cover
Contact Name
Munaris
Contact Email
jurnal.selaksamakna@gmail.com
Phone
+6282184567031
Journal Mail Official
jurnal.pbs@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141. Gedung L. Lantai 2, FKIP Universitas Lampung.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Selaksa Makna
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 30899796     DOI : https://doi.org/10.23960/selaksamakna
Jurnal Selaksa Makna merupakan wadah ilmiah yang khusus menyajikan hasil kajian koseptual/teoretis dan penelitian bidang bahasa, sastra, dan pembelajaran. Jurnal Selaksa Makna terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal Selaksa Makna diterbitkan oleh FKIP Universitas Lampung, melalui Laboratorium Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Selaksa Makna Journal is a scientific forum that specifically presents the results of conceptual/theoretical studies and research in the fields of language, literature, and learning. Selaksa Makna Journal is published four times a year, in February, May, August, and November. Selaksa Makna Journal is published by the FKIP of the University of Lampung, through the Indonesian Language and Literature Learning Laboratory.
Articles 30 Documents
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN NOTASI ILMIAH PADA MAKALAH Afifah, Alifia Yussy Nur; Tias, Mila Ayuning; Rahmalia, Nazwa Maulida; ZA, Mahmudah Fitriyah
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 3 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i3.1576

Abstract

This study aims to analyze the use of scientific notation in student papers across departments at the Faculty of Da'wah and Communication Sciences (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Scientific notation includes direct and indirect citations, headnotes, bodynotes, footnotes, and bibliographies, which serve as source markers and indicators of academic integrity. Using a qualitative approach and content analysis method, data were collected from papers in six departments. The analysis involved identifying, classifying, and interpreting notation elements in each paper. Results show that while most papers use direct and indirect citations, consistency and accuracy remain lacking. Headnotes and bodynotes are largely absent, and footnotes appear only in some departments, often with formatting errors. Bibliographies vary in quality, with issues in formatting and alignment with in-text citations. These findings suggest that students’ understanding of scientific notation needs improvement. This research serves as an evaluation tool for academic writing instruction and highlights common notation errors within FDIKOM.   Penelitian ini menganalisis penggunaan notasi ilmiah dalam makalah mahasiswa lintas jurusan di FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Notasi ilmiah meliputi kutipan langsung, tidak langsung, headnote, bodynote, footnote, dan daftar pustaka sebagai penanda sumber dan kepatuhan etika akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap makalah dari enam jurusan. Hasil menunjukkan bahwa kutipan langsung dan tidak langsung telah digunakan, namun belum konsisten dalam format dan ketepatan. Headnote dan bodynote jarang ditemukan, sementara footnote hanya muncul di beberapa jurusan dan belum sesuai standar. Daftar pustaka menunjukkan variasi kualitas, dari penulisan minim hingga ketidaksesuaian dengan isi teks. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap notasi ilmiah masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam pengajaran penulisan akademik serta memberikan gambaran pola kesalahan penulisan notasi ilmiah di lingkungan FDIKOM.
CODE SWITCHING AND CODE MIXING IN STUDENT INTERACTIONS ON INSTAGRAM SOCIAL MEDIA Almeida, Giena
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 1 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i1.1629

