cover
Contact Name
Darmulia
Contact Email
ajme@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285299433474
Journal Mail Official
ajme@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 9 No. 29
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering
ISSN : 3026619X     EISSN : 30263506     DOI : -
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) merupakan jurnal yang menjawab tantangan keilmuan masa depan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tengah masyarakat, akademisi, pemerintah dan perusahaan untuk memperoleh informasi ilmiah, hasil penelitian ilmiah yang di hasilkan di bidang teknik mesin yang mencakup dalam jurnal ini khusunya dalam bidang Konversi Energi, Konstruksi, Metalurgi yang di terbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar
Articles 56 Documents
ANALISIS KINERJA TURBIN CROSSFLOW TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN CROSSFLOW Muh Irham Maulana .S; Djupri Juma Pabeta; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan dalam pengembangan pembangkit listrik di Indonesia masih lebih banyak bergantung pada bahan bakar fosil. Penipisan stok energi fosil mendorong pengembangan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi non-fosil. Salah satu bagian dari energi bauran adalah energi air, yang memiliki potensi kapasitas yang tidak terbatas di Indonesia. Salah satu langkah yang telah diambil adalah menggunakan energi air untuk menggerakkan turbin. Dalam proses ini, energi kinetik air diubah menjadi energi mekanik saat air menggerakkan roda turbin. Energi mekanik tersebut kemudian diubah menjadi energi listrik melalui generator.Metode Penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan Turbin Crossflow, dengan variasi pembukaan katup 30°, 35°, dan 40°. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil yang didapatkan adalah debit air mengalami kenaikan berdasarkan pembukaan katup yaitu katup 30° 0,0187 m3/s, katup 35° 0,0229 m3/s, dan katup 40° 0,0287 m3/s. Daya air mengalami kenaikan yaitu katup 30° 211,15 Watt, katup 35° 258,07 Watt, katup 40° 323,65 Watt. Daya turbin mengalami kenaikan yaitu katup 30°, 73,69 Watt, katup 35° 81,00 Watt, katup 40° 86,25 Watt. Dan efisiensi mengalami penurunan yaitu katup 30° 0,35 %, katup 35° 0,31 %, katup 40° 0,27 %.
ANALISIS KINERJA POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP PERUBAHAN DIAMETER PIPA SALURAN ISAP Fauji Ponzeka; Muhammad Syafrun; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan salah satu jenis pompa yang banyak digunakan dalam berbagai industri untuk mengalirkan fluida. Efisiensi pompa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah diameter pipa saluran isap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter pipa isap terhadap head tekanan, laju aliran, daya pompa, dan efisiensi pompa sentrifugal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga variasi diameter pipa, yaitu 3/4 inch, 1 inch, dan 1 1/2 inch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter pipa, semakin tinggi head tekanan dan laju aliran yang dihasilkan. Pipa dengan diameter 1 1/2 inch menghasilkan head tekanan rata-rata tertinggi sebesar 19,53 m dan laju aliran 0,0006285 m³/s, sedangkan pipa 3/4 inch menghasilkan nilai terendah dengan head tekanan 13,20 m dan laju aliran 0,0000965 m³/s. Efisiensi pompa tertinggi juga diperoleh pada pipa 1 1/2 inch sebesar 8,11%, sementara pipa 3/4 inch memiliki efisiensi terendah sebesar 0,78%. Namun, peningkatan diameter pipa juga berdampak pada kenaikan daya pompa yang dibutuhkan, di mana pipa 1 1/2 inch memerlukan daya tertinggi sebesar 40.480,08 W. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pipa dengan diameter lebih besar dapat meningkatkan efisiensi dan performa pompa sentrifugal. Namun, pemilihan ukuran pipa harus mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi dan konsumsi daya untuk mendapatkan sistem yang optimal.
