cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
bionature@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar Jl. Daeng Tata Raya, Parang Tambung, 90224 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
bionature
ISSN : 14114720     EISSN : 26545160     DOI : 10.35580
BIONATURE adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori di bidang biologi. Diterbitkan dua kali setahun pada bulan april dan oktober oleh Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makasar
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
Efektivitas Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L) dan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti Amirullah, Amirullah; Malik, Nurhayu; Rosmaya, Rosmaya
bionature Vol 20, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.515 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v20i1.9760

Abstract

Abstract. The study of the efficacy of betel leaf extract (Piper betle L.) and garlic extract (Allium sativum) on the mortality of Aedes aegypti mosquito larvae was carried out at the Zoology Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Halu Oleo Kendari University. Aedes aegypti mosquito larvae were obtained from the rearing of F2 from Aedes aegypti eggs that were taken by ovitrap from in Kambu Village, Kendari City, which is an endemic area of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Extrac of betel leaf (Piper betle L.) and garlic extract (Allium sativum) at concentrations of 1.0%, 2.0% and 3.0% respectively and their combinations were given to Aedes aegypti larvae (L4). The results showed that the highest larval mortality (88%) occurred after 24 hours of exposure to betel leaf extract (Piper betle L.) at a concentration of 3%, whereas with garlic extract (Allium sativum) the highest larval mortality (98%) occurred at concentration 3 %, and for the highest larval mortality (99%) found in a combination of 3% betel leaf extract (Piper betle L.) and 3% garlic extract (Allium sativum). Based on WHO (2009), the most effective treatment for killing Aedes aegyti larvae is 3% garlic (Allium sativum) extract and a combination of 3% betel leaf extract (Piper betle L.) and 3% garlic extract (Allium sativum).Keywords:  Biopesticide, Mortality, Aedes aegypti, betle leaf (Piper betle L.), garlic (Allium sativum).
Performa Jumlah dan Diferensiasi Sel Hemosit Juvenil Udang Windu (Penaeus Monodon Fabr.) pada Pemeliharaan dengan Tingkat Teknologi Budidaya yang Berbeda ., Hartinah; La Sennung, La Paturusi; Hamal, Rimal
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.075 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa jumlah hemosit dan diferensiasi sel hemosit juvenil udang windu, pada pemeliharaan dengan tingkat teknologi yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel langsung ke lokasi tambak intensif dan tambak tradisional. Frekuensi pengambilan sampel 2 kali dengan interval waktu 15 hari pada saat juvenil udang windu berumur ± 2 bulan. Parameter hemolimfe yang diamati adalah jumlah hemosit, persentase diferensiasi hemosit berdasarkan tipe selnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah hemosit juvenil udang windu pada pemantauan pukul 16:30, masing-masing naik dari 30×106 sel/ml pada tambak tradisional, dan 34.8×106 sel/ml pada tambak intensif. Pada pemantauan pukul 12:00, menjadi 68.7×106 sel/ml tambak tradisional dan 64,8 ×106 sel/ml pada tambak intensif. Selanjutnya menurun menjelang pukul 4:30 menjadi 29,6×106 sel/ml pada tambak intensif dan 33.6×106 sel/ml pada tambak tradisional. Selanjtunya, persentase sel hyalin lebih tinggi (54-61%) pada tambak tradisional dibandingkan sel globular (33–35%) dan sel semiglobular (7-14%), namun pada tambak intensif sel globular lebih tinggi dibandingkan sel hyalin dan sel globular pada setiap pemantauan selama 24 jam. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kondisi vitalitas juvenil udang windu yang dipelihara pada tambak tradisional lebih prima dibandingkan pada tambak intensif yang diduga rentan terhadap stress terutama menjelang subuh (pukul 4:30).
Perbedaan Hasil Belajar Materi Ekosistem melalui Penerapan Media MindManager dan Media Powerpoint pada Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Marusu Kabupaten Maros Firdaus, Daud; A. Rahmawati, D.
bionature Vol 14, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.734 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v14i2.1451

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experimental) yang bertujuan untuk mengetahui  perbedaan hasil belajar materi ekosistem melalui penerapan Media MindManager dan Media Powerpoint pada Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Marusu Kabupaten Maros. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Marusu yang aktif selama tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri atas 6 kelas, dan terpilih kelas X1 sebanyak 31 siswa sebagai kelompok media MindManager dan kelas X2 sebanyak 30 siswa sebagai kelompok media Powerpoint. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada ranah kognitif materi ekosistem berupa pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Anakova diperoleh nilai signifikansi 0,035 < α (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar materi ekosistem melalui penerapan media MindManager dan Media Powerpoint pada Siswa Kelas X SMA Negeri 9 Marusu Kabupaten Maros.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Aktivitas, Motivasi dan Hasil Belajar IPA Biologi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone. Saniah, St; Hala, Yusminah; Taiyeb, A. Mushawwir
bionature Vol 17, No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.69 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v17i1.2593

