cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
STATUS MUTU AIR SUMUR GALI DAN PENGENDALIANNYA DI KAMPUNG YAMTA ARSO KABUPATEN KEEROM Suhartawan, Bambang; Iriyanto, Santje M; Alfons, Alfred B; Daawia, D
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.198-208

Abstract

ABSTRAK Memanfaatkan air yang higiene sanitasi mutlak diperlukan agar terhindar dari dampak negatif yang tidak diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil empat titik sampel (stasiun) air sumur gali di Kampung Yamta Arso Kabupaten Keerom Papua pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air dengan metode indeks pencemaran. Parameter pencemaran air yakni: parameter fisika (kekeruhan, warna, TDS dan suhu, rasa dan bau), parameter kimia (pH, besi, flourida, kesadahan, mangan, nitrat, nitrit, sianida, detergen dan pestisida total) serta parameter biologi (coliform total dan Escherichia coli). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status mutu air sumur gali pada stasiun 2 dan 3 diperoleh indeks pencemaran berturut-turut sebesar 2,00 dan 2,67 tergolong tercemar ringan, sedangkan pada stasiun 1 dan 4 diperoleh indeks pencemaran berturut-turut sebesar 0,65 dan 0,69 termasuk kategori baik (memenuhi baku mutu). Parameter yang tidak memenuhi baku mutu air adalah kekeruhan, pH, besi, detergen dan Escherichia coli. Hal ini dikarenakan melebihi baku mutu. Rancangan pengendalian air yang cocok agar memenuhi persyaratan baku mutu perlu dilakukan filtrasi dengan media zeolite, pasir, ijuk dan karbon aktif (karang tempurung kelapa) dan menambahkan sedikit klorin (kaporit) dan atau tawas pada bak penampung sebelum filtrasi. Kata kunci: Mutu, Air, indeks, Sumur, Yamta.  ABSTRACT Utilizing water that is hygienic and sanitary is absolutely necessary to avoid unwanted negative impacts. This research was carried out by taking four sample points (stations) of dug well water in Yamta Village, Arso District, Keerom Regency, Papua from August to October 2022. The aim of this research was to determine the status of water quality using the pollution index method. The Water pollution parameters were: physical parameters (turbidity, color, TDS and temperature, taste and smell), chemical parameters (pH, iron, fluoride, hardness, manganese, nitrate, nitrite, cyanide, detergent and total pesticides) and biological parameters (coliform total and Escherichia coli). The results of the research showed that the water quality status of dug wells at stations 2 and 3 obtained a pollution index of 2.00 and 2.67, respectively, which was classified as lightly polluted, while at stations 1 and 4, pollution indices were obtained, respectively, of 0.65 and 0.69 was included in the good category (met the quality standards). Parameters that did not meet water quality standard were turbidity, pH, iron, detergent and Escherichia coli. This is because it exceeded the quality standards.  A suitable water control design to meet quality standard requirements requires filtration using zeolite, sand, palm fiber, and activated carbon (coconut shell coral) media and adding a little chlorine (chlorine) and/or alum to the holding tank before filtration. Keywords: Quality, Water, Index, Well, Yamta
EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA KOTA PALU Palita, Fadel Banna; Purnaweni, Hartuti; Luqman, Yanuar
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.51-61

