cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 806 Documents
PERANCANGAN BUKU “27 YEARS LATER; REFORMASI” Kurnia Setiawan; Alysia Amanda Christianne; Celine Pramana
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38020

Abstract

The book “27 Years Later; Reformasi” contains the role of 98 reform activists as agents of change that have been recorded from 1998 to 2025. In 2017/2018 the researcher received a grant from the Directorate General of Higher Education, in 2023 and 2024 the research was continued to examine the role of 98 activists in 25 years of reform and during the 2024 presidential election. Based on the 3 studies, it was compiled to be made into a book with the theme of Indonesian change agents. The subjects in the book are activists who are members of the Student Action Front for Reform and Democracy (FAMRED), since they were students until now as leaders in various fields recorded for more than two decades. This book records the experiences, life values, and challenges faced by post-reform activists in maintaining the spirit of change amidst various political and social situations, especially before and after the 2024 presidential election. The research was conducted using Anthony Giddens' structuration approach to understand the dialectical interaction between agents (activists) and social structures in the process of social change. Based on the studies conducted, some activists are influenced by existing structure/ reproducing the structure and some actively change these structures in an effort to achieve their personal goals or reformation goals. The design of the book follows the Five phases of graphic design from Robin Landa: orientation, analysis, concept, design, implementation. Through this book, the history of the 98 reforms is recorded based on the results of ongoing research so that it is hoped that it can provide insight into the transformation process of reform movement activists, while reflecting the relevance of the struggle in the current context.   ABSTRAK Buku “27 Years Later; Reformasi” berisi tentang peran aktivis reformasi 98 sebagai agen perubahan yang telah direkam sejak tahun 1998 hingga 2025. Pada tahun 2017/2018, peneliti telah mendapatkan hibah Dikti. Pada tahun 2023 dan 2024, penelitian dilanjutkan untuk mengkaji peran aktivis 98 dalam 25 tahun reformasi dan pada saat pemilihan presiden 2024. Berdasarkan 3 penelitian tersebut, diramu menjadi buku bertema agen perubahan Indonesia. Subjek dalam buku adalah para aktivis yang tergabung dalam organ Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (FAMRED), sejak mereka masih mahasiswa sampai saat ini, yang menjadi pemimpin di berbagai bidang yang direkam selama lebih dari dua dekade. Buku ini merekam pengalaman,  nilai-nilai hidup, serta tantangan yang dihadapi aktivis pasca-reformasi dalam mempertahankan semangat perubahan di tengah berbagai suasana politik dan sosial, khususnya menjelang dan pasca pemilihan presiden 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturasi Anthony Giddens untuk memahami interaksi dialektis antara agen (aktivis) dan struktur sosial dalam proses perubahan sosial. Berdasarkan kajian yang dilakukan, para aktivis ada yang dipengaruhi/mereproduksi struktur yang ada dan  ada pula yang secara aktif memperbaiki/mengubah struktur yang ada dalam upaya mencapai tujuan pribadinya ataupun tujuan reformasi. Perancangan buku mengikuti tahapan “Five phases of graphic design” dari Robin Landa: orientation, analysis, concept, design, implementation. Melalui buku ini, sejarah reformasi 98 direkam berdasarkan hasil penelitian yang berkelanjutan sehingga diharapkan dapat memberikan wawasan  mengenai proses transformasi para aktivis gerakan reformasi, sekaligus merefleksikan relevansi perjuangan tersebut dalam konteks kekinian.
PENTINGNYA PENERAPAN TEKNIK KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN UMKM PADA MOM YULY PUDDING Rorlen; Virly Marcelin Chandra; Marcya Stevanni
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38021

