cover
Contact Name
Nanang Hoesen
Contact Email
admin@esensijournal.com
Phone
+6221-47868800
Journal Mail Official
support@ibn.ac.id
Editorial Address
Jl. Pulomas Timur 3A, Blok A no 2, Kayu Putih, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13210
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 29641764     DOI : https://doi.org/10.56943
Core Subject : Education, Social,
Jurnal yang berfokus pada bidang komunikasi massa, komunikasi pemasaran, digital media serta bidang keilmuan lain yang terkait komunikasi. Menerbitkan hasil penelitian, komentar atau kritik terhadap fenomena sosial yang terjadi saat ini dan ulasan novel secara ilmiah.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No.2 (2025)" : 8 Documents clear
Peran Public Relations Menangani Keluhan Pelanggan Perumahan Kyra Residence 3 Bekasi Azahari, Helmi
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.359

Abstract

This study aims to determine the communication strategy employed by the Public Relations department of PT Purnama Mulia Properti in handling customer complaints at Kyra Residence 3, Bekasi, West Java, using the concept of Excellence Theory in Public Relations. Mapping of customer complaints is carried out based on the Situational Theory of Publics. This theory can identify the public, allowing it to create public categories based on the communication behaviour of individuals and the effects of communication received by those individuals. Customer complaints often arise due to construction delays, technical issues, and limited facilities. The analysis was conducted using the POAC method (Planning, Organising, Actuating, Controlling) and the SERVQUAL model (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy). The study's results found that PT Purnama Mulia Properti's Public Relations applies the concept of Excellence Theory of Public Relations through responsive, empathetic, and transparent communication on digital channels, with a quick response as an effort to mitigate the negative impact of its services on customers. POAC is reflected in structured planning, team coordination, solution-oriented actions, and evaluation. Meanwhile, SERVQUAL highlights responsiveness and empathy as the strongest dimensions. Effective complaint handling has been proven to enhance a company's image and foster increased customer loyalty. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi Public Relations PT Purnama Mulia Properti dalam menangani keluhan pelanggan di Kyra Residence 3 Bekasi, Jawa Barat dengan menggunakan konsep Excellence Theory of Public Relations. Pemetaan keluhan pelanggan dilakukan berdasarkan Situational Theory of Publics. Teori ini dapat  mengidentifikasi publik sehingga dapat membuat kategori publik berdasarkan perilaku komunikasi dari individu dan efek komunikasi yang diterima individu tersebut. Keluhan pelanggan terjadi akibat keterlambatan konstruksi, masalah teknis, dan keterbatasan fasilitas. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan model SERVQUAL (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Public Relations PT Purnama Mulia Properti menerapkan konsep Excellence Theory of Public Relations berupa komunikasi yang responsif, empatik, dan transparan melalui saluran digital, dengan tanggapan yang cepat sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif layanan kepada pelanggan. POAC tercermin dalam perencanaan terstruktur, koordinasi tim, tindakan berorientasi solusi, dan evaluasi. Sementara SERVQUAL menyoroti responsivitas dan empati sebagai dimensi terkuat. Penanganan keluhan yang efektif terbukti memperkuat citra perusahaan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Pengaruh Harga Iklan dan Kemasan Berita Terhadap Persepsi Positif Pengiklan Dalam Program Berita di PT Lativi Media Karya (tvOne) sudinta, heru
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.362

