cover
Contact Name
Yogiek Indra Kurniawan
Contact Email
yogiek@unsoed.ac.id
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia
Published by CV Firmos
ISSN : 30312728     EISSN : 30312736     DOI : https://doi.org/10.54082/jpmii.idpaper
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia (JPMII) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia (JPMII) terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 3031-2728 dan E-ISSN : 3031-2736. Selain itu, JPMII terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jpmii.idpaper
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
Peningkatan Kemampuan Pemasaran Digital Pada Kelompok Pengrajin Gula Semut Brayo Makmur Jintung Desa Jintung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Endang Wahyuningsih; Nurlaila Fatmawati; Nunur Nuraeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 4 (2026): JPMII - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1412

Abstract

Brayo Makmur Jintung merupakan kelompok pengrajin gula semut kelapa di Desa Jintung, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Gula semut merupakan gula merah serbuk yang biasanya memiliki harga jual lebih tinggi dibanding gula cetak biasa. Permasalahan yang terjadi pada kelompok Brayo adalah pemasaran produknya masih terbatas yaitu dari mulut ke mulut, melalui story WA, dan penjualan langsung ke tengkulak. Pemasaran yang masih cenderung lokal ini membuat pendapatan mereka masih cukup rendah. Selain itu, kelompok Brayo juga menggunakan kemasan yang sederhana yaitu menggunakan plastik polos tanpa label yang terkesan kurang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dari Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen berfokus pada peningkatan pemasaran gula semut pada kelompok Brayo Makmur Jintung dengan melakukan kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing”. Adapun metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari: (1) sosialisasi, (2) pelatihan, (3) pendampingan, dan (4) evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu: (1) empat varian rasa gula semut yaitu original, jahe, kencur, dan temulawak; (2) dua jenis kemasan berlabel yaitu ziplock standing pounch ukuran 200 gr dan toples kecil ukuran 300 gr; (3) kepemilikan akun Shopee; dan (4) keberhasilan melakukan transaksi melalui akun Shopee tersebut. Kegiatan pengabdian ini sangat penting dilakukan agar kelompok Brayo Makmur Jintung mampu meningkatkan kesiapan dalam memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk gula semut melalui inovasi varian, kemasan, dan pemanfaatan platform digital.
Workshop Mendongeng dan Menulis Cerita Pendek Berbasis Kearifan Lokal Waigama Kepada Siswa SD Negeri 14 Raja Ampat Dian Saputra; Faisal Eka Mahendra; Ahmad Wael; Kris Uluelang; Yuliana Yuliana; Rezkiah Hartanti; Muhaiminah Akib
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 4 (2026): JPMII - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1415

Abstract

Rendahnya tingkat literasi dasar di daerah terpencil seperti Kepulauan Waigama, Raja Ampat, dipicu oleh keterbatasan akses bahan bacaan dan kurangnya tenaga pendidik. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan mendongeng dan menulis cerita pendek kepada siswa SD Negeri 14 Raja Ampat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode ini memanfaatkan kearifan lokal, tradisi tutur, dan kekayaan alam setempat sebagai modal utama literasi. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan utama: Discovery (pemetaan aset cerita lokal), Dream (perancangan visi literasi), Design (pelatihan penulisan cerpen kolaboratif, simulasi roleplay, dan permainan cerita berantai), serta Destiny (umpan balik dan pelembagaan ekosistem literasi). Hasil obsrvasi dan praktik kerja menunjukkan peningkatan pada kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa. Keberanian siswa tampil di depan publik meningkat dari 35% menjadi 85%, pemahaman struktur narasi naik dari 40% menjadi 80%, penguasaan kosakata berbasis lokal meningkat dari 45% menjadi 85%, dan kemampuan kerja sama kolaboratif mencapai 90%. Selain menghasilkan kompilasi draf cerita pendek berbasis budaya lokal Waigama, program ini berhasil membangun kesadaran kolektif antar siswa dalam menjaga keberlanjutan budaya membaca dan menulis. Integrasi pendekatan ABCD berbasis kearifan lokal menunjukkan peningkatan serta menjadi strategi alternatif penguatan literasi di wilayah kepulauan terpencil.
Peningkatan Literasi Smart Farming melalui Pelatihan Monitoring Kelembapan Tanah dan Kontrol Pompa Otomatis Berbasis Internet of Things bagi Alumni Geografi Universitas Negeri Makassar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan Nurul Afdal Haris; Uca Uca; Galih Citra Yogyanti; Criana Dulvita; Saputra Saputra; Muhammad Syukron
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 4 (2026): JPMII - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1454

Abstract

Persepsi bahwa berkebun merupakan aktivitas konvensional dapat membatasi minat lulusan perguruan tinggi terhadap pertanian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan konsep dan praktik operasional smart farming dan mendeskripsikan respons alumni Jurusan Geografi Universitas Negeri Makassar setelah mengikuti pelatihan monitoring kelembapan tanah dan kontrol pompa otomatis berbasis Internet of Things. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026 di Ruang Microteaching, Gedung B Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 20 alumni mengikuti pengenalan konsep, demonstrasi sistem sensor–mikrokontroler–relay–pompa, serta praktik terpandu membaca dashboard dan mengamati pengaturan ambang 30%–60%. Data evaluasi yang tersedia berupa rekap akhir tiga indikator dengan respons dikotomis, yaitu respons positif terhadap berkebun, keterbukaan terhadap teknologi, dan penerimaan Internet of Things untuk mulai berkebun. Respons positif dikodekan apabila peserta pada sesi penutup menyatakan bahwa berkebun dipandang lebih modern atau relevan dan rasa gengsi berkurang. Sebanyak 17 peserta (85%; IK Wilson 95%: 64,0%–94,8%) memberikan respons positif pascapelatihan. Seluruh peserta (100%; IK Wilson 95%: 83,9%–100%) menunjukkan keterbukaan terhadap teknologi dan menerima Internet of Things untuk berkebun. Seluruh peserta mengikuti praktik terpandu, tetapi penguasaan operasional individual belum diukur dengan lembar observasi keterampilan. Hasil ini merupakan gambaran evaluasi akhir, bukan bukti perubahan berdasarkan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan.