cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
PEMODELAN SEBARAN POLUTAN UDARA AKIBAT AKTIVITAS PLTD TELLO KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL DISPERSI GAUSS Aslim, Muhammad Arief Fitrah Istiyanto
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.334 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i1.9473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model sebaran polutan udara dan memprakirakan konsentrasi polutan yang diakibatkan oleh aktivitas PLTD Tello Kota Makassar. Sebaran polutan dimodelkan menggunakan program Matlab dengan batasan wilayah sebaran sejauh 3000 meter dari sumber polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum CO yang terbesar dihasilkan pada bulan September hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 9,5 μg/m3 untuk siang hari yang terletak sejauh 900 meter dari sumber polutan, sedangkan pada malam hari dari bulan Agustus hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 5,3 μg/m3 yang terletak sejauh 2900 meter dari sumber polutan. Polutan pada malam hari terdispersi lebih jauh dengan konsentrasi maksimum yang lebih kecil dibanding siang hari dikarenakan stabilitas atmosfer pada malam hari lebih stabil sehingga menyebabkan polutan terdispersi secara lebih jauh dan lebih merata. Stabilitas atmosfer pada malam hari di tahun 2017 umumnya netral dan sedikit stabil, sedangkan pada siang hari umumnya tidak stabil dan sedikit tidak stabil.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN TEKNIK PROBING PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XI SMA NEGERI 1 MAKASSAR Poreni, Anna Christi; Tandean, Antonius Jarak; Yani, Ahmad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.527 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i2.11038

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian ekperimen dengan desain quasi eksperimen model post-test Only Control Group Design yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model discovery learning menggunakan teknik probing prompting, mengetahui seberapa besar hasil belajar peserta didik yang diajar secara konvensional, dan menganalisis perbedaan hasil belajar antara yang diajar dengan model discovery learning menggunakan teknik probing prompting dan yang diajar secara konvensional. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Makassar yang berjumlah 9 kelas. Sampel penelitian yang digunakan sebagai subjek peneltian diperoleh dengan teknik purposive sampling untuk dilibatkan dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI MIPA 3 dan kelas yang terpilih sebagai kelas kontrol adalah kelas XI MIPA 4. Hasil belajar peserta didik kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 11.83, standar deviasi sebesar 1.96, dan varians sebesar 3.86. Pada kelas kontrol hasil belajar yang diperoleh memiliki rata-rata sebesar 13.50, standar deviasi sebesar 2.46, dan varians sebesar 6.05. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf nyata α=0,05 (H1 diterima).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 2 WATANSOPPENG Andi Ardiansyah Amal; Herman Herman; Abdul Haris
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.125 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i1.2029

Abstract

This research is an experimental research which aimed to: (1) find out the Physics Learning Result of the the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by Team Accelerated Instruction Learning Model (2) find out the Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by Conventional Learning (3) find out if there is a positive influence of Team Accelerated Instruction Learning Model to the Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng. Population in this research is all students on the X Grade at SMAN 2 Watansoppeng  academic year 2014/2015, consist of eight classes with 176 students, then the sample is randomly chosen. Control class consists of 20 students and so does the experimental class. The descriptive analysis show that the average score of Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by Team Accelerated Instruction Learning Model is on the high category. While the average score of Physics Learning Result of the X Grade Students at SMAN 2 Watansoppeng who were taught by conventional Learning Model is on the low category. Inferential analysis show that there is a difference in the Physics Learning between students who were taught by Team Accelerated Instruction Learning Model and students who were taught by Conventional Learning on the X Grade at SMAN 2 Watansoppeng.Key words: team accelerated instruction, physics learning result, physicsPenelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar menggunakan model pembelajaran Team Accelerated Instruction. (2) Untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika peserta didik kelas XSMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif model pembelajaran Team Accelerated Instruction terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng pada tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah 176 orang, sedangkan sampelnya diperoleh dengan cara acak. Kelas yang terdiri dari 20 siswa pada kelas kontrol dan 20 siswa pada kelas eksperimen. Hasil analisis deskriptif  menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar melalui model pembelajaran Team Accelerated Instruction berada pada kategori tinggi. Sedangkan skor rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng yang diajar melalui model pembelajaran konvensional berada pada kategori rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Team Accelerated Instruction dengan peserta didik yang diajar dengan pembelajran konvensional kelas X SMA Negeri 2 Watansoppeng.Kata Kunci:  team accelerated instruction, hasil belajar, fisika
SURVEI SEBARAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI KELURAHAN BONTO RAYA KECAMATAN BATANG KABUPATEN JENEPONTO Rosmiati S; Pariabti Palloan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.888 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3061