Abstract

The transition from analog to digital broadcasting has made competition for advertising increasingly competitive. Even Television Commercials (TVCs) now have to compete with the local television market, which is cheaper than national television. The study was conducted at the television station tvOne by analyzing the influence of advertising prices and news packaging on the positive perception of advertisers in news programs. This study uses a quantitative research method with 3 variables, namely 2 independent variables (advertising prices and news packaging), and a dependent variable (Advertiser Perception). The population of this study was 120 advertisers, Marketing Agencies, Political Figures, Regional Heads, Lecturers, and Entrepreneurs who had advertised in news programs during 2023-2024. Data analysis was carried out using SPSS software version 13.00. The results showed that the Advertising Price variable influenced Advertiser Positive Perception with a coefficient of determination of 3.9%. News packaging also influenced Advertiser Positive Perception with a coefficient of determination of 13.9%. Together, the Advertising Price and news packaging variables also have an influence on the Advertiser's Positive Perception variable, with a combined determination coefficient of 14.1%. Conclusion that Advertising Price and news packaging together are able to explain 0.141 or equal to 14.1% of the variation in Advertiser's Positive Perception, while the remaining 0.839 or equal to 83.9% is explained by other factors not included in this study. This proves that the Advertising Price and news packaging variables have an influence on Advertiser's Positive Perception of News Programs at tvOne. Peralihan siaran analog ke digital membuat persaingan dalam memperoleh iklan juga semakin kompetitif. Bahkan Television Commercial (TVC) kini harus bersaing dengan pasar televisi lokal yang harganya lebih murah daripada televisi nasional. Penelitian dilakukan di stasiun televisi PT. Lativi Media Karya (tvOne) dengan menganalisa pengaruh harga iklan dan kemasan pemberitaan terhadap persepsi positif pemasang iklan di program acara berita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan 3 variabel, yaitu 2 variabel bebas/independen (harga iklan dan kemasan pemberitaan), dan variabel terikat/dependen (Persepsi Pemasang Iklan). Populasi penelitian ini adalah 120 pemasang iklan, Marketing Agency, Tokoh Politik, Kepala Daerah, Dosen, dan Pengusaha yang pernah memasang iklan di program berita selama tahun 2023-2024. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 13.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Harga Iklan berpengaruh terhadap Persepsi Positif Pemasang Iklan dengan koefisien determinasi sebesar 3,9%. Kemasan pemberitaan juga berpengaruh terhadap Persepsi Positif Pemasang Iklan dengan koefisien determinasi sebesar 13,9%. Secara bersama-sama, variabel Harga Iklan dan kemasan pemberitaan juga memiliki pengaruh terhadap variabel Persepsi Positif Pemasang Iklan, dengan koefisien determinasi gabungan sebesar 14,1%. Dapat disimpulkan bahwa Harga Iklan dan kemasan pemberitaan secara bersama-sama mampu menjelaskan 0,141 atau sama dengan 14,1% variasi dalam Persepsi Positif Pemasang Iklan, sementara sisanya 0,839 atau sama dengan 83,9%% dijelaskan oleh factor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hal in membuktikan bahwa variabel Harga Iklan dan kemasan pemberitaan mempunyai pengaruh terhadap Persepsi Positif Pemasang Iklan Program Berita di PT. Lativi Media Karya (tvOne)
Pengaruh External relations dan Publisitas Media Sosial Terhadap Citra PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) Fantini, Endah
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.363

Abstract

This study aims to analyze the extent to which Metro TV's external relations and social media publicity activities influence its corporate image. Metro TV is one of Indonesia's leading news television stations, which must maintain a positive image amidst intense competition in the television industry. In the digital era, people rely not only on television but also on social media for news and interaction. The research method used is quantitative with a descriptive approach. Data were obtained through questionnaires distributed to students who had participated in a comparative study program at Metro TV. A total of 100 respondents were analyzed, selected using non-probability sampling techniques, specifically accidental sampling. Data analysis was performed using SPSS software version 26.00. The results showed that external relations variables have a positive and significant influence on corporate image, with a coefficient of determination of 0.757 or 75.7%. Social media publicity also has a positive and considerable influence on corporate image, with a coefficient of determination of 0.828 or 82.8%. Collectively, the independent variables of external relations and social media publicity have a significant influence on the dependent variable of corporate image, with a combined coefficient of determination of 0.846 or 84.6%. This indicates that external relations and social media publicity together can explain 84.6% of the variation in corporate image, while the remaining 15.4% is explained by other factors not covered in this study. This demonstrates that external relations and social media publicity significantly impact Metro TV's corporate image. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana pengaruh kegiatan ubungan eksternal dan publisitas media sosial yang dilakukan Metro TV terhadap citra perusahaan. Metro TV merupakan salah satu stasiun televisi berita di Indonesia yang harus menjaga citra positif di tengah persaingan industri pertelevisian yang ketat. Di era digital, masyarakat tidak hanya mengandalkan televisi tetapi juga media sosial untuk berita dan interaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa yang pernah mengikuti program studi banding di Metro TV. Sebanyak 100 responden dianalisis, dipilih menggunakan teknik non-probability sampling, khususnya accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel hubungan eksternal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra perusahaan dengan koefisien determinasi sebesar 0,757 atau 75,7%. Publisitas media sosial juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra perusahaan dengan koefisien determinasi sebesar 0,828 atau 82,8%. Secara kolektif, variabel independen hubungan eksternal dan publisitas media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen citra perusahaan, dengan koefisien determinasi gabungan sebesar 0,846 atau 84,6%. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan eksternal dan publisitas media sosial secara bersama-sama dapat menjelaskan 84,6% variasi citra perusahaan, sementara 15,4% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dicakup dalam penelitian ini. Hal ini membuktikan bahwa hubungan eksternal dan publisitas media sosial memiliki pengaruh terhadap citra perusahaan Metro TV.
Framing tvOne Mengenai Peran Kepolisian dalam Perlindungan Anak pada Program Apa Kabar indonesia Siang Berita 'Kapolres Ngada Cabuli Anak di Bawah Umur' Hutagalung, Maasyithah
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.365

