cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Hipertensi Gestasional : Literature Review Ardia Syifa Wijaya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp101-106

Abstract

Gestational Hypertension: Literature Review ABSTRACT Hypertension is blood pressure over 140/ 90 mmHg. Hypertension is one of the global problems that plague the world. Gestational hypertension is one of the causes of maternal and infant morbidity and mortality worldwide. Gestational hypertension is detrimental to the mother and fetus and risks other cardiovascular diseases later in life. This review aims to find out the latest updates related to gestational hypertension. The articles used in this journal are articles obtained from searching the PubMed database, Google Scholar, from 2017 to 2023. The conclusion of this study is that hypertension in pregnancy is one of the leading causes of maternal morbidity and mortality worldwide. Hypertension is associated with pregnancy-related factors, lifestyle and also sociodemographic factors. Pregnant women are expected to maintain a lifestyle and routine control during pregnancy, especially for pregnant women with risk factors for gestational hypertension. Keywords: Hypertension, Gestational
Aspek Lingkungan pada Kualitas Hidup Masyarakat yang Tinggal di Sekitar Tempat Penampungan Sampah: Literature Review Salma Alya Ihsan; Winda Trijayanthi Utama; Suharmanto Suharmanto; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp107-113

Abstract

Quality of life is an important indicator in assessing a person's ability to live life, which includes four domains; physical health, psychological health, social relationships, and the environment. For people living around landfills, quality of life often decreases due to direct exposure to piles of waste and the pollution it causes. Research shows that the presence of landfills near residential areas is associated with low quality of life, especially in physical and environmental aspects. Pollutants from waste, both organic, inorganic, and biological, can pollute water and soil, and cause health risks, such as malaria, cholera, diarrhea, and respiratory disorders such as asthma and bronchitis. Burning waste in the open, which is common in developing countries, also increases air pollution, releasing hazardous substances, including dioxins and greenhouse gases, which have the potential to cause respiratory health problems and cancer. The impact of this pollution is not only limited to physical health, but also affects mental well-being. People living near landfills often experience emotional instability, feelings of irritability, and tension due to an uncomfortable environment. In addition, irregular environmental conditions, including scattered waste, trigger deviant social actions. Factors such as poor access to sanitation and water contamination also play a role in increasing vulnerability to waterborne and soil-borne diseases. Overall, pollution from landfills has a significant impact on people's quality of life, affecting their physical, psychological and social health.
Hubungan antara kebiasaan membersihkan telinga dengan timbulnya otitis eksterna pada pasien RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Muhammad Iqbal Ramadhan; Mukhlis Imanto; Anisa Nuraisa Jausal; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp114-120

Abstract

Otitis eksterna merupakan inflamasi pada telinga bagian luar yang disertai infeksi atautanpa infeksi. penyebab yang paling umum adalah bakteri. Otitis eksterna sering kali terjadi saatmusim panas dan iklim yang hangat serta lembab. Indonesia menempati posisi keempatprevalensi tertinggi gangguan pendengaran di Asia Tenggara yaitu sebesar 4,6%, denganprevalensi tertinggi yaitu negara Sri Langka (8,8%), Myanmar (8,4%), dan India (6,3%). Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan kebiasaan membersihkan telingadengan otitis eksterna dan juga hubungan antara pengetahuan benda pembersih telinga denganotitis eksterna menggunakan metode kuesioner tertutup. Metode desain penelitian analisisobservasional dengan pendekatan cross-sectional jumlah sampel dalam penelitian ini adalah106 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer. Data diperolehdari kuesioner. Berdasarkan analisis bivariat, ditemukan hubungan antara pengetahuankebiasaan membersihkan telinga dengan otitis eksterna di dapatkan hasil 0,003. Ada hubunganantara kebiasaan membersihkan telinga dengan timbulnya otitis eksternaKata kunci: Faktor Timbulnya Otitis Eksterna, Kebersihan Telinga
Uji Aktivitas Beberapa Ekstrak Tumbuhan Sebagai Repellent untuk Pencegahan Penyakit Tular Vektor Nyamuk: Tinjauan Pustaka Linda Septiani; Terza Aflika Happy; Femmy Andrifianie; Intan Kusumaningtyas; Reny Arienta Putri; Istiqomatul Qur'ani; Emantis Rosa; Endah Setyaningrum
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp121-126

