cover
Contact Name
Munaris
Contact Email
jurnal.selaksamakna@gmail.com
Phone
+6282184567031
Journal Mail Official
jurnal.pbs@fkip.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141. Gedung L. Lantai 2, FKIP Universitas Lampung.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Selaksa Makna
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 30899796     DOI : https://doi.org/10.23960/selaksamakna
Jurnal Selaksa Makna merupakan wadah ilmiah yang khusus menyajikan hasil kajian koseptual/teoretis dan penelitian bidang bahasa, sastra, dan pembelajaran. Jurnal Selaksa Makna terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal Selaksa Makna diterbitkan oleh FKIP Universitas Lampung, melalui Laboratorium Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Selaksa Makna Journal is a scientific forum that specifically presents the results of conceptual/theoretical studies and research in the fields of language, literature, and learning. Selaksa Makna Journal is published four times a year, in February, May, August, and November. Selaksa Makna Journal is published by the FKIP of the University of Lampung, through the Indonesian Language and Literature Learning Laboratory.
Articles 23 Documents
ANALISIS BUKU AJAR BAHASA ARAB KELAS X MA BERBASIS KURIKULUM 2013 KARYA CHOIRUL ANSORI 2015 Afrilianti, Dian; Muhaiban
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 2 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i2.672

Abstract

From the review that has been conducted on the Arabic textbook for class X MA by Choirul Ansori based on the 2013 curriculum, that this book is one of the most important textbooks for students at the Madrasah Aliyah level. So that the author feels the need to evaluate to find out both the material, design, and the extent to which the content of the material in this book presents an effective learning concept for students. This analysis includes several important aspects, namely: (1) the suitability of the material presented in the book with the basic competencies and achievement indicators set in the curriculum, (2) the learning methods used in the book, and (3) the effectiveness of the book in supporting the Arabic language learning process at Madrasah Aliyah level. This research uses a qualitative approach with library research to analyze the concept of this textbook. The results of the study explain that this book focuses on four maharah developments, namely kalam, qiro'ah, kitabah, and istima'. However, this book is packaged and then divided into several materials, such as hiwar, qowa'id, mufrodat, and accompanied by exercises related to the material in the chapter. While the 2013 curriculum is a set of guidelines implemented in Indonesia which is used as a reference in educational units to achieve the desired goals. This curriculum was introduced by the minister of education with the aim that students do not only focus on academic values at school, but also on their academic performance. Dari telaah yang telah dilakukan pada buku ajar bahasa Arab kelas X MA karya Choirul Ansori berbasis kurikulum 2013, bahwa buku ini adalah salah satu buku ajar yang sangat penting bagi siswa di tingkat Madrasah Aliyah. Sehingga penulis merasa perlu mengevaluasi untuk mengetahui baik itu materi, desain, serta sejauh mana isi materi dalam buku ini menyajikan konsep pembelajaran yang efektif bagi siswa. Analisis ini mencakup beberapa aspek penting, yaitu: (1) kesesuaian materi yang disajikan dalam buku dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian yang ditetapkan dalam kurikulum, (2) metode pembelajaran yang digunakan dalam buku, serta (3) efektivitas buku dalam mendukung proses pembelajaran bahasa Arab di tingkat Madrasah Aliyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) untuk menganalisis konsep buku ajar ini. Hasil penelitian menjelaskan bahwa buku ini berfokus kepada empat pengembangan maharah, yaitu kalam, qiro’ah, kitabah, dan istima’. Akan tetapi dalam buku ini di kemas kemudian di bagi lagi ke dalam beberapa materi, seperti hiwar, qowa’id, mufrodat, dan disertai latihan-latihan terkait materi pada bab tersebut. Sedangkan kurikulum 2013 adalah seperangkat pedoman yang diterapkan di Indonesia yang dijadikan sebagai acuan dalam satuan pendidikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kurikulum ini di kenalkan oleh mentri pendidikan dengan tujuan agar siswa tidak hanya berfokus kepada nilai-nilai akademik di sekolah, akan tetapi juga mengimplementasikan pengembangan karakter seperti nilai moral dan etika, serta sikap positif yang di perlukan dalam penerapan di kehidupan sehari-hari.
ANALISIS SEMANTIK: DAMPAK BAHASA EMOSIONAL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERSEPSI GEN Z Silitonga, Delta O.
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 3 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i3.713

