cover
Contact Name
Rizky Pratama
Contact Email
bunyanalulum@gmail.com
Phone
+6282225583885
Journal Mail Official
bunyanalulum@gmail.com
Editorial Address
Pakel, Gerdu, Kec. Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57791
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
ISSN : 30632048     EISSN : 31095275     DOI : 10.58438
Bunyan al Ulum will be published for the first time in 2024 in July with a publication frequency in July and January In 2024, Bunyan al Ulum will also be processed into an online journal using the Open Journal System. Bunyan al Ulum is an annual journal that focuses on Islamic studies. Published by Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima, Central Java. The journal openly invites contributions of in depth insights and research findings from scholars and researchers in relevant academic disciplines.
Articles 19 Documents
Tadabbur Alam dalam Al-Quran (Studi Penafsiran Ayat-Ayat Tadabbur Alam dalam Tafsir Al-Azhar) Archie Hardinagoro, Mohammad; Sulthoni, Akhmad; Wirastho, Edy
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.235

Abstract

Segala sesuatu yang ada di jagat raya ini adalah ciptaan Allah Swt. Alam semesta beserta isinya, matahari yang setiap hari memberi sinarnya, juga bulan bintang yang terlihat dimalam hari, semua adalah ciptaan-Nya. Semua hal tersebut perlu dipikirkan, direnungkan, dihayati oleh manusia. Memikirkan, merenungkan dan menghayati ayat-ayat Allah Swt tersebutlah yang peneliti maksudkan dengan tadabbur alam. peneliti ingin menggali makna Tadabbur alam dalam penafsiran Buya Hamka tentang ayat ayat mengenal Allah dengan memperhatikan Alam dalam alquran dan pengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari dengan merujuk pada penafsiran Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar. Penelitian ini merupakan library research dengan metode deskriptif analitis. Pendekatan kajian dilakukan dengan metode tematik atau Maudhu’i. Hasil penelitian didapatkan bahwa penulis menemukan 7 surat yang di dalamnya terdpat ayat tadabbur alam. Diambil dari tafsir al azhar karya Buya Hamka bahwa tadabbur adalah memikirkan keteraturan ciptaan Allah, sehingga dapat mengetahui adanya Tuhan yang menciptakan segala apa yang ada di alam ini. Serta Seseorang harus selalu menyadari akan keagungan dan keesan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan selalu men- tadabburi ciptaan-ciptaannya.Sedangkan untuk penerapannya kita harus menggunakan nikmat nikmat alam yang di bentangkan oleh allah ini untuk kebaikan umat sebagai bentuk mensyukuri nikmatnya karena cara terbaik mensyukuri nikmat allah ialah dengan menggunakannya untuk ber ibadah kepada allah. Adapun bentuk-bentuk implementasi Tadabbur Alam tercemin dari beberapa sikap; Menyayangi dan menjaga ciptaan allah;Tidak sombong dengan ilmu dan kekuatan yang kita punya;Menyadari keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala;Menggunakan nikmat allah sebaik baiknya;Sering ber istighfar dan bersabar;Selalu berzikir saat perjalanan;Mengucap subhanallah saat melihat pemandangan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat allah yang telah memberikan kita pengelihatan yang baik.
Konsep Kejujuran dalam Al-Qur’an (Studi Penafsiran Lafadz Al-Sidq dalam Tafsir Al-Azhar) Nugroho, Sidiq; Sulthoni, Akhmad; Murdianto, Murdianto
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.236

Abstract

Kejujuran merupakan nilai moral fundamental yang mencerminkan integritas dan kualitas moral individu serta masyarakat. Di era yang kompleks ini, kejujuran berperan penting dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini mengkaji penafsiran lafadz al-sidq dalamTafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Penelitian ini mengkaji metode penafsiran Al-Qur'an yang digunakan oleh Buya Hamka serta makna lafadz al-sidq dalam Al-Qur'an. Buya Hamka menerapkan pendekatan komprehensif dalam tafsirnya, menggabungkan metode tartîb utsmânî, tafsîr bi al-Iqtirân, tafsîr bi al-ma'tsûr, dan tafsîr bi al-ra'y. Corak penafsirannya didominasi oleh lawn adâbiî wa ijtimâ'î, dengan penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, menjadikan tafsirnya mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. Studi ini juga menganalisis makna lafadz al-sidq dalam Al-Qur'an, yang mencakup delapan aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim. Makna-makna ini meliputi hubungan antara iman dan amal, pentingnya memilih teman yang jujur, balasan bagi orang jujur, teladan kejujuran para nabi, karakteristik orang beriman yang jujur, pengakuan terhadap kebenaran Allah, kejujuran dalam perkataan, dan sikap jujur dalam menghadapi ujian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejujuran merupakan nilai fundamental dalam Islam yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan.
Konsep Keberkahan Al-Qur’an Perspektif Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad Ridhwanul Haq, Dzulfikar; Sulthoni, Akhmad; Saputra, Akhmadiyah
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.237

