Articles
220 Documents
METODE BIMBINGAN TEMAN SEJAWAT PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK PROSES PRODUKSI I
H. Samsudi Raharjo
TRAKSI Vol 9, No 2 (2009): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.673 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.9.2.2009.%p
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi praktek mahasiswa, melalui penerapanmetode bimbingan teman sejawat, mempersiapkan satu kelompok praktik yang terdiri dari campuranmahasiswa yang berasal dari SMU dan SMK. Metode yang dipakai adalah menggunakan penelitiantindakan kelas, dengan subjek penelitian mahasiswa Fakultas Teknik UNIMUS semester III yangmenempuh mata kuliah praktik proses produksi I. Hasil penelitian menunjukan tidak ada peningkatanyang signifikan terhadap prestasi praktik mahasiswa yang berasal dari SMK dengan yang berasal dariSMU. Namun harapan mahasiswa, metode ini tetap layak untuk diterapkan, terutama mengenai polapembagian kelompok tetap memperhatikan mempertimbangkan latar belakang pendidikan mahasiswa.
PERANCANGAN WIRE ROPE GANTRY CRANE
- Subardi
TRAKSI Vol 11, No 2 (2011): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6335.005 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.11.2.2011.%p
Crane pelabuhan/gantry crane adalah jenis pesawat pengangkat dengan alat angkut untuk memindahkan barang dalam jumlah tertentu dilakukan setelah beban diangkat terlebih dahulu. Sistem pengangkat utama pada crane gantry adalah mekanisme yang mengubah daya dan putaran motor listrik menjadi gaya linier dari pengait, melalui sistem transmisi gaya agar diperoleh putaran yang diinginkan. Mekanisme pengangkat utama meliputi; sistem penjepit peti kemas (spreader), tromol, pully (sheave), motor penggerak, sistem transmisi, sistem pengereman, dan kabel (wirerope). Sistem pengangkat ini menggunakan kabel baja (wire rope) yang salah satu ujungnya dijepitkan dan digulung pada drum, sedang ujung lainnya dipasang pada frame. Crane yang bekerja pada lingkungan yang kering menggunakan tali yang terbuat dari kawat yang cerah (tak berlapis). Tali yang akan digunakan pada tempat yang lembab harus digalvanisir (berlapis-seng) untuk melindungi tali terhadap korosi. Perancangan sistem pengangkat dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan kemampuan wire rope grantry crane.Kata Kunci : Perancangan, Gantry Crane , Wire Rope, Pemilihan Material
STUDI KARAKTERISASI PEMBUATAN OPTICAL PHASA CONDUCTOR PADA KONDISI IKLIM TROPIS INDONESIA
Samsudi Raharjo
TRAKSI Vol 13, No 2 (2013): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.205 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.13.2.2013.%p
Sejalan perkembangan akan urgent demands (tuntutan mendesak) kebutuhan tenaga listrik dan informasi komunikasi khususnya jaringan internet data, sekarang dikembangkan konduktor terintergritas yang dinamakan OPPC (optical phasa conductor). Penelitia.ini sebagai dasar pembuatan kabel OPPC yang digunakan untuk penghantar listrik tegangan ekstra tinggi dan jaringan internet data sekaligus dengan performa handal dan tahan lama. Tujuan penelitian studi karakteristik dan mekanik dari masing-masing material pembentuk konduktorOPPC. Kegiatan percobaan dari variasi material Aluminium dan kabel optik desain konduktor OPPC dengan menganalisa kekuatan mekanik dan karakteristik.Metodologi penelitian menganalisa karakteristik dan sifat mekanik dari material Aluminium dan serat optik sebagai variabel bebas, sedangkan untuk pengujian terdiri dari komposisi kimia, strukturmikro, kekerasan, tarik dan puntir berpengaruh terhadap pengaruh daya hantar kabel, kekuatan menahan beban dan pengaruh interfensi pada peningkatan ampacity pada kabel. Hasil pengujian material kabel OPPC untuk material Aluminium memiliki komposisi kimia 98.99 % wt, ini termasuk jenis Aluminium murni yang ditunjang pengujian metalurgrafi untuk strukturmikro hampir semuanya unsur Al sedangkan kekerasannya 18BHN. Kekuatan tarik 22 kg/mm 2 dan kawat optik 4,5 kg/mmTRAKSI Vol. 13 No. 2 Desember 2013 2. Dari hasil uji puntir material Al sebesar 18,8 kg/mm 2 pada kawat serat optik 3,8 kg/mm2, dantidak terjadi induksi tegangan listrik pada kabel optic, sehingga interferensi bersifat membangun terjadi penjumlahan superposisi dua gelombang.
