cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES FISIKA MELALUI PENDEKATAN ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 SUNGGUMINASA Kemala Suryansari; Muris Muris; Subaer Junaedi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.769 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i1.2028

Abstract

This research was a classroom action research that aims to improve physics science process skills through scientific approach for students of class X SMA Negeri 1 Sungguminasa Gowa. There were 50 students of class X SMA Negeri 1 Sungguminasa as subject of this research. Implementation of action research consisted of two cycles. In cycle I, we taught the students uniform rectilinear motion and uniform accelerated motion. In cycle II we taught Newton’s First Law, Newton’s Seconds Law, and Newton Third Law. The result of the research found that in order to improve the physical science process skills using a scientific approach, it is necessary to note some aspects which were: performing physical science process skills indicators; explaining the criteria of scoring rubric; perform immediate feedback; delivering task and responsibilities for each member of the group; paying attention to the level of students' academic ability, giving a simple experiment that did not take too long time to do, choosing material which could be taught simultaneously or in parallel way, in order to minimize the time. The research result showed that learning by applying scientific activity could improve science process skills.Key words: scientific activity, phyiscs science process skillPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains fisika melalui pendekatan ilmiah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Subjek penelitian sebanyak 50 peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus. Siklus I mengajarkan materi pelajaran gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan. Siklus II  mengajarkan materi hukum I newton, hukum II newton dan hukum III newton. Hasil penelitan ditemukan bahwa untuk meningkatkan keterampilan proses sains fisika dengan menggunakan pendekatan ilmiah maka perlu diperhatikan beberapa aspek diantaranya adalah: melatihkan indikator-indikator keterampilan proses sains fisika; menjelaskan kriteria-kriteria rubrik pemberian skor;  melakukan feedback secepatnya;  memberikan tugas dan tanggungjawab setiap anggota kelompok; memperhatikan tingkat kemampuan akademik peserta didik; percobaan sederhana yang tidak membutuhkan waktu terlalu lama dilakukan, dan  materi pelajaran dapat diajarkan secara serentak atau paralel,  sehingga waktu yang digunakan dalam mengajarkan beberapa sub bab tidak lama. Pembelajaran dengan menerapkan kegiatan ilmiah dapat meningkatkan keterampilan proses sains.Kata Kunci:  kegiatan ilmiah, keterampilan proses sains fisika 
ANALISIS PENGARUH MADDEN JULIAN OSCILLATION (MJO) TERHADAP CURAH HUJAN DI KOTA MAKASSAR Nensi Tallamma; Nasrul Ihsan; A. J. Patandean
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.882 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3060

Abstract

The Study with the analysis of Madden Julian Oscillation (MJO) effect to rainfall in Makassar had been done. This study was to determine how the relation between Madden Julian Oscillation (MJO) and intensity of rainfall in city of Makassar. This study using daily rainfall years 1990-2015 data were obtained from Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) of Makassar and RMM index (real-time multivariate MJO) daily in 1990-2015 from BMRC (Bureau of Meteorology Research Centre). Based on the analysis using FFT method can be seen the power of the period MJO phenomenon is worth weak meaning MJO not weak affect rainfall in Makassar. So that Madden Julian Oscillation (MJO) less influence to word increasing and decreasing of rainfall in Makassar.Keywords: Madden Julian Oscillation (MJO), RMM-index, FFTTelah dilakukan penelitian tentang Analisis Pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO) Terhadap Curah Hujan di Kota Makassar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan Madden Julian Oscillation (MJO) dan intensitas curah hujan di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan data curah hujan harian tahun 1990-2015 yang diperoleh dari Kantor PU (Pekerja Umum) Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Selatan dan Indeks RMM (Real-time Multivariate MJO) harian tahun 1990-2015 dari BMRC (Bureau of Meteorologi Research Centre). Berdasarkan hasil analisis data dengan mengunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) curah hujan, analisis fase MJO terhadap anomali curah hujan, dan analisis korelasi pearson anomali curah hujan dan amplitudo indeks RMM maka dapat diketahui bahwa hubungan Madden Julian Oscillation (MJO) dan curah hujan di Kota Makassar berada pada tingkatan yang lemah. Atau dengan kata lain Madden Julian Oscillation (MJO) berpengaruh kecil terhadap peningkatan dan penurunan curah hujan di Kota Makassar.Kata Kunci:  Madden Julian Oscillation (MJO), indeks RMM, FFT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED DALAM RANGKA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 29 SATAP MALAKA KAB. MAROS Irwan Haidir; Aisyah Azis; Abdul Samad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.825 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v8i3.918

