cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 806 Documents
KEGIATAN BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENURUNKAN KASUS TUBERKULOSIS PARU Zita Atzmardina; Salsabila Rahma Fadlilah; Zalfa Hemilda Putri; Fairuz Zefiro Letius; Amelia Assyifa
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38010

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan Indonesia menempati peringkat kedua di dunia untuk kasus TB. Kabupaten Tangerang, khususnya puskesmas Cikupa, menghadapi tantangan besar dalam upaya menurunkan angka kasus TB dikarenakan rendahnya tingkat pengetahuan dan ketidakpatuhan dalam pengobatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui intervensi berbasis Paradigma Blum. Hasil identifikasi akar masalah menunjukkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai TB, durasi pengobatan dan fungsi imunisasi TB. Intervensi yang dilakukan di Desa Bojong melibatkan 38 peserta, dengan materi mengenai penularan, gejala, pemeriksaan, pengobatan, dan pencegahan TB. Selain penyuluhan, juga diadakan demonstrasi etika batuk dan cuci tangan. Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 23,82 poin yang menunjukkan adanya keberhasilan kegiatan ini. Kendala yang dihadapi adalah peserta yang datang terlambat, tetapi kegiatan tetap dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini dapat dikatakan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan menjadi langkah penting untuk mengendalikan kasus TB di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkesinambungan guna mendukung target eliminasi TB pada tahun 2030.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PRODUKSI SEBAGAI KUNCI OPTIMALISASI LABA: STUDI KASUS SEOULDAP Andrew Bernard Xaverianus; Elsa Imelda
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38011

Abstract

Industri Food and Beverage (F&B) di Indonesia mengalami persaingan ketat, diperparah oleh tantangan struktural seperti fluktuasi harga bahan baku impor dan tantangan penyesuaian selera pasar terhadap produk otentik Korea. Dalam konteks ini, SeoulDap hadir dengan inovasi produk Gimbap Fusion Korea-Indonesia untuk mengatasi dilema otentisitas dan biaya. Dengan memadukan isian lokal seperti rendang atau ayam bumbu taichan, SeoulDap mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor yang mahal, memaksimalkan penggunaan bahan lokal yang lebih stabil, sekaligus memperluas pasar dengan meruntuhkan penghalang rasa. Masalah utama yang dihadapi adalah efisiensi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis model bisnis SeoulDap sebagai studi kasus terperinci tentang bagaimana inovasi produk dapat menjadi penggerak utama efisiensi biaya dan keunggulan kompetitif. Metode yang digunakan adalah analisis food cost sebagai tolok ukur efisiensi biaya dan decision making berupa make or buy untuk bahan danmuji. Hasil perhitungan make or buy menunjukkan bahwa memproduksi sendiri 1 kg danmuji hanya memerlukan biaya Rp 26.800, jauh lebih efisien dibandingkan membelinya seharga Rp 73.000 ditambah ongkos kirim Rp 8.000 (total Rp 81.000), yang berarti biaya per porsi danmuji dapat ditekan lebih dari 2 kali lipat dari Rp 1.460 menjadi Rp 536. Keputusan yang diambil adalah make (membuat sendiri). Berdasarkan perhitungan food cost, Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk varian produk utama SeoulDap berkisar antara Rp 9.200 (Gimbab crabstick) hingga Rp 13.444 (Gimbab Ayam Taichan Komplit). Dengan menargetkan margin laba sebesar 68%, keuntungan kotor yang dihasilkan dari setiap produk yang terjual adalah 2,125 kali lipat dari HPP. Kesimpulannya, inovasi produk fusion dan pendekatan make or buy secara signifikan telah menekan biaya produksi, yang pada akhirnya menjadi kunci bagi SeoulDap untuk mencapai laba yang tinggi dan keunggulan bersaing di pasar F&B.
WORKSHOP DASAR ARDUINO BAGI SISWA SEKOLAH KRISTEN IPEKA TOMANG II SEBAGAI PENGENALAN MIKROKONTROLER Manatap Dolok Lauro; Stefi Lauren; Alfian Effendi; Angel Fransisca Wijaya; William Christian Spencer; Charlie Jhodya Soe
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38012

