cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI PADA SISWA KELAS X1 IPA1 SMA NEGERI 7 KUPANG Yusniati, H; Yusuf, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.032 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i1.2025

Abstract

Cooperative learning model group investigation type is an investigation that is done in group where the students do the investigation in group actively, thus enabling to find the principle includes six phases namely choosing topic, cooperative, cooperative planning, implementation, analysis and synthesis, final output presentation and evaluation. The objective of this research is to know the way in applying cooperative learning model group investigation type to improve physics learning output principal material of newton law on gravity to XI IPA1 grade students SMA N 7 Kupang. This research is the class action research type that was done in two cycles. The action application of each cycle was done through planning procedure, the action application, observation, evaluation and reflection. The research subject is the student of XI IPA1 grade SMA Negeri 7 Kupang in 2015/2016 academic year with 31 students. The research instrument was used in the form of observation sheet and the output of Physics learning test to the Newton law material on gravity. Based on quantitative data analysis of the research is acquired students’ learning output data on the first cycle that is, cognitive domain for the first indicator achieves classical completeness 90, 3%, the second indicator 55%, the third indicator  65%, the fourth 94%. The second cycle, cognitive domain for the second indicator achievesclassical completeness 89% and the third indicator 94%. The affective assessment of the students’ participation of the first cycle is achieved the average 65%, with the students’ cooperative 67, 1%, the curiosity 64,4%, communicative 63, 6%, well manner behavior 64,5 % and being good listener 65,5% while in the second cycle the students’ participation has achieved the average 89% with each indicator has achieved the determined criteria 75 %. On the psychomotor aspect, the students’ participation phase of the first cycle is achieved the average 62%, with the students who have the readiness to do the activity 66,3%, mechanism 66,4%, conducted response 64, 3%, presenting the result clearly and interesting 52, 9% and making important notes 60,4% while in the second cycle, the participation phase has achieved the average 82%, each indicator has achieved the determined criteria 75 %. Based on the research result can be concluded that the application of cooperative learning model group investigation type of Newton law material on gravity can improve physics learning output of XI IPA1 grade students SMA Negeri 7 Kupang in 2015/2016 academic year.Key words :   cooperative learning model of group investigation type,  learning outcomeModel pembelajaran kooperatif tipe group investigation adalah penyelidikan yang dilakukan secara berkelompok, yakni siswa secara berkelompok melakukan penyelidikan dengan aktif, sehingga memungkinkan menemukan prinsip meliputi enam tahap yaitu memilih topik, perencanaan kooperatif, implementasi, analisis dan sintesis, presentasi hasil final dan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa materi hukum Newton tentang gravitasi pada siswa kelas XI IPA1 SMA N 7 Kupang. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan tindakan pada setiap siklus dilakukan dengan melalui prosedur perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 7 Kupang tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi dan tes hasil belajar fisika pada materi hukum Newton tentang gravitasi. Berdasarkan analisis data kuantitatif dari hasil penelitian diperoleh data hasil belajar siswa pada siklus I yaitu, ranah kognitif untuk indikator 1 memperoleh ketuntasan klasikal mencapai 90,3%, indikator 2 memperoleh ketuntasan klasikal 55%, indikator 3 memperoleh ketuntasan klasikal 65% dan indikator 4 memperoleh ketuntasan klasikal mencapai 94%. Untuk siklus II pada ranah kognitif khususnya indikator 2 memperoleh ketuntasan klasikal mencapai 89%, dan indikator 3 memperoleh ketuntasan klasikal 94%. Untuk penilaian afektif tingkat partisispasi siswa pada siklus pertama diperoleh rata-rata 65%, dengan siswa yang bekerjasama 67,1%, memiliki rasa ingin tahu 64,4%, komunikatif 63,6%, berperilaku santun 64,5% dan menjadi pendengar yang baik 65,5%. Sedangkan pada siklus kedua tingkat partisipasi siswa sudah mencapai rata-rata 89% dengan masing-masing indikator sudah mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu 75%. Pada aspek psikomotorik tingkat partisipasi siswa pada siklus pertama diperoleh rata-rata 62%, dengan siswa yang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan 66,3%, mekanisme 66,4%, respon terbimbing 64,3%, mempresentasikan hasil dengan jelas dan menarik 52,9% dan mencatat hal-hal yang penting 60,4%. Sedangkan pada siklus kedua tingkat partisipasi sudah mencapai rata-rata 82%, dengan masing-masing indikator sudah mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu 75%. Dari data hasil dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi hukum Newton tentang gravitasi dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X1 IPA1 SMA Negeri 7 Kupang Tahun Ajaran 2015/2016.Kata Kunci:  model pembelajaran kooperatif tipe group investigation,  hasil belajar
RANCANG BANGUN ALAT PEMURNI AIR LAUT MENJADI AIR MINUM MENGGUNAKAN SISTEM PIRAMIDA AIR (GREEN HOUSE EFFECT) BAGI MASYARAKAT PULAU DAN PESISIR DI KOTA MAKASSAR L, Muhammad Said; Iswadi, Iswadi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.314 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3057

