cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
ANALISIS SENSITIVITAS SIMULASI PARAMETER BOD, TSS DAN DO DALAM PEMODELAN KUALITAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN QUAL2K Mochamad Adhiraga Pratama; Caleb Patrick Sidabutar; Ridwan Hakim
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.1-11

Abstract

QUAL2K merupakan instrumen yang paling banyak digunakan dalam menyimulasikan kualitas air sungai di Indonesia. Untuk mengoperasikannya, QUAL2K membutuhkan input dari berbagai parameter dan variabel dengan jumlah banyak sehingga pengguna biasanya menggunakan nilai default untuk menyederhanakan proses simulasi. Namun, kesesuaian penggunaan nilai deafult ini pada kasus sungai di Indonesia belum pernah dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas nilai default untuk parameter dan variabel input terkait dengan simulasi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS) dan Dissolved Oxygen (DO) di DAS Citarum Hulu. Analisis sensitivitas lokal dilakukan untuk 13 parameter dan 7 variabel input dengan memvariasikan setiap nilai default sebesar 5% dan sensitivitasnya dievaluasi dengan indeks sensitivitas (SI). Hasil analisis sensitivitas untuk simulasi BOD menunjukkan bahwa faktor koreksi suhu BOD dan konsentrasi DO dalam diffuse source merupakan parameter dan variabel input yang paling sensitif. Sedangkan untuk simulasi DO, beberapa parameter yang paling sensitif adalah Faktor Koreksi Suhu Oksigen, Lebar Sungai, Koefisien Manning dan Faktor Koreksi Suhu BOD. Variabel dan parameter input yang paling sensitif untuk konsentrasi TSS adalah konsentrasi DO dalam diffuse source dan fitorespirasi inhibisi oksigen.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN TEKNOLOGI ROTARY ALGAE BIOFILM REACTOR (RABR) MENGGUNAKAN SIMBIOSIS ALGA BAKTERI DENGAN VARIASI KECEPATAN PUTARAN DISK Miftahul Jannah; Shinta Elystia; Aryo Sasmita
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.59-70

Abstract

Limbah cair tahu memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, sehingga dapat memicu terjadinya penurunan kualitas perairan. Simbiosis alga bakteri adalah teknologi alternatif yang menjadi solusi dalam pengolahan air limbah. Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR) diidentifikasi sebagai bioreaktor alternatif untuk pengolahan air limbah industri dengan kombinasi sistem suspended growth dan attached growth pada media disk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kecepatan putaran disk dan waktu kontak pada proses RABR untuk penurunan kadar organik BOD dan COD. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan putaran yaitu 3 rpm, 5 rpm, dan 7 rpm serta waktu kontak 0, 1, 3, dan 5 hari untuk menyisihkan parameter BOD dan COD pada limbah cair tahu. Hasil dari penelitian menunjukkan efisiensi tertinggi selama proses pengolahan dalam menyisihkan parameter yaitu pada variasi kecepatan putaran disk 7 rpm di hari ke-5, dengan efisiensi penyisihan BOD 73,42% dengan konsentrasi awal 737,4 menjadi 196 mg/L dan COD 70,64% dengan  konsentrasi awal 981 mg/L menjadi 288 mg/L.
APLIKASI ANODA MAGNESIUM PADA PROSES ELEKTRODIALISIS UNTUK RECOVERY NUTRIEN LIMBAH URINE Mas Den Rum; Anita Dwi Anggrainy; Arseto Yekti Bagastyo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.12-23

Abstract

Elektrodialisis untuk proses recovery nutrien dari urine sangat diminati pada satu dekade terakhir, karena dapat mengkonsentrasikan ion yang menjadi target untuk mendapatkan produk hasil recovery dengan tingkat kemurnian tinggi. Penggunaan magnesium sebagai anoda untuk proses elektrodialisis saat ini juga mengemuka. Anoda ini secara efektif dapat menghasilkan struvite tanpa memerlukan tambahan bahan kimia untuk penyesuaian pH larutan dalam reaksi presipitasi. Pada studi ini, efektifitas anoda magnesium untuk proses recovery nutrien dengan elektrodialisis diinvestigasi berdasarkan tiga variasi pH (8,5; 8,8; 9,0) dan dua variasi kuat arus (300 dan 450 mA). Tujuannya untuk mengevaluasi efisiensi recovery amonium dan fosfat, serta mengidentifikasi karakteristik presipitat. Selama eksperimen, penyesuaian pH larutan tetap dilakukan sesuai variasi pH awal (pH 8,5-9). Hasil menunjukkan bahwa recovery tertinggi amonium dan fosfat didapat pada pH 8.5. Sekitar 42% amonium dan 28% fosfat dapat diambil sebagai produk recovery masing-masing pada kuat arus 300 dan 450 mA. Lebih dari 90% brucite, 3% hydroxyapatite, dan 3% struvite dapat diidentifikasi sebagai produk presipitat.
EMISI GAS RUMAH KACA DARI PENGELOLAAN SAMPAH DI JAKARTA, INDONESIA Nindi Sekarsari; Gabriel Andari Kristanto; Astryd Viandila Dahlan
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.71-82

