cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 785 Documents
EVALUASI DESAIN TATA LETAK UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA TOKO BUTET DI JAKARTA Andi Wijaya; Ferdyanto Gunawan; Kelvin
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37695

Abstract

Layout design has strategic implications because it determines an organization's competitive priorities in terms of capacity, processes, flexibility, costs, quality of work life, customer interaction, and corporate image. An effective layout can help organizations achieve business strategies such as differentiation, cost efficiency, and responsiveness to market needs. In the context of a store, product layout design is a crucial aspect that is often encountered, even unavoidable, even on a smaller or simpler scale. A well-designed layout arrangement will have a positive impact on operational efficiency and increased sales. The store layout is designed in such a way as to attract more consumers and create a comfortable and enjoyable shopping experience. This Community Service Program (PKM) focused on determining the optimal layout design for the Butet store. Previously, the product displays in the store were unattractive and not systematically arranged, making it difficult for traders to find items. As a result, sales potential could not be maximized. The main objective of this layout design planning is to make it easier for traders to find products according to their desires, thereby increasing shopping comfort and driving increased sales. Tarumanagara University, as an entrepreneurial campus, fully supports this initiative by providing funding to realize a tangible contribution to the community through community service activities. Desain tata letak memiliki implikasi strategis karena berperan dalam menetapkan prioritas kompetitif organisasi, baik dari segi kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas kehidupan kerja, interaksi dengan pelanggan, maupun citra perusahaan. Tata letak (layout) yang efektif dapat mendukung pencapaian strategi bisnis organisasi, seperti diferensiasi produk atau layanan, efisiensi biaya operasional, serta responsivitas terhadap perubahan kebutuhan dan preferensi pasar. Dengan kata lain, pemilihan dan pengaturan tata letak yang tepat tidak hanya memengaruhi kinerja operasional, tetapi juga berdampak pada keunggulan kompetitif organisasi secara keseluruhan. Dalam konteks toko, penataan desain tata letak produk menjadi aspek penting yang sering dihadapi, bahkan tidak dapat dihindari, meskipun dalam skala yang lebih kecil atau sederhana. Pengaturan tata letak yang telah dirancang dengan baik akan berdampak positif terhadap efisiensi operasional dan peningkatan penjualan. Tata letak toko dirancang sedemikian rupa agar dapat menjaring lebih banyak konsumen serta menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman dan menyenangkan.Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini difokuskan pada penentuan desain tata letak yang optimal untuk toko Butet. Selama ini, tampilan produk di toko tersebut kurang menarik dan belum tertata secara sistematis, sehingga menyulitkan pedagang dalam melakukan pencarian barang. Akibatnya, potensi penjualan pun belum dapat dimaksimalkan. Tujuan utama dari perencanaan desain tata letak ini adalah untuk mempermudah pedagang dalam menemukan produk sesuai dengan keinginan mereka, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan berbelanja sekaligus mendorong peningkatan penjualan. Universitas Tarumanagara, sebagai kampus entrepreneur, mendukung penuh kegiatan ini melalui penyediaan dana, dalam rangka mewujudkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian.
PERAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN OPERASIONAL DALAM MENDUKUNG KEBELANJUTAN USAHA MIKRO: STUDI KASUS BAKCOYY Josea Adriel; Liana Susanto
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37696