PENGARUH PROSES SINTERING PADA TEMPERATUR 800?C TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PRODUK GERABAH
Muhammad Rifai;
Sigit Budi Hartono
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2492.208 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p
Untuk membuat produk gerabah, perlu dilakukan dengan menggunakan metode yang baik serta proses pengerjaan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses sintering pada temperatur 800 0C terhadap sifat mekanis pada produk industri gerabah kasongan. Bahan material yang digunakan berupa tanah merah, tanah kuning dan pasir halus. Masing-masing material dikeringkan kemudian disaring sampai didapat ukuran butir 80 mesh, kemudian material di-mixing selama 20 menit dengan proses kering. Produk dibentuk dengan menggunakan cetakan stone gipsum dengan tekanan 15 kg. Sintering produk dilakukan dengan menggunakan tungku listrik (furnace) dengan laju pemanasan 13,3 0C/menit sampai temperatur 800 0C dan ditahan selama 60 menit. Pendinginan dilakukan di dalam furnace sampai pada temperatur suhu ruang 30 0C. Uji bending dengan bentuk balok ukuran (P = 50 mm, L = 3 mm, T = 4 mm) dengan menggunakan standar JIS R 1601 dan untuk kekerasan Rockwell, sampel di-mounting di dalam resin. Pengujian Kekerasan Rockwell pada sampel 1 dan 2 sebesar 20,3 dan sampel 3 sebesar 22,6. Pada ketahanan bending sampel 1 dan 2 sebesar 0,016 dan sampel 3 sebesar 0,05 (kg/mm2).Kata kunci : Sintering, Kekerasan Rockwell, Bending.
ANALISIS HARGA FRACTURE TOUGHNESS DENGAN METODE INDENTASI KEKERASAN VICKERS PADA KERAMIK KAOLIN
Muh Amin
TRAKSI Vol 9, No 1 (2009): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.411 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.9.1.2009.%p
Pengujian Fracture Toughness (K1C) bertujuan untuk mengetahui ketangguhan terhadap retak pada specimen. Metode yang sering dipergunakan adalah Single-Edge Notched Beam (SENB).Pada material yang getas (britle) seperti halnya keramik dapat dicari harga fracture toughnesnya dengan cara pintas yaitu dengan memanfaatkan bekas injakan Vickers pada saat pengujian kekerasan material tersebut. Karena prinsip dasar dari penghitungan harga fracture toughness ini dengan jalan pengamatan panjang retak yang terjadi pada ujung-ujung bekas Vickers HardnessI akibat material getas diinjak dengan indentor Vickers. Dari hasil pengukuran panjang retak tersebutlalu disesuaiakn dengan bentuk crack yang terjadi setelah dipolis dan dengan rumus empiris tertentu dapat dihitung harga fracture toughnessnya. Hasil dari penghitungan harga fracture tersebut adalah hanya pendekatan saja untuk setiap material getas yang perlu diperbandingkan harganya dengan pengujian yang sesungguhnya yaitudengan Metode Single-Edge Notched Beam (SENB) untuk mengetahui seberapa jauh keakuratan metode tersebut apabila diaplikasikan pada material tertentu dalam hal ini keramik kaolin. Pengujian fracture toughness pada spesimen dengan tekanan kompaksi 25 MPa dan suhu sinter 1500oC dengan menggunakan Metode Indentasi Kekerasan Vickers diperoleh harga fracture toughness sebesar 3,12 MPa.m0,5. Sedangkan dengan menggunakan metode Single-Edge Notched Beam (SENB) untuk spesimen yang sama diperoleh harga fracture toughness sebesar (0,32± 0,004) MPa.m0,5.