Abstract

Abstract:The Implementation of Learning Model Type Connected to Improved the Physics Learning Outcomes at 29 Satap Malaka Kabupaten Maros. This was a pre-experimental research with One Group Prettest – Posttest Design, aimed to determines the improvement of student’s learning outcomes after tough using Integrated learning Model Type Connected The Independent variable of this research is integrated learning Model Type Connected, white the dependent variable is student’s learning outcomes in light subject matter. The sample is class VIIIA white 25 student’s data of this research by pretest and posttest of learning outcomes in light’s subject. The instrument used is the test that has been validated. Descriptive analysis results showed an average score of student learning outcomes at grade VIIIA SMP 29 SATAP Malacca Kab.Maros before taught integrated learning type is 14.26 ± 6.64,and after taught using integrated learning type connected is 20 , 18 with a standard deviation of 5.02. The results showed that the average score is increased after student’s thoug using integrated learning type connected. Based on N – Gain analisys, the average of N – Gain is 0,63. If cant be connected thad the student’s outcomes at grade VIIIA SMP Negeri 29 Satap Malaka Kab. Maros after tough using integrated learning outcomes type connected in light subject on middle catelearning achievement before and gory.Abstrak:Penerapan Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected dalam Rangka Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMP Negeri 29 Satap Malaka Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan model pembelajaran terpadu tipe connected. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected sedangkan variabel tak bebasnya adalah hasil belajar peserta didik pada materi cahaya. Sampel penelitan ini adalah kelas VIIIA dengan jumlah 25 orang. Disain Penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok cahaya berupa pretest dan posttest.Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 29 Satap Malaka Kab.Maros sebelum diajar dengan pembelajaran terpadu tipe connected adalah 14,26 dengan standar deviasi sebesar 6,64, setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran terpadu tipe connected adalah 20,18 dengan standar deviasi sebesar 5,02. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran mengalami peningkatan. Berdasarkan analisis N-Gain diperoleh peningkatan rata-rata N-Gain sebesar 0,63. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 29 Satap Malaka Kab.Maros setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected pada materi cahaya berada pada kategori sedang.Kata Kunci : pembelajaran terpadu tipe connected, hasil belajar, dan cahaya
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XI SMA. NEGERI 1 PANGKAJENE Subaer, Muammar; Sari, Salamang Salmia; Jasaruddin, Jasaruddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.039 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i1.9404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian untuk hasil belajar fisika berdasarkan kurikulum 2013 dalam ranah kognitif untuk siswa kelas XI yang valid dan reliabel. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian dan Pengembangan dengan tahapan yaitu persiapan spesifikasi tes, penulisan soal tes, validasi teoretis, uji coba empiris, analisis item, peningkatan instrumen dan perakitan instrumen. Subjek pengujian instrumen adalah siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 SMA Negeri 1 Pangkajene. Instrumen tes yang dikembangkan dapat mengukur ranah kognitif, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, dan menganalisis. Terdiri dari 19 indikator yang dikembangkan dari 4 kompetensi dasar. Validasi teoretis oleh dua ahli menghasilkan koefisien validasi konten sebesar 0,87 sehingga dinyatakan bahwa instrumen tersebut valid dalam hal konten. Hasil validasi empiris menunjukkan bahwa ada 36 item yang valid dalam materi, Elastisitas dan Hukum Hooke, Rotasi Dynamics, Cairan Statis dan Cairan Dinamis. Kriteria hasil pengujian menunjukkan reliabilitas instrumen adalah 0,662. Kesimpulannya, instrumen tes hasil belajar kognitif dikembangkan secara empiris valid dan reliabel.
STUDI TENTANG PEMANFAATAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA PADA PROSES DESALINASI AIR LAUT DENGAN TEKNIK REVERSE OSMOSIS Nurul Hidayah; Muris Muris; Subaer Junaedi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.851 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1471

Abstract

This study examines the effect of active carbon of coconut shell in the process of desalination of sea water by reverse osmosis technique. The purpose of this research is to know the effecient power adsorption coconut shell activated carbon in seawater desalination plant processes by the process of reverse osmosis technique. Coconut shell that has been crushed and then activated with different HCl activators, which HCl 12M and 6M. Based on SEM test activated carbon with HCl 6M activator showed a good surface area compared with activator carbon HCl 12M. The test results activated carbon of seawater using reverse osmosis, activated carbon adsorption power less than the maximum because the pH of the water is at pH 13, so do the test again using techniques of evaporating, on techniques of evaporating shows the pH of water obtained was 7.Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh karbon aktif tempurung kelapa pada proses desalinasi air laut dengan teknik reverse osmosis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefisienan daya adsorbsi karbon aktif tempurung kelapa pada proses desalinisasi air laut dengan proses teknik reverse osmosis. Tempurung kelapa yang telah digerus kemudian diaktivasi dengan aktivator HCl yang berbeda, yakni HCl 12M dan 6M. Berdasarkan uji SEM karbon aktif dengan aktivator HCL 6M menunjukkan luas permukaan yang baik dibanding dengan karbon dengan aktivator HCl 12M. Hasil pengujian karbon aktif terhadap air laut dengan menggunakan reverse osmosis, daya adsorbsi karbon aktif kurang maksimal karena pH air berada pada pH 13, sehingga dilakukan pengujian kembali dengan menggunakan teknik evaporasi, pada teknik evaporasi menunjukkan pH air yang diperoleh adalah 7.Kata Kunci:  evaporasi, karbon aktif, reverse osmosis, tempurung kelapa
PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DI SMP NEGERI AIR LESING Ariani, Tri
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.266 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i2.10819

