cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH UNTUK MENGENALI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PADA KAWASAN KARST MAROS Has, Siti Nurliana; Sulistiawaty, Sulistiawty
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.876 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6322

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan citra penginderaan jauh untuk mengenali perubahan penggunaan lahan pada kawasan karst maros yang bertujuan untuk mengetahui jenis penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan yang terjadi di kawasan karst maros. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dimana menitikberatkan pada pemecahan masalah tentang penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan pada kawasan Karst Maros pada tahun 2005 dan 2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data citra digital Landsat 7 akusisi tanggal 20 September 2005 dan citra digital Landsat 8 akusisi tanggal 8 September 2015. Tahap identifikasi dilakukan dengan menggunakan komposit band RGB 543 untuk Landsat 7 dan band RGB 654 untuk landsat 8, kemudian dilakukan beberapa tahap interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jenis penggunaan lahan dan luasannya untuk tahun 2005 adalah Hutan lahan kering sekunder 317,22 ha, Sawah 339,64 ha, Tambak 355,76 ha dan Tegalan 3,03 ha. Untuk tahun 2015 Hutan lahan kering sekunder yaitu 297,69 ha, Lahan terbuka 4,27 ha, sawah 390,92 ha, dan tambak 322,77 ha. Perubahan penggunaan lahan terjadi pada sawah yang bertambah 5,05%, hutan lahan kering sekunder berkurang 1,92%, luas tambak berkurang 3,27%. Pada tahun 2015 diperoleh penggunaan lahan baru yaitu Lahan terbuka dengan luas 4,27 ha atau 0,42%. Kata kunci : Penggunaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan, Landsat 8, landsat 7 
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP PEMAHAMAN PROSEDURAL FISIKA PESERTA DIDIK SMAN 21 MAKASSAR Nur Rahmah S; Bunga Dara Amin; Ahmad Yani
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.425 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1468

Abstract

This study aimed to: (1) describe the physics procedural understanding of the students at SMAN 21 Makassar Academic Year 2013/2014 who taught by conventional teaching (2) describe the procedural understanding of the students at SMAN 21 Makassar Academic Year 2013/2014 who taught by experiment method (3) reveal a significant difference between  student’s procedural understanding taught by experiment methods and taught by conventional method in SMAN 21Makassar Academic Year 2013/2014. The type of research is a quasi experiment using a Static Group Comparison Design. The population in this research were students class X SMAN 21 Makassar and the sample taked directly. Data processing results of this study using descriptive statistical analysis technique to describe  student’s procedural understanding class X SMAN 21 Makassar and inferential statistical analysis technique to test the research hypothesis. Descriptive analysis showed that the average score of student’s procedural understanding  in physics  taught by conventional learning was 7.77 from 18 ,standard deviation was 2.78 and varians of 7.74. While the average score of student’s procedural understanding in physics  taught by  experiment’s method was  10.40 from 18, standard deviation was 2.97 and varians of 8.82 . Standard deviation and the varians of class experiment bigger than class control shown that conventional learning more effective than experiment method. Inferential statistical analysis technique consists of three tests , the normality test, homogeneity and hypothesis testing . Based on the test results of normality and homogeneity is obtained that the two samples are normally distributed and homogeneous, so to test the hypothesis using two tail t- test shown H0 is rejected and H1 is accepted . This indicates a significant difference of student’s procedural understanding as taught by experiment’s method and taught through conventional learning.Abstrak: Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Pemahaman Prosedural Fisika Peserta Didik SMAN 21 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan seberapa besar pemahaman prosedural fisika  peserta didik yang diajar secara konvensional di SMAN 21 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014. (2) mendeskripsikan seberapa besar pemahaman prosedural fisika  peserta didik yang diajar melalui metode eksperimen di SMAN 21 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014. (3) mengungkapkan ada tidaknya perbedaan yang signifikan  pemahaman prosedural fisika antara peserta didik yang diajar melalui metode eksperimen dan yang diajar secara konvensional di SMAN 21 Makassar Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian adalah  Quasi Eksperiment   menggunakan Static Group Comparison Design. Populasi penelitian merupakan peserta didik kelas X SMAN 21 Makassar dimana sampel diambil secara langsung. Pengolahan data hasil penelitian menggunakan teknik analisis  deskriptif dan teknik analisis  inferensial untuk menggambarkan pemahaman prosedural fisika peserta didik kelas X SMAN 21Makassar. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa skor rata-rata pemahaman prosedural fisika peserta didik yang diajar secara konvensional sebesar 7.77 dengan skor ideal 18, standar deviasinya sebesar 2.78 dan variansi 7.74. Sedangkan skor rata-rata pemahaman prosedural fisika peserta didik yang diajar dengan metode eksperimen sebesar 10.40 dengan skor ideal 18, standar deviasi sebesar 2.97 dan variansi 8.82. Standar deviasi serta variansi kelas eksperimen yang lebih besar dibanding kelas kontrol  menunjukkan bahwa pembelajaran secara konvensional lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode eksperimen. Teknik analisis statistik inferensial terdiri dari tiga pengujian, yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas diperoleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogen, sehingga untuk pengujian hipotesis digunakan uji-t dua pihak dan diperoleh hasil: H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman prosedural fisika  peserta didik setelah diajar melalui metode eksperimen dan diajar secara konvensional.Kata Kunci:  metode pembelajaran eksperimen, pemahaman prosedural, quasi-eksperimen
ANALISIS KREATIVITAS PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 5 MAKASSAR Hidayat, Andi Muhsin; Khaeruddin, Khaeruddin; Ali, Muh Sidin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.628 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i2.10800

