cover
Contact Name
Darmulia
Contact Email
ajme@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285299433474
Journal Mail Official
ajme@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 9 No. 29
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering
ISSN : 3026619X     EISSN : 30263506     DOI : -
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) merupakan jurnal yang menjawab tantangan keilmuan masa depan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tengah masyarakat, akademisi, pemerintah dan perusahaan untuk memperoleh informasi ilmiah, hasil penelitian ilmiah yang di hasilkan di bidang teknik mesin yang mencakup dalam jurnal ini khusunya dalam bidang Konversi Energi, Konstruksi, Metalurgi yang di terbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar
Articles 112 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN PAHAT KARBIDA DENGAN HIGH SPEED STEEL (HSS) TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PEMBUBUTAN Baharuddin; Darmulia; Obet Ranteallo
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia manufaktur, kualitas permukaan hasil pembubutan merupakan aspek penting yang sangat memengaruhi performa dan daya tahan produk akhir. Tujuan penelitian ini adalah Membandingkan kualitas hasil permukaan (Ra) antara kedua jenis pahat dengan kecepatan pemakanan (Feeding) yang sama serta Menganalisis pengaruh penggunaan pahat karbida dan HSS terhadap nilai kekasaran permukaan hasil pembubutan. Hasil penelitian menunjukkan, pahat HSS secara umum menghasilkan kualitas permukaan (Ra) yang lebih halus dan stabil dibandingkan pahat Karbida, meskipun keduanya diuji pada kecepatan pemakanan (feeding) yang sama. Hal ini terlihat jelas pada benda uji A dan C, di mana pahat HSS menunjukkan nilai kekasaran permukaan yang lebih rendah dan konsisten. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa pengaruh jenis pahat terhadap kekasaran permukaan sangat signifikan. Pahat HSS memberikan hasil terbaik pada benda uji A (2,340–2,940 ?m) dan C (penurunan bertahap dari 4,180 hingga 2,131 ?m). Sebaliknya, pada benda uji B, pahat Karbida memberikan hasil yang lebih baik (3,500–3,820 ?m) dibandingkan pahat HSS yang menghasilkan kekasaran tertinggi (hingga 4,900 ?m). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik material benda uji memengaruhi performa masing-masing pahat, dan pahat HSS cenderung lebih unggul dalam menghasilkan permukaan halus pada sebagian besar kondisi yang diuji.
MODIFIKASI KOMPRESOR KULKAS MENJADI POMPA ANGIN Kusnadi; Djupri Juma Pabeta; Suhardi Hafid
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah elektronik seperti kompresor kulkas bekas dapat diatasi melalui rekayasa ulang yang berorientasi pada pemanfaatan kembali komponen bernilai guna. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses modifikasi kompresor kulkas menjadi pompa angin serta menganalisis efisiensi energinya. Metode penelitian meliputi tahap perancangan, perakitan, dan pengujian dengan durasi waktu 300 detik dan 600 detik. Parameter yang diamati mencakup tekanan udara, volume udara, tegangan, arus listrik, daya listrik, dan efisiensi sistem. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan daya udara secara konsisten seiring waktu, meskipun diikuti dengan kenaikan konsumsi daya listrik. Efisiensi energi sistem relatif stabil dan menunjukkan tren peningkatan, mencerminkan konversi energi yang cukup baik. Keunggulan alat terletak pada desain yang ekonomis, peningkatan performa udara, dan efisiensi yang adaptif. Adapun kelemahan meliputi konsumsi daya tinggi serta tidak adanya sistem pendingin, yang dapat memengaruhi kinerja jangka panjang. Dengan demikian, alat ini dinilai layak untuk aplikasi ringan dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan efisiensi serta ketahanan operasional.