Abstract

This research aims to determine the framing of tvOne on the program Apa Kabar Indonesia Siang regarding the role of the police in child protection in the news 'The Case of the Ngada Police Chief Molesting a Minor. This research method is qualitative with Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki framing analysis. The object of this research is the program Apa Kabar Indonesia Siang tvOne on the news about the case of the Ngada Police Chief molesting a child on March 12, 2025, totaling three news, and March 13, 2025 totaling two news. The conclusion of the study found that tvOne on the Program Apa Kabar Indonesia Siang news 'The Case of the Ngada Police Chief Molesting a Minor' directs a message to the public that the government through the police, in this case the Ngada Police Chief, AKBP Fajar Widyadharma, has not carried out the role, duties and responsibilities of the police optimally because the police who should protect and care for the community, including children, instead damage it by committing criminal acts of molestation against minors. Even though there are responsible efforts from the police in the form of sanctions of Giving Without Honor (PTDH), the responsibility for police duties is carried out after a criminal incident has occurred and there has not even been any news of a prison sentence for the perpetrator, Ngada Police Chief, AKBP Fajar Widyadharma Penelitian ini bertujuan mengetahui framing tvOne pada program Apa Kabar Indonesia Siang mengenai peran kepolisian dalam perlindungan anak pada berita ‟Kasus Kapolda Ngada Cabuli Anak di Bawah Umur. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Objek penelitian ini adalah program Apa Kabar Indonesia Siang tvOne pada berita mengenai kasus Kapolda Ngada mencabuli anak tanggal 12 Maret 2025 sejumlah tiga berita, dan 13 Maret 2025 sejumlah dua berita. Kesimpulan penelitian menemukan bahwa tvOne pada Program Apa kabar Indonesia Siang berita ‘Kasus Kapolres Ngada Cabuli Anak di Bawah Umur’ mengarahkan pesan kepada publik bahwa pemerintah melalui kepolisan, dalam hal ini Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma, belum melaksanakan peran, tugas dan tanggung jawab kepolisian secara maksimal karena kepolisian yangseharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, termasuk anak-anak, malahan merusak dengan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Walaupun ada upaya bertanggung jawab dari pihak kepolisian berupa sanksi Pemberian Tanpa Dengan Hormat (PTDH) namun tanggung jawab terhadap tugas kepolisian dilakukan setelah ada kejadian kriminal yang bahkan belum terdengar ada sanksi penjara terhadap pelaku, Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma.
Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Toko Kopi Tuku Cipete Levi, Miriam; Hasanah, Aulia
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.368

