cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Traksi : Majalah Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 16933451     EISSN : 25799738     DOI : -
TRAKSI (eISSN 2579-9738 / ISSN 1693-3451) adalah Majalah Ilmiah Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dengan cakupan bidang material teknik, konversi energi dan manjfaktur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF 5 PPM ION Cu2+ TERHADAP PERTUMBUHAN KERAK Mg PADA PIPA LAMINER DENGAN LAJU 30 ML/MENIT Vicky Aditya
TRAKSI Vol 19, No 2 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.634 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.2.2019.76-86

Abstract

Current industries, both large and small are still using boiler as generator power. In boilers having complex problems in their operations, what usually happens is that the air supply quality kettles that are less qualified is taken from well, river, sea air that have salts that will become crust in the heat transfer process and the process that goes on in the industry. The purpose of this research was to develop a crust- forming simulator, to understand the mechanism of MgCO3 crust control with the addition of Cu2+ 5 ppm ions in the pipe and to assess crustal morphology. The results obtained during the test by reacting MgCl2 and Na2CO3 using a 300 ppm Mg2+ concentrate solution with the exchange of induction time. The results of this study obtained the induction time without the addition of 24 minutes with a conductivity value of 8522 µS whereas with the addition of Cu2+ 5 ppm the conductivity value was 8636 µS for 30 minutes. The SEM results show that the morphological form of MgCO3 crust which was originally a tomb is an irregular and smaller size.
TEMBAGA - SiO DAN GASOHOL E10 UNTUK MENGURANGI EMISI CO GAS BUANG KENDARAAN Arif Setyo Nugroho
TRAKSI Vol 20, No 1 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.20.1.2020.59-71

Abstract

This study aims to reduce vehicle exhaust emissions namely CO and HC by using Gasolin E10 fuel, which is a mixture of ethanol fuel with a mixture volume of 10% and 90% gasoline and copper-SiO as catalytic converters mounted on the exhaust neck in the form of cavities . The hollow copper is conditioned with SiO and sintering at a temperature of 750oC, serves to open the copper pores wider. The results of the study are using E10 gasohol fuel and installation of copper-SiO as a catalytic converter can reduce CO so that the amount decreases. HC levels also decrease in vehicle exhaust emissions. CO2 emissions in E 10 gasohol fuels are higher than gasoline fuels. This is influenced by combustion approaching complete combustion, so that CO and HC emissions are reduced. CO2 is increased because the CO and HC emission gases are burning into carbon dioxide. The installation of a copper-SiO catalyst as a catalytic converter is very effective, marked by the lack of CO and HC. But CO2 in the level of exhaust emissions rises both using premium fuel and E 10 gasohol fuel.
METODE PERHITUNGAN CRITICAL COMPONENT LIFETIME PREDICTION DAN KEANDALAN DENGAN MENGGUNAKAN WEIBULL PADA COAL HAULER TRUCK Rubijanto Juni Pribadi
TRAKSI Vol 20, No 1 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.20.1.2020.24-44

Abstract

Kebutuhan akan transportasi material dalam industri pertambangan batubara harus efisien dan tangguh, salah satu transportasi material yang digunakan adalah Coal hauler truck. Coal hauler truck adalah jenis heavy duty dump truck yang sangat besar yang digunakan untuk mengangkut batubara yang sudah selesai di tambang menujur port (dermaga) di medan yang kasar, dan kadang-kadang jalan umum. Daerah tambang yang tidak beraturan adalah tempat Coal hauler truck beroperasi, oleh karena itu Coal hauler truck harus tetap dalam kondisi performa yang bagus agar dapat bekerja dengan maksimal. Dengan tujuan memaksimalkan produksi diperlukan juga maintenance yang tepat untuk memaksimalkan performa yang maksimal dari Coal hauler truck.Penelitian ini menggunakan metode tabel weighting untuk menentukan komponen kritis pada Coal hauler truck dan metode Weibull untuk menganalisi keandalan setiap komponen kritis. Untuk menentukan prediksi umur dari setiap komponen kritis menggunakan rusmus Mean Time To Failure(MTTF). Dengan mengetahui prediksi umur setiap komponen kritis maka dapat disusun jadwal periodic maintenance sehingga dapat mengurangi downtime akibat waiting part pada coal dump truck.Hasil pengujian menggunakan tabel weighting diperoleh komponen paling kritis adalah komponen coupling cone dengan nilai MTTF 9553 jam dan keandalan saat MTTF sebesar 0,53 atau 53%. Maka komponen coupling cone dilakukan periodic maintenance pada PS-2 di HM 9500 dan 19000.
Perhitungan Turbin Air Mikrohidro Tipe Cross-Flow Kapasitas 2.500 WATT Firmansyah Azharul; Asep Dharmanto; Wilarso Arso
TRAKSI Vol 20, No 1 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.042 KB) | DOI: 10.26714/traksi.20.1.2020.45-58

