cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
EVALUASI SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM PDAM KOTA MOJOKERTO INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) WATES ZONA PELAYANAN PENGOLAHAN AIR PRAJURIT KULON Saeril Barikiyah; Teguh Taruna Utama; Sulistya Nengse; Rr Diah Nugraheni Setyowati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.152-161

Abstract

AbstrakTingkat kehilangan air PDAM Maja Tirta  sebesar 46,51% yang terdiri dari kehilangan air komersial sebesar 8,52% dan kehilangan air sebesar 37,99%  melebihi kriteria batas maksimum menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakinstalayat Republik Indonesia No 27/PRT/M/2016 pada batas maksimum yaitu sebesar 20%. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan mengoptimalisasikan jaringan distribusi air pada zona pelayanan Prajurit Kulon. Metode evaluasi pada jaringan distribusi IPA Wates dengan simulasi software Epanet 2.0 dengan kecepatan air dalam pipa dan tekanan air dalam pipa dibandingan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 27/PRT/M/2016. Tekanan air dalam pipapada zona pelayanan Prajurit Kulon yang mengalami negtif pressure yaitu sebesar -3.29 m, kecepatan air dalam pipa yaiitu sebesar 22.72 m/s. Optimalisasi sistem jaringan distribusi IPA Wates zona pelayanan Prajurit Kulon yaitu denganmengganti diameter pipa adalah solusi untuk menghilangkan negatif tekanan, sehingga air dari reservoir dapat dialirkan ke ujung pipa.Kata kunci: Distribusi, Tekanan, Software Epanet 2.0AbstractThe water loss rate for PDAM Maja Tirta is 46.51%, consisting of 8.52% commercial water loss and 37.99% water loss exceeding the maximum limit criteria according to the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia No. 27/PRT/M/ 2016 at the maximum limit of 20%. The purpose of this research is to evaluate and optimize the water distribution network in Prajurit Kulon service zone. The evaluation method for the Wates IPA distribution network is using Epanet 2.0 software simulation with water velocity in the pipes and water pressure in the pipes compared to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia No 27/PRT/M/2016. The water pressure in the pipe at the Kulon Soldier service zone which experiences negative pressure is -3.29 m, the water velocity in the pipe is 22.72 m/s. Optimization of the Wates IPA distribution network system in the Warrior Kulon service zone, namely by changing the pipe diameter is a solution to eliminate negative pressure, so that water from the reservoir can flow to the end of the pipe.Keywords: Distribution, Pressure, Software Epanet 2.0.
SIMULATION OF PRESSURE REDUCING VALVE (PRV) INSTALLATION IN THE DISTRIBUTION NETWORK (CASE STUDY: NORTHERN REGION OF SUMBER IPA PALUKAHAN PDAM PADANG CITY) Adetya, Ashifa; Dewi, Nadia Tripermata; Komala, Puti Sri
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.173-183

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan lokasi pemasangan Pressure Reducing Valve (PRV) yang tepat  pada jaringan perpipaan di Wilayah utara Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang menggunakan satu sumber air. Simulasi hidrolis menggunakan aplikasi EPANET serta data sekunder dari PDAM Padang. Data yang dibutuhkan untuk simulasi terdiri dari data debit reservoir, pelanggan wilayah utara, serta perpipaan. Hasil simulai EPANET kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran lapangan. Terdapat perbedaan tekanan yang cukup signifikan antara simulasi EPANET dengan hasil pengukuran lapangan. Tingginya tekanan hasil simulasi, karena sumber air IPA Palukahan yang memiliki perbedaan elevasi yang besar dengan daerah pelayanan. Pemasangan Pressure Reducing Valve (PRV) merupakan pilihan untuk mengurangi tekanan pada jaringan pipa sampai batas tertentu. Dalam simulasi lokasi pemasangan PRV yang tepat di jaringan distribusi ditentukan agar tekanan di daerah pelayanan yang diperoleh memenuhi persyaratan. Rekomendasi penempatan PRV antara Node 119 dan Node 120 pada ketinggian 30 mdpl. PRV dapat menurunkan tekanan dari 1,9 atm – 10,7 atm menjadi 1,2 atm – 6,9 atm. Pemasangan PRV dapat menjadi langkah awal dalam persiapan pembentukan DMA (District metered Area) di wilayah utara kota Padang dalam rangka menurunkan tingkat kebocoran air.Kata kunci: EPANET, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan, Jaringan distribusi, Pressure Reducing Valve (PRV), TekananABSTRACTThis study aims to simulate the exact location of the Pressure Reducing Valve (PRV) installation in the pipeline network in the northern area of the Municipal Water Supply Company (PDAM) of Padang City using one water source. The water source used is Palukahan Water Treatment Plant (WTP) which has a relatively high elevation to the service area. The hydraulic simulation used the EPANET and secondary data from PDAM Padang. The data needed for the simulation consists of reservoir discharge data, northern customers, and piping. The results of the EPANET simulations were then compared with the results of field measurements. There is a significant difference in pressure between the EPANET simulation and the field measurement results. The high pressure from the simulation results is due to the Palukahan WTP water source which has a large elevation difference from the service area. Installation of a Pressure Reducing Valve (PRV) is an option to reduce the pressure in the pipe network to a certain extent. In the simulation, the appropriate PRV installation location in the distribution network is determined so that the pressure in the service area obtained meets the requirements. Recommended PRV placement between Node 119 and Node 120 at an altitude of 30 meters above sea level. PRV can reduce pressure from 1.9 atm – 10.7 atm to 1.2 atm – 6.9 atm. Installing PRV can be the first step in preparing for the formation of a DMA in the northern area of Padang City in order to reduce the level of water leakage.Keywords: EPANET, Palukahan Water Treatment Plant (WTP), Distribution Network, Pressure Reducing Valve (PRV), Padang Water Utility (PDAM Padang), Pressure
PEMILIHAN ALTERNATIF JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM DI KAWASAN PERKOTAAN BETUN KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Saputra, Andriansyah Ramadhany; Juwana, Iwan
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.105-116