MODIFIKASI MESIN PERAJANG PISANG DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK Muh. Arya Aswatul Aswar; Darmulia; Djupri Juma Pabeta
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2020, tercatat bahwa hasil produksi pisang yang ada di sulawesi selatan mencapai 1.424.924 quintal/157,07 ton tanaman pisang. Para industri kecil umumnya masih menggunakan tenaga manusia untuk membantu mengiris pisang dengan alat perajang sederhana dan manual sehingga memperlama proses pengirisan pisang, masyarakat juga belum terlalu paham tentang alat perajang pisang ini dan tingkat efisiensi alat yang masih kurang. Beberapa studi terdahulu yang terkait dengan alat perajang pisang yang pernah ada masih relatif mahal dan proses pembersihan/maintenance yang terlihat dari konstruksi corong yang paten menyulitkan untuk dilakukan pembersihan pada bagian dalam corong dan mata pisau. Untuk itu perlu desain ulang agar proses perajangan pisang lebih optimal. Adapun tujuan dari penulisan proposal ini adalah sebagai berikut: Merancang dan membuat mesin perajang pisang, mengetahui rata-rata hasil rajangan. Prinsip kerja mesin ini adalah dari tenaga motor listrik yang dinyalakan akan menggerakan pulley 1 dari pulley 1 v-belt berputar menggerakan pulley 2 dipindahkan keporos yang dihubungkan kepisau pengiris pisang yang mampu menghasilkan irisan bulat dan memanjang. Tentunya kami ingin membuat mesin ini bisa lebih efisien dibanding mesin perajang pisang lainnya . Hasil dari mesin perajang pisang ini tidak hanya terlihat pada kapasitas produksi yang besar saja, melainkan juga rancangan/konstruksi mesin yang mudah untuk dilakukan proses pembersihan setelah mesinnya digunakan.
RANCANG BANGUN BOILER DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG Muhaddin Tamrin; Muh Aspar Karim; Obet Ranteallo; Suhardi Hafid
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boiler merupakan suatu perangkat berupa wadah tertutup yang terbuat dari baja dan digunakan untuk menghasilkan uap. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana membuat alat rancang bangun boiler dengan menggunakan bahan bakar tongkol jagung, bagaimana mengetahui panas yang dihasilkan pada ruang pembakaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah pengujian dilakukan untuk mengetahui sistem kerja alat dengan menggunkan bhan bakar tongkol jagung dan panas yang dihasilkan pada ruang pembakaran. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan, dari hasil perancangan yang kami lakukan di laboratorium teknik maka dapat disimpulkan bahwa perancangan bangun Boiler menggunakan bahan bakar tongkol jagung dan beberapa bahan yaitu besi plat, tabung freon disambungkan dengan pipa besi dan roda 2 inch pada tungku pembakaran. Hasil pengujian suhu yang dihasilkan tongkol jagung dengan perubahan suhu 31,7ºC membutuhkan 140.661 Kj/Kg energi panas untuk sampai pada suhu 967,4ºC.
ANALISIS KEGAGALAN PRODUKSI MESIN ROLL FORMING BAJA RINGAN (GALVALUM) BESI HOLLOW DI PT. HARAPAN JAYA MULTI BISNIS DENGAN METODE OVERAL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) Rezky Alamsyah; Ergi Candra Irawan; Saripuddin Muddin; Suhardi Hafid
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi pada PT Harapan Jaya Multi bisnis sangat penting untuk menunjang kemajuan perusahaan. Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam perusahaan maka perlu membangun sistem manajemen produksi yang baik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk cacat dan factor – factor yang mempengaruhi kegagalan produksi besi hollow galvalume di PT Harapan Jaya Multi Bisnis. Metode analisis pada penelitian ini, menggunakan overal equipment effectiveness (OEE) untuk menilai tingkat produktivitas mesin atau peralatan dalam suatu proses produksi dan six Sigma big losses yaitu kerugian yang terjadi pada proses produksi sehingga mengurangi efektifitas produksi. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan nilai rata – rata availability yaitu 73,38 %, performance rate 60,87%, dan quality rate 99,61%. Sehingga, menghasilkan nilai overall equipment effectiveness (OEE) yaitu 44,14 %. Nilai ini belum memenuhi standar world class yaitu 85%. Nilai losses yang menyebabkan rendahnya nilai OEE yaitu equipment failure dengan nilai 26,62 %, reduce speed yaitu 13,12 % dan Idle and Minor Stoppage yaitu 12,97 %. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai losses dapat mengurangi efektivitas dan efisiensi produksi dikarenakan seringnya terjadi permasalahan teknis pada peralatan yang membutuhkan perawatan berkala dan keterlambatan supply bahan juga menjadi factor penyebab tingginya nilai losses.