Abstract

This study aims to explain the phenomena of code-switching and code-mixing, as well as the underlying social factors in their use in interactions between students on Instagram. The approach used in this study is qualitative with a descriptive method. The data obtained came from students' writings that appeared in captions, comments, and direct messages on Instagram. Data collection was carried out through observation and recording techniques, then analyzed by categorizing information based on the type of code-switching and code-mixing and interpreted using a sociolinguistic approach. The findings show that students actively apply code-switching and code-mixing, especially between Indonesian, English, and regional languages. Code-switching is usually used to adjust to the context and interlocutor, while code-mixing functions as a strategy of expression and symbolism in digital communication. The social factors that influence its use include aspects of identity, social solidarity, modern image, and the characteristics of social media, which tend to be informal. This study highlights that code-switching and code-mixing in student interactions on Instagram are not merely linguistic phenomena, but also social practices that reflect the development of language and identity in the digital age. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena code-switching dan code-mixing, serta faktor-faktor sosial yang mendasari penggunaannya dalam interaksi antara siswa di Instagram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang diperoleh berasal dari tulisan siswa yang muncul dalam caption, komentar, dan pesan langsung di Instagram. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan pencatatan, kemudian dianalisis dengan mengkategorikan informasi berdasarkan jenis code-switching dan code-mixing, dan diinterpretasikan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara aktif menerapkan code-switching dan code-mixing, terutama antara bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa daerah. Code-switching biasanya digunakan untuk menyesuaikan diri dengan konteks dan lawan bicara, sementara code-mixing berfungsi sebagai strategi ekspresi dan simbolisme dalam komunikasi digital. Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi penggunaannya meliputi aspek identitas, solidaritas sosial, citra modern, dan karakteristik media sosial yang cenderung informal. Studi ini menyoroti bahwa code-switching dan code-mixing dalam interaksi mahasiswa di Instagram bukan hanya fenomena linguistik, tetapi juga praktik sosial yang mencerminkan perkembangan bahasa dan identitas di era digital.
PERAN KONTEKS SIBERTEKS MULTIMODAL VISUAL DALAM MENGUNGKAP MAKSUD PENUTUR PADA MEME AKUN INSTAGRAM @l365lll Maritza, Khairunnisa Rofifah Rahma; Ridwan, Muhammad
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 1 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i1.1650

Abstract

This study focuses on the functional role of visual elements in multimodal cybertext (specifically Instagram memes from the account @l365lll) in revealing the speaker's pragmatic intention. The shifting landscape of digital communication necessitates a deep look into the cyberpragmatic function of visuals, which are often mistakenly seen as mere complements to text. Utilizing a descriptive-qualitative approach and cyberpragmatic analysis of 30 Arabic-language image memes uploaded in October 2025, the research tested five functional roles of the visual context: Clarifying, Asserting, Contextualizing, Supporting, and Detailing. The findings indicate that the visual context plays a central and structured role, not just a complementary one. Four main roles—Clarifying, Asserting, Supporting, and Contextualizing—account for 80% of the data. Clarifying, Asserting, and Supporting each appeared 7 times (23.33% each), while Contextualizing appeared 6 times (20%). Detailing was the least frequent, with only 3 cases (10%). This pattern confirms that in multimodal cybertext, the visual is primarily used for pragmatic functions, such as strengthening the message and asserting the speaker’s intention, rather than merely adding new details. This study reinforces the theory of Visual Multimodal Cybertext Context Roles. Penelitian ini berfokus pada peran fungsional elemen visual dalam siberteks multimodal (khususnya meme Instagram dari akun @l365lll) dalam mengungkap maksud pragmatis penutur. Pergeseran pola komunikasi digital menuntut kajian mendalam terhadap fungsi siberpragmatik visual, yang sering kali dianggap sekadar pelengkap teks. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis siberpragmatik terhadap 30 meme gambar berbahasa Arab yang diunggah pada Oktober 2025, penelitian ini menguji lima peran fungsional konteks visual: Memperjelas, Mempertegas, Melatarbelakangi, Mendukung, dan Memerinci. Hasilnya menunjukkan konteks visual memainkan peran sentral dan terstruktur, bukan sekadar pelengkap. Empat peran utama—Memperjelas, Mempertegas, Mendukung, dan Melatarbelakangi—mencakup 80% data total. Memperjelas, Mempertegas, dan Mendukung masing-masing muncul 7 kali (23,33% per kategori), sedangkan Melatarbelakangi muncul 6 kali (20%). Peran Memerinci menjadi yang paling jarang, hanya 3 kasus (10%). Pola ini menegaskan bahwa visual dalam siberteks multimodal memiliki fungsi utama di ranah pragmatis, yakni untuk memperkuat pesan dan menegaskan maksud penutur, bukan sekadar menambah detail baru. Penelitian ini memperkuat teori Peran Konteks Siberteks Multimodal Visual.
KETERAMPILAN BERBICARA PENYIAR RADIO KOTA SANTRI SEBAGAI SARANA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA LOKAL PEKALONGAN Apriyani, Pertiwi Dian; Sudrajat, Dian Sukmawati; Haira, Nala A’izatul; Iffat, Afkar Muhammad; Nurani, Elok Putri
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 1 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i1.1670

