cover
Contact Name
Abrista Devi
Contact Email
abristasmart@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abristasmart@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20872178     EISSN : 25796453     DOI : https://doi.org/10.32832/alinfaq
Core Subject : Economy, Education,
Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam published twice a year since 2010 (June and December), is a multilingual (Bahasa and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic Economic. This journal is published by the Islamic Economic Department, Faculty of Islamic Studies, and Doctoral Program of Islamic Economic, Graduate School, Ibn Khaldun University of Bogor, in partnership with Ibn Khaldun University of Bogor, Indonesia, in partnership with Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Bogor. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Islamic Economic around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2013)" : 6 Documents clear
SPIRIT EKONOMI ISLAM DALAM TAFSIR KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA GUNA TERCIPTANYA KESEJAHTERAAN RAKYAT Rohim, Nur
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila yang identik dengan demokrasi ekonomi. Demokrasi yang dimaksud adalah yang memiliki ciri-ciri antara lain digerakkan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi, sosial dan moral, yang berhubungan dengan ketuhanan sehingga terdapat solidaritas sosial, berkaitan dengan persatuan Indonesia yang berarti nasionalisme menjiwai kebijakan ekonomi, memiliki ketegasan dan adanya keseimbangan antara perencanaan sentral (nasional) dengan tekanan pada desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Akan tetapi sistem ekonomi ini dirasa mengalamikegagalan dalam mencapai cita-cita Negara Indonesia yaitu menciptakan kesejahteraan rakyat, karena kecenderungannya terhadap paham materialistis dan kapitalis. Padahal ia bukanlah identitas dasar dari sistem ekonomi Indonesia. Dalam hal ini, sistem ekonomi Islam dianggap memiliki keselarasan dan relevan dengan konsep dasar ekonomi Indonesia yang tertuang dalam Pasal 33 UUD NRI 1945. Selain latar belakang sistem ini telah mengakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia sejak dahulu. Oleh karenanya, dalam tafsir konstitusi Republik Indonesia ada spirit ekonomi Islam yang kuat, sehingga harapan terwujudnya kesejahteraan rakyat dapat tercapai.
PERSEPSI PNS PEMERINTAH KOTA BOGOR TERHADAP ZAKAT PROFESI DAN APLIKASINYA Samsiah, Eva Yulianti
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, pelaksanaan zakat telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Di dalam Undang-Undang tersebut, disebutkan jenis harta yang wajib dizakati, salah satunya adalah zakat hasil pendapatan dan jasa. Jenis harta ini merupakan zakat untuk pekerja modern saat ini yang disebut dengan zakat profesi. Penetapan adanya zakat profesi merupakan langkah maju dari hasil ijtihad para ulama kontemporer yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Bogor terhadap zakat profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling kuat dalam mempengaruhi keputusan PNS dalam mengeluarkan zakat profesi adalah atribut mengenai adanya kesadaran dalam berbagi kepada orang lain yang membutuhkan.
PENGARUH PEMBIAYAAN QARDHUL HASAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MUSTAHIK ZAKAT Sari, Siti Patimah
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qardhul hasan adalah suatu akad pinjaman dari orang yang mempunyai uang (muqridh) kepada orang yang meminjam uang (muqtaridh) dengan tidak ada imbalan pada saat pengembalian, atau biasa disebut dengan pinjaman kebajikan. Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DPU-DT) merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat yang bergerak di bidang penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan qardhul hasan oleh DPU-DT dan mengetahuimeningkat tidaknya pendapatan usaha mustahik setelah diberi pembiayaan qardhul hasan oleh DPU-DT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan antara pembiayaan qardhul hasan terhadap peningkatan pendapatan usaha mustahik zakat. Semakin besar pembiayaan qardhul hasan yang diberikan, maka akan semakin bertambah pula peningkatan pendapatan usaha mustahik.