Abstract

Penyakit tular vektor nyamuk merupakan penyakit infeksi tropis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan juga mengalami peningkatan kasus baik di tingkat global maupun lokal. Upaya pengendalian vektor saat ini masih dititikberatkan pada penggunaan insektisida kimiawi namun bisa menyebabkan resistensi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kontak manusia dengan nyamuk yakni menggunakan repellent dari bahan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas repellent dari beberapa ekstrak tumbuhan sebagai pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan vektor nyamuk. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang dipublikasikan pada tahun 2020-2024. Berdasarkan hasil review dari beberapa jurnal tersebut bahwa beberapa ekstrak tumbuhan memiliki aktivitas sebagai repellent nyamuk yang potensial, seperti ekstrak tumbuhan marigold, daun seledri, daun bunga kertas, rimpang lengkuas, jeruk purut, umbi rumput teki, dan sirih merah. Aktivitas Repellent dipengaruhi oleh jenis senyawa aktif yang terkandung pada tumbuhan tersebut dan konsentrasi yang digunakan. Kata kunci: Aktivitas Repellent, penyakit tular nyamuk, vektor, ekstrak tumbuhan
Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pada Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Lampung Periode Januari 2021-Juli 2022 Berdasarkan Metode Gyssens Dheti Efrilia; Novita Carolia; Rasmi Zakiah Oktarlina; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp266-272

Abstract

Latar Belakang: Infeksi ialah faktor letalitas paling umum teridentifikasi di unit perawatan intensif anak. Berdasarkan data dari Instalasi Rekam Medis, terungkap bahwa derajat letalitas di unit tersebut sangat signifikan. Tingginya insiden letalitas ini dipicu oleh pemanfaatan antibiotik yang kurang tepat. Studi ini berfokus pada evaluasiterhadap kualitas penggunaan antibiotik di ruangan PICU RSUDAM periode Januari 2021-Juli 2022 berdasarkan metode Gyssens. Metode: Jenis penelitian ialah studi observasional deskriptif dengan data retrospektif dari catatan medis pasien di unit perawatan intensif anak RSUDAM dalam rentang waktu Januari 2021 hingga Juli 2022. Evaluasi antibiotik diimplementasikan dengan kualitatif serta dianalisis menurut referensi (Drug Information Handbook, Pediatric Medication Handbook, WHO, dan MIMS) menggunakan metodologi Gyssens. Hasil: Penelitian ini menggunakan 49 antibiotik dari 35 rekam medis. Antibiotik mayoritas yakni seftriakson (38,8%) dan diagnosis mayoritas ialah bronkopneumonia (45,7%). Hasil penelitian didapatkan kategori 0 (tepat dan rasional) sejumlah73,5%, kategori I (waktu pemberian tidak tepat) sejumlah 2%, kategori IIA (tidak tepat dosis) sejumlah 10,2%, kategori IIB (tidak tepat interval) sejumlah 6,1%, serta kategori IVA (terdapat antibiotik yang lebih efektif) sejumlah 8,2%. Kesimpulan: Evaluasi antibiotik memperlihatkan hasil penggunaan antibiotik dengan tepat serta rasional (kategori 0) sejumlah 73,5%, disisi lain penggunaan antibiotik dengan tidak rasional (kategori I-IV) sejumlah 26,5%. Angka tersebuttermasuk baik serta lebih tinggi dibandingkan studi di lokasi yang berbeda. Penggunaan antibiotik dengan tidak rasional puntermasuk rendah mulai dari 0-10,2%.
Faktor Dominan Neuropati Perifer Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus di Metro Utara Provinsi Lampung Muhammad Labib MY Bima
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp273-284

Abstract

Pendahuluan: Neuropati perifer diabetik merupakan salah satu dari banyaknya komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes melitus. Faktor yang berpotensi menyebabkan neuropati perifer diabetik meliputi asupan konsumsi konsumsi karbohidrat, aktivitas fisik, durasi/lama menderita penyakit, dan neuropati perifer pengobatan. Harapan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor dominan terjadinya neuropati perifer diabetik pada penderita diabetes melitus di Metro Utara, Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 82 orang yang dipilih menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara/riwayat kesehatan, pengisian kuesioner, dan pemeriksaan fisik yang dilakukan di bawah pengawasan dokter di fasilitas kesehatan setempat. Data yang diperoleh kemudian diproses menggunakan program komputer dan dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara neuropati perifer diabetik dengan durasi/lama menderita penyakit (nilai p = 0,003) dan kepatuhan dalam konsumsi obat (nilai p = 0,001). Sedangkan faktor lainnya, seperti asupan karbohidrat (nilai p = 0,668) dan aktivitas fisik (nilai p = 0,875), tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa durasi/lama menderita penyakit (odds ratio = 6,751) dan kepatuhan konsumsi obat (odds ratio = 5,757) memiliki pengaruh yang signifikan. Kesimpulan:Durasi/lama menderita penyakit merupakan faktor dominan yang mempengaruhi neuropati perifer diabetik, sementara kepatuhan terhadap konsumsi obat merupakan faktor yang paling berpengaruh setelahnya.
Penatalaksanaan Holistik pada Wanita 62 Tahun dengan Hypertensive Heart Disease (HHD) melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Gedong Tataan Rizky Agung Purnomo
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp481-491