Abstract

Al-Qur’an diyakini sebagai kitab suci yang penuh keberkahan oleh umat Islam, Akan tetapi seringkali pemanfaatannya terbatas pada aspek ritual dan tradisi. Banyak umat cenderung hanya membacanya pada momen-momen tertentu. Keberkahan Al-Qur’an sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar dibaca sebagai ritual. Namun, pemahaman mendalam tentang isi Al-Qur’an ini seringkali kurang difahami dengan baik oleh masyarakat.. Penelitian ini membahas konsep Keberkahan Al-Qur’an melalui analisis karya Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad berjudul "Keberkahan Al-Qur’an: Memahami Tema-tema Penting Kehidupan dalam Kitab Suci". Studi ini bertujuan untuk memahami makna dan implementasi Keberkahan Al-Qur’an dalam konteks kehidupan modern. Menggunakan metodologi studi kepustakaan, penelitian ini berfokus pada dua aspek utama: pemahaman Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad tentang makna Keberkahan Al-Qur’an dan Bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad mampu menjembatani kedalaman makna Al-Qur’an dengan realitas kontemporer, menyajikan pemahaman yang aplikatif dan bermakna. Beliau menekankan implementasinya mencakup pemahaman Al-Qur’an yang kontekstual, penerapan nilai-nilai sosial, pendekatan kritis terhadap isu-isu modern, pemahaman tematik, relevansi dalam kehidupan sehari-hari, peningkatan literasi Qur'an, pengembangan karakter, dan dorongan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Pendekatan multidimensi ini tidak hanya memperdalam pemahaman spiritual, tetapi juga mendorong perkembangan sosial, intelektual, dan moral masyarakat, menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup yang dinamis dan relevan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern
Tolong Menolong dalam Kebaikan dalam Al-Qur’an (Studi Penafsiran Ayat-Ayat Ta’awun dalam Tafsir Al-Munir) Ahmad Maghrobi, Zendi; Iqbal, Ipmawan Muhammad; Murdianto, Murdianto
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.238

Abstract

Tolong menolong merupakan salah satu prinsip dasar dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya kerjasama dan solidaritas antar sesama manusia. Penelitian ini mengkaji konsep tolong-menolong (ta’awun) dalam Islam berdasarkan penafsiran Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir. Menggunakan metode library research dengan pendekatan tematik, penelitian ini bertujuan memahami penafsiran ayat-ayat ta’awun dan implementasinya. Sumber utama adalah Tafsir Al-Munir, didukung kitab tafsir lain, jurnal, dan buku terkait. Analisis deskriptif digunakan untuk mengkaji penafsiran dan implikasinya. Hasil menunjukkan bahwa Syekh Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan ta’awun sebagai tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaatan pada syariat, bukan dalam dosa. Konsep ini terkait erat dengan takwa dan ketaatan kepada Allah. Penafsiran mencakup konteks historis dan dampak sosial ta’awun dalam memperkuat persatuan umat. Implementasi ta’awun meliputi saling membantu dalam kebaikan, menghindari kerjasama dalam keburukan, mengajak partisipasi masyarakat, membantu dengan ikhlas, bekerja sama, memberi bantuan moral dan praktis, membangun persatuan, berbagi ilmu, mendamaikan perselisihan, dan memperkuat persaudaraan Muslim.
Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir An-Nur Alfie Hardinagoro, Mohammad; Sulthoni, Akhmad; Wirastho, Edy
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i2.240

