cover
Contact Name
Khoirul Jazilah
Contact Email
khoirul@lecturer.uluwiyah.ac.id
Phone
+6285850536455
Journal Mail Official
amyta.amaliyatutadris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari Mojokerto KM. 4. No. 10 Mojokerto.
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Amaliyatu Tadris (AMYTA)
ISSN : -     EISSN : 29649226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Amaliyatu Tadris meliputi :1. Metodologi Pembelajaran, 2. Strategi Pembelajaran, 3. Penelitian Tindakan Kelas, 4. Literasi Media Pembelajaran. 6. Pengembangan Kurikulum, 7. Evaluasi Pembelajaran, 8. Pengembangan Profesi Guru, 9. Integrasi Teknologi dalam Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Pengaruh Pendekatan Deep Learning Malalui Model Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Konsep Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran Matematika Asna Bariroh , Asna
Amaliyatu Tadris Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of implementing the Deep Learning approach through the Problem Based Learning (PBL) model on students’ conceptual understanding and problem-solving abilities in mathematics learning at MBI Amanatul Ummah Pacet. The Deep Learning approach was chosen because it encourages students to think deeply, connect concepts, and develop critical and reflective thinking skills. The research method used was a quasi-experimental design with a Pretest-Posttest Control Group Design. The subjects of the study consisted of 60 eleventh-grade students from MBI Amanatul Ummah Pacet, divided into two groups: an experimental group taught using the Deep Learning–PBL approach and a control group taught using conventional methods. The research instruments included a conceptual understanding test, a problem-solving ability test, observation sheets, and a student response questionnaire. Data were analyzed using the Independent Samples t-test with a significance level of 0.05. The results showed that there was a significant difference in learning outcomes between the experimental and control groups. Students who participated in learning using the Deep Learning–PBL approach showed a higher average improvement in both conceptual understanding and problem-solving abilities. Therefore, it can be concluded that the Deep Learning approach through the Problem Based Learning model has a positive and significant effect on improving mathematics learning outcomes and can create a more meaningful, active, and higher-order-thinking-oriented learning process.
Digitalisasi Kurikulum Pendidikan Islam Wahyudi, Imam
Amaliyatu Tadris Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi kurikulum pendidikan Islam merupakan respons terhadap tuntutan zaman yang menuntut integrasi antara nilai-nilai keislaman dan teknologi digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, implementasi, dan tantangan digitalisasi kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan analisis dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi kurikulum PAI meliputi transformasi konten, metode pembelajaran, dan media ajar berbasis teknologi. Tantangan utama meliputi kesiapan SDM, infrastruktur, dan resistensi budaya. Digitalisasi juga membuka peluang besar untuk memperluas akses pendidikan Islam yang inklusif, fleksibel, dan berbasis kompetensi abad 21. Artikel ini merekomendasikan penguatan literasi digital guru, pengembangan platform pembelajaran Islami, dan kebijakan kurikulum yang adaptif terhadap era digital sebagai langkah strategis menuju pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing global.
Krisis ontologi pendidikan islam Irmawansah, Ika
Amaliyatu Tadris Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas krisis ontologis dalam pendidikan Islam modern yang terjebak antara tuntutan religiusitas dan modernitas. Dengan menggunakan pendekatan filsafat Islam, penulis menegaskan bahwa akar persoalan pendidikan Islam terletak pada hilangnya kesadaran ontologis terhadap hakikat manusia, ilmu, dan tujuan hidup. Pendidikan Islam sering kali tereduksi menjadi aktivitas teknis yang menekankan aspek kognitif dan administratif, sementara dimensi spiritual, moral, dan eksistensial terabaikan. Melalui pembacaan kritis terhadap konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib, tulisan ini menawarkan rekonstruksi paradigma pendidikan Islam yang berlandaskan tauhid dan integrasi antara akal, wahyu, dan realitas. Tujuan akhirnya ialah mengembalikan pendidikan Islam sebagai proyek peradaban yang melahirkan manusia beradab (insan kamil)—yakni manusia yang menyatukan ilmu, iman, dan amal dalam kesadaran ontologis menuju pengenalan diri dan Tuhan.