Abstract

Limbah merupakan permasalahan lingkungan yang masih belum sepenuhnya teratasi dengan baik padahal dampak yang dihasilkan berpengaruh besar terhadap pencemaran lingkungan, terlebih khusus limbah medis padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik limbah medis padat di RSUD Undata berdasarkan sumber dan jenisnya, menghitung jumlah timbulan berat rata-rata limbah medis padat yang terproduksi setiap harinya, serta mengevaluasi sistem pengelolaan limbah medis padat dengan moda pemilahan, pewadahan, pengumpulan serta pengangkutan sesuai dengan kriteria Permen LHK No 56 Tahun 2015 serta Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus–September tahun 2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa setiap harinya RSUD Undata Palu menghasilkan limbah domestik sebanyak ±270 kg/hari. Hasil Evaluasi pada sistem pengelolaan limbah medis padat di RSUD Undata Palu menunjukkan bahwa pada dasarnya sudah cukup efektif namun belum maksimal, karena pada proses penyimpanan menunjukkan ketidak sesuaian dengan pedoman pengelolaan limbah medis oleh Kemenkes Nomor 2 tahun 2023 yaitu penyimpanan di TPS yang seharusnya tidak boleh lebih dari 2x24 jam. Hal ini menyebabkan banyaknya timbulan limbah padat pada TPS sehingga TPS menjadi penuh dan berbahaya lingkungan.
PREDICTION OF HIGHER HEATING VALUE OF VARIOUS BIOMASSES USING THE EQUATION FOR THE HYDROTHERMAL CARBONIZATION METHOD ON BANANA BUNCHES Sulaiman, Sani Maulana; Nugroho, Gunawan; Putra, Herlian Eriska; Fitria, Novi; Sukmawati, Wina Ike
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.81-92

Abstract

When designing many variables influence the thermal conversion system for homogeneous biomass and heterogeneous biomass. The factor that can have an important influence is the higher the calorific value (HHV). Many correlation models have been developed to estimate the HHV of homogeneous and heterogeneous biomass to reduce analysis costs. Unfortunately, the correlation model for predicting biomass HHV still has shortcomings when predicting biomass data from different thermal conversion processes and different types of biomass. In this study, four new correlations based on proximate and ultimate analysis of homogeneous biomass with the hydrothermal carbonization (HTC) method used for HHV prediction are presented. The multiple linear regression method is used to produce correlations from homogeneous biomass data then compare biomass models from open literature and compare correlation accuracy for data from the literature. It was found that the correlation obtained from proximate analysis (HHV =967.171 -8.684Ash -9.299VM -9.913FC) was more accurate than that obtained from proximate.
DAMPAK ERA ‘NEW NORMAL’ TERHADAP TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH DI GEDUNG PERKULIAHAN PERGURUAN TINGGI: STUDI KASUS GEDUNG S FTUI Defiana, Fifi; Dewi, Ova Candra; Panjaitan, Toga; Widyarko, Widyarko; Sulistiani, Coriesta Dian
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.209-219

Abstract

AbstrakGedung dan komplek perguruan tinggi hingga kini masih mengelola sampahnya dengan menggunakan sistem kumpul, angkut dan buang. Namun, dengan merebaknya wabah COVID-19 yang lalu ikut juga menghentikan kegiatan perkuliahan pada gedung-gedung perguruan tinggi. Namun sejak wabah COVID-19 mulai dapat dikendalikan, seluruh kegiatan kembali berjalan dengan skenario ‘new normal’. Perubahan pola penggunaan gedung selama masa ‘new normal’ berpotensi juga mempengaruhi timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan jumlah timbulan dan komposisi sampah pada gedung kuliah saat sebelum pandemi COVID-19 dan pada era ‘new normal’. Metode penelitian menggunakan mixed methods, dengan studi kasus menggunakan gedung S yang merupakan gedung perkuliahan umum yang belokasi di FTUI, Kota Depok. Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang hadir pada era ‘new normal’ hanya 57,6% dari mahasiswa yang terdaftar, namun timbulan sampah yang dihasilkan sebesar 81,44 kg/hari, atau sebesar 0,04 kg/hari/mahasiswa atau dua kali lebih banyak dari sebelum pandemi COVID-19, dengan komposisi sampah 61,40% adalah sisa makanan dan kemasan makanan dan 38,60% adalah sampah plastik. Hal tersebut karena adanya perubahan gaya hidup sebagian besar mahasiswa. Bertambahnya timbulan sampah saat ‘new normal’, membuat pengelolaan sampah pada Gedung S perlu disesuaikan kembali dengan komposisi sampah yang dihasilkan, dengan menerapkan konsep 3R.Kata kunci: Pengolahan sampah, gedung kuliah, era ‘new normal’AbstractBuildings and university complexes still manage their waste using a collection, transport and disposal system. The recent outbreak of the COVID-19 outbreak also stopped lecture activities in university buildings. However, since the COVID-19 outbreak began to be controlled, all activities have resumed with a 'new normal' scenario. The amount and makeup of waste generated are impacted by this change. This research aims to examine the comparison of the amount of waste generation and composition in lecture buildings before the COVID-19 pandemic and in the 'new normal' era. The research uses mixed methods, with a case study using S Building, a public lecture building located at FTUI, Depok. This research shows that the number of students attending in the 'new normal' era was only 57.6% of registered students, but the waste generated was 81.44 kg/day, or 0.04 kg/day/student, twice more than before the COVID-19 pandemic, with a waste composition of 61.40% being food scraps and food packaging and 38.60% being plastic waste. This is due to changes in the lifestyle of most students. This increase in waste generation means that waste management in S Building needs to be readjusted to the composition of the waste produced, by applying the 3R concept.Keywords: waste management, college buildings, the ‘new normal’ era
PENYISIHAN KEKERUHAN DAN NATURAL ORGANIC MATTER (NOM) PADA UNIT KOAGULASI-FLOKULASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM DI ASIA TENGGARA : STUDI LITERATUR Sururi, Mohamad Rangga; Hardika, Hardika
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.63-79

