cover
Contact Name
Selvy Isnaeni
Contact Email
agroscript@unper.ac.id
Phone
+628561591925
Journal Mail Official
agroscript@unper.ac.id
Editorial Address
Jl. PETA No. 177, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Agroscript: Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 26859505     EISSN : 26859491     DOI : https://doi.org/10.36423/agroscript.v7i1
Core Subject : Agriculture,
AGROSCRIPT Journal of Applied Agricultural Sciences is an Open Access Journal published by Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Established in 2019, AGROSCRIPT is published biannually in June and December. The journal features original research articles and review articles in the field of agrotechnology.
Articles 117 Documents
Inventarisasi Serangga Tanah di Inkubator Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Metode Pitfall Trap Hartini Sri Depi; R. Arif Malik Ramadhan; Arrin Rosmala
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2658

Abstract

Serangga tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan agroekosistem dan menjadi indikator kualitas tanah. Metode pitfall trap merupakan teknik yang efektif, sederhana, dan hemat biaya untuk untuk menangkap serangga tanah epigeal yang aktif bergerak di permukaan tanah. Metode ini representatif untuk menginterpretasikan kelimpahan relatif, keanekaragaman, dan peran ekologis serangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keanekaragaman, indeks dominansi, dan peranan ekologis serangga tanah di Inkubator Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya menggunakan metode pitfall trap. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif observasional dan teknik purposive sampling. Pemasangan perangkap diletakkan pada sembilan titik pengamatan yang mewakili empat jenis lahan. Parameter yang diamati meliputi suhu tanah, pH tanah, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks dominansi Simpson (C), serta peranan ekologis serangga tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah berkisar antara 4,9–7,0 dan suhu tanah antara 28–29 °C. Nilai indeks keanekaragaman berada pada kategori rendah hingga sedang dengan rentang 0,78-0,99. Adapun indeks dominansi seluruh lahan bernilai di bawah 0,5, yang menunjukkan tidak adanya spesies yang mendominasi secara konsisten. Sebanyak 535 individu serangga dari tujuh spesies dan empat ordo berhasil diidentifikasi, terdiri atas kelompok predator, predator-dekomposer, dan hama. Hasil ini menunjukkan bahwa komunitas serangga tanah berada dalam kondisi relatif seimbang dan mencerminkan ekosistem tanah yang cukup stabil. Meskipun demikian, tingkat keanekaragaman hayatinya masih perlu ditingkatkan.
Pengaruh Pupuk Majemuk Mikro dan N, P, K terhadap Kadar Mn Tanaman dan Hasil Tomat Emma Trinurani Sofyan; Rina Devnita; Ade Setiawan; Yani Maharani; Riky Risman
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2711

Abstract

Penurunan produktivitas tanaman pada ordo Inceptisols disebabkan oleh ketidakseimbangan hara seperti mangan, sehingga diperlukan pemupukan yang tepat dan berimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk majemuk mikro dan  N, P, K terhadap kadar Mn tanaman dan hasil tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Inceptisols asal Jatinangor. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan: Kontrol;  N, P, K Rekomendasi; ½ Majemuk Mikro + N, P, K Rekomendasi; 1 Majemuk Mikro +N, P, K Rekomendasi; 1 ½ Majemuk Mikro + N, P, K Rekomendasi; 1 Majemuk Mikro + ¾ N, P, K Rekomendasi. Parameter yang diamati meliputi kadar Mn tanaman, diameter buah, jumlah buah, dan bobot buah per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk majemuk mikro dan N, P, K berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan F menghasilkan kadar Mn tertinggi serta memberikan diameter, jumlah, dan bobot buah per petak lebih tinggi dibandingkan perlakuan kontrol. Peningkatan tersebut masing-masing sebesar 157,8%, 44,7%, 132,0% dan 127,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemupukan berimbang antara unsur hara makro dan mikro mampu meningkatkan efisiensi pemupukan serta produktivitas tomat secara optimal pada Inceptisols.
Keanekaragaman dan Interaksi Serangga Berdasarkan Peran Ekologis (Guild Fungsional) pada Agroekosistem Padi di Kabupaten Pidie, Aceh, Indonesia Aidil Ammar; Tengku Dhean; Diah Fridayati; Munawar Munawar; T.M. Nur; Cut Afrinanda
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2752

