cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 26 MAKASSAR Nardin, Nardin; Tawil, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.634 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i2.2164

Abstract

The study almed at (1) desribling the students? learning interst on Physics taught by employing problem-based learning model, (2) desribling the mastery of Physics concept taught by employing problem-based learning model, (3) desribling the mastery of Physics concept taught by employing discovery learning model, (4) desribling the mastery of Physics concept taught by employing discovery learning model, (5) analyzing the students? learning interest on Physics taught by employing problem-based learning model and the one with discovering learning model, (6) analyzing the mastery of Physics concept taught by employing problem-based learning model and the one with discovery learning model. The study employed experiment research with posttest only control design. The population of the study was all class VII students at SMPN 26 Makassar consisted of nine class with the total 270 students. The samples were two classes, class VII4 as the experiment class taught by employing problem based learning model and class VII5 as the control class taughtby employing conventional learning model with 29 students in each class, obtained by employing random sampling technique. The results of the study reveal that (1) the students? learning interest on Physics taught by employing problem based learning model with the indicators of favorite, interest, attention, and involvement is in high category, (2) the students? learning interest on hysics taught by employing discovey learning model with the indicators of favorite, interest, attention, and involvement is in low score, (3) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing problem based learning model is in very high category, (4) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing discovery learning model is in very high category, (5) the students? learning interest on hysics taught by employing problem based learning is higher than the one taught by employing discovery learning model, and (6) the mastery of Physics concept of syudents taught by employing problem based learning model is higher than the one taught by employing discovery learning model. Keywords: discovery learning, interest, learning outcomes Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (2) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (3) mendeskripsikan minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (4) mendeskripsikan penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (5) menganalisis minat belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning, (6) menganalisis penguasaan konsep fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitan eksperimen dengan desain posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol dengan pembelajaran discovery learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 26 Makassar terdiri dari sembilan kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 270 orang, sedangkan sampel diambil dengan teknik pengacakan kelas sehingga terpilih Kelas VII4 sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII5 sebagai kelas kontrol dengan jumlah sampel masing-masing 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) minat belajar fisika yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah pada peserta didik dengan indikator kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan berada pada skor tinggi, (2) minat belajar fisika yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning peserta didik dengan indikator kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan berada pada skor rendah , (3) penguasaan konsep fisika yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori sangat tinggi, (4) penguasaan konsep fisika yang diajar melalui pembelajaran model discovery learning peserta diidk berada pada kategori tinggi, (5) minat belajar peserta didik dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning dan, (6) penguasaan konsep fisika peserta didik dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran discovery learning. Kata Kunci: hasil belajar, minat, pembelajaran berbasis masalah
PEMANFAATAN SIMULASI KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA KELAS XI SMA NEGRI 21 MAKASSAR Qamariah, Sitti Lailatul; Yani, Ahmad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.705 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v13i3.6198

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian Pra Eksperimen dengan desain One Shot Case Study yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika setelah diajar menggunakan simulasi komputer pada peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 21 Makassar tahun ajaran 2015/2016. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemanfaatan simulasi komputer dalam pembelajaran, sedangkan variabel terikatnya hasil belajar fisika pada materi fluida statik dan fluida dinamis. Subjek penelitian adalah kelas XI IPA 1 yang terdiri atas 38 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tes hasil belajar fisika materi fluida statik dan fluida dinamis dalam bentuk pilihan ganda. Hasil perhitungan analisis deskriptif dari data skor hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 21 Makassar Tahun 2015/2016 setelah diterapkan pembelajaran simulasi komputer menunjukkan secara umum interval skor rata-rata hasil belajar fisika berada pada kategori tinggi yaitu 14.34. Kata kunci : Simulasi komputer, hasil belajar, fluida statik dan fluida dinamis
ANALISIS KESULITAN MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH FISIKA BAGI PESERTA DIDIK MAN 3 BONE Agustina, Andi; Yani, Ahmad; Herman, Herman
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.849 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i3.9926