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat di Indonesia menuntut peningkatan literasi teknologi di kalangan pelajar. Salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan teknologi praktis adalah melalui pelatihan berbasis mikrokontroler seperti Arduino. Kegiatan Workshop Dasar Arduino bagi siswa Sekolah Kristen IPEKA Tomang II bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar pemrograman dan sistem otomasi sederhana kepada siswa SMA sebagai pengenalan mikrokontroler. Workshop dilaksanakan secara tatap muka pada 16 Oktober 2025 di laboratorium komputer sekolah dengan pendekatan learning by doing melalui proyek mini berupa sistem parkir otomatis berbasis Arduino Nano. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 77% menjadi 90%, yang menandakan efektivitas pendekatan praktik langsung dalam memperkuat pemahaman konsep mikrokontroler. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran, seperti modul pembelajaran, Arduino kit, dokumentasi kegiatan, serta pengajuan hak cipta untuk sistem parkir otomatis. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.  
INOVASI PRODUK MELALUI DIFERENSIASI CITRARASA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN PADA USAHA KULINER SEOULDAP Elsye Chang; Elsa Imelda
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38013

Abstract

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner menghadapi persaingan ketat, menuntut inovasi produk yang berkelanjutan agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Usaha kuliner SeoulDap, yang berfokus pada penjualan Gimbap siap saji, menghadapi tantangan karena citarasa asli Gimbap (gurih ringan) kurang sesuai dengan selera konsumen Indonesia yang menyukai rasa yang kuat dan berempah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji strategi diferensiasi produk melalui akulturasi budaya kuliner, yaitu dengan mengombinasikan Gimbap khas Korea dengan cita rasa lokal Indonesia. Solusi yang ditawarkan adalah menerapkan diferensiasi produk berbasis cita rasa lokal untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan minat beli konsumen. Metode yang digunakan meliputi riset pasar terbatas dan riset dan pengembangan (R&D) produk untuk menentukan formulasi isian, komposisi bumbu, dan standardisasi proses. Hasil inovasi berupa empat varian Gimbap baru: Rendang, Taichan, Jamur (untuk vegetarian/vegan), dan Crabstick (untuk yang tidak suka pedas). Strategi ini terbukti berhasil. Total penjualan varian Rendang dan Taichan mencapai 88% dari 57 box yang terjual selama lima hari bazar, menunjukkan adanya minat beli yang tinggi terhadap varian akulturasi rasa. Keberhasilan ini juga didukung oleh daya tarik visual yang menarik dan nilai fungsional produk (sehat, praktis, dan unik). Kesimpulannya, diferensiasi citarasa merupakan strategi manajemen pemasaran yang efektif untuk menciptakan identitas rasa unik, memperluas pasar, dan secara signifikan meningkatkan minat beli konsumen pada UMKM kuliner.  
MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL SEBAGAI METODE PELATIHAN SENI KRIYA YUBIAMI BAGI GENERASI ALPHA Fivanda Fivanda; Jennifer Hung; Vanesa Vanesa
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38014

Abstract

Perkembangan digital yang pesat telah mengubah cara generasi Alpha berinteraksi dan belajar. Generasi Alpha merupakan generasi yang tumbuh dengan mudahnya akses informasi, media visual interaktif, dan ketergantungan pada perangkat digital. Pada saat ini, perkembangan teknologi dapat membantu dan mendukung pembelajaran, tetapi penggunaan teknologi yang berlebihan memberikan tantangan dalam menumbuhkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan kemampuan kolaborasi pada anak-anak. Anak usia sekolah dasar membutuhkan pendekatan belajar yang lebih partisipatif, kreatif dan menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menghasilkan dan memanfaatkan media pembelajaran digital sebagai sarana edukasi kreatif dan mengembangkan metode pelatihan keterampilan seni kriya yubiami bagi anak usia 10–12 tahun di Yayasan Rumah Pagi Bahagia, Bintaro. Pelatihan seni kriya yubiami (merajut dengan jari) berfungsi untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, dan kemampuan berkolaborasi. Metode pelaksanaannya meliputi analisis kebutuhan mitra, perancangan konsep media pembelajaran digital, penyusunan modul pelatihan, pembuatan video tutorial interaktif, pelatihan kriya yubiami, dan evaluasi melalui kuesioner yang menilai pemahaman, pengalaman belajar, serta manfaat yang dirasakan peserta. Media pembelajaran digital merupakan pengembangan metode pelatihan dengan pendekatan kreatif dan pengintegrasian seni kriya dengan teknologi audiovisual. Pelatihan ini mendorong keterlibatan aktif anak dalam proses belajar yang menyenangkan. Hasil akhir dari PKM ini adalah prototipe media pembelajaran digital berupa video tutorial sebagai metode pelatihan seni kriya yubiami sebagai upaya menyeimbangkan antara keterampilan manual dengan kemampuan digital pada generasi Alpha agar siap menghadapi tantangan era globalisasi.
INTERNASIONALISASI PENDIDIKAN BISNIS: PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS BAGI MAHASISWA INDONESIA DAN SINGAPURA Joyce A. Turangan
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38015