Abstract

This research aims to design and make tools purifying sea water became drinking water using water pyramid system and applying to islands and coastal communities in Makassar. The method is performed comprising the steps of selecting the right tools and materials, designing and construction tools, analysis quality testing of water result evaporated and application of tools. The results research show that the water pyramid system is only counting on solar power can turn sea water in to drinking water. The evaporated water quality by using a pyramid system has resulted in the water ready to drink as eligible by the standards of No: 492/MENKES/PER/IV/2010 of April 19th 2010 concerning the quality of drinking water. The result of the application of system tools purifying sea water into drinking water using solar energy has produced an alternative solution for coastal communities and islands to reduce the difficulty of obtaining clean water, so that expenditure needs the purchase of clean water can be reduced.Keywords: Pyramid of water, evaporation, clean water crisis, coastal communities and islands.Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat alat pemurni air laut menjadi air minum menggunakan sistem piramida air sekaligus menerapkan ke masyarakat pulau dan pesisir di kota Makassar. Metode yang dilakukan terdiri dari tahap pemilihan alat dan bahan yang tepat, perancangan desain dan konstruksi alat, analisis pengujian kualitas air hasil evaporasi dan penerapan alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem piramida air yang hanya mengandalakan tenaga matahari dapat mengubah air laut menjadi air minum. Kualitas air melalui hasil evaporasi menggunakan sistem piramida telah menghasilkan air yang siap diminum karena memenuhi syarat berdasarkan standar No: 492/ MENKES/PER/IV/2010 tanggal: 19 April 2010 tentang kualitas air minum. Hasil penerapan alat sistem pemurni air laut menjadi air minum dengan menggunakan energi surya telah menghasilkan solusi alternatif bagi masyarakat pesisir dan pulau untuk mengurangi kesulitan memperoleh air bersih, sehingga pengeluaran kebutuhan pembelian air bersih dapat berkurang.Kata Kunci:  Piramida air, evaporasi, krisis air bersih, masyarakat pesisir dan pulau.
PENGARUH METODE DISKUSI KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 8 MAKASSAR Al Munawwarah, Azhar; Arafah, Kaharuddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.403 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan metode konvensional dan juga metode diskusi kelompok serta analisis perbedaan keduanya. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Makassar pada kelas XI IPA semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode diskusi kelompok dan variabel terikatnya adalah hasil belajar fisika. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan posttest yang dianalisis secara deskriptif dan infrensial berupa uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil belajar fisika peserta didik SMA Negeri 8 Makassar yang diajar menggunakan metode diskusi kelompok berada pada kategori baik dengan persentase 59,38% dan yang diajar dengan metode konvensional berada pada kategori baik dengan persentase 46,67%. Hasil pegujian hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar  fisika peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode diskusi kelompok dengan peserta didik yang diajar dengan metode konvensional. Kata kunci : Metode diskusi kelompok, hasil belajar fisika
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI FISIKA SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN CRI (CERTAINTY OF RESPONSE INDEX) PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMA NEGERI 8 BULUKUMBA TAHUN AJARAN 2015/2016 Nursyamsi, Nursyamsi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.972 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i2.10811

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik kelas XI SMA Negeri 8 Bulukumba pada mata pelajaran fisika materi suhu dan kalor. Adapun sampel penelitian adalah peserta didik XI SMA Negeri 8 Bulukumba tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 118 orang. Instrumen penelitian yang digunakan tes pilihan ganda disertai dengan Certainty of Response Index (CRI). Hasil penelitian menggambarkan bahwa dari 118 responden yang mengerjakan item tes sebanyak 16 soal, menunjukkan persentase konsep yang mengalami Tidak paham konsep tertinggi yaitu konsep suhu 63.56%, sedangkan konsep yang mengalami miskonsepsi terbesar yaitu materi peubahan wujud 47.03, tingkat miskonsepsi yang dialami peserta didik pada materi suhu dan kalor sebesar 29.52% yang berada pada kategori sedang.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 2 MAJENE Nurlina, Nurlina; Nurhayati, Nurhayati; Arafah, Kaharuddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 3 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.604 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i3.1742