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play an important role in supporting national economic growth, particularly through job creation and improving community welfare. However, many MSME actors still face challenges in designing effective communication and marketing strategies to expand their consumer reach. This community service activity focused on one MSME, Mom Yuly Pudding in Sunter, North Jakarta, to help improve business communication skills, digital promotion, and brand image strengthening through the application of Integrated Marketing Communication (IMC) and interpersonal communication concepts. The activity was carried out in three stages, namely observation of the partner’s communication needs, presentation of communication strategies based on the Ethos–Pathos–Logos approach, and evaluation of strategy implementation after the activity. During the implementation, the owner and employees showed enthusiasm throughout the presentation session and were able to understand the application of communication strategies in promotion and customer service. This activity also encouraged the partner to begin developing more consistent promotional content and to adjust communication according to audience characteristics. In addition, communication among employees and interactions with customers became more organized and directed. Overall, this community service activity provided insight into the importance of integrated and sustainable communication strategies in supporting the competitiveness of MSMEs.   ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui penciptaan lapangan kerja serta peningkatan taraf hidup masyarakat. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam merancang strategi komunikasi dan pemasaran untuk memperluas jangkauan konsumen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada salah satu pelaku UMKM, yaitu Mom Yuly Pudding di Sunter, Jakarta Utara, dengan tujuan membantu meningkatkan kemampuan komunikasi bisnis, promosi digital, serta penguatan citra merek melalui penerapan konsep Integrated Marketing Communication (IMC) dan komunikasi interpersonal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu observasi kebutuhan komunikasi mitra, pemaparan strategi komunikasi berbasis pendekatan Ethos–Pathos–Logos, serta evaluasi penerapan strategi setelah kegiatan berlangsung. Dalam pelaksanaannya, pemilik dan karyawan menunjukkan antusiasme selama sesi pemaparan dan mampu memahami penerapan strategi komunikasi dalam promosi maupun pelayanan pelanggan. Kegiatan ini juga mendorong mitra untuk mulai menyusun konten promosi yang lebih konsisten dan menyesuaikan komunikasi dengan karakteristik audiens. Selain itu, komunikasi antarpegawai dan interaksi dengan pelanggan menjadi lebih terarah. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman tentang pentingnya strategi komunikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam mendukung daya saing UMKM.
PELATIHAN IMPLEMENTASI QRIS UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA TOKO SAM MART DI JAKARTA BARAT Herman Ruslim; Jolyn Christy; Serendra Tan Siling
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38022

Abstract

This community service activity was carried out with partners, small businesses that still use cash for their daily transactions. With the development of financial technology (Fintech), people are starting to shift to more practical and efficient digital payment systems, such as digital wallets (e-wallets) and QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS is a cashless payment method that allows for fast and secure transactions simply through a smartphone. However, partners still face several challenges, including the risk of receiving counterfeit money, difficulty providing change, and limitations in keeping up with the development of digital payment systems currently widely used by consumers. These conditions can impact transaction effectiveness and potentially hinder increased store sales. Through Community Service (PKM) activities, the team provides solutions in the form of outreach, training, and mentoring on the use of the QRIS digital payment system to partners. The PKM method involves identifying partner problems, educating them about the benefits of cashless transactions, assisting with the QRIS registration and usage process, and evaluating the implementation of the digital payment system at partner stores. The results of this activity indicate that the use of QRIS can help partners conduct transactions more conveniently, securely, and efficiently, while also improving the quality of customer service. This activity is also supported by Tarumanagara University, an entrepreneurial campus, by providing funding for community service programs.   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada mitra berupa toko usaha kecil yang masih menggunakan sistem pembayaran tunai dalam transaksi sehari-hari. Seiring dengan perkembangan teknologi finansial (Financial Technology/Fintech), masyarakat mulai beralih menggunakan sistem pembayaran digital yang lebih praktis dan efisien, seperti dompet digital (e-wallet) dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS merupakan metode pembayaran non-tunai yang memungkinkan transaksi dilakukan dengan cepat dan aman hanya melalui smartphone. Namun, mitra masih menghadapi beberapa permasalahan, antara lain risiko menerima uang palsu, kesulitan menyediakan uang kembalian, serta keterbatasan dalam mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital yang saat ini banyak digunakan konsumen. Kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas transaksi dan berpotensi menghambat peningkatan penjualan toko. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), tim memberikan solusi berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penggunaan sistem pembayaran digital QRIS kepada mitra. Metode PKM dilakukan melalui tahapan identifikasi permasalahan mitra, edukasi mengenai manfaat transaksi non-tunai, pendampingan proses pendaftaran dan penggunaan QRIS, serta evaluasi penerapan sistem pembayaran digital di toko mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan QRIS dapat membantu mitra melakukan transaksi secara lebih praktis, aman, dan efisien, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen. Kegiatan ini juga didukung oleh Universitas Tarumanagara sebagai kampus entrepreneur melalui penyediaan dana untuk pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
PENINGKATAN PEMAHAMAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP JUDI ONLINE DI ERA DIGITALISASI Hery Firmansyah; Hugo Feris Tri Susanto; Kesia Aprillianty
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38023