Abstract

This study aims to analyze the speaking skills of radio announcers in building effective communication with listeners, as well as to examine the role of local languages in strengthening closeness and cultural preservation through radio broadcasts in Pekalongan. The research used a descriptive qualitative method, with the study site being Radio Kota Santri (RKS) Kajen, Pekalongan Regency. Data were collected through observation and semi-structured interviews with announcers and radio managers. The findings indicate that announcers' speaking skills include mastery of intonation, clarity of articulation, appropriate choice of diction, and the ability to create communicative interactions with listeners. Furthermore, the use of local languages and typical Pekalongan expressions has been shown to strengthen listeners' emotional closeness and sense of ownership of local radio. RKS also plays a crucial role in preserving regional culture through broadcasting programs that promote local wisdom. Thus, radio announcers act not only as communicators but also as agents of cultural preservation and the identity of the Pekalongan community. This research is expected to serve as a reference for developing effective radio communication strategies based on cultural values.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berbicara penyiar radio dalam membangun komunikasi yang efektif dengan pendengar, serta meneliti peran bahasa lokal dalam memperkuat kedekatan dan pelestarian budaya melalui siaran radio di Pekalongan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan lokasi studi di Radio Kota Santri (RKS) Kajen, Kabupaten Pekalongan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan penyiar dan pengelola radio. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara penyiar mencakup penguasaan intonasi, kejelasan artikulasi, pemilihan diksi yang tepat, serta kemampuan untuk menciptakan interaksi yang komunikatif dengan pendengar. Selain itu, penggunaan bahasa daerah dan ungkapan khas Pekalongan terbukti dapat memperkuat kedekatan emosional dan rasa kepemilikan pendengar terhadap radio lokal. RKS juga memainkan peran penting dalam melestarikan budaya daerah melalui penyiaran program yang mengusung kearifan lokal. Dengan demikian, penyiar radio tidak hanya bertindak sebagai komunikator, tetapi juga sebagai agen pelestarian budaya dan identitas masyarakat Pekalongan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan strategi komunikasi radio yang efektif dan berbasis nilai budaya.
MEMBACA KEKUASAAN MELALUI TEKS SASTRA: ANALISIS WACANA SIMBOL KEKUASAAN DALAM CERPEN “SAKSI MATA” MENURUT FOUCAULT Hariyanti, Reza Fauziah; Rahmawati, Fitri; Azizah, Rahma Eka Nur; Ramayanti, Tarisa; Zafira, Ainul
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 1 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i1.1679