Abstract

Pengelolaan sampah perkotaan yang masih bertumpu pada pembuangan akhir di TPA (landfill) merupakan masalah lingkungan yang serius di Jakarta, Indonesia. Sistem pengelolaan sampah perkotaan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) pada semua tahapan pengelolaannya. Studi ini bertujuan memberikan gambaran umum tentang praktik pengelolaan sampah di Jakarta dan mengkaji kontribusi pengelolaan sampah perkotaan terhadap emisi GRK. Pada akhirnya dapat diketahui hotspot emisi GRK dalam tahapan pengelolaan sampah perkotaan dan lokasi spasial penyebaran emisi GRK di wilayah Jakarta. Perhitungan emisi GRK dilakukan pada setiap kota dan kabupaten administrasi pada tahun 2022 menggunakan Emission Quantification Tool (EQT) version II oleh Institute for Global Environmental Strategies (IGES). Hasil studi mengestimasi emisi GRK dari pengelolaan sampah perkotaan Jakarta pada tahun 2022 sebesar 1.516,60 ribu ton CO2-eq/tahun dengan kontributor terbesar berada di Kota Administrasi Jakarta Barat sebesar 433,4 ribu ton CO2-eq/tahun dan yang terkecil berada di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 2,7 ribu ton CO2-eq/tahun. Secara total, emisi GRK dari pembuangan akhir di TPST Bantar Gebang (2.034,5 ribu ton CO2-eq/tahun) memberikan kontribusi emisi terbesar di wilayah Jakarta. Jumlah penduduk, rendahnya praktik pengurangan sampah dan pengolahan sampah mempengaruhi besaran emisi GRK yang dihasilkan.
EVALUASI PARAMETER FISIK, KIMIA DAN MIKROBIOLOGI AIR SUMUR BOR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH di KOMPLEKS PERUMAHAN SOLARIA KOTA GORONTALO Marike Mahmud; Rahmawati Womtami; Rawiyah Husnan; Kasmat Saleh
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.25-36

Abstract

Penduduk yang padat diperkotaan menyebabkan masyarakat membeli  perumahan, luas tanah yang kecil, menyebabkan masyarakat memilih sumur bor, sebagai sumber  air bersih masyarakat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air sumur bor  sebagai sumber air bersih untuk digunakan oleh masyarakat yang tinggal  di  Perumahan Solaria Kota Gorontalo dan penyebab air dapat tercemar. Pengambilan sampel dilakukan di Perumahan Solaria sebanyak 6 lokasi.  Sumur yang dijadikan sampel adalah sumur bor (Sumur suntik) terdiri dari Blok A,  B, C,  D,  E dan  F. Pengambilan sampel dilakukan  3 kali ulangan. Parameter yang diukur adalah fisik (suhu dan TDS), kimia (besi, mangan, kesadahan ) dan parameter mikrobiologi (E.Coli dan Coliform). Analisis fisik dilakukan secara insitu. Parameter kimia di analisis di LPPT UGM dan  mikrobiologi dilakukan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Kriteria kelayakan air menggunakan PMK 32 Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  parameter  Suhu dan TDS,   kesadahan dan e.coli memenuhi syarat. Parameter Mangan, Besi, Total Coliform tidak memenuhi PMK 32 Tahun 2017. Parameter Mangan dan Besi  tinggi karena kondisi alamiah tanah yang dilalui air. Parameter Total Coliform di atas baku mutu karena kondisi lingkungan disekitar.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR IPA PARIT MAYOR PERUMDA AIR MINUM TIRTA KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK Rahmat Mulyanto; Winardi Winardi; Isna Apriani
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.83-94