Abstract

The era of globalization demands that students possess entrepreneurial skills and the ability to collaborate across cultures. This community service activity aims to strengthen students’ capacity to develop business ideas based on real-life experiences through the application of the Business Model Canvas (BMC). The workshop was held as part of the Jakarta Immersion Programme 2025, involving students from Universitas Tarumanagara and Nanyang Polytechnic, Singapore.  The implementation methods included introducing the nine BMC blocks, conducting reflective discussions on business opportunities identified during the immersion program, facilitating cross-country group work to design business ideas, and presenting the results in an open forum. The activity was delivered through an interactive approach combining case studies, brainstorming, and gamification to encourage active participant engagement.  The outputs of this activity include a publication in a reputable journal, a BMC module registered as Intellectual Property (IP), and a compilation of students’ business ideas in digital product form. Through this program, students are expected to enhance their entrepreneurial literacy, creative thinking skills, and international collaboration experience to better prepare them for global challenges. ABSTRAK Era globalisasi menuntut mahasiswa memiliki keterampilan kewirausahaan dan kemampuan kolaborasi lintas budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis berbasis pengalaman langsung melalui penerapan Business Model Canvas (BMC). Workshop dilaksanakan dalam rangkaian Jakarta Immersion Programme 2025 yang melibatkan mahasiswa Universitas Tarumanagara dan Nanyang Polytechnic, Singapura. Metode pelaksanaan mencakup pengenalan sembilan blok BMC, diskusi reflektif terkait peluang usaha yang ditemukan selama program imersi, kerja kelompok lintas negara untuk merancang ide bisnis, serta presentasi hasil dalam forum terbuka. Kegiatan difasilitasi dengan pendekatan interaktif melalui studi kasus, brainstorming, dan gamifikasi yang mendorong partisipasi aktif peserta. Luaran kegiatan meliputi artikel publikasi pada jurnal bereputasi, modul BMC sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta kumpulan ide bisnis mahasiswa dalam bentuk produk digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh peningkatan literasi kewirausahaan, keterampilan berpikir kreatif, serta pengalaman kolaborasi internasional yang mendukung kesiapan mereka menghadapi tantangan global.
ANALISIS BREAK EVEN POINT PADA USAHA SUSU KEDELAI “SOYKHU” Dwiyan Raynata; Sufiyati
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38016