Abstract

Kawasan Perkotaan Betun terletak di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara timur yang dihuni oleh 23.058 jiwa pada tahun 2021 belum memiliki jaringan perpipaan distribusi air minum. Sebanyak 57,87% penduduk masih menggunakan sumber air minum bukan jaringan perpipaan tidak terlindungi. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan sistem jaringan perpipaan air minum agar masyarakat terlayani oleh sumber air minum yang terlindungi dengan pemanfaatan air baku dari 7 Mata Air menggunakan bangunan penyadap mata air dan debit minimum sebesar 50 liter/detik yang akan ditampung di reservoir dan di distribusikan kepada masyarakat melalui Jaringan Perpipaan. Kebutuhan air minum dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk serta fasilitas sosial ekonomi, dengan periode perencanaan selama 20 tahun sampai tahun 2042. Total kebutuhan air minum rata-rata yang di proyeksikan pada tahun 2042 adalah 21,12 l/dtk. Perencanaan ini, menggunakan 3 buah alternatif jalur yang selanjutnya dianalisis jalur yang paling sesuai dengan metode dan kriteria teknis Permen PUPR 27/2016. Metode yang dianalisis adalah Pugh Matrix dan Weighted Ranking Technique (WRT). Pipa yang digunakan dalam perencanaan yaitu Polyvinyl Chloride tipe AW (untuk aliran bertekanan) dengan variasi diameter pipa sebesar 32 mm sampai 267 mm. Estimasi Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan sebesar Rp10.416.950.133.
ANALISIS POTENSI DAUR ULANG SAMPAH DOMESTIK KABUPATEN SOLOK SELATAN Mhd. Fauzi; Rizki Aziz; Yeggi Darnas; Nanda Chyntia
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.140-151