Abstract

Tumbuhan sering digunakan di dalam Al-Qur’an sebagai perumpamaan karena keanekaragaman dan keunikannya yang menyimpan banyak hikmah dan pelajaran bagi manusia. Dari proses pertumbuhan hingga manfaatnya yang beragam, tumbuhan menjadi subjek ideal untuk mengilustrasikan konsep kehidupan, spiritual, dan moral, sekaligus sebagai bukti kekuasaan Allah SWT. Mengingat pentingnya tumbuhan bagi kehidupan manusia dan hewan, penggunaan elemen tumbuhan dalam perumpamaan Al-Qur'an bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Penelitian ini berfokus pada penafsiran dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat perumpamaan terkait tumbuhan menurut tafsir An-Nur karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy.Penelitian ini menggunakan metode library research yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan maudhu’i, atau kajian tematik,Penelitian ini akan memusatkan pada dua hal utama: pertama, penafsiran Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqiey terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur. Kedua, hikmah dari penaafsiran terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur.Dengan mengacu pada data dan analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan,Penafsiran Hasbi ash-Shiddiqiey tentang ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dalam Tafsir An-Nur menggabungkan pendekatan kontekstual, penjelasan analogis, dan penekanan pada hikmah, dengan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan mempertimbangkan konteks historis serta aspek moral. Beliau menggunakan perumpamaan tumbuhan untuk menjelaskan konsep Islam, seperti mengumpamakan iman kuat dengan pohon berakar dalam dan kekufuran dengan pohon buruk yang mudah tercabut, serta menggambarkan perkembangan umat Islam dan kekuasaan Allah. Metode ini bertujuan untuk menjembatani konsep-konsep abstrak dalam Al-Qur'an dengan pengalaman nyata manusia, memvisualisasikan konsep spiritual melalui gambaran alam, memperdalam pemahaman agama, dan memotivasi umat untuk berbuat baik serta menghargai alam sebagai tanda kebesaran Allah, sehingga pesan-pesan Al-Qur'an dapat lebih mudah dipahami, diserap, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Filsafat Islam: Sebuah Identifikasi Pandangan Hidup Fauzi, Sriyono; Kholil, A. Munawar; Rahman, Abdur
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.241

Abstract

Pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia yang selalu menjadi penggerak dan pengukur dari segala macam aktivitas. Tanpa memiliki pandangan hidup maka seseorang akan merasa terus terombang-ambing dalam menghadapi setiap persoalan-persoalan hidup. Islam mengakui bahwa selain kebenaran hakiki, masih ada lagi kebenaran yang tidak bersifat absolute, yaitu kebenaran yang dicapai sebagai hasil usaha akal budi manusia. Akal adalah anugrah dari Allah SWT kepada manusia, maka sewajarnya kalau akal mampu pula mencapai kebenaran, meskipun kebenaran yang dicapainya itu hanyalah dalam taraf yang relatif. Oleh sebab itu kalau kebenaran yang relatif itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam (Al-Qur’an dan Hadist) maka kebenaran itu dapat saja digunakan dalam kehidupan ini. Islam menilai bahwa filsafat itu hanyalah merupakan alat dan bukan tujuan. Filsafat dapat digunakan untuk memperkokoh kedudukan Islam, umpamanya dapat dijadikan sebagai jalan untuk memperkuat bukti kebesaran Allah SWT.
Konsep Komunikasi Pendidikan dalam Al-Qur’an dan Hadits (Kajian Tafsir Tematik Term Qaulan dalam Al-Qur’an) Rahman, Abdur; Kholil, A. Munawar; Fauzi, Sriyono
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.242

Abstract

Pentingnya komunikasi yang harus dilakukan oleh setiap manusia, sebagai tujuan untuk membangun hubungan antara sesama manusia melalui pertukaran informasi, menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain dan sebagainya. Sebagai bukti perlunya komunikasi tersebut Allah swt. mengajarkan kepada hamba-Nya untuk dapat berbicara dan berisyarat. Al Quran menjelaskan bentuk-bentuk komunikasi terulang sebanyak 19 kali di dalam dengan 8 kata sifat yang mengikutinya. Dan bentuk-bentuk komunikasi pendidikan dengan kata Qaulan tersebut di antaranya adalah Qaulan ma’ruufan , Qaulan sadiidan , Qaulan baliighan, Qaulan kariiman, Qaulan maysuuran, Qaulan ‘adziiman, Qaulan layyiinan dan Qaulan tsaqiilan
Islamisasi Pendidikan pada Sekolah Islam Terpadu di Indonesia Kholil, A. Munawar; Rahman, Abdur; Kasori, Kasori
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i1.243

Abstract

Berkembangnya Sekolah Islam Terpadu membawa warna dan ciri khas yang berbeda pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia bila dibandingkan dengan madrasah dan pesantren. Sekolah Islam Terpadu memadukan antara pendidikan agama yang menjadi ciri khas dari pesantren dan pendidikan modern yang menjadi ciri khas dari sekolah umum. Konsep keterpaduan dibangun dengan memadukan antara pendidikan agama dan pendidikan umum dalam satu kurikulum. Mata pelajaran dan kegiatan pembinaan yang disajikan terintegrasi satu sama lainnya dengan nilai-nilai Islam. Metode penulisan menggunakan kajian pustaka untuk mengetahui Islamisasi di sekolah Islam terpadu. Hasil penelitian dapat disimpulkan konsep integrasi antara Islam dan ilmu pengetahuan pada sekolah Islam Terpadu sudah tertuang dalam kurikulum. Namun keterbatasan sumber belajar dan sumber daya pengajar yang dapat mengintegrasikan antara Islam dan ilmu pengetahuan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mengimplementasikan konsep islamisasi pengetahuan pada Sekolah Islam Terpadu.
Bahaya Sihir Dalam Al Qur’an (Studi Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Bahaya Sihir Dalam Tafsir Sya’rawi) Wisnu Rahman, Muhammad; Sulthoni, Akhmad; Saputra, Akhmadiyah
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i2.246