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah membawa dampak besar terhadap perilaku masyarakat, termasuk meningkatnya praktik perjudian online. Fenomena ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak sosial negatif seperti ketergantungan, kehancuran rumah tangga, dan peningkatan kriminalitas. Meskipun hukum Indonesia telah mengatur secara tegas larangan terhadap perjudian, baik konvensional maupun online, implementasi hukum seringkali terkendala oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aturan yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tidak hanya reaktif melalui penegakkan hukum, tetapi juga proaktif melalui edukasi dan penyuluhan hukum. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Kabupaten Indramayu dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim pelaksana, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini mencakup tahapan persiapan, survei kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan penyuluhan, dan penyusunan laporan akhir. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, memperkuat pemahaman terhadap bahaya judi online, serta membentuk perilaku sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Penyuluhan hukum yang dilakukan secara langsung dinilai efektif dalam membangun literasi hukum masyarakat, serta menjadi sarana pemberdayaan hukum yang adaptif terhadap tantangan era digital.
PENGEMBANGAN DESAIN KATALOG DIGITAL GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM KULINER Hetty Karunia Tunjungsari; Presilla; Victoria Valencia
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38027

Abstract

This community service activity aims to support the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the culinary sector, especially Aprilia Chiffon Cake located in Yogyakarta, through the creation and optimization of digital catalogs. Culinary MSMEs often face limitations in terms of digital marketing, especially in compiling interesting and informative promotional materials. To answer these challenges, the service team provides assistance to business actors in the form of training and direct practice related to the preparation of visual content, writing effective product descriptions, and the use of digital platforms such as social media and marketplaces. The method of implementing activities includes initial observation of partner needs, preparation of catalog concepts that are in accordance with the business identity, technical design training sessions using free applications such as Canva, and evaluation and revision of catalogs based on partner feedback. The results of the activity show that partners are able to produce attractive and representative digital catalogs, as well as understand the importance of visual consistency and product narrative in building brand image. The resulting digital catalog includes complete information regarding the variety of chiffon cake products, prices, composition, and ordering contacts. The direct impact of this activity is the increase in partners' confidence in marketing their products online as well as increasing the reach of promotions through digital media. This activity is expected to be a similar mentoring model for other culinary MSMEs in digital transformation efforts. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner, khususnya Aprilia Chiffon Cake yang berlokasi di Yogyakarta, melalui pembuatan dan optimalisasi katalog digital. UMKM kuliner seringkali menghadapi keterbatasan dalam hal pemasaran digital, terutama dalam menyusun materi promosi yang menarik dan informatif. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdi melakukan pendampingan kepada pelaku usaha dalam bentuk pelatihan dan praktik langsung terkait penyusunan konten visual, penulisan deskripsi produk yang efektif, serta penggunaan platform digital seperti media sosial dan marketplace. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal terhadap kebutuhan mitra, penyusunan konsep katalog yang sesuai dengan identitas usaha, sesi pelatihan teknis desain menggunakan aplikasi gratis seperti Canva, serta evaluasi dan revisi katalog berdasarkan umpan balik mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu menghasilkan katalog digital yang menarik dan representatif, serta memahami pentingnya konsistensi visual dan narasi produk dalam membangun citra merek. Katalog digital yang dihasilkan mencakup informasi lengkap mengenai variasi produk chiffon cake, harga, komposisi, dan kontak pemesanan. Dampak langsung dari kegiatan ini adalah meningkatnya kepercayaan diri mitra dalam memasarkan produknya secara online serta peningkatan jangkauan promosi melalui media digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan serupa bagi UMKM kuliner lainnya dalam upaya transformasi digital.
PENDEKATAN DAN TEKNIK WAJIB PAJAK MENGHADAPI PEMERIKSAAN PAJAK YANG DILAKUKAN FISKUS MELALUI SP2DK Andreas Bambang Daryatno; Annabella Nathalie Ibrahim; Joshua Prasetio
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38475