Abstract

AbstrakPerkembangan ekonomi yang semakin pesat diiringi pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya timbulan sampah. Data timbulan dan karakteristik sampah yang terbatas akan membuat pemerintah kesulitan detalam mengembangkan program pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis data satuan timbulan, timbulan, komposisi, karakteristik dan potensi daur ulang sampah domestik di Kabupaten Solok Selatan. SNI 19-3964-1994 dijadikan sebagai acuan sampling timbulan dan penentuan jumlah sampel. Pengambilan sampel dilakukan pada 90 titik meliputi 30 titik untuk high income (HI), 45 medium income (MI) dan 15 low income (LI) yang dibagi menjadi 3 kawasan selama 8 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan satuan timbulan rata-rata sampah domestik sebesar 0,347 kg/o/hari dalam satuan berat dan 2,084 liter/o/hari dalam satuan volume. Timbulan sampah domestik yang dihasilkan sebesar 55,85 ton/hari dalam satuan berat atau 336,10 m3/hari dalam satuan volume. Komposisi sampah terbesar adalah sampah organik yaitu >82%, dengan komponen terbesar adalah sampah sisa makanan. Berdasarkan pengujian karakteristik sampah domestik Kabupaten Solok Selatan ini layak untuk dilakukan pengomposan. Potensi daur ulang sampah domestik untuk sampah kertas, plastik, kaca, logam non ferrous dan sampah makanan adalah sebesar 49,98%, 64,19%, 64,65%, 82,48% dan 89,95% dari total timbulan sampah.Kata kunci: Kabupaten Solok Selatan, potensi daur ulang, sampah domestikAbstractWaste production rises as a result of population growth and rapid economic development. It will be challenging for the government to create an effective and sustainable waste management program due to the lack of data on waste generation and characteristics. This study intends to quantify and examine the generation unit, generation, composition, characteristic, and possibilities for recycling of domestic waste in South Solok Districts. The reference used to calculate the number of samples and generation sampling is SNI 19-3964-1994. 90 points, divided into 3 zones for 8 consecutive days, were used for sampling, comprising 30 points for high income (HI), 45 points for medium income, and 15 points for low income (LI). The findings indicated that the average domestic waste generation unit was 2.084 liters/o/day in volume and 0.347 kg/o/day in weight. The amount of domestic waste produced each day is 55.85 tons of weight or 336.10 m3 in volume. Over 82% of waste is organic waste, with food waste making up the majority of this category. Composting is possible based on an analysis of the domestic waste from the South Solok Districts. Paper, plastic, glass, non-ferrous metals, and food waste have a possibilities for recycling of 49.98%, 64.19%, 64.65%, 82.48%, and 89.95% of the total waste generated. Keywords: South Solok Districts, possibilities for recycling, domestic waste
EFISIENSI PENGGUNAAN MATERIAL PRESERVASI MIKROORGANISME (MPMO) DALAM PENYISIHAN TIMBAL (PB) DAN KROMIUM (CR) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL MENGGUNAKAN REAKTOR BATCH Junita Fachriea Gani; Dyah Asri Handayani Taroepratjeka; Dyah Marganingrum
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.130-139

Abstract

AbstrakKegiatan industri tekstil selain menghasilkan produk tentunya menghasilkan limbah cair. Limbah cair ini memiliki kontaminan timbal (Pb) dan kromium (Cr) karena proses pewarnaan memerlukan logam berat dalam mengikat warna pada serat kain agar tidak mudah luntur. Pengolahan biologi yang berpotensi dalam penyisihan parameter tersebut yaitu material preservasi mikroorganisme (MPMO) karena mengandung bentonit dan Bacillus licheniformis. Bentonit memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi karena mengandung kation Heksadesil Trimetil Ammonium Bromida (HDTMA+) sedangkan Bacillus licheniformis memiliki enzim Chromate Reductase (ChrR) dan Pbr Operon yang dapat menyisihkan Pb dan Cr dengan cara bioremediasi oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi penyisihan Pb dan Cr oleh MPMO. Pengolahan air limbah tekstil PT X dilakukan pada skala laboratorium dengan 3 variasi reaktor batch selama 16 hari secara aerob, pH 6-7 dan tepung tapioka sebagai nutrisi utama. Sebelum masuk pada tahap pengolahan dilakukan persiapan bakteri yang terjadi selama 10 hari, Volatile Suspended Solid (VSS) digunakan sebagai indikator kesiapan bakteri dan pH sebagai kontrol pertumbuhan bakteri. Metode yang digunakan untuk pengukuran Pb dan Cr yaitu Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) secara nyala. Hasil pengukuran karakteristik limbah cair industri tekstil PT.X konsentrasi Pb 22,2428 mg/L dan Cr 6,8575 mg/L. Penggunaan MPMO dapat menyisihkan konsentrasi Pb 84,21 hingga 86,15% dan Cr 86,48 hingga 88,95% dari limbah cair industri tekstil.Kata kunci: material preservasi mikroogranisme (MPMO), timbal, kromium, industri tekstil.AbstractTextile industry activities in addition to producing products of course produce liquid waste. This liquid waste has lead (Pb) and chromium (Cr) because the coloring process requires heavy metals to bind the color to the fabric fibers and then produce residual dye. Biological treatment is possible in the removal of these parameters of microorganism preservation material (MOPM) because it contains bentonite and Bacillus licheniformis. Bentonite has the ability to adsorb because it contains the cation Hexadesil Trimethyl Ammonium Bromide (HDTMA-Br) while Bacillus licheniformis has the enzyme Chromate Reductase (ChrR) and Pbr Operon which can find Pb and Cr by bioremediation by bacteria. This study aims to determine the efficiency of Pb and Cr by MPMO. PT.X textile wastewater treatment was carried out on a laboratory scale in 3 variations of batch reactors for 16 days by aerobic, pH 6-7 and tapioca flour as the main nutrient. Before entering the processing stage, bacteria were prepared for 10 days, Volatile Suspended Solid (VSS) as an indicator of bacterial readiness and pH as a control of bacterial growth. The methods used to measure Pb and Cr are Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) by flame. The results of the textile industry wastewater characteristics PT.X concentration of Pb 22,2428 mg/L and Cr 6,8575 mg/L. The use of MOPM can concentrate Pb 84.21 to 86.15% and Cr 86,48 up to 88.95% from textile industry wastewater.Keywords: microorganism preservation material (MOPM), lead, chromium, textile industry.
STUDI REMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM MERKURI (Hg) MENGGUNAKAN TUMBUHAN TEKI (Cyperus rotundus) Maidi F. Titahena; Abraham Mariwy; S Sunarti
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i2.95-104

