cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 577 Documents
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Rawat Jalan: Tinjauan Literatur Berdasarkan Penelitian Primer Tahun 2020–2025 Nafia, Ilma
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp136-141

Abstract

Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu layanan kesehatan, khususnya pada layanan rawat jalan yang melibatkan interaksi cepat dan kompleks. Faktor eksternal seperti waktu tunggu, kebersihan fasilitas, kenyamanan ruang tunggu, serta komunikasi non-medis dengan staf telah diidentifikasi sebagai penentu signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor eksternal dan kepuasan pasien rawat jalan berdasarkan penelitian primer periode 2020–2025. Artikel dikumpulkan dari basis data Scopus, PubMed, dan jurnal terakreditasi SINTA dengan kriteria inklusi berupa penelitian primer, desain kuantitatif atau kualitatif, sampel pasien rawat jalan, dan akses full-text. Sebanyak 20 artikel dikaji, dengan 16 artikel yang dianalisis lebih lanjut karena secara spesifik menggunakan sampel pasien rawat jalan. Hasil menunjukkan bahwa waktu tunggu, kebersihan lingkungan, kenyamanan ruang tunggu, dan kualitas interaksi non-medis menjadi faktor eksternal paling dominan yang memengaruhi kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan non-medis perlu menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
The Relationship Between Healthy Behavior and Longevity Among Older Adults in Betiting Village, Gresik Regency Moelyanto, Adam
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp1-6

Abstract

The increasing proportion of older adults in Indonesia highlights the importance of maintaining health and quality of life in later years. One of the key determinants of longevity is the adoption of healthy behaviors in daily life. Healthy behavior includes regular physical activity, balanced nutrition, adequate sleep, and adherence to clean and healthy lifestyle practices. This study aims to analyze the relationship between healthy behavior and longevity among older adults in Betiting Village, Gresik Regency. This observational analytic study employed a cross-sectional design. A total of 74 older adults were selected through stratified random sampling. Healthy behavior was assessed using the Lifestyle Medicine Health Behavior Scale (LMHB), while longevity was measured based on the respondents’ chronological age. Data were analyzed using Spearman’s correlation test. The results showed a significant positive relationship between healthy behavior and longevity (r = 0.498; p < 0.001). These findings indicate that older adults who engage in healthier behaviors tend to achieve longer lifespans than those with poorer health habits. This study underscores the importance of promoting healthy behavior as a major determinant of longevity in older populations. Support from families and communities is essential to encourage older adults to maintain healthy routines and achieve a better quality of life.
Dampak Waktu Tanggap Pelayanan Terhadap Persepsi Mutu dan Kepuasan Pasien di Unit Gawat Darurat Amalia, Shaeny Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp97-106

Abstract

Waktu tanggap pelayanan merupakan salah satu indikator utama mutu layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), karena berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak waktu tanggap terhadap persepsi mutu dan kepuasan pasien dengan mensintesis temuan dari 20 penelitian nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa waktu tanggap yang cepat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan persepsi positif terhadap kualitas layanan, memperkuat kepercayaan pasien, serta meningkatkan tingkat kepuasan dan loyalitas. Sebaliknya, waktu tanggap yang lama terbukti menurunkan persepsi mutu, meningkatkan ketidakpuasan, dan memperburuk pengalaman pelayanan secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa ketepatan waktu merupakan faktor krusial dalam penyelenggaraan layanan IGD, dan peningkatan manajemen alur pasien serta koordinasi tenaga medis sangat diperlukan untuk menghasilkan mutu layanan dan kepuasan pasien yang optimal. Kata kunci: waktu tanggap, waktu tunggu, kualitas pelayanan, kepuasan pasien, IGD
Pengaruh Ketepatan Waktu Visite Dokter terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan: Sebuah Tinjauan Pustaka Situmorang, Cindy
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp36-45

Abstract

Patient satisfaction is a crucial indicator of service quality within Indonesia's National Health Insurance system. For inpatients in the BPJS Kesehatan Class 3 category, a vulnerable population segment, the timeliness of doctor's rounds is a significant factor influencing their experience; thus, this article aims to critically analyze its effect. Employing a narrative literature review methodology, empirical evidence from relevant studies was synthesized and critically analyzed to construct a comprehensive conceptual model. The analysis reveals a positive and statistically significant relationship between the timeliness of doctor's rounds and patient satisfaction. Furthermore, timeliness functions as a "gateway variable," a prerequisite for effective interpersonal communication, and as an "equity signal" for BPJS Class 3 patients, for whom delays risk being interpreted as undignified treatment that can erode trust. In conclusion, improving the timeliness of doctor's rounds is not merely an operational efficiency enhancement but a fundamental strategic intervention. It is essential for improving interpersonal interactions, upholding the principle of fair and dignified treatment, and strengthening patient trust in the JKN program.
The Relationship Between Antihypertensives Use And Uncontrolled Blood Pressure In Chronic Kidney Disease With Routine Hemodialysis Pulungan, Yulianasari; Endro Nugroho, Agung; Pramantara, I Dewa Putu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp142-147