Abstract

Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dapat menghasilkan daya s/d 2.500 Watt. Mesin dirancang untuk mampu dioperasikan dengan mudah, dan perawatan yang murah. Jenis turbin yang dipilih adalah turbin air Cross-Flow untuk head rendah. Turbin beroperasi pada tekanan impuls, dimana energi potensial air diubah menjadi energi kinetik melalui nozel untuk mendorong sudu-sudu depan turbin. Turbin jenis ini memiliki umur pakai yang tahan lama, murah investasinya, murah biaya operasinya, mudah dibongkar pasang, tidak merusak lingkungan dan bebas limbah. Turbin dirancang berdasarkan data hasil survey lapangan, yaitu;  Head (H)= 1,85 m; Debit air (Q)=0,2  m3/s; Putaran turbin (rencana) (n)= 214 rpm; Efisiensi turbin (rencana )(ηt)= 68%; Massa jenis air (ρ)= 997.8 kg/m3.  Dari hasil perhitungan, didapat spesifikasi rancangan turbin Cross-Flow sebagai berikut : Tinggi air jatuh (H) = 1,85 m; Debit air (Q) = 0,2 m3/s; Efisiensi turbin (rencana) (ηt) = 68%; Daya (N) = 2,497 kW; Putaran (n) =214 rpm; Kecepatan spesifik (ns) = 770,4138831 rpm; Diameter sudu jalan (DL) = 0,40 m; Diameter naff (Dn) = 0,035 m; Lebar sudu pengarah (B) = 0,032 m; Jumlah sudu jalan = 26 buah.
ALAT BANTU SISTEM PENDINGINAN PADA ENGINE taufiq hidayat
TRAKSI Vol 20, No 1 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.888 KB) | DOI: 10.26714/traksi.20.1.2020.1-11

Abstract

Guna menjaga suhu msein pada rentang 80oC-90oC maka keberadaan sistem pendinginan paksa yang di sebuah mesin otomotif sangatlah mutlak. Komponen komponen yang ada pada sistem pendinginan adalah thermostat, radiator, kipas, sensor dan pumpa air centrifugal. Baik buruknya pendinginan dipengaruhi oleh kipas dan kondisi radiator. Permasalahan utama muncul manakala kondisi radiator kator. Bebarapa solusi yang bisa ditawarkan adalah pembersihan kerak, pemakaian coolant radiator dan inovasi saluran.  Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendinginan atau radiator adalah pemanfaatan saluran bersirip yang diletakkan di saluran pra radiator. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas perubahan suhu kerja  mesin yang dipasang alat bantu pendingin. Metode yang dipergunakan untuk melakukan penelitian adalah penggunaan alat bantu berbahan logam dan aluminium dengan jumlah sirip yang divariasakan (enam dan sebelas). Bentuk alat bantu tersebut adalah selongsong//pipa dengan sirip siirip yang divariasikan bahan dan jumlahnya. Hasil dari penelitian ini adalah adanya kemanfaatan penggunaan sirip. Berbahan logam jumlah sirip  11 penurunannya sebesar 6.7% sedangkan jumlah sirip 6 penurunannya mencapai 6.3%. Pada penggunaan bahan dari aluminium dengan jumlah sirip 11 menunjukkan penurunan sebesar 12.5% sedangkan jumlah sirip 6 sebesar 6.3%. Sedangkan pengaruhnya terhadap radiator dalam proses pendinginan. Pada  bahan logam sirip 11 penurunannya mencapai 22.2 % pada 1250 rpm, pada sirip yang berjumlah 6 penurunannya mencapai 22.2% pada puran mesin 1250 rpm. Pada pemakaian sirip berbahan non logam (aluminium) jumlah sirip 11 penurunannya mencapai 29.4% pada putaran mesin 2000 rpm sedangkan pada jumlah sirip 6 mencapai 27.4%. pada 1750 rpm. 
ANALISA KINERJA ALAT PENUKAR KALOR JENIS SHELL AND TUBE PADA PENDINGIN OIL RETURN BEARING jainal Arifin
TRAKSI Vol 20, No 1 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.36 KB) | DOI: 10.26714/traksi.20.1.2020.12-23