Abstract

ABSTRAKFitoremediasi merupakan metode remediasi yang menggunakan tumbuhan untuk mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dalam sampel tanah yang diambil dari Desa Wotay Kecamatan Teon Nila Serua Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sejauh mana tumbuhan teki (C. rotundus) dapat menyerap dan mengalihkan logam berat merkuri. Proses kontak logam merkuri dengan tanah dan tumbuhan teki dalam rumah kaca dilakukan selama 14 hari (reaktor 1) dan 28 hari (reaktor 2). Sampel diuji menggunakan Mercury Analyzer dengan panjang gelombang 253,7 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri (Hg) yang diserap oleh tumbuhan terdapat pada akar sebesar 0,32 ppm dan daun sebesar 0,35 ppm untuk reaktor uji satu, serta pada akar sebesar 0,91 ppm dan daun sebesar 0,16 ppm untuk reaktor uji dua. Berdasarkan perhitungan, faktor biokonsentrasi (BCF) adalah 0,451 (BCF ˂ 1) untuk reaktor uji satu dan 0,568 (BCF ˂ 1) untuk reaktor uji dua. Sementara itu, faktor translokasi (TF) adalah 1,50 (TF > 1) untuk reaktor uji satu dan 0,163 (TF ˂ 1) untuk reaktor uji dua. Oleh karena itu, tumbuhan teki (C. rotundus) dapat diklasifikasikan sebagai tumbuhan eksklunder (dengan nilai BCF ˂ 1), namun masih mengikuti mekanisme fitoekstraksi karena nilai TF > 1.Kata kunci: fitoremediasi, merkuri, C. rotundus, excluder, fitoekstraksi.                                                            ABSTRACTPhytoremediation is a remediation method that uses plants to reduce the concentration of the heavy metal mercury (hg) in the soil samples taken from wotay vilage teon nila serua district, central maluku regency. this study aims to determine the extent to which the nut plant (c. rotundus) can absorb and transfer the heavy metal mercury. the process of contacting mercury metal with soil and sedge plants in the greenhouse was carried out for 14 days (reactor 1) and 28 days (reactor 2). samples were tested using a mercury analyzer with a wavelength of 253.7 nm. the results showed that the concentration of mercury (hg) absorbed by plants was 0.32 ppm in the roots and 0.35 ppm in the leaves for the first test reactor, and 0.91 ppm in the roots and 0.16 ppm in the leaves for the reactor. test two. based on calculations, the bioconcentration factor (bcf) is 0.451 (bcf ˂ 1) for test reactor one and 0.568 (bcf ˂ 1) for test reactor two. meanwhile, the translocation factor (tf) was 1.50 (tf > 1) for test reactor one and 0.163 (tf ˂ 1) for test reactor two. therefore, the nut plant (c. rotundus) can be classified as an exclunder plant (with a bcf value of ˂ 1), but still follows the phytoextraction mechanism because the tf value is > 1.Keywords: phytoremediation, mercury, c. rotundus, excluder, phytoextraction.
ANALISIS METODE ELEKTROKOAGULASI PADA AIR ASAM TAMBANG DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN JARAK ELEKTRODA Ibrahim, Ibrahim; Zulya, Febrina; Azizah, Giska Laksmi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.25-36

