cover
Contact Name
Khoirul Jazilah
Contact Email
khoirul@lecturer.uluwiyah.ac.id
Phone
+6285850536455
Journal Mail Official
amyta.amaliyatutadris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari Mojokerto KM. 4. No. 10 Mojokerto.
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Amaliyatu Tadris (AMYTA)
ISSN : -     EISSN : 29649226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Amaliyatu Tadris meliputi :1. Metodologi Pembelajaran, 2. Strategi Pembelajaran, 3. Penelitian Tindakan Kelas, 4. Literasi Media Pembelajaran. 6. Pengembangan Kurikulum, 7. Evaluasi Pembelajaran, 8. Pengembangan Profesi Guru, 9. Integrasi Teknologi dalam Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Membangun Generasi Emas : Prestasi Melalui Pembiasaan Disiplin dan Pengembangan Potensi Siswa di SMAN 1 Bangsal Mojokerto Jazilah, Khoirul; Miftahus Surur, Muhammad; Hamid Abdullah, Muhammad; Wahyuyuha, Hafidhotuw; Yuliana, Nur Syifak; Candra Arista, Ludfi
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/2p6bnk63

Abstract

Prestasi merupakan keberhasilan usaha yang sudah dicapai oleh seseorang untuk memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiasaan disiplin dan pengembangan potensi siswa dalam membentuk generasi emas di SMAN 1 Bangsal Mojokerto. Melalui penerapan strategi pendidikan yang mengedepankan disiplin serta berbagai program yang dirancang untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa, sekolah ini berupaya mencetak siswa yang berprestasi secara akademik maupun non-akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan disiplin dan dukungan pengembangan potensi siswa secara konsisten telah berkontribusi signifikan terhadap pencapaian prestasi siswa. Selain itu, keterlibatan guru, orang tua dan lingkungan sekolah dalam membentuk karakter dan kemampuan siswa memainkan peran penting dalam memciptakan generasi emas yang siap bersaing dimasa depan. Achievement is the success of efforts that have been achieved by someone to gain learning experience or learn something. This research aims to analyze the role of discipline and development of student potential in forming a golden generation at SMAN 1 Bangsal Mojokerto. Through the implementation of educational strategies that prioritize discipline and various programs designed to explore and develop student potential, this school strives to produce students who excel academically and non-academicly. This research uses a qualitative approach with observation, interviews and documentation methods. The research results show that the habit of discipline and support for the development of student potential has consistently contributed significantly to student achievement. In addition, the involvement of teachers, parents and the school environment in shaping students' character and abilities plays an important role in creating a golden generation that is ready to compete in the future
Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MA Miftahul Qulub Mojokerto: Pendekatan untuk Mengoptimalkan Potensi Siswa Ghofar, Abdul; Kurnia Mauliyah, Cahya; Lailatul Rohmah, Nur; Rahmawati, Siti; Safitri, Wulan; Fitriana, Juris
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/cadgfh04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di MA Miftahul Qulub Mojokerto. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan objek penelitian guru Al-Qur’an Hadis dan peserta didik kelas X dan XI yang menggunakan kurikulum merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi membantu guru menyesuaikan strategi pengajaran dengan kebutuhan siswa yang beragam. Metode ini memungkinkan siswa dengan berbagai tingkat kemampuan dapat lebih memahami materi pelajaran. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu guru dalam mempersiapkan materi sesuai dengan tiap kelompok peserta didik dan kesulitan memonitor perkembangan individu secara efektif. Meskipun demikian, pembelajaran berdiferensiasi dinilai efektif dalam mengoptimalkan potensi siswa. This research aims to analyze the application of differentiated learning in Al-Qur'an Hadith subjects at MA Miftahul Qulub Mojokerto. The approach used is descriptive qualitative, with the research object being Al-Qur'an Hadith teachers and class X and XI students who use the Merdeka curriculum. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that implementing differentiated learning helps teachers adapt teaching strategies to the needs of diverse students. This method allows students with various levels of ability to better understand the subject matter. However, the challenges faced are the teacher's limited time in preparing material according to each group of students and the difficulty of monitoring individual development effectively. However, differentiated learning is considered effective in optimizing student potential
Konsep Kurikulum 2013 Dengan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI Siswa di SMA Negeri 1 Bangsal Bariroh, Azmil Mukhibbatul; Nabilla, Lufiyah; Imroatus Sholihah, Fitryah; Fadli Robbi, Ahmad; Muchibbudin, Moh. Muchibbudin
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/cwqv0p57

