MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
MEFORAS : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen adalah jurnal ilmu teologi dan pendidikan agama Kristen dengan ISSN Online ( 3064-3899 ). Diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2kPM) Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Wamena-Papua Pegunungan Arah dan Fokus publikasi ini mencakup bidang studi: Ilmu Teologi Teologi Misi Teologi Biblika PL/PB Kepemimpinan Kristen Manajemen Pendidikan Pendidikan Agama Kristen Sosiologi Agama dan Budaya Pendidikan Kristen Anak Usia Dini dan Remaja Jurnal ini terutama menerbitkan artikel berbasis penelitian sebanyak 2 kali untuk setiap tahun, yaitu pada bulan Agustus dan Maret. Kami berharap agar artikel yang dikirimkan belum pernah atau dalam proses untuk dipublikasikan di jurnal lainnya. Selain itu, artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format template yang telah ditetapkan atau editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan. Kami mempersilakan agar seluruh dosen, mahasiswa maupun peneliti sebagai calon kontributor dari berbagai untuk berkontribusi pada publikasi jurnal ini.
Articles
15 Documents
Pentingnya Pengadministrasian Gereja Untuk Kemajuan Pelayanan Di Gpdi “El Shaddai Wamena”
Lamma, Rahelia Lamma;
Rukua, Ivo Sastri;
Rasinus
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Agustus)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas pentingnya pengadministrasian gereja dalam mendorong kemajuan pelayanan Gereja GPDI "El Shaddai Wamena." Pengadministrasian gereja dianggap sebagai fondasi yang krusial untuk memastikan efisiensi, koordinasi, dan transparansi dalam segala aspek kegiatan gereja. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan pendekatan studi lapangan. Dengan mengelola sumber daya, merencanakan program, mendokumentasikan perkembangan, dan memastikan komunikasi yang baik, pengadministrasian memberikan landasan yang kokoh bagi pertumbuhan gereja dan berdampak positif terhadap jemaat dan masyarakat sekitar. Melalui pendekatan yang terorganisir dan efektif dalam pengadministrasian, Gereja GPDI "El Shaddai Wamena" dapat mencapai visi dan misi pelayanannya dengan lebih baik, memperkuat komunitas jemaat, serta memberikan pelayanan yang efektif kepada masyarakat. Selain itu, peran administrasi dalam meningkatkan pelayanan kemajuan, meskipun dengan berbagai tantangan yang ad, serta berupaya meningkatkan bidang administrasi gereja melalui kerjasama antar jemaat maupun pemimpin untuk tercapainya peningkatan pelayanan di GPDI El-Shaddai Wamena.
Darma Guru PAK Dalam Membangun Pola Pikir Anak Remaja Usia 13-15 Tahun Di SMP Negeri 2 Wamena
manik, Astika Manik;
Muaya, Grandy Reney
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Agustus)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penulisan artikel ini dilakukan untuk memberikan pemahaman maupun masukan yang semestinya dilakukan oleh tenaga pendidik atau guru PAK dalam hal membangun pola pikir anak remaja usia 13-15 tahun yang efektif di SMP Negeri 2 Wamena. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetengahkan permasalahan yang terjadi pada pola pikir anak remaja di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik study lapangan dan studi Pustaka. Oleh karena itu, darma guru PAK dalam mengembangkan pola pikir anak seharusnya dilakukan secara spesifik sesuai standar kualifikasi, sehingga pertumbuhan k\\arakter pada anak dalam pola pikirnya sesuai dengan ajaran Firman Tuhan. Maka disimpulkan bahwa darma guru PAK dalam membangun pola pikir anak usia 13-15 tahun semestinya dilakukan dengan upaya yang efektif. Disamping itu juga, guru PAK harus memiliki kemampuan berinovasi dalam mendidik dan membangun pola pikir anak di era disrupsi teknologi disertai terapan Alkitab seperti doa atau spiritualitas, menanamkan nilai-nilai moral melalui cerita Alkitab serta menggunakan prinsip-prinsip Alkitab, dan melibatkan peserta didik secara langsung guna untuk pengembangan pola pikir peserta didik di SMP Negeri 2 Wamena.