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Adakah perbedaan hasil belajar fisika menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Di SMP Negeri Air Lesing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Populasinya yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Air Lesing. Pada penelitian ini seluruh populasi dijadikan sebagai sampel, sehingga penelitian ini merupakan penelitian sampel dengan kelas VIII. 1 sebagai kelas ekperimen I dan VIII. 2 sebagai kelas eksperimen II. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes yang terdiri dari 7 soal essay. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-t adalah thitung = 2,104 dan ttabel = 2,021. dengan kriteria thitung> ttabel, maka H0 ditolak Ha diterima. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima kebenarannya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan hasil belajar fisika menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Di SMP Negeri Air Lesing tahun pelajaran 2013/2014.
KARAKTERISASI JENIS MINERAL ORNAMEN GUA SALUKANG KALLANG DENGAN METODE X-RAY DIFFRACTION Sukmawati Sukmawati; Pariabti Palloan; Muhammad Arsyad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.104 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i3.1749

Abstract

Abstract: Characterization of Type Mineral of Ornaments Salukang Kallang Cave with X-Ray Diffraction Method. It has conducted a study to describe the characteristics of the Cave Salukang Kallang in the village Samangki District of Simbang Maros South Sulawesi includes underground rivers, fauna and flora cave, cave ornaments observations and sampling of cave ornaments on  five point is at a distance of 200 meters, 400 meters, 600 meters, 800 meters and 983 meters from the mouth of the cave (border can be measurable). Moreover were characterized of minerals in cave ornaments samples conducted at the Laboratory Microstructure Faculty of Mathematics and Natural Sciences  State University of Makassar with X-Ray Diffraction Method. Salukang Kallang cave is an active cave is characterized by the existence of an underground river that is found in almost every aisle and has a low temperature and high humidity is characterized by the presence of moss plants. Characterization X-Ray Diffraction (XRD) obtained information that the stalactites, stalagmites, columns and flowstone dominated by white color brown and contains calcite (CaCO3) to 99%, of these results indicates that the ornament Cave Salukang Kallang still relatively young and is still active due to water seepage on the ornament.Keywords: cave ornament, characteristics of cave, mineral, XRDAbstrak: Karakterisasi Jenis Mineral Ornamen Gua Salukang Kallang dengan Metode X-Ray Diffraction. Telah dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan karakteristik Gua Salukang Kallang di Desa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Sulawesi Selatan meliputi sungai bawah tanah, fauna dan flora gua, pengamatan ornamen gua serta pengambilan sampel ornamen gua pada lima titik yaitu pada jarak 200 meter, 400 meter, 600 meter, 800 meter dan 983 meter dari mulut gua (batas daerah yang bisa terukur). Selain itu dilakukan karakterisasi jenis mineral pada sampel ornamen gua dilakukan di Laboratorium Mikrostruktur FMIPA UNM dengan Metode X-Ray Diffraction (XRD). Gua Salukang Kallang merupakan gua aktif karena hampir di setiap lorongnya ditemukan sungai bawah tanah dan memiliki suhu rendah serta kelembaban tinggi dengan adanya tumbuhan lumut. Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) diperoleh informasi bahwa stalaktit, stalagmit, pilar maupun flowstone didominasi oleh warna putih kecoklatan dan mengandung calcite (CaCO3) hingga 99%, dari hasil tersebut menandakan bahwa ornamen Gua Salukang Kallang masih tergolong muda dan masih bersifat aktif karena adanya rembesan air pada ornamen tersebut.Kata Kunci:         Karakteristik gua, ornamen gua, mineral, XRD
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 MAKASSAR Ruanti, Reni; Nurhayati, Nurhayati; Helmi, Helmi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.269 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i3.13500

