cover
Contact Name
Khoirul Jazilah
Contact Email
khoirul@lecturer.uluwiyah.ac.id
Phone
+6285850536455
Journal Mail Official
amyta.amaliyatutadris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari Mojokerto KM. 4. No. 10 Mojokerto.
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Amaliyatu Tadris (AMYTA)
ISSN : -     EISSN : 29649226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Amaliyatu Tadris meliputi :1. Metodologi Pembelajaran, 2. Strategi Pembelajaran, 3. Penelitian Tindakan Kelas, 4. Literasi Media Pembelajaran. 6. Pengembangan Kurikulum, 7. Evaluasi Pembelajaran, 8. Pengembangan Profesi Guru, 9. Integrasi Teknologi dalam Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 81 Documents
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Vidio terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Islam di SMKN Achmad Fadhli Wahyu Robbany; Azmil Mukhibbatul Bariroh; Elfira Nur Umi Hawa; Muhammad Shobiri
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/hmp29r59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas X pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 1 DLANGGU, serta untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah true experimental design dengan pretest-posttest control group design dan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Kelas eksperimen menggunakan media video sebagai alat pembelajaran, sedangkan kelas kontrol tidak. Data dikumpulkan dengan angket dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji t dan regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media video terhadap peningkatan minat belajar dan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata minat dan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Selain itu, terdapat hubungan positif yang erat antara minat belajar dan hasil belajar, dengan kontribusi minat terhadap hasil belajar sebesar 75%. Penelitian ini menyarankan sekolah untuk melengkapi media pembelajaran seperti video dan memotivasi guru agar kreatif dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar siswa secara efektif. This study aimed to determine the effect of video media use on the interest and learning outcomes of eleventh-grade students in Islamic Religious Education (PAI)SMKN 1 DLANGGU, and to examine the relationship between learning interest and learning outcomes. The method used was a true experimental design with a pretest-posttest control group design and a cluster random sampling technique. The experimental class used video media as a learning tool, while the control class did not. Data were collected using questionnaires and learning achievement tests, then analyzed using t-tests and simple regression.The results showed a significant effect of video media use on improving student learning interest and learning outcomes. The average interest and learning outcomes scores in the experimental class were higher than those in the control class. Furthermore, there was a strong positive relationship between learning interest and learning outcomes, with interest contributing 75% to learning outcomes. This study recommends schools to supplement learning media such as videos and motivate teachers to be creative in their teaching, thereby effectively improving the quality of student learning
Identifikasi Kesulitan Belajar Tajwid dan Intervensi Guru PAI dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah Menengah Kejuruan Khoirul Jazilah; Uswatun Hasanah; Luk Luatul Mukarromah; Najhan Hilman Al Mumtaza
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/8mz69v28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa SMKN 1 Dlanggu serta merumuskan solusi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 siswa yang menjadi subjek penelitian, sebanyak 30% siswa memiliki kemampuan membaca yang baik dengan penguasaan tajwid dan kelancaran yang cukup. Sebanyak 30% berada pada tingkat sedang, di mana mereka masih sering melakukan kesalahan dalam pelafalan huruf dan penerapan hukum tajwid. Sementara itu, 40% siswa memiliki kemampuan rendah, yaitu mengalami kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah dan menyusun kata dengan benar. Tantangan utama dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di SMKN 1 Dlanggu meliputi rendahnya motivasi belajar siswa, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, kurangnya keterlibatan orang tua, serta keterbatasan fasilitas pembelajaran. Upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kompetensi guru, serta penambahan sarana dan prasarana pembelajaran. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat meningkat secara signifikan dan lebih efektif dalam jangka panjang This study aims to identify the factors inhibiting the ability to read the Qur'an among students of SMKN 1 Dlanggu and formulate effective solutions. The research method used is a qualitative study with a descriptive approach through observation, interviews, and documentation studies. The results showed that of the 50 students who participated in the study, 30% of the students had good reading ability with sufficient mastery of tajweed and fluency, 30% were at a moderate level where they still often made mistakes in the pronunciation of letters and the application of tajweed laws and 40% of the students had low ability, having difficulty in recognizing hijaiyah letters and composing words correctly. The main challenges in learning to read the Qur'an at SMKN 1 Dlanggu are lack of student motivation, less varied learning methods, and lack of parental involvement, and limited learning facilities. To improve students' ability to read the Qur'an is done by using more interactive learning methods, utilizing digital technology, increasing teacher competence and increasing learning facilities. With these efforts, it is expected that students' ability to read the Quran can improve significantly and more effectively in the long run.  
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Terhadap Motivasi Belajar Di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto Imam Wahyudi; Maulida M. Ilmiah; Nadya Nur Khodijah
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/rtwc1216