JUKSTAPOSISI HUKUM ALLAH: Mosaik Ajaran Yesus dalam Matius 22:37-40
Paparang, Stenly Reinal
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Agustus)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mengasihi Allah dan sesama merupakan ekspresi fundamental dari iman. Mengasihi merupakan wujud nyata dari iman kepada Kristus Yesus. Konteks ini masih menimbulkan kesulitan bagi orang Kristen dalam mengintegrasikan kasih kepada Tuhan dan sesama secara seimbang. Masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan sikap mengasihi. Seperti apa dasar untuk membuktikan jukstaposisi dari kedua hukum mengasihi tersebut, menjadi tujuan dari artikel ini dengan menganalisis Matius 22:37-40. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan intertekstualitas, penulis menelusuri keterhubungan substansial antar-teks, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, mengeksplorasi, menganalisis teks, dan meninjau literatur terkait untuk menemukan jukstaposisinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengasihi Allah dan sesama adalah sebuah jukstaposisi yang meliputi: sifat inkarnatif, kompendium hukum Taurat dan kitab para nabi, pengembalian pemahaman relasi humanitas, sifat logika iman, kesempurnaan, penempatan prioritas, dan realisasi kemurahan hati. Artikel ini juga memberikan kontribusi dalam merealisasikan hukum Allah pada konteks relasi religiositas dan humanitas secara jukstaposisional.
Tahapan Misi Pemuridan: Sebuah Usulan Kepada Guru PAK Berdasarkan Eksegesis Injil Matius 4:18-22
Karlau, Sensius Amon
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Agustus)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research discusses the mission of discipleship based on the interpretation of the Gospel of Matthew chapter 4:18-22. Apparently, a number of learning activities by PAK teachers emphasize increasing cognitive aspects without balancing it with the mission of discipleship. This problem then demands that PAK praxis should not be limited to formal-theoretical motives. Ironically, the emphasis on rigid and boring theoretical aspects also distorts the fundamental intent of the discipleship mandate as Jesus did in the initial story of the calling of His disciples. An in-depth study of this topic starts from the hermeneutic method, accompanied by a bibliographic approach that leads to the study of the theological, social, context and lexical analysis of the text of the Gospel of Matthew 4:18-22. So it was found that Jesus' mission of discipleship was constructed universally, urgently and continuously. Therefore, the intensity of the mission of discipleship should be articulated through various stages initiated through the act of seeking, calling and committing to becoming an exemplary figure. This is the stage of the discipleship mission that can be implemented by every PAK teacher until the realization of a student's personal relationship with Jesus as Teacher, Lord and personal Savior in the guarantee of God the Father's inclusion.
Artificial Intelligence dan Transformasi Pendidikan Kristen: Integrasi Teknologi Cerdas ke dalam Pembelajaran
Napitupulu, Anton;
Gulo, Rezeki Putra
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Agustus)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK: Penelitian ini secara khusus mengkaji integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran pendidikan Kristen sebagai respon terhadap transformasi digital yang cepat. Latar belakang penelitian ini adalah perlunya pendidikan Kristen beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya AI, agar tetap relevan dan efektif dalam membentuk pemahaman dan spiritualitas siswa di era digital. Permasalahan yang teridentifikasi antara lain kurangnya model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi cerdas dengan nilai-nilai Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan fenomenologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak integrasi AI terhadap proses pembelajaran dan perkembangan spiritual siswa. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan paradigma baru dalam pendidikan Kristen yang menggabungkan teknologi cerdas dengan prinsip-prinsip teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi memerlukan penyesuaian melalui pendekatan pedagogis yang mampu menjaga keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai spiritual. ABSTRAK: Penelitian ini secara spesifik mengkaji integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran pendidikan Kristen sebagai respon terhadap transformasi digital yang pesat. Adapun latar belakang dari penelitian ini yaitu, perlunya pendidikan Kristen yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama AI, untuk tetap relevan dan efektif dalam membentuk pemahaman dan spiritual peserta didik di era digital. Masalah yang diidentifikasi meliputi kurangnya model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi cerdas dengan nilai-nilai Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan fenomenologi. Riset ini bertujuan mengidentifikasi dampak integrasi AI terhadap proses pembelajaran dan pengembangan spiritual peserta didik. Penelitian baru terletak pada paradigma pengembangan baru dalam pendidikan Kristen yang menggabungkan teknologi cerdas dengan prinsip-prinsip teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran serta memperkuat nilai-nilai spiritual, namun memerlukan penyesuaian melalui pendekatan pedagogis yang mampu menjaga keseimbangan antara teknologi dan nilai spiritualitas.