ALAT BANTU PENDINGINAN FILTER OLI MOBIL
Taufiq Hidayat
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.372 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.9-19
The main function of an oil filter in a car is to filter the oil coming from the charter to be circulated to the engine. The main function of the oil between it is as a lubricant and engine coolant. The engine working temperature is affected by the engine cooling system and the oil function which acts as a cooler. One effort to improve the quality of oil cooling can be done with the addition of cooling aids placed in the oil filter. The purpose of this research is to determine the effectiveness of changes in the working temperature of the engine mounted cooling aids on oil filters. The method used to conduct research is the use of metal and aluminum based tools with the number of fins that are varied. The shape of the tool is a metal sleeve with fin fins that vary in number. The results of the temperature scale under the influence of engine speed in this study is the greatest level of decline with variations in the number of fins of 10oC. Whereas with the use of different materials, a 5oC reduction was obtained in the use of aluminum compared to stainless steels.
PERBAIKAN KUALITAS SPROKET SEPEDA MOTOR LOKAL DENGAN PROSES PACK CARBURISING MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI BATOK KELAPA
Samsudi Raharjo
TRAKSI Vol 6, No 1 (2008): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (8408.6 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.6.1.2008.%p
Sprocket sepeda motor yang berpasangan dengan rantai merupakan salah satu contoh komponen yang beifungsi mentransmisikan daya. Di pasaran beredar beberapa macam produk sprocket sepeda motor mulai dari produk orisinil (buatan Jepang) yang berharga mahal, hinggaproduk - produk non orisinil yang relatif lebih murah. Harga produk orisinil saat ini sekitar sepuluh kali lipat dari harga produk iiruan. Kualitas produk non orisinil pun patut dipertanyakan, melihat perbedaan harga yang cukup besar ini. penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sprocket sepeda motor yang berkualitas tinggi dengan harga relatif murah. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan proses perlakuan permukaan dengun karburisasi padat, dilanjutkan perlakuan panas quench hardening dan tempering pada sprocket non orisinil sehingga kualitasnya mendekati sprocket orisinil. Hasil pengamatan foto struktur pada bagian permukaan menunjukkan fasa mertensit, semakin banyak fasa martensit yang terbentuk menyebabkan tingkat kekerasan semakin tinggisearah dengan meningkatnya variasi waktu tahan. Hasil pengujian kedalaman difusi dan komposisi kimia menunjukkan semakin dalam difusi karbon dan meningkatkan kadar karbon dipengaruhi oleh variasi waktu tahan. Semakin besar waktu tahan semakin besar difusi karbon dan semakin meningkatnya komposisi unsur kimia
PERHITUNGAN PERBANDINGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR-UDARA MESIN TOYOTA CORONA 2000 CC
Arief Rudy Yulianto;
Drs. Ireng Sigit A;
Dini Cahyandari
TRAKSI Vol 12, No 2 (2012): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.795 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.12.2.2012.%p