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTARAN MESIN BUBUT DENGAN MENGGUNAKAN PAHAT HSS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN Nur Asaf Abdullah; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pembubutan sering terjadi peningkatan panas, hal ini akan berpengaruh terhadap Tingkat kekasaran permukaan benda kerja. Kekasaran permukaan pada hasil pembubutan sangat penting diperhatikan, karena permukaan komponen mesin memiliki pengaruh yang penting. Pemilihan bahan baku juga berpengaruh pada hasil pembubutan terutama berkaitan dengan kualitas kekasaran permukaan. Rumusan masalah yang ada yaitu : 1) Bagaimana pengaruh variasi kecepatan potong pada mesin bubut terhadap nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan pada material Baja ST 42 menggunakan pahat HSS?, 2) Kecepatan putaran manakah yang memberikan nilai kekasaran permukaan terendah pada material baja ST 42 saat menggunakan pahat HSS?. Adapun tujuan penelitian ini yaitu : Menganalisis pengaruh variasi kecepatan potong mesin bubut terhadap nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan pada material baja ST 42 menggunakan pahat HSS, 2) Menentukan kecepatan putaran yang menghasilkan nilai kekasaran permukaan terendah pada material tertentu saat menggunakan pahat HSS. Hasil penelitian yang didapat berdasarkan hasil pengujian, variasi kecepatan putaran mesin bubut memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kekasaran permukaan pada material baja ST 42 menggunakan pahat HSS. Pada putaran rendah (360 rpm), kekasaran permukaan masih tergolong tinggi dengan rata-rata 2,76 ?m. Saat kecepatan ditingkatkan ke 500 rpm, terjadi penurunan kekasaran menjadi rata-rata 2,662 ?m, yang menunjukkan peningkatan kualitas permukaan. Namun, pada putaran tinggi (840 rpm), kekasaran meningkat kembali menjadi 3,00 ?m, yang kemungkinan disebabkan oleh getaran mesin dan suhu tinggi pada pahat selama pemesinan. Dari ketiga variasi putaran yang diuji putaran paling optimal adalah 500 rpm, terbukti memberikan hasil kekasaran permukaan terendah dan paling optimal. Ini menunjukkan bahwa kecepatan sedang cenderung menghasilkan proses pemotongan yang lebih stabil, minim getaran, dan memberikan hasil permukaan yang lebih halus.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH SUDU IMPPELLER TERHADAP KINERJA POMPA SENTRIFUGAL Rahmat Laode; Muhammad Syafrun; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impeller adalah sebuah komponen kipas pada pompa sentrifugal yang berfungsi mengubah tekan yang renda majadi tekanan yang lebih tinggi sehingga dapat memompa air dan impeller mempunyai sudu yang berbeda – beda jumlah sudunya, adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu bagaimana pengaruh varisasi jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta bagaimana pengaruh jumlah sudu impeller terhadapat kecepatan aliran, bagaiamana pengaruh jumlah sudu impeller terhadap efesiensi pompa adapun tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap keceptan aliran yang di hasilkan pompa, dan menganalisi pengaruh jumlah sudu terhadap efesiensi pada pompa. Pengujian dilakukan dengan variasi jumlah sudu yaitu 4,6 dan 8 dengan 2 jenis sudu yaitu miring dan lurus. Hasil analisis untuk debit yang di hasilkan pada jenis sudu miring dengan jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000233), sudu 6 dengan nilai (0,00025) dan sudu 8 dengan nilai (0,000266) sedangkan pada impeller jenis sudu lurus pada jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000226), sudu 6 dengan nilai (0,000236) dan sudu 8 dengan nilai (0,000246). Untuk hasil analisis pada kecepatan aliran yang dihasilkan pada jenis impeller sudu miring pada sudu 4 dengan nilai (1,15), sudu 6 dengan nilai (1,24) dan sudu 8 dengan nilai (1.32) sedangkan pada impeller jenis lurus pada sudu 4 mendapatkan nilai (1,12) sudu 6 dengan nilai (1,17) dan pada sudu 8 dengan nilai (1,22), dan hasil analisis pada efesiensi pompa pada jenis impeller sudu miring dihasilkan sudu 4 dengan nilai (12,01), untuk sudu 6 dengan nilai (16,27) dan untuk sudu 8 mendapat nilai (19,6), sedangkan impeller jenis sudu lurus pada sudu 4 mendapat nilai (9,97), pada sudu 6 mendapat nilai (13,04) dan pada sudu 8 mendapat nilai (16,31). Kemiringan sudu sangat berpengaruh pada kinerja pompa.
