cover
Contact Name
Selvy Isnaeni
Contact Email
agroscript@unper.ac.id
Phone
+628561591925
Journal Mail Official
agroscript@unper.ac.id
Editorial Address
Jl. PETA No. 177, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Agroscript: Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 26859505     EISSN : 26859491     DOI : https://doi.org/10.36423/agroscript.v7i1
Core Subject : Agriculture,
AGROSCRIPT Journal of Applied Agricultural Sciences is an Open Access Journal published by Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Established in 2019, AGROSCRIPT is published biannually in June and December. The journal features original research articles and review articles in the field of agrotechnology.
Articles 107 Documents
Aplikasi Klorin dan Larutan Sabun Pencuci Piring untuk Mempertahankan Mutu Buah Tomat Selama Penyimpanan Yulisan, Amalia Azzahra; Nurtika, Tuti; Halwani, Beisya Afkha Al; Aripin, Nazril Ilham; Nurcahya, Rama; Nasrudin, Nasrudin; Putri, Meirin Dwiningtyas
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2526

Abstract

Tomat menjadi buah hortikultura dengan pola respirasi klimakterik dan mengalami penurunan mutu seiring waktu penyimpanan. Tomat juga memiliki sifat perishable yang mudah rusak sehingga diperlukan penanganan pascapanen yang tepat. Aplikasi klorin maupun sabun pencuci piring sebagai penanganan pascapanen yang dapat mengurangi dampak negatif dari mikroba serta menekan pembusukan sehingga mutu buah menjadi lebih baik. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi klorin dan larutan sabun pencuci piring untuk mempertahankan mutu buah tomat selama penyimpanan pascapanen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial. Perlakuan terdiri atas tiga taraf yakni kontrol, klorin, dan sabun pencuci piring yang diulang sebanyak tiga kali. Masing-masing perlakuan menggunakan sebanyak lima sampel buah tomat sehingga terdapat 45 buah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klorin menghasilkan edible part pada buah tomat tertinggi yakni sebesar 91,3% dan penurunan diameter buah terendah yakni sebesar 3,75%. Sabun pencuci piring tidak mempengaruhi perubahan total padatan terlarut dibandingkan kontrol yang menurun sebesar 4,44%. Hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa aplikasi klorin maupun sabun pencuci piring dapat menekan dampak kerusakan buah tomat sehingga mutunya terjaga. Teknik ini dapat menjadi salah satu strategi penanganan pascapanen yang tepat untuk diimplementasikan dalam menjaga mutu dan memperpanjang umur simpan.
Review Potensi dan Mekanisme Biostimulan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Meningkatkan Pertumbuhan Awal Tanaman Sayuran Adawiah, Alin Robiah Al
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2520

Abstract

Biostimulan alami semakin banyak dikaji sebagai alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian. Salah satu sumber biostimulan alami yang potensial adalah ekstrak daun kelor (Moringa oleifera leaf extract, MLE) yang mengandung senyawa bioaktif seperti sitokinin, asam amino, vitamin, mineral, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan mekanisme kerja MLE terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman melalui metode narrative literature review. Kajian dilakukan terhadap 25 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir (2014–2024) dan diperoleh dari basis data ilmiah bereputasi. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan parameter pertumbuhan awal tanaman yang dilaporkan dalam masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi MLE pada konsentrasi optimal mampu meningkatkan persentase dan kecepatan perkecambahan, vigor bibit, panjang akar dan tunas, serta bobot biomassa awal tanaman. Tanaman yang menunjukkan respon positif terhadap aplikasi MLE meliputi selada, tomat, cabai, mentimun, bawang merah, sawi, pare dan kacang polong. Peningkatan pertumbuhan awal tanaman dipengaruhi oleh peran MLE dalam menstimulasi hormon pertumbuhan, meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara, serta melindungi tanaman dari stres oksidatif pada fase awal pertumbuhan. Dengan demikian, MLE berpotensi dikembangkan sebagai biostimulan alami yang ramah lingkungan dan mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Air Kelapa dan AB Mix sebagai Larutan Nutrisi Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Timun Apel (Cucumis sp.) Pambudi, Muhammad Bagus Setyo; Fahmi, Muhamad Alvin Muharam; Bayfurqon, Faqzy Muhammad; Muharam, Muharam
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2524

Abstract

Timun apel memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dibudidayakan dengan sistem hidroponik wick. Aplikasi nutrisi AB Mix yang relatif mahal dapat menaikkan biaya budidaya dan pemanfaatan air kelapa berpotensi digunakan sebagai campuran larutan hara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta menentukan konsentrasi terbaik kombinasi air kelapa dan AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman timun apel (Cucumis sp.). Percobaan dilaksanakan di Kelurahan Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada April–Juni 2024. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan: AB Mix 4 mS cm-1 + 0 mL L-1 air kelapa, 4 mS cm-1 + 110 mL L-1, 4 mS cm-1 + 200 mL L-1, 4 mS cm-1 + 300 mL L-1, 3 mS cm-1 + 100 mL L-1, 3 mS cm-1 + 200 mL L-1, 3 mS cm-1 + 300 mL L-1, 2 mS cm-1 + 100 mL L-1, 2 mS cm-1 + 200 mL L-1, dan 2 mS cm-1 + 300 mL L-1. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air kelapa dan AB Mix berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah per tanaman, diameter buah, dan bobot buah. Perlakuan AB Mix 4 mS cm-1 + 0 mL L-1 air kelapa memberikan hasil terbaik pada semua parameter tersebut, yaitu pertumbuhan vegetatif lebih optimal dan menghasilkan tiga buah per tanaman dengan diameter serta bobot buah tertinggi.
Pengaruh Tumpang Sari Sawi (Brassica juncea L.) dan Kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Plutella xylostella L. di Kecamatan Paal Merah Kota Jambi Manullang, Theresi Francisca; Pebrianti, Herni Dwinta; Yunita, Wilma
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2294

