cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Penatalaksanaan Holistik Pasien Anak Dengan Konjungtivitis Alergi ODS Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga panca Bayu Pamungkas
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp100-108

Abstract

Abstrak: Bagian mata yang pertama terpapar alergen ialah konjungtiva, sehingga penyakit alergi mata merupakan masalah mata yang umum. Konjungtivitis alergi adalah saat konjungtiva mengalami inflamasi karena alergi. Konjungtivitis kerap ditemukan pada anak-anak. Pada negara yang sudah maju, terdapat 15-20% anak-anak terkena konjungtivitis. Tenaga kesahatan terkadang mengalami kesulitan dalam membedakan penyebab dari konjungtivitis. Penatalaksanaan konjungtivitis secara tepat sangat diperlukan untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi dengan pendekatan kedokteran keluarga. Artikel ini merupakan bentuk dari menrapkan kedokteran keluarga dengan basis evidence based medicine kepada pasien dengan melakukan identifikasi risiko, permasalahan klinis, serta tata talaksana pasien berdasar pada kerangka masalah dengan menggunakan pendekatan yang meliputi patient centred, family approach, serta community oriented. Studi ini ialah studi laporan kasus. Data primer didapat lewat alloanamnesis, pemeriksaan, kunjungan ke rumah guna melengkapi data keluarga secara psikososial, serta lingkungan. Penilaian berdasar pada diagnosis holistik awal, proses serta akhir. An. B usia 7 tahun memiliki keluhan mata merah penglihatan normal. Pemeriksaan fisik didapat injeksi konjungtiva ODS serta sekret serosa. Pasien terdiagnosis konjungtivitis alergi. Setelah intervensi, didapat kesembuhan serta kenaikan pengetahuan pada keluarga. Tatalaksana holistik bisa menaikan pengetahuan, sikap, serta perilaku keluarga dalam hal merawat serta mengobatai pasien. Kata Kunci: konjungtivitis alergi, pasien anak, penatalaksanaan kedokteran keluarga
Penatalaksanaan Holistik Ny. W 74 Tahun dengan Hiperkolesterolemia melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Ni Made Indah Ayuni
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp109-120

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi dimana konsentrasi kolesterol darah mengalami peningkatan yang melebihi batas nilai normal, yakni 200 mg/dL atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko pasien dan kelainan klinis serta memberikan pengobatan yang terintegrasi dan komprehensif dengan menggunakan prinsip pendekatan yang berpusat pada pasien dan berpusat pada keluarga berdasarkan pengobatan berbasis bukti. Penelitian ini berupa laporan kasus dimana data primer yang didapat dengan metode riwayat autologus dan alogenik, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan diagnosis komprehensif pada awal, perjalanan, dan akhir penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah penatalaksanaan komprehensif dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien terhadap penyakitnya. Pengobatan pasien juga dapat dipengaruhi oleh peran keluarga.
Perbedaan Penurunan Fungsi Ginjal Pada Pasien Preeklamsia dan Eklamsia Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Rio Afrian Pratama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp121-127

Abstract

Abstrak: Preeklampsia merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah ≥ 140/90 mmHg disertai dengan proteinuria minimal (<2g/L/24jam) pada saat kehamilan. Preeklampsia menyebabkan 15–20% kematian pada ibu hamil di seluruh dunia. Preeklampsia berat yang tidak mendapat penanganan yang memadai disertai kejang yang disebut eklampsia. Preeklampsia dan eklampsia dapat menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya adalah terganggunya fungsi ginjal yang ditandai oleh penurunan fungsi filtrasi glomerulus. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan penurunan fungsi ginjal antara preeklampsia dan eklampsia. Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah total sampling. Pengambilan sampel menggunakan rekam medis dan didapatkan sampel sejumlah 59 pasien. Analisis data menggunakan uji independent t-test. Rata-rata penurunan nilai LFG tertinggi adalah pasien preeklampsia. Nilai LFG tertinggi pada pasien preeklampsia adalah 204,33 ml/min, terendah 6,97 ml/min dan rata rata 94,74 ml/min. Nilai LFG tertinggi pada pasien eklampsia adalah 187,88 ml/min, terendah 25,19 ml/min, dan rata rata 106,81 ml/min. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penurunan fungsi ginjal antara pasien preeklampsia dan eklampsia.
Pemeriksaan Laboratorium Pada Infeksi Gastrointerstinal : Tinjauan Pustaka DION PARDAMEIAN HUTASOIT
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp45-51