Abstract

Micro and small enterprises (MSEs) are the main pillars of the national economy, contributing significantly to the GDP and job creation. However, many MSEs face serious constraints in financial management and operational efficiency, which threaten their business sustainability. This study aims to analyze the role of financial and operational management in maintaining the sustainability of BAKCOYY, a micro culinary enterprise specializing in meatball-based products. The research employs a qualitative approach using a case study method through direct observation and documentation of business activities. The findings reveal that simple financial practices, such as separating personal and business funds, recording sales transactions, and controlling raw material costs, have a positive impact on cash flow stability and profit improvement. From an operational perspective, production efficiency, the selection of quality raw materials, and service speed contribute significantly to customer satisfaction and overall business continuity. The main challenges encountered include fluctuations in raw material prices and limited working capital; however, these are managed effectively through cost-control strategies and the utilization of basic financial recording applications. The study concludes that integrating financial and operational management serves as a crucial factor in sustaining and expanding micro enterprises such as BAKCOYY. Usaha mikro dan kecil (UMK) merupakan pilar utama perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, banyak UMK menghadapi kendala serius dalam pengelolaan keuangan dan efisiensi operasional, yang mengancam keberlanjutan usaha mereka. Pelaksanaan PKM ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen keuangan dan operasional dalam menjaga keberlanjutan usaha BAKCOYY, yaitu bisnis kuliner berbasis produk bakso. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi dan dokumentasi kegiatan usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik keuangan sederhana seperti pemisahan dana pribadi dan usaha, pencatatan transaksi penjualan, serta pengendalian biaya bahan baku berdampak positif terhadap kestabilan arus kas dan peningkatan laba. Dari sisi operasional, efisiensi produksi, pemilihan bahan baku berkualitas, dan kecepatan layanan turut berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dan kelangsungan usaha. Tantangan utama yang dihadapi meliputi fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan modal, namun diatasi dengan strategi pengendalian biaya dan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan sederhana. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara manajemen keuangan dan operasional merupakan faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan serta pengembangan usaha seperti BAKCOYY.
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA TOKO LANGGENG JAYA DI BEKASI Andi Wijaya; Ferdyanto Gunawan; Kelvin
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37698

Abstract

Financial reporting, particularly profit and loss statements, plays a crucial role in the business world because it provides the information needed for informed decision-making. For companies, both large and small, these reports reflect the extent to which they generate revenue and effectively manage their expenses. Preparing accurate and timely profit and loss statements is crucial to ensuring business continuity and creating the necessary transparency for all stakeholders. This Community Service Program (PKM) program involved training in profit and loss statement preparation at the Langgeng Jaya store in Bekasi. The purpose of this community service activity was to help the store address ongoing challenges, namely understanding cash flow and assisting with tax reporting. The store had not previously recorded all transactions, making it difficult to determine its profit. Through proper and accurate record-keeping, the store's finances can be streamlined and its profit/loss, which is an indicator for calculating business taxes, can be determined. Pembuatan laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi, memiliki peran yang sangat krusial dalam dunia usaha karena memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Bagi perusahaan, baik yang besar maupun kecil, laporan ini menjadi cerminan sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan pendapatan dan mengelola pengeluarannya dengan efektif. Penyusunan laporan laba rugi yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk memastikan kelangsungan usaha dan menciptakan transparansi yang diperlukan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Program PKM ini berupa pelatihan pembuatan laporan laba rugi pada toko Langgeng Jaya di Bekasi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu toko untuk mengatasi masalah yang selama ini terjadi, yaitu mengetahui arus kas dan membantu pelaporan pajak. Selama ini toko belum melakukan pencatatan terhadap seluruh transaksi yang ada, sehingga toko mengalami kesulitan untuk mengetahui besarnya keuntungan. Melalui pencatatan yang baik dan tepat maka pada akhirnya dapat merapikan keuangan toko ini serta dapat diketahui besarnya laba/rugi yang merupakan indikator perhitungan pajak usaha.
STRATEGI PROMOSI DAN BRANDING MUSEUM LAYANG-LAYANG INDONESIA MELALUI PEMBUATAN VIDEO PROFIL Wulan Purnama Sari; Claribel Halim; Tracy Zagitania3; Marcya Stevanni; Trisna Prasetya Hadinata; Jonathan Sim
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37699