Abstract

PT. PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang Kelistrikan, mulai  dari  pembangkitan  energi listrik, transmisi,  dan distribusi ke pelanggan maupun untuk melayani fasilitas umum seperti penerangan jalan yang ada diwilayah Kalimantan selatan maupun Kalimantan tengah. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam yang terletak di Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan, merupakan Unit Pembangkit PT PLN (Persero) yang menggunakan tenaga uap untuk produksi listriknya.Metode observasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara  langsung  terhadap  objek  yang  diteliti  dalam  hal  ini  adalah  bearing Turbin No1 pada Unit 4 PLTU Asam-Asam dan mengamati Alat Penukar Kalor. Kemudian dilanjutkan Pengumpulan data, yang dilakukan adalah dengan mendata dan mencatat seluruh media yang menjadi objek penelitian. Data-data yang diperlukan antara lain temperatur masuk dan keluar air dalam Alat Penukar Kalor dan Oil Return Bearing, temperatur  masuk dan keluar oli dalam mesin pendingin, spesifikasi mesin pendingin, data bearing turbin no 1 serta data lain yang mendukung penyusunan penelitian.Hasil Penelitian yang dilakukan pada sistem pendinginan bearing turbin yang bekerja kurang maksimal disebabkan beberapa faktor  diantaranya ialah faktor pengotoran pada alat penukar kalor dan mengakibatkan laju aliran air melewati tube terhambat kemudian temperatur pendingin bearing turbin antara  70oC sampai 75oC yang seharusnya 50oC sampai 60oC yang mana koefisien perpindahan panas 47,1 Btu/hr temperatur dari oli diperoleh panas spesifik 156.7862 lb/hr dan gaya gesek pada journal bearing sebesar 0,0887 N, nilai efesiensi 34,62 % apabila dibandingkan pada saat komisioning sebesar 55,05 % tentu nilai rata-rata efisiensi ini sudah menurun.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG SAGU TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PLASTIK PADA PROSES DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK Muhamad Fajar Sidiq
TRAKSI Vol 20, No 2 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.20.2.2020.93-106

