cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Analisis Putusan Nomor 1313 K/Ag/2023 Mengenai Kriteria Sengketa Ekonomi Syariah Dalam Kewenangan Absolut Pengadilan Agama Eva Shofia Fitriati
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.938

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepada perbedaan amar putusan antara tingkat kasasi dan banding dan pertama pada perkara Nomor 1313/K/Ag/2023 terkait gugatan perbuatan melawan hukum atas keterlambatan pembayaran dalam akad murabahah. Pengadilan tingkat pertama menyatakan perkara ini masuk dalam kewenangan absolut pengadilan agama karena melibatkan Penggugat sebagai pemasok dalam murabahah, sehingga dikategorikan sebagai sengketa ekonomi syariah. Namun, putusan banding dan kasasi menyatakan perkara ini berada dalam ranah peradilan umum karena jual beli dilakukan antara Penggugat dan Tergugat II sebagai nasabah, serta akta jual beli dianggap tidak berdasarkan prinsip syariah. Dengan metode penelitian dengan jenis penelitian hukum normatif dan pendekatan kasus (case approach), hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan kasasi tidak sesuai dengan kewenangan absolut pengadilan agama, karena putusan kasasi dan banding mengkategorikan sengketa ini sebagai perdata umum, yang seharusnya melihat kepada posisi Penggugat sebagai pemasok dalam akad murabahah yang menunjukkan adanya hubungan hukum yang tidak dapat diabaikan, sebagaimana ditekankan dalam teori keabsahan murabahah menurut fikih dan Fatwa DSN-MUI. Selain itu, gugatan Penggugat terkait keterlambatan pembayaran oleh Tergugat I merujuk pada akad lisan murabahah, yang merupakan bagian dari akad murabah yang dilakukan dalam perkara ini. Putusan kasasi yang menitikberatkan pada akta jual beli sebagai formalitas tanpa mempertimbangkan substansi akad syariah dapat berdampak buruk terhadap eksistensi peradilan agama kedepannya dalam menangani sengketa ekonomi syariah
The Effect of Profitability and Leverage on Economic Value Added (Eva) in The Coal Mining Sub-Sector for The Period 2021-2023 Santoso , Wahyu Purbo
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.940

Abstract

This research aimed to determine and analyze the effect of Profitability and Leverage Ratios on Economic Value Added (EVA) on Financial Performances of Coal Mining Companies Listed on the IDX for the 2021 – 2023 periods. This research used quantitative methods with a descriptive approach. This research used the Panel Data Regression Analysis Method. The result of this researh showed Return On Equity (ROE) partially had a positive and significant effect on Economic Value Added (EVA). Debt to Equity Ratio (DER) partially had no significant negative effect on Economic Value Added (EVA) in Corporate Business Sustainabilty. Return On Equity Ratio (ROE) and Debt to Equity Ratio (DER) simultaneously or together had a positive and significant effect on Economic Value Added (EVA).
Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Mengawasi Fintech Lending sebagai Instrumen Ekonomi Digital Gandasari, Nur Mutiara; Hidayat, Rendy Riansyah; Siswajanthy, Farahdinny
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.941

Abstract

Fintech lending, as a form of digital economy, has changed the financial services landscape in Indonesia by providing more inclusive access to financing. However, the rapid growth of this sector also raises challenges, such as inadequate regulations, operational risks, and low consumer protection. The Financial Services Authority (OJK) has a central role in supervising and regulating this industry to ensure operations comply with laws and business ethics. This research aims to analyze the role, authority and effectiveness of OJK supervision of fintech lending, based on a normative juridical approach. Data was obtained through literature study and analysis of related documents. The research results show that even though the OJK has established various regulations, the effectiveness of supervision still faces obstacles, including the lack of transparency of fintech platforms and the challenges of continuously developing technology. This study provides strategic recommendations to strengthen supervision and create closer collaboration between regulators and industry players.
Perbandingan Efektivitas Sanksi Administratif Dan Pidana Terhadap Pelaku Kartel Di Indonesia Dapurahayu, Sella; Jauharah, Sri Adisty; Pratama, Dendy Suma; Fitriani, Annisa; Siswajanthy,SH.,MH., Farahdinny
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.942