Ekologi dari Sudut Pandang Penciptaan: Observasi Kejadian 1:28 dan Hubungannya Dengan Konservasi Alam
Toh, Alfred Melkianus
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Maret)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65054/meforas.v2i1.31
Persoalan ekologis merupakan topik fundamental yang dikaitkan dengan tanggung jawab semua manusia tanpa memandang kelompok, ras atau agama tertentu. Banyaknya bencana alam yang terjadi mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar. Bencana alam yang terjadi disebabkan oleh kerusakan lingkungan hidup karena tindakan manusia yang tidak seimbang. Metode analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini disertai pendekatan hermeneutik serta studi literatur untuk memperoleh berbagai data primer yang dikorelasikan dengan observasi dan interpretasi teologis. Artikel ini dilatari juga dengan observasi biblikal prihal kisah penciptaan berdasarkan teks Alkitab dalam Kejadian 1:28. Hasil observasi teks menyebutkan, bahwa sebagai gambar dan rupa Allah, manusia dimandatkan untuk “memenuhi bumi dan menguasainya sesuai rencana Allah sesuai dengan kejadian 1:28”. Inilah panggilan kepada manusia sebagai wakil Allah yang ditetapkan untuk mengelola dan memanfaatkan alam semesta sebagai lingkungan hidup dengan penuh tanggung jawab dan menunjukkan rasa kagum dan hormat.
Implementasi Teologi Misi Mengindra Anak Jalanan: Integrasi Pelayanan Holistik dan Tradisional di Kab. Jayawijaya
Bugi, Kiki Reskianto Bugi;
Payage, Neri
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Maret)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65054/meforas.v2i1.32
Tidak dapat dipungkiri bahwa kurangnya implementasi teologi misi terhadap pelayanan jemaat serta anak-anak jalanan di kabupaten jayawijaya baik itu secara tradisional maupun holistik atau menyeluruh. Menariknya, permasalahan yang muncul ke permukaan memberikan stimulus serta afektif kepada penulis tentang pentingnya implementasi teologi misi terhadap anak-anak jalanan yang ada di kabupaten jayawijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode kualitatif deskriptif, serta pendekatan melalui studi lapangan yang dilakukan tak lain untuk menemukan sebuah fakta yang ada di kota wamena, kabupaten jayawijaya, selain itu studi pustaka dilakukan untuk menemukan sebuah gagasan yang berujung pada solusi terhadap masalah yang diteliti. Penulisan jurnal ini menawarkan gagasan yang aksesibel, serta pendapat yang semestinya ditelaah serta diaplikasikan oleh para tokoh teologi misi yang ada di kabupaten jayawijaya tersebut, diantaranya pendekatan yang berusaha mengintegrasikan pemahaman spiritual dengan kebutuhan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat, berfokus pada penginjilan, serta aspek-aspek lain yang berkaitan dengan keadilan sosial, pengembangan manusia, dan transformasi komunitas, sehingga Teologi misi yang dipraktikkan dengan baik dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam kehidupan anak-anak yang terpinggirkan tersebut.