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman dan interaksi trofik guild fungsional serangga pada agroekosistem padi di Kabupaten Pidie, Aceh, Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan di Gampong Gintong, Kecamatan Grong-Grong, pada periode Desember 2025-2026. Koleksi serangga menggunakan kombinasi Yellow Plate Trap, Light Trap, dan Malaise Trap pada tujuh titik pengamatan yang disusun dalam transek sistematis sepanjang 70 m. Sebanyak 3.315 individu yang merepresentasikan 230 morfospesies berhasil diidentifikasi, yang terdiri atas guild karnivora (127 spesies; 1.468 individu), herbivora (74 spesies; 1.779 individu), dan dekomposer (29 spesies; 68 individu). Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H′) komunitas sebesar 3,61 menunjukkan tingkat keanekaragaman yang tinggi. Guild karnivora memiliki nilai keanekaragaman tertinggi (H′ = 2,35), diikuti oleh dekomposer (H′ = 1,94) dan herbivora (H′ = 1,44). Analisis ANOVA satu arah menunjukkan adanya perbedaan nyata nilai H′ antarguild (F = 5,26; p = 0,048), sedangkan uji lanjut Tukey HSD mengonfirmasi perbedaan signifikan antara guild karnivora dan herbivora. Rasio karnivora terhadap herbivora sebesar 0,82:1 mengindikasikan adanya tekanan predasi alami yang relatif kuat dalam sistem tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada lokasi pengamatan, struktur trofik agroekosistem padi di Kabupaten Pidie bersifat fungsional dan berpotensi mendukung penerapan strategi PHT berbasis ekologi, dengan catatan bahwa generalisasi lebih luas memerlukan replikasi lokasi dan musim tanam.
Karakteristik Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai (Glycine max L. Merrill) Setelah Penyimpanan pada Berbagai Perlakuan Seed Coating dan Jenis Kemasan Dewi Junita; Jasmi Jasmi; Almunda Ramadhani; Muhammad Afrillah; Chairul Rizal; Nur Cahaya
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2710

Abstract

Viabilitas dan vigor benih kedelai merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan viabilitas dan vigor benih kedelai setelah penyimpanan pada berbagai kombinasi perlakuan seed coating dan jenis kemasan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu seed coating (asam askorbat 250 ppm + arabic gum 3%; asam askorbat 250 ppm + tapioka 5%; asam askorbat 350 ppm + arabic gum 3%; asam askorbat 350 ppm + tapioka 5%) dan jenis kemasan (toples dan plastik polyethylene). Data dianalisis menggunakan ANOVA, uji BNT 5%, korelasi Pearson, dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan seed coating asam askorbat 250 ppm + arabic gum mampu mempertahankan kadar air benih tetap rendah pada kemasan toples maupun plastik polyethylene pada 30 HSS. Kadar air benih berkorelasi negatif dengan variabel viabilitas dan vigor benih. Rerata viabilitas dan vigor benih cenderung menurun pada benih yang terjadi peningkatan kadar air selama penyimpanan. Perlakuan asam askorbat 250–350 ppm + arabic gum dalam kemasan toples menunjukkan kemampuan terbaik dalam mempertahankan viabilitas dan vigor benih kedelai hingga 120 HSS dibandingkan perlakuan lainnya.
Respons Pertumbuhan Cabai Rawit terhadap Kombinasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan NPK dengan Interval Waktu Pemupukan Berbeda Adam Nizar Kusmara; Arrin Rosmala; Nasrudin Nasrudin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2723

