cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
Analisis Unjuk Kerja (COP) Mesin Pendingin Hibrid dengan Menggunakan Refrigeran R-22 Muhsin Z. Muhsin; Djuanda Djuanda; A. Ramli Rasyid; Munandar Munandar
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 17, No 1 Okt (2017): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.332 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh unjuk kerja mesin pendingin hibrid dengan menggunakan refrigeran R-22. pengujian dilakukan dengan pengukuran temperatur dan tekanan pada beberapa titik dari rangkaian mesin pendingin hibrid. Perhitungan COP dilakukan dengan menggunakan siklus kompresi uap hibrid. Sifat termodinamika di peroleh dengan mengguanakan software Refprop. Dari hasil pengujian diperoleh rata-rata COP mesin pendingin hibrid 6,241 selama 150 menit pengujian. Sementara untuk mesin pendingin mode standar sendiri diperoleh  rata-rata COP sebesar 5,096 selama 150 menit pengujian.Kata Kunci: Unjuk kerja (COP), Mesin pendingin hibrid, Refrigeran R-22. 
Analisis Hasil Pengelasan Kampuh I Pada Baja Carbon Rendah ST 35 Ismail, Rusli
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat-sifat dari mekanis dari bahan terdapat beban tarik, lenturan, puntiran geseran , tekanan, goresan dan gesekan, untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari suatu bahan tersebut maka perlu diadakan pengujian mekanis antara lain uji tarik, uji pukul takik, uji perataan dan uji kekerasan. Sambungan las merupakan suatu proses ikatan metalurgi pada sebagian logam dalam bentuk cair atau lumer perlakuan semacam ini merupakan hal mutlak dalam setiap konstruksi yang ringan. Titik proporsional atau batas perbandingan luas yang diartikan tegangan tertinggi . dari hasil diperoleh : st = 14,934 kg/mm2, et = 2,083 %, ss = 15,246 kg/mm2 dan et = 0,283 %. Kekuatan baja ST 35 yang telah mengalami proses penyambungan dapat memberikan informasi kepada masayrakat bahwa kekuatabn tergantung bentuk kampuh dan jenis media pendingin. Dalam menganalisa kekuatan tarik memberikan hasil kekuatan las yang paling efektif efektif adalah penyambungan las kampu V dengan media pendingin air dengan jarak pengelasan 2-3 mm. Tingkat keuletan dari baja ST 35 terdapat pada sambungan las kampuh I dengan jarak pengelesan pada setiap media pendingin. Kata kunci : Pengelasan, Baja,  ST 35
Analisa Konstruksi Poros Engkol Motor Diesel Traksi 4 Langkah 6 Silinder Akhiruddin Pasdah
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poros engkol merupkan bagian utama pada mesin yang berputar yaitu merubah gerak translasi dari torak  menjadi gerak rotasi, dengan poros inilah yang menggerakkan beban baik secara lansung mampu melalui roda transmisi. Nilai tegangan kombinasi (scomb) lebih kecil dari tegangan yang diizinkan untuk bahan poros engkol. -          Untuk journal s = 800 – 1100 kg/cm2 -          Untuk cramcheek = 1500 -2200 kg/cm2 -          Untuk pena engkol = 900 – 1400 kg/cm2  Kata kunci : Konstruksi Poros Engkol Motor Diesel
Kajian Sistem Pengeringan Agregat Dengan Pemanfaatan Minyak Bakar Asphalat Mixing Plant Abd. Rahman Amir; Andi Samsu; Muhammad Djafar Sege
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 5 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian energi di indonesia hingga saat ini kian hari kian menunjukkan satu titik kemajuan, hal ini tidak dapat di pungkiri, peningkatan kebutuhan energi seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat yang tidak terlepas dari fungsi dan peranan energi itu sendiri. Peningkatan kebutuhan akan energi yang sering meningkatnya kebutuhan masyarakat pengguna energi yang tidak terlepas dari fungsi dan peranan energi itu sendiri. Dari hasil kajian pengering agregat dengan pemanfaatan minyak bakar diperoleh, kadar air 4% dalam 40 ton agregat yang bertemperatu pengering 30oC - 160oC. Komsumsi bahan bakar 188,497 kj/jam atau 199,80 liter/jam. Kalor yang dibutuhankan untuk mengeringkan 7.736.040 kj/jam dengan kapasitas 40 ton/jam. Kata kunci : Pengering agregat, Asphalat, Mixing plant
Pengaruh Debit Aliran Air Terhadap Efektivitas Radiator ef 10,52 Amrullah .