Abstract

Karena kurikulum berisi aturan kerja bagi pendidik, maka kurikulum merupakan komponen pendidikan dengan tujuan keseluruhan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Ini juga secara eksplisit berusaha untuk memfasilitasi pelaksanaan pendidikan. Selain itu, proses implementasi kurikulum berdampak signifikan terhadap standar pengajaran. Kualitas pendidikan yang dihasilkan juga akan tinggi jika kurikulum dapat dilaksanakan dengan sukses. Namun, jika kurikulum tidak diterapkan dengan benar selama proses berlangsung, pendidikan yang buruk juga akan dihasilkan, sehingga lebih sulit untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan membedakan proses implementasi kurikulum K-13 SMA Negeri 1 Bangsal dengan kurikulum merdeka. Dari hasil penyelidikan dan persepsi yang telah dilakukan, pengambilan setelah kesimpulan dapat ditarik: 1. Proses pelaksanaan Kurikulum K-13 terdapat hambatan yang dialami yang ditemui oleh guru. hambatan tersebut meliputi aspek administratif dan pendekatan dalam pelaksanaan pembelajaran. 2. Guru tidak banyak mengalami kendala. Guru diberikan fasilitas dan keleluasaaan dalam merancang pelaksanaan pembelajaran. 3. Terdapat kontras yang signifikan antara Implementasi Kurikulum K-13 dengan Kurikulum Merdeka. Because the curriculum contains work rules for educators, the curriculum is an educational component with the overall goal of achieving national education goals. It also explicitly seeks to facilitate the implementation of education. In addition, the curriculum implementation process has a significant impact on teaching standards. The quality of education produced will also be high if the curriculum can be implemented successfully. However, if the curriculum is not implemented correctly during the process, poor education will also be produced, making it more difficult to achieve national education goals. The purpose of this study is to evaluate and distinguish the implementation process of the K-13 curriculum of SMA Negeri 1 Bangsal with the independent curriculum.. From the results of the investigation and perception that has been carried out, conclusions can be drawn: 1. The process of implementing the K-13 Curriculum has obstacles experienced by teachers. These obstacles include administrative aspects and approaches in the implementation of learning. 2. Teachers do not experience many obstacles. Teachers are given facilities and flexibility in designing the implementation of learning. 3. There is a significant contrast between the Implementation of the K-13 Curriculum and the Independent Curriculum.
Implementasi Model Problem Based Learning pada Pembelajaran PAI Materi Munafik Dan Keras Hati di Kelas XII Syahid, M. Khabibi; Lazuardi, M. Lubabul; Cahyono, M. Agung
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/g96xap64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dapat mengembangkan karakter siswa terkait dengan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam memahami konsep munafik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi dampak PBL terhadap pembentukan karakter siswa dalam konteks pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL dapat membantu siswa untuk mengembangkan karakter yang lebih baik, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Melalui PBL, siswa diajak untuk merefleksikan perilaku munafik yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari mereka dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep munafik, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menerapkan nilai-nilai keislaman dalam tindakan sehari-hari. Proses refleksi dan diskusi dalam kelompok juga mendorong siswa untuk berbagi pengalaman dan pandangan, yang selanjutnya memperkaya proses pembelajaran. Dengan demikian, PBL tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga menekankan pentingnya karakter dan etika dalam pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PBL secara luas dalam pendidikan agama untuk membentuk generasi yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kokoh. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pembelajaran, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang tinggi. This study aims to examine the extent to which Problem-Based Learning (PBL) can develop students' character in relation to Islamic values, specifically in understanding the concept of hypocrisy (munafik). Using a descriptive qualitative approach, this research explores the impact of PBL on character formation in the context of religious education. The findings indicate that PBL can help students develop better character traits, such as honesty, responsibility, and teamwork skills. Through PBL, students are encouraged to reflect on hypocritical behaviors that often arise in their daily lives and seek solutions to address these issues. This activity not only enhances their understanding of the concept of hypocrisy but also reinforces their awareness of the importance of applying Islamic values in everyday actions. The reflection and discussion processes within groups also motivate students to share experiences and perspectives, thereby enriching the learning process. Consequently, PBL focuses not only on academic aspects but also emphasizes the significance of character and ethics in education. This study recommends the broad implementation of PBL in religious education to cultivate a better generation grounded in strong Islamic values. By integrating these values into learning, it is hoped that students will grow into individuals who are not only intellectually capable but also possess high integrity and morality.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Giving Question Getting Answer (GQGA) Terhadap Keterampilan Berbicara dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kartika, Andika Adelia; Aini, Nining Khurrotul
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/r28b3z27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara strategi pembelajaran giving question getting answer (GQGA) dengan keterampilan berbicara dan hasil belajar bahasa indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes, dan dokumentasi. Populasi penelitian yaitu siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Hasyim Asy’ari Petak Pacet Mojokerto dengan responden 42 siswa. Teknik analisa data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil analisa data diketahui bahwa : 1) Terdapat pengaruh dari strategi Giving Questions Getting Answer terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Hasyim Asy’ari Petak Pacet Mojokerto. Hal ini diperoleh dari perbandingan nilai rata-rata, pada kelas eksperimen yang mempunyai nilai rata-rata sebesar 66,76 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 59,57. Dari pengujian hipotesis dengan menggunakan uji independent sample t-test dengan nilai Sig. < α yaitu 0,000< 0,005. Dengan demikian maka Ha diterima dan H0 ditolak. 2) Terdapat pengaruh dari strategi Giving Questions Getting Answer terhadap hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Hasyim Asy’ari Petak Pacet Mojokerto. Hal ini diperoleh dari perbandingan nilai rata-rata, pada kelas eksperimen yang mempunyai nilai rata-rata sebesar 80,71 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 59,52. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji independent sample t-test dengan nilai Sig.< α yaitu 0,000 < 0,005. Dengan demikian maka Ha diterima dan H0 ditolak. This study aims to determine the effect of the Giving Question Getting Answer (GQGA) learning strategy on students’ speaking skills and Indonesian language learning outcomes. This research employed a quantitative experimental method. Data collection techniques included questionnaires, tests, and documentation. The research population consisted of fourth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Hasyim Asy’ari Petak, Pacet, Mojokerto, with a total of 42 students as respondents. The data analysis technique used the independent sample t-test. The results of the data analysis indicate that:There is a significant effect of the Giving Question Getting Answer strategy on the speaking skills of fourth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Hasyim Asy’ari Petak, Pacet, Mojokerto. This is evidenced by the comparison of the mean scores, where the experimental class obtained a higher mean score (66.76) than the control class (59.57). The hypothesis testing using the independent sample t-test showed a significance value of Sig. < α (0.000 < 0.005). Therefore, Ha is accepted and H0 is rejected. There is a significant effect of the Giving Question Getting Answer strategy on the learning outcomes of fourth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Hasyim Asy’ari Petak, Pacet, Mojokerto. This is shown by the comparison of the mean scores, where the experimental class achieved a higher mean score (80.71) than the control class (59.52). Hypothesis testing using the independent sample t-test resulted in a significance value of Sig. < α (0.000 < 0.005). Therefore, Ha is accepted and H0 is rejected
Pendekatan Discovery Learning pada Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Mojokerto rachmawati, Anisa
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/a937fk49