Abstract

Pembibitan cabai memerlukan pemeliharaan rutin agar tanaman tumbuh secara optimal. Aplikasi kombinasi pupuk NPK dan POC urine kelinci dapat memacu proses pertumbuhan tanaman dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC urine kelinci dan NPK dengan interval waktu pemupukan yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Screen House Tanah Muda, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat pada bulan Juli sampai November 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama yaitu kombinasi POC urine kelinci dan NPK terdiri atas 60 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK, 60 mL L-1 POC urine kelinci dan NPK 2 g, 40 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK, dan 40 mL L-1 POC urine kelinci dan NPK 2 g. Faktor kedua yaitu interval waktu pemupukan terdiri atas 5 hari sekali dan 7 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC urine kelinci dapat meningkatkan tinggi bibit, jumlah daun, dan diameter batang. Perlakuan 40 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK dengan interval pemupukan 7 hari sekali menghasilkan bibit cabai rawit paling tinggi pada 18, 22, 26, 30, dan 34 HSS. Perlakuan tersebut juga menghasilkan jumlah daun terbanyak pada 26 HSS, serta diameter batang pada 26, 30, dan 34 HSS. Tidak berbeda nyata dengan perlakuan perlakuan 60 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK dengan interval pemupukan 7 hari sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi POC urine kelinci saja mampu meningkatkan pertumbuhan bibit cabai secara optimal
Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Bawang Merah pada Pemberian Pupuk Organik Cair dan Benzyl Amino Purine Silvana Apriliani; Indriati Husain; Rival Rahman
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2785

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura penting yang pertumbuhan dan produksinya dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara serta keseimbangan fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan BAP terhadap kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman bawang merah serta untuk mengetahui interaksi keduanya dalam meningkatkan efisiensi fotosintesis dan pertumbuhan tanaman. Penelitian dilakukan di Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga kali ulangan. Perlakuan pertama terdiri dari empat dosis POC kulit pisang kepok (0 mL L-1, 50 ml L-1, 100 ml L-1, 150 ml L-1) dan konsentrasi BAP (0 ppm, 100 ppm dan 200 ppm). Variabel pengamatan meliputi jumlah daun, klorofil a, klorofil b, rasio klorofil a/b, total klorofil, jumlah umbi, bobot basah umbi dan bobot kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit pisang kepok berpengaruh nyata pada variabel bobot kering umbi, tetapi tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun, klorofil a, klorofil b, rasio klorofil a/b, total klorofil, jumlah umbi dan bobot basah umbi. Adapun konsentrasi BAP berpengaruh nyata pada variabel jumlah umbi. Interaksi antara POC dan BAP berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh variabel pengamatan
Peran Bahan Organik dan Pengelolaan Tinggi Genangan dalam Meningkatkan Produktivitas Padi Sawah (Oryza sativa L) Sri Utami Lestari; Alhafiz Alhafiz; Valian Grasio Napitupulu; Seprita Lidar; Roy Ibrahim
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2026): December (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i2.2617

Abstract

Produksi beras di Indonesia cenderung menurun sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas padi guna menjaga ketahanan pangan. Lahan tergenang seperti gambut, bahan organik berperan penting dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan peran bahan organik dan tinggi genangan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah (Oryza sativa L.) Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktor yaitu faktor pertama pengaruh tinggi genangan dan faktor kedua adalah pemberian bahan organik dengan 3 taraf, masing masing taraf terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah tinggi genangan dengan 3 taraf yaitu 1: tinggi genangan 2 cm, 2: tinggi genangan 4 cm, 3: tinggi genangan 5 cm. Faktor kedua adalah pemberian bahan organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0: pemberian Azolla microphylla 6,8 ton ha-1 (28 g polybag-1), 1: pemberian pupuk kandang ayam 5 ton ha-1 (50 g polybag-1), 2: pemberian pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 (100g polybag-1). Parameter pengamatan tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (anakan), jumlah malai. bobot gabah kering panen (g), bobot gabah kering giling (g), bobot kering oven berangkasan (g). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi perlakuan tinggi genangan dan pupuk organik serta perlakuan tinggi genangan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, tetapi perlakuan bahan organik berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 merupakan perlakuan terbaik.

Page 12 of 12 | Total Record : 117