PENERAPAN INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MONITORING KESELAMATAN KERJA DI TAMBANG BAWAH TANAH Hasni kasim; Muhammad Yusuf; Muh. Fahmi Basmar
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pertambangan bawah tanah memiliki risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi akibat lingkungan yang berbahaya, seperti potensi ledakan gas, keruntuhan terowongan, dan pergerakan alat berat di ruang terbatas. Metode pemantauan keselamatan konvensional seringkali bersifat reaktif dan memiliki keterbatasan dalam menyediakan data secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem monitoring keselamatan kerja berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi proaktif untuk meningkatkan standar keselamatan di tambang bawah tanah. Sistem ini mengintegrasikan jaringan sensor nirkabel untuk memantau kondisi lingkungan (kadar gas metana, karbon monoksida, dan oksigen), pelacakan lokasi pekerja secara real-time menggunakan wearable device, serta pemantauan kondisi alat berat untuk pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Data yang terkumpul dari sensor akan dikirim ke server pusat melalui gateway untuk dianalisis dan divisualisasikan pada sebuah Dashboard monitoring. Dengan adanya sistem ini, manajer keselamatan dapat mengidentifikasi potensi bahaya secara dini, mempercepat respons dalam keadaan darurat, dan mencegah kecelakaan sebelum terjadi, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA KEKUATAN TARIK BAUT SOCKET HEAD CAP M16 Arfi Jalil; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baut socket head cap M16 merupakan salah satu komponen pengikat yang banyak digunakan pada konstruksi dan perakitan mesin, sehingga membutuhkan sifat mekanik yang baik terutama kekuatan tarik. Salah satu metode untuk meningkatkan sifat mekanik baut adalah melalui perlakuan panas (heat treatment). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu perlakuan panas terhadap kekuatan tarik baut socket head cap M16. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan perlakuan panas pada baut dengan variasi suhu 750°C, 850°C, dan 950°C menggunakan media pendingin air, kemudian dilakukan pengujian tarik sesuai standar ASTM E8/E8M. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan tarik maksimum dan regangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu perlakuan panas berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik baut. Pada suhu 750°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 621,660 MPa dengan regangan tertinggi sebesar 31,37%, menunjukkan sifat yang lebih ulet. Pada suhu 850°C kekuatan tarik meningkat menjadi 745,835 MPa dengan regangan 16,55%. Sementara itu, pada suhu 950°C diperoleh kekuatan tarik tertinggi sebesar 1514,461 MPa dengan regangan terendah sebesar 11,678%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu perlakuan panas dapat meningkatkan kekuatan tarik namun menurunkan keuletan material. Dengan demikian, suhu perlakuan panas 950°C direkomendasikan untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan tarik tinggi pada baut socket head cap M16.
APLIKASI REFRIGERAN R-404A UNTUK MENGANALISA UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN PADA VARIASI PUTARAN KIPAS EVAPORATOR Muhammad Nasrul Saidhan; Djupri Juma Pabeta; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pendingin kini semakin penting untuk menjaga kualitas bahan makanan melalui proses pendinginan yang mencegah perkembangan mikroorganisme. Efisiensi sistem ini sangat bergantung pada perpindahan panas yang dilakukan oleh refrigeran melalui komponen utama seperti kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Variasi kecepatan aliran udara pada evaporator diketahui dapat mempengaruhi penyerapan kalor dan beban kerja kompresor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa unjuk kerja sistem pendingin yang menggunakan refrigeran R-404a dengan variasi putaran kipas evaporator pada posisi low (750 rpm), medium (1500 rpm), dan high (3000 rpm). Fokus penelitian adalah untuk menentukan putaran kipas yang optimal guna mencapai kinerja mesin yang maksimal pada unit cold room. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar menggunakan mesin pendingin cold room 3 PK. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan dan temperatur pada berbagai titik siklus pendinginan, serta pengukuran arus listrik kompresor. Analisis dilakukan dengan menghitung kerja kompresor, laju aliran kalor kondensasi dan evaporasi, serta Coefficient of Performance (COP) aktual maupun ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan putaran kipas evaporator memberikan pengaruh signifikan terhadap performa sistem. COP aktual rata-rata tertinggi dicapai pada posisi high (3000 rpm) sebesar 1,79, diikuti posisi medium (1500 rpm) sebesar 1,60, dan posisi low (750 rpm) sebesar 1,51. Selain itu, kerja kompresor terendah ditemukan pada putaran high (0,44 kJ/s) dibandingkan pada posisi low (0,7 kJ/s), yang menunjukkan bahwa putaran kipas yang lebih tinggi membuat kerja kompresor menjadi lebih ringan. Variasi putaran kipas evaporator berpengaruh langsung terhadap unjuk kerja mesin pendingin. Putaran kipas posisi high (3000 rpm) merupakan pengaturan yang paling optimal karena menghasilkan efisiensi dan nilai COP tertinggi serta beban kerja kompresor yang paling rendah bagi sistem pendingin cold room yang menggunakan refrigeran R-404a.
