cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 785 Documents
PELATIHAN KOMPUTERISASI AKUNTANSI DALAM MENGINPUT TRANSAKSI PENJUALAN BAGI SISWA SMA KRISTOFORUS 1, JAKARTA Nastasya Cindy Hidajat; Tanya Edwina Abigail; Wieleycia Terence
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37707

Abstract

Accounting learning today not only emphasizes manual recording but also requires the introduction of computerized accounting systems to keep pace with technological developments. Basic accounting knowledge remains important to support the effective use of accounting software in completing accounting tasks. Therefore, this PKM training focuses on deepening students’ understanding of computer use in the accounting process, especially for sales transactions. Sales transactions were chosen because they are the main source of income for trading companies. Currently, high school students use the Independent Curriculum, which mainly focuses on manual accounting records and provides limited exposure to computerized accounting. This training serves as a solution to help schools overcome difficulties in delivering computerized accounting materials while also providing students with broader accounting knowledge before choosing their future college majors. The activity will be conducted offline in December 2025 in one session lasting 120 minutes. The implementation includes a presentation by the Untar PKM Team, followed by practice exercises and a question-and-answer session. Through these activities, students are expected to gain a better understanding of computerized accounting systems, particularly in inputting sales transactions. This PKM activity is expected to benefit students of Kristoforus 1 High School by improving their accounting knowledge and practical skills. The outputs of this activity include mandatory proceedings to be presented in a seminar organized by Tarumanagara University and an additional output in the form of HKI. Finally, a report on the implementation of this PKM activity will be submitted to Untar DPPM as accountability documentation. Pembelajaran akuntansi pada masa sekarang tidak hanya berfokus kepada cara pencatatan secara manual, namun perlu juga pengenalan akuntansi menggunakan komputer. Tujuannya agar tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi pada masa sekarang ini. Pembelajaran dasar akuntansi tetap diperlukan untuk menunjang kelancaran penggunaan perangkat lunak dalam mendukung tugas akuntansi. Pada pelatihan kali ini Tim PKM akan berfokus dalam memperdalam materi penggunaan komputer dalam proses akuntansi, khususnya pada transaksi penjualan. Penjualan menjadi fokus dalam pelatihan ini karena sumber penghasilan utama perusahaan dagang berasal dari penjualan barang. Siswa SMA saat ini sedang menggunakan Kurikulum Merdeka sehingga ada keterbatasan dimana pelajaran akuntansi yang diberikan hanya sebatas pencatatan manual. Pelatihan ini dilakukan sebagai solusi yang diberikan kepada pihak sekolah atas kesulitannya memberikan materi komputerisasi akuntansi kepada siswa dan untuk memberikan para siswa pengetahuan lebih mengenai akuntansi sebelum mereka memilih jurusan untuk jenjang kuliah nanti. Kegiatan ini dilaksanakan selama 120 menit dalam satu sesi secara luring pada bulan Desember 2025. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi oleh Tim PKM Untar kemudian dilanjutkan dengan latihan soal dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Kegiatan pelatihan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi siswa SMA Kristoforus 1 untuk lebih memahami mengenai sistem komputerisasi akuntansi untuk menginput transaksi penjualan. Luaran dari kegiatan ini adalah luaran wajib berupa prosiding yang akan diikutsertakan dalam seminar yang akan diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara, serta luaran tambahan berupa HKI. Sebagai tahap terakhir, ada laporan pelaksanaan tugas PKM ini dan diserahkan sebagai pertanggung jawaban kami kepada pihak DPPM Untar.
MEMPERKENALKAN PENDEKATAN DESIGN THINKING PADA PEMBUATAN LOGO UMKM BASMALA WEDDING Moehammad Gafar Yoedtadi; Tracy Zagitania; Claribel Halim
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37708