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya partisipasi siswa dan kejenuhan dengan sistem pembelajaran yang monoton sehingga siswa kurang dalam semangat saat pelajaran PAI yang membosankan dan monoton di SMKN 1 DLANGGU, terkhusus kelas X yang berjumlah 35 orang siswa. Dari permasalahan tersebut dapat diketahui bahwa penyebabnya yaitu kurangnya motivasi belajar. Sehingga perlu mengembangkan model-model pembelajaran, salah satunya model pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menjadikan siswa sebagai narasumber. Observasi dan penyebaran angket yang dilakukan untuk mendapatkan hasil tentang metode TGT yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif jenis TGT (Team Games Tournamnet) ini membuktian dengan adanya metode ini pemahaman materi dan motivasi belajar siswa meningkat dengan pesat, 1) siswa lebih faham materi karena guru mudah menjelaskan materi sebelum melakukan games, 2) siswa dapat belajar lebih menyenangkan dan terhibur, 3)menumbuhkan rasa saling menghormati dan bertanggung jawab. Dengan metode ini dapat mendorong kemajuan kualitas pendidikan dan meningkatkan pemahaman materi dan motivasi belajar siswa dalam dunia pendidikan. The background of this study is the lack of student participation and boredom caused by a monotonous learning system, which results in low enthusiasm among students during Islamic Religious Education (PAI) lessons at SMKN 1 Dlanggu, especially in Grade X consisting of 35 students. From this problem, it can be identified that the main cause is the lack of learning motivation. Therefore, it is necessary to develop innovative learning models, one of which is the cooperative learning model of the TGT (Teams Games Tournament) type. The type of research used is qualitative research. In this study, students were selected as the primary informants. Observations and questionnaires were conducted to obtain data regarding the implementation of the TGT method aimed at improving students’ learning motivation.The cooperative learning model of the TGT (Teams Games Tournament) type proves that its implementation significantly improves students’ understanding of the material and their learning motivation, as evidenced by: (1) students better understand the material because the teacher explains the lesson clearly before conducting the games; (2) students experience a more enjoyable and engaging learning process; and (3) the method fosters mutual respect and a sense of responsibility among students. This method can encourage improvements in the quality of education and enhance both students’ understanding of learning materials and their motivation to learn in the educational environment
Model Pembelajaran Kitab ‘Aqidatul Awwam sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Islami di SMK Muhammad Shobirin; Faiza Alifia; Fransiska Sindi
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/tvrcgr34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya ide pembelajaran tambahan kitab ‘Aqidatul Awwam setelah peneliti berinteraksi langsung dengan siswa kelas XI TKJ-3 SMKN 1 Dlanggu. Kegiatan ini berawal dari percakapan sederhana antara peneliti dan salah satu siswa yang rindu untuk kembali mempelajari kitab kuning sebagaimana saat di pondok pesantren. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran kitab ‘Aqidatul Awwam dilaksanakan sebagai sarana penguatan nilai-nilai Islami di sekolah kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran kitab ini, meskipun hanya berlangsung 15 menit di akhir jam pelajaran PAI, mampu menanamkan nilai keimanan, kejujuran, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada guru. Kegiatan ini menjadi bentuk integrasi pendidikan kejuruan dengan nilai-nilai pesantren, serta menjadi inspirasi bagi guru untuk menumbuhkan karakter Islami melalui pendekatan yang ringan dan bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai pesantren di sekolah kejuruan. his study was motivated by the emergence of the idea to provide additional learning of the ‘Aqidatul Awwam book after the researcher directly interacted with eleventh-grade students of TKJ-3 at SMKN 1 Dlanggu. The activity began with a simple conversation between the researcher and one of the students who longed to relearn classical Islamic texts as he had experienced while studying at an Islamic boarding school. The purpose of this study is to describe how the learning of the ‘Aqidatul Awwam book is implemented as a means of strengthening Islamic values in a vocational school. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that this learning activity, although conducted for only 15 minutes at the end of the Islamic Religious Education (PAI) class, is able to instill values of faith, honesty, responsibility, and respect for teachers. This activity represents a form of integration between vocational education and pesantren values, and also serves as an inspiration for teachers to develop students’ Islamic character through a simple yet meaningful approach. This study is expected to inspire Islamic Religious Education teachers to integrate pesantren values into learning in vocational schools
Implementasi Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Pada Siswa Kelas V MI Tanwirul Mubtadi’in Pendil Banyuanyar Probolinggo Siti Maryam Satap; Alvian Fawaid
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/0p8gph35