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap aktivitas, motivasi, dan hasil belajar IPA Biologi siswa kelas VII K SMP Negeri 1 Watampone. Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan mulai April 2016 sampai Mei 2016, dengan total sampel berjumlah 25 orang. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih efektif digunakan untuk meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa yaitu motivasi siswa terhadap penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing 100 % berada pada kategori tinggi dan hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing 56 % berada pada kategori tinggi yaitu 14 orang dan 36 % berada pada kategori sangat tinggi yaitu 9 orang, sehingga tidak ada lagi siswa yang berada pada kategoti rendah dan sangat rendah. Begitu juga dengan aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas siswa berada pada kategori sangat baik.Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Aktivitas, Motivasi, dan Hasil Belajar IPA
Analisis Cemaran Logam Berat Tembaga (Cu) pada Ikan Tembang (Sardinella gibbosa) yang dipasarkan di Makassar Andi, Mu’nisa; Nurham, .
bionature Vol 11, No 2 (2010): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.932 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v11i2.1378

Abstract

analysis of heavy metals such as copper (Cu) in Sardinella gibbosa has been which marketed in Makassar. Fish samples were collected from TPI Lelong and TPI Rajawali. Cu levels were determined by atonomic absorption spectrophotometry (AAS). The analyses showed estimated of 0.0189 mg/kg (TPI Lelong) and 0.0144 mg/kg (TPI Rajawali) levels of Cu in fish. It was then concluded that the levels of Cu were still below threshold. 
Perbandingan Konsentrasi ZPT (BAP dan NAA) Pada Media MS Terhadap Pertumbuhan Kalus Eksplan Daun Muda Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Sukamto, Dwi Sucianingtyas; Maharani, Lila; Lestari, Inget Puji
bionature Vol 18, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.949 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v18i2.6143

Abstract

Abstract. Rubber is known in Indonesia since the Dutch colonial period. Indonesia is the second largest natural rubber producer in the world after Thailand, rubber production contributes greatly to the Indonesian economy. Propagation of rubber seedlings to date is still done by grafting is by using the eyes of buds and seed plants, one of the alternatives to meet the demand for rubber seedlings that are increasing and not dependent on the season and to produce the clonal rootstock is homogeneous by tissue culture techniques. This study aims to find out the response of callus formation of young leaf rubber plant leaves (Hevea brasiliensis Muell, Arg) on MS medium with different concentration of ZPT (BAP and NAA). This research uses Cross Sectional type of observation research, with combination of MS and ZPT media used ie MS with BAP 1.5 ppm + NAA 0,05 ppm, BAP 2 ppm + NAA 0,1 ppm, BAP 2.5 ppm + NAA 0.2 ppm. The parameters observed were the forming of callus, callus texture and callus color for 21 days. Based on the results of the study showed that MS treatment with ZPT concentration (BAP 1.5 ppm + NAA 0.05ppm) gave the best result for callus formation response with highest explanation percentage of 0,06%.Keywords. Calli, Concentration ZPT, Hevea brasiliensis Muell.Arg. 
Efektivitas Ekstrak Pektin dari Kulit Buah Jeruk Bali (Citrus maxima) Sebagai Antimikroba Wana, Nur; Pagarra, Halifah
bionature Vol 19, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.924 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v19i2.9732

Abstract

Abstract. The aim of this study was to investigate the effectiveness of pectin extract and antimicrobial activity of pectin extract from the skin of grapefruit (Citrus maxima) with variations in pH, temperature, and extraction time. This study was an experimental study with laboratory testing using a completely randomized design (CRD) with 2x3x3 factorial three times repetition. Factor A is pH: 1.5 (A1), 2.5 (A2). Factor B is the heating temperature: 60°C (B1), 80°C (B2), 100oC (B3). Factor C is time: 60 minutes (C1), 90 minutes (C2), 120 minutes (C3). While the design measurement of antimicrobial activity is carried out by calculating the diameter of the inhibition zone (mm). All data obtained were analyzed using ANOVA (α = 0.05%, then continued by Tuckey's advanced test using SPSS). Extraction of pectin from the skin of grapefruit using a conventional method with hydrochloric acid (0.5N HCl). The extraction process was carried out by heating the hot plate by varying the temperature (60 oC; 80 oC; 100oC), pH (1.5; 2.5), and extraction time (60; 90; 120 minutes). Significant pectin yields obtained were tested for antimicrobial activity and measured inhibitory zones produced based on the diameter of the antimicrobial area. The results showed that extraction was influenced by pH, temperature, and extraction time and the highest pectin yield was obtained by extraction with ph 2.5, temperature 60oC, time 90 minutes as much as 27.8%. While the antimicrobial activity of pectin extract from the skin of grapefruit (Citrus maxima) has antibacterial activity because it can inhibit the growth of Escherichia coli bacteria, Staphylococcus aureus. However, it has no antifungal activity against Candida albicans.Keywords:  Grapefruit skin (Citrus axima), Pectin, extraction, antimicrobial activity. 
Ekskresi Amonium pada Bakteri Penambat Nitrogen dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman ., Hartono
bionature Vol 15, No 1 (2014): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.761 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i1.1546

