software PLAXIS 2D dengan output total displacement sebesar 15,39 cm dimana lebih besar dari kapasitas displacement yang di ijinkan yaitu 2,54 cm. Untuk Menangani masalah displacement yang besar pada culvert, maka dilakukan pemodelan dengan metode penimbunan bertahap menggunakan material timbunan Clay Cement dan menghasilkan total displacement yang lebih rendah yaitu 0,036 cm dimana lebih kecil dari displacement yang diijinkan sehingga fail pada culvert dapat ditangani dengan metode penimbunan bertahap dan sudah diberikan beban surcharge load sebesar 10 kN/m2.Kata kunci: corrugated metal plate (CMP), material timbunan tanah, total displacementABSTRACTCentral Kalimantan Province, Murung Raya regency is a region which has a potency in minning, and that’s the reason why this region has a bridge construction planned as to improve the mobility the mining area of Murung Raya Regency. The bridge construction consist of Corrugated Metal Plate (CMP) material as the main structure. In the construction process there was a collapse by a clay material soil, resulting a failure on one of the culvert. This failure is then analyzed by the PLAXIS 2D software , with a total displacement output of 15.39 cm, bigger than the allowed displacement capacity which is 2.54 cm. To handle the high displacement problem on culverts, a model of gradual clay soil pile is made with clay cement material pile and produce a lower total displacement which is 0.036 , this number is lower than allowable displacement so the fail in the culvert can be handle with the gradual soil pile method and surcharge load as big as 10 kN/m2.Keywords: corrugated metal plate (CMP), soil fill material, total displacement
Tinjauan Mengenai Penentuan Proporsi Pasir dalam Agregat Gabungan pada Perancangan Campuran Beton Cara SNI Gungun Gunawan; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.104

Abstract

ABSTRAK Penentuan proporsi pasir pada perancangan campuran beton cara SNI hanya digunakan untuk mencapai nilai slump yang direncanakan dan tidak mempengaruhi kuat tekan beton. Mengingat kuat tekan beton pada perancangan campuran beton cara SNI hanya dipengaruhi faktor air-semen saja. Jika kuat tekan beton pada perancangan campuran beton cara SNI dianalisis menggunakan cara Dreux Gorisse, maka kuat tekan yang direncanakan berpeluang tidak tercapai. Hal ini dapat terjadi karena berdasarkan rumus Drex Gorisse, kuat tekan beton tidak hanya ditentukan oleh factor semen-air, tetapi juga oleh volume pasir dan rasio volume pasir terhadap volume agregat gabungan. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan beton dicapai pada pasir dengan modulus kehalusan antara 2,5 dan 3,0.Kata kunci: SNI, Dreux Gorisse, modulus kehalusan, proporsi pasir. ABSTRACT Determination of sand proportion in concrete mix design by SNI methode only used to achieve the design slump and does not affect the compressive strength of concrete. Consider of the compressive strength of concrete at mix design by SNI methode only influenced by water-cement ratio. If the compressive strength of concrete at mix design by SNI methode analized by Dreux Gorisse methode, the compressive strength will not be achieved. This happen because on Dreux Gorrise methode, the compressive strength of concrete is not only determined by water-cement ratio, but also sand volume and ratio of sand volume to total aggregate volume. The test results in this research show that the compressive strength of concrete is achieved by sand with fineness modulus between 2,5 and 3,0.Keywords: SNI, Dreux Gorisse, finenesse modulus, sand proportion.
Evaluasi Kapasitas Spillway Bendungan Darma sebagai Salah Satu Dasar dari Aspek Keamanan Bendungan Gerry Prima Putra; Yiniarti Eka Kumala
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.31