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kesulitan yang di alami peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah fisika di MAN 3 Bone. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA MAN 3 Bone tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 159 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes bentuk essai dan angket yang telah valid untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kemampuan pemecahan masalah siswa dalam indikator memahami masalah (menuliskan apa yang diketahui ditanyakan) adalah 43, 33 %, membuat rencana (menuliskan persamaan) adalah 24, 04 %, dan melaksanakan rencana (menyubtitusi data ke dalam variabel) adalah 21, 67 % dan yang mampu dalam melakukan perhitungan matematis adalah 15, 56 %. Adapun kesulitan siswa dalam memecahkan masalah seperti 1) kurangnya bimbingan langkah- langkah dalam menyelesaikan soal, 2) siswa tidak dituntut untuk mampu menyelesaikan soal dengan benar, 3) menuliskan rumus yang tepat, 4) Penjelasan guru yang cepat dalam memberikan materi sehingga siswa kesulitan memahami masalah dalam soal yang diberikan.
PEMANFAATAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 UNTUK INVENTARISASI LAHAN TAMBAK GARAM KABUPATEN JENEPONTO Syam, Mukri
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.27 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i2.10821

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang bertujuan untuk mengetahui distribusi tambak garam dan luas tambak garam di Kabupaten Jeneponto. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder citra digital Landsat 8 akuisisi tanggal 21 Maret 2017 yang telah dikoreksi secara radiometrik dan geometrik. Tahap identifikasi tambak garam dilakukan dengan menggunakan komposit band RGB 567. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak garam tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Bangkala Barat, Kecamatan Bangkala, Kecamatan Tamalatea, dan Kecamatan Arungkeke. Kecamatan yang memiliki luas tambak garam terbesar adalah Kecamatan Bangkala seluas 4.970.900 m2, diikuti oleh Kecamatan Arungkeke seluas 2.148.700 m2, Kecamatan Tamalatea seluas 713.900 m2, dan Kecamatan Bangkala Barat 114.500 m2, sehingga luas total tambak garam di Kabupaten Jeneponto adalah 7.947.900 m2.
PENGEMBANGAN SOAL-SOAL FISIKA DENGAN TINGKAT KESUKARAN BERJENJANG PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 11 MAKASSAR Wahyudi, Wahyudi; Amin, Bunga Dara; Muris, Muris
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.424 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i1.2031

Abstract

This research is development research which have objective to develop physcis problems with varied level of difficulty of grade XI IPA students at SMAN 11 Makassar. Physics problems that valid were developed as solution in repair evaluation of learning especially physics so that can measure competence of students objectively. This research is done at January and February 2016 at subject of research grade XI IPA SMAN 11 Makassar with procudure of development in generally are: (1) Formulate conceptual and operational definition, (2) Design instrument. (3) Validation of Supervisor, (4) Testing, (5) Analyzing, (6) Revision of Instrument, and (7) Final Intruments. The analyzing is used are (1) Analyze of Gregory, (2) Analyze of item, (3) Reliabilty of instrument, (4) Level of Difficulty, and (5) Different power. After supervisor validation, 39 items eligblies valid criteria, with remember domain is 9 items, understand domain is 7 items, apply domain is 14 items and analyze domain is 9 items, where 11 items is easy criteria (28,2 %), 19 items is medium criteria (48,7 %) and 9 items is difficult criteria (23,1 %). From 39 items, then is being tested on 27 respondents. After testing, 39 items analyzed by using point biserial correlation, and the result 21 items is valid. Which using KR-20, the instruments test have reliability 0,99 or in high criteria. After empirical analyzing, then the invalid items were revised to do retest again. The result was 12 items is valid with reliability is 0,84 or in high criteria also. So that, 33 items of problem with varied level of difficulty eligblies to measure physics problems perform abilty is objectively at grade XI IPA student, where 8 items is easy criteria (24,2 %), 16 items is medium criteria (48,5 %) and 9 items is difficult criteria (27,3 %).Key words : physics problems, level of difficultyPenelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan soal-soal fisika dengan tingkat kesukaran berjenjang pada peserta didik kelas XI IPA SMAN 11 Makassar. Soal-soal yang valid dikembangkan sebagai solusi dalam memperbaiki evaluasi pada pembelajaran khususnya fisika sehingga mampu mengukur kompetensi peserta didik seobjektif-objektifnya. Penelitian dilakukan pada bulan Januari dan Februari 2016 pada subjek penelitian kelas XI IPA SMAN 11 Makassar dengan prosedur pengembangan instrumen secara umum yakni: (1) Merumuskan definisi konseptual dan operasional, (2) Merancang Instrumen, (3) Penelaahan pernyataan, (4) Uji coba, (5) Analisis, (6) Revisi instrumen, dan (7) Perakitan instrumen menjadi instrumen final. Analisis yang digunakan adalah (1) Analisis Gregory, (2) Analisis Butir, (3) Reliabilitas Instrumen, (4) Tingkat Kesukapran, dan (5) Daya Pembeda. Setelah melakukan validasi pakar atau praktisi, 39 butir soal dikategorikan valid, dengan tingkatan mengingat 9 butir, memahami 7 butir, menerapkan 14 butir dan menganalisis 9 butir, dimana 11 butir dalam kriteria mudah (28,2 %), 19 butir dalam kriteria sedang (48,7 %) dan 9 butir dalam kriteria sukar (23,1 %). Dari 39 butir tersebut, kemudian diujicobakan pada 27 responden. Setelah uji coba, 39 butir dianalisis menggunakan point biserial correlation, dan hasilnya sebanyak 21 soal yang valid. Dengan menggunakan KR-20, intrumen tes tersebut memiliki reliabilitas 0,99 atau dalam kriteria tinggi. Setelah dilakukan analisis empirik,  maka dilakukan revisi terhadap soal-soal yang tidak valid kemudian dilakukan uji coba kembali. Hasilnya adalah 12 soal yang valid dengan reliabilitas 0,84 atau dalam kategori tinggi pula. Dengan demikian, 33 butir soal-soal fisika dengan kesukaran berjenjang memenuhi syarat untuk mengukur kemampuan mengerjakan soal-soal fisika secara objektif pada peserta didik kelas XI IPA, dimana 8 butir dalam kriteia mudah (24,2 %), 16 butir dalam kriteria sedang (48,5 %) dan 9 butir dalam kriteria sukar (27,3 %).Kata Kunci:  pengembangan soal fisika, kesukaran berjenjang
PENGEMBANGAN GEOPOLIMER TIPE POLY (FERRO-SIALATE) BERBAHAN DASAR LEMPUNG LATERIT UNTUK APLIKASI MATERIAL STRUKTURAL San, Fitria Pebriyanti; Subaer, Subaer; Sujiono, Eko Hadi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.665 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3062