Abstract

Secara umum penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah saat ini masih belum banyak diminati oleh semua siswa, pembelajaran PAI terkesan sulit dan membosankan bagi siswa. Ini tidak diragukan lagi merupakan tantangan besar bagi guru PAI. Oleh karena itu, guru harus mengambil langkah strategis dalam mengelola pembelajaran PAI agar menjadi topik yang menarik bagi siswa. Sehingga perlu model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Discovery Learning dipakai agar siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran karena kebanyakan guru Agama Islam dalam mengajarkan pelajaran Agama Islam hanya mengandalkan metode ceramah sedangkan metode pembelajaran termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar.       Jenis penelitian menggunkana penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui metode obdervasi, wawancara dan dokumentasi dimamadata yang terkumpul akan dianalisis menggunakan reduksi, penyajian dan kesimpulan untuk mendapatkan hasil dari penelitian. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa: 1)siswa – siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Mojokerto bahwa penggunaan metode Discovery Learning sangatlah efektif dalam pembelajaran akidah akhlak. 2) siswa juga aktif bertanya dalam waktu pembelajaran akidah akhlak .3) pada pembelajaran akidah akhlak menggunakan metode Discovery Learning berbasis teknologi informasi siswa banyak menyampaikan sanggahan atau pendapat untuk presentasi teman – temanya. In general, the application of Islamic Religious Education learning in schools is still not much in demand by all students, Islamic Religious Education learning seems difficult and boring for students. This is undoubtedly a big challenge for PAI teachers. Therefore, teachers must take strategic steps in managing PAI learning so that it becomes an interesting topic for students. So we need the right learning model to overcome these problems, namely by using the discovery learning model. Discovery Learning is used so that students can be more active in learning because most Islamic Religion teachers in teaching Islamic Religion lessons only rely on the lecture method while the learning method includes factors that influence learning outcomes. This type of research uses descriptive qualitative research with data collection techniques through observation, interviews and documentation where the collected data will be analyzed using reduction, presentation and conclusions to get the results of the research. Based on the results of data analysis it is known that: 1) students - students of Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Mojokerto Regency that the use of the Discovery Learning method is very effective in learning moral akidah. 2) students also actively ask questions during akidah akhlaq lessons. 3) in akidah akhlaq learning using the Discovery Learning method based on information technology, students often express objections or opinions to the presentations of their friends.
Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web Wordwall Materi Syu’abul Iman Kelas X di SMAN 1 Krembung Taufiqillah, Taufiqillah; Zuhri, M. Syaifudin; Yahya A, M. Yahya
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/yrk8wc53

Abstract

Media web wordwall merupakan salah satu media belajar variatif yang menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan video yang menyenangkan bagi siswa berbentuk game/quiz. Penelitian ini berlatar belakang pada penggunaan Wordwall dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah. Penggunaan wordwall dalam proses pembelajaran belum begitu populer, apalagi dikalangan guru usia senja, namun telah banyak literatur dari internet dan hasil penelitian mengenai wordwall ini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tertentu. Teknik pengumpulan data penelitian dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data observasi menunjukkan tingkat antusiasme  siswa yang lebih tinggi selama pembelajaran PAI BP. Hasil Penelitian ini dapat dijelaskan bahwa setelah menggunakan media wordwall semangat dan antusiasme peserta didik meningkat, terlihat dari sikap dan suasana belajar yang menyenangkan di dalam kelas serta membangun hubungan yang baik dengan siswa. Wordwall web media is a varied learning media that displays text information, still or moving images, animation, sound and videos that are fun for students in the form of games/quiz. This research is based on the use of Wordwall in teaching and learning activities at school. The use of wordwalls in the learning process is not yet very popular, especially among older teachers, but there is a lot of literature on the internet and research results regarding wordwalls. The research method used is qualitative research, which is research intended to understand certain phenomena. Research data collection techniques can be carried out through several methods, such as observation, interviews and documentation. Observation data shows a higher level of student enthusiasm during PAIBP learning. The results of this research can be explained that after using wordwall media the enthusiasm and enthusiasm of students increased, as seen from the attitude and pleasant learning atmosphere in the classroom as well as building good relationships with students.
Pembiasaan Pengibaran Bendera Merah Putih Dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Kebangsaan Siswa SMAN 1 Puri Mojokerto Khamdi, Mukhammad Hilal; Aziz Al Mubarok, Ahmad Aly Syukron; Mala, Siti Khadrotul; Nasti, Haryogi Adi; Na'matirosyidah, Ulin
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/8c6rpr02