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises play a vital role in Indonesia’s economic development. Yet many still struggle to build strong, consistent brand identities, particularly in visual elements like logos. A logo functions not merely as a visual identifier but as a symbolic representation of a business’s values, vision, and personality that shapes consumer perception. This Community Service Program (PKM), conducted by the Faculty of Communication Science at Tarumanagara University, aimed to assist the MSME partner Basmala Wedding, a wedding decoration service provider in West Jakarta, in designing a new logo that accurately represents its business identity. The activity adopted a design thinking approach consisting of five iterative stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. This method enabled active collaboration between the academic team and the business owner to explore brand values and transform them into meaningful visual forms. Artificial Intelligence (AI) technology was integrated to enhance creativity, generate diverse design alternatives, and optimize efficiency. The results indicate a significant improvement in the partner’s understanding of branding and logo design principles, resulting in a modern, memorable, and aesthetically balanced logo. The new logo effectively strengthens brand awareness and aligns with the business’s target market in the wedding decoration industry. Overall, this PKM activity contributes to improving MSME competitiveness by implementing participatory, innovative, and technology-driven visual communication strategies. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM masih menghadapi tantangan dalam membangun identitas jenama (branding) yang kuat dan konsisten, khususnya dalam aspek visual seperti logo. Logo tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal, tetapi juga sebagai simbol nilai, visi, dan karakter usaha yang mampu menciptakan persepsi positif di benak konsumen. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dengan tujuan membantu mitra UMKM “Basmala Wedding”, penyedia jasa dekorasi pernikahan di Jakarta Barat, dalam merancang logo baru yang representatif dan sesuai dengan karakter bisnis. Kegiatan ini menggunakan pendekatan design thinking, yang terdiri dari lima tahap utama, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Melalui pendekatan ini, pelaku usaha terlibat secara aktif dalam proses kreatif, mulai dari penggalian nilai-nilai inti bisnis hingga pemilihan elemen visual yang mencerminkan keunikan dan profesionalitas usaha. Dalam prosesnya, teknologi kecerdasan buatan (AI) turut dimanfaatkan untuk menghasilkan variasi desain yang lebih luas, efisien, dan inspiratif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap konsep branding dan desain logo, serta terciptanya logo baru yang lebih modern, sederhana, dan mudah diingat. Logo tersebut mampu memperkuat kesadaran jenama (brand awareness) dan meningkatkan daya tarik visual di pasar jasa dekorasi pernikahan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berkontribusi terhadap penguatan daya saing UMKM melalui penerapan strategi komunikasi visual yang kolaboratif, partisipatif, dan berbasis inovasi teknologi.
PEMBELAJARAN PAJAK UMKM BAGI SISWA SISWI Syanti Dewi; Jesslyn Yohanata; Devina
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37709

Abstract

The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) plays a crucial role in supporting Indonesia's economic growth and increasing state revenue through tax contributions. However, tax awareness among the younger generation remains low. Empowering MSMEs with tax compliance requires basic training from school. Therefore, this Community Service (PKM) activity was conducted at Sinar Dharma High School with the aim of improving students' understanding of tax obligations and their relationship to MSME development. This activity introduced the basic concepts of MSME taxation, including calculating MSME income tax and its benefits for national development. This activity was conducted at a high school in West Jakarta with students in grades 10 (ten) to 12 (twelve). The implementation method included interactive presentations, discussions, question and answer sessions, and quizzes. Students demonstrated high enthusiasm by actively participating in the Q&A session. The results of the activity showed an increase in students' understanding and awareness of MSME taxes. It is hoped that through early tax education, students can become a tax-conscious generation and be able to support the growth of small and medium enterprises. Overall, the Community Service Program (PKM) on tax education for high school students was well-executed and smoothly executed. The series of activities ran according to plan and received a positive response from participants. This resulted in increased understanding and awareness of the importance of tax compliance in supporting the development of MSMEs in Indonesia. Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan peningkatan pendapatan negara melalui kontribusi pajak. Namun, tingkat kesadaran pajak di kalangan generasi muda masih tergolong rendah. Dalam pemberdayaan pajak untick UMKM, diperlukan pelatihan dasar dari mulai bangku sekolah. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA Sinar Dharma dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi terhadap kewajiban perpajakan dan kaitannya dengan perkembangan UMKM. Kegiatan ini memperkenalkan konsep dasar perpajakan UMKM, termasuk perhitungan pajak penghasilan UMKM serta manfaatnya bagi pembangunan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah menengah atas di Jakarta Barat dengan siswa kelas 10 (sepuluh) sampai dengan kelas 12 (dua belas). Metode pelaksanaan meliputi presentasi interaktif, diskusi, jawab pertanyaan dan kuis. Siswa-siswi menunjukkan antusiasme tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa-siswi terhadap pajak UMKM. Diharapkan melalui edukasi pajak sejak dini, siswa dapat menjadi generasi yang sadar pajak dan mampu mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah. Secara keseluruhan, kegiatan PKM mengenai edukasi perpajakan bagi siswa-siswi SMA terlaksana dengan baik dan lancar, dan kegaitan dari rangkaian tersebut sesuai dengan rencana, serta mendapatkan respons positif dari peserta. Sehingga berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya kepatuhan pajak dalam mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.
BANTUAN REVIEW DAN PENERAPAN PPH 4(2) BULAN AGUSTUS DAN SEPTEMBER 2025 Michelle Kristian; Timothy Jeremiah; Juan Tanudjaja; Agustina Lio Vonny
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37711