Abstract

The taxation system currently implemented in Indonesia is the Self-Assessment System, a system in which the government grants taxpayers full authority to calculate, pay, and report their own tax liabilities. The Request for Explanation of Data and/or Information (Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan/SP2DK) is one of the instruments used by the Tax Service Office (Kantor Pelayanan Pajak/KPP) to monitor taxpayer activities. This Community Service Program (PKM) aims to provide guidance in responding to an SP2DK issued by the Directorate General of Taxes due to discrepancies identified in the KPP's data, with a focus on legal, accounting, and applicable tax regulatory aspects. The approaches and techniques implemented by the company's internal team are intended to minimize the risk of additional tax assessments. The results of the PKM indicate that the partner gained an understanding of the procedures for preparing responses to an SP2DK and was able to independently reconcile tax-related data in accordance with tax authority regulations, thereby ensuring that no discrepancies remained that could result in additional tax liabilities. The partner received an SP2DK in 2023 containing several indications of tax data discrepancies, including differences in sales, purchases, fixed assets, Value Added Tax (VAT), and Income Tax Articles 21 and 23. These findings raised concerns among management regarding the tax compliance practices that had been carried out by the staff. Consequently, management requested training and counseling on how to address these issues effectively. Through this activity, management expected to improve the company's tax management practices to become more effective and efficient. The results demonstrate that there are still various aspects of tax compliance that can be improved within the company. Furthermore, the company is expected to minimize risks associated with future SP2DKs and strengthen its overall tax compliance framework. ABSTRAK Sistem perpajakan yang diterapkan di Indonesia saat ini adalah Self-Assessment System, yaitu sistem di mana pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada Wajib Pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri pajak terutangnya. Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) merupakan salah satu instrumen yang digunakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dalam mengawasi kegiatan Wajib Pajak. PKM ini bertujuan untuk memberikan kajian dalam menghadapi SP2DK yang dikirimkan oleh Direktorat Jenderal Pajak akibat adanya ketidaksesuaian data internal KPP, dengan fokus pada aspek hukum, akuntansi, dan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini. Pendekatan dan teknik yang perlu dilakukan oleh internal perusahaan bertujuan untuk meminimalkan risiko timbulnya tagihan pajak. Hasil PKM menunjukkan bahwa mitra memperoleh pemahaman mengenai prosedur penyusunan tanggapan SP2DK dan mampu melakukan rekonsiliasi data perpajakan secara mandiri sesuai ketentuan otoritas pajak serta memastikan tidak terdapat selisih yang dapat menimbulkan kewajiban pembayaran pajak. Mitra menerima SP2DK pada tahun 2023 yang memuat sejumlah indikasi ketidaksesuaian data perpajakan, di mana di dalamnya muncul cukup banyak pertanyaan yang menurut mereka terdapat ketidaksesuaian, seperti selisih penjualan, pembelian, aset tetap, PPN dan PPh 21/23. Hal ini membuat manajemen khawatir akan pelaksanaan kewajiban perpajakan yang staf jalankan selama ini. Manajemen meminta bantuan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang bagaimana menghadapi masalah ini. Manajemen berharap dapat meningkatkan pelaksanaan pengelolaan pajak supaya lebih optimal dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang dapat dilakukan dan ditingkatkan perusahaan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Perusahaan akan meminimalkan risiko-risiko berkaitan dengan SP2DK yang diterima.