Pembulian dan Hukuman Dalam 2Raja-Raja 2:23-24: Analisis Teologis dan Etika Kristen di Era Kontemporer
Korwa, Frangky
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Maret)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65054/meforas.v2i1.34
This research analyzes bullying and punishment in 2 Kings 2:23-24 with a Christian theological and ethical approach in a contemporary context. The main aim of the research is to understand the theological meaning behind the prophet Elisha's response to the offense he received and how Christian principles can be applied in dealing with bullying in the modern era. The main issue discussed is the relevance of this story to the phenomenon of social violence, especially in the form of bullying. The research method used is qualitative based on literature study with an exposition approach to interpret texts historically, linguistically and theologically. The novelty of this research lies in the integration of biblical studies with contemporary social issues, providing a new perspective on justice and love in dealing with bullying. The research results show that insulting Elisha was not just an individual act, but rather a collective collective reflection on divine authority. In the modern context, Christian teachings about love, forgiveness and respect for others are important guidelines in overcoming the phenomenon of bullying, both in direct interactions and in the digital world.
Kompetensi, Pola Kepemimpinan Efektif dan Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SD YPPGI Pirime
Wanimbo, Kanius;
Karlau, Sensius Amon;
Bugi, Kiki Reskianto
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65054/meforas.v2i2.37
Penelitian ini bertujuan mengetengahkan mengenai kompetensi, pola kepemimpinan dan peran kepala sekolah yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Minimnya kompetensi dan pola kepemimpinan serta peran kepala sekolah yang mumpuni menyebabkan mutu pendidikan yang diharapkan masih jauh dari harapan. Kondisi ini terjadi karena ketersediaan sumber daya manusia dan akses infrastruktur pendukung belum maksimal. Inilah lokus yang diteliti secara deskriptif kualitatif disertai tahap observasi dan wawancara. Ditemukan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin sebaiknya memiliki jiwa kepemimpinan yang efektif, memahami karakteristik kepemimpinan, manajemen, visi, misi yang didukung oleh pemahaman peran interaktif yang proporsional. Maka disimpulkan bahwa kompetensi kepemimpinan yang bertaut dengan pola kepemimpinan dan peran kepala sekolah yang efektif perlu diimplementasikan melalui sikap dan perilaku kerja secara kolaboratif dan berkelanjutan untuk mencapai mutu pendidikan yang mencakup mutu input, proses dan output di SD YPPGI Pirime.
Keunikan dan Manfaat Rumah Honai Dalam Perspektif Kristen Bagi Masyarakat Suku Dani di Papua Pegunungan
Fanmakuni, Corolina;
Giban, Yoel;
sugiarsi, ester
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Maret)
Publisher : STT Arastamar Wamena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65054/meforas.v2i1.38
Penelitian ini bertujuan mengulas tentang rumah Honai. Inilah rumah tradisional masyarakat suku Dani di Papua Pegunungan. Rumah tradisional yang terbuat dari kayu, alang-alang dan tali rotan ini mulai berkurang karena pengaruh modernisasi. Uniknya, rumah Honai memiliki bentuk yang sama dengan sarang burung yang biasa terdapat di atas pohon. Ironisnya, sebagian anak-anak sekarang ini beranggapan budaya dan tradisi yang terbangun di rumah Honai tidak terlalu relevan lagi dan dianggap sudah ketinggalan jaman. Fakta ini menyebabkan jumlah rumah Honai terus berkurang, terutama di daerah perkotaan. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik studi lapangan. Ditemukan bahwa rumah Honai memiliki tiga model atau bentuk yang unik dan memiliki manfaat yang berbeda-beda. Namun menarik karena rumah Honai memiliki manfaat yang sangat relevan karena mengarah pada prinsip kebersamaan dan saling mencintai antar keluarga yang sejalan dengan ajaran nilai-nilai Kristiani. Oleh karena itu. Rumah Honai dan pemanfaatannya perlu dilestarikan di tengah tantangan perubahan modernisasi yang menerabas segala sisi kehidupan masyarakat suku Dani di Papua Pegunungan.