Abstract

Geopolymer was synthesized from raw material clay using alkali activation method. Laterite clay characterization of  at  temperature  750 °C during 4 hours and then analyzed by using XRF and SEM-EDS to see elemental composition (in wt%) of  three clay.  SEM-EDS analysis shows that highest of hematite contained in laterite clay samples Tanah Karaeng with 30.42 wt%. The results of FTIR analysis is used to see the clay laterite oxide clusters, showing that span the range of owave number hydroxyl groups for the raw material such as DTK, DPT, DMW, ranging from 3400, 3388.98 cm-1, 3398.59 cm-1, after made geopolymer STK, SPT, SMW, ranging from 3376.88 cm-1, 3367.72 cm-1, 3393.04 cm-1. According to analysis of  X-Ray Diffraction (XRD), the three of laterite clay formed semikristal phase. To see the mechanical properties of geopolymer, it was conducted compressive strength testing. Based on test results obtained for basic, ingredients of  clay laterite Tanah Karaeng (STK) has a compressive strength at 39.91 MPa, laterite clay of Pakatto (SPT) at 31.97 MPa, and laterite clay of Mawang (SMW) at 30.42 MPa.Keywords: FTIR, compressive strength, laterite clayGeopolimer disintesis  dari bahan  dasar lempung dengan menggunakn metode aktivasi alkali. Hasil karakterisasi lempung laterite pada suhu 750 ?C  selama 4 jam kemudian dianalisis menggunakan XRF dan SEM-EDS untuk melihat komposisi elemental (dalam wt%) dari ke tiga lempung. Hasil analisis  SEM-EDS memperlihatkan bahwa kandungan hematite tertinggi terdapat pada sampel lempung laterite Tanah Karaeng  sebesar 30,42 wt%. Hasil analisis FTIR dilakukan untuk melihat gugus oksida lempung laterite, memperlihatkan bahwa rentang rentang bilangan gelombang gugus hidroksil O-H untuk bahan dasar DTK, DPT, DMW, berkisar 3400 cm-1, 3388,98 cm-1 , 3398,59 cm-1, setelah dibuat geopolimer STK, SPT, SMW, berkisar 3376,88 cm-1, 3367,72 cm-1, 3393,04 cm-1 . Berdasarkan hasil analisis X-ray Diffraction (XRD), ketiga lempung laterit tersebut membentuk fasa semikrista. Untuk melihat sifat mekanik geopolimer dilakukan pengujian kuat tekan. Berdasarkan hasil pengujian maka diperoleh, untuk bahan dasar lempung laterite Tanah Karaeng (STK)  memiliki kuat tekan sebesar 39,91 MPa, lempung laterite Pakatto (SPT) sebesar 31,97 MPa, dan lempung laterite Mawang (SMW) sebesar 30,42 MPa.Kata Kunci:  FTIR, kekuatan tekan, lempung laterit, XRF 
KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA NEGERI 24 BONE Thahir, Fauziah; Herman, Herman; Khaeruddin, Khaeruddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.897 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i1.9407