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian True Experiment Design dengan desain Posstest-Only Contol Design. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skor hasil belajar pada aspek kognitif dengan empat indikator yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan dan analisis, antara peserta didik yang diajar dengan pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dan yang diajar secara konvensional, serta menganalisis perbedaan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dan yang diajar secara konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Makassar dengan sampel yaitu kelas XI MIPA 3 (kelas eksperimen) diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing dan XI MIPA 4 (kelas kontrol) diterapkan pembeajaran secara konvensional.. Hasil analisis deskriptif tes hasil belajar fisika peserta didik diperoleh skor rata-rata pada kelas eksperimen yaitu 12,79 dengan kategori tinggi, sedangkan skor rata-rata pada kelas kontrol yaitu 10,27 dengan kategori sedang dari skor ideal 21. Hasil uji statistik menggunakan uji t’ diperoleh bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara peserta didik yang diajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan yang diajar secara konvensional.
IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING DAN PENELITIAN AUTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS VIII D SMP NEGERI 1 SINJAI TIMUR Rustan Rustan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.671 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3049

Abstract

This research is a classroom action research (PTK), which aims to determine the increase science process skills of students in grade VIII D SMPN 1 Sinjai East Academic Year 2015/2016 through the implementation of discovery learning and authentic assessment. The subjects were students in grade VIII D SMPN 1 East Sinjai academic year 2015/2016. Procedures classroom action research was conducted in two cycles and each cycle consisting of four meetings. From the second cycle is a series of interrelated activities. At each cycle is held three times face to face meeting and the meeting measurement of Science Process Skills (KPS) to see an increase in science process skills of learners. This study is successful if the students in the classical obtain an average value of science process skills of 60. The results showed science process skills of students in the first cycle and the second cycle is 58.73 77.62. Based on the indicators of the success of the study was halted in the second cycle having already meet or exceed the specified indicators of success.Keywords: discovery learning, science process skills, authentic assessmentPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 1 Sinjai Timur Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui implementasi discovery learning dan penilaian autentik. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 1 Sinjai Timur tahun pelajaran 2015/2016. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan disetiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Dari kedua siklus ini merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan. Pada setiap siklus diadakan tatap muka sebanyak tiga kali pertemuan dan satu pertemuan pengukuran Keterampilan Proses Sains (KPS) untuk melihat peningkatan keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila peserta didik secara klasikal memperoleh nilai rata-rata keterampilan proses sains sebesar 60. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan proses sains peserta didik pada siklus I adalah 58,73 dan siklus II 77,62. Berdasarkan pada indikator keberhasilan maka penelitian ini dihentikan pada siklus II karena telah memenuhi bahkan melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan.Kata Kunci: discovery learning, keterampilan proses sains, penilaian autentik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG MELALUI PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS II SMA NEGERI 1 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Kemala Suryansari
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i1.804

Abstract

Abstract. This research is an experimental research that aims to: (1) knowing how high the learning outcomes achieved by Physics students in class II of SMA Negeri 1 Sungguminasa who taught by using direct instruction model with CTL approach; (2) knowing how high the learning outcomes achieved by Physics students in class II of SMA Negeri 1 Sungguminasa who taught by using conventional method; and (3) knowing whether there is significant difference between the learning outcomes achieved by students of class II SMA Negeri 1 Sungguminasa taught using direct instruction model with CTL approach and the learning outcomes achieved by the students who taught by using conventional learning method. The population in this research is all of students in grade II of SMA Negeri 1 Sungguminasa Academic Years 2007/2008. The sample research consist of two classes with number of students is of 74 students. This sampling used random sampling techniques. Instrument used in this research was achievement test. The results of this research showed that: (1) learning outcomes of students who taught by direct instruction method with CTL approach is of 80.5 which is in high category, (2) the learning outcomes of students who taught by conventional instruction models is of 50.4, which is in low category; and (3) direct instruction model with CTL approach could significantly affect the physics learning outcomes.   Abstrak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen  dan bertujuan untuk mengetahui : (1) seberapa besar hasil belajar Fisika yang dicapai oleh siswa kelas II SMA Negeri 1 Sungguminasa  yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung melalui pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning); (2) seberapa besar hasil belajar Fisika yang dicapai oleh siswa kelas II SMA Negeri 1 Sungguminasa  yang diajar dengan menggunakan pengajaran konvensional; dan (3) perbedaan yang berarti antara hasil belajar yang dicapai siswa kelas II SMA Negeri 1 Sungguminasa  yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung melalui pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ?. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas II  SMA Negeri 1 Sungguminasa tahun ajaran 2007/2008, sedangkan sampel penelitiannya sebanyak 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 74 siswa. Teknik permilihan sampel menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah tes hasil belajar fisika. Hasil penelitian menunjukkan : (1) hasil belajar fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung melalui pendekatan CTL sebesar  80,5 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 50,4, termasuk dalam kategori rendah, dan (3) model pembelajaran langsung melalui pendekatan CTL dapat mempengaruhi secara berarti hasil belajar fisika. Kata Kunci: Pembelajaran langsung, Contextual Teaching and Learning (CTL), hasil belajar fisika.

Page 11 of 35 | Total Record : 344


Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 1 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA More Issue