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. P. xylostella merupakan hama utama pada pertanaman sawi dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman hingga 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tumpang sari sawi dan kemangi terhadap populasi dan intensitas serangan P. xylostella pada tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2024 di Kecamatan Paal Merah Kota Jambi dan Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan dua perlakuan yaitu pola tanam monokultur sawi dan pola tanam tumpang sari sawi + kemangi. Variabel yang diamati meliputi populasi larva P. xylostella, intensitas serangan P. xylostella, dan produksi sawi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola tanam tumpang sari sawi + kemangi mampu menekan populasi larva dan intensitas serangan P. xylostella dengan rata-rata populasi P. xylostella sebesar 0,92 larva tanaman-1 dan rata-rata intensitas serangan P. xylostella sebesar 5,55%. Rata-rata produksi sawi pada pola tanam tumpangsari sawi + kemangi sebesar 1,88 kg 16 tanaman-1.
Nanosilika Sekam Padi Memodifikasi Anatomi Akar dan Meningkatkan Panjang Akar Planlet Anggrek Dendrobium sp. In Vitro Swandari, Tantri; Laksana, Laras Panji; Faizah, Kuni
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2615

Abstract

Nanosilika berbasis sekam padi berpotensi sebagai bahan aditif media kultur jaringan untuk meningkatkan kualitas bibit anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh nanosilika sekam padi terhadap respon morfologis, fisiologis, dan anatomis planlet anggrek Dendrobium sp. yang ditumbuhkan secara in vitro dan menentukan konsentrasi efektif. Penelitian dilakukan dengan penambahan nanosilika pada media kultur jaringan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu pemberian nanosilika yang terdiri atas empat taraf perlakuan: 0 g L-1, 1 g L-1, 2 g L-1, 3 g L-1 masing-masing diulang sebanyak 10 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi planlet, jumlah daun dan akar, panjang akar, berat segar, warna daun (L*, a*, dan b*), serta karakter anatomi akar dan daun melalui pengamatan mikroskopis irisan melintang. Data parameter dianalisis menggunakan analisis varian dilanjutkan dengan uji duncan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan nanosilika secara signifikan meningkatkan panjang akar dan warna daun (green group 138B) serta memodifikasi struktur anatomi berupa pembesaran sel epidermis akar dan daun serta pembentukan berkas pengangkut akar yang lebih kompak. Nanosilika padi pada dosis 2 g L-1 mampu meningkatkan kualitas morfologis, fisiologis, dan anatomi planlet anggrek Dendrobium sp., sehingga meningkatkan kesiapan adaptasi tanaman pada fase aklimatisasi dan berpotensi meningkatkan keberhasilan pertumbuhan bibit.
Seed Priming Ekstrak Bahan Alami untuk Meningkatkan Benih Terong Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa Rosidi, Muhammad Ahya; Arsela, Primadiyanti; Ardaniah, Ardaniah
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2675

Abstract

Penurunan viabilitas benih akibat proses penuaan selama penyimpanan menjadi kendala dalam budidaya hortikultura, termasuk terong ungu. Benih yang telah melewati masa simpan optimal mengalami degradasi fisiologis sehingga daya kecambah dan vigor awal tanaman menurun. Oleh karena itu, penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk membantu mengaktifkan kembali proses metabolisme benih dan meningkatkan kemampuan perkecambahan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan viabilitas benih terong ungu kadaluarsa melalui teknik seed priming menggunakan ekstrak bahan alami sebagai sumber zat pengatur tumbuh alami. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor, yaitu jenis bahan invigorasi (air kelapa, ekstrak bawang merah, dan lidah buaya) serta konsentrasi (25% dan 50%) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya kecambah, waktu berkecambah, dan tinggi tanaman pada fase awal pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan invigorasi berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pengamatan. Air kelapa menghasilkan daya kecambah tertinggi, ekstrak bawang merah meningkatkan vigor pertumbuhan awal, sedangkan lidah buaya mempercepat waktu berkecambah dan meningkatkan tinggi tanaman. Dengan demikian, ekstrak bahan alami berpotensi digunakan sebagai teknologi revitalisasi benih yang ramah lingkungan.
Pengaruh Pemupukan dan Pembumbunan Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Pulut (Zea mays L. var ceratina) Katili, Fadhila; Gubali, Hayatiningsih; Gafur, Mahyunita Abd.
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2698

Abstract

Produktivitas jagung lokal masih tergolong rendah dibandingkan jagung hibrida yang menyebabkan penurunan minat budidaya jagung lokal oleh petani. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan hasil jagung pulut dengan cara melakukan pemupukan dan menerapkan teknik pembumbunan yang tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemupukan dan pembumbunan tanah, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2025. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama pemupukan yang terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa pupuk, pupuk NPK majemuk 300 kg ha-1, pupuk kandang ayam 15 ton ha-1 dan kombinasi pupuk NPK majemuk 150 kg ha-1 + pupuk kandang ayam 10 ton ha-1. Faktor kedua yaitu pembumbunan tanah dan terdiri atas 2 taraf, di antaranya pembumbunan 2 kali dan pembumbunan 3 kali. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Pemupukan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah baris biji pertongkol, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat 1000 biji dan hasil per petak, sedangkan pembumbunan tanah tidak berpengaruh pada semua parameter dan tidak terdapat interaksi antara kedua faktor. Pemupukan yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman adalah kombinasi pupuk phonska 150 kg ha-1 dan pupuk kandang ayam 10 ton ha-1.

Page 11 of 11 | Total Record : 107