Abstract

The development of information technology in the digital era has transformed the way people access information, including in the fields of promotion and cultural preservation. Museum Layang-Layang Indonesia (The Kites Museum of Indonesia), as one of Indonesia’s educational tourism destinations, holds great potential in introducing traditional cultural values but still faces challenges in terms of digital publication and promotion. This Community Service Program aims to assist The Kites Museum of Indonesia in strengthening its promotional and branding strategies through the production of an engaging, informative, and representative profile video. The implementation consisted of three stages: pre-production (coordination and field observation), production (video shooting, interviews, and documentation of museum activities), and post-production (editing, review, and video publication). The profile video was developed using the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) approach, which includes the stages of concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. The result is a profile video that visually and communicatively presents the museum’s identity, history, collections, and cultural values. The video serves as a digital promotional medium as well as an educational tool accessible through various online platforms. Through this activity, the museum gains an effective promotional medium to strengthen its image and attract public interest, while the community service team gains practical experience in applying digital communication. Overall, this program contributes to the promotion and preservation of traditional culture through creative and innovative approaches in the digital era. Perkembangan teknologi informasi di era digital telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses informasi, termasuk dalam bidang promosi dan pelestarian budaya. Museum Layang-Layang Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata edukatif memiliki potensi besar dalam memperkenalkan nilai budaya tradisional, namun masih menghadapi kendala dalam aspek publikasi dan promosi digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu Museum Layang-Layang Indonesia dalam memperkuat strategi promosi dan branding melalui pembuatan video profil yang menarik, informatif, dan representatif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan, yaitu pra-pelaksanaan (koordinasi dan observasi lapangan), pelaksanaan (pengambilan gambar, wawancara, dan dokumentasi aktivitas museum), serta pasca pelaksanaan (proses penyuntingan, peninjauan, dan publikasi video). Pembuatan video profil dilakukan menggunakan pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang mencakup tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Hasil kegiatan berupa video profil yang menampilkan identitas, sejarah, koleksi, serta nilai budaya museum secara visual dan komunikatif. Video ini berfungsi sebagai media promosi digital sekaligus sarana edukatif yang dapat diakses melalui berbagai platform daring. Melalui kegiatan ini, museum memperoleh media promosi yang efektif untuk memperkuat citra dan menarik minat masyarakat, sementara tim pengabdian memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan komunikasi digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam memperkenalkan budaya tradisional melalui pendekatan kreatif dan inovatif di era digital.
MENINGKATKAN BRAND AWARENESS SEKOLAH MELALUI LITERASI DIGITAL GURU Miharni Tjokrosaputro; Steven Delon Herjana; Jolin; Elisha Sanjaya; Aditya Vertiana Putra; Wikyi Wahyudi
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37700

Abstract

The declining number of students at the elementary level has become a critical challenge for the sustainability of educational institutions, including Pius Gombong School. Intensifying competition among schools, coupled with low public awareness of the importance of school image, has contributed to the decreasing interest in student enrollment. This Community Service Program (PKM) aims to enhance teachers’ capacity to understand and apply the concepts of Brand Awareness and integrated marketing strategies in attracting prospective students. The program employed a combination of lectures, interactive discussions, case studies, and reflective sessions conducted online via the Zoom platform. Through these activities, teachers gained deeper insights into the role of marketing and Brand Awareness in developing a positive institutional reputation. The outcomes demonstrate an increased understanding among teachers regarding educational marketing principles and the importance of collaborative efforts in strengthening the school’s image. Consequently, this PKM initiative is expected to create a sustainable impact by enhancing the school’s attractiveness and increasing student enrollment at Pius Gombong School. Penurunan jumlah peserta didik di tingkat sekolah dasar menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan lembaga pendidikan, termasuk Sekolah Pius Gombong. Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor demografi dan penurunan angka kelahiran, tetapi juga oleh meningkatnya persaingan antar sekolah serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya citra dan reputasi lembaga pendidikan. Dalam konteks tersebut, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya bergantung pada kualitas pembelajaran, tetapi juga pada kemampuan mengelola citra institusi melalui strategi pemasaran pendidikan dan penguatan Brand Awareness yang efektif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas guru dalam memahami dan menerapkan strategi pemasaran berbasis kolaborasi. Kegiatan akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom, mencakup empat tahapan utama, yaitu penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus, dan sesi refleksi. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara persepsi masyarakat, reputasi sekolah, dan keputusan orang tua dalam memilih lembaga pendidikan. Selain peningkatan pemahaman teoritis, program ini juga menekankan penerapan praktis berupa perumusan ide-ide promosi yang inovatif, relevan, dan selaras dengan nilai-nilai Sekolah Pius Gombong. Kolaborasi antar guru, keterlibatan alumni, serta partisipasi komunitas sekolah akan menjadi elemen penting dalam membangun citra positif yang berkelanjutan. Dengan demikian, PKM ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran guru terhadap pentingnya pemasaran pendidikan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk strategi komunikasi yang konsisten dan berdampak jangka panjang bagi peningkatan minat pendaftaran siswa baru di Sekolah Pius Gombong.
PEMBEKALAN PENERAPAN STRATEGI EFISIENSI OPERASIONAL DALAM PRODUKSI SUSU KEDELAI SOYKHU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HARIAN Sufiyati; Dalbert Owen
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37701