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pembelajaran fisika di SMA Negeri 24 Bone dengan subjek yaitu sebanyak dua orang guru fisika. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskripsi mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data diperoleh bahwa RPP yang dikembangkan oleh guru tidak menyeluruh mencakup untuk keseluruhan komponen-komponen RPP, LKPD yang dikembangkan oleh guru tidak mencirikan untuk lembar kerja untuk mendukung kegiatan saintifik, lembar evaluasi yang dikembangkan guru tidak pernah di terapkan dikelas saat proses pembelajaran, sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah tidak sesuai dengan apa yang tercantum pada RPP. Pelaksanaan pembelajaran guru sudah melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mencoba, mengasosiasi / menalar, dan mengkomunikasikan 5M.
PENGEMBANGAN GEOPOLIMER BERBASIS KARBON AKTIF SEBAGAI KERAMIK FILTER GANDA (DOUBLE FILTER) UNTUK APLIKASI PENGOLAHAN AIR SUMUR Nurhasmi, Nurhasmi; Junaedi, Subaer; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 3 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.003 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i3.1753

Abstract

Abstract: The Development of Carbon Active Based Geopolimer as Double Filter Pottery for Well Water Processing Application. It has conducted a research on carbon active based geopolimer as pottery double filter for well water processing application. This research aims were to understand the micro structure of filter ceramic that produced, knowing the influence of the addition of active carbon, and to know how much debit of water which was obtained from the filter ceramic. The manufacture of filter ceramics was conducted by mixing all primary substances, which were metakaolin 30 g, active carbon 1 %, quartz sand 0.75 g, and aluminum foil 0,075 g. The compound then mixed with alkaline solution to form geopolimer paste then curing the paste at temperature of 70oC. The results of SEM characterization showed the existence of pore with size of ± 50 µm formed on the surface of sample; pore also appears at samples sized of 5 µm. The appropriate addition of active carbon for the production of ceramics was 1 % relative to the masses of sample. Water debit produced when the filter pottery was tested was of 0,035 mls/s for single filter and of 0,02 mls/s for double filter.Keywords: active carbon, ceramic double filter, geopolymerAbstrak: Pengembangan Geopolimer Berbasis Karbon Aktif Sebagai Keramik Filter Ganda (Double Filter) Untuk Aplikasi Pengolahan Air Sumur. Telah dilakukan penelitian geopolimer berbasis karbon aktif sebagai keramik filter ganda (double filter) untuk aplikasi pengolahan air sumur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur mikro dari keramik filter yang diproduksi, mengetahui pengaruh penambahan karbon aktif, dan berapa besar debit air yang diperoleh dari filter keramik tersebut. Pembuatan keramik filter dilakukan dengan cara dengan mencampurkan semua bahan dasar seperti metakaolin 30 g, karbon aktif 1%, pasir kuarsa 0,75 g, dan aluminium foil 0,075 g kemudian dicampurkan dengan larutan alkali sampai membentuk pasta geopolimer dan di-curing pada temperatur 70oC. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan adanya pori dengan ukuran ±50 µm yang terbentuk pada permukaan sampel, tampak pula pori dari karbon aktif pada sampel dengan ukuran ±5 µm. Penambahan karbon aktif yang baik untuk produksi keramik adalah 1% relatif terhadap massa sampel. Debit air yang dihasilkan untuk filter keramik tunggal sebesar 0,035 ml/s sedangkan untuk filter keramik ganda sebesar 0,02 ml/s..Kata Kunci:  Geopolimer, Keramik Double Filter, dan Karbon Aktif
SINTESIS GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LEMPUNG LATERITE DENGAN PENAMBAHAN ZnO SEBAGAI KOMPOSIT FUNGSIONAL Zulkifli, Muhammad; Subaer, Subaer; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.4 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i3.13502