Abstract

Pengibaran bendera Merah Putih merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap simbol negara yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan pengibaran bendera Merah Putih dalam menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan pada siswa di SMAN 1 Puri Mojokerto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa, guru, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan pengibaran bendera Merah Putih secara rutin dapat membentuk kesadaran siswa terhadap pentingnya simbol-simbol negara, serta menumbuhkan sikap cinta tanah air, tanggung jawab, dan disiplin. Selain itu, kegiatan ini juga mampu memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara siswa melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan upacara bendera. Penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan ini tidak hanya berdampak pada perilaku siswa di sekolah, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari mereka. The raising of the Red and White flag is a form of respect for the symbol of the state which has an important role in fostering a sense of nationalism and national values among students. This study aims to analyze the influence of the habit of raising the Red and White flag in fostering national values in students at SMAN 1 Puri Mojokerto. The approach used in this study is qualitative descriptive with observation, interview, and documentation methods. The subjects of the research are students, teachers, and principals. The results of the study show that the habit of raising the Red and White flag on a regular basis can form students' awareness of the importance of state symbols, as well as foster an attitude of love for the homeland, responsibility, and discipline. In addition, this activity is also able to strengthen the sense of unity and unity among students through active involvement in flag ceremony activities. Strengthening national values through this activity not only has an impact on students' behavior at school, but also on their daily lives.
Peran Kegiatan Istighasah dalam Pembentukan Nilai Religius Siswa Kelas XI di SMKN Mukarromah, Luk Luatul; Fitriyawati, Anis; Bashiroh, Aninul
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/zz14ty38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan istighosah dalam membentuk nilai-nilai religius siswa kelas XI di SMKN 1 Dlanggu. Kegiatan istighosah dilaksanakan secara rutin sebelum pelajaran Pendidikan Agama Islam serta pada momen-momen keagamaan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan istighosah memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai religius seperti keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat karakter spiritual siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan sekolah. Faktor pendukung meliputi dukungan dari pihak sekolah serta antusiasme guru dan siswa, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu dan pemahaman siswa tentang makna istighosah. Dengan demikian, kegiatan istighosah dapat menjadi media yang efektif dalam mengembangkan nilai-nilai religius sekaligus memperkuat karakter spiritual siswa di lingkungan sekolah This study aims to analyze the role of Istighosah activities in shaping the religious values of eleventh-grade students at SMKN 1 Dlanggu. The Istighosah is conducted regularly before Islamic Education lessons and during significant religious events. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation involving Islamic Education teachers and students.The findings show that Istighosah plays an essential role in fostering religious values such as faith, discipline, responsibility, and social awareness. It also strengthens students’ spiritual character and sense of togetherness within the school community. Supporting factors include school support and teacher-student enthusiasm, while inhibiting factors involve limited time and students’ understanding of Istighosah.Thus, Istighosah serves as an effective medium for developing religious values and reinforcing students’ spiritual character in the school environment.
Strategi Pembinaan Kecerdasan Spiritual dan Moral melalui Program Ekstrakurikuler Keagamaan di Sekolah Kejuruan Nilam Cahyati, Zairin Dwi; Nisfah, Nazilatun; Sirulubab, Muchamad
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/9yrc8c03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan serta dampaknya dalam meningkatkan kecerdasan spiritual dan moral siswa di SMKN 1 Dlanggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama dan terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan di sekolah.Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMKN 1 Dlanggu—seperti tilawah Al-Qur’an, kajian keislaman, program pesantren, serta peringatan hari besar Islam—dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut berperan penting dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa, yang tercermin dari meningkatnya religiusitas, kesadaran beribadah, dan kemampuan pengendalian diri. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan moral siswa, seperti sikap jujur, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMKN 1 Dlanggu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral siswa di lingkungan sekolah kejuruan. This study aims to describe the implementation of religious extracurricular activities and their impact on improving students’ spiritual and moral intelligence at SMKN 1 Dlanggu. This research employed a qualitative descriptive approach, in which the researcher acted as the main instrument and directly participated in the school’s religious activities. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that religious extracurricular activities at SMKN 1 Dlanggu—such as Qur’an recitation, religious studies, Islamic boarding programs, and Islamic holiday celebrations—were implemented in a structured and continuous manner. These activities play an important role in developing students’ spiritual intelligence, reflected in increased religiosity, worship awareness, and self-control. Moreover, the activities positively influence students’ moral development, including honesty, responsibility, and social awareness. Therefore, the implementation of religious extracurricular activities at SMKN 1 Dlanggu significantly contributes to strengthening students’ spiritual and moral values within the vocational school environment