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kreativitas fisika peserta didik pada kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November Tahun 2017 dengan materi suhu dan kalor. Teknik penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah subjek yang diambil sebanyak 64 orang. Pengambilan data menggunakan instrumen tes sebanyak 10 nomor yang telah divalidasi oleh pakar dan diuji dengan validitas item. Hasil analisis penelitian menunjukkan skor rata-rata peserta didik berada dalam interval kategori sedang dan jumlah peserta didik dominan memperoleh skor dengan kategori sedang. Olehnya itu kesimpulan yang diambil yaitu kreativitas peserta didik berada dalam kategori sedang dengan skor rata-rata peserta didik 22.4 dari skor maksimal 40.
PENGARUH LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 8 MAKASSAR Islami, Monalisa; Khaeruddin, Khaeruddin; Azis, Aisyah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.407 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i2.11035

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains dalam pembelajaran fisika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan proses sains dalam pembelajaran fisika antara peserta didik yang diajar menggunakan inkuiri terbimbing dan peserta didik yang diajar menggunakan model konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 8 Makassar yang terdiri dari enam kelas dengan jumlah peserta didik 240, pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari enam kelas MIPA, yang terpilih sebagai kelas eksperimen yaitu kelas XI MIPA 2 yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol yaitu kelas XI MIPA 1 diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa keterampilan proses sains pada kelas eksperimen berada pada kategori sangat tinggi sedangkan pada kelas control pada kategori rendah. Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses sains peserta didik yang diajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan peserta didik yang diajar dengan menggunakan model konvensional pada taraf nyata α= 0,05.
PENGARUH PENDEKATAN INDUKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 5 BULUKUMBA Andi Auliyah Warsyidah; Muhammad Arsyad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.672 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i2.2167

Abstract

The study aimed at (1) describing the abstract thinking ability of students taught by employing inductive approach, (2) describing the mastery of physics concept of students taught by employing conventional approach, (3) gaining information on the mastery of physics concept of students taught by employing inductive approach, (4) obtaining information on the mastery of physics concept of students taught by employing conventional approach, (5) analyzing whether abstract thinking ability of students taught by employing inductive approach is higher than the one taught by employing conventional approach, and (6) analyzing whether the mastery of physics concept of student taught by employing inductive approach is higher than the ones taught by employing conventional approach.The study employed experiment research with posttest-only-control-group design. The population of the study was all six classes of slass VII at SMPN 5 Bulukumba, consisted of 140 students. The sample was selected randomly and obtained class VII4 as the experiment class taught by employing inductive approach and class VII2 as the control class by employing conventional approach with each class consisted of 22 students.The result of the study revealed that (1) the abstract thinking ability of students in learning Physics taught by employing inductive approach was in fair category with the mean score 13,82, (2) the mastery of Physics concept of students in learning Physiscs taught by employing conventional approach was in fair category with the mean score 11,55, (3) the mastery of Physics concept of students taught by employing inductive approach was in the mean score 22,59, (4) the mastery of Physics concept of students taught by employing conventional approach was in far category with the mean score 16,68, (5) the abstract thinking ability of students in class VII at SMPN 5 Bulukumba taught by employing inductive approach is higher than the ones taught by employing conventional approach, and (6) the mastery of physics concept of students in class VII at SMPN 5 Bulukumba taught by employing inductive approach is higher than the ones taught by employing conventional approach. Keywords: inductive approach, abstract thinking ability, mastery of physics concept Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir abstrak peserta didik yang diajar dengan pendekatan induktif, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir abstrak peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah, (3) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan pendekatan induktif, (4) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah, (5) menganalisis guna menentukan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir abstrak lebih tinggi, dan (6) menganalisis guna menentukan peserta didik yang memiliki penguasaan konsep fisika lebih tinggi. Jenis penelitian adalah penelitan eksperimen dengan posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan pendekatan induktif dan kelas kontrol dengan pendekatan ilmiah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Bulukumba, terdiri dari enam kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 140 orang, sedangkan sampel diambil dengan teknik pengacakan kelas sehingga terpilih Kelas VII4 sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII2 sebagai kelas kontrol yang masing-masing terdiri dari 22 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir abstrak peserta didik dalam pembelajaran fisika melalui pendekatan induktif berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 13,82, (2) kemampuan berpikir abstrak peserta didik dalam pembelajaran fisika melalui pendekatan ilmiah berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 11,55, (3) penguasaan konsep fisika peserta didik melalui pendekatan induktif berada pada kategori dengan skor rata-rata 22,59, (4) penguasaan konsep fisika peserta didik melalui pendekatan ilmiah berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 16,68, (5) kemampuan berpikir abstrak peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Bulukumba dengan pendekatan induktif lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah, dan (6) penguasaan konsep fisika peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Bulukumba dengan pendekatan induktif lebih tinggi daripada yang diajar dengan pendekatan ilmiah. Kata Kunci:Pendekatan induktif, kemampuan berpikir abstrak, dan penguasaan konsep fisika
KARAKTERISASI BAHAN PADUAN Nd1+xBa2-xCu3O7 YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE REAKSI PADATAN Raudah Raudah; Eko Hadi Sujiono; Subaer Subaer
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.477 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v7i2.954

