cover
Contact Name
Muhammad Hasanuddin
Contact Email
cvraskhamediagroup@gmail.com
Phone
+6282362440765
Journal Mail Official
cvraskhamediagroup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Gurilla No. 2 Sidorejo, Kec. Medan Tembung 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak
Published by CV. Raskha Media Group
ISSN : -     EISSN : 31101437     DOI : https://doi.org/10.64803/jupemba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak adalah jurnal ilmiah yang fokus pada publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak positif, signifikan, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Jurnal ini menyediakan platform untuk mempublikasikan berbagai penelitian interdisipliner yang melibatkan pengembangan, penerapan, dan evaluasi program pengabdian masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan. JUPEMBA bertujuan untuk mengedepankan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui implementasi praktis dan berkelanjutan. Artikel yang dipublikasikan dalam JUPEMBA diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pendekatan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat dan hasil yang dapat diukur. Jurnal ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam setiap tahap pelaksanaan pengabdian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025" : 5 Documents clear
Pembelajaran Hybrid dalam Peningkatan Skill Akuntansi Dasar LKP Karya Prima Adriansyah; Indriani, Jennisa Dwina; Nengsih, Yeni Rafika; Hasanah, Tita; Susanti, Diana; Setriani, Loli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i2.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran hybrid dalam meningkatkan keterampilan akuntansi dasar di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Karya Prima. Pembelajaran hybrid merupakan kombinasi antara metode tatap muka dan pembelajaran daring, yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas serta meningkatkan partisipasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest dan posttest terhadap 30 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan akuntansi dasar dan kuesioner kepuasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai rata-rata peserta setelah mengikuti pembelajaran hybrid, dari skor awal 65 menjadi 82. Selain itu, responden menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap metode ini, terutama dalam hal akses materi, fleksibilitas waktu, dan interaktivitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran hybrid efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan akuntansi dasar. Rekomendasi dari penelitian ini adalah penerapan lebih luas model hybrid pada pelatihan vokasional lainnya untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di era digital.
Peningkatan Keterampilan Teknologi Digital untuk Siap Kerja di Era Global Memanfaatkan Pembelajaran Hybrid Cynthia, Eka Pandu; Chinthia, Maulidania Mediawati; Permana, Inggih; Nursalisah, Febi; Aprijon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i2.37

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut generasi muda untuk memiliki keterampilan yang adaptif, kritis, dan siap pakai dalam menghadapi tantangan dunia kerja global. Namun, masih banyak peserta didik yang mengalami kesenjangan keterampilan digital, baik dari sisi penguasaan perangkat lunak, komunikasi digital, hingga pemanfaatan platform kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan keterampilan teknologi digital generasi muda melalui pendekatan pembelajaran hybrid sebagai strategi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Metode yang digunakan adalah studi tindakan (action research) dengan melibatkan 60 peserta dari lembaga pelatihan vokasi yang mengikuti program selama delapan minggu. Pembelajaran dilakukan dengan kombinasi sinkron (tatap muka dan daring langsung) dan asinkron (modul dan video mandiri), serta penilaian berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hybrid secara signifikan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi produktivitas (Google Workspace, Canva, Trello), berkomunikasi secara profesional di ruang digital, serta berpikir kritis dalam memecahkan masalah berbasis teknologi. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 38%. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi wawancara kerja daring, menyusun portofolio digital, dan melakukan presentasi virtual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran hybrid yang dirancang secara kontekstual dapat menjadi solusi efektif untuk menjembatani gap keterampilan digital sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global. Rekomendasi diberikan untuk integrasi kurikulum digital secara menyeluruh di lembaga pendidikan dan pelatihan kerja.
Pemanfaatan E-Learning dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di Daerah Terpencil dengan Pembelajaran Hybrid Indriani, Jennisa Dwina; Hasanah, Tita; Susanti, Diana; Kemala, Sri; Setriani, Loli; Budiarti, Meliza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i2.38

