cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Multigravida Hamil 35 Minggu dengan Asma