Abstract

As public awareness of healthy lifestyle increases, demand for plant-based dairy products such as soy milk continues to rise due to its various advantages. The "Soykhu" soy milk business was established to capitalize on this market opportunity by offering nutritious beverages. However, like many small and medium enterprises, its establishment highlighted major challenge in financial management: the difficulty in determining accurate production prices and understanding profit margins. Without clear calculation, miscalculations in costing based on intuition rather than data can lead to significant financial losses, which ultimately hinder business growth and sustainability. This background prompted implementation of community service training focused on comprehensive Break Even Point (BEP) analysis for "Soykhu" business. The training serves as fundamental foundation for effective profit planning and strategic decision-making. Quantitative Method was employed for this training. The analysis began with practical workshop on classifying all business cost components into fixed cost and variable cost categories, a step the partner previously struggled with. Following this classification, the training guided the partner in applying BEP formulas to determine the specific break-even point both per unit and in total sales (rupiah) for each of their flavor variants. The results provide a critical benchmark, moving the business from estimation-based operations to data-driven management. This figure is an essential reference for business owners to set minimum sales targets required to avoid losses. In conclusion, the application of BEP analysis proves to be not just an academic calculation, but a crucial strategic tool that provides clarity and ensures long-term business profitability.   ABSTRAK Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat, permintaan pada produk susu berbasis nabati seperti susu kedelai terus meningkat karena berbagai keunggulannya. Usaha susu kedelai “Soykhu” didirikan untuk memanfaatkan peluang pasar ini dengan menawarkan minuman bergizi. Namun, seperti banyak usaha kecil dan menengah, pendiriannya mengungkap tantangan utama dalam pengelolaan finansial, yaitu kesulitan dalam penetapan harga produksi yang akurat dan memahami margin keuntungan. Tanpa perhitungan yang jelas, kesalahan dalam penetapan biaya yang hanya berdasarkan intuisi, bukan data, dapat menyebabkan kerugian finansial signifikan, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usaha. Latar belakang tersebut mendorong dilaksanakannya pelatihan pengabdian masyarakat yang berfokus pada analisis Break Even Point (BEP) secara komprehensif untuk usaha “Soykhu”. Pelatihan ini berfungsi sebagai bekal fundamental untuk perencanaan laba dan pengambilan keputusan strategis yang efektif. Metode Kuantitatif digunakan dalam pelatihan ini. Analisis dimulai dengan lokakarya praktis mengenai klasifikasi seluruh komponen biaya usaha ke dalam kategori biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost), sebuah langkah yang sebelumnya sulit dilakukan mitra. Setelah klasifikasi ini, pelatihan membimbing mitra menerapkan rumus BEP untuk menentukan titik impas spesifik baik per unit maupun dalam total penjualan (rupiah) untuk setiap varian rasa. Hasilnya memberikan sebuah tolok ukur kritis, mengubah operasional usaha dari yang berbasis perkiraan menjadi berbasis data. Angka ini menjadi acuan penting bagi pemilik usaha untuk menetapkan target penjualan minimum yang diperlukan agar terhindar dari kerugian. Kesimpulannya, penerapan analisis BEP terbukti bukan hanya perhitungan akademis, melainkan juga sebagai landasan strategis yang krusial untuk memberikan kejelasan dan memastikan profitabilitas usaha jangka panjang.
SOSIALISASI REKOMENDASI PENATAAN TEMATIK FUNGSI LAHAN PADA KAWASAN BERBASIS TRANSIT STASIUN MRT HARMONI Mekar Sari Suteja; Nina Carina; Ivan Karel Surya; Kevin Purnomo; Pricilia Chandra; Josephine Quin Destania; Wynne Eileen
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38017