Abstract

Penyakit infeksi gastrointestinal oleh masuk dan berkembangbiaknya mikroorganisme seperti bakteri, fungi, parasite atau virus. Beberapa penelitian pada bidang kesehatan menunjukkan banyak infeksi seperti pada saluran pernafasan dan pencernaan yang disebabkan bakteri. Pemeriksaan laboratorium adalah salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk menegakkan diagnosis dan etiologi penyakit infeksi yang diderita. Umumnya terdapat flora normal dalam saluran cerna yang tidak membahayakan. Namun, apabila dipengaruhi oleh factor-faktor predisposisi, flora normal tersebut akan menjadi pathogen dalam tubuh dan dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Infeksi gastrointestinal yang banyak ditemui adalah gastroenteritis atau diare. Diare merupakan suatu masalah yang masih sering terjadi diberbagai negara terutama negara berkembang. Angka kesakitan diare di Provinsi Lampung menunjukkan peningkatan, yaitu dari 9.8 per 1000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 18.24 per 1000 penduduk pada tahun 2012.
Penatalaksanaan Holistik Laki – Laki Usia 65 Tahun Dengan Gout Arthritis Dan Diabetes Melitus Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang : Laporan Kasus Muhammad Dzaki Hidayatullah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp128-139

Abstract

Gout arthritis and diabetes mellitus are chronic diseases that need to be controlled with medication adherence and healthy lifestyle to prevent complications from these diseases. The Riskesdas 2018 show 7,30% and 1,6% of people aged ≥ 15 years with joint disease and diabetes respectively in Indonesia. Aims at implementing holistic and comprehensive family doctor services by identifying risk factors, clinical problems, management and prevention of patient complications based on evidence-based medicine through a patient centered and family approach. This research is included in the case report type. Primary data was collected from autoanamnesis and alloanamnesis, physical and supporting examinations, and home visits. Secondary data was obtained from patient medical records. The basis of the assessment is a holistic diagnosis of the beginning, process and end of the research qualitatively and quantitatively. Patient Mr. Y, 65 years old, has been diagnosed with gout arthritis and diabetes mellitus type 2. The internal factor is ignorance about the cause of the disease. The external factors are family history of the disease and family ignorance about the disease. Pharmacological and non-pharmacological intervention were carried out by education and counselling through family conference. The diagnosis and management of this patient has been carried out in a holistic, patient centered, family approach and refers to a number of theories and the latest research. In the behavior change process, patients and families have reached the adoption stage.
Ibu Hamil 35 Tahun dengan Neopalsma Ovarium Kistik Besar Nurul Islamy
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp140-145

Abstract

Absrak : Tumor ovarium adalah neoplasma yang berasal dari jaringan ovarium. Tumor ovarium berdasarkan konsistensinya bisa bersifat solid atau kistik. Tumor ovarium berdasarkan histopatologinya bisa bersifat jinak atau ganas. Pada tumor ovarium kistik dengan ukuran besar dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dilakukan persiapan dan penatalaksaaan penelitian telah melaporkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian neoplasma ovarium dengan faktor perilaku, hormonal, pola makan, paparan kerja, dan juga genetik. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang. Adanya perut yang membesar merupakan keluhan utama pada pasien dengan neoplasma ovarium. Selain itu pasien terkadang mengeluhkan sesak nafas akibat adanya desakan massa ke atas. Penatalaksanaan untuk kasus dengan Neoplasma Ovarium, beberapa peneliti pernah melaporkan penggunaan tenik laparoskopi. Beberapa kasus lainnya dikelola dengan teknik laparotomi. Kata kunci: tumor ovarium, tumor ovarium kistik. Abstract : Ovarian tumors is a neoplasms that originate from ovarian tissue. Ovarian tumors, based on their consistency, can be solid or cystic. Ovarian tumors, based on histopathology, can be benign or malignant. In cystic ovarian tumors with a large size can cause severe complications if proper preparation and management are not carried out. The etiology of ovarian neoplasms is still not known with certainty. However, several studies have reported there is a relationship between the occurrence of ovarian neoplasms and behavioral, hormonal, diet, work exposure, and genetic factors. Diagnosis is based on history, physical examination and support. The presence of an enlarged abdomen is a major complaint in patients with ovarian neoplasms. In addition, patients sometimes complain of shortness of breath due to the upward mass pressure. In the management of cases with ovarian neoplasms, several researchers have reported the use of laparoscopic techniques. Several other cases were managed by laparotomy technique. Keywords: ovarian tumor, cystic ovarian tumor
Review Artikel: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepadatan Lalat Fauzan Naufal Apriliansyah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp1-6

Abstract

Abstrak: Penyakit yang disebabkan oleh lalat cukup signifikan di seluruh belahan dunia, terlebih lagi wilayah dengan sanitasi yang buruk. Pada negara berkembang, diare merupakan penyebab utama kematian pada anak, sedangkan demam tifoid menyentuh angka 500 kasus setiap 100.000 penduduk penduduk tiap tahunnya di Asia Tenggara. Penyakit ini dapat diminimalkan persebarannya dengan meningkatkan akses bersih terhadap air dan kebersihan lingkungan. Kepadatan lalat merupakan suatu indikator tinggi atau rendahnya kondisi sanitasi, sehingga terlihat penurunan dari kualitas suatu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kepadatan lalat berdasarkan kajian review. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi literatur dengan mengakses media elektronik portal publikasi ilmiah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kepadatan lalat antara lain, yaitu sanitasi, sikap, suhu, pencahayaan, kelembapan, pengelolaan sampah, dan lingkungan.
Pengaruh Diabetes Mellitus Terhadap Prognosis Pasien dengan Infark Miokard Akut Vania Sani Widyadana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp54-61