Abstract

Peraturan Pemerintah Nomor 112 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), menyatakan bahwa sistem penyediaan air minum bertujuan untuk menyediakan pelayanan air minum untuk memenuhi hak rakyat atas air minum dapat diselenggarakan oleh BUMN, BUMD, maupun badan usaha lainya. Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa merupakan Penyedia air minum yang berada di Kota Pontianak yang memiliki Instalasi Pengolahan Air (IPA) Parit Mayor yang melayani masyarakat Pontianak Timur dengan air baku sungai kapuas. Jenis residu yang akan dihasilkan dari IPA dengan menggunakan air sungai akan menghasilkan lumpur sebagai sisa dari pengolahan. Residu lumpur akan berdampak ke lingkungan apabila di buang secara langsung sehingga diperlukan rancangan untuk mendesain unit pengolahan lumpur. Perancangan pengolahan dapat menggunakan SNI 7510 tahun 2011, menggunakan data pada tahun 2020. Dirancang bangunan berjumlah empat bak yang terdiri dari bak penampung,bak sludge drying bed, bak supernatan, dan bak  dry cake. luas area perencanaan yang dibutuhkan sebesar 345,902 m2 , sehingga luas lahan yang tersedia masih mencukupi untuk dibangunnya pengolahan lumpur. Oleh karena itu, dilakukan perencanaan pengolahan lumpur untuk mengolah lumpur residu.
ADSORPSI LOGAM BERAT KROM (Cr) DAN ZAT WARNA DENGAN ADSORBEN KULIT PISANG KEPOK DALAM AIR LIMBAH BATIK Latansa Dini; Riana Ayu Kusumadewi; Rositayanti Hadisoebroto
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.37-48

Abstract

Air limbah dari industri batik pada umumnya dibuang langsung ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu. Proses adsorpsi menggunakan adsorben kulit pisang kepok dapat menyisihkan bahan pencemar dalam air limbah batik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kulit pisang kepok sebagai adsorben dalam menyisihkan logam berat krom (Cr) dan zat warna dalam air limbah batik. Pembuatan adsorben kulit pisang kepok dilakukan dengan mengeringkan dan mengkarbonisasi menggunakan tanur hingga menjadi serbuk arang. Selanjutnya kulit pisang kepok diaktivasi dengan merendamnya selama 24 jam dalam larutan H2SO4 20%. Variasi kecepatan pengadukan sebesar 100 rpm dan 200 rpm dengan waktu kontak sebesar 15, 30, 60, 75, dan 90 menit. Konsentrasi awal logam berat Cr dalam air limbah batik sebesar 0,4173 mg/L. Efisiensi penyisihan logam berat Cr optimum sebesar 100% diperoleh pada kecepatan pengadukan 100 rpm dan waktu kontak 15 menit. Sementara efisiensi penyisihan zat warna optimum sebesar 42,98% diperoleh pada kecepatan pengadukan 200 rpm dan waktu kontak 90 menit. Isoterm adsorpsi pada penelitian ini mengikuti persamaan Isoterm Freundlich dengan nilai R2 sebesar 0,9999 dan kinetika adsorpsi mengikuti kinetika orde dua dengan R2 sebesar 0,9995.
IDENTIFIKASI TIMBULAN DAN NILAI EKONOMI LIMBAH ELEKTRONIK (E-WASTE) RUMAH TANGGA DI KOTA PONTIANAK Ilmi Citra Mulyani; Aji Ali Akbar; Dian Rahayu Jati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i1.49-58

Abstract

Limbah elektronik mengalami penambahan jumlah yang cukup signifikan setiap tahunnya di Indonesia. Pada tahun 2019, Indonesia menghasilkan 1,6 Mt limbah elektronik, yang menjadikan Indonesia termasuk dalam sepuluh negara penghasil limbah elektronik terbanyak di dunia. Limbah elektronik memiliki potensi ekonomi karena mengandung logam berharga, seperti  emas, alumunium, dan tembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori dan timbulan limbah elektronik rumah tangga di Kota Pontianak dan menganalisis potensi ekonomi dari limbah elektronik tersebut. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan jumlah responden sebanyak 163 KK. Setiap responden didata jumlah dan perlakuan dari limbah elektronik yang dihasilkan serta dihitung timbulan limbah elektroniknya menggunakan metode consumption and use. Hasil dari penelitian menunjukkan  kategori Small Equipment menjadi kategori limbah elektronik yang paling banyak dihasilkan yaitu sebesar 42 %, sedangkan Lamps sebesar 19%; Small IT 17%; Screens and Monitors 9%; Temperature Equipment 8%; dan Large Equipment 5%. Pada tahun 2021, rata-rata timbulan limbah elektronik yang dihasilkan Kota Pontianak dari sektor rumah tangga mencapai 492476,53 kg/tahun dan memiliki potensi ekonomi dari nilai jual sebesar Rp. 957.652.484,62.
EFEKTIVITAS AKTIVATOR MIKROORGANISME LOKAL LIMBAH SAYUR, EM4, DAN KOTORAN SAPI DALAM PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH SAYUR DI PASAR FLAMBOYAN Ukhfiya Dewantari; Arifin arifin; Aini Sulastri
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.117-129