Abstract

Bakteri penambat nitrogen telah lama dimanfaatkan sebagai pupuk hayati dan terbukti berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kendala yang dihadapi dalam penerapan bakteri penambat nitrogen khususnya yang tidak bersimbiosis (free living diazotroph) sebagai pupuk hayati adalah masih rendahnya jumlah senyawa nitrogen yang dilepaskan ke lingkungan sehingga kontribusinya dalam menyediakan senyawa nitrogen terfiksasi bagi pertumbuhan tanaman juga rendah. Hal ini disebabkan karena senyawa nitrogen yang difiksasi digunakan oleh sel bakteri itu sendiri dan baru dilepaskan ke lingkungan pada tahap lanjut pertumbuhan tanaman setelah sel bakteri mengalami kematian dan dekomposisi. Suatu mekanisme regulasi penambatan nitrogen yang berbeda ditemukan pada beberapa strain bakteri penambat nitrogen dimana amonium yang terbentuk di dalam sel sebagai hasil dari aktivitas nitrogenase tidak terakumulasi di dalam sel karena diekskresikan keluar melalui suatu mekanisme difusi sederhana. Fenomena ekskresi amonium pada bakteri penambat nitrogen dapat berlangsung pada strain wild type atau dapat diinduksi melalui mutasi. Ekskresi amonium bisa berlangsung karena terjadi penghambatan sintesis atau aktivitas enzim yang terlibat di dalam asimilasi amonium yang menyebabkan amonium tidak bisa diasimilasi lanjut dan terakumulasi di dalam sel. Hal ini menyebabkan amonium berdifusi secara pasif keluar melalui membran sel. Inokulasi tanamam dengan bakteri mutan pengekskresi amonium pada skala laboratorium menunjukkan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan tanaman tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan ketika diujikan pada skala lapangan.
Studi Lama dan Jenis Kontrasepsi Hormonal yang Digunakan dengan Gangguan Menstruasi Akseptor KB Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Jati Raya Kota Kendari Amiruddin, Amiruddin; Agriansyah A, Agriansyah A; Risna, Risna
bionature Vol 20, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.832 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v20i2.11282

Abstract

Abstract. Based on initial observations on hormonal contraceptive KB acceptors in the working area of the Jati Raya Health Center in Kendari City, many acceptors experience menstrual disorders. This study aims to determine the relationship between duration of use and the type of hormonal contraception used with menstrual disorders inactive family planning acceptors in the working area of Jati Raya Health Center, Kendari City. This type of research is an association with the Cross-Sectional Study design. The population in this study was 153 acceptors. The sample was determined by purposive sampling of 138 respondents using a questionnaire. The results showed respondents with a duration of use <6 months (45.7%), 6 months - 1 year (31.2%), and> 1 year (23.2%), the type of hormonal contraception used is; injections (80.4%), pills (13.8%) and implants (5.8%), menstrual disorders before using hormonal contraceptives namely; normal (39.1%) and mild disorders (60.9%) and after using hormonal contraception, mild disorders (15.9%), moderate (39.1%) and severe (44.9%). The results of data analysis with the chi-square test concluded that the length of hormonal contraceptive use was significantly related to menstrual disorders in active KB acceptors in the working area of the Jati Raya Health Center in Kendari City and the type of hormonal contraception used was significantly related to menstrual disorders in active KB acceptors in the Puskesmas work area. Jati Raya Kendari City (p <0.05). Keywords: old, hormonal contraception, menstrual disorders, family planning acceptors.
Pemograman Berbasis R untuk Analisis Vegetasi Wiharto, Muhammad
bionature Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v10i1.269

Abstract

R is software as well as a functional programming language. This project use R to solve basic analysis of vegetation ecology. Vegetation parameters that computed with R are density, dominance, frequency, important value index, Shanon-Wenner’s diversity index. Various R function that use in order to derive result are attach ( ), data. frame ( ), apply ( ), is.na ( ), data.table ( ), detach ( ), rev ( ), sort ( ), tapply ( ),  with ( ), and user defined function.   Keywords: R software, functional programming, vegetation parameters, R function.