Abstract

Hypertension in end-stage chronic kidney disease (CKD) patients undergoing HD is difficult to control. The aim of the study was to determine the relationship between the number of antihypertensive medications taken and the use of dialyzed antihypertensive medications on uncontrolled blood pressure in CKD patients on hemodialysis. Consecutive sampling was employed in a retrospective cohort study. Data collection for the study took place in July 2023 at Temanggung Regional Hospital. The inclusion criteria in this study were CKD patients who undergoing routine hemodialysis twice a week, aged ≥ 18 years, and without or with comorbidities. Medical records and interviews with research participants were used to gather data. Forty-eight patients with clinical outcomes of uncontrolled predialysis blood pressure and four patients with regulated predialysis blood pressure made up the 52 research subjects. The number of antihypertensive drugs used is significantly associated with uncontrolled predialysis blood pressure in CKD patients with hemodialysis using antihypertensives (p-value 0,033). The use of dialyzed antihypertensive drugs is not associated with uncontrolled predialysis blood pressure in CKD patients on hemodialysis using antihypertensives (p-value 0,115).
Burnout Perawat di Rawat Jalan, Rawat Inap, dan IGD di Indonesia: Tinjauan Pustaka: Evryna Sipahutar, Bayu Anggileo Pramesona , Septia Eva Lusina, Rika Lisiswati Evryna Sipahutar; Bayu Anggileo Pramesona
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp1-15

Abstract

Burnout pada perawat merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada kesehatan mental/fisik individu, mutu asuhan, dan kinerja organisasi. Kajian ini menelaah perbedaan tingkat burnout antar-setting pelayanan (rawat jalan, rawat inap, dan IGD) di Indonesia serta faktor determinan, dampak, dan strategi mitigasinya. Artikel ini adalah tinjauan pustaka sistematik yang dirancang menggunakan kerangka PICOS. Pencarian literatur dilakukan pada basis data ilmiah utama dengan kombinasi kata kunci terkait burnout, perawat, setting layanan, dan Indonesia. Proses seleksi meliputi skrining judul/abstrak, full-text review independen, dan ekstraksi data terstruktur; total studi yang memenuhi kriteria tercatat pada tahap akhir tinjauan. Analisis studi yang diikutsertakan menunjukkan heterogenitas prevalensi dan keparahan burnout antar-unit: beberapa penelitian melaporkan skor burnout tertinggi pada IGD, sedangkan studi lain menemukan proporsi moderat/tinggi lebih besar pada perawat rawat inap. Faktor risiko bersifat multikausal, meliputi demografi, masa kerja, kapasitas koping, beban kerja kuantitatif/kualitatif, kompleksitas tugas klinis, konflik peran, iklim organisasi, dan dukungan sosial, dengan tekanan tambahan selama pandemi. Dampak meliputi gangguan mental/fisik, penurunan fungsi kognitif, penurunan kualitas pelayanan, dan konsekuensi organisasi seperti turnover. Burnout perawat bervariasi antar setting dan memerlukan respons multipronged.
The Relationship between Body Mass Index (BMI) and Blood Sugar Levels, especially in Type 2 Diabetes Mellitus Patients: a Literature Review: Putu Gita Aiswarya Santi, Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani, Maya Ganda Ratna, Dwita Oktaria Santi, Putu Gita Aiswarya; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Ratna, Maya Ganda; Oktaria, Dwita
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp16-24

Abstract

ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolisme jangka panjang yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah akibat masalah pada fungsi atau produksi insulin, yang berdampak pada pengolahan karbohidrat, lemak, dan protein. World Health Organization (WHO) pada tahun 2010 melaporkan sekitar 60% kematian pada seluruh kelompok usia secara global disebabkan oleh penyakit tidak menular, dan DM menempati posisi ke-6 sebagai penyebab kematian. Asia Tenggara termasuk kawasan dengan kasus DM tertinggi ke-3 di dunia, dan Indonesia berada di posisi kelima di Asia Tenggara sekitar 19,5 juta individu. Salah satu elemen risiko yang berkontribusi pada perkembangan DM tipe 2 adalah obesitas, yang dapat diukur melalui indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh adalah metrik antropometri yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi seseorang dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan. Tinjauan pustaka ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kadar gula darah, dengan merujuk pada literatur yang dipublikasikan antara tahun 2018-2025 di jurnal-jurnal baik nasional maupun internasional. Analisis terhadap 10 literatur menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dengan arah positif antara IMT dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Kata kunci: diabetes melitus, indeks massa tubuh, kadar gula darah
Carpal Tunnel Syndrome pada Seorang Wanita Pekerja Pabrik: Studi Kasus Fitriatsani, Aulia Nur; Zuraida, Reni
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp62-69