Abstract

ABSTRAK Kapasitas spillway Bendungan Darma perlu tinjauan kembali mengenai kemampuannya dalam menjaga agar tidak terjadi limpasan karena pada umumnya bendungan yang dibangun dibawah tahun 1980 tidak didesain untuk debit banjir ( ) Probable Maximum Flood (PMF). Dari analisis hidrologi dengan metode Gama 1 untuk penelusuran banjir reservoir didapatkan pada Q1000 yaitu Qinflow = 879,02 m3/s, Qoutflow = 574,44 m3/s dan  adalah Qinflow = 1546,63 m3/s, Qoutflow = 620,74 m3/s. Berdasarkan hasil perhitungannya didapatkan selisih muka air melimpah dan mercu bendungan pada Q1000 adalah 1,83 m dan pada QPMF adalah 0,54 m. Saat terjadi banjir PMF, bendungan mengalami overtopping karena menurut SNI batas maksimal banjir yang boleh terjadi adalah 0,75 di bawah puncak mercu bendungan.Kata kunci:  debit banjir, bendungan, limpasan, Probable Maximum Flood (PMF). ABSTRACTThe capacity of the spillway Dam Darma requires review regarding his ability to keep the spillway did not overflow because in general the dam built under the year 1980 is not in design for flood discharge ( ) the Probable Maximum Flood (PMF). Hydrological analysis method of Gama 1 for search flood reservoir obtained on the Q1000 are Qinflow = 879.02 m3/s, Qoutflow = 574.44 m3/s  and  are Qinflow = 1546.63 m3/s, Qoutflow = 620.74 m3/s. Based on the results of the calculations are obtained by difference advance water overflow and mercu dam on the 1000 is 1.83 m and on QPMF is 0.54 m. At the time of the flood, the dam suffered a PMF overtopping due to flood, according to the maximum limit of the SNI standartmay happen is 0.75 mercu beneath the dam.Keywords: flood discharge, dam, spillway, Probable Maximum Flood (PMF).
Efek Kadar Polycarboxylate Ether (PCE) terhadap Sifat Mekanik Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash Eggidyo Parudhiwa Putra; Bernardinus Herbudiman; Rulli Ranastra Irawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.136

Abstract

ABSTRAKPenambahan superplasticizer kedalam campuran beton geopolimer memiliki peranan penting untuk kemudahan pekerjaan. Akan tetapi, kualitas beton geopolimer tersebut harus tetap terjaga. Beton geopolimer merupakan beton tanpa semen dengan bahan pengganti semen harus berupa pengikat material yang mengandung silika dan alumunium yang tinggi seperti fly ash. Jenis fly ash yang digunakan pada penelitian yaitu fly ash Suralaya 1 dan Suralaya 2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kadar superplasticizer PCE terhadap sifat mekanik beton geopolimer yaitu slump flow, nilai pantul, cepat rambat gelombang, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat tarik lentur, dan modulus elastisitas. Kadar superplasticizer PCE yang digunakan kadar 0,5%; 1,0%; 1,5%; dan 2,0%. Hasil dari penelitian diketahui bahwa kadar superplasticizer PCE optimum adalah 0,5% sampai 1,0% untuk beton geopolimer karena beton mendapatkan flow yang paling mengalir dan mutu dari sifat mekanik beton geopolimer yang baik.Kata kunci: beton geopolimer, superplasticizer PCE, slump flow, uji destruktif, uji non-destruktif ABSTRACTThe Addition of superplasticizer into geopolimer concrete mix  has an important role to improve the workability of concrete. However, the quality of the geopolimer concrete must always be maintenad. Geopolomer concrete is a concrete without cement where it can be replaced with binder material with high silica and alumunium content such as fly ash. The variant of fly ash used in this study is fly ash Suralaya 1 and Suralaya 2. The study was conducted to determine the effect of dosage PCE superplasticizer on mechanical properties of geopolymer concrete which is slump flow, rebound number, pulse velocity, compressive strength, splitting, flexural, and modulus elasticity. Dosage of PCE superplasticizer used 0,5%; 1,0%; 1,5%; dan 2,0%. The results of the study can be conclusion that the optimum dosage is 0,5-1,0% which best flow and best mechanical properties.Keywords: geopolimer concrete, superplasticizer PCE, slump flow, destructive test, nondestructive test
Studi Perancangan Campuran Beton Menggunakan Abu Batu Sebagai Agregat Halus Muhammad Malik Ibrahim; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.108