Rekonstruksi Nilai Kepemimpinan Islam melalui Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di madrasah ibtidaiyah: Suatu Kajian Pustaka -, Afidatusholikha
Amaliyatu Tadris Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah berperan penting dalam membentuk kesadaran historis dan nilai moral peserta didik. Namun, praktik pembelajarannya sering masih berorientasi pada hafalan fakta sejarah tanpa menggali makna dan relevansinya bagi kehidupan modern. Artikel ini mengkaji secara konseptual penerapan pendekatan deep learning sebagai paradigma pedagogis alternatif dalam pembelajaran SKI. Penelitian dilakukan melalui metode library research dengan analisis isi terhadap literatur yang relevan mengenai teori deep learning, pedagogi Islam, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa deep learning menekankan pemahaman mendalam, refleksi nilai, dan penerapan kontekstual melalui tiga tahapan utama: eksplorasi konseptual, refleksi nilai, dan aplikasi kontekstual. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik tidak hanya memahami peristiwa sejarah, tetapi juga meneladani nilai-nilai kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin seperti kejujuran, amanah, dan keadilan. Implikasinya, guru berperan sebagai fasilitator reflektif dan perancang pengalaman belajar bermakna, dengan dukungan kurikulum integratif dan teknologi digital. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ta’dīb dan tazkiyah dalam pendidikan Islam, serta mendukung pembentukan pelajar berkarakter religius, reflektif, dan kontekstual sesuai tuntutan abad ke-21.
Pembiasaan Rukan Iman: Upaya Meningkatkan Karakter Siswa di RA Darul Ulum Desa Tinggarbuntut Bangsal Mojokerto Mustaqim , Moh
Amaliyatu Tadris Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter mulia sejak dini sangat penting dalam membangun kepribadian anak yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan Rukun Iman dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembiasaan Rukun Iman dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter dan berkontribusi dalam meningkatkan karakter siswa di RA Darul Ulum Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan Metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta kegiatan siswa di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Rukun Iman diterapkan melalui kegiatan rutin seperti doa bersama, pengenalan cerita nabi, praktik sikap percaya kepada Allah, serta keteladanan dari guru dalam berperilaku. Pembiasaan ini memberikan pengaruh positif terhadap sikap dan perilaku siswa, seperti jujur, disiplin, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab. Dengan integrasi nilai-nilai keimanan dalam pendidikan karakter, siswa tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembiasaan Rukun Iman sangat efektif sebagai strategi pembentukan karakter mulia pada anak usia
Penerapan Metode Bermain Peran Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Babussalam SUPARTI , TINUK; Nabila, Nabila Nurul Izzah
Amaliyatu Tadris Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan emosional memainkan peran penting dalam perkembangan anak-anak usia dini, memengaruhi kemampuan mereka untuk memahami emosi, mengelola perasaan, menunjukkan empati, dan membentuk hubungan sosial dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana teknik peran-peran digunakan untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun di RA Babussalam. Metode kualitatif digunakan dalam studi ini, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tinjauan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan peran bermain secara signifikan meningkatkan kecerdasan emosional anak-anak, ditandai dengan peningkatan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan menamai emosi, mengelola perasaan saat terjadi perselisihan, menunjukkan empati, dan membangun hubungan sosial yang lebih efektif. Oleh karena itu, penggunaan peran bermain dapat dianggap sebagai pendekatan instruksional yang efektif untuk mengembangkan kecerdasan emosional pada masa kanak-kanak.
Perbaikan Prestasi Menghafal Melalui Pendampingan Keluarga Dan Penguatan Motivasi Santri jazilah, khoirul; Bashiroh, Ainul
Amaliyatu Tadris Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research aims to improve students’ Qur’anic memorization performance through two main strategies: family involvement and motivation enhancement. The study was initiated in response to the low level of memorization achievement among students, which was influenced by the lack of parental support in supervising daily muraja’ah as well as weak intrinsic motivation. The research was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were students of the Tahfiz Program at Darun Najah Sarionggo Islamic Boarding School. Data were collected through observations, memorization tests, motivation questionnaires, interviews, and family monitoring journals The results demonstrate a significant improvement in memorization achievement. In the pre-cycle stage, only 50% of students reached the expected level of memorization. After the implementation of Cycle I, which included structured muraja’ah routines and family monitoring journals, the achievement increased to 70%. In Cycle II, further enhancement of intrinsic motivation through personal guidance, motivational stories, and strengthened communication with parents resulted in a 90% achievement rate. These findings indicate that the integration of parental involvement and motivational strategies is highly effective in improving both the quality and consistency of Qur’anic memorization. This study affirms that collaborative support and well-directed motivation are essential components for successful tahfiz learning.