Abstract

Abstract: Application of Problem Based Learning to Physics Learning Achievement at X Grade SMA Negeri 2 Majene. This study was pre-experimental research that aimed to describe the physics learning achievement and to know whether the average of physics learning achievement after taught by using problem based learning could achieve 75% of ideal score at X MIA 4 SMA Negeri 2 Majene in academic year 2014/2015. Independent variable in this study was problem based learning and dependent variable was physics learning achievement about temperature, heat and heat transfer. Data of research was obtained by giving test in the last meeting and the test results were analyzed using descriptive analysis and hypothesis test.  Based on descriptive analysis result, it was obtained that the average of physics learning achievement after taught by using problem based learning was at the high category and percentage of highest score was at the knowledge level (C1) and lowest score was at analysislevel (C4). Result of hypothesis test showed that the average of physics learning achievement after taught by problem based learning did not achieved 75% of ideal score.Keywords: problem based learning, physics learning achievementAbstrak: Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Majene. Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk mendeskripsikan  hasil belajar fisika dan untuk mengetahui tercapai atau tidaknya skor rata-rata hasil belajar fisika yang telah ditetapkan yaitu 75% dari skor ideal setelah diajar dengan pembelajaran berbasis masalah pada peserta didik kelas X MIA 4 SMA Negeri 2 Majene tahun pelajaran 2014/2015. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis masalah, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar fisika pada materi suhu, kalor dan perpindahan kalor. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan posttest yang dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis deksriptif diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar fisika peserta didik setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi dan persentase skor tertinggi peserta didik yang menjawab benar ada pada level pengetahuan (C1) dan yang terendah pada level analisis (C4). Hasil analisis uji hipotesis diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar fisika peserta didik setelah diajarkan pembelajaran berbasis masalah tidak mencapai minimal 75% dari skor ideal.Kata Kunci:  pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar fisika
STUDI KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMAN SE-KABUPATEN JENEPONTO Aswar, M Arifuddin; Tandean, Agustinus Jarak; Herman, Herman
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.273 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i3.13497

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran fisika SMAN se-Kabupaten Jeneponto. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan proses sains. Variabel yang dimaksudkan adalah menafsirkan, meramalkan, menerapkan konsep dan mengomunikasikan. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMAN se- Kabupaten Jeneponto, dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI dari SMAN yang masing-masing terakreditasi A, B, dan C di Kabupaten Jeneponto. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis deskriptif memberikan kesimpulan bahwa sekolah yang terakreditasi A memiliki keterampilan proses sains peserta didik yang lebih tinggi daripada sekolah yang terakreditasi B dan C, dan sekolah yang terakreditasi B memiliki keterampilan proses sains peserta didik yang lebih tinggi daripada sekolah yang terakreditasi C.
EKSTRAKSI NANOPERAK (Ag) DARI BAHAN DASAR PERAK NITRAT (AgNO3) MENGGUNAKAN DAUN KETAPANG (TERMINALIA KATAPPA) Hidawati, Hidawati; Junaedi, Subaer
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.552 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i2.2173

Abstract

This study reviews how much silver (Ag) resulting from the extraction of silver nitrate (AgNO3) using ketapan leaf (Terminalia catappa). The purpose of this research is to study the crystal structure and morphology nanosilver with various compositions extract from silver nitrate (AgNO3). Silver nitrate was extracted by using ketapan leaves, which ketapan leaves firstly washed and then cut to resemble tea powder, after that, the ketapan powder was added with 100 ml of distilled water and 1 g AgNO3. For samples 1 (S1) and sampel 2 (S2) the ketapan leaf powder was boiled in 100 ml distilled water. The results of this study showed that the samples S1 produce 78.5% nanosilver, sample S2 produce 85,2% nanosilver, and sample S3 produce 100% nanosilver. The crystal structure of the resulting sample was analyzed with XRD while the morphology was analyzed with SEM. The XRD and SEM result showed that the structure of the crystal was in crystal phase and the morphology of the sample was flat-shaped with crystal size was of 14.00 nm, 10.54 nm, and 10.53 nm. Keywords: extraction, nanosilver, terminalia katappa Penelitian ini mengkaji tentang seberapa besar perak (Ag) yang dihasilkan dari ekstraksi perak nitrat (AgNO3) dengan menggunakan daun ketapang (terminalia catappa). Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari struktur kristal dan morfologi nanoperak dengan komposisi yang berbeda-beda berbahan dasar perak nitrat (AgNO3). Perak Nitrat diekstraksi dengan menggunakan daun ketapang, dimana daun ketapang terlebih dahulu dicuci kemudian digunting hingga menyerupai serbuk teh, setelah itu sarbuk daun ketapang diberikan aquades sebanyak 100 ml dan AgNO3 sebanyak 1 gr, untuk sampel 1 dan 2 serbuk daun ketapang direbus dengan menggunakan aquades sebanyak 100ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk sampel S1 menghasilkan 78,5% sampel S2 85,2% dan sampel S3 100%. Struktur kristal sampel yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan XRD sedangkan morfologi nanoperak dianalisis dengan menggunakan SEM. Hasil XRD dan SEM menunjukkan bahwa struktur kristal sampel membentuk fase kristal dengan morfologi sampel berbentuk pipih dengan ukuran kristal 14,00 nm, 10,54 nm, dan 10.53 nm. Kata Kunci:daun ketapang, ekstraksi, nanoperak
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMAN 1 TINAMBUNG Adlina, Nurfadia; Abdullah, Helmi; Rusli, Muhammad Aqil
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.448 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6319