Abstract

"Saksi Mata" is presented as a representation of the political system in Indonesia, packaged philosophically. The story opens and closes with a distinctive tone and is rich in symbolism. Various satirical and dark jokes create an intriguing flavor. In the short story, speaking out for justice by giving testimony is merely served as a buffet for power. It's like livestock that are only allowed to speak when asked, in unison, and with one voice. Forced to bawl, even though in reality, the farm houses not only goats but also chickens, ducks, cows, and horses. When they don't obey orders, the farmer comes in to train them with a series of beatings, ultimately leading to death. Shielded by the equality of truth, created to achieve absoluteness, "Saksi Mata" is inserted into "Saksi Mata" a mirror fragment that has been carried since birth. Each shard is ensured to be evenly distributed. Down to the grain, it is guaranteed to be the poison of resistance. If the eyes and tongue have been confiscated, what remains are the hands and head, filled with memories of oppression. “Saksi Mata” dihadirkan sebagai representasi sistem politik yang ada di Indonesia dengan pengemasan filosofis. Cerita dibuka dan ditutup dengan warna yang khas dan sarat akan simbolik. Dengan berbagai bumbu racikan satire dan lelucon gelap menjadi cita rasa yang menarik. Dalam cerpen, menyuarakan keadilan dengan memberikan kesaksian hanya disajikan sebagai prasmanan perjamuan kekuasaan. Selayaknya hewan ternak yang hanya boleh bersuara ketika diminta, serentak, dan satu suara. Dipaksa untuk bisa mengembik meski pada kenyataannya, di dalam peternakan tidak hanya berisi kambing, melainkan juga ayam, bebek, sapi, dan kuda. Ketika tidak menuruti perintah, disitulah peternak hadir untuk melatih dengan sejumlah pukulan hingga berujung kematian. Bertamengkan pemerataan atas kebenaran yang diciptakan guna mencapai absolut. Maka dengan “Saksi Mata” diselipkannya pecahan cermin yang dibawa sedari lahir. Setiap serpihan dipastikan terbagi dengan rata. Sampai kepada butiran, dipastikan racun perlawanan. Jika mata dan lidah telah disita, masih tersisa tangan juga kepala berisikan sejumlah ingatan penindasan.
ANALISIS NILAI KARAKTER DALAM KOMIK BOULE & BILL CRÉENT UNE ENTREPRISE! Wulan Nur Utami; Sri Handayani
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 2 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i2.1736

Abstract

This study aims to identify and analyze the character values embedded in the comic Boule & Bill Créent une Entreprise! by Jean Roba, and to map their correlation with the character pillars of Universitas Negeri Semarang (UNNES). A descriptive qualitative approach with content analysis method was employed. Data were collected through close reading of the comic's narratives, dialogues, character expressions, and visual illustrations. The analytical instrument was developed based on the 18 character values established by the Indonesian Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) and the five UNNES character pillars, namely religiosity, nationalism, integrity, independence, and responsibility. The findings reveal ninecharacter values present in the comic: humanist, innovative, creative, sportsmanlike, courageous, friendship and solidarity, wisdom and intelligence, empathy and care, and adventurous spirit. The value of creativity emerged as the most dominant, followed by wisdom and intelligence. These findings demonstrate that comics serve not merely as entertainment media but also as an effective vehicle for character education, aligned with UNNES's educational vision, and holding significant potential as a moral learning medium for children and adolescents. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam komik Boule & Bill Créent une Entreprise! karya Jean Roba, serta memetakan korelasinya dengan pilar-pilar karakter Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif (close reading) terhadap narasi, dialog, ekspresi tokoh, dan ilustrasi visual dalam komik. Instrumen analisis disusun berdasarkan indikator 18 nilai karakter menurut Kemendikbud dan lima pilar karakter UNNES, yaitu religiusitas, nasionalisme, integritas, mandiri, dan tanggung jawab. Hasil penelitian menemukan sembilan nilai karakter yang muncul dalam komik, yaitu: humanis, inovatif, kreatif, sportif, keberanian, persahabatan dan solidaritas, kebijaksanaan dan kecerdasan, empati dan kepedulian, serta semangat petualang. Nilai kreatif merupakan nilai yang paling dominan dengan frekuensi kemunculan tertinggi, diikuti oleh nilai kebijaksanaan dan kecerdasan. Temuan ini menunjukkan bahwa komik tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif, relevan dengan visi pendidikan karakter UNNES, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran moral bagi anak-anak dan remaja.
ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM PANTUN PENOBATAN GELAR DATUK DI KUANTANSINGINGI: KAJIAN SEMANTIK Sri Rahayu; Selsi Aulia; Ririn Rahmadani; Dani Arli Ramayani; Alfa Ramadandika; Tasya Ayuni Syahira; Dhea Altha Fino; Suci Ramadhani
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 2 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i2.1839