Abstract

This study aimed to determine the distribution of subsurface resistivity values and identify subsurface structures in Bonto Raya village, Batang district, Jeneponto regency based on the value of resistivity. This study used Wenner-Schlumberger geoelectric configuration method. Data obtained was processed by using Res2Dinv program. The result of data processing showed that the resistivity values are rock layers in the form of alluvium, clay and limestone. Research sites are shallow and deep aquifers. Shallow aquifer allegedly was spreaded all over track with a depth of up to ±20 meters, whereas for the deeply aquifer, it was only found in one track that was on the track 3 at Balombong with over 30 m in depth.Keywords: resistivity, Wenner-Schlumberger configuration, aquiferPenelitian tentang sebaran air tanah bertujuan untuk menentukan nilai resistivitas bawah permukaan dan mengidentifikasi struktur bawah permukaan di Kelurahan Bonto Raya Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto berdasarkan nilai resistivitas. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan program Res2Dinv. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa dari nilai resistivitas terdapat lapisan batuan berupa aluvium, lempung dan gamping. pada lokasi penelitian terdapat akuifer dangkal dan dalam. Akuifer yang dangkal diduga tersebar di semua lintasan dengan kedalaman sampai ±20 m, sedangkan untuk akuifer yang dalam, hanya terdapat pada satu lintasan yaitu di lintasan 3 di Dusun Balombong dengan kedalaman di atas 30 m.Kata Kunci:         resistivitas, konfigurasi Wenner-Schlumberger, akuifer
DESAIN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATERI FISIKA KELAS X SEMESTER GENAP Dewi, Eva Septiana; Arsyad, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.737 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i1.9406

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE dengan tujuan 1). untuk mengevaluasi validitas lembar kerja peserta didik berbasis eksperimen; 2). untuk mendeskripsikan penilaian guru terhadap lembar kerja peserta didik berbasis eksperimen; 3). untuk mendeskripsikan persepsi peserta didik terhadap lembar kerja peserta didik berbasis eksperimen; 4). untuk mensintesis efektifitas penggunaan lembar kerja peserta didik berbasis eksperimen. Subjek ujicoba dalam penelitian ini adalah responden terdiri dari 6 orang guru fisika yang berasal dari 5 sekolah berbeda yang ada di kabupaten Luwu Timur dan peserta didik SMAN 3 Luwu Timur kelas X bejumlah 25 orang pada tahun ajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan: (1) lembar kerja peserta didik berbasis eksperimen dikatakan valid terlihat dari nilai validitas konten yang diperoleh adalah 1. (2) persentase respon guru terhadap lembar kerja peserta didik berbasis eksperimen diperoleh 89.9%. (3) persentase persepsi peserta didik terhadap lembar kerja peserta didik diperoleh 83,7%. (4) efektivitas penggunaan LKPD dikatakan efektif terlihat pada ketuntasan belajar peserta didik telah mencapai kriteria ketuntasan minimum.
ANALISIS MATERIAL BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK PADA DAERAH B_B Hasyim, Abdul
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.266 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i2.10820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi material bawah permukaan dan menganalisis kandungan mineral berdasarkan data geolistrik pada daerah B_B. Penelitian ini merupakan applied research. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat geolistrik dan perangkatnya, konfigurasi Sclumberger dengan panjang lintasan 100 meter berlokasi di daerah B_B1, daerah B_B2 masing masing terdiri dari 3 lintasan yang berbeda dan daerah daerah B_B3 yang terdiri dari 1 lintasan. Data yang diperoleh dari lapangan diolah menggunakan Software Microsoft Excel, Ip2Win, Google Earth dan Arcgis 10.3. Selanjutnya dicocokkan dengan peta geologi dan singkapan batuan dan mineral pada lokasi penelitian. Bedasarkan hasil penelitian, material bawah permukaan yang diduga terdapat pada daerah B_B antara lain: pirit, kuarsa, granit, andesit, basal, pasir, lempung, kerikil, alluvium, batu gamping, batu pasir, gabro, grafit, hematit dan magnetit. Hasil penelitian menunjukkan adanya mineral pirit (FeS2) dan mineral oksida besi (hematit Fe2O3, dan magnetit Fe3O4) di daerah B_B1 dengan ketebalan mineral 36,500 meter dan RMS 10,907 %, dan mineral oksida besi (hematit Fe2O3, dan magnetit Fe3O4) di daerah B_B2 dengan ketebalan 38,700 meter dan RMS 8,680 %.
STUDI TENTANG PERGERAKAN TANAH BERDASARKAN POLA KECEPATAN TANAH MAKSIMUM (PEAK GROUND VELOCITY) AKIBAT GEMPA BUMI (STUDI KASUS KEJADIAN GEMPA PULAU SULAWESI TAHUN 2011-2014) Sunarti Sunarti; Muhammad Arsyad; Sulistiawaty Sulistiawaty
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.389 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i3.1751