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian true eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar dalam pembelajaran fisika antara peserta didik yang diajar melalui strategi pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review  dan  yang diajar dengan strategi pembelajaran konvensional, serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar dalam pembelajaran fisika antara peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review dan peserta didik yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Tinambung Kabupaten Polewali Mandar tahun ajaran 2016/2017 dan sampel penelitian ini adalah peserta didik dari kelas XC dan kelas XD. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa kemampuan bepikir kreatif pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang sedangkan pada kelas kontrol pada kategori rendah dan hasil belajar fisika pada kelas eksperimen berada pada kategori tinggi demikian halnya pada kelas kontrol berada pada kategori tinggi. Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review dan peserta didik yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional pada taraf nyata α = 0,05. Kata kunci : Strategi pembelajaran PQ4R, kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar fisika
PENGARUH WAKTU BALL-MILLING LATERITE GOWA TERHADAP SIFAT MEKANIK GEOPOLIMER Saputri, Andi Linda Amalia
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.318 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i3.10126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu milling terhadap ukuran butir laterite Kabupaten Gowa. Variasi waktu milling yang digunakan adalah 5 jam, 10 jam, dan 15 jam. Sintesis pasta geopolimer dilakukan dengan metode aktivasi alkali, kemudian dicuring pada suhu 100°C selama 2 jam. Pasta geopolimer yang disintesis sebanyak 3 sampel (5 jam, 10 jam, 15 jam). Analisis Kuat Tekan menunjukkan kekuatan tekan yang paling tinggi berurutan dari 10 jam sebesar 19,48 MPa, 15 jam sebesar 14,96 MPa dan 5 jam sebesar 12,03 MPa. Hasil XRD menunjukkan ukuran Kristal terkecil ada pada waktu milling 15 jam sebesar 7.30 nm. Struktur mikro menunjukkan kualitas sampel terbaik pada waktu milling 15 jam.
IDENTIFIKASI MATERIAL BAWAH PERMUKAAN KECAMATAN BONTOCANI KABUPATEN BONE MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET Duhri, Nur Inayah; Tiwow, Vistarani Arini; Ihsan, Nasrul
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.946 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i2.11039

Abstract

Penelitian tentang identifikasi material bawah permukaan Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone dengan metode geomagnet telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran material bawah permukaan Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone. Lokasi penelitian berada pada koordinat 05o9??04o54? LS dan 119o54??120o6? BT. Proses akuisisi data dilakukan pada enam lintasan dengan satu base station menggunakan alat Proton Procession Magnetometer (PPM) Geotron G5. Selanjutnya, dilakukan koreksi harian dan koreksi IGRF 42918,2 nT dan diperoleh nilai kemagnetan pada rentang -700 nT-1600 nT. Dan selanjutnya dimodelkan dengan aplikasi Surfer 10 hingga tampak variasi anomali kemagnetan terendah -700 nT-100 nT hingga tertinggi 1100 nT-1600 nT. Upward continuitas sebesar 100 m menggunakan software Magpick menghasilkan nilai kemagnetan regional sebesar -3000 nT-4000 nT. Data hasil upward dibentuk sayatan sebanyak 2 sayatan pada bidang anomali magnetik dan dimodelkan menggunakan software Mac2DC. Hasil pemodelan menunjukkan material bawah permukaan yaitu pirit (0.05-5 nT), basalt (0.2-175 nT), dan Av batuan sedimen (0-18 nT). Mineral pirit tersebar di daerah penelitian yang berasosiasi dengan breksi.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 1 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA More Issue