Abstract

Kekeruhan dan senyawa organik (NOM) merupakan parameter penting yang harus diperhatikan pada operasi proses pengolahan air minum. Unit koagulasi-flokulasi memainkan peran krusial dalam menghilangkan kekeruhan dan NOM dari air baku. Oleh karena itu, tinjauan ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai teknik dan strategi yang telah dikembangkan dan diuji untuk meningkatkan efisiensi penyisihan kekeruhan dan DOM pada unit koagulasi-flokulasi. Review ini melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang relevan yang dipublikasikan 10 tahun terakhir untuk mengidentifikasi teknik dan strategi yang telah diusulkan dan diuji dalam upaya meningkatkan penyisihan kekeruhan dan DOM pada unit koagulasi-flokulasi pada instalasi pengolahan air minum. Berbagai parameter yang mempengaruhi efisiensi unit koagulasi-flokulasi, diantaranya jenis koagulan, dosis koagulan, parameter kimia air, serta pengaruh keberadaan NOM dieksplorasi secara mendalam. Hasil review menunjukan bahwa parameter kimia air memiliki peran penting dalam mencapai efisiensi penyisihan kekeruhan yang tinggi pada kondisi air sungai tercemar. Beberapa studi menunjukkan penggunaan koagulan tawas menghasilkan efisiensi penyisihan sebesar 85,27% dengan kondisi pengolahan pH asam, temperatur optimal, dan tingkat kekeruhan sedang. Dalam hal ini, dosis koagulan minimal sebesar 20 mg/L dapat digunakan. Namun, pada beberapa studi lainnya hanya menghasilkan efisiensi penyisihan kekeruhan ≤70%. Selain parameter kimia air, keberadaan senyawa NOM, terutama triptofan yang berasal dari aktivitas non-alami dalam air baku juga dapat menurunkan efisiensi. Sehingga, mengakibatkan peningkatan dosis koagulan dan meningkatkan risiko kegagalan proses koagulasi-flokulasi. Meskipun telah ada kemajuan dalam teknik pengolahan air minum, parameter NOM masih jarang dipertimbangkan di IPAM Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami pengaruh keberadaan NOM pada air baku sungai di Indonesia.
REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATU PASIR Kusdarini, Esthi; Mabuat, Imelda Srilestari; Redanto Putri, Fairus Atika
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.221-233