PENGEMBANGAN MESIN PENGERING BIJI KAKAO SEBAGAI OPTIMASI PROSES PASCA PANEN Abrianto; Saripuddin Muddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia yang memerlukan penanganan pasca panen yang baik untuk menghasilkan mutu biji kakao yang optimal. Salah satu tahapan krusial dalam proses pasca panen adalah pengeringan biji kakao. Metode pengeringan tradisional dengan penjemuran matahari sangat bergantung pada kondisi cuaca dan membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga berpotensi menurunkan kualitas biji kakao. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mesin pengering biji kakao skala kecil yang efektif, efisien, dan mudah dioperasikan oleh petani. Metode penelitian yang digunakan meliputi tahap perancangan, pembuatan, pengujian, dan analisis kinerja mesin pengering biji kakao. Mesin pengering dirancang menggunakan motor listrik berdaya 1 HP sebagai penggerak utama dan sistem pemanas berbahan bakar oli bekas sebagai sumber energi panas. Pengujian dilakukan dengan variasi suhu pengeringan 55°C, 60°C, dan 65°C pada berat biji kakao 5 kg dengan kadar air awal sebesar 50,6%. Parameter yang diamati meliputi waktu pengeringan, penurunan kadar air, dan perubahan berat biji kakao. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin pengering mampu menurunkan kadar air biji kakao hingga 7% pada suhu 65°C dengan waktu pengeringan paling singkat, yaitu 150 menit. Mesin bekerja secara stabil dan menunjukkan performa yang cukup baik dalam proses pengeringan. Dengan demikian, mesin pengering biji kakao hasil pengembangan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses pengeringan serta berpotensi menjadi solusi alternatif bagi petani kakao skala kecil dalam proses pasca panen.
PENGARUH VARIASI PERLAKUAN PANAS DENGAN SISTEM PENDINGINAN OLI TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA CARBON ST 60 Muh Nurhidayat AZ; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan material yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan industri, seperti pada pembangunan gedung bertingkat, jembatan, rel kereta api, komponen mesin berat, serta rangka kendaraan. Material ini dipilih karena memiliki kekuatan tinggi, ketahanan terhadap deformasi, dan ketersediaan yang luas dengan harga yang relatif terjangkau. Namun demikian, suhu memiliki pengaruh besar terhadap sifat mekanik baja ST60, terutama selama proses produksi dan perlakuan panas, di mana perubahan mikrostruktur akibat pemanasan dapat memengaruhi kekuatan, dan keuletan material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap kekuatan tarik (stress) dan regangan (strain) pada Baja ST 60, serta menentukan suhu perlakuan yang menghasilkan kombinasi kekuatan dan keuletan terbaik. Pengujian dilakukan pada variasi suhu 750°C, 850°C, dan 950°C, menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) untuk memperoleh nilai tegangan dan regangan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat mekanik Besi Cor ST60. Pada suhu 750°C, material memiliki tegangan 783,898 MPa dan regangan tertinggi 73,420%, menunjukkan sifat lebih ulet namun kurang kuat. Pada suhu 850°C, diperoleh tegangan maksimum 1488,755 MPa dan regangan 33,638%, yang menunjukkan kombinasi kekuatan dan keuletan paling optimal. Sedangkan pada suhu 950°C terjadi penurunan kekuatan menjadi 1220,665 MPa dengan regangan 25,200% akibat efek pelunakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suhu perlakuan 850°C merupakan kondisi paling ideal bagi baja karbon ST 60, karena menghasilkan keseimbangan antara kekuatan tarik tinggi dan keuletan yang baik.