Abstract

The construction of the Harmoni MRT Station, scheduled for completion in 2027, marks a transformative phase for the area as a strategic hub within Jakarta’s public transportation network. Over the next three years, the area is projected to experience significant changes in its spatial structure and community activities. This Community Service Program (PKM) continues previous research focused on recommendations for organizing supporting activities and pedestrian networks within the Harmoni Sub-area. This article emphasizes disseminating spatial planning recommendations through a thematic land-use concept for the transit-oriented area surrounding the station, in collaboration with the DCKTRP of DKI Jakarta. The program began by presenting initial research results to the partner agency to gather feedback and discuss potential development plans. Data collection employed a descriptive-comparative approach through literature studies of similar cases, while analysis utilized the 5D framework (density, diversity, design, destination accessibility, distance to transit) to formulate recommendations for transit-oriented development (TOD). The findings indicate the need for an Urban Design Guideline (PRK) integrating office, culinary, vertical housing, and public space functions within a pedestrian-oriented spatial system. The proposed planning framework aims to preserve the historical character of the Gajah Mada–Hayam Wuruk corridor while enhancing urban vitality through adaptive, efficient, and sustainable mixed-use design. These recommendations are expected to form the basis for the Harmoni PRK in accordance with Jakarta Governor Regulation No. 31 of 2022.   ABSTRAK Pembangunan Stasiun MRT Harmoni yang ditargetkan selesai pada tahun 2027 menandai fase transformasi kawasan sebagai simpul strategis transportasi publik Jakarta. Dalam tiga tahun ke depan, kawasan ini diproyeksikan mengalami perubahan signifikan pada pola ruang dan aktivitas masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini melanjutkan penelitian sebelumnya yang berfokus pada rekomendasi penataan aktivitas pendukung dan jalur pedestrian di Sub-Kawasan Harmoni. Artikel ini menitikberatkan pada sosialisasi rekomendasi penataan ruang melalui konsep penataan tematik fungsi lahan untuk kawasan berbasis transit di sekitar stasiun, berkolaborasi dengan DCKTRP DKI Jakarta. Program diawali dengan mempresentasikan hasil penelitian awal kepada lembaga mitra untuk menampung masukan dan mendiskusikan potensi rencana pembangunan. Pengumpulan data menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif melalui kajian pustaka kasus sejenis, sementara analisis menggunakan konsep 5D (density, diversity, design, destination accessibility, distance to transit) untuk merumuskan rekomendasi kawasan berbasis transit (TOD). Temuan menunjukkan perlunya Panduan Rancang Kota (PRK) yang mengintegrasikan fungsi perkantoran, kuliner, hunian vertikal, dan ruang publik dalam sistem spasial yang berorientasi pada pejalan kaki. Kerangka perencanaan yang diusulkan bertujuan menjaga karakter historis Koridor Gajah Mada Hayam Wuruk sekaligus meningkatkan vitalitas perkotaan melalui desain mixed-use yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar bagi PRK Harmoni sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 31 Tahun 2022.
IMPLEMENTASI NILAI 3K (KERJA SAMA, KETULUSAN, KEPEDULIAN) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH SANT’EGIDIO Sisca Aulia; Chellsy Christine Afandi; Selina Kurnia; Stenly Bambang Yeremia Wantah; Nathaniel Christianto Kariodimedjo
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38018