Abstract

 AbstrakCV. BS melakukan penambangan batu pasir yang menyisakan lahan tidak rata dan tandus. Penelitian ini bertujuan: 1) mendapatkan rona awal lahan pertambangan: peruntukan lahan, kelandaian topografi, elevasi, 2)  menentukan rona akhir lahan penambangan: bentuk lahan pasca penambangan, 3) rancangan teknis reklamasi: luas lahan reklamasi, waktu reklamasi, penatagunaan lahan, bentuk penampang dan dimensi saluran drainase, revegetasi, pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, pengumpulan data sekunder dan perhitungan matematis dengan bantuan tools software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rona awal area pertambangan berupa pertanian lahan kering dengan vegetasi: rumput liar, kelandaian topografi: 10o – 20o,dan ketinggian elevasi: 41 – 61 mdpl, 2) rona akhir area pertambangan berupa lahan dengan satu jenjang dengan ketinggian 8 m dan kemiringan 60o, 3) luas area reklamasi sebesar 4,42 Ha; penimbunan lahan untuk membentuk teras bangku, selanjutnya dilakukan penebaran tanah pucuk setebal 40 cm atau 17.680 m3, penampang saluran drainase berbentuk trapesium dengan kedalaman (h) 0,5 m, lebar bawah (B) 0,3 m, koefisien dinding saluran (n) 0,03, dan sudut kemiringan (Ɵ) 60o; revegetasi membutuhkan bibit  pohon sengon: 1770 buah dan kacang ruji: 13,26 kg; pemeliharaan membutuhkan pupuk urea: 354 kg dan pupuk kandang: 885 kg.Kata kunci: batu pasir, reklamasi, sengon.AbstractCV. BS carries out sandstone mining which leaves uneven and barren land. This research aims to: 1) obtain the initial baseline of mining land: land use, topographic slope, elevation, 2) determine the final baseline of mining land: post-mining land form, 3) reclamation technical design: area of reclaimed land, reclamation time, land use, shape cross-section and dimensions of drainage channels, revegetation, maintenance. The methods used are observation, interviews, secondary data collection and mathematical calculations with the help of software tools. The research results show that: 1) the initial baseline of the mining area is dry land farming with vegetation: wild grass, topographic slope: 10o – 20o, and elevation height: 41 – 61 meters above sea level, 2) the final baseline of the mining area is land with one level of elevation. 8 m and a slope of 60o, 3) the reclamation area is 4.42 Ha; filling the land to form a bench terrace, then spreading top soil 40 cm thick or 17,680 m3, the cross-section of the drainage channel is trapezoidal with a depth (h) of 0.5 m, bottom width (B) 0.3 m, channel wall coefficient (n) 0.03, and tilt angle (Ɵ) 60o; revegetation requires sengon tree seeds: 1770 fruits and ruji nuts: 13.26 kg; maintenance requires urea fertilizer: 354 kg and manure: 885 kg.Keywords: sandstone, reclamation, sengon.
POTENSI BAKTERI SEDIMEN MANGROVE DALAM MENDEGRADASI PLASTIK MENGGUNAKAN METODE KOLOM WINOGRADSKY Ni'am, Achmad Chusnun; Ainiyah, Siti Irhayatul; Ratnawati, Rhenny
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.1-10

