cover
Contact Name
Moh. Fatkur Rohman
Contact Email
al-khazin@nawaedukasi.org
Phone
+6281916200962
Journal Mail Official
al-khazin@nawaedukasi.org
Editorial Address
Jl. Gua Selarong No. 54, Dusun Gayam RT 06, Ringinharjo, Kec. Bantul, Kab. Bantul DIY
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 31104134     EISSN : 31104134     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara berkala dengan tujuan untuk menjadi wadah publikasi hasil penelitian, kajian teoritis, dan pemikiran kritis dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Jurnal ini memuat artikel-artikel yang relevan dengan pengembangan teori, praktik, dan kebijakan dalam pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal ini mencakup: pengembangan kurikulum PAI, desain pembelajaran PAI, Strategi, metode, dan media pembelajaran PAI, Evaluasi dan asesmen dalam PAI, Pengembangan profesionalisme guru PAI, Inovasi teknologi dalam pembelajaran PAI, Moderasi beragama dan penguatan nilai toleransi dalam PAI, dan Manajemen pendidikan Islam. Jurnal ini terbit 1 tahun 2 kali (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Mabit Sebagai Wahana Pembentukan Identitas Islami Siswa Menuju Usia Pra Remaja SDIT Raudhah Lubuk Basung Al Hafiz, Ikhwan; Kustati, Martin; Bashori
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/al-khazin.v22i2.11

Abstract

This study aims to examine how the Mabit program can shape Islamic identity among students at SDIT Raudhah who are in the pre-adolescent age group. The research method used is qualitative. The results indicate that the Mabit program implemented at SDIT Raudhah has a positive impact on forming students’ Islamic identity, such as enhancing spiritual, moral, social awareness, and responsibility. Students at SDIT Raudhah who participated in the Mabit program showed positive behavioral changes and a better understanding of Islamic values. This study also provides recommendations to improve the quality of the Mabit program at SDIT Raudhah and other educational institutions.
Relevansi Dan Implementasi Teori Experiential Learning Kolb Dalam Konteks Pendidikan Kontemporer Akbar, Ilham
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/al-khazin.v22i2.13

Abstract

Contemporary education faces significant challenges amid digital transformation and the demand for 21st-century skills. Traditional instructional models, still prevalent in many schools, are increasingly seen as inadequate in fostering adaptive, collaborative, and reflective learners. This study aims to analyze the relevance and implementation of David A. Kolb’s Experiential Learning Theory (ELT) in the Indonesian educational context. Using a descriptive qualitative method through library research, the study reviewed scientific sources published within the last five years (2021–2025). The findings indicate that ELT is highly relevant in promoting active, reflective, and contextual learning that places learners at the center. The implementation of ELT has shown significant impacts on improving learning motivation, critical thinking, and students' social competencies. However, challenges remain, including limited teacher understanding, inadequate facilities, and the dominance of conventional instructional culture. The study recommends strategic measures such as teacher capacity building, curriculum revitalization, cross-sector collaboration, and evaluation reform to support the widespread and sustainable adoption of experiential learning in Indonesia.
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam, Dakwah dan Tajdid Syukri Rahman, Anugrah Giffari; Hayat, Muhammad
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/al-khazin.v22i2.12

Abstract

Founded in 1912 by K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah is one of the world's largest modernist Islamic organizations. Its enduring and massive influence for over a century is rooted in the synergy of three identity pillars: Islam, Da'wah, and Tajdid. This article analyzes how the integration of these pillars shapes Muhammadiyah's ideology and strategy, arguing that its strength lies in the dynamic dialectic among the three, rather than in any single one. As an Islamic movement, Muhammadiyah emphasizes the purification of creed (aqidah) through the slogan "returning to the Qur'an and Sunnah," while rejecting superstition, heretical innovations, and myths. As a Da'wah movement, it pioneers the da'wah bil-hal approach (preaching through deeds), materialized by establishing thousands of educational, health, and social institutions as a manifestation of its "Theology of Al-Ma'un." As a Tajdid (renewal) movement, Muhammadiyah consistently integrates two dimensions: purification in the realm of ritual worship (ibadah mahdhah) and dynamization-modernization in worldly affairs (muamalah dunyawiyah). This synergy of the three pillars is what forges Muhammadiyah's identity as a movement of "Progressive Islam," making it perpetually relevant, adaptive, and a significant contributor to Indonesian society and the world.
Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Sikap Sosial Peserta Didik di Masyarakat Shafitri, Eka; Khasanah, Nur
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/al-khazin.v22i2.14