Abstract

Language is the primary means of communication and the transmission of local wisdom, especially in Malay society, which is rich in oral literary traditions such as pantun. The problem of this research is how the denotative and connotative meanings in the pantun for the coronation of the Datuk title in Kuantan Singingi. This study aims to describe and analyze both types of meanings. The method used is descriptive qualitative with data sources in the form of pantun texts resulting from interviews with native Kuantan Singingi residents who understand the traditional procession. Data collection techniques were carried out through interviews, listening, and taking notes, while data analysis used Abdul Chaer's semantic theory which focuses on the relationship between language forms and denotative and connotative meanings. The results of the study show that there are 16 data in eight pantun stanzas consisting of 8 denotative meanings and 8 connotative meanings. This is because each stanza is composed of a sampiran and a fixed pattern of content, where the sampiran describes concrete things that have denotative meanings and the content contains traditional messages that have connotative meanings. This balance occurs because, in the Malay tradition, pantun serves as both a medium for conveying messages and a linguistic aesthetic that demands harmony between form and meaning. This uniqueness lies in the balance between literal and symbolic meaning in each verse of the pantun conferring the title of Datuk in Kuantan Singingi.   Bahasa merupakan sarana utama komunikasi dan pewarisan kearifan lokal, terutama dalam masyarakat Melayu yang kaya akan tradisi sastra lisan seperti pantun. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana makna denotatif dan konotatif dalam pantun penobatan gelar Datuk di Kuantan Singingi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kedua jenis makna tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks pantun hasil wawancara dengan masyarakat asli Kuantan Singingi yang memahami prosesi adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, simak, dan catat, sedangkan analisis data menggunakan teori semantik Abdul Chaer yang berfokus pada hubungan bentuk bahasa dengan makna denotatif dan konotatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 data dalam delapan bait pantun yang terdiri atas 8 makna denotatif dan 8 makna konotatif. Hal ini karena setiap bait tersusun atas sampiran dan isi yang berpola tetap, di mana sampiran menggambarkan hal konkret yang bermakna denotatif dan isi memuat pesan adat yang bermakna konotatif. Keseimbangan ini terjadi karena dalam tradisi Melayu pantun berfungsi sebagai media penyampaian pesan sekaligus estetika bahasa yang menuntut keselarasan bentuk dan makna. Inilah keunikannya, yaitu adanya keseimbangan antara makna literal dan simbolik dalam setiap bait pantun penobatan gelar Datuk di Kuantan Singingi.
MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MI TERPADU BERKAH Fitri Juliana; Istiyati Mahmudah; Nabilla Az-Zahra; Siti Norhaliza
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 2 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i2.1788

Abstract

The aim of this study is to explore the use of teaching materials in Indonesian language teaching at MI Terpadu Berkah. The method used was descriptive qualitative with a case study approach. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, dokumentasi instrumen, dan wawancara mendalam dengan guru pamong (Ibu Minarni, A. Md.). The results of the study showed that the use of media such as projectors and references from social media can significantly increase student motivation, engagement, and understanding, especially in the run-up to semester exams. However, some limitations were identified, namely the teachers' limited ability to design media and the lack of technological access, which are the main obstacles. Therefore, training for teachers is essential to enhance their ability to utilise media resources innovatively and effectively.   Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media pembelajaran dalam pengajaran Bahasa Indonesia di MI Terpadu Berkah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, dokumentasi instrumen, dan wawancara mendalam bersama guru pamong (Ibu Minarni, A.Md.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media, seperti proyektor dan referensi dari media sosial, dapat secara signifikan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa, terutama menjelang ujian semester. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala, yaitu keterbatasan keterampilan guru dalam merancang media serta akses teknologi yang menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, pelatihan bagi guru menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan media pembelajaran secara inovatif dan efektif.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM PODCAST YOUTUBE SUARA BERKELAS EPISODE BILAL FARANOV BERSAMA MAUDY AYUNDA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Selsi Aulia; Keysha Putri Ratya Ramadhany; Fatmawati Fatmawati
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 2 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i2.1884