Abstract

Pada periode 2025, Mitra menghadapi permasalahan adalah belum adanya review atas penerapan akun PPh 4(2) terutama pada transaksi di bulan Juli dan Agustus 2025 dalam laporan keuangan sehingga pencatatan kurang dilakukan secara sistematis dan efisien, serta belum ada dasar yang kuat untuk pengembangan kompetensi Mitra dan Mitra membutuhkan bantuan pelatihan untuk mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana proses pencatatan keuangan dilakukan secara sistematis dan efisien, serta memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan kompetensi Mitra di masa depan. Berdasarkan hasil peninjauan kondisi dan rangkaian diskusi dengan Mitra, Tim FEB Universitas Tarumanagara memberikan dukungan berupa review atas penerapan aspek perpajakan yang relevan dengan aktivitas usaha Mitra. Pendampingan ini secara khusus difokuskan pada penerapan PPh Pasal 4 ayat (2) untuk periode Juli dan Agustus 2025. Tujuan kegiatan adalah bantuan review atas PPh 4 (2). Tim FEB Untar membantu menjelaskan teori-teori yang digunakan sebagai landasan dan membantu menguraikan secara rinci mengenai permasalahan yang berkaitan dengan topik utama yang dipilih, yaitu Penerapan PPh Pasal 4 (2). Oleh karena itu, pemahaman Wajib Pajak mengenai ketentuan pengenaan pajak menjadi hal yang krusial untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses pelaporan maupun penyetoran pajak. Dengan adanya kegiatan PKM ini berguna sehingga dapat memberikan ilmu yang signifikan bagi pengembangan keterampilan teknis dan profesional Mitra dalam bidang perpajakan. Pendampingan dilakukan dengan menggunakan data akuntansi periode Juli–Agustus 2025. Metode yang digunakan meliputi 3 tahap, yaitu persiapan dan pelaksanaan juga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Mitra memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai rekonsiliasi akun PPh 4(2) dengan akun pendapatan setiap bulannya.  
MITIGASI RISIKO PAJAK PERUSAHAAN SAAT IMPLEMENTASI CORE TAX ADMINISTRATION SYSTEM (CTAS) Linda Santioso; Annabella Nathalie Ibrahim; Aldian Salim
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37712

Abstract

The implementation of the Core Tax Administration System (Coretax) by the Directorate General of Taxes (DJP) has brought significant changes to tax administration in Indonesia. This system is integrated, transparent, and sophisticated, thereby affecting how taxpayers conduct tax planning and risk mitigation. Although Coretax has not completely eliminated tax avoidance practices, it has significantly reduced the space to do so. Therefore, the main strategies in tax mitigation and planning in the Coretax era focus on compliance, data accuracy, and tax optimization in accordance with legal provisions. The purpose of tax risk mitigation in the Coretax era is to reduce the negative impact of an increasingly integrated and transparent tax administration system. For taxpayers, the presence of Coretax brings major changes that require adjustments in tax compliance management strategies. Through tax risk mitigation, companies can reduce tax burdens and take effective preventive measures to avoid future problems. Audits conducted by the tax authorities in previous years have encouraged management to improve tax management to be more optimal and efficient. This indicates that there are still many aspects that companies can enhance in fulfilling their tax obligations. The company will minimize risks related to tax obligations, especially in the era of digitalized Coretax system implementation. Penerapan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration System atau Coretax) oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mampu memberikan perubahan yang besar terhadap administrasi perpajakan di Indonesia. Sistem ini bersifat terintegrasi, transparan, dan canggih, sehingga memengaruhi cara wajib pajak dalam melakukan perencanaan serta mitigasi risiko pajak. Walaupun Coretax system belum sepenuhnya menghapus praktik penghindaran pajak, sistem ini secara nyata mempersempit ruang gerak untuk melakukannya. Oleh karena itu, strategi utama dalam mitigasi dan perencanaan pajak pada era Coretax system berfokus pada kepatuhan, ketepatan data, serta optimalisasi pajak yang sesuai ketentuan hukum. Tujuan mitigasi risiko pajak pada masa Coretax system adalah mengurangi dampak negatif dari sistem administrasi perpajakan yang semakin terintegrasi dan transparan. Bagi Wajib Pajak, keberadaan Coretax system membawa perubahan besar yang menuntut penyesuaian strategi dalam pengelolaan kepatuhan pajak. Melalui mitigasi risiko pajak, perusahaan dapat menekan beban pajak dan mengambil langkah preventif yang efektif agar tidak menimbulkan masalah di masa mendatang. Pemeriksaan yang dilakukan otoritas pajak pada tahun-tahun sebelumnya membuat manajemen berusaha meningkatkan pengelolaan pajak supaya lebih optimal dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang dapat dilakukan dan ditingkatkan Perusahaan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Perusahaan akan meminimalkan risiko-risiko berkaitan kewajiban perpajakan terlebih di era digitalisasi implementasi coretax system administration.