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan neuropati yang disebabkan oleh kompresi nervus medianus di terowongan karpal, ditandai oleh gejala kebas, kesemutan, dan nyeri pada tangan. Diagnosis didasarkan pada anamnesis dan uji provokasi, sedangkan penanganan dilakukan secara konservatif di layanan kesehatan primer. Pasien perempuan berusia 41 tahun yang bekerja sebagai karyawan pabrik memiliki faktor risiko internal berupa kurangnya pengetahuan tentang penyakit, pola makan yang tidak seimbang, serta penggunaan tangan secara berulang, dan faktor risiko eksternal berupa kurangnya keterlibatan keluarga serta beban kerja domestik. Intervensi dilaksanakan secara menyeluruh melalui terapi farmakologis, edukasi kesehatan, latihan peregangan, peningkatan gizi, serta konferensi keluarga. Evaluasi akhir mengindikasikan perbaikan dalam gejala klinis, peningkatan pemahaman pasien dan keluarga, serta distribusi peran keluarga yang lebih adaptif. Pendekatan kedokteran keluarga secara holistik memungkinkan pengelolaan CTS yang berorientasi pada pasien, keluarga, dan lingkungan kerja, sehingga meningkatkan kualitas hidup karyawan pabrik yang mengalami CTS di layanan kesehatan primer. Kata kunci: carpal tunnel syndrome, kedokteran keluarga, pendekatan holistik, karyawan pabrik, pelayanan kesehatan primer
Bahaya Potensial, Analisis Risiko, dan Pengendalian Risiko pada Petani Karet dalam Perspektif Agro Public Health: Firnanda Firnanda, Audria Octa A.W.L, Bunga Ulama, Iis Nurohmah, Oktiana, Yulia Dwi Untari, Nurul Anisa Putri Harahap, Fitria Saftarina Nurul Anisa Putri Harahap; Firnanda; Audria Octa A.W.L; Bunga Ulama; Iis Nurohmah; Oktiana; Yulia Dwi Untari; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v13i1.pp25-33

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang tinggi secara global. Petani karet sebagai pekerja sektor informal memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai bahaya kerja pada setiap tahapan kegiatannya, meliputi penyadapan, pengumpulan, dan pengolahan lateks. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya potensial, risiko, serta pengendalian risiko pada aktivitas petani karet dalam perspektif agropublic health. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan penilaian risiko (risk assessment) berdasarkan standar ISO 31000. Identifikasi bahaya dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara pada seorang petani karet perempuan di Jl. Lingkar Sekojo, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Analisis risiko menggunakan metode likelihood–severity dengan matriks risiko semi-kuantitatif skala 1–5, dan pengendalian risiko dievaluasi berdasarkan prinsip hierarchy of controls. Hasil identifikasi menemukan bahaya fisik, ergonomis, biologis, kimia, dan lingkungan pada ketiga tahapan kerja. Sebagian besar risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi (skor 9–15), dengan faktor ergonomi sebagai penyumbang risiko tertinggi, terutama akibat aktivitas membungkuk, mengangkat beban berat, dan pekerjaan berulang. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi penggunaan APD, penerapan teknik kerja ergonomis, perbaikan lingkungan kerja, dan pengendalian administratif. Pendekatan manajemen risiko dalam perspektif agropublic health sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja petani karet secara berkelanjutan.
Hazard Identification, Risk Analysis, and Risk Control Management in Coffee Farmer in Pekon Trimulyo, Gedung Surian Subdistrict, West Lampung Regency: Sulistiarini, Bougenvil Ungu, Faizal, Fitroh Cahyaningtyas, Ghina Gabrilla Yusuf, Nur Aina Suri, Sindi Diniati, Fitria Saftarina SULISTIARINI; BOUGENVIL UNGU; FAIZAL; FITROH CAHYANINGTYAS; GHINA GABRILLA YUSUF; NUR AINA SURI; SINDI DINIATI; FITRIA SAFTARINA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee cultivation is one of the agricultural sectors that significantly contributes to the economy of communities in Lampung Province, Indonesia. However, various activities involved in the cultivation process may pose occupational hazards that can affect farmers’ health and safety. This study aimed to identify hazards, assess risk levels, and formulate risk control measures in coffee cultivation activities in Pekon Trimulyo, Gedung Surian District, West Lampung Regency. The study employed a descriptive observational design using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) approach. Data were collected from March 25–30, 2026, through direct observation, interviews, and documentation involving a coffee farmer selected through purposive sampling based on participation in all stages of coffee cultivation. Risk assessment was conducted using a 4×4 risk matrix based on the likelihood of occurrence and severity of consequences, while risk control recommendations were developed according to the Hierarchy of Controls principles. The results showed that potential hazards were present throughout all stages of coffee cultivation, including nursery management, land preparation, fertilization, crop maintenance, harvesting, and post-harvest activities. Identified hazards consisted of physical, chemical, biological, ergonomic, and mechanical hazards. Most risks were categorized as moderate and were associated with exposure to environmental heat, slippery land conditions, manual material handling, and non-ergonomic working postures. High-risk activities were identified in pest and weed control operations due to the use of insecticides and herbicides, which may cause both acute and chronic health effects. Risk control measures were recommended through hazard elimination, substitution of high-risk substances, engineering controls, administrative controls, and consistent use of personal protective equipment (PPE). The implementation of a hierarchical control approach is expected to improve farmers’ occupational safety, reduce the risk of work-related illnesses, and support the sustainability of coffee farming productivity. Keyword: hazard Identification, risks analysis, HIRARC, Coffee agriculture.