Aktualisasi Penanaman Soft Skill Siswa Dalam Membentuk Sikap Multikultural di Tengah Gejala Cyber Bullying dan Hoax dI MAN 1 Mojokerto rinda, rinda; Amir Syarifuddin, Achmad; Ade Rahma Safira Maryam; Nur Lailatul Fatikhul Izzah; Umi Faridatur Rofiqoh
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out how soft skills can be used to shape students' multicultural attitudes at MAN 1 Mojokerto, especially in relation to the phenomenon of cyberbullying and hoaxes. In the digital era, soft skills such as social skills, communication, critical thinking, and teamwork are essential to build tolerance and respect for differences. A qualitative case study was used in this research. The results show that despite efforts to improve soft skills, there are still some challenges. Some of them are that some students and teachers do not know about harassment and there is no strong belief in giving sanctions to harassers. As a result, to build a strong multicultural attitude, more extensive soft skills programs and stricter law enforcement are needed.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana soft skill dapat digunakan untuk membentuk sikap multikultural siswa di MAN 1 Mojokerto, terutama berkaitan dengan fenomena cyberbullying dan hoaks. Di era digital, soft skill seperti kecakapan sosial, komunikasi, berpikir kritis, dan kerja sama tim sangat penting untuk membangun toleransi dan menghargai perbedaan. Studi kasus kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi upaya untuk meningkatkan kemampuan soft skill, masih ada beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah bahwa sebagian siswa dan guru tidak tahu tentang pelecehan dan tidak ada keyakinan yang kuat dalam memberikan sanksi kepada pelaku pelecehan. Akibatnya, untuk membangun sikap multikultural yang kuat, program soft skill yang lebih luas dan penegakan hukum yang lebih tegas diperlukan.  
Bimbingan Konseling Islami melalui kegiatan ceramah mini untuk mengatasi kenakalan remaja di SMKN 1 Dlanggu tahun 2025 Nur Hakim, Muhammad; khoirul rozikin, Ahmad
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/vgmqzs95

Abstract

Bimbingan konseling Islami merupakan proses bantuan sistematis yang berbasis nilai-nilai Islam untuk membantu siswa mengenal diri, mengatasi persoalan hidup, dan mengoptimalkan potensi melalui iman dan akhlak. Di SMKN 1 Dlanggu, pendekatan ini diimplementasikan melalui kegiatan ceramah mini sebagai sarana efektif membangun kesadaran spiritual dan moral siswa, khususnya dalam mengatasi kenakalan remaja seperti bolos, pergaulan bebas, dan kurang disiplin. Secara umum, bimbingan konseling meliputi aspek preventif, kuratif, dan pengembangan, dengan fokus pada self-awareness, pengembangan keterampilan psikologis, serta perencanaan masa depan. Dalam kerangka Islami, proses ini menekankan dasar wahyu Al-Qur’an dan Hadis, kesadaran spiritual (taqwa dan iman), integrasi akhlak mulia, pendekatan holistik, serta pencegahan dan pengobatan spiritual. Tujuan utamanya adalah menguatkan hubungan dengan Allah SWT, membentuk karakter akhlak mulia, mencegah perilaku menyimpang, mengatasi masalah pribadi-sosial, mengembangkan potensi seimbang, memperkuat kesejahteraan mental-emosional, dan membangun kesadaran sosial harmonis. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah dan guru, antusiasme siswa, kerja sama dengan tokoh agama, serta fasilitas sekolah. Sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, minimnya kompetensi konselor, kurang disiplin siswa, dan metode ceramah yang monoton. Keterkaitan ceramah mini dengan pengendalian kenakalan remaja di SMKN 1 Dlanggu menekankan integrasi dalam agenda sekolah, pemilihan topik relevan, pelibatan aktif siswa, dan inovasi metode interaktif untuk meningkatkan efektivitas pembinaan karakter Islami secara menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah perilaku, tetapi juga membangun keutuhan spiritual dan moral siswa kejuruan
pengaruh metode PBL dan FGD terhadap hasil belajar PAI kelas X RPL di SMKN 1 Dlanggu Listyawati, Mukhlisatun; Nizar Al-Ajis, Muhammad
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/ztncmt15

Abstract

This study aims to determine the effect of Problem Based Learning (PBL) and Focus Group Discussion (FGD) methods on student learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) class X RPL at SMKN 1 Dlanggu. This study used a quantitative quasi-experimental method with two groups, namely the experimental class using the PBL model with FGD and the control class using the conventional learning model. The research instrument was an essay test consisting of 5 questions given in the pretest and posttest. The results showed that the initial abilities of both classes were equal, with an average pretest score of 46.79 for the PBL class and 47.31 for the conventional class. After being given treatment, the posttest results showed an average score of 81.14 for the conventional class, higher than the PBL class with FGD which obtained an average score of 76.98. Nevertheless, both methods proved effective in improving student learning outcomes significantly, with an increase of 30.19 points in the PBL class and 33.83 points in the conventional class. This research provides implications that the selection of learning methods must be adapted to student characteristics, learning materials, and implementation context, not only based on the novelty or popularity of the method.