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan faktor risiko mayor terjadinya Infark Miokard Akut (IMA) dan berpotensi memperburuk prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Diabetes Mellitus terhadap prognosis pasien dengan Infark Miokard Akut melalui systematic review terhadap penelitian-penelitian terkait. Systematic review dilakukan terhadap 10 penelitian yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2019-2022, dengan pencarian literatur pada database elektronik menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi mencakup studi observasional, eksperimental, dan RCT yang mengevaluasi hubungan DM dengan outcome IMA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien DM dengan HbA1c >7% memiliki risiko mortalitas 2.5 kali lebih tinggi pasca IMA, sementara durasi DM >10 tahun berkorelasi dengan luas infark yang lebih besar dan peningkatan risiko gagal jantung (OR: 2.8, 95% CI: 1.6-4.9). Mikroangiopati diabetik berhubungan dengan fenomena no-reflow post-PCI dan outcome yang lebih buruk. Pasien DM juga menunjukkan peningkatan risiko komplikasi mekanik dan aritmia ventrikel maligna (HR: 2.4, 95% CI: 1.8-3.2), serta memerlukan biaya perawatan 2.3 kali lebih tinggi. Dapat disimpulkan bahwa DM memiliki dampak signifikan dalam memperburuk prognosis pasien IMA melalui berbagai mekanisme, termasuk gangguan reperfusi, peningkatan risiko komplikasi, dan outcome yang lebih buruk, sehingga optimalisasi kontrol glikemik dan strategi tatalaksana yang spesifik diperlukan untuk meningkatkan prognosis pada populasi.
Manajemen Nyeri Pasca Operasi Laparotomi : Tinjauan Pustaka Haya Falisa Karimah; Ari Wahyuni; Selvi Marcellia; Dendy Maulana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp62-66

Abstract

Manajemen nyeri pasca operasi merupakan aspek penting dalam perawatan pasien setelah menjalani laparotomi. Penggunaan opioid sebagai dasar manajemen nyeri sering kali dibatasi oleh efek samping yang berpotensi berbahaya, seperti kecanduan dan depresi pernapasan. Oleh karena itu, pendekatan multimodal yang menggabungkan berbagai teknik analgesik dan metode non-farmakologis menjadi semakin relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi manajemen nyeri multimodal dalam mengurangi penggunaan opioid dan meningkatkan pemulihan pasca operasi. Hasil menunjukkan bahwa terapi ini tidak hanya mengurangi efek samping yang terkait dengan penggunaan opioid, tetapi juga meningkatkan kontrol nyeri secara keseluruhan dan kualitas hidup pasien. Dengan demikian, penerapan strategi manajemen nyeri yang komprehensif dan terintegrasi diharapkan dapat memberikan hasil pemulihan yang lebih baik bagi pasien pasca laparotomi. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya intervensi non-farmakologis, seperti teknik relaksasi dan edukasi preoperasi, sebagai bagian dari manajemen nyeri yang efektif. Manajemen ini diharapkan dapat mengatasi tantangan global terkait penggunaan opioid yang berlebihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penggunaan Anestesi Sedasi dalam Prosedur Endoskopi Saluran Cerna Dilla Syahra Noor Fitri; Ari Wahyuni; Suharmanto Suharmanto; Putu Ristyaning Ayu Sangging
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp67-74

Abstract

Sedasi dapat didefinisikan sebagai penurunan tingkat kesadaran yang disebabkan oleh obat. Sedasi merupakan komponen anestesi umum dan menjadi bagian penting dalam prosedur endoskopi saluran cerna. Endoskopi saluran cerna menimbulkan banyak ketidaknyamanan pada pasien yang menjalaninya karena menimbulkan risiko nyeri perut, keram perut, dan distensi abdomen akibat prosedur kolonoskopi serta risiko tersedak dan mual muntah akibat prosedur esofagogastroduodenoskopi (EGD). Sedasi membantu meningkatkan toleransi pasien terhadap ketidaknyamanan dan rasa sakit pada saat menjalani prosedur endoskopi. Sedasi akan membantu mengurangi kecemasan pasien, meningkatkan hasil pemeriksaan, dan mengurangi ingatan pasien terhadap prosedur yang dijalani. Kebutuhan sedasi ditentukan oleh beberapa faktor, termasuk jenis endoskopi, durasi prosedur, tingkat kesulitan endoskopi, status fisik pasien, dan preferensi dokter. Sedasi terbagi menjadi beberapa tingkatan berdasarkan dengan tingkat depresi pada level kesadaran yaitu minimal sedation, moderate sedation, deep sedation hingga general anesthesi. Protokol regimen sedasi untuk prosedur gastrointestinal endoscopy (GIE) masih sangat bervariasi. Midazolam dan Propofol adalah obat yang paling sering digunakan dalam sedasi endoskopi yang biasanya dikombinasikan dengan analgesik Fentanil.