Abstract

Media digital merupakan alat bantu bagi pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran, salah satunya melalui kombinasi audio dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media audio-visual dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada siswa kelas V MI Tanwirul Mubtadi'in Pendil Banyuanyar Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio-visual dapat mempermudah proses pembelajaran. Penerapan media audio-visual membantu siswa menjadi lebih peka terhadap diri sendiri serta memberikan motivasi untuk belajar. Faktor pendukung dalam penerapan media audio-visual meliputi ketersediaan bahan, motivasi belajar siswa, serta kemudahan dan kecepatan guru dalam menyajikan materi pembelajaran. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, waktu, tenaga pendidik, serta tidak semua materi SKI dapat disajikan melalui media ini. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan fasilitas serta pelatihan bagi guru dalam mengembangkan media audio-visual yang lebih kreatif dan interaktif. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas media audio-visual dengan berbagai model pembelajaran inovatif untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI Digital media is a teaching aid for educators in delivering learning materials, one of which is through a combination of audio and visual. This study aims to describe the implementation of audio-visual media in learning Islamic Cultural History (SKI) in grade V students of MI Tanwirul Mubtadi'in Pendil Banyuanyar Probolinggo. This research used a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that audio visual media facilitated the learning process. The application of audio visual media can help students be more sensitive to themselves and provide motivation to learn. Supporting factors in the application of audio visual media include the availability of materials, student learning motivation, and the ease and speed of teachers in presenting learning materials. Meanwhile, the inhibiting factors are infrastructure, time, teaching staff, and not all SKI material can be presented with this media. For this reason, it is necessary to improve facilities and training for teachers in developing audio-visual media that are more creative and interactive. In addition, further research can explore the effectiveness of audio visual media with various innovative learning models to optimize student learning outcomes in SKI subjects.
Integrasi Media Wordwall dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Ahmad Aly Syukron Aziz Al Mubarok; Tasya Ayu Damayanti
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/ypa4k181

Abstract

This study strengthens contemporary classroom action research (CAR) by integrating Wordwall-based digital game learning to improve early childhood cognitive skills. The state of the art shows that most previous studies examined Wordwall effectiveness using quasi-experimental designs, leaving a gap in iterative reflective classroom improvement models. This research employed the Kemmis and McTaggart CAR model in two cycles involving 30 children aged 5-6 years at RA Al-A’yun Mojokerto. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using mastery percentage. The results indicate a substantial increase from 33.3% (pre-cycle) to 90% (cycle II). The conceptual contribution of this study lies in proposing a digital-reflective PTK model suitable for PAUD in the post-pandemic learning era. The findings imply that structured integration of educational games within CAR cycles can significantly enhance cognitive engagement and number concept mastery
Sosiologi Perundungan Bernuansa Agama: Studi Lapangan Tentang Stigma, Solidaritas, Dan Intervensi Sekolah Evi Agustina; Muh Hanif
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/5bejb497

Abstract

Perundungan bernuansa agama di sekolah menengah pertama menjadi fenomena sosial yang mengancam iklim inklusivitas dan keberagaman. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengalaman korban atau saksi, dinamika relasi teman sebaya, serta bentuk intervensi sekolah dalam menangani perundungan bernuansa agama. Dengan menggunakan metode kualitatif studi lapangan sensitif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kebijakan sekolah, penelitian ini menemukan tiga hal utama. Pertama, siswa mengalami ejekan karena cara berpakaian, kemampuan membaca Al-Qur'an, atau tingkat ketaatan ibadah. Kedua, kelompok teman sebaya memiliki peran ambivalen, yaitu dapat memperkuat perundungan atau justru menjadi jaringan solidaritas bagi korban. Ketiga, sekolah melakukan intervensi melalui guru BK, wali kelas, pembinaan PAI, serta penerapan tata tertib anti-perundungan, meskipun efektivitasnya masih bervariasi. Kontribusi penelitian ini secara teoretis memperkaya kajian sosiologi perundungan bernuansa agama, dan secara praktis menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan Islam serta penguatan mutu lembaga pendidikan dalam merancang kebijakan yang responsif terhadap keragaman.
Efektivitas Strategi Task-Based Language Teaching dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Arab untuk Mahasiswa non-Pendidikan Bahasa Arab Achmad Fandi Bastian
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 4 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/5sr8g276