Sebuah mobil merupakan suatu kendaraan dimana penggeraknyamenggunakan motor (engine) dengan menggunakan bahan bakar berupabensin atau solar. Mulai tahun 1885 sampai dengan tahun 2007 banyak mobil dirancang dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi tersebut. Akan tetapi ada juga sebagian kecil yang telah menggunakan penggerak motor listrik dan tenaga angin. Meskipun demikian, penggunaan bahan bakar bensin maupun solar masih mendominasi konsumsi mesin-mesin kendaraan saat ini. Permasalahan yang terjadi mengenai penggunaan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi, seperti bensin adalah semakin menipisnya cadangan sumber bahan bakar tersebut. Hal ini disebabkan sumber energi tersebut adalah sumber energi yang tidak dapat diperbaharui sehingga lama-kelamaan akan mengalami kelangkaan. Oleh karena itu perlu sekali melakukan penghematan energi dari minyak bumi tersebut. Untuk mengetahui besarnya konsumsi bahan bakar pada sebuah kendaraan dapat dilakukan pengujian dan perhitungan ulang dengan melihat kondisi yang sebenarnya. Dari hasil perhitungan pada Mesin Toyota Corona 2000 CC diperoleh bahwa konsumsi bahan bakar adalah 1 dan 12 untuk udara.Kata Kunci: Konsumsi Bahan Bakar, Mesin Toyota Corona 200 CC
VARIASI UKURAN PASIR CETAK TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK CORAN SCRAP PISTON SEPEDA MOTOR
Sigit Gunawan;
Sigit Budi Hartono
TRAKSI Vol 15, No 1 (2015): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4006.224 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.15.1.2015.%p
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi ukuran besar butir pasir cetak terhadap kekerasan dan kekuatan tarik coran scrap aluminium piston sepeda motor. Aluminium merupakan logam yang ringan (berat jenis 2.56 kg/m3 atau 1/3 berat jenis tembaga) kekuatan tarik maksimum dalam keadaan dingin 17 – 20 kg/cm 2 , dan titik cairnya 660ºC, sedangkan titik didihnya 1800°C. Variabel penelitian adalah besar butir pasir silika. Variasi besar butir pasir silika 140 mesh, 130 mesh, 120 mesh, 110 mesh, dan 100 mesh. Proses pengecoran dilakukan dengan cara mencairkan scrap aluminium piston sepeda motor, dilanjutkan dengan penuangan logam cair dalam cetakan pasir silika dengan tingkat kehalusan pasir 140 mesh, 130 mesh, 120 mesh, 110 mesh, dan 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kekasaran pasir silika menyebabkan kekerasan meningkat tetapi kekuatan tarik cenderung menurun. Kekerasan rata-rata tertinggi 84,90 HB pada 120 mesh, dan kekuatan tarik rata-rata tertinggi 14,92 kg/mm2 pada 130 mesh.
RANCANG BANGUN AWAL MESIN LAS GTAW SEMI OTOMATIS UNTUK PENGELASAN PLAT BAJA
Alaya Fadllu Hadi Mukhammad;
Bambang Setyoko;
Murni .;
Muhammad Amiruddin;
Kevin Kusumo Abdillah;
Rizki Saputra Utama
TRAKSI Vol 18, No 2 (2018): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1372.976 KB)
|
DOI: 10.26714/traksi.18.2.2018.96-108
Proses pengelasan GTAW banyak digunakan untuk industri makanan, pressure vessel,pesawat terbang maintenance dan manufaktur. Parameter-parameter pengelasan GTAWoptimal merupakan salah satu faktor utama untuk menghasilkan lasan yang baik. Akantetapi pada pengelasan manual Beberapa masalah yang timbul pada pengelasan adalahperbedaan tingkat keahlian operator las serta perubahan kondisi fisik dan psikis operatorlas. Tujuan utama rancang bangun ini adalah membuat desain, manufaktur mesin lasGTAW semiotomatis dapat bekerja dengan baik. Ujicoba pengelasan kemudiandievaluasi menggunakan metode visual. Rancang bangun ini terdapat 3 sistem yaitu sistem pengelasan, Sistem Monitoring, Kontrol dan Penggerak Pengelasan GTAW, sistem feeder kawat las(Gambar 3.2 ). Rangka berupa meja ukuran 1x1 m dan terbuat dariprofil hollow baja karbon rendah. Hasil pengujian mesin las dapat bekerja dengan baik.Hasil uji coba pengelasan menunjukkan bahwa .