Abstract

Perilaku seseorang dalam bermasyarakat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya tingkat pendidikan dan penguasaan ilmu yang dimiliki. Pendidikan yang dapat melatih dan mendidik seseorang dalam bersikap sosial yang baik adalah Pendidikan Agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menjelaskan pengaruh Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap sikap sosial peserta didik di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Sumber data penelitian ini diperoleh dari Google Scholar dengan kategori artikel ilmiah, buku maupun jurnal yang berkaitan dengan pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan sikap sosial peserta didik di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk karakter peserta didik, memperkuat nilai-nilai Islam peserta didik dalam penerapan sehari-hari. Namun, hasil ini memerlukan dukungan dari guru, orang tua, individu itu sendiri serta lingkungan sekolah dan keluarga. Dengan demikian, pembentukan sikap sosial positif peserta didik dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang positif.
Penerapan Teori Perkembangan Sosial dan Emosi Erikson dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Amalia, Mifta Rizqi; Shafitri, Eka; Hanif, Ma'mun
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/al-khazin.v22i2.15

Abstract

Teori perkembangan sosial-emosi Erikson menyediakan kerangkan dalam memahami perkembangan seseorang dan konflik psikososial yang dihadapi pada setiap tahapannya. Teori ini memiliki dampak yang positif bagi peserta didik ketika dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru dalam mengembangkan kurikulum yang juga mendukung perkembangan sosial dan emosi peserta didik secara keseluruhan. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data studi kepustakaan. Sumber data yang digunakan berupa: Artikel ilmiah, jurnal, E-book, skripsi dan tesis. Kemudian analisis data dilakukan dengan teknik desktiptif untuk dapat menggambarkan secara jelas fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori perkembangan sosial-emosi Erikson dapat membantu peserta didik dalam perkembangan psikososialnya. Teori ini juga dapat membantu peserta didik dalam mencari identitas, minat serta bakat sebagai bekal untuk masa depan. Namun penerapannya belum sepenuhnya efektif karena beberapa faktor seperti kurangnya pemahaman guru terhadap teori ini. Kurangnya pelatihan formal bagi guru untuk menerapkan teori ini dalam pembelajaran dan pengetahuan tentang hubungan perkembangan sosial-emosi peserta didik dengan pembelajaran.
Maqashid As-Syariah dalam Bingkai Tata Kelola Pendidikan: Analisis Relevansi Hifz An-Nafs Terhadap Kebijakan Anti Perundungan di Sekolah Fernanda, Mutiara Heidi; Samad, Duski; ST Mamad, Firdaus
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/3s8m1448

Abstract

Bullying is a crucial issue within the school environment. Bullying behavior can have highly detrimental physical and mental impacts on victims; therefore, there is a need for educational governance policies that align with Islamic Sharia. This is essential to achieve benefit (maslahah) and well-being in accordance with Maqashid Sharia (the objectives of Sharia). This study aims to analyze and examine Maqashid Sharia within the framework of educational governance, specifically the relevance of the principle of Hifz an-Nafs (protection of life) toward anti-bullying policies in schools. The method applied in this study is a literature review, utilizing books, scientific journals, research reports, and other relevant documents applicable to the social situation under investigation. The results of this study indicate that the principles of Maqashid Sharia integrated into Hifz an-Nafs are effective because they are supported by the fundamental belief that safeguarding human life is an ethical imperative aimed at the welfare of the community, particularly in school governance.
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan Hironimus Dapa; Muhammad Hayat
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/2s4wnh63

Abstract

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil Islam terbesar di dunia, telah menjadi pilar fundamental dalam pembangunan bangsa Indonesia sejak didirikan pada tahun 1912. Artikel ini menyajikan analisis komprehensif mengenai peran strategis Muhammadiyah, dengan fokus pada kontribusinya yang multidimensional dalam bidang pendidikan dan dampaknya yang luas terhadap transformasi sosial. Menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini mengkaji empat dimensi utama: (1) pembangunan infrastruktur institusi pendidikan modern dan inklusif; (2) landasan filosofis "Islam Berkemajuan" sebagai etos gerakan; (3) dampak holistik terhadap pembangunan sosial-ekonomi dan pemberdayaan komunitas; dan (4) respons adaptif terhadap tantangan kontemporer seperti globalisasi dan pluralisme agama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada skala jaringan pendidikannya yang masif, melainkan pada kemampuannya mensintesiskan secara harmonis antara ajaran Islam, rasionalitas modern, dan aksi sosial pragmatis. Jaringan sekolah dan universitasnya berfungsi sebagai inkubator untuk menumbuhkan "Ma’rifat Quotient" sebuah kesadaran ilahiah yang terintegrasi dengan etos kemanusiaan serta menjadi benteng moderasi beragama (wasathiyyah). Disimpulkan bahwa Muhammadiyah bukan sekadar penyedia layanan pendidikan, tetapi merupakan arsitek peradaban yang secara aktif membentuk karakter masyarakat Indonesia yang progresif, toleran, dan berdaya saing di panggung global.
Pembiasaan Nilai Islami dalam Program MBG Sebagai Upaya Pembentukan Perilaku Makan Sehat Siswa di SD Negeri Bakalan Berdasarkan Teori Behaviorisme Isna, Isna Husnul Khotimah; Isnawati, Rina; Saputra, Jaka Pratama; Nufa, Ghina Mahpudhah; Destanti; Aniq Alam San; Mahardika, Bagus
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/9e995e55