Abstract

ABSTRAKSalah satu limbah yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan pembuat beton adalah abu batu. Abu batu merupakan limbah dari proses pemecahan bongkahan batu. Ditinjau dari ukuran butirannya maka abu batu merupakan agregat halus. Abu batu memiliki penyerapan air yang lebih tinggi daripada pasir alami, maka dari itu untuk mendapatkan kelecakan campuran beton yang sama dengan kelecakan campuran beton menggunakan pasir alami, penggunaan abu batu sebagai agregat halus dalam campuran beton perlu tambahan air. Namun hal ini akan menyebabkan faktor air-semen bertambah. Sehingga hasil kuat tekan akan menurun. Hal ini sesuai dengan hubungan antara kuat tekan beton dengan faktor air-semen. Perekayasaan yang dilakukan adalah dengan menaikkan faktor granular (G) dan menaikkan kuat tekan rencana berdasarlan teori Dreux. Abu batu pada penelitian ini digunakan sebagai substitusi pasir alami dengan proporsi 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Hasil penelititan ini memperlihatkan penggunaan abu batu sebagai agregat halus lebih dari 40% akan sangat drastis menurunkan kuat tekan beton.Kata kunci: perekayasaan, substitusi, campuran beton, abu batu, agregat halus ABSTRACTOne of the wastes that can be used as a substitute for concrete materials is stone ash. Stone ash is a waste from the process of stone crusher. Consider from the size of the grain, stone ash as fine aggregate. Stone ash has a higher water absorption than natural sand, therefore to get the concrete workability that is the same as the concrete workability using natural sand, the use of stone ash as fine aggregate in the concrete mixture needs additional water. But this will cause the cement-water ratio to increase. So that the compressive strength will decrease. This is following the relationship between the compressive strength of concrete and the cement-water ratio. Engineering is done by increasing the granular factor (G) and increasing the compressive strength of the plan based on Dreux theory. Stone ash in this study was used as a substitute for natural sand with a proportion of 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. The results of this research show that the use of stone ash as fine aggregate of more than 40% will greatly reduce the compressive strength of the concrete.Keywords: engineering, substitute, concrete mixture, stone ash, fine aggregate
Analisis Teknis Operasional Light Rail Transit Kota Bandung Afif Nur Muhammad; Sofyan Triana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.36

Abstract

ABSTRAKJumlah permintaan masyarakat akan transportasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sehingga volume kendaraan semakin padat dan menyebabkan terjadinya kemacetan. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah Kota Bandung membangun suatu sistem baru berupa transportasi massal berbasis rel yaitu Light Rail Transit (LRT). Data yang digunakan diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Bandung. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain potensi demand pada Tahun 2020, headway, load factor, waktu sirkulasi, kapasitas lintas dan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Berdasarkan hasil analisis operasional diperoleh total pergerakan Tahun 2020 sebesar 1.508 penumpang per hari, nilai headway sebesar 251 menit dari Stasiun Babakan Siliwangi s.d. Stasiun Leuwipanjang ataupun dari arah sebaliknya, load factor tertinggi sebesar 79%, waktu sirkulasi sebesar 54,72 menit, dan dengan nilai headway tersebut jumlah kereta yang dapat beroperasi sebesar 6 KA/hari.Kata kunci: LRT, demand, headway, load factor ABSTRACTThe number of people demand for transportation from year to year has increase so that the volume of vehicles getting crowded and led to traffic jams. To overcome this the Government of Bandung to build a new system of rail-based mass transportation that is Light Rail Transit (LRT). The data was obtained from Bandung Transportation Departement. Analyzes conducted in this study include potential demand in Year 2020, headway, load factor, circulation time, cross capacity and railway travel graph. Based on operational analysis results obtained total movement of 2020 for 1,508 passengers per day, headway value of 251 minutes from Babakan Siliwangi Station to Leuwipanjang Station or from the opposite direction, the highest load factor of 79%, a circulation time of 54.72 minutes, and with the headway value the number of trains that can operate is 6 KA/day.Keywords: LRT, demand, headway, load factor
Analisis Kinerja Bangunan Rangka Baja dengan Bresing Tahan Tekuk terhadap Beban Gempa Ilham Ilham
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.98