Abstract

This study aims to analyze and describe the forms and factors causing external code mixing in the YouTube video Suara Berkelas Podcast episode Bilal Farnov with Maudy Ayunda entitled "How to Find Happiness and Gratitude in Your Own Version". This study uses a qualitative descriptive method with a sociolinguistic approach. The data source used in this study is the Suara Berkelas Podcast episode Bilal Farnov with Maudy Ayunda. The research data is in the form of utterances containing code mixing contained in the podcast conversation. The data collection technique used in this study is the listening and note-taking technique. The results of the study found overall are dominated by external code mixing which contains the insertion of English elements into Indonesian and found as many as twenty data. The forms of code mixing found are in the form of words, phrases, and clauses. The factors causing code mixing in the podcast are influenced by the speaker's habits in using two languages, and influenced by educational background. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab campur kode ke luar dalam video YouTube Podcast Suara Berkelas episode Bilal Farnov bersama Maudy Ayunda yang berjudul “Cara Menemukan Bahagia dan Bersyukur Versi Kamu Sendiri”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Podcast Suara Berkelas episode Bilal Farnov bersama Maudy Ayunda. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode yang terdapat di dalam percakapan podcast tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik simak dan catat Hasil penelitian yang ditemukan secara keseluruhan didominasi oleh campur kode ke luar (outer code mixing) yang terdapat penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dan ditemukan sebanyak dua puluh data. Bentuk campur kode yang ditemukan berbentuk kata, frasa, dan klausa. Faktor penyebab terjadinya campur kode dalam podcast tersebut karena dipengaruhi oleh kebiasaan penutur dalam menggunakan dua bahasa, dan di pengaruhi oleh latar belakang pendidikan.
KAJIAN NOVEL SALAH PILIH KARYA NUR ST. ISKANDAR: PENDEKATAN STRUKTURALISME GENETIK Dina Aprilia; Agus Nuryatin; Mulyono
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 2 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i2.1885

Abstract

This study examines Nur St. Iskandar's novel Salah Pilih using Lucien Goldmann's genetic structuralism approach. The purpose of this study is to describe the facts of humanity, collective subjects, the author's worldview, and the genetic relationship of the novel's structure with the socio-historical context of Minangkabau in the early 20th century. The method used is qualitative with a literature study design. The results of the study show that this novel reflects human facts in the form of conflicting customs of arranged marriages, class gaps, and the tradition of migration. The collective subjects found include modern intellectuals, traditional aristocrats, and marginalized women. The author's worldview emphasizes that human dignity is determined by morality, not birth status. There is a homology between the novel's structure and the social transformation of Minangkabau due to the Ethical Policy. Theoretically, this study enriches the study of the sociology of Indonesian literature, while practically it provides a deep understanding of the socio-cultural dynamics of Minangkabau during the transition to modernity.   Penelitian ini mengkaji novel Salah Pilih karya Nur St. Iskandar menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia pengarang, serta hubungan genetis struktur novel dengan konteks sosial-historis Minangkabau awal abad ke-20. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merefleksikan fakta kemanusiaan berupa pertentangan adat perjodohan, kesenjangan kelas, dan tradisi merantau. Subjek kolektif yang ditemukan meliputi kaum terpelajar modern, bangsawan tradisional, dan perempuan marginal. Pandangan dunia pengarang menegaskan bahwa kemuliaan manusia ditentukan oleh moralitas, bukan status kelahiran. Terdapat homologi antara struktur novel dengan transformasi sosial Minangkabau akibat Politik Etis. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian sosiologi sastra Indonesia, sedangkan secara praktis memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika sosial-budaya Minangkabau pada masa transisi menuju modernitas.

Page 3 of 3 | Total Record : 30