Abstract

This study aims to analyze the inculcation of Islamic values ​​in the implementation of the Free Nutritious Meal Program (MBG) as an effort to foster healthy eating behavior in students at Bakalan Public Elementary School, based on J.B. Watson's behaviorism theory. The MBG program is a government policy aimed at improving student nutrition and concentration through the provision of free nutritious meals at schools. In addition to health aspects, the program also serves as a vehicle for character education by instilling Islamic values ​​such as gratitude, togetherness, and responsibility. The study employed a qualitative approach, employing observation, in-depth interviews, and documentation with teachers, students, and the MBG program coordinator. Data analysis was conducted through the stages of collection, reduction, presentation, and drawing conclusions using the Miles and Huberman model, along with source triangulation to ensure data validity. The results indicate that the inculcation of Islamic values ​​in the MBG can foster healthy eating behavior in students through consistent positive stimuli, in accordance with behaviorism principles. The main challenges in program implementation are students' preference for fast food and the lack of Islamic table manners. With teacher guidance and government support, the MBG program has the potential to be an effective instrument for building Islamic character while improving the health of elementary school students.
Integrasi Teori Neuronsains Perspektif Cajal dan Gardner dalam Mengembangkan Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligence Falahudin, An’im; Darmawan, Rahmad; Ulfiah, Alina Rizka; Bagus Mahardika
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/0nqg1a87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi teori neurosains perspektif Santiago Ramón y Cajal dengan teori Multiple Intelligences Howard Gardner dalam pengembangan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman tentang cara kerja otak dan keberagaman kecerdasan peserta didik guna menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan mensintesis gagasan utama terkait hubungan neurosains, neuroplastisitas, dan kecerdasan majemuk dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences mampu meningkatkan minat, motivasi, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Integrasi prinsip neurosains dengan multiple intelligences memungkinkan guru merancang pembelajaran yang menyesuaikan potensi, bakat, dan kebutuhan otak peserta didik melalui pendekatan multisensori dan emosional. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter, spiritualitas, dan kecerdasan secara holistik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman tentang cara kerja otak dan keberagaman kecerdasan menjadi kunci dalam mengoptimalkan sistem pendidikan dan strategi pembelajaran PAI yang lebih inklusif dan efektif.
Implementasi Teori Behaviorisme Dalam Pembelajaran PAI Di Sekolah Perspektif Deep Learning Nida, Nidaul Husna; Ananda Dini Wulandari; Hidayaturrahmah; Bagus Mahardika
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25895/6p1sw717

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping students’ character, morals, and behavior in accordance with Islamic values. However, in practice, PAI learning still faces challenges, particularly the low level of internalization of spiritual values, resulting in behavioral changes that are often merely superficial. This study aims to examine the implementation of behaviorist theory in PAI learning in schools and to analyze its implications for behavioral change and students’ spiritual understanding from a Deep Learning perspective. This research employs a library research method with a qualitative approach, through the analysis of various relevant primary and secondary literature sources. The findings indicate that behaviorist theory is effective in forming positive habits through mechanisms of stimulus, response, and reinforcement such as rewards and punishments. Nevertheless, this approach has limitations in fostering deep spiritual awareness. Therefore, integrating behaviorism with a Deep Learning approach is essential to produce PAI learning that not only shapes consistent religious behavior but also encourages meaningful, reflective, and contextual understanding. The Deep Learning approach, through the principles of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning, is able to strengthen the internalization of Islamic values, develop moderate character, and enhance students’ social responsibility within multicultural life.

Page 2 of 2 | Total Record : 20