Abstract

ABSTRAKPenggunaan bresing tahan tekuk dapat menjadi solusi atas kebutuhan struktur tahan gempa di Indonesia. Disipasi energi pada elemen bresing tahan tekuk dilakukan melalui kinerja plastifikasi bagian inti bresing akibat beban tarik dan tekan. Penelitian ini berisi kajian kinerja dari bangunan rangka baja beraturan dengan bresing tahan tekuk (BRB) dengan variasi level ketinggian lantai yaitu 3 lantai, 8 lantai dan 15 lantai. Analisis struktur 3D dilakukan dengan dua prosedur analisis yaitu modal pushover dan nonlinear time history pada program ETABS. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan elemen BRB sangat mempengaruhi kinerja struktur, yang terlihat dari pola drift yang terjadi. Untuk struktur beraturan dengan berbagai ketinggian, tingkat kinerja struktur dengan BRB cukup baik, yaitu Immediate Occupancy (IO) akibat beban gempa rencana. Plastifikasi hanya terjadi pada BRB, dan kelelehan pada balok mulai terbentuk sampai mekanisme keruntuhan terjadi. Hasil modal pushover dengan nonlinear time history pada bangunan 15 lantai yang cukup mirip menunjukkan bahwa modal pushover dapat digunakan untuk memprediksi kinerja struktur BRB yang beraturan.Kata kunci: kinerja struktur, bresing tahan tekuk, immediate occupancy, modal pushover, nonlinear time history ABSTRACTBuckling restrained braces (BRB) can be an alternative solution for earthquake resistant steel structure in Indonesia. The energy dissipation for buckling restrained elements is conducted through yielding of the core due to tension or compression forces. This study presents an evaluation of the structural performance of steel structures with BRB varying in heights, 3-story, 8-story and 15-story. The 3D structural analysis was carried out with ETABS software using 2 methods, Modal Pushover and Nonlinear Time History. The results shows that the selection of BRB elements greatly affected the structural performance, showed by the drift pattern. For regular structures with variation in heights, structures with BRB behaved satisfactory under the design load with the performance level of Immediate Occupancy (IO). Yielding was limited to BRB members, and afterwards the yielding occurred on beams until collapse. The results of modal pushover and time history analysis for 15-story structure are similar, thus modal pushover can be used to predict the performance of regular structural system with BRB.Keywords: structural performance, buckling restrained brace, immediate occupancy, modal pushover analysis, nonlinear time history analysis
Kajian Model Struktur Rangka Atap Baja Canai Dingin Studi Kasus Gedung Limbah UBP Saguling Adinda Yusi Wardhani; Kamaludin Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.1

Abstract

ABSTRAKBaja canai dingin merupakan salah satu material yang dianggap memiliki waktu konstruksi yang cepat, aman, nyaman, dan tidak merusak estetika dari bangunan. Baja canai dingin memiliki dimensi yang tipis dan ringan namun memiliki kekuatan tarik dan tekan yang tidak kalah dengan baja konvensional. Studi banding dilakukan untuk mengetahui model rangka atap yang paling ringan serta memenuhi syarat nilai kekuatan dan kekakuan. Profil baja yang digunakan adalah C 150x50x20x2,8. Berdasarkan perhitungan kapasitas desain dan kapasitas penampang untuk struktur rangka atap baja canai dingin, maka rangka atap yang dipilih adalah Scissoels. Room In Attic merupakan rangka atap yang paling ringan dengan berat sebesar 72,24% dari jenis rangka atap terberat yaitu Valuated Paralel Chord. Batas kelangsingan untuk batang yang mengalami tarik adalahle le/r < 300  dan untuk batang tekan adalah  le/r < 200Kata kunci: baja canai dingin, tarik, tekan, kekakuan, kekuatan, rangka atap, ringan ABSTRACTCold rolled steel is one material that is considered to have a fast construction time, safe, comfortable, and does not damage the aesthetics of the building. Cold rolled steel has dimensions that are thin and light but have tensile strength and tap that is not inferior to conventional steel. The comparative study was conducted to find out the most lightweight roof frame model and qualify for strength and stiffness values. The steel profile used is C 150x50x20x2,8. Based on the calculation of the design capacity and the cross-sectional capacity for cold rolled steel roof frame structure, the selected roof frame is Scissoels. Room In Attic is the lightest roof truss with a weight of 72.24% of the heaviest roof frame types are Valuated Parallel Chord. The slimness limit for a tensile rod is le/r < 300 and for the press rod is le/r < 200Keywords: cold rolled steel, tensile, compressive, stiffness, strength, roof truss, undermanding
Tingkat Pelayanan Check-In Counter Lion Air Di Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung Menggunakan Metode Antrian Angga Erlangga; Dwi Prasetyanto; Barkah Wahyu Widianto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.131