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu dampak negatif dari kegiatan pertambangan batubara yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Keberadaan air asam tambang (AAT) di sekitar area tambang memerlukan pengolahan yang baik untuk mencegah terjadinya kerusakan pada lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa salah satu metode pengolahan air limbah yaitu elektrokoagulasi, metode ini diaplikasikan pada pengolahan air asam tambang dengan memberikan perlakuan variasi jarak elektroda (0,5 cm, 1 cm, 2 cm) dan variasi tegangan listrik (12 Volt, 20 Volt, 24 Volt) dengan menggunakan elektroda alumunium (Al) untuk melihat besarnya efisiensi penyisihan dari metode ini terhadap dua parameter yaitu Fe dan Mn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan optimum parameter logam Fe untuk batch 1 dan 2 sebesar 97% pada jarak elektroda 1 cm dengan tegangan listrik 12 Volt, 20 Volt, dan 24 Volt. Parameter Mn menunjukkan efisiensi penyisihan optimum sebesar 99% pada batch 1 pada jarak elektroda 1 cm pada tegangan listrik 24 Volt dan Batch 2 diperoleh efisiensi penyisihan optimum sebesar 99% pada jarak elektroda 0,5 cm pada tegangan listrik 20 Volt.
STRATEGI PENANGANAN SANITASI DI PERMUKIMAN KUMUH DENGAN PENDEKATAN PARTISIPASI STAKEHOLDER (STUDI KASUS KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT) Hutagaol, David Christian; Soewondo, Prayatni; Awfa, Dion; Setiyawan, Ahmad Soleh; Sarli, Prasanti Widyasih; Halomoan, Nico
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.246-257

Abstract

ABSTRAKKebutuhan akan sanitasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan dan mendorong peningkatan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pemerintah kabupaten/kota untuk mengimplementasikan program sanitasi di Indonesia. Kota Bima sebagai lokasi studu dengan permasalahan sanitasi perlu didukung oleh stakeholder. Penelitian ini dapat melengkapi dokumen yang sudah dibuat. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran atau mixed method yang dilakukan secara kualitatif pada metode Stakeholder Analysis (SA) dan metode kuantitatif pada metode Social Network Analysis (SNA). Stakeholder Analysis dilakukan dengan focus group discussion (FGD) sedangkan Social Network Analysis dilakukan berdasarkan kuesioner yang diisi oleh peserta FGD saat acara FGD berlangsung. Hasil rangkaian penelitian di Kota Bima: teridentifikasi 52 stakeholder yang memiliki kepentingan terkait sanitasi di permukiman kumuh; terpetakan ada 8 key actors, 7 important actors, 6 interested actors, dan 9 additional actors ; teridentifikasi 4 influential stakeholders yang juga adalah key actors. Secara umum kekohesifan (density) semua jenis kerja sama pada Kota Bima tidak cukup baik, yaitu 7,7%. Diperlukan peningkatan kerja sama dengan Perusahaan Swasta, Masyarakat, dan Akademisi untuk penanganan sanitasi di permukiman kumuh Kota Bima. Kata kunci: sanitasi, kawasan kumuh, stakeholder analysis, social network analysis, Kota Bima ABSTRACTThe need for sanitation is one of the basic human needs as part of efforts to protect health and encourage economic improvement to increase the capacity of district/city governments to implement sanitation programs in Indonesia. Bima City as a study location with sanitation problems needs to be supported by stakeholders. This research was carried out using mixed methods which were generally carried out qualitatively using the Stakeholder Analysis (SA) method and quantitatively using the Social Network Analysis (SNA) method. Stakeholder Analysis was carried out using a focus group discussion (FGD) while Social Network Analysis was carried out based on a questionnaire filled out by FGD participants during the FGD event. The results of research series in Bima City: identified 52 stakeholders who have an interest in sanitation in slum settlements; there are 8 key actors, 7 important actors, 6 interested actors, and 9 additional actors; there are 4 influential stakeholders who are also key actors. In general, the cohesiveness (density) of all types of cooperation in Bima City is not good enough, namely 7.7%. There is a need to increase cooperation with private companies, communities and academics to handle sanitation in Bima City slums. Keywords : sanitation, slum area, stakeholder analysis, social network analysis, Bima City
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN JENIS PASANGAN ELEKTRODA DALAM PROSES ELEKTROKOAGULASI TERHADAP pH dan TSS AIR ASAM TAMBANG Nugroho, Searphin; Meicahayanti, Ika; Putri, Andini Adi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.37-49