Abstract

Telah berhasil dikembangkan bahan paduan oksida  Nd1+xBa2-xCu3O7  NdBaCuO yang ditumbuhkan dengan metode reaksi padatan pada variasi rasio molar x=0; -0,1; -0,2; dan -0,3. Campuran bahan padatan dalam bentuk serbuk dibuat homogen melalui proses penggerusan pada rute tertentu dan disintering pada suhu 950 oC. Untuk mengetahui tingkat kualitas suatu material maka dianalisis homogenitas campuran bahan dengan karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui struktur Kristal suatu bahan dan SEM (Scanning Electron Microscope) untuk mengetahui morfologi permukaan suatu bahan paduan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kecil nilai rasio molar (x) maka jarak antar atomnya akan semakin kecil dan pada x=0 tumbuh spiral growth.Kata kunci : NdBaCuO; Metode reaksi padatan; Rasio molar; Struktur kristal; morfologi permukaan
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMA NEGERI 11 MAKASSAR Salman Salman; Herman Anis; Muhammad Arsyad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.668 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v13i3.6202

Abstract

keterampilan proses sains dan sikap ilmiah peserta didik setelah diajar melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dan diajar secara konvensional pada SMAN 11 Makassar serta menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah peserta didik antara kelompok yang diajar melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok yang diajar secara konvensional pada SMAN 11 Makassar. Sampel penelitian ini adalah kelas XI MIA2 sebanyak 37 orang sabagai kelas kontrol dan kelas XI MIA3 sebanyak 38 orang sebagai kelas eksperimen. Selanjutnya berdasarkan analisis deskriptif diperoleh keterampilan proses sains kelas kontrol berada di kategori tinggi dengan persentase 56,76% sedangkan kelas eksperimen juga berada di kategori tinggi dengan persentase 81,58% dan untuk sikap ilmiah peserta didik keduanya berada di kategori tinggi dengan persentase kelas kontrol 91,89% dan kelas eksperimen 73,68%. Untuk analisis inferensial diperoleh bahwa data keterampilan proses sains tidak terdistribusi normal dan tidak homogen sehingga digunakan statistik nonparametrik metode Mann-Whitney yang menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses sains kelompok yang diajar melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok yang diajar secara konvensional. Data sikap ilmiah memenuhi syarat untuk uji-t yang menunjukan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah kelompok yang diajar melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok yang diajar secara konvensional. Kata kunci : pembelajaran inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, sikap ilmiah, metode Mann-Whitney
PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INQUIRY TERBIMBING Agustinus Jarak Patandean
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.985 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v10i3.962