Abstract

Abstract This study compares the effectiveness of administrative and criminal sanctions against cartel offenders in Indonesia. The research method uses comparative analysis with secondary data from KPPU, the Ministry of Trade and the Criminal Justice Agency. The results show that criminal sanctions are more effective in preventing cartel actors, while administrative sanctions are more effective in improving compliance. This study recommends the integration of administrative and criminal sanctions, as well as increased inter-agency cooperation to improve the effectiveness of supervision and prosecution of cartel actors. Keywords: administrative sanctions, criminal sanctions, cartel cases, effectiveness Abstrak Penelitian ini membandingkan efektivitas sanksi administratif dan pidana terhadap pelaku kartel di Indonesia. Metode penelitian menggunakan analisis komparatif dengan data sekunder dari KPPU, Kementerian Perdagangan RI dan Badan Peradilan Pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi pidana lebih efektif dalam mencegah pelaku kartel, sedangkan sanksi administratif lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi sanksi administratif dan pidana, serta peningkatan kerjasama antarlembaga untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap pelaku kartel. Kata kunci : sanksi administratif, sanksi pidana, kasus kartel, efektivitas
Analisis Yuridis Dan Sosiologis Tradisi Bahalarat Juz 15 Pada Masyarakat Banjar Laila Amalia
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.945

Abstract

Tradisi Bahalarat Juz 15 merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang memiliki nilai religius dan sosial. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas keberhasilan menamatkan bacaan Al-Qur'an, terutama bagi anak-anak yang belajar mengaji. Selain sebagai perayaan, Bahalarat juga menjadi media penanaman nilai-nilai keagamaan dan pendidikan karakter, seperti ketaqwaan, gotong-royong, serta penghormatan kepada orang tua dan guru. Namun, di tengah arus modernisasi, tradisi ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan gaya hidup, pengaruh budaya global, dan minimnya pemahaman generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek historis, nilai sosiologis, dan adaptasi tradisi Bahalarat Juz 15 dalam konteks hukum Islam serta dinamika sosial budaya masyarakat Banjar. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hukum empiris, penelitian ini mengungkap bahwa tradisi Bahalarat dapat tetap relevan selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan prinsip dasar Islam dan disertai upaya pelestarian yang sistematis. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol identitas budaya tetapi juga memiliki potensi besar dalam melestarikan nilai-nilai religius pada generasi mendatang.
Analisis Hukum Islam Terhadap Tradisi Membuat Bubur Asyura Masyarakat Banjar Mutia Anisah; Anwar Hafidzi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari sudut pandang hukum Islam terkait tradisi pembuatan bubur Asyura oleh masyarakat Banjar khususnya di Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan gambaran rinci mengenai fenomena tradisi ini. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam terkait sejarah, praktik, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembuatan bubur Asyura merupakan bentuk pelestarian budaya yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial, seperti berbagi, menyambung silaturahmi, dan salin bergotong royong. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai ibadah kepada Allah, seperti meneladani kisah para nabi, dan nilai muamalah, seperti mempererat hubungan antar warga. Secara hukum Islam, tradisi ini dianggap mubah (boleh) bahkan dapat bernilai sunnah jika dilakukan untuk berbagi dengan sesama, meskipun dalil-dalil terkait tradisi ini bersifat dhaif. Pelaksana tradisi ini tidak bertentangan dengan syariat, janji tidak dikaitkan dengan keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami integrasi tradisi lokal dengan ajaran agama Islam.
Analisis Hukum Islam Tentang Kepercayaan Masyarakat Banjar Terhadap Memelihara Benda Pusaka Ahmad Fauzan; Farihatni Mulyati
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.947

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, suku, dan tradisi, yang membentuk identitasnya sebagai bangsa besar. Salah satu tradisi budaya yang menarik perhatian adalah keberadaan benda pusaka, yang di beberapa daerah dipercaya memiliki kekuatan gaib dan nilai historis tinggi. Penelitian ini difokuskan pada kepercayaan masyarakat Banjar di Kabupaten Tapin terhadap pemeliharaan benda pusaka, seperti keris dan besi tua. Berdasarkan keyakinan animisme yang masih berkembang, benda-benda ini dianggap memiliki kekuatan spiritual yang dapat memberikan perlindungan, keberuntungan, hingga kemudahan dalam menghadapi masalah hidup. Dengan perspektif hukum Islam, penelitian ini mengeksplorasi batasan antara pemeliharaan benda pusaka sebagai budaya dan keyakinan akidah, yang dapat menimbulkan khurafat jika tidak dipahami dengan benar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologi, didukung oleh wawancara dengan tokoh ulama di wilayah Tapin, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan benda pusaka dapat dianggap mubah dalam hukum Islam selama tidak dijadikan objek pujaan atau keyakinan yang melampaui syariat. Tradisi seperti membersihkan benda pusaka pada waktu tertentu dan menyertai ritual dengan doa-doa Islam masih menjadi praktik yang umum di masyarakat Banjar. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi tentang pemisahan antara tradisi budaya dan akidah untuk menjaga kemurnian keyakinan serta melestarikan nilai budaya tanpa melanggar prinsip-prinsip agama.
Hukum Islam Terhadap Tradisi Peletakkan Gunting Dan Cermin Di Sekitar Bayi Sabrina Muthia Dina
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.948

