cover
Contact Name
Dimas Qondias
Contact Email
jurnal.jpicb@gmail.com
Phone
+6281337976383
Journal Mail Official
jurnal.jpicb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 29887852     DOI : https://doi.org/10.38048/jpicb
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti mengkaji tentang hasil hasil penelitian dalam bidang: 1. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 2. Pembelajaran dan Media Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 3. Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 4. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 5. Isu isu Terkini dalam Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 6. Permasalahan Pendidikan secara Umum seperti kesulitan belajar, gaya belajar, parenting, dan konseling. 7. Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus
Articles 73 Documents
PARADIGMA ZERO WASTE DALAM PEMBENTUKAN KESALEHAN EKOLOGIS SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB NEGERI MEMPAWAH Usep Gunawan; Wulandari; Andiani Herlina; Novita Nurfajriyati; Maulidya Okta Suryani; Novi Dwi Oktavianty
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6990

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi paradigma zero waste dalam pembentukan kesalehan ekologis siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Mempawah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 19 siswa tunarungu dan grahita serta 7 guru yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam program lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi paradigma zero waste mendukung pembentukan kesalehan ekologis melalui pembiasaan pemilahan dan pemanfaatan kembali limbah, pengembangan keterampilan vokasional berbasis daur ulang, serta internalisasi nilai religius yang mendorong kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pendekatan pembelajaran yang konkret, visual, demonstratif, dan repetitif membantu siswa memahami praktik pengelolaan limbah secara lebih aplikatif sesuai karakteristik kebutuhan mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa paradigma zero waste berpotensi menjadi instrumen pedagogis dalam pengembangan karakter ekologis dan kesalehan ekologis siswa berkebutuhan khusus.
PEMBINAAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA PEMBELAJARAN INKLUSIF DI SDN 3 SANAWETAN KOTA BLITAR Salsabila Khoirul Syifa'; Muhammad Fauzandhy Asmindrawan; Sigit Wibowo; Fatimah Jayanti
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.7061

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam pembelajaran inklusif di sekolah dasar. Siswa ABK memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda sehingga guru perlu melakukan penyesuaian layanan pembelajaran agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar bersama siswa reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan ABK pada pembelajaran inklusif di kelas II SDN 3 Sananwetan Kota Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan wali kelas II yang memiliki pengalaman mendampingi siswa ABK dalam proses pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan ABK dilakukan melalui penyesuaian layanan akademik dan sosial. Guru memberikan tambahan waktu belajar, menyederhanakan materi, menggunakan pendekatan individual, serta menyesuaikan bentuk penilaian berdasarkan kemampuan siswa. Siswa ABK juga dilibatkan dalam kegiatan kelompok agar dapat berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan teman sebaya. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, jumlah siswa yang cukup banyak, dan kebutuhan layanan individual yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan ABK dalam pembelajaran inklusif memerlukan penyesuaian layanan pembelajaran serta kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua agar perkembangan akademik dan sosial siswa dapat berjalan lebih optimal
IMPLEMENTASI BUDAYA 9D DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR INPRES LENGKOSAMBI Maria Vianey Tiara Bhibha; Delvinsia Aja; Yohanes Meo; Yudivica Apolonia Nanggo; Maria Yuliana Ceme; Marselina Anna Maria Noa
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.7106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Budaya 9D dalam membentuk karakter siswa di SD Inpres Lengkosambi. Budaya 9D meliputi disiplin, datang tepat waktu, doa, dengar, diam, diskusi, damai, dermawan, dan dedikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya 9D telah diterapkan melalui berbagai kegiatan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Penerapan budaya ini terlihat dari pembiasaan siswa untuk hadir tepat waktu, menaati aturan sekolah, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, mendengarkan penjelasan guru, berdiskusi, menjaga hubungan yang damai, membantu teman, serta menunjukkan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Budaya 9D membantu membentuk karakter siswa yang disiplin, religius, tertib, peduli, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat belajar. Namun, masih terdapat kendala dalam menjaga konsentrasi siswa pada aspek dengar dan diam serta konsistensi dalam menerapkan disiplin dan dedikasi. Dengan demikian, Budaya 9D perlu terus diperkuat melalui pembiasaan, keteladanan guru, dan dukungan seluruh warga.