Abstract

The main purpose of this research is to study the microstructure and thermal properties of geopolymers by adding ZnO as a functional composite. Functional composite materials synthesized by alkali activation, using metalempung as the base material and ZnO as aggregate. ZnO was synthesized from ZnSO4 using the precipitation method. The addition of ZnO mass in geopolymer paste was varied from 0.10g; 0.20g; and 0.30g. X-Ray Difraction (XRD) was used to determine the phase formed in functional composite material. The thermal characteristic of the samples was examined by means of Differential Scanning Calorimetry (DSC). The results showed that the composition of ZnO did have a significant effect on changes in microstructure sample. Functional composite materials also had entalphy change and exsoterm peak smaller than sample geopolymer
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI IPA PESERTA DIDIK SMP Tompo, Basman; Ahmad, M Arifin; Muris, Muris
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.742 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3053

Abstract

Misconceptions in the field of science in many areas ranging from primary level to higher education. However, the efforts made to overcome or reduce the occurrence of science misconceptions have not been successful. Therefore, the main problem of this study were (i) how the implementation of learning science at the junior high school today? (ii) how to develop the discovery inquiry learning model is valid, practical and effective way to reduce students  science misconceptions at junior high school. This research is a study of R & D (research and development), which refers to the stages of development Four-D (4-D), which is the stage of define, stage of design, stage of development and the stage of dissemination. The main objective of this research is to develop a learning model discovery inquiry for reducing science misconceptions at junior high school students are valid, practical, and effective. To obtain a valid model, practical, and effective, well developed instruments and learning devices. The products resulting from this research is the model book documents and supporting learning device models. The results showed that this happens science misconception adult students in SMP Negeri 2 Maros South Sulawesi for conception of Vibration and Light. Based on trial results indicate that the discovery inquiry  learning model developed have valid criteria, practical and effective. Discovery inquiry learning model is said to be valid for the assessment of all components of the learning model validator meet the elements of validity. Said to be practical for learning component discovery inquiry  implemented in full, and the ability of teachers to manage learning at the high category. While discovery inquiry  learning model is effective, because students experiencing science misconceptions reduction in the medium category, the activities of students in the learning achievement fulfilled the ideal time and students give positive response to the discovery inquiry  learning model.Keywords : learing model, discovery inquiry, science misconception, model developmentKesalahan konsep dalam bidang IPA terjadi di banyak tempat mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Namun, upaya yang dilakukan untuk mengatasi atau mereduksi terjadinya miskonsepsi IPA belum banyak membuahkan hasil. Oleh karena itu masalah utama penelitian ini adalah (i) bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA pada tingkat SMP? (ii) bagaimana mengembangkan  model pembelajaran discovery inquiry  yang valid, praktis dan efektif untuk mereduksi miskonsepsi IPA peserta didik SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D (research and development) yang  mengacu pada tahapan pengembangan Four-D (4-D), yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap diseminasi (disseminate). Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran discovery inquiry untuk mereduksi miskonsepsi IPA peserta didik tingkat SMP yang valid, praktis, dan efektif. Untuk memperoleh model yang valid, praktis, dan efektif, dikembangkan pula instrumen dan perangkat pembelajaran. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah dokumen buku model dan perangkat pembelajaran pendukung model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi IPA pada peserta didik di SMP Negeri 2 Maros Sulawesi Selatan untuk materi Getaran dan Cahaya. Berdasarkan hasil uji coba menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery inquiry  yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Model pembelajaran discovery inquiry dikatakan valid karena penilaian seluruh komponen model pembelajaran oleh validator memenuhi unsur kevalidan. Dikatakan praktis karena komponen pembelajaran discovery inquiry terlaksana seluruhnya, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kategori tinggi. Sedangkan model pembelajaran discovery inquiry efektif, karena peserta didik mengalami reduksi miskonsepsi IPA pada kategori sedang, aktivitas peserta didik dalam pembelajaran memenuhi unsur pencapaian waktu ideal serta peserta didik memberikan respon positif terhadap model pembelajaran discovery inquiry.Kata Kunci:  model pembelajaran, discovery inquiry, miskonsepsi IPA, pengembangan model

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 1 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA More Issue