Abstract

Tradisi peletakkan gunting dan cermin di sekitar tempat tidur bayi merupakan salah satu bentuk praktik budaya yang masih dijalankan di sejumlah daerah di Indonesia, dengan tujuan memberikan perlindungan spiritual bagi bayi dari gangguan makhluk halus dan energi negatif. Artikel ini mengkaji pandangan seorang ustadz dari pondok pesantren terkait tradisi ini, Melalui metode wawancara, penulis menemukan bahwa meskipun tradisi tersebut telah mengakar dalam budaya lokal, ada sudut pandang agama yang berbeda dalam memahami praktik ini. Beliau menyampaikan bahwa dalam Islam, perlindungan bayi sebaiknya lebih diutamakan dengan doa dan ajaran yang sesuai dengan syariat, seperti pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an, doa-doa dari Rasulullah, membaca burdah, ketimbang bergantung pada benda-benda seperti gunting dan cermin. Hal ini mengungkapkan adanya proses akulturasi antara tradisi lokal dan ajaran agama yang memengaruhi cara masyarakat menjaga kesejahteraan bayi.
Tradisi Baarak Naga Pada Walimah Perkawinan Masyarakat Banjar Noraida Fitri
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.949

Abstract

Tradisi baarak naga merupakan suatu tradisi yang ada sejak dahulu yang diadakan ketika walimah perkawinan, rangkaian kegiatan tersebut menggunakan ornamen naga yang dibawa dari kampung sebelah sampai halaman rumah pengantin. Prosesi tradisi baarak naga ini dengan cara menjalankan mobil yang sudah dihiasi, didalam mobil itu terdapat sepasang pengantin, satu orang sopir dan orang yang bertugas memainkan gamelan yang mengiringi upacara tersebut. Sebelum acara tersebut dimulai maka lebih dahulu membaca do’a selamat dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik tradisi baarak naga pada walimah perkawinan masyarakat Banjar. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomena tradisi baarak naga pada walimah perkawinan. Diteliti secara deskriptif dan dianalisa secara wawancara.
Kepercayaan Terhadap Kapuhunan Di Masyarakat Banjar Muhammad Adhadi Akbar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.950

Abstract

Kepercayaan terhadap mitos kapuhunan menjadi fenomena sosial yang menarik untuk diteliti karena perannya dalam membentuk perilaku masyarakat. Proses persepsi mitos ini diawali dari perhatian terhadap informasi yang sering didengar atau dialami, kemudian diolah melalui pengetahuan, penilaian, hingga membentuk keyakinan yang memengaruhi perilaku. Meskipun tidak ada dalil tegas yang mendukung, QS. Ar-Ra’d ayat 11, QS. Al-Baqarah ayat 20, dan hadis Bukhari sering dirujuk untuk mengaitkan kepercayaan kapuhunan dengan konsep takdir, meski interpretasi harus dilakukan secara hati-hati. Penelitian ini menggunakan metode empiris, pendekatan deskriptif-kualitatif untuk menggali dampak mitos kapuhunan terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos ini dapat memperkuat nilai sosial seperti sopan santun dan kebersamaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecemasan berlebihan dan menghambat pemikiran kritis. Temuan ini menegaskan bahwa mitos kapuhunan adalah pedang bermata dua yang memiliki potensi positif sebagai pengatur sosial, namun juga dapat menjadi hambatan dalam pengembangan nilai-nilai universal dan rasionalitas. Kesimpulan ini penting untuk mendorong pemahaman yang seimbang dan kritis terhadap mitos kapuhunan, sekaligus menawarkan refleksi tentang bagaimana budaya lokal dapat dipertahankan tanpa mengesampingkan kemajuan pemikiran.