Abstract

Plastic yang digunakan saat ini merupakan polimer sintetik, terbuat dari minyak bumi (non-revewable) yang tidak dapat terdegredasi oleh mikroorganisme di lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pembuatan plastic biodegredible dengan mencampur plastik sintetis dengan polimer alam. Tepung sagu/tepung aren adalah pati dari pohon sagu yang merupakan bahan baku dari pembuatan plastic biodigredible atau plastic yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme dan terurai lebih cepat dari plastic sintetis biasa dan yang lebih penting lagi adalah menambah sifat mekanis menjadi lebih besar lagi.Maka dari  itu penulis membuat penelitian tentang penambahan tepung sagu sebagai bahan baku komposit plastik polipropilen. yang akan diuji dengan metode pengujian tarik, kekerasan, dan bending. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yang terdiri dari empat variasi yaitu perbandingan : 100%:0%, 95%:5%, 90%:10%, dan 85%:15% .Hasil penelitian ini yaitu rata-rata kekuatan tarik komposit 100%:0% sebesar 12,38 MPa, rata-rata kekuatan tarik komposit 95%:5% sebesar 12,92 MPa, rata-rata kekuatan tarik komposit 90%:10% sebesar 12,78 MPa. rata-rata kekuatan tarik komposit 85%:15% sebesar 16,29 MPa. Rata-rata kekuatan impak komposit 100%:0% sebesar 0,035 J/mm², rata-rata kekuatan impak komposit 95%:5% sebesar 0,047 J/mm², rata-rata kekuatan impak komposit 90%:10% sebesar 0,046 J/mm², rata-rata kekuatan impak komposit 85%:15% sebesar 0,044 J/mm².Rata-rata kekuatan bending komposit 100%:0% sebesar 16,92 MPa, rata-rata kekuatan bending komposit 95%:5% sebesar 24,31 MPa, rata-rata kekuatan bending komposit 90%:10% sebesar 16,46 MPa, rata-rata kekuatan bending komposit 85%:15% sebesar 18,07 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposit 95%:5% memiliki kekuatan impak, dan kekuatan bending lebih tinggi jika dibandingkan dengan komposit yang lain, walaupun di pengujian tarik masih lebih tinggi komposit 85%:15%.
PENGUJIAN SIFAT MEKANIK IMPLAN PLATE DAN SEKRUP FIKSASI INTERNAL TULANG FEMUR DARI MATERIAL HIDROKSIAPATIT BOVINE DAN POLIMER BIODEGRADASI MENGGUNAKAN PRINTER 3D Solechan ST MT
TRAKSI Vol 21, No 1 (2021): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.21.1.2021.27-37

Abstract

AbstrakKecelakan lalu lintas di Jawa Tengah menyumbang patah tulang atau fraktur 1.770 orang. Patah tulang yang sering terjadi pada bagian tulang femur atau paha. Pemulihan tulang femur retak atau fraktur mengunakan fiksasi internal plate dan sekrup. Implan plate dan sekrup dari logam memiliki kekurangan pada migrasi implan, ketidaknyamanan, nyeri, alergi, dan biaya yang besar. Dari kekurangan itu, sekarang dikembangkan material polimer biodegradasi. Kelebihan tanpa pengambilan pasca penyembuhan tulang, mengurangi biaya operasi, traumatik pasien, nyaman, dan tanpa nyeri, tetapi memiliki kekurangan pada kekuatan mekanis rendah dan kurang presisi. Dari latar belakang diatas, riset difokuskan pada pembuatan implan plate dan sekrup presisi tinggi dari data image CT-Scan pasien menggunakan mesin print 3D pada aplikasi tulang femur. Metode penelitian menggunakan metode screw extrusion untuk pembuatan filamen printer 3D untuk membuat implan fiksasi internal plate dan sekrup. Material yang digunakan PLLA, PLC, HA bovine dan PLA dengan pengujian sifat mekanik. Hasilnya untuk komposisi campuran filament biodegradasi untuk filamen yang paling optimal dimiliki specimen uji kode F1 dengan presentase kandungan polimer sintesis dan Ha Bovine 80:20. Densitas dan porositas terbaik dimiliki oleh spesimen uji kode F1/300N. Densitas  0,365 g/cm3 dengan porositas 2,750% menjadikan kekuatan tekuk lebih baik dan degrdasi materia llebih lama. Temperatur melting (Tm) yang sesuai dengan mesin printer 3D yaitu kode spesimen uji F3 pada temperatur melting 305˚C. Sehingga specimen uji ini support terhadap mesin printer 3D
Kajian Biomekanika Model Matematis Tari Gandrung Banyuwangi Nurida Finahari; Gatut Rubiono
TRAKSI Vol 20, No 2 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.20.2.2020.107-121

