cover
Contact Name
Selvy Isnaeni
Contact Email
agroscript@unper.ac.id
Phone
+628561591925
Journal Mail Official
agroscript@unper.ac.id
Editorial Address
Jl. PETA No. 177, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Agroscript: Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 26859505     EISSN : 26859491     DOI : https://doi.org/10.36423/agroscript.v7i1
Core Subject : Agriculture,
AGROSCRIPT Journal of Applied Agricultural Sciences is an Open Access Journal published by Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Established in 2019, AGROSCRIPT is published biannually in June and December. The journal features original research articles and review articles in the field of agrotechnology.
Articles 96 Documents
Evaluasi Efektivitas Aplikasi Kompos Trichoderma reesei (Isolat TZ31DU1) Sebagai Agen Hayati dalam Menekan Serangan Penyakit Penting pada Tanaman Jagung Sainong, Darliawan Saprin; Iswati, Rida; Nurdin, Nurdin; Solihin, Angry Pratama; Purnomo, Sutrisno Hadi; Pulogu, Siska Irhamnawati
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2244

Abstract

Salah satu faktor rendahnya produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo adalah serangan berbagai penyakit tanaman. Selama ini, pengendalian penyakit masih banyak bergantung pada penggunaan pestisida kimia, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai upaya alternatif, pemanfaatan kompos Trichoderma reesei dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati penyakit tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi kompos Trichoderma reesei terhadap jenis, kejadian, dan intensitas serangan penyakit pada tanaman jagung. Penelitian dilakukan melalui pengamatan visual gejala penyakit, identifikasi mikroskopis patogen, serta analisis kejadian dan intensitas penyakit selama 12 minggu setelah tanam (MST). Empat jenis penyakit di pertanaman jagung yaitu karat daun (Puccinia sorghi), bulai (Peronosclerospora maydis), hawar daun (Helminthosporium maydis), dan bercak daun (Curvularia sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos Trichoderma reesei isolat TZ31DU1 secara konsisten mampu menekan kejadian dan intensitas keempat penyakit tersebut dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Tidak ditemukan gejala karat daun pada perlakuan TZ31DU1, sedangkan intensitas tertinggi bercak daun pada kontrol mencapai 63,33% dan hanya 46,66% pada TZ31DU1. Hal ini menunjukkan efektivitas kompos Trichoderma reesei dalam menghambat perkembangan patogen. Temuan ini menegaskan bahwa kompos Trichoderma reesei memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati dalam sistem budidaya jagung ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Uji Ketahanan Beberapa Varietas Jagung (Zea mays L.) Terhadap Serangan Spodoptera frugiperda J.E Smith Ratna, Yuni; Pebrianti, Herni Dwinta; Prayogi, Vidi Mugi
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2198

Abstract

Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) merupkan hama utama tanaman jagung yang dapat menyerang semua fase pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa varietas unggul tanaman jagung (Zea mays) terhadap serangan S. frugiperda. Penelitian dilakukan di Desa Muaro Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro dari bulan April sampai bulan Juni tahun 2024. Varietas tanaman jagung yang di uji yakni Exsotic Pertiwi, Bonanza Now F1 dan Sukmaraga. Terdapat tiga petak perlakuan untuk tiga varietas yang di uji. Setiap petak perlakuan berukuran 12,5 m x 12,5 m dan jarak antar petak perlakuan 8 m. Setiap petak perlakuan terdiri atas 6 petak percobaan dengan ukuran masing-masing petak percobaan 1,4 m x 10,5 m. Tanaman sampel ditentukan secara acak sistematis dengan pola lajur tanaman berbentuk U. Pengamatan dilakukan sebanyak 5 kali pada saat tanaman jagung berumur 7-35 hst, dengan interval 1 minggu sekali. Setiap pengamatan digunakan 4 tanaman sampel/petak percobaan. Penentuan tanaman sampel dimulai dengan memberikan nomor pada masing-masing tanaman sampel, selanjutnya dilakukan pengundian menggunakan kertas untuk menentukan tanaman sampel yang pertama diamati. Peubah yang diamati terdiri atas populasi larva dan intensitas serangan S. frugiperda, jumlah trikoma daun, ketebalan daun dan diameter batang tanaman jagung. Uji statistik yang digunakan adalah uji-t (uji sampel independen), uji Mann-Whitney dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi larva S. frugiperda tertinggi pada umur tanaman 28 hst pada varietas Exsotic Pertiwi dan intensitas serangan S. frugiperda tanaman jagung Varietas Sukmaraga lebih tahan terhadap serangan S. frugiperda karena memiliki jumlah trikoma lebih banyak yakni dengan rata-rata 685 cm2 dan daun yang lebih tebal dengan rata-rata 1,10 mm dibandingkan dengan Varietas Exsotic Pertiwi dan Bonanza Now F1.
Keaneakaragaman Jenis Serangga pada Tanaman Terung Asam (Solanum lasiocarpum Dunal) di Desa Ibru Kecamatan Mestong Provinsi Jambi Herawani, Febrina; Rif'atunidaudina, Ria; Umami, Maslikhatul; Kurniawan, Rizki; Lia, Mayanda
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2364