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut generasi muda untuk memiliki keterampilan yang adaptif, kritis, dan siap pakai dalam menghadapi tantangan dunia kerja global. Namun, masih banyak peserta didik yang mengalami kesenjangan keterampilan digital, baik dari sisi penguasaan perangkat lunak, komunikasi digital, hingga pemanfaatan platform kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan keterampilan teknologi digital generasi muda melalui pendekatan pembelajaran hybrid sebagai strategi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Metode yang digunakan adalah studi tindakan (action research) dengan melibatkan 60 peserta dari lembaga pelatihan vokasi yang mengikuti program selama delapan minggu. Pembelajaran dilakukan dengan kombinasi sinkron (tatap muka dan daring langsung) dan asinkron (modul dan video mandiri), serta penilaian berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hybrid secara signifikan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi produktivitas (Google Workspace, Canva, Trello), berkomunikasi secara profesional di ruang digital, serta berpikir kritis dalam memecahkan masalah berbasis teknologi. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 38%. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi wawancara kerja daring, menyusun portofolio digital, dan melakukan presentasi virtual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran hybrid yang dirancang secara kontekstual dapat menjadi solusi efektif untuk menjembatani gap keterampilan digital sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global. Rekomendasi diberikan untuk integrasi kurikulum digital secara menyeluruh di lembaga pendidikan dan pelatihan kerja.
Pembelajaran Hybrid Dalam Pelatihan Komputer di LKP Karya Prima Zulham; Wiguna, Aditya; Aditia, Muhammad Fakhri; Hasanuddin, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i2.39

Abstract

Keterampilan komputer menjadi kebutuhan mendasar di era digital saat ini, terutama dalam mendukung produktivitas kerja, pembelajaran, dan usaha mandiri. Namun, masih terdapat kesenjangan keterampilan digital di masyarakat, khususnya pada kalangan pelajar, pencari kerja, dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya memahami penggunaan komputer secara efektif. Melalui program pengabdian masyarakat ini, kami menginisiasi pelatihan komputer dasar dengan pendekatan kombinasi online dan offline di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Karya Prima. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan perangkat komputer serta memperkenalkan metode pembelajaran hybrid sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sesi tatap muka di kelas untuk praktik langsung dan sesi online melalui media video tutorial serta forum diskusi daring. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sistem operasi, pengelolaan file, Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint), serta pengenalan internet dan email. Kombinasi dua metode ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas waktu belajar, memperluas akses materi, dan meningkatkan pemahaman praktis. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta, yang dibuktikan melalui evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap metode kombinasi ini karena dianggap efisien, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa model pelatihan hybrid dapat menjadi solusi strategis dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam peningkatan literasi digital di tingkat lokal.
Pelatihan Desain Grafis untuk Pemberdayaan Pemuda di Era Digital J. Prayoga; Hasugian, Buyung Solihin; Supiyandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 1 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v1i2.40

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha. Salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan adalah desain grafis, yang tidak hanya berguna untuk kebutuhan personal, namun juga memiliki nilai ekonomi tinggi dalam dunia digital dan industri kreatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda di Desa Cinta Rakyat melalui pelatihan desain grafis sebagai bentuk peningkatan kapasitas dan keterampilan mereka di era digital. Peserta kegiatan ini berjumlah 10 orang pemuda yang dipilih berdasarkan minat dan kesiapan mereka mengikuti pelatihan intensif selama dua minggu. Metode pelatihan yang digunakan adalah pendekatan praktikal berbasis proyek dengan dukungan teori dasar desain, penggunaan software seperti Canva dan Adobe Photoshop, serta pendampingan pembuatan portofolio. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep desain, keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak, serta kemampuan membuat desain yang siap digunakan untuk keperluan UMKM lokal, media sosial, dan promosi digital lainnya. Dengan adanya pelatihan ini, pemuda desa tidak hanya memiliki keahlian baru yang bernilai ekonomis, tetapi juga meningkat kepercayaan dirinya dalam menghadapi tantangan dunia digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan pemuda berbasis keterampilan digital yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5