Abstract

This study aims to analyze the influence of brand image and service quality on customer satisfaction at Toko Kopi Tuku Cipete. The background of this research is the increasing competition in Indonesia’s local coffee industry, which drives businesses to optimize the strategies of brand image and service quality to reach customer satisfaction. This study is based on the grand theory of behaviorism, which emphasizes that consumer behavior is influenced by external stimuli, such as brand image and service quality, which then elicit responses in the form of satisfaction. The relationship between these variables is also supported by previous research by Monika Dwi Kristianta & Asminah Rachmi, which shows that brand image has a significant effect on consumer satisfaction, as well as research by Fitria Ariyani & M. Yusuf Kurniawan, which proves that service quality also directly increases satisfaction. The results show that brand image has a positive effect on customer satisfaction with a coefficient of +0.354, while service quality also has a positive effect with a coefficient of +0.253. The coefficient of determination value of 70.3% indicates the contribution of both variables to customer satisfaction, with a significant influence both partially and simultaneously (Sig. < 0.05). In conclusion, the stronger the brand image and the better the service quality, the higher the customer satisfaction. This study recommends that local coffee businesses maintain consistency between brand communication strategies and service quality to sustain competitiveness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Toko Kopi Tuku Cipete. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya persaingan industri kopi lokal di Indonesia, yang mendorong pelaku usaha untuk mengoptimalkan strategi terkait citra merek dan kualitas pelayanan untuk mencapai kepuasan konsumen. Penelitian ini dilandasi oleh grand theory behavioristik yang menekankan bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh stimulus eksternal, seperti citra merek dan kualitas pelayanan, yang kemudian memunculkan respons berupa kepuasan. Keterkaitan antar variabel ini juga didukung oleh penelitian sebelumnya dari Monika Dwi Kristianta & Asminah Rachmi yang menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, serta penelitian Fitria Ariyani & M. Yusuf Kurniawan yang membuktikan bahwa kualitas pelayanan turut meningkatkan kepuasan secara langsung. Hasil analisis menunjukkan citra merek berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen dengan koefisien +0,354, sedangkan kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dengan koefisien +0,253. Nilai koefisien determinasi sebesar 70,3% menunjukkan kontribusi kedua variabel terhadap kepuasan konsumen, dengan pengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan (Sig. < 0,05). Kesimpulannya, semakin kuat citra merek dan semakin baik kualitas pelayanan, maka kepuasan konsumen akan meningkat. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha kopi lokal menjaga konsistensi antara strategi komunikasi merek dan kualitas pelayanan untuk mempertahankan daya saing.
Revolusi Branding di Dunia Metaverse Modern Gunarso, Sandy
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.369

Abstract

This study analyzes the transformation of branding strategies in line with the development of the metaverse as an integrated immersive digital ecosystem. The discussion focuses on the reconfiguration of the relationship between brands and audiences when interactions take place in three-dimensional spaces, are grounded in virtual identities, and are supported by decentralized platforms. In this context, the metaverse is understood as an environment that enables dynamic engagement, multisensory narrative flows, and persistent worlds that position brands as symbolic systems continuously negotiated through user participation. The study highlights a shift from visually oriented, one-way branding toward a paradigm of experience, participation, and co-creation, in which audiences play a greater role in the production and legitimation of brand meaning. At the same time, the research identifies critical issues such as data governance and ethics, technological infrastructure readiness, and organizational capabilities in managing change. Overall, the findings indicate the need to renew branding strategy frameworks so that brands remain relevant and competitive within an evolving virtual landscape. Penelitian ini menganalisis transformasi strategi penjenamaan seiring berkembangnya metaverse sebagai ekosistem digital imersif yang terintegrasi. Fokus pembahasan diarahkan pada konfigurasi ulang relasi antara merek dan audiens ketika interaksi berlangsung dalam ruang tiga dimensi, berbasis identitas virtual, dan ditopang oleh platform terdesentralisasi. Dalam konteks tersebut, metaverse dipahami sebagai lingkungan yang memungkinkan keterlibatan dinamis, alur naratif multisensori, serta dunia persisten yang menjadikan merek sebagai sistem simbolik yang terus dinegosiasikan melalui partisipasi pengguna. Kajian ini menyoroti pergeseran dari penjenamaan yang berorientasi pada tampilan visual dan komunikasi satu arah menuju paradigma pengalaman, partisipasi, dan ko-kreasi, sehingga audiens memiliki peran lebih besar dalam produksi dan legitimasi makna merek. Di saat yang sama, penelitian mengidentifikasi isu-isu kritis seperti tata kelola dan etika data, kesiapan infrastruktur teknologi, serta kapabilitas organisasi dalam mengelola perubahan. Secara keseluruhan, temuan penelitian mengindikasikan perlunya pembaruan kerangka strategi penjenamaan agar merek tetap relevan dan kompetitif dalam lanskap virtual yang terus berkembang  
Pemaknaan Tagline ‘Make It Real’ dalam Iklan Handphone Realme Versi ‘Kebaikan Ramadhan’ Pintoko, Wahyu Wary
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.371