Abstract

This study examines the semantic analysis of emotional language used on social media and its impact on user perception. This topic was chosen because of the importance of social media as a primary communication platform where emotional expressions shape interactions and influence public opinion. Using a qualitative descriptive approach, data were collected from posts and comments on Instagram that display emotional language through words, emoticons, and figurative meanings. Semantic analysis and coding methods were used to identify and categorize the meanings contained in emotional language. The results of the study show positive and negative impacts: emotional language strengthens interpersonal relationships and user engagement, but also has the potential to cause misunderstandings and conflicts due to ambiguous or excessive expressions. In conclusion, emotional language greatly influences user perceptions and responses to issues on social media, so that its use is needed more wisely and ethically. These findings provide important insights for social media users and linguistic researchers in understanding the dynamics of online communication. Penelitian ini mengkaji analisis semantik terhadap bahasa emosional yang digunakan di media sosial dan dampaknya terhadap persepsi pengguna. Topik ini dipilih karena pentingnya media sosial sebagai platform komunikasi utama di mana ekspresi emosional membentuk interaksi dan memengaruhi opini publik. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari postingan dan komentar di Instagram yang menampilkan bahasa emosional melalui kata-kata, emotikon, dan makna kiasan. Analisis semantik dan metode coding digunakan untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan makna yang terkandung dalam bahasa emosional. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif dan negatif: bahasa emosional memperkuat hubungan interpersonal dan keterlibatan pengguna, namun juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan konflik akibat ekspresi yang ambigu atau berlebihan. Kesimpulannya, bahasa emosional sangat memengaruhi persepsi dan respons pengguna terhadap isu-isu di media sosial, sehingga diperlukan penggunaan yang lebih bijak dan etis. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengguna media sosial dan peneliti linguistik dalam memahami dinamika komunikasi daring.
PENDEKATAN SEMIOTIKA ; MAKNA LIRIK DI DALAM LAGU CELENGAN RINDU OLEH FIERSA BESARI Humaira, Fannisa; Rahmawati, Annisa Az-Zahra
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 3 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i3.890

Abstract

Studi ini menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure untuk menganalisis lagu Fiersa Besari "Celengan Rindu". Pendekatan ini berfokus pada hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) serta gagasan bahwa tanda dipilih secara arbitrer dalam sistem tanda bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik "Celengan Rindu" memiliki banyak makna konotatif dan denotatif. "Celengan rindu" secara denotatif mengacu pada tempat menyimpan uang, dan "rindu" merujuk pada perasaan kangen. Secara konotatif, kedua kata ini menggambarkan perasaan rindu yang mendalam yang dikumpulkan dan disimpan. Hubungan yang tidak teratur antara penanda dan petanda dalam lagu ini menunjukkan bahwa pilihan kata-kata dalam lirik dipengaruhi oleh norma budaya dan kreativitas penulis. This study uses Ferdinand de Saussure's semiotic approach to analyze Fiersa Besari's song "Celengan Rindu". This approach focuses on the relationship between the signifier and the signified and the idea that signs are arbitrarily selected in the language sign system. The results of the analysis show that the lyrics of "Celengan Rindu" have many connotative and denotative meanings. "Celengan rindu" denotatively refers to a place to store money, and "rindu" refers to the feeling of missing. Connotatively, these two words describe deep feelings of longing that are collected and stored. The irregular relationship between signifier and signified in this song shows that the choice of words in the lyrics is influenced by cultural norms and the creativity of the writer.
ANALISIS SEMANTIK LIRIK LAGU “SAATNYA KESEMPATAN” KARYA JKT48 SEBAGAI REPRESENTASI SELF-IMPROVEMENTAnalisi Semantik Diniyar, Aqila Nur Falah; Baroroh, Hilma Erfiani
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 3 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i3.973