Abstract

Abstract: Study on Ground Movement Based on Peak Ground Velocity Pattern due to Earthquakes (Case Study of Sulawesi Island Earthquake in 2011-2014). Research has been carried out on ground movement patterns based on the peak ground velocity (peak ground velocity) by earth quakes (earth quakes case studies of the Celebes sea in 2011-2014. The aim of this study is to describe the spread of the land movement velocity distribution of land through a pattern of maximum ground velocity (peak ground velocity) at the Celebes sea and interpret the relationships between maximum ground velocity of movement (peak ground velocity) with intensity due to the earthquake. Seismic data used from Year 2011-2014 with magnitude 4.0 SR, further analyzed by using the circle of Wadati formula. From the analysis results show that the land movement velocity at the Celebes Sea in Year 2011-2014 is 14.67 km/s, and directly propotional relationship between the land movement  velocity distribution eith the intensity, the greater value of maximum land velocity so that the earthquake intensity. The measurement results show that in the area of Celebes which has a maximum land velocity of movement wich located in North Celebes region that occurred on August 13 of 2011.Keywords: circle method, intensity scale, P wave velocityAbstrak: Studi tentang Pergerakan Tanah Berdasarkan Pola Kecepatan Tanah Maksimum (Peak Ground Velocity) Akibat Gempa Bumi (Studi Kasus Kejadian Gempa Pulau Sulawesi Tahun 2011-2014). Telah dilakukan penelitian tentang pergerakan tanah berdasarkan pola kecepatan tanah maksimum (peak ground velocity) akibat gempa bumi (studi kasus kejadian gempa pulau sulawesi tahun 2011-2014. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan distribusi penyebaran pergerakan kecepatan tanah melalui pola kecepatan tanah maksimum (peak ground velocity) di Pulau Sulawesi dan menginterpretasi hubungan antara pergerakan kecepatan tanah maksimum (peak ground velocity) dengan intensitas akibat terjadinyagempa bumi. Data gempa yang diperoleh tahun 2011-2014 dengan mangitudo 4,0 ³ SR, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode lingkaran oleh Wadati. Hasil analisis gempa bumi menunjukkan kecepatan pergerakan tanah di pulau Sulawesi Tahun 2011-2014 sebesar 14,67 km/s, dan terdapat hubungan yang berbanding lurus antara pergerakan kecepatan tanah maksimum (peak ground velocity) dengan intensitasnya, semakin besar nilai kecepatan tanah maksimum maka intensitas gempa semakin besar pula. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa di daerah Sulawesi yang memiliki kecepatan pergerakan tanah maksimum terletak di daerah Sulawesi Utara yang terjadi pada tanggal 13 Agustus Tahun 2011.Kata Kunci:  gelombang P, metode lingkaran, skala intensitas 
ANALISIS MINERAL PEMBENTUK FACIES GUA SALUKANG KALLANG KAWASAN KARST TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG MAROS Sari, Rati Puspita; Arsyad, Muhammad; Tiwow, Vistarani Arini
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.691 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i3.13501