Abstract

This study aims to analyze the interpretation of the tagline “Make It Real” in the Realme Ramadan advertisement through Charles Sanders Peirce's semiotic approach. Realme, as a leading smartphone brand, has successfully increased its market share through effective marketing strategies, including the use of advertisements that are relevant to the culture and values of society. The "Ramadan Kindness" (Kebaikan Ramadhan) advertisement, featuring the tagline “Make It Real”, does not only promote the product but also builds a positive brand image aligned with religious values. The results of the semiotic analysis on the visual elements, symbols, and narrative reveal that this advertisement is an effective example of integrating commercial elements with socio-cultural values. By leveraging the “Make It Real” tagline, Realme succeeds in creating a strong emotional bond with consumers through an inspiring story relevant to the spirit of Ramadan. The use of familiar icons and positive messages regarding kindness and technological progress makes this advertisement more than just a product promotion; it is a campaign that resonates deeply with the public. The success of this advertisement demonstrates that by aligning brand values with relevant social values, a product can achieve better acceptance and recall among consumers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan tagline “Make It Real” dalam iklan Ramadhan Realme melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Realme, sebagai salah satu merek smartphone terkemuka, telah berhasil meningkatkan pangsa pasarnya dengan strategi pemasaran yang efektif, termasuk penggunaan iklan yang relevan dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat. Iklan "Kebaikan Ramadhan" yang mengusung tagline “Make It Real” tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga membangun citra merek yang positif dan relevan dengan nilainilai keagamaan. Hasil analisis semiotika terhadap elemen visual, simbol, dan narasi dalam iklan ini mengungkapkan bahwa Iklan Realme "Kebaikan Ramadhan" merupakan contoh efektif dalam menggabungkan unsur komersial dengan nilai-nilai sosial budaya. Dengan mengusung tagline “Make It Real”, Realme berhasil menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan konsumen melalui cerita yang menginspirasi dan relevan dengan momen Ramadhan. Penggunaan ikon-ikon yang familiar dan pesan positif tentang kebaikan serta kemajuan teknologi menjadikan iklan ini tidak hanya sekedar promosi produk, tetapi juga sebuah kampanye yang mampu menyentuh hati masyarakat. Kesuksesan iklan ini membuktikan bahwa dengan menggabungkan nilai-nilai merek dengan nilai-nilai sosial yang relevan, sebuah produk dapat lebih diterima dan diingat oleh konsumen.
Pengaruh Brand Ambassador Prilly Latuconsina terhadap Brand Image Miniso Perfume Seashore Yunita; Pintoko, Wahyu Wary
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 4 No.2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.372

Abstract

A brand ambassador is a marketing communication strategy used to shape brand image through the association of a product with a public figure. This study aims to determine the influence of Prilly Latuconsina as a brand ambassador on the brand image of Miniso Perfume Seashore among followers of the @minisoindo Instagram account. The research employed a quantitative method with a survey of 100 respondents selected through simple random sampling. Data were analyzed using correlation tests, simple linear regression, and hypothesis testing to measure the magnitude of the ambassador’s influence on brand image. The results show that the brand ambassador has a significant effect on brand image, contributing 34.3%, while the remaining 65.7% is influenced by other factors not examined in this study. The regression coefficient of 0.868 indicates that increased brand ambassador activities correspond to an increase in brand image. The t-test reveals that the calculated t-value (7.153) exceeds the critical t-value (1.660), leading to the rejection of H₀ and acceptance of Hₐ. These findings confirm that Prilly Latuconsina plays a meaningful role in strengthening the image of Miniso Perfume Seashore, particularly through attractiveness, credibility, and expertise. The study recommends more interactive digital strategies to enhance consumers’ emotional engagement. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peraturan mengenai kejahatan Brand ambassador merupakan salah satu strategi komunikasi pemasaran yang digunakan untuk membangun citra merek melalui asosiasi figur publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand ambassador Prilly Latuconsina terhadap brand image produk Miniso Perfume Seashore pada followers Instagram @minisoindo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis untuk mengukur besaran pengaruh variabel brand ambassador terhadap brand image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh signifikan terhadap brand image dengan kontribusi sebesar 34,3%, sedangkan 65,7% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Koefisien regresi sebesar 0,868 mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas terkait brand ambassador berbanding lurus dengan peningkatan brand image. Uji t menunjukkan nilai t hitung (7,153) lebih besar dari t tabel (1,660), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan ini menegaskan bahwa Prilly Latuconsina berperan dalam memperkuat citra Miniso Perfume Seashore, terutama melalui aspek daya tarik, kredibilitas, dan keahliannya. Penelitian merekomendasikan strategi digital yang lebih interaktif untuk meningkatkan kedekatan emosional konsumen.

Page 1 of 1 | Total Record : 8