Abstract

Plastik merupakan suatu material industri dengan banyak kelebihan ekonomis sehingga diproduksi dan digunakan meluas hampir di seluruh aspek kehidupan manusia. Namun, plastik memiliki kekurangan yaitu sulit terurai di lingkungan karena ikatan rantai karbon yang panjang. Akibatnya, diperlukan lebih dari satu dekade agar plastik terdegradasi dan termineralisasi ke lingkungan. Peningkatan jumlah konsumsi plastik tentu menambah dampak akibat sampah plastik yang dibuang ke lingkungan. Biodegradasi adalah salah satu upaya untuk mengelola sampah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi bakteri yang diisolasi dari sedimen Mangrove Wonorejo Surabaya dalam mendegradasi plastik Polyethylene, Polypropylene, dan Polystyrene menggunakan metode Kolom Winogradsky. Substrat yang digunakan adalah pasir dan tanah, dengan Bushnell-Haas broth sebagai media tumbuh bakteri, dan plastik uji ukuran 10x3 cm. Besar persen degradasi dihitung berdasarkan selisih berat kering sebelum dan sesudah masa inkubasi selama 12 minggu. Sebanyak 17 isolat bakteri berhasil diisolasi dari masing-masing sumber sampel. Persen degradasi terbesar ditemukan pada sampel sedimen mangrove titik 3 substrat pasir sebesar 82.3% pada plastik PP. Sedangkan plastik PS diperoleh persen degradasi sebesar 34.1% pada sedimen mangrove titik 5 substrat tanah.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHARA BERACUN (B3) PADA BENGKEL DI WILAYAH JAKARTA Dahlan, Astryd Viandila; Mursidik, Setyo Sarwanto; Rinjani, Cholisa Amalia Putri; Luthfi, Muhammad Rifaldi; Nurlaily, Salma
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.234-245

Abstract

 AbstrakBengkel kendaraan bermotor sebagai penyedia jasa perbaikan maupun perawatan kendaraan bermotor berpotensi menimbulkan limbah berbahaya dan beracun (B3). Banyaknya jumlah dan variasi perawatan kendaraan ini tentu berpengaruh terhadap total jumlah limbah yang ditimbulkan oleh bengkel. Oleh karena itu, evaluasi pengelolaan limbah berbahaya di bengkel kendaraan bermotor sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi komponen limbah berbahaya, mengamati praktik pengelolaan saat ini, dan mengusulkan metode pengelolaan limbah yang tepat. Enam bengkel sepeda motor dan tiga bengkel mobil di Jakarta menjadi sampel pada penelitian ini. Jenis limbah berbahaya (B3) yang terindentifikasi pada bengkel kendaraan bermotor meliputi kain bekas, minyak bekas, botol limbah, botol pendingin bekas, dan suku cadang bekas, dengan berat total berkisar antara 0,54 kg/unit/hari hingga 0,83 kg/unit/hari. Namun, praktik pengelolaan limbah berbahaya dan beracun di bengkel-bengkel ini belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 6 tahun 2021. Tindakan rekomendasi perbaikan diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan melindungi kesehatan manusia serta lingkungan.Kata kunci: limbah B3, limbah bengkel, Indonesia, JakartaAbstractVehicle workshops as providers of vehicle repair and maintenance services have the potential to generate hazardous and toxic waste. The large number and variety of vehicle maintenance certainly influence the total waste generated by the workshops. Therefore, assessing hazardous waste management in vehicle workshops is vital. The study aims to identify and characterize hazardous waste components, observe current management practices, and propose proper waste management methods. Six motorcycle and three car repair shops in Jakarta were examined. Hazardous waste types found in all vehicle workshops include used cloth, waste oil, bottles, coolant bottles, and used auto parts, with average waste generated ranging from 0.54 kg/unit/day to 0.83 kg/unit/day. Despite the findings, it is evident that the hazardous and toxic waste management practices in these repair shops do not fully comply with The Minister of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021. Urgent action is needed to address these issues and safeguard human health and the environment.Keywords: Hazardous waste, waste vehicle workshops, Indonesia, Jakarta.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENURUNAN BEBAN PENCEMAR AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN PENAMBAHAN ECO ENZYME Rachmani, Nurani Rizkiati; Maharani, Maya Dewi Dyah; Febrina, Laila
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.93-103