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia otomotif khususnya pada mesin motor bakar yang dikenal berbagai macam sistem yang bekerja. Sistem yang bekerja tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kemajuan dibidang otomotif secara prinsip merupakan implikasi dari adanya tuntutan pengguna otomotif itu sendiri. Berdasarkan pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator, maka diperoleh efektifitas terbaik e = 0,931 dengan debit Q = 0,388  m3/s, pada putaran n = 1900 rpm, efektifitas fin ef = 10,52 dan efesisensi finh =  0,697 % Kata kunci : Debit aliran air, efektifitas radiator
Analisis Perbandingan Kualitas Las SMAW Kampuh V dengan Uji Bending pada Baja ST 37 Muhsin Zainal; Suardy Suardy; Suryadi Suryadi
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 19, No 1 Okt (2018): JURNAL TEKNIK MESIN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.802 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dilaksanakan di laboratorium Pengelasan Pendidikan Teknik Mesin Univeritas Negeri Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah hasil pengelasan material baja karbon rendah las SMAW dengan elektroda E6013. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah masing-masing kelompok arus pengelasan adalah 3 buah dan untuk sampel kontrol masing-masing kelompok arus pengelasan adalah 2 buah. Dengan demikian jumlah sampel keseluruhan adalah 15 buah. Hasil penelitian ini data hasil statistik analisis inferensial dengan menggunakan analisis uji beda t terdapat perbedaan kekuatan bending antara diameter elektroda 2,6 mm dan diameter elektroda 3,2 mm namun perbedaan antara kedua diameter elektroda tersebut tidak signifikan.Kata Kunci : Las SMAW, Uji Bending, Baja Karbon Rendah.
Pengaruh Suhu dan Tekanan Vakum Terhadap Penguapan Air dan Perubahan Warna (b) Keripik Buah Selama Proses Penggorengan Vakum . Jamaluddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 4 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna (b) menunjukkan warna kromatik antara biru dan kuning, warna (b) adalah salah satu yang berpengaruh pada warna keripik buah, agar warna (b) pada buah tidak banyak mengalami perubahan selama penggorengan, maka perlu pengendalian proses dengan cara memperhatikan kondisi dan perubahan yang terjadi selama penggorengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan tekanan terhadap penguapan air, penurunan kadar sukrosa dan perubahan warna (b) pada keripik buah selama proses penggorengan vakum. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu 90 dan 100OC, lama penggorengan 15 sampai 60 menit dan tekanan vakum 10 dan 15 kPa. Parameter yang diamati adalah warna (b), kadar air dan kadar sukrosa sebelum dan setelah sampel digoreng. Hasil penelitian menunjukkan perubahan warna (b) dipengaruhi oleh suhu dan tekanan vakum. Disamping itu perubahan warna (b) juga dipengaruhi oleh penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa dari dalam padatan, bilamana penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa dari dalam padatan belum konstan sebelum kadar air dan kadar sukrosa mencapai 15% warna (b) terus mengalami perubahan, namun ketika penguapan air bebas dan penurunan kadar sukrosa mulai konstan atau di bawah 15% warna (b) juga sudah cenderung konstan. Kata kunci : Suhu, tekanan, kadar air, kadar sukrosa dan warna (b).