Abstract

Hypertensive heart disease (HHD) adalah gangguan jantung yang disebabkan oleh hipertensi. Penyakit ini menjadi penyebab utama sekitar 1,16 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2019, yang sebenarnya dapat dicegah dengan pengobatan antihipertensi yang tepat. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko internal dan eksternal serta masalah klinis yang dialami pasien, sekaligus menerapkan pelayanan kedokteran keluarga berdasarkan evidence based medicine dengan pendekatan yang berfokus pada pasien, keluarga, dan komunitas. Jenis penelitian ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik, sedangkan data sekunder didapat dari rekam medis. Studi ini dilakukan dengan pendekatan diagnosis holistik secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. S, seorang wanita berusia 62 tahun, datang ke Puskesmas Gedong Tataan untuk kontrol pengobatan jantung dengan keluhan mudah lelah saat melakukan aktivitas berat dan kadang disertai sesak napas. Pasien didiagnosis menderita HHD berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Intervensi yang dilakukan meliputi tindakan medikamentosa dan non-medikamentosa yang diberikan kepada pasien serta keluarganya melalui tiga kali kunjungan rumah. Intervensi ini berhasil meningkatkan pengetahuan pasien serta memperbaiki perilaku pasien dan keluarganya.
Case report: Rare Presentation of Intranasal Lobular Capillary Hemangioma Alberto Taolin
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp229-233

Abstract

Background: Lobular capillary hemangiomas (LCH) are benign acquired vascular lesions of the skin and mucous membranes that predominantly affect the head and neck region. Nasal cavity involvement is very rare and may present with epistaxis and nasal obstruction. Case series: In this case series, we present a case of intranasal LCH. A patient presented with epistaxis and nasal obstruction, and was treated endoscopically. The patient presented with recurrent nosebleeds and nasal obstruction. Surgical excision was performed with no complications observed postoperatively. Discussion: The etiology of LCH is unknown, but certain predisposing factors have been associated with the development of LCH and include trauma. The anterior mucosa of the nasal septum and the tip of the inferior turbinate are the commonly involved sites. Computed tomography scan and histopathology are used to diagnose LCH. Treatment is endoscopic surgical excision. Conclusion: LCH is a rare tumor of the nasal cavity. Treatment of this lesion is surgical with or without preoperative vascular control.
PENATALAKSANAAN HOLISTIK PASIEN ANAK USIA 12 TAHUN DENGAN DEMAM DENGUE MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS RAWAT INAP WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG Dzakwan Cedri Ketierteu; Tutik Ernawati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp234-246

Abstract

Demam dengue (DD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue, umumnya ditandai dengan demam yang berlangsung selama dua hingga tujuh hari, disertai gejala perdarahan seperti mimisan, bercak merah di kulit, dan pendarahan pada gusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelayanan dokter keluarga dengan pendekatan berbasis Evidence-Based Medicine yang fokus pada identifikasi faktor risiko, masalah klinis, dan penatalaksanaan pasien secara menyeluruh melalui pendekatan family-approach, patient-centred, serta berorientasi pada komunitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan kasus. Hasilnya menunjukkan pasien perempuan yang mengalami demam selama tiga hari, disertai mimisan, rasa lemas, sakit kepala, dan mual. Diagnosis dan penatalaksanaan yang diberikan sesuai dengan teori dan literatur terbaru. Setelah intervensi dilakukan, terjadi penurunan gejala klinis dan peningkatan pemahaman pasien. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien setelah intervensi yang diterapkan dengan prinsip Evidence-Based Medicine yang berfokus pada pasien dan melibatkan keluarga.Kata Kunci: Demam Dengue, Dokter Keluarga, Penatalaksanaan Holistik.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Sepsis Neonatorum : Literatur Review Rangga Sakti Budi Putra
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp492-498

Abstract

Salah satu jenis infeksi neonatal yang khususnya menyerang neonatus dengan infeksi aliran darah adalah sepsis neonatal. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk menguraikan variabel-variabel yang terkait dengan prevalensi sepsis neonatal. Faktor-faktor yang terkait dengan terjadinya sepsis pada bayi baru lahir dijelaskan dalam tinjauan pustaka ini. Para akademisi menggunakan publikasi dari PubMed dan Google Scholar. Sepuluh tahun terakhir, dari 2013 hingga 2023, dibahas dalam artikel-artikel tersebut. Istilah "sepsis neonatal" dan "faktor-faktor" digunakan oleh para peneliti. Sepuluh dari 37 artikel yang diperoleh memenuhi standar. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti membuat resume dan menarik kesimpulan serta interpretasi dari publikasi-publikasi yang dipilih. Ketuban pecah dini >18 jam, persalinan dini, bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah, bayi dengan nilai Apgar rendah, cairan ketuban keruh atau berbau busuk, dan operasi caesar atau persalinan dengan bantuan vakum merupakan faktor risiko sepsis neonatal. Selain itu, faktor risiko sepsis pada bayi baru lahir meliputi adanya kelainan atau penyakit selain sepsis. Faktor risiko kematian akibat sepsis pada bayi baru lahir juga meliputi hiperlaktatemia 12 jam dan demam intrapartum.