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana penafsiran tentang bahaya sihir dalam Tafsir Sya’rawi karya Syaikh Mutawalli Asy-Sya`râwî. Hal ini penting karena sihir merupakan perbuatan dosa besar yang masih menyebar di tengah-tengah masyarakat, dan dapat mengakibatkan seseorang menjadi kufur serta menjerumuskannya ke jurang kebinasaan. Penelitian ini memfokuskan kajiannya mengenai penafsiran ayat-ayat tentang bahaya sihir dalam Tafsir Sya’rawi dan bagaimana sikap seorang muslim terhadap bahaya sihir dalam Tafsir Sya’rawi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian perpustakaan (Library Reseach), maka penulis merujuk kepada Al-Qur’an Al-Karim, hadis-hadis Rasulullah Saw, dan Tafsir Sya’rawi sebagai data primer. Kemudian didukung oleh data dari literatur yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Setelah dilakukan penelitian maka sebagai hasil dari kajian ini adalah pandangan Syaikh Mutawalli Asy-Sya`râwî bahwa sihir hanyalah khayalan & tipuan saja bukan kemampuan untuk merubah sesuatu. Beliau pun menjelaskan bahwa sihir adalah ilmu meminta pertolongan oleh manusia kepada setan. Beliau memperingatkan kita bahwa sihir tidak akan mendatangkan apapun kecuali keburukan, kefakiran & laknat Allah subhanahu wa ta’ala, serta menjadikan orang tersebut kafir dan baginya neraka bila tidak bertobat diakhir hidupnya. Maka sikap yang semestinya kita ambil terhadap bahaya sihir ini yaitu mempercayai bahwa bahaya sihir ini memang benar adanya, berhati-hati dari para dukun/orang pintar/penyihir dan sebagainya, mengetahui bahwa bahaya sihir ini adalah ujian buat manusia, menjauhinya karna bahayanya yang besar dan tidak ada manfaat, serta segera bertaubat bila pernah melakukannya.
Penafsiran Kisah-Kisah Al-Qur’an untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-Qur’an Al-Karim Lin-nasy’i Karya Ahmas Subhi) Fadhil, Azzam; Sulthoni, Akhmad; Firdausi, Arif
Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/bunyanalulum.v1i2.247

Abstract

Penafsiran kisah-kisah Al-Qur’an yang selama ini ada, lebih banyak ditujukan dan hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa baik dari pelajar, mahasiswa, dosen maupun para cendekiawan, dan belum pernah menyentuh pada objek anak usia dini. Padahal dunia orang dewasa jelas berbeda dengan dunia anak usia dini, anak dengan kegemarannya bermain jelas memiliki dunia yang lain. Bagaimana menyajikan sebuah metode penafsiran kisah-kisah Al-Qur’an yang dapat di konsumsi oleh anak usia dini adalah ide dan gebrakan baru dalam bidang dunia keilmuan tafsir. Karena itu, Ahmas Hasan Subhi hadir melalui karya tafsirnya dengan pendekatan penafsiran kisah-kisah di dalam Al-Qur’an untuk anak usia dini yang berjudul Qasasu Al-Qur’an Al-Karim Lin-nasy’i. Karya Ahmas Subhi yang lahir sebagai respon terhadap kepedulian dunia pendidikan anak, khususnya dalam bidang pendidikan tafsir Al-Qur’an ini dinilai sebagai karya baru, hal ini terbukti dengan masih minimnya literatur- literatur yang membahas tentang penafsiran kisah-kisah di dalam Al-Qur’an untuk anak. Permasalahannya kemudian adalah bagaimana metode penafsiran yang yang ditawarkan oleh Ahmas Subhi dalam karyanya? Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijmali dengan gaya bahasa dialogis dan metode cerita atau mendongeng dalam Qasasu Al-Qur’an Al-Karim Lin-nasy’i dapat dijadikan solusi metode terbaik dan relevan untuk anak usia dini.

Page 1 of 2 | Total Record : 19