Analisis Kebisingan Terhadap Motor Bakar 4 Tak Badaruddin Anwar
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 4 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar tingkat kebisingan lingkungan yang ditimbulkan oleh sepeda motor 4 tak. Selain itu juga untuk mengetahui perbedaan tingkat kebisingan lingkungan yang ditimbulkan oleh sepeda motor  4  tak merek (Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Data penelitian ini diperoleh dengan metode eksperimen dan menggunakan bantuan alat “Sound Level”. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. objek penelitian ini adalah kendaraan bermotor yang beroperasi di Kota Makassar merek (Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki). Hasil analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa besarnya tingkat kebisingan motor 4 tak, merek Honda sebesar 83,89 dB(A), merek Yamaha sebesar 77,96 dB(A), Suzuki sebesar 73,94 dB(A), dan Kawasaki 82,91 dB(A). juga pada motor 4 tak terdapat perbedaan tingkat kebisingan yang signifikan yang disebabkan oleh motor Honda dengan Kawasaki sebesar 9,95 dan motor Suzuki dengan Kawasaki sebesar -8,97. Kata Kunci: Kebisingan, Motor 4 Tak
Perlakuan Serat Ijuk dengan Resin Polyster pada Komposit untuk Meningkatkan Sifat Mekanik . Mardin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 15, No 1 Apr (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Serat ijuk sebagai penguat pada material komposit masih sangat terbatas penggunaannya, sehingga perlu upaya pengembangan karena katersediaannya cukup banyak  dan dapat diperbaharui karena diperoleh dari tanaman pohon aren yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia dan secara alamiah sudah berbentuk serat. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui kekuatan sifat-sifat mekanik yang dimiliki dengan  menvariasikan arah sudut serat. Hasil penelitian menunjukan bahwa. Semakin besar energy impack yang di berikan maka semakin besar pula kekuatan impack yang terjadi. Sudut serat yang memiliki kekuatan impack tertinggi adalah 00/900/00/900 dengan perendaman NaOH 5% selama 4 jam yang menghasilkan kekuatan impack sebesar 41.175 joule, sedangkan sudut serat yang memiliki kekuatan impack terendah adalah 45/0/90/-45 dengan perendaman NaOH 20% selama 4 jam yang menghasilkan kekuatan impack 1.584 joule. Dengan hasil penelitian ini diharapkan menambah informasi tentang material konstruksi yang selama ini bahan konstruksi didominasi bahan logam. Kata kunci : serat ijuk, komposit, sifat mekanik, Defleksi, Energi Impak
Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor Sistem Konvensional dan Sistem EFI Saharuna Saharuna
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 16, No 1 Apr (2017): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.747 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi bahan bakar sepeda motor sistem konvensional dan sistem EFI serta kadar CO dan HC pada sepeda motor Honda Beat 110 cc. Obyek penelitian ini adalah mesin sepeda motor Honda Beat sistem konvensional 110 CC dan Honda Beat sistem EFI 110 CC. Pengambilan data dilakukan melalui uji coba serta menggunakan lembar observasi atau dalam bentuk tabel. Cara penelitian yang digunakan adalah uji coba. Teknik analisis data mempergunakan teknik analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara langsung hasil uji coba kemudian menyimpulkan dalam bentuk tabel dan grafik. Pada pengujian ini di gunakan gelas ukur dan speedo meter untuk mengetahui konsumsi bahan bakar dan jarak tempuh sepeda motor. Pengambilan data dilakukan sesuai pemakain normal jalur macet dan lancar dengan kecepatan maksimal 20-60 km/jam. Hasil uji coba menunjukan adanya perbedaan jarak tempuh untuk 1 liter bensin dimasing-masing sepeda motor. Untuk konsumsi bahan bakar 1 liter bensin pada sepeda motor sistem konvensional dengan berat beban 55 kg jarak tempuh yang diperoleh 47,5 Km/Jam jika dibandingkan dengan berat 110 kg untuk konsumsi 1 liter bensin jarak tempuh yang diperoleh 32,8 Km/Jam. Begitu pula untuk konsumsi bahan bakar 1 liter bensin pada sepeda motor sistem EFI dengan berat 55 kg jarak tempuh yang diperoleh 58,5 Km/Jam, jika dibandingkan dengan berat 110 kg untuk konsumsi 1 liter bensin jarak tempuh yang diperoleh 42,9 Km/Jam. Sehingga dari penelitian yang sudah dilakukan pada sepeda sistem konvensional 110 CC dan sepeda motor sistem EFI 110 CC dapat disimpulkan bahwa ternyata ada pertambahan jumlah jarak tempuh pada sepeda motor yang memiliki beban yang ringan jika dibandingkan dengan sepeda motor yang memiliki beban yang berat. Kata Kunci : Bahan bakar, Sepeda Motor Sistem konvensional dan EFI

Page 11 of 24 | Total Record : 232