Abstract

This study analyses the meaning of the lyrics of the JKT48 song entitled ‘Saatnya Kesempatan’ (Time for Opportunity) as a representation of self-development through a semantic approach. Using a descriptive qualitative method, this study identifies the lexical and contextual meanings in the lyrics transcript to reveal the motivational narrative within it. The results of the analysis show that diction such as opportunity, winner, destiny, goal, and dream serve as symbols of determination, confidence, and perseverance. The use of metaphors and repetition techniques reinforces the main message that listeners should not give up in the face of challenges. Structurally, the lyrics build a coherent emotional flow: starting from readiness to seize opportunities, a process of persistent struggle, to achievements that provide positive affirmation. These findings prove that popular song lyrics do not merely serve as entertainment, but also as a medium for conveying positive values and self-reflection. Academically, this research contributes to the study of contemporary linguistics and culture in understanding how the theme of self-development is represented and accepted by the younger generation through musical works.   Penelitian ini menganalisis makna lirik lagu JKT48 berjudul “Saatnya Kesempatan” sebagai representasi pengembangan diri melalui pendekatan semantik. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi makna leksikal dan kontekstual pada transkrip lirik untuk mengungkap narasi motivasi di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi seperti kesempatan, pemenang, takdir, tujuan, dan mimpi berfungsi sebagai simbol keteguhan, kepercayaan diri, dan ketekunan. Penggunaan metafora dan teknik pengulangan (repetisi) memperkuat pesan utama agar pendengar tidak menyerah menghadapi tantangan. Secara struktural, lirik lagu ini membangun aliran emosional yang koheren: dimulai dari kesiapan mengambil peluang, proses perjuangan yang gigih, hingga pencapaian yang memberikan afirmasi positif. Temuan ini membuktikan bahwa lirik lagu populer tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampai nilai positif dan refleksi diri. Secara akademis, penelitian ini berkontribusi pada studi linguistik dan budaya kontemporer dalam memahami bagaimana tema pengembangan diri direpresentasikan dan diterima oleh generasi muda melalui karya musik.
ANALISIS SEMANTIK MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL DALAM PUISI "DAN KEMATIAN MAKIN AKRAB" KARYA SUBAGIO SASTROWARDOYO Sani, Wildan Nurul
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 3 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i3.988

Abstract

This study does a full semantic analysis of the lexical and grammatical meanings in Subagio Sastrowardoyo's famous poem "Dan Kematian Makin Akrab." Using a method that combines descriptive linguistics and literary hermeneutics, the study carefully looks at how the poet's careful word choices create complex philosophical meanings. The analysis shows three main things: first, the strategic use of lexical items goes beyond their literal meanings to represent existential ideas; second, grammatical changes through affixation and syntactic structures create deep metaphorical meanings; and third, the balance between lexical precision and grammatical manipulation creates a unique poetic discourse that connects language and philosophical thought. The framework for the method incorporates qualitative textual analysis supported by theoretical perspectives from dynamic semantics (Cruse, 2000) and creative grammar (Pateda, 2010). This research contributes significantly to the interdisciplinary study of literature and linguistics by demonstrating how microscopic linguistic analysis can illuminate macroscopic philosophical themes in poetic works.   Penelitian ini menyajikan analisis semantik komprehensif terhadap makna leksikal dan gramatikal dalam puisi penting Subagio Sastrowardoyo "Dan Kematian Makin Akrab". Dengan pendekatan integratif yang memadukan linguistik deskriptif dan hermeneutika sastra, kajian ini mengkaji secara mendalam bagaimana pilihan linguistik penyair yang disengaja membangun makna filosofis berlapis. Analisis mengungkap tiga temuan fundamental: pertama, penggunaan strategis unsur leksikal melampaui makna denotatif untuk mewadahi konsep eksistensial; kedua, transformasi gramatikal melalui afiksasi dan struktur sintaksis menghasilkan pemaknaan metaforis yang mendalam; ketiga, interaksi antara presisi leksikal dan manipulasi gramatikal menciptakan wacana puitis unik yang menjembatani bahasa dan kontemplasi metafisik. Kerangka metodologis mencakup analisis teks kualitatif yang didukung perspektif teoretis dari semantik dinamis (Cruse, 2000) dan gramatika kreatif (Pateda, 2010). Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi kajian interdisipliner sastra dan linguistik dengan menunjukkan bagaimana analisis linguistik mikroskopis dapat menerangi tema filosofis makroskopis dalam karya puisi.
TRANSFORMASI PENILAIAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STRATEGI INOVATIF ASESMEN SUMATIF DI SMK SWASTA Sari, Desi Novita; Wagiran, Wagiran; Luriawati, Deby
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 4 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i4.1225