Abstract

Tari Gandrung Banyuwangi merupakan tari daerah yang memiliki karakteristik gerak yang rancak atau dinamis. Tari ini memiliki beberapa ragam gerakan tubuh yang membutuhkan keahlian dan kondisi fisik penari yang memadai untuk penampilannya. Kajian biomekanika tari di Indonesia belum banyak dilakukan, khususnya jika ditinjau dari segi mekanika gaya. Tari Gandrung memiliki kemiripan gerak dengan tari Balet jika diacu pada posisi kaki dan tangan. Kajian mekanika gaya tari Gandrung dapat dianalogikan dengan kajian tari Balet. Artikel ini menunjukkan alur pikir penyusunan model matematis tari Gandrung Banyuwangi sebagai bentuk kajian biomekanika. Penyusunan model matematis dilakukan dengan dasar bahwa tari Gandrung memiliki gerak yang melandaskan berat badan pada tapak kaki bagian depan (jinjid). Hal ini akan menghasilkan perubahan keseimbangan tubuh akibat gaya reaksi permukaan lantai sebagai bentuk gaya-gaya aksi yang mengarah pada tubuh penari. Pemodelan hanya dilakukan untuk posisi ‘ngeber’ dan posisi’ pundakan’, yaitu dua posisi yang banyak ditemukan dalam tari Gandrung Banyuwangi. Model matematis disusun menggunakan prinsip keseimbangan gaya yang mengacu pada hukum kedua Newton. Gaya-gaya reaksi yang terjadi selanjutnya disusun dalam sebuah persamaan matematis sebagai persamaan umum yang menggambarkan beban biomekanika tari Gandrung Banyuwangi yang dialami tubuh penari. Analisis masih didasarkan pada kondisi statis sesaat.
Pengaruh Penambahan Mn 1,3% dan Quenching Pada Besi Cor Kelabu Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Gunawan Dwi Haryadi; Dwi Basuki Wibowo; Sumar Hadi Suryo; Budi Setiyana; I.M.W EKAPUTRA
TRAKSI Vol 21, No 1 (2021): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.21.1.2021.38-55

Abstract

Besi cor kelabu merupakan salah satu material yang paling sering digunakan karena mudah dibentuk dalam bentuk rumit, proses pembuatan yang mudah, mudah dalam proses pemesinan, dan harganya yang relatif murah. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan unsur mangan dan proses quenching terhadap nilai kekerasan dan perubahan struktur mikro yang terbentuk. Karakteristik dari besi cor kelabu ditentukan oleh kadar karbon yang terdapat di dalam struktur pembentuknya. Untuk meningkatkan sifat mekanis, besi cor kelabu dapat ditambahkan unsur paduan lain yang sesuai, salah satunya adalah unsur mangan. Unsur mangan dapat meningkatkan kekerasan besi cor kelabu. Selain penambahan unsur paduan lain, untuk meningkatkan sifat mekanis besi cor kelabu dapat dilakukan dengan proses perlakuan panas quenching. Penambahan unsur mangan sebesar 1,3% ini dilakukan ketika proses pengecoran besi cor kelabu dilakukan dengan metode open ladle. Mangan disebut sebagai unsur penstabil austenite penggalak pearlite Unsur mangan dapat menurunkan temperatur eutectoid yang mengakibatkan kisaran austenite meningkat, sehingga fase yang dominan terbentuk adalah pearlite. Besi cor kelabu terbentuk akibat pendinginan lambat ketika proses pengecoran, sehingga laju pendinginan lambat ini mengakibatkan fase austenite cenderung berubah membentuk pearlite.. Proses quenching dilakukan untuk melihat adanya perubahan fase yang terjadi. Pemanasan pada suhu 9000C mengakibatkan karbon terdifusi untuk membentuk struktur lain ketika dipanaskan, selanjutnya dilakukan proses pendinginan cepat menggunakan media air. Hasil pengujian kekerasan pada spesimen, terlihat kekerasan tertinggi dimiliki besi cor kelabu Fc-25 dengan Mn 1,3% setelah quenching sebesar 433,943 kg/mm2, dibandingkan dengan tanpa perlakuan memiliki kekerasan sebesar 224,336 kg/mm2. Pada spesimen besi cor kelabu Fc-25 setelah quenching memiliki kekerasan sebesar 173,743 kg/mm2, dibandingkan dengan tanpa perlakuan memiliki kekerasan sebesar 153,221 kg/mm2. Hasil yang didapatkan dari pengujian ini adalah unsur mangan dan proses quenching dapat meningkatkan nilai kekerasan dari spesimen pengujian.