RANCANG BANGUN ALAT PEMBELAH KAYU MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK Sulaeman; Yuyun; Muh Syahrir Habiba; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat, khususnya di pedesaan, akan alat pembelah kayu yang lebih efisien, aman, dan tidak bergantung pada proses manual yang memerlukan banyak tenaga dan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun alat pembelah kayu sederhana berbasis motor listrik yang efektif digunakan pada skala rumah tangga maupun usaha kecil. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan komponen mekanik, perhitungan teknis, pemilihan material, proses fabrikasi, dan pengujian kinerja alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat menggunakan motor listrik tipe Asynchronous Motor YC 7124 dengan daya 190 watt, kecepatan putaran 1400 rpm, dan menghasilkan torsi sebesar 1,29 N.m dilengkapi dengan gearbox rasio 1:10 menghasilkan torsi output sebesar 12,9 N.m dan kecepatan putar 140 rpm serta menggunakan transmisi rantai dan sprocket tipe 428-14T dengan panjang rantai 1555,44 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa alat pembelah kayu berbasis motor listrik berhasil dirancang dan dibangun dengan spesifikasi teknis yang sesuai, mampu bekerja secara efektif, aman, dan layak digunakan pada skala kecil.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN OLI TERHADAP KEKUATAN TARIK ST 60 DENGAN TEMPERATUR 1200°C Muhajirin Rahman; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin oli terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro baja karbon ST 60 setelah melalui proses perlakuan panas pada temperatur 1200°C. Perlakuan panas dilakukan dengan memanaskan spesimen hingga temperatur austenitisasi, kemudian didinginkan secara cepat (quenching) menggunakan oli dengan viskositas berbeda (10W-40, 20W-40, dan 20W-50). Pengujian dilakukan melalui uji tarik menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dan observasi struktur mikro menggunakan mikroskop metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media pendingin berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik baja ST 60. Spesimen yang didinginkan menggunakan oli 10W-40 menunjukkan regangan tertinggi (40%) namun kekuatan tarik terendah (520 MPa), menandakan peningkatan keuletan namun penurunan kekuatan. Oli 20W-40 menghasilkan kombinasi paling seimbang dengan kekuatan tarik 810 MPa dan regangan 38%, sementara oli 20W-50 menunjukkan kekuatan tarik 880 MPa dengan regangan yang sama, tetapi dengan hasil beban aktual tertinggi. Spesimen normal (tanpa quenching) menunjukkan kekuatan tarik tertinggi (1180 MPa) namun regangan lebih rendah (25%). Hasil ini menunjukkan bahwa jenis dan viskositas oli sebagai media pendingin sangat mempengaruhi performa mekanik baja ST. 60.
Analisis Prestasi Turbin Pelton Dengan Variasi Jumlah Sudu Turbin Saripuddin M; Muhammad Syafrun; M Agung Prasetya Usman; Sahrullah
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin Pelton merupakan salah satu jenis turbin impuls yang sangat umum digunakan pada pembangkit listrik tenaga air seperti pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Pemilihan turbin ini didasarkan pada efisiensi tinggi dari turbin Pelton.Metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Studi Pustaka, Studi Literatur, Studi Modifikasi Alat Penelitian. Setelah itu data diperoleh dengan prosedur pengetesan modifikasi turbin pelton. Hasil yang diperoleh pada analisis prestasi turbin pelton dengan variasi jumlah sudu yang terdiri dari tiga variasi sudu. Pada hubungan antara kecepatan aliran air terhadap debit air, terlihat bahwa semakin cepat aliran air yang mengalir maka debit air yang dibutuhkan semakin besar, Sudu 10 mengalirkan air secepat 3,5 m/s dengan debit air yang dibutuhkan sebesar 0,00035 m3/s dan 7,9 m/s dengan debit air yang dibutuhkan sebesar 0,00079 m3/s, pada sudu 15 air mengalir dengan kecepatan 5,4 m/s yang membutuhkan debit air sebesar 0,00054 m3/s dan 7,2 m/s dengan debit air yang dibutuhkan sebesar 0,00072 m3/s, lalu sudu 20 air mengalir melalui pipa dengan kecepatan 4,3 m/s dengan jumlah debit yang dibutuhkan sebesar 0,00043 m3/s dan 7,8 m/s yang membutuhkan debit air sebesar 0,00078 m3/s. Lalu pada hubungan jumlah sudu terhadap daya turbin, bahwa jumlah sudu mempengaruhi daya turbin nilai daya turbin pada jumlah sudu 10 diperoleh daya sebesar sebesar 6,93 watt pada pembukaan Nozzle samping,12,84 watt pada pembukaan Nozzle atas, dan 21 watt pada pembukaan Nozzle ganda. Dan dari hasil pembahasan hubungan antara sudu turbin terhadap efisiensi turbin, nilai efisiensi turbin pada jumlah sudu 10 sebesar 40,76 % pada pembukaan Nozzle samping dan 14,47 % pada pembukaan Nozzle ganda.
Analisa Perbandingan Performa Motor Matic Terhadap Pengaruh Variasi Berat Roller Dan Kemiringan Rumah Roller Pada Sistem CVT (Continously Variable Transmission) Darmulia; Djufri Juma Pabeta; Burtono; Mohammad Syuaib
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi berat roller dan sudut kemiringan rumah roller terhadap performa motor matic. Penelitian dilakukan di Bengkel Sepeda Motor Antang Raya, Jalan Inspeksi Kanal PAM No. 57 Kassi-Kassi, Makassar, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan teknik analisis deskriptif. Pengujian dilakukan pada sepeda Motor Yamaha Mio Sporty tahun 2009 kapasitas mesin 110 cc dengan memvariasikan massa roller 13 gram, 14 gram dan 15 gram dengan variasi putaran mesin 2000 rpm, 3000 rpm dan 4000 rpm. Alat yang digunakan dalam proses pengambilan data penelitian adalah dynotest. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh berat roller dan sudut kemiringan rumah roller terhadap performa motor matic semakin banyak variasi sudut kemiringan drive pulley akan meningkatkan performance yang berbeda-beda pada sepeda motor matic dimana performance terbaik dihasilkan pada sudut kemiringan drive pulley 13º, 14º dan 15º dengan torsi, daya efektif, pemakaian bahan bakar, pemakaian bahan bakar spesifik dan efesiensi thermal efektif.