Abstract

The 3K values learning program, Cooperation, Sincerity, and Caring—is designed to shape the character of Sant'Egidio School students who are socially minded, empathetic, and oriented towards togetherness. This community service activity aims to instill and strengthen the 3K character values, namely Caring, Cooperation, and Sincerity, in elementary school-aged children through an interactive communication approach. This school is held every Sunday using the pendopo or front hallway facilities at Santo Lukas School, Sunter. This learning activity is attended by approximately 50 children, most of whom come from families with economic limitations. This community service activity in the field of communication aimed to instill and strengthen the 3K character values Care, Cooperation, and Sincerity among elementary school children through an interactive communication approach. The program was implemented using an experiential learning method that included interactive material delivery, educational quizzes, and a creative workshop where participants made bracelets symbolizing each 3K value. This approach was designed to help children internalize moral values through enjoyable, collaborative, and practical activities. The results showed increased enthusiasm, active participation, and improved understanding of the meaning and application of the 3K values in daily life. Positive behavioral changes were also observed, including greater empathy toward peers, stronger teamwork, and sincere attitudes in social interactions. These findings demonstrate that communicative and participatory approaches are effective in shaping character development among elementary school children, particularly in non-formal educational contexts. This activity is expected to serve as a model for similar programs aimed at strengthening character education through communication-based learning in educational institutions.   ABSTRAK Program pembelajaran nilai 3K, yaitu Kerja Sama, Ketulusan, dan Kepedulian, dirancang untuk membentuk karakter siswa Sekolah Sant’Egidio yang berjiwa sosial, empatik, dan berorientasi pada kebersamaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai karakter 3K, yaitu Kepedulian, Kerja Sama, dan Ketulusan, pada anak-anak usia sekolah dasar melalui pendekatan komunikasi interaktif. Sekolah ini diselenggarakan setiap hari Minggu dengan memanfaatkan fasilitas pendopo atau selasar depan kelas di Sekolah Santo Lukas, Sunter. Kegiatan belajar ini diikuti oleh sekitar 50 anak yang sebagian besar berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pembelajaran berbasis pengalaman yang mencakup penyampaian materi interaktif, kuis edukatif, serta workshop pembuatan gelang yang merepresentasikan makna simbolik dari setiap nilai 3K. Pendekatan ini dirancang untuk memudahkan anak-anak memahami nilai-nilai karakter melalui kegiatan yang menyenangkan, kolaboratif, dan aplikatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan peningkatan antusiasme, partisipasi aktif, serta pemahaman yang lebih baik terhadap makna dan penerapan nilai 3K dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, perubahan perilaku positif tampak melalui meningkatnya rasa kepedulian terhadap teman sebaya, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta ketulusan dalam membantu orang lain. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan komunikatif dan partisipatif efektif diterapkan dalam pembentukan karakter anak usia sekolah dasar, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis komunikasi di berbagai institusi pendidikan.
MEMBANGUN IKATAN SOSIAL DAN KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF MELALUI LITERASI KOMUNIKASI DI TINGKAT RUKUN TETANGGA Yugih Setyanto
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity was conducted in RT 4/RW 4, Sukabumi Utara Sub-district, West Jakarta, with the aim of increasing residents’ and Rukun Tetangga (RT) administrators’ understanding of the importance of good communication in strengthening social bonds and enhancing local leadership effectiveness. In the context of a dynamic and densely populated urban environment, effective communication serves as a fundamental foundation for building harmonious relationships, resolving conflicts, and achieving shared goals. As the key figure at the most basic level of the social structure, the RT leader plays a strategic role in bridging residents’ needs with broader policies and in maintaining social order and harmony. Through an interactive face-to-face approach, this activity introduces four essential aspects of effective communication: openness and honesty, empathy and understanding, accurate information processing, and active listening skills. These four aspects have been shown to support increased trust, solidarity, and resident participation.  An analysis of the activity indicates that urban communication challenges include high population density, diverse social backgrounds, limited interaction time, and a growing reliance on digital communication. The activity underscores the importance of communication literacy as a basic skill for RT leaders to perform their social functions effectively. Investing in enhancing the communication competencies of grassroots leaders is a strategic step toward strengthening participatory leadership, fostering a harmonious environment, and building social resilience at the community level.  This activity also provides space for residents to share their experiences with communication in their neighborhoods. The interactive approach helps participants understand how to apply the concepts in practice. The results show increased awareness among residents of the importance of communication literacy in everyday life. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RT 4/RW 4, Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman warga dan pengurus Rukun Tetangga mengenai pentingnya komunikasi yang baik dalam memperkuat ikatan sosial serta efektivitas kepemimpinan lokal. Dalam konteks lingkungan perkotaan yang dinamis dan padat, komunikasi yang efektif menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan harmonis, menyelesaikan konflik, dan mencapai tujuan bersama. Pemimpin RT, sebagai figur kunci di tingkat paling bawah dalam struktur sosial, memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan yang lebih luas serta menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial. Melalui pendekatan tatap muka interaktif, kegiatan ini memperkenalkan empat aspek utama komunikasi efektif, yaitu keterbukaan dan kejujuran, empati dan pengertian, pemahaman informasi yang diterima, serta kemampuan mendengarkan aktif. Keempat aspek ini terbukti mendukung peningkatan kepercayaan, solidaritas, dan partisipasi warga. Analisis kegiatan menunjukkan bahwa tantangan komunikasi di wilayah perkotaan mencakup kepadatan penduduk, keragaman latar belakang sosial, keterbatasan waktu interaksi, serta semakin bergantung pada komunikasi digital. Kegiatan ini menegaskan pentingnya literasi komunikasi sebagai keterampilan dasar bagi pemimpin RT untuk menjalankan fungsi sosial secara efektif. Investasi pada peningkatan kompetensi komunikasi pemimpin akar rumput merupakan langkah strategis dalam memperkuat kepemimpinan partisipatif, membangun lingkungan yang harmonis, dan menciptakan ketahanan sosial di tingkat komunitas. Kegiatan ini juga memberikan ruang dialog bagi warga untuk berbagi pengalaman komunikasi di lingkungannya. Pendekatan interaktif membantu peserta memahami penerapan konsep secara praktis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya literasi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.