Abstract

ABSTRAK Maskapai Lion Air di Bandara Internasional Husein Sastranegara mempunyai 6 unit fasilitas check-in counter yang berfungsi untuk pelayanan tiket pesawat terkait dengan keberangkatan. Ketidaksesuaian antara waktu pelayanan dan waktu kedatangan mengakibatkan adanya antrian penumpang. Pada penelitian ini, metode antrian dapat digunakan untuk mengurangi waktu tunggu bagi penumpang di antrian berdasarkan PM No 49 2012. Hasil perhitungan memperlihatkan waktu menunggu penumpang dalam antrian untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 20 menit dan waktu pelayanan penumpang untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 2 menit 30 detik. Pada kondisi eksisting terdapat 3 unit fasilitas check-in counter untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya sementara berdasarkan hasil perhitungan KEP/77/VI/2005 jumlah kebutuhan check-in counter Lion Air untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya adalah 8 unit fasilitas dan berdasarkan hasil perhitungan FIFO adalah sebanyak 4 unit fasilitas. dan Surabaya, sementara berdasarkan hasil perhitunganKata Kunci : Waktu menunggu penumpang, waktu pelayanan, PM No 49 2012,   SKEP/77/VI/2005, FIFO.ABSTRACTLion Air airline in Husein Sastranegara International Airport has 6 check-in counters facilities that manage the tickets associated with the departure. Incompability between service time and waiting time for the arrival has caused queue. In the study, queuing method can be used to minimize time the existing queue based on PM No 49 2012. The calculation result shows the waiting time of the passengers in queues for Denpasar and Surabaya is more than 20 minutes and the service time of the passengers for Denpasar and Surabaya is more than 2 minutes 30 seconds. In the existing condition, there are 3 units of the check- in counter facility for destination city of Denpasar and Surabaya, while based on the calculation SKEP / 77 / VI / 2005 total demand for check- in counters Lion Air for destination city of Denpasar and Surabaya is 8 units of facilities and based on the results FIFO calculation is 4 units facility.Keywords : Waiting time of the passengers, Service time of the passengers, PM No 49 2012, SKEP/77/VI/2005, FIFO.
Studi Evaluasi Hubungan Defleksi Jembatan Akibat Perubahan Jenis Kabel dan Bentang pada Jembatan Suspension Infira Kamiliana Firdausi; Bernardinus Herbudiman; Gatot Sukmara
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.66

Abstract

ABSTRAKStruktur kabel pada jembatan suspension berperan sebagai pemikul utama beban pada jembatan. Perbedaan jenis kabel akan memengaruhi nilai defleksi, tegangan kabel, dan tegangan pada gelagar. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan studi evaluasi terhadap nilai defleksi jembatan berdasarkan variasi jenis kabel dan variasi panjang bentang. Jenis kabel yang digunakan adalah IWRC 6×36, Spiral Strand Rope, dan Locked-coil Rope dengan bentang 80 meter, 160 meter, dan 200 meter. Sistem pembebanan pada model struktur mengacu pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.02/SE/M/2010. Analisis struktur menggunakan program aplikasi SAP2000 versi 14. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang ≤ 80 meter tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga jenis kabel. Pada bentang 80 meter hingga 160 meter jenis kabel Spiral Strand dan Locked-coil mampu memberikan hasil defleksi yang lebih kecil daripada kabel IWRC 6×36. Sedangkan pada bentang 160 meter hingga lebih dari 200 meter jenis kabel yang paling efektif untuk digunakan adalah jenis kabel Locked-coil.Kata kunci: jembatan pejalan kaki, jembatan suspension, defleksi, jenis kabel ABSTRACTCable structure on suspension bridge act as the main support of the load on the bridge. The difference in the type of cable will affect the value of deflection, tension of cable, and the tension of girder. Due to that condition, then an evaluation study of bridge deflection value based on variation of cable type and span length was performed. Type of cables used are IWRC 6×36, Spiral Strand Rope, and Locked-coil Rope, while the variation of the span are 80 meters, 160 meters, and 200 meters. The load system on the bridge structure model referring to “Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.02/SE/M/2010”. The analysis using 14th version of SAP 2000 aplication. The result of analysis shows that in the span less than 80 meters there are no such a significant  differences between the three types of cable. In the span of 80 meters to 160 meters, Spiral Strand and Locked-coil profide smaller deflection. While in the span of 160 meters to more than 200 meters, the most effective cable is Locked-coil cable.Keywords: pedestrian bridge, suspension bridge, deflection, cable type