Abstract

Keanekaragaman serangga pada ekosistem pertanaman merupakan indikator penting stabilitas dan kesehatan agroekosistem, sehingga kajian terhadap komunitas serangga pada pertanaman terung asam (Solanum lasiocarpum Dunal) yang belum diketahui jenisnya, sehingga diperlukan sebagai dasar pengelolaan ekosistem berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman serangga pada pertanaman terung asam (Solanum lasiocarpum Dunal) di Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Pengambilan sampel dilakukan pada fase generatif menggunakan tiga metode perangkap, yaitu sweep net, yellow pan trap, dan pitfall trap. Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan indeks Shannon-Wiener (H′), indeks dominasi (C), dan indeks kepadatan populasi (K). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 740 individu serangga berhasil dikoleksi, terdiri atas 9 ordo, dengan jumlah tertinggi berasal dari ordo Hymenoptera (401 individu). Nilai indeks Shannon-Wiener (H′) tercatat 0,64 (rendah) pada sweep net, 1,74 (sedang) pada yellow pan trap, dan 1,55 (sedang) pada pitfall, sehingga secara umum dikategorikan sedang. Nilai indeks dominasi (C) sebesar 0,33 menunjukkan dominasi rendah, sedangkan indeks kepadatan populasi mencapai 2,90 ekor/m². Hasil ini mengindikasikan bahwa komunitas serangga pada pertanaman terung asam cukup beragam dengan struktur komunitas yang relatif seimbang.
Aplikasi Biochar dan Pupuk Kandang Ayam: Strategi Remediasi Lahan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Lokal Momala Gafur, Mahyunita Abd.; Solihin, Angry Pratama; Gafur, Nurfitri Abdul
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2464

Abstract

Penurunan kesuburan lahan merupakan kendala utama dalam budidaya jagung lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi biochar dan pupuk kandang ayam sebagai strategi remediasi lahan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung lokal Momala. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2025 di desa Tunggulo, Tilongkabila Bone Bolango, Gorontalo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor dengan perlakuan terdiri atas tanpa biochar + pupuk kandang ayam, Biochar 0,5 kg + pupuk kandang ayam, Biochar 1 kg + pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati meliputi parameter pertumbuhan dan komponen hasil serta hasil panen (ton ha-1). Data dianalisis menggunakan analisis varians yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dan pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p<0,05) terhadap semua parameter pertumbuhan fase vegetatif (5-9mst). Pada fase generatif aplikasi biochar secara signifikan meningkatkan semua komponen hasil. Perlakuan Biochar 1 kg + pupuk kandang ayam)menghasilkan berat tongkol tanpa kelobot tertinggi (202,67 g), tidak berbeda nyata dengan Biochar 0,5 kg (195,67 g), namun keduanya secara signifikan lebih baik darii tanpa biochar (116,67 g). Disimpulkan bahwa aplikasi biochar dosis 0,5 - 1 kg dikombinasikan dengan pupuk kandang merupakan strategi remediasi lahan yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung lokal momala secara berkelanjutan.
Comparative Efficacy of Phaseolus aureus Extract and Synthetic Growth Regulators on Callus Induction in Curcuma xanthorrhiza Faramayuda, Fahrauk; Melani, Putri Dwi; Elfahmi, Elfahmi
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2392

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) a plant indigenous to Indonesia, is increasingly recognized for its medicinal properties, formulating a cornerstone of traditional medicine with annual usage marking a significant growth rate of approximately 5.4%. As awareness of its therapeutic potential expands, too does the demand for this valuable resource, necessitating enhanced efforts in its propagation and the extraction of its bioactive compounds. This study investigates the efficacy of different growth regulators in the induction of callus tissue from C. xanthorrhiza through plant tissue culture, a key method for regenerating valuable plant material. Specifically, the research focuses on the comparative effects of natural growth regulators, particularly water extracts from Phaseolus aureus, and synthetic growth regulators such as 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) and Indole-3-butyric Acid (IBA) in varied concentrations. The experimental design included varying concentrations of P. aureus water extract at 10%, and 15%, alongside a fixed concentration of the synthetic agents. Findings indicated that synthetic growth regulators, particularly the combination of 2,4-D and IBA at a concentration of 0.4 ppm each, yielded superior callus proliferation compared to the natural extract treatments. However, P. aureus aqueous extract showed positive effects also on callus emergence and on increasing explant size when used at 10% concentration in Murashige-Skoog medium. Consequently, the study underscores the potential of integrating both natural and synthetic growth regulators to enhance callus induction and ultimately facilitate the sustainable use of C. xanthorrhiza as a medicinal resource.
Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Organik Cair Kulit Bawang Merah dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) Firmansyah, Efrin; Qurrohman, Budy Frasetya Taufik; Firdaus, Wildan Ahmad
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2400

Abstract

Peningkatan produksi kemangi dapat dicapai dengan pemberian nutrisi yang tepat. Salah satu yang potensial yaitu melalui kombinasi penggunaan pupuk organik cair kulit bawang merah dengan NPK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair kulit bawang merah dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Manggahang, Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Rancangan perlakuan yang diberikan sebagai berikut : A: 500 mL POC + 0 g NPK tanaman-1, B: 400 mL POC + 2 g NPK tanaman-1, C: 300 mL POC + 4 g NPK tanaman-1, D: 200 mL POC + 6 g NPK tanaman-1, E: 100 mL POC + 8 g NPK tanaman-1, F: 0 mL POC + 10 g NPK tanaman-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik cair kulit bawang merah dengan NPK berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kemangi. Perlakuan 300 mL + 4 g tanaman-1 mampu memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kemangi.

Page 10 of 10 | Total Record : 96