Abstract

Research has been done for the purpose of describing the characteristics of the Kallang Salukang Cave and analyzing the mineral content of cave caridoid that include a sample of cave ornaments such as stalactites, stalactites, lime, sand and soil done in Laboratory of Microstructure of FMIPA UNM using X-Ray Diffraction (XRD) method. From the results of the research in which the characteristics of the Salukang Kallang Cave can be found flora, fauna, and is a cave that is still active characterized by the presence of water seepage in cave ornaments and the existence of a low-temperature underground river that is 26o C and high humidity up to 96.1% with light varying equal to 0 characterized by the existence of moss plants. And the temperature for the outside of the cave is 28o C, with a humidity of 94.8% and the maximum light varying 127 lux. And the results of the analysis of the mineral content of cave ornaments with the method X-Ray Diffraction (XRD) namely a sample stalactites, stalagmite, lime in caves and outer limestone caves containing calcite (CaCO3) of 100%, the dominant sand containing SiO2 of 93% and land Contains SiO2 of 47%.
PEMBELAJARAN BERBASIS LEARNER AUTONOMY UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Abdul Salam; Sarah Miriam
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.542 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3051

Abstract

This study tried to give an alternative to teachers or educators a kind of instruction that gives their students the learning autonomy gradually, and also to improve the students’ Science Process Skill (SPS). The subject of this study is the second (2nd) semester students of Physics Education Study Program of FKIP ULM at the academic year of 2015/2016. This study was conducted in pretest and postest group design. The study result showed that the developed teaching materials were declared: (1) valid according to the expert judgment with good category, (2) practical based on the application of the lesson plan in classroom which beeing of very good category, and (3) effective based on the students’ Science Process Skill (SPS) giving the gain score of 0.77 which being of high category. Based on the finding of the research, it can be concluded that the developed teaching materials based on the learner autonomy levels were declared feasible to be used to improve Students’ Science Process Skill (SPS).Keyword: science process skill, learner autonomy, learningPenelitian ini mencoba memberikan alternatif pilihan kepada guru/dosen agar secara bertahap memberi otonomi kepada peserta didiknya dalam proses belajar mengajar, sekaligus untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa/mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester dua (2) program studi Pendidikan Fisika FKIP ULM tahun akademik 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan  pretest and postest group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan: (1) valid berdasarkan penilaian pakar yang kesemuanya berkategori baik, (2) praktis berdasarkan keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran yang berkategori sangat baik, (3) efektif berdasarkan perolehan gain score sebesar 0,77 yang berkategori tinggi. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis learner autonomy yang dikembangkan dinyatakan layak untuk meningkatkan keterampilan proses sains.Kata Kunci:  keterampilan proses sains, learner autonomy, pembelajaran
PENGEMBANGAN KOMPOSIT SERATKARBON-GEOPOLIMER BERBASIS METAKAOLIN SEBAGAI MATERIAL REFRAKTORI Afifah, Kharisma Noor; Junaedi, Subaer
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.659 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6324

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengembangan geopolimer refraktori berbasis metakaolin dengan penguat serat karbon Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari struktur dan sifat mekanik dari komposit geopolimer. Sintesis komposit geopolimer dilakukan dengan metode aktivasi alkali (NaOH + H2O + Na2O.3SiO2), kemudian dicuring pada suhu 60°C selama 2 jam. Komposit geopolimer disintesis sebanyak 5 sampel yaitu Geo-Cf0, Geo-Cf0.05, Geo-Cf0.10, Geo-Cf0.15, dan Geo-Cf0.20 dengan variasi penambahan serat karbon sebanyak 0 gr, 0.05 gr, 0.10gr, 0.15gr dan 0.20gr dan parameter lain dibuat konstan. Struktur mikro dan  dan interface dari sampel komposit geopolimer menunjukkan kualitas sampel terbaik pada penambahan 0.15gr serat karbon hal tersebut juga ditunjukkan dari hasil pengujian lentur sampel 0.15gr yaitu 10.6 MPa. Hasil analisis XRD menunjukkan terjadi penyempitan gundukan (hump) pada penambahan serat karbon yang semakin banyak. Hasil kuat tarik serat maksimum yaitu 48,34 GPa. Uji ketahanan api komposit geopolimer dapat mencapai suhu maksimum yaitu 800 oC dan uji ketahanan panas menujukkan pada sampel Geo-Cf0.10 tidak terdapatretakan dan perubaan fisik setelah dipanaskan hingga 600 oC. Kata kunci : Metode eksperimen, pembelajaran konvensional, hasil belajar fisika 

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 1 (2011) More Issue