Abstract

The purpose of this study was 1) improve learning outcomes physics student on the subject of motion and force through the implementation of portfolio assessment in physics-based inquari guided learning, and 2) to describe the students' response to learning model that is implemented. This research is a class action involving 35 students in the 2012/2013 academic knowledge. Actions carried out in two cycles of learning. Data collected by the observation, tests, questionnaires and interview guides, and analyzed descriptively. The results showed 1) Application of portfolio assessment in physics-based inquari guided learning can improve student learning outcomes. An increase in the acquisition of student learning outcomes by 8.3% on cognitive competence of students (from an average score of 74.3 with good qualifications in the first cycle to 80.5 with good qualifications in the second cycle), occurs peningkata acquisition results affective competencies students 17.4% (of the average scores of 69.0 with a pretty good qualification in the first cycle was increased to 81.0 with good qualifications in the second cycle), and an increase in students' competence psikokmotor by 15.4% (from the mean - an average of 68.4 with a pretty good qualification in the first cycle was increased to 78.9 with good qualifications in the second cycle). 2) Student responses to the application portfolio assessment in learning physics guided bebasis inquari is very positive.Tujuan penelitian ini adalah 1) meningkatkan hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan gerak dan gaya melalui implementasi penilaian portofolio dalam pembelajaran fisika berbasis inquari terbimbing, dan 2) mendeskripsikan respon siswa terhadap model pembelajaran yang diimplentasikan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 35 orang siswa pada tahuan ajaran 2012/2013. Tindakan dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Data dikumpulkan dengan pedoman observasi, tes, kuesioner dan pedoman wawancara, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Penerapan penilaian portofolio dalam pembelajaran fisika berbasis inquari terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terjadi peningkatan perolehan hasil belajar siswa sebesar 8,3% pada kompetensi kognitif siswa (dari skor rata-rata sebesar 74,3 dengan kualifikasi baik pada siklus I  menjadi 80,5 dengan kualifikasi baik pada siklus II), terjadi peningkata perolehan  hasil kompetensi afektif siswa sebesar 17,4% (dari skor rata- rata sebesar 69,0 dengan kualifikasi cukup baik pada siklus I menjadi sebesar 81,0 dengan kualifikasi baik pada siklus II), dan terjadi peningkatan kompetensi psikokmotor siswa sebesar 15,4% (dari skor rata- rata sebesar 68,4 dengan kualifikasi cukup baik pada siklus I menjadi sebesar 78,9 dengan kualifikasi baik pada siklus II). 2) Respon siswa terhadap penerapan penilaian portofolio dalam pembelajaran fisika bebasis inquari terbimbing adalah sangat positif.Kata Kunci:  inkuiri terbimbing, penilaian portofolio
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 21 GOWA Sahriani, Eka; Herman, Herman; Yani, Ahmad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.053 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i3.9944

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep fisika peserta didik SMA Negeri 21 Gowa tahun akademik 2017/2018 dengan subjek penelitian sebanyak 93 peserta didik. Instrumen dalam penelitian ini berupa instrumen tes pemahaman konsep dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 23 soal dan telah memenuhi kriteria valid. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor pemahaman konsep fisika berada pada kategori sedang yaitu sebesar 51,61%. Sedangkan Berdasarkan Grafik pengkategorian pemahaman konsep terdapat perbedaan pada setiap indikator. Pengkategorian pemahaman konsep tiap indikator pada peserta didik memiliki persentase tertinggi untuk indikator menjelaskan yaitu sebesar 2,61 sedangkan persentase terendah adalah mengklasifikasi yaitu sebesar 1,12.
STUDI SIFAT MEKANIK DAN MORFOLOGI KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS-EPOXY DITINJAU DARI FRAKSI MASSA DENGAN ORIENTASI SERAT ACAK Sri Hastuti Firman; Muris Muris; Subaer Junaedi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.606 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i2.1487

Abstract

This research study examines the mechanical properties and morphology of epoxy-pineapple fiber leaves komposit as mass fraction with random fiber orientation. The purpose of this study was to determine the effect of pineapple leaf fiber on mechanical properties and morphology of composites. Composit with best structure of morphology is a composite with a mass of 0.7 g pineapple leaf fiber, it is concluded from SEM image which shows that the interface between matrix and aggregate is good. This indicates that the composite with a mass of pineapple leaf fibers has the highest flexural bending strength (flexural strength) compared to composites with a mass of 1.2 g and 1.7 g. This result is supported by the results of composites bending test using Testometric M500-25CT tool. Composites with a mass of 0.7 g pineapple leaf fibers, which is the highest one, is 5.74 MPa.Penelitian ini mengkaji tentang Studi Sifat Mekanik Dan Morfologi Komposit Serat Daun Nanas-Epoxy Ditinjau Dari Fraksi Massa Dengan Orientasi Serat Acak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap sifat mekanik dan morfologi komposit. Struktur morfologi komposit yang paling baik adalah komposit dengan massa serat daun nanas 0,7 g, hal ini diketahui dari citra SEM yang menunjukkan interface antar matriks dan agregat yang baik. Hal ini menandakan bahwa komposit dengan massa serat daun nanas memiliki kuat lentur lentur (Flexural Strength) tertinggi dibandingkan komposit dengan massa 1,2 g dan 1,7 g. Pernyataan ini didukung dari hasil uji lentur komposit dengan menggunakan alat Testometric M500-25CT. Komposit dengan massa serat daun nanas 0,7 g memiliki kuat lentur tertinggi yaitu 5,74 MPa.Kata Kunci:  epoxy, komposit, serat daun nanas, kekuatan lentur

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 1 (2012) Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 1 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA More Issue