Abstract

Operational efficiency is a critical factor in the success of small-scale production businesses, including soymilk production. Soykhu, a small-scale soymilk producer (MSME), faces challenges in optimizing time, labor, and raw materials, leading to prolonged production time. In the modern era, producers must manage time, labor, and raw materials optimally to accelerate production processes and increase daily productivity. Efficiency improvements do not always require sophisticated equipment or additional labor but can be achieved through simple innovations such as proper raw material selection, the use of basic tools, and effective workflow management. In the production of Soykhu soy milk, for example, using peeled soybeans eliminates the step of separating skins after soaking, adding extra layers to the cloth filter accelerates filtration, and using fans helps cool the milk faster before packaging. This activity aims to provide training and analyze operational efficiency in the Soykhu production process, focusing on speeding up production flow, optimizing simple tools, and selecting appropriate raw materials. The results are expected to provide practical insights for small-scale producers to enhance operational efficiency, maintain product quality, and reduce production time without significantly increasing costs or resources. The results demonstrate that implementing these simple strategies successfully reduced total production time by approximately 3 hours 50 minutes, or 32%. The study also aims to contribute to the development of operational management knowledge for micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) in the healthy beverage industry. Efisiensi operasional menjadi salah satu elemen penting dalam keberhasilan usaha produksi skala rumahan, termasuk dalam produksi susu kedelai. Soykhu, sebagai pelaku usaha susu kedelai skala rumahan (UMKM), menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan waktu, tenaga, dan bahan baku yang mengakibatkan waktu produksi yang lama. Di era modern ini, pelaku usaha harus mampu mengelola waktu, tenaga, dan bahan baku secara optimal agar proses produksi dapat berjalan lebih cepat dan produktivitas harian dapat meningkat. Strategi peningkatan efisiensi tidak selalu memerlukan peralatan canggih atau tambahan tenaga kerja yang banyak, tetapi dapat dicapai melalui inovasi sederhana seperti pemilihan bahan baku yang tepat, penggunaan alat bantu sederhana, serta pengaturan alur kerja yang efektif. Dalam produksi susu kedelai Soykhu, misalnya, pemilihan kacang kedelai yang tidak berkulit menghilangkan tahap pemisahan kulit setelah perendaman, penambahan lapisan kain penyaring mempercepat proses filtrasi, dan penggunaan kipas angin membantu pendinginan susu lebih cepat sebelum pengemasan. Kegiatan pembekalan ini bertujuan memberikan pelatihan dan menganalisis efisiensi operasional dalam proses produksi Soykhu dengan fokus pada percepatan alur produksi, optimalisasi alat sederhana, dan pemilihan bahan baku. Kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi pelaku usaha rumahan dalam meningkatkan efisiensi operasional, menjaga kualitas produk, serta mempercepat waktu produksi tanpa menambah biaya atau sumber daya secara signifikan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan strategi sederhana tersebut berhasil mengurangi total waktu produksi kurang lebih 3 jam 50 menit, atau 32%. Kegiatan pembekalan ini juga diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen operasional pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner berbasis minuman sehat.
PENYUSUNAN LAPORAN TITIK IMPAS (BEP) PADA CORNER STREET NOODLE RESTO Rini Tri Hastuti; Angel Tangkilisan; Angelina; Kimberly Jesslyn Kaslim
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37702

Abstract

Every business activity or business ideally has a plan so that the business income (revenue) is able to cover the business expenses (expenses) so that it makes a profit (profit). Business profits can be estimated if you know or calculate the break even value of the business. The benefits of BEP are very important for business actors because they can help determine the break-even point between total production costs and the amount of income, analogously BEP can help companies know when they can return their capital. The partner for this PKM activity is a culinary business. The problem found during the observation was that the partner had not calculated BEP, so far they had only made sales reports and profit and loss reports routinely. This PKM helps partners overcome this problem. The method of implementing PKM is by providing assistance, training and simulation of calculating the partner's BEP business. The results of the PKM implementation show that partners understand the concept of calculating BEP both in terms of theoretical understanding and technical calculations. The results of this training and simulation are expected to enable partners to make plans and profit targets in the next period. The output targets to be achieved from this training activity are: Mandatory outputs in the form of publications in the Serina, HKI, Modul journals. Setiap kegiatan usaha atau bisnis idealnya memiliki perencanaan yang baik agar pendapatan (revenue) mampu menutupi beban usaha (expense) sehingga memperoleh keuntungan (profit). Keuntungan usaha dapat diestimasi dengan mengetahui nilai Break Even Point (BEP). Manfaat BEP sangat penting bagi pelaku usaha karena membantu mengetahui titik impas antara total biaya produksi dan jumlah pendapatan yang diperoleh. Dengan mengetahui BEP, perusahaan dapat memahami kapan usaha mencapai kondisi balik modal serta menentukan target penjualan dan laba pada periode berikutnya. Mitra dalam kegiatan PKM ini merupakan sebuah usaha kuliner. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa mitra belum pernah melakukan perhitungan BEP. Selama ini mitra hanya membuat laporan penjualan dan laporan laba rugi secara rutin tanpa melakukan analisis titik impas usaha. Oleh karena itu, kegiatan PKM dilakukan untuk membantu mitra mengatasi permasalahan tersebut melalui pendampingan, pelatihan, dan simulasi penghitungan BEP. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa mitra memahami konsep perhitungan BEP, baik secara teori maupun teknis penghitungan. Melalui pelatihan dan simulasi ini, diharapkan mitra mampu membuat perencanaan usaha serta menentukan target laba pada periode selanjutnya. Target luaran kegiatan ini meliputi publikasi pada jurnal Serina, HKI, dan penyusunan modul pelatihan bagi mitra usaha. Pelatihan ini juga memberikan wawasan kepada mitra mengenai pentingnya pengendalian biaya, penetapan harga jual, serta penyusunan strategi usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan di masa depan.
PERAN QRIS DALAM MEMAJUKAN USAHA MINUMAN MATCHA DI WISMA 46 BNI Alvin Tan; Henny
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37703