Abstract

  The implementation of the Merdeka Curriculum has significantly reshaped the national education system, particularly in terms of assessment practices within vocational high schools (Sekolah Menengah Kejuruan or SMK). This study aims to describe the ongoing transformation of assessment practices and to explore innovative strategies adopted by teachers in conducting summative assessments in private vocational schools. A qualitative descriptive method using a case study approach was employed in several private SMKs that have implemented the Merdeka Curriculum. Data were gathered through classroom observations, teacher interviews, and documentation analysis of assessment instruments. The findings reveal a paradigm shift from traditional, results-oriented evaluation toward an authentic assessment system that holistically measures students’ learning processes, performance outcomes, and attitudes. Innovative strategies identified include project-based assessments aligned with real-world contexts, digital portfolios, performance-based evaluations, and the integration of digital technologies such as Google Forms, Quizizz, and electronic rubrics. These innovations have fostered greater student motivation, engagement, and transparency in the assessment process. Nevertheless, several challenges persist, such as limited teacher competence in designing creative instruments and inadequate technological support in some schools. Continuous professional development and strong institutional policies are therefore essential to enhance teachers’ capacity in implementing meaningful and competency-based assessments. Overall, the transformation of summative assessment within the Merdeka Curriculum represents a strategic step toward more adaptive, contextual, and learner-centered education in the 21st century.   Perubahan sistem pendidikan nasional melalui penerapan Kurikulum Merdeka telah membawa dampak signifikan terhadap paradigma penilaian, terutama pada pelaksanaan asesmen sumatif di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transformasi penilaian yang terjadi serta menelaah berbagai strategi inovatif yang digunakan guru dalam mengimplementasikan asesmen sumatif di SMK Swasta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa SMK Swasta yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru mata pelajaran, dan analisis dokumen instrumen penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran orientasi penilaian dari pola tradisional yang menitikberatkan pada hasil akhir menuju sistem penilaian autentik yang menilai proses, produk, serta sikap peserta didik secara holistik. Strategi inovatif yang diterapkan mencakup penerapan proyek berbasis dunia kerja, portofolio digital, penilaian berbasis performa, serta pemanfaatan teknologi digital seperti Google Form, Quizizz, dan e-rubrik sebagai alat bantu asesmen. Transformasi ini berdampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan aktif siswa, serta transparansi dalam proses evaluasi hasil belajar. Namun demikian, beberapa kendala ditemukan, seperti rendahnya kemampuan sebagian guru dalam merancang instrumen inovatif dan keterbatasan fasilitas teknologi di sekolah. Oleh sebab itu, dibutuhkan dukungan kebijakan sekolah serta pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menyusun asesmen yang kreatif, objektif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Secara keseluruhan, transformasi asesmen sumatif di era Kurikulum Merdeka mencerminkan upaya nyata untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih adaptif, kontekstual, dan berpihak pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
NOMINA PADA JUDUL BERITA MENGENAI BAHLIL LAHADALIA DALAM PLATFORM BERITA ONLINE Tauri, Fahmi Aditia; Nafisah, Syafiqah Lu’luin; Rahmayanti, Tarisa; Anggara, Dealova Putri
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 4 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i4.1499