Modifikasi Alat Pengubah Air Laut Menjadi Air Tawar Berbasis Penyaringan Carbon Aktif Dan Zeolit Aktif Djufri Juma Pabeta; Darmulia; Muh Nurul Ikhsan; Irfan
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air di daerah pesisir umumnya lebih rendah. Nilai salinitas air di kawasan ini tidak layak untuk dikonsumsi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tingginya angka salinitas adalah dengan teknik penyaringan dengan metode reverse osmosis dengan memodifikasi alat pengubah air laut menjadi air tawar berbasis penyaringan carbon aktif dan zeolit aktif.menganalisis penurunan kadar garam pada air dengan filtrasi zeolit dan carbon aktif dengan metode reverse osmosis untuk mengetahui air laut yang telah di olah sudah memenuhi standar konsumsi, metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Studi Pustaka, Studi Literatur, Studi Modifikasi Alat Penelitian. Setelah itu data diperoleh dengan prosedur pengetesan modifikasi alat pengubah air laut.Setelah melakukan pengujian alat makan selanjutnya adalah melakukan pengujian data dan Adapun data yang kami dapat setelah melakukan pengujian sebanyak 3 kali dalam 1 percobaan adapun hasil pengujian penelitian dengan nilai rata-rata (Percobaan 220 v 0,5 Mpa 1 Liter 2 Menit (Percobaan 2) 220v 0,5 Mpa 15 Liter 30 Menit (Percobaan 3) 220v 0,5 Mpa 50 Liter 60 Menit Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan terjadi penurunan terhadap angka salinitas sampel air menggunakan karbon aktif dan zeolite aktif yang diaktivasi menggunakan NaOH 0,5 M. Setelah diberi perlakuan menggunakan karbon aktif dan zeolite aktif yang diaktivasi menggunakan NaOH 0,5 M. Terjadi penurunan rata – rata 2,7 ‰ dari nilai salinitas 2,8 ‰. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian terkait yang memaparkan manfaat karbon aktif untuk penurunan salinitas air. waktu kontak yang paling baik dalam penurunan salinitas terjadi pada waktu 60 menit yang menghasilkan penurunan sebesar 2,6 ‰, dapat di simpulkan bahwa Modifikasi Alat Pengubah Air Laut Menjadi Air Tawar Berbasis Penyaringan Carbon Aktif Dan Zeolit Aktif dengan melihat alat penelitian yang sudah ada yang menggunakan system destilasi air laut setelah di lakukan pengujian dan penelitian dapat di simpulkan bahwa Ada banyak perbedaan baik itu dari tingkan evisiensi waktu dan hasil penurunan salinitasnya.
Rancang Bangun Mesin Pencacah Limbah Botol Kaca Menggunakan Sensor Sortir Kaca Dengan Sistem Penghancur Hammer Shredder Jamaluddin; Suhardi Hafid; Nur Ilman Sahid; Muh. Arifin Bahta
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Botol kaca merupakan material yang sangat getas, hal inilah yang menyebabkan proses pemesinan botol kaca sangat terbatas sehingga banyak limbah botol kaca yang terbuang sia-sia. Padahal jika diproses lebih jauh (recycle), limbah botol kaca tersebut dapat menjadi barang yang memiliki nilai tambah dan dapat diperjualbelikan seperti lampu hias, asbak, media tanam hidroponik. Sebelum dilakukan perancangan, terlebih dahulu dilakukan observasi mengenai jenis dan ukuran botol serta jenis-jenis mata pencacah untuk kaca. Selain itu, dilakukan studi literatur mengenai elemen mesin yang dibutuhkan untuk merancang alat ini. Setelah diketahui elemen mesin yang akan digunakan, alat yang akan dirancang digambar terlebih dahulu sehingga dimensi alat dapat diketahui. Percobaan alat dilakukan setelah perancangan. Jika alat masih belum bekerja secara optimal akan dilakukan perencanaan kembali. Dari perencanaan dan pendekatan perhitungan yang dilakukan, putaran perencanaan 2800 rpm dihasilkan daya motor sebesar 370W sehingga digunakan motor dengan daya 0,5 HP, menggunakan sistem transmisi belt dan pulley dengan perbandingan pulley 2:1 diameter pulley penggerak 3”, pulley yang digerakkan 6” dan belt yang digunakan adalah belt dengan tipe A dengan panjang belt 1380 mm. Setelah dilakukan percobaan menggunakan botol kaca, membutuhkan waktu ±5 detik.

Page 6 of 12 | Total Record : 112