Abstract

Keterampilan menulis (maharah al-kitābah) merupakan salah satu kompetensi produktif paling kompleks dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, khususnya bagi mahasiswa non-Pendidikan Bahasa Arab yang kerap memandang bahasa Arab sebagai subjek pembelajaran yang menakutkan. Penelitian ini mengukur efektivitas penerapan strategi Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam mendongkrak keterampilan menulis bahasa Arab mahasiswa non-pendidikan bahasa Arab. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain eksperimen semu (quasi-experimental) tipe one-group pretest-posttest design, penelitian ini melibatkan 14 mahasiswa Program Studi PGMI di Universitas Uluwiyah Mojokerto yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa tes menulis esai deskriptif dengan rubrik analitik: isi, organisasi, kosakata, tata bahasa, dan mekanika penulisan. Uji normalitas mengonfirmasi bahwa sebaran data berdistribusi normal (p > 0,05). Hasil penelitian diuji  menggunakan T Test dan menunjukkan peningkatan rata-rata skor menulis secara signifikan, dari 36,4 pada pre-test menjadi 58,0 pada post-test, dengan gain rata-rata sebesar 21,6. Pembuktian hipotesis melalui paired sample t-test menghasilkan nilai t = -29,64 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 13 dan signifikansi p = 0,000, yang menunjukkan perbedaan sangat signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa TBLT efektif mengonstruksi pemahaman fungsional mahasiswa melalui rangkaian tugas yang sistematis, sekaligus meminimalkan hambatan kognitif dan kecemasan berbahasa. Model instruksional ini disarankan untuk diterapkan secara luas pada kurikulum bahasa Arab praktis di perguruan tinggi demi menstimulasi otonomi dan produktivitas bahasa pembelajar secara kontekstual.
Eksplorasi Pengalaman Belajar Siswa Kelas 10 TITL Dalam Pembelajaran PAI Melalui Vidio Animasi Interaktif di SMK Angkasa Mojokerto Imam Wahyudi; Badiatus Sa’adah
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/k1vrsq48

Abstract

This study addresses the issue of low motivation and understanding of 10th-grade Electrical Power Installation Engineering (TITL) students at SMK Angkasa Mojokerto regarding Islamic Religious Education (PAI), caused by unappealing conventional learning methods. The purpose of this study was to explore students' learning experiences through the use of interactive animated videos in PAI learning and to identify their perceptions, engagement, and impact on student motivation and understanding. The method used was a descriptive qualitative case study approach, involving one PAI teacher and two 10th-grade TITL students as informants through structured in-depth interviews. The results showed that interactive animated videos were able to increase student engagement and motivation, particularly through interactive features such as quizzes, and facilitate understanding of conceptual PAI material through systematic visualization. However, student responses varied according to individual learning styles, with videos being more effective as a learning aid rather than a substitute for the teacher. In conclusion, the use of interactive animated videos is effective as a PAI learning medium when combined with direct teaching methods, thus a hybrid approach is highly recommended
Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal: Strategi Penguatan Identitas Keislaman di Era Globalisasi Agung Supriadi; Dinda Ayu Maulila Ramadhani; Is Nainila Nur Syahfitri
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/q45xzz39

Abstract

Islamic education based on local wisdom is an approach that integrates Islamic teachings with the cultural values and traditions of the local community. This concept aims to form individuals who not only have intellectual intelligence, but also have noble character, responsibility, and have a strong understanding of Islam in their cultural context. Local wisdom such as mutual cooperation, deliberation, and religious traditions can enrich the implementation of Islamic teachings in daily life. The integration of local wisdom in Islamic education plays a role in preserving culture and strengthening students' Islamic identities to be more tolerant and respectful of diversity. In the era of globalization, Islamic identity faces challenges due to the influence of westernization, secularization, and modernization that can erode traditional and religious values. The crisis of Islamic identity, especially among the younger generation, is increasing due to the influence of social media and lifestyles that are not always in line with Islamic teachings. Therefore, Islamic education has an important role in strengthening Islamic identity by adopting strategies based on local wisdom. The main strategy in strengthening Islamic identity through Islamic education based on local wisdom includes the development of a curriculum that integrates cultural values in Islamic religious learning and contextual learning methods. This approach ensures that Islamic values can be internalized effectively through a familiar environment for learners. Thus, Islamic education not only functions as a means of religious learning, but also as a medium for cultural preservation that is in line with Islamic values. The integration of local wisdom in Islamic education is a strategic step in creating a generation of Muslims with strong character, adhering to Islamic teachings, and being able to face the challenges of globalization without losing their Islamic identity.