Abstract

The development of digital media has influenced journalistic practices, particularly in the construction of online news headlines that prioritize conciseness and informational density. One dominant linguistic element in online news headlines is the use of nouns. This study aims to (1) identify the forms of nouns used in online news headlines concerning the Indonesian Minister of Energy and Mineral Resources, Bahlil Lahadalia, and (2) analyze the syntactic functions of nouns within these headlines. This research adopts a qualitative descriptive approach. The data consist of 40 online news headlines featuring Bahlil Lahadalia as the main news figure, collected from four national online media outlets: Tempo, Kompas, CNN Indonesia, and Detik. Data were collected using observation and note-taking techniques and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that all headlines employ nouns as the primary elements in headline construction. In terms of form, the nouns are categorized into basic nouns, affixed nouns, compound nouns, and abbreviated nouns. Syntactically, nouns function as subjects, objects, complements, and nominal predicates in news headlines. These findings indicate that nouns play a crucial role in structuring headlines and shaping the representation of public figures and events in digital media discourse.   ​Perkembangan media digital mendorong perubahan dalam praktik jurnalistik, khususnya pada penyusunan judul berita daring yang dituntut ringkas, padat, dan informatif. Salah satu unsur kebahasaan yang dominan dalam judul berita daring adalah penggunaan nomina. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk nomina yang digunakan dalam judul berita daring mengenai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan (2) menganalisis fungsi nomina dalam struktur judul berita tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa 40 judul berita daring yang memuat nama Bahlil Lahadalia sebagai tokoh utama, yang bersumber dari empat media nasional, yaitu Tempo, Kompas, CNN Indonesia, dan Detik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh judul berita memanfaatkan nomina sebagai unsur utama pembentuk struktur judul. Dari segi bentuk, nomina yang ditemukan meliputi nomina dasar, nomina berafiks, nomina majemuk, dan nomina hasil pemendekan (abreviasi). Secara sintaksis, nomina mengisi fungsi subjek, objek, pelengkap, dan predikat nominal dalam judul berita. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan nomina dalam judul berita daring berperan penting dalam memadatkan informasi serta membangun representasi tokoh dan peristiwa dalam wacana media digital.
PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMUNIKASI GURU DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN BELAJAR YANG INKLUSIF DI SMA YPI TUNAS BANGSA PALEMBANG Anggraini, Dewi; Putri, Jesi Idona Prasetia; Dahlia, Dahlia; Sapitri, Dwi Eliza; Sahara, Sahara; Mukhlas, Mukhlas
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 4 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i4.1525

Abstract

  This study aims to describe students' perceptions of how teachers communicate in creating an inclusive learning environment at SMA YPI Tunas Bangsa Palembang. Inclusive education requires equal learning opportunities for all students, making teachers' communication skills a key factor in building a classroom atmosphere that is open, empathetic, and respectful of differences. This study uses a qualitative method with a descriptive approach through interviews and documentation of students from diverse backgrounds. The results show that teacher communication is considered effective, clear, and adaptive, with the use of easily understood language and examples relevant to everyday life. Teachers are also seen as patient, responsive, and non-judgmental, creating a learning environment that is comfortable, safe, and pressure-free. Two-way interaction between teachers and students has been proven to enhance motivation and active participation in learning.   Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa mengenai cara guru berkomunikasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang. Pendidikan inklusif menuntut adanya kesempatan belajar yang adil bagi seluruh siswa, sehingga kemampuan komunikasi guru menjadi faktor utama dalam membangun suasana kelas yang terbuka, empatik, dan menghargai perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan dokumentasi terhadap siswa yang memiliki latar belakang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru dianggap efektif, jelas, dan adaptif, dengan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti serta contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru juga dinilai sabar, responsif, dan tidak menghakimi, sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman, aman, dan tanpa tekanan. Interaksi dua arah antara guru dan siswa terbukti meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif dalam pembelajaran.
ANALISIS AFIKSASI DAN MAKNA GRAMATIKAL DALAM ALBUM LAGU ARTI UNTUK CINTA KARYA TIARA ANDINI: KAJIAN MORFOLOGI Anwar, Alifia Nabila Putri; Maulana, Adam; Lukman, Diva Sania; Mabruroh, Siti
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 4 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i4.1562