Abstract

This article aims to introduce and implement the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS) in advancing Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the beverage sector, particularly in the PKM matcha beverage business. E-wallets have become the main payment method for MSMEs besides cash. The ease and convenience of using e-wallets make them the choice of the people. QRIS is presented as a standardization solution that simplifies various digital payment methods. The implementation of QRIS in matcha beverage businesses is expected to overcome traditional operational challenges, such as difficulties in finding change, the risk of counterfeit money, and manual transaction recording. The implementation method used is descriptive, explaining the role and procedures for using QRIS. In addition to the direct impact on transactions, QRIS integration also indirectly contributes to increased financial inclusion for MSME players. Analysis of QRIS transaction data also allows matcha business owners to understand consumer purchasing patterns, facilitating more accurate decision-making regarding marketing strategies and inventory management. The presence of QRIS has opened the door for matcha MSMEs to fully adapt to the digital ecosystem. Overall, QRIS acts as an essential catalyst for digitalization, not only as a payment tool, but also as an instrument to increase the productivity, profitability, and competitiveness of matcha beverage MSMEs in the midst of the digital economy era. The recommendation put forward is the importance of continuous socialization and education regarding digital financial management to maximize the benefits of QRIS implementation. Artikel ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor minuman, khususnya dalam kegiatan PKM usaha minuman matcha. E-wallet telah menjadi model pembayaran utama selain tunai bagi UMKM. Kemudahan dan kenyamanan menggunakan e-wallet menjadikannya pilihan masyarakat. QRIS hadir sebagai solusi standarisasi yang menyederhanakan berbagai metode pembayaran digital. Implementasi QRIS pada usaha minuman matcha diharapkan mampu mengatasi tantangan operasional tradisional, seperti kesulitan mencari uang kembalian, risiko uang palsu, dan pencatatan transaksi manual. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah deskriptif dengan menjelaskan peran dan tata cara penggunaan QRIS. Selain dampak langsung pada transaksi, integrasi QRIS juga secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM. Analisis data transaksi QRIS juga memungkinkan pemilik usaha matcha untuk memahami pola pembelian konsumen, memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih tepat terkait strategi pemasaran dan manajemen inventaris. Kehadiran QRIS telah membuka pintu bagi UMKM matcha untuk beradaptasi penuh dalam ekosistem digital. Secara keseluruhan, QRIS berperan sebagai katalisator digitalisasi yang esensial, tidak hanya sekadar alat pembayaran, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas, profitabilitas, dan daya saing UMKM minuman matcha di tengah era ekonomi digital. Rekomendasi yang diajukan adalah pentingnya sosialisasi dan edukasi berkelanjutan mengenai manajemen keuangan digital untuk memaksimalkan manfaat dari implementasi QRIS.
PELATIHAN PRINSIP AKUNTANSI BAGI SISWA SMA SEBAGAI FONDASI LOGIKA FINANSIAL SEJAK DINI Agustin Ekadjaja; Devinia Renata; Tirza Meydwi
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37705

Abstract

This Community Service Program is tangible manifestation of the implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi, particularly in the aspect of community service, which aims to provide educational and transformative contributions to the educational community. In this context, PKM activities are designed as a strategic effort to instill an initial understanding of the basic principles of accounting in the younger generation, while introducing financial logic as an integral part of everyday literacy. The activity is carried out through interactive and communicative face-to-face training methods, with a pedagogical approach that combines basic accounting theory, simple case studies, and financial concept visualization. The main objective of this training is to introduce accounting not only as a tool for recording transactions, but as a logical and systematic thinking system for understanding value flows, decision making, and resource management. The activity begins with a discussion with the school to identify appropriate learning needs. As a form of academic accountability and contribution to the development of science, the outputs of this activity include the publication of scientific articles documenting the training process and results, the submission of Intellectual Property Rights (IPR) for the training modules developed, and the preparation of a final activity report submitted to the Directorate of Community Service and Empowerment of Tarumanagara University. This entire series of activities is expected to serve as a model for replication in similar programs at other educational institutions, as well as to strengthen the role of higher education institutions in building inclusive and sustainable financial literacy. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan salah satu bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi edukatif dan transformatif kepada komunitas pendidikan. Dalam konteks ini, kegiatan PKM dirancang sebagai upaya strategis untuk menanamkan pemahaman awal mengenai prinsip-prinsip dasar akuntansi kepada generasi muda, sekaligus memperkenalkan logika finansial sebagai bagian integral dari literasi kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode pelatihan tatap muka yang interaktif dan komunikatif, dengan pendekatan pedagogis yang menggabungkan teori dasar akuntansi, studi kasus sederhana, dan visualisasi konsep finansial. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan akuntansi bukan hanya sebagai alat pencatatan transaksi, tetapi sebagai sistem berpikir yang logis dan sistematis dalam memahami aliran nilai, pengambilan keputusan, dan pengelolaan sumber daya. Kegiatan diawali dengan diskusi bersama pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang sesuai. Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, luaran dari kegiatan ini mencakup publikasi artikel ilmiah yang mendokumentasikan proses dan hasil pelatihan, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas modul pelatihan yang dikembangkan, serta penyusunan laporan akhir kegiatan yang disampaikan kepada Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) Universitas Tarumanagara. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model replikasi untuk program serupa di institusi pendidikan lainnya, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun literasi finansial yang inklusif dan berkelanjutan.
PELATIHAN BUKU BESAR DALAM SIKLUS AKUNTANSI Sriwati; Erica Goh; Jennifer
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37706