Abstract

Flamboyan adalah pasar yang berlokasi di Kota Pontianak yang menghasilkan sampah organik dengan persentase sebesar 89,57 %. Tingginya sampah organik yang dihasilkan dapat menyebabkan limbah organik akan membusuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap serta menjadi vektor penyakit sehingga sanitasi dan estetika lingkungan menurun. Oleh karena itu perlu dilakukan untuk menangani limbah tersebut dengan cara pengomposan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kualitas fisik dan kimia kompos berdasarkan PERMENTAN No. 70 tahun 2011 dan mengidentifikasi pengaruh antara aktivator mikroorganisme lokal limbah sayur, EM4 dan kotoran sapi terhadap kualitas kematangan kompos. Metode penelitian ini yaitu pengomposan secara aerobik dengan waktu pengomposan selama 35 hari dan menggunakan jumlah mikroorganisme yang sama yaitu sebanyak 7.850.000 sel. Hasil penelitian yang didapat, kompos yang terbaik terdapat pada aktivator kotoran sapi dengan parameter yang telah memenuhi baku mutu terdiri dari suhu sebesar 31oC, pH sebesar 5,8 , warna coklat kehitaman, bau seperti tanah, bertekstur halus, kadar kalium (K) sebesar 4,4 %, kadar C-Organik 32,9% dan rasio C/N kompos sebesar 23,54 serta aktivator MOL, EM4 dan kotoran sapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kematangan kompos.
UJI TOKSISITAS AIR LINDI (LEACHATE) TPA BATU LAYANG, KOTA PONTIANAK TERHADAP IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DENGAN METODE UJI RENEWAL TEST Bela Maulidia; Suci Pramadita; J Jumiati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.162-172

Abstract

AbstrakAir lindi dapat mencemari lingkungan sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) apabila tidak diolah dengan baik, sehingga dapat berpotensi bahaya terhadap makhluk hidup diperairan. Instalasi Pengolahan Lindi dapat mengatasi semua jenis polutan tetapi tidak tingkat toksisitasnya dan akan memperburuk masalah  pencemaran, sehingga perlu dilakukan uji toksisitas dengan metode renewal test pengujian toksisitas dengan pergantian larutan uji setiap 24 jam sekali selama 96 jamdan hewan uji yang digunakan yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik air lindi, menghitung nilai LC50 dan menganalisa morfologi ikan nila setelah terpapar air lindi. Penelitian ini dilakukan dari pengambilan sampel limbah, aklimatisasi hewan uji, uji pendahuluan, uji toksisitas, dan analisis probit. Hasil karakteristik air lindi yaitu pH sebesar 8,3,nilai Biological Oxygen Demand (BOD) sebesar 377 mg/l, nilai Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 1646 mg/l, TSS sebesar 740 mg/l, N Total sebesar 794 mg/l, Merkuri <0,0008 mg/l, Kadmium <0,001 mg/l, hanya BOD, COD, TSS, N Total yang melewati ambang batas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.59 Tahun 2016. Nilai LC50 yang didapatkan adalah 2,260% dan nilai Toxic Unit acute (TUa) adalah 44,248% termasuk kedalam kategori High Acute Toxicity. Ikan nila yang terpapar mengalami perubahan warna tubuh dan insang menjadi pucat, mengeluarkan lendir, hilangnya organ ikan bagian mata dan perubahan tingkah laku gerak.Kata kunci: Ikan nila (Oreocromis niloticus), LC50, Renewal Test, Uji Toksisitas.AbstractLeachate can contaminate the environment around the Open Dumping Landfill if it is not treated properly, so it can be potentially harmful to living things in the waters. The Leachate Treatment Plant can handle all types of pollutants but not the level of toxicity that will exacerbate the problem of pollution, so it is necessary to carry out a toxicity test using the renewal test method for toxicity by changing the test solution once every 24 hours for 96 hours. Using tilapia (Oreocromis niloticus) test animals. The purpose of this study was to determine the characteristics of leachate, calculate the LC50 value and analyze the morphology of tilapia after being exposed to leachate. This research was conducted from waste sampling, acclimatization of test animals, preliminary tests, toxicity tests, and probit analysis. The results of the leachate characteristics were pH 8.3, BOD 377 mg/l, COD 1646 mg/l, TSS 740 mg/l, Total N 794 mg/l, Mercury <0.0008 mg/l, Cadmium <0.001 mg/l, only BOD, COD, TSS, N Total which exceeds the threshold of PERMEN LH No. 59 of 2016. The LC50 value obtained is 2.260% and the Toxic Unit Acute (TUa) value is 44.248% included in the High Acute category Toxicity. Exposed tilapia experience changes in body color and gills to become pale, secrete mucus, loss of fish organs in the eye area, and changes in movement behavior.Keywords: Tilapia (Oreochromis niloticus), LC50, Renewal Tes, Toxicity Test.