ANALISIS PROSES PELAKSANAAN AKAD RAHN PADA PT. BPRS AMANAH UMMAH Sa’adah, Siti
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam membolehkan adanya barang jaminan dalam utang-piutang. Barang jaminan itu sebagai alat kepercayaan di antara nasabah peminjam dengan bank. Kegiatan transaksi tersebut pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan orang Yahudi. Dan transaksi ini biasa dikenal dalam masyarakat kita dengan gadai atau rahn. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan akad rahn pada gadai emas syariah di PT. BPRS Amanah Ummah tahun 2011. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan akad tersebut adalah nasabah datang ke bank dengan membawa persyaratan fotokopi identitas diri/KTP beserta aslinya dan membawa barang jaminan yang akan digadaikan yaitu berupa emas. Emas tersebut bisa berupa perhiasan, koin, dan berupa emas batangan. Selanjutnya, persyaratan tersebut diserahkan kepada karyawan yang menangani gadai emas syariah di bank untuk dilakukan penaksiran barang supaya diketahui besaran pinjaman yang akan diberikan dan biaya sewa yang harus dibayar oleh nasabah (rahin). Apabila nasabah menyetujui besaran biaya pinjaman dan biaya sewanya, maka selanjutnya dilakukan penandatanganan akad dan dilakukan pencairan. Berikutnya, nasabah membayarkan biaya sewanya langsung ke pegawai bank, lalu nasabah mendapatkan surat tanda bukti rahn. Apabila nasabah mau melunasi atau memperpanjangnya, maka surat tanda bukti tersebut harus dibawa kembali. Eksekusi barang gadai apabila terjadi nasabah wanprestasi, yaitu dengan cara menjual barang jaminan tersebut. Prosedurnya adalah nasabah diberitahu terlebih dahulu bahwa barang gadainya akan dijual, dan nasabah diberi wewenang untuk menjualnya sendiri dengan didampingi pegawai bank, atau bisa juga dijual oleh pihak bank dengan sepengetahuan dari nasabah. Apabila dalam proses penjualan barang tersebut ada kelebihan, maka pihak bank harus mengembalikan sisanya kepada nasabah. Dan apabila dalam penjualan barang tersebut harga jualnya tidak menutupi utangnya kepada bank, maka nasabah wajib melunasi sisa utangnya kepada bank.
EKONOMI ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL-ALAMIN Syaifullah, Hamli
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebangkitan ekonomi Islam adalah untuk membuktikan bahwa Islam adalah ajaran yang komprehensif yang sifatnya rahmatan lil-alamin bagi semua makhluk di dunia ini. Rahmatan lil-alamin dalam ekonomi Islam adalah hal mendasar menuju kehidupan yang berkeadilan, dalam konteks mengurangi kesenjangan sosial dalam kehidupan. Karena kesenjangan yang terjadi menimbulkan gap atau pemisah antara kaum aghniya (kaya) dengan kalangan fuqara (fakir/miskin), yang berdampak pada munculnya konflik sosial. Dalam memperoleh data, digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, studi pustaka, yang melakukan studi tentang buku dan informasi lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besardampak dari pelaksanaan ekonomi Islam dalam mengurangi kesenjangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan dalam konteks kerjasama, baik dalam bentuk modal (mudharabahah dan musyarakah) atau bantuan sosial (zakat, infak, sedekah, waqaf, hibah) ternyata mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan.
KELEMBAGAAN ZAKAT DAN PREFERENSI MUZAKKI Syatir, Ahmad; Multifiah, Multifiah; Manzilati, Asfi
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan telaah pada aspek kelembagaan (institutional aspect), aturan main dalam zakat sekaligus secara bersamaan menekankan sisi subjektivitas muzakki. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kajian kepustakaan. Aspek kelembagaan zakat, baik dari sisi pelaku zakat ataupun aturan main (UU dan Ijtihad zakat) merupakan hal penting bagi keberhasilan dan ketepatgunaan potensi zakat. Selain itu, aspek kedirian (subjectivity) pelaku zakat terutama muzakki merupakan hal yang menggenapkan keberhasilan dan ketepatgunaan kelembagaan zakat. Kecenderungan praktik zakat secara langsung oleh muzakki merupakan tantangan bagi kelembagaan zakat yang telah disusun agar dapat tertanam dalam keyakinan muzakki. Sebab tidak jarang tindakan muzakki dalam berzakat lebih cenderung merupakan implikasi dari aspek-aspek atau gagasan-gagasan dasar yang informal dan telah tertanam dalam kesadarannya, seperti aspek kedekatan, pengalaman, serta khasanah kearifan lokal yang mungkin tidak termuat atau malah bertentangan dengan kelembagaan zakat. Perubahan pada kelembagaan zakat yang lebih mewakili karakter subjektif muzakki merupakan hal yang harus dipenuhi untuk mencapai keberhasilan dan ketepatgunaan potensi zakat yang relatif besar di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6