Abstract

Increasing the number of entrepreneurs is crucial for driving a country's economy. With the rise in entrepreneurial activity, accurate and reliable bookkeeping is essential for documenting all transactions. Therefore, training is needed on how to record transactions based on generally accepted accounting principles. Thus, entrepreneurs are not only skilled in running their business activities but also understand how to record their transactions. Accounting records are crucial in business activities because they provide detailed information about the flow of funds in and out of a company. The accounting process involves several steps to produce financial reports, one of which is the creation of a general ledger, which plays a crucial role in the process. The accounting process involves several steps to produce financial reports, one of which is creating a general ledger, which plays a crucial role in the preparation of financial reports. While many high schools currently teach entrepreneurship to their students, not all students receive accounting lessons. Therefore, in September 2025, the community service team provided general ledger training to students at SMA Tarsisius 1. The training began with a presentation on general ledgers, followed by an introduction to the steps involved in creating a general ledger. After completing this training, participants can improve their accounting skills, especially in creating the company's general ledger. Peningkatan jumlah wirausaha merupakan hal yang sangat penting untuk menggerakkan roda perekonomian suatu negara. Dengan adanya peningkatan jumlah kegiatan wirausaha, tentunya diperlukan pembukuan yang akurat dan andal dalam mendokumentasikan seluruh transaksi yang terjadi dalam suatu kegiatan usaha. Oleh sebab itu, diperlukan pelatihan mengenai bagaimana cara mencatat transaksi berdasarkan ketentuan akuntansi yang berlaku umum. Dengan demikian para pelaku usaha, tidak hanya mahir dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, tetapi juga paham bagaimana melakukan pencatatan transaksinya. Pencatatan akuntansi merupakan hal yang penting dalam kegiatan bisnis, karena dari pencatatan ini dapat diketahui aliran dana yang masuk dan keluar suatu perusahaan secara terperinci. Dalam proses pencatatan akuntansi terdapat beberapa tahapan yang diperlukan hingga menghasilkan laporan keuangan, salah satunya adalah pembuatan buku besar yang sangat berperan dalam proses pembuatan laporan keuangan. Saat ini telah banyak sekolah menengah atas yang telah mengajarkan mengenai kewirausahaan kepada siswa mereka, tetapi tidak semua siswa sekolah memperoleh pelajaran mengenai akuntansi. Oleh sebab itu, pada bulan September 2025, tim pengabdian kepada masyarakat telah memberikan pelatihan mengenai buku besar kepada murid SMA Tarsisius 1. Pelatihan ini dimulai dengan memaparkan materi mengenai buku besar kemudian diikuti dengan tahapan pembuatan buku besar. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta pelatihan dapat meningkatkan kemampuannya dalam akuntansi terutama mengenai pembuatan buku besar perusahaan.