Abstract

Air limbah domestik yang ada di  perumahan ciomas permai langsung dibuang begitu saja tanpa adanya pengolahan sehingga dapat menyebabkan dampak yang negatif terhadap lingkungan. Salah satu cara agar dapat menurunkan pencemar pada air limbah adalah dengan menggunakan eco enzyme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan beban pencemaran air limbah domestik sebelum diolah dan setelah diolah dengan penambahan eco enzyme serta untuk menganalisis efektivitas beban pencemaran air limbah domestik  setelah ditambah eco enzyme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Total Suspended Solid (TSS), warna, bau dan pH. Hasil dari penelitian fermentasi eco enzyme selama 3 bulan memiliki nilai pH 3,39 dengan bau asam segar buah dan berwarna coklat muda. Pengaruh perubahan fisik pada air limbah setelah ditambah eco enzyme ialah warna menjadi lebih cerah namun di hari ke 15 menjadi lebih gelap dikarenakan nilai TSS meningkat. Nilai TSS mengalami penurunan sebesar 46% dan 25% pada hari ke 10 dengan konsentrasi penambahan eco enzyme 10% dan 20%. Nilai perubahan TSS dari perlakuan yang sudah dilakukan lebih efektif ialah pemberian eco enzyme sebanyak 10% dengan waktu tinggal 10 hari dan pH sebanyak 10% dengan waktu tinggal 15 hari.
ANALISIS KESENJANGAN DISTRIBUSI RUANG TERBUKA HIJAU TINGKAT PELAYANAN KOTA DAN KECAMATAN DARI SISI AKSESIBILITAS DENGAN METODE SPACE SYNTAX (STUDI KASUS: KOTA BANDUNG) Iscahyono, Achmad Fauzan; Qolifah, Siti; Kameswara, Byna
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.184-197

Abstract

AbstrakKesenjangan distribusi ruang terbuka hijau di Kota Bandung membawa dampak tersendiri terhadap lingkungan. Selain itu, kesenjangan distribusi ruang terbuka hijau juga berpengaruh terhadap aksesibilitas masyarakat dalam pergerakan menuju ruang terbuka hijau tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesenjangan distribusi ruang terbuka hijau tingkat pelayanan kota dan kecamatan di Kota Bandung. Studi ini memakai metode Space Syntax dengan bantuan software DepthmapX. Bersumber pada hasil analisis dalam studi ini, menunjukkan bahwa distribusi ruang terbuka hijau di Kota Bandung mempunyai tingkatan kesenjangan yang besar. Distribusi ruang terbuka hijau cenderung berada di bagian tengah dan barat yang berpengaruh terhadap kemudahan aksesibilitas. Selain itu, lokasi distribusi ruang terbuka hijau cenderung berada pada jaringan jalan yang kurang terhubung. Terdapat beberapa ruang terbuka hijau yang berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki aksesibilitas yang sangat baik, yaitu Taman Balai Kota Bandung, Taman Alun Alun dan Taman Kiara Artha. Penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi keberadaan ruang terbuka hijau serta sebagai rekomendasi penentuan lokasi ruang terbuka hijau dengan kualitas yang baik yang mudah diakses oleh masyarakat.Kata kunci: ruang terbuka hijau, distribusi, aksesibilitas, space syntax. AbstractThe disparity in the distribution of public open spaces in Bandung City has its own impact on the environment. In addition, the disparity in the distribution of public open spaces also affects the accessibility of the community in moving towards these public open spaces. This study expects to determine the level of disparity in the distribution of public open spaces at the city and sub-district service levels in Bandung City. This study uses the Space Syntax method with the help of DepthmapX software. In view of the consequences of the examination in this study, it shows that the distribution of public open spaces in Bandung City has a high level of disparity. The distribution of public open spaces tends to be in the central and western parts which affect the ease of accessibility. In addition, the distribution locations of public open spaces tend to be on less connected road networks. There are several public open spaces that have the potential to be developed because they have excellent accessibility, namely Bandung City Hall Park, Alun Alun Park and Kiara Artha Park. This study is expected to evaluate the existence of public open spaces and as a recommendation for the location of public open spaces arrangement with great quality that is effectively open to the community.Keywords: public open space, distribution, accessibility, space syntax.