Abstract

This study aims to analyse the process of affixation and grammatical meaning found in the lyrics of songs on Tiara Andini's album Arti Untuk Cinta using morphological analysis. The affixation studied includes prefixes, suffixes, and confixes that play a role in forming grammatical meaning in the words of song lyrics. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of reading, listening, and note-taking. The research data was obtained from four songs in the album Arti Untuk Cinta, namely Cintanya Aku, Diam-diam, Padamu Luka, and Bahaya. The results showed that there were 36 affixed words, with prefixes being the most dominant type of affixation with 24 data, while suffixes and confixes each amounted to 6 data. The affixation process produced grammatical meanings that served to clarify the meaning, refine the style of language, and strengthen the emotional expression in the song lyrics. Thus, affixation played an important role in building the beauty of language and the message conveyed in the song lyrics on Tiara Andini's album Arti Untuk Cinta.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses afiksasi serta makna gramatikal yang terdapat dalam lirik lagu pada album Arti Untuk Cinta karya Tiara Andini dengan menggunakan kajian morfologi. Afiksasi yang dikaji meliputi prefiks, sufiks, dan konfiks yang berperan dalam pembentukan makna gramatikal pada kata-kata dalam lirik lagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca, simak, dan catat. Data penelitian diperoleh dari empat lagu dalam album Arti Untuk Cinta, yaitu Cintanya Aku, Diam-diam, Padamu Luka, dan Bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36 data kata berafiksasi, dengan prefiks sebagai jenis afiksasi yang paling dominan sebanyak 24 data, sedangkan sufiks dan konfiks masing-masing berjumlah 6 data. Proses afiksasi tersebut menghasilkan makna gramatikal yang berfungsi memperjelas makna, memperhalus gaya bahasa, serta memperkuat ekspresi emosional dalam lirik lagu. Dengan demikian, afiksasi berperan penting dalam membangun keindahan bahasa dan pesan yang ingin disampaikan dalam lirik lagu pada album Arti Untuk Cinta karya TiaraAndini.
REPRESENTASI KESADARAN MANUSIA TERHADAP ALAM DALAM LIRIK LAGU SUNDA KARYA MANG KOKO TINJAUAN EKOKRITIK Sugihartini, Maudy
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 4 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i4.1564

Abstract

Abstract: Ecocriticism is a study of the relationship between literature and the environment that questions the causes of environmental damage due to development carried out by humans. The study also reviews the perspective of literary involvement and commitment in preventing environmental damage by humans. This study aims to reveal the representation of human awareness of nature in the lyrics of Mang Koko's songs through an ecocritical approach. The objects of study include three traditional Sundanese songs, including Tanah Sunda, Cinta Nusa, and Pasundan Eksiganda, which contain local ecological and cultural values. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through literature studies and text analysis of song lyrics. The analysis was carried out using traditional ecocritical theory, which views the relationship between humans and nature within the framework of ethics, culture, and spirituality. The results of this study conclude that Mang Koko's Sundanese songs have well represented objective facts about how humans should protect the environment. All three reflect the Sundanese worldview that positions nature not as an object of exploitation, but as a life partner that must be protected and respected. Thus, Mang Koko's songs can be understood as a form of ecological awareness wrapped in traditional artistic expression, as well as being an important medium in the formation of environmental values ​​based on local wisdom.   Ekokritik merupakan telaah atas relasi antara sastra dan lingkungan hidup yang mempertanyakan sebab kerusakan alam akibat pembangunan yang dilakukan oleh manusia. Telaah tersebut sekaligus meninjau perspektif keterlibatan dan komitmen sastra dalam mencegah kerusakan alam oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi kesadaran manusia terhadap alam dalam lirik lagu-lagu karya Mang Koko melalui pendekatan ekokritik. Objek kajian meliputi tiga lagu tradisional Sunda, diantaranya Tanah Sunda, Cinta Nusa, dan Pasundan Eksiganda, yang memiliki muatan nilai-nilai ekologis dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis teks terhadap lirik lagu. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori ekokritik tradisional, yang melihat relasi antara manusia dan alam dalam kerangka etika, budaya, dan spiritualitas. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu-lagu Sunda Karya Mang Koko telah merepresentasikan dengan baik fakta-fakta objektif bagaimana manusia seharusnya menjaga lingkungan. Ketiganya mencerminkan pandangan dunia Sunda yang memosisikan alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai mitra hidup yang harus dijaga dan dihormati. Dengan demikian, lagu-lagu Mang Koko dapat dipahami sebagai bentuk kesadaran ekologis yang dibungkus dalam ekspresi seni tradisional, serta menjadi media penting dalam pembentukan nilai-nilai lingkungan berbasis kearifan lokal.

Page 2 of 3 | Total Record : 23