Abstract

Sebagai salah satu limbah dari aktifitas pertambangan batu bara, air asam tambang (AAT) berpotensi membahayakan lingkungan di sekitarnya dikarenakan oleh karakteristiknya seperti nilai pH yang rendah serta mengandung logam-logam berat. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untukAAT ialah elektrokoagulasi, dimana terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas kinerja metode ini dalam mengolah limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel jenis plat dan waktu kontak terhadap kemampuan elektrokoagulasi dalam menetralkan pH dan menurunkan TSS pada AAT. Percobaan pengolahan AAT dilakukan dengan metode elektrokoagulasi dalam skala laboratorium menggunakan variasi plat Al-Al dan plat Al-Fe serta variasi waktu kontak 0, 45, 90, 120, 150, dan 180 menit, dimana setiap variasi plat dilakukan 2 kali pengulangan. Hasil penelitian yang didapatkan ialah baik variasi plat Al-Al maupun Al-Fe mampu menaikkan nilai pH dari keadaan asam menuju kondisi netral, serta mampu menyisihkan parameter TSS dengan sebesar 98% untuk variasi plat Al-Al dan sebesar 95% untuk plat Al-Fe. Untuk pengaruh waktu kontak terhadap nilai pH ialah berupa tren meningkat hingga 120 menit dan selanjutnya terjadi fluktuasi yang rendah, sedangkan pada parameter TSS didapatkan tren penurunan konsentrasi seiring waktu berjalan.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN KEKRITISAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE ENVIRONMENTAL CRITICALITY INDEX (ECI) DI KOTA BANJARBARU Sofyan A. P., Andi Baso; Fadlin, Feri; Insanu, Radik Khairil; Suriani, Lili; Maulana S., Fuad Agung
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.270-283

Abstract

 AbstrakPeningkatan jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan di Kota Banjarbaru diprediksi akan terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian mengenai monitoring perubahan kondisi dan tingkat kerawanan kekritisan lingkungan sangat penting dilakukan di wilayah ini untuk memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan utamanya di wilayah perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan memetakan perubahan kondisi berbagai parameter serta tingkat kerawanan kekritisan lingkungan di Kota Banjarbaru dengan metode Environmental Criticality Index (ECI). Analisis kekritisan lingkungan dengan metode ECI melalui pengolahan data citra penginderaan jauh Landsat 8-9 OLI/ TIRS untuk menghasilkan kondisi berbagai parameter kerawanan kekritisan lingkungan meliputi suhu permukaan wilayah, indeks kerapatan vegetasi, indeks kerapatan bangunan, dan indeks perairan. Di mana berdasarkan penelusuran penulis, kajian kekritisan lingkungan dengan metode ECI memanfaatkan citra Landsat-9 sebagai seri landsat terbaru belum pernah dilakukan utamanya di Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan berbagai parameter kekritisan lingkungan tersebut mengalami perubahan yang cukup dinamis sejak tahun 2014 hingga tahun 2023. Sementara itu, hasil analisis data menggunakan metode ECI menunjukkan luas wilayah dengan tingkat kerawanan rendah mengalami kekritisan lingkungan pada tahun 2023 di Kota Banjarbaru yakni 19.512,5 hektar. Luas wilayah dengan tingkat kerawanan sedang yakni 12.044,2 hektar. Sementara luas wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi mengalami kekritisan lingkungan mencapai 1.365,7 hektar.Kata kunci: Kekritisan lingkungan, metode ECI, Kota Banjarbaru.AbstractThe increase in population and developmental activities in Banjarbaru City is anticipated to continue to rise. Therefore, conducting research on monitoring environmental condition changes and vulnerability levels is crucial in this area to provide essential environmental information necessary for urban development planning and management. The primary aim of this research is to analyze and map changes in various parameters conditions and the level of environmental criticality in Banjarbaru City using the Environmental Criticality Index (ECI) method. The environmental criticality analysis with the ECI method involves processing Landsat 8-9 OLI/ TIRS remote sensing image data to generate different parameters vulnerability levels, including surface temperature, vegetation density index, building density index, and water index. The author notes that environmental criticality studies utilizing Landsat-9 imagery, as the latest Landsat series, have not been primarily conducted in Banjarbaru City before. The research findings indicate dynamic changes in various environmental criticality parameters from 2014 to 2023. Moreover, the analysis results using the ECI method reveal the extent of low vulnerability areas experiencing environmental criticality in 2023 in Banjarbaru City, totaling 19,512.5 hectares. Areas with moderate vulnerability cover 12,044.2 hectares, while those with high vulnerability cover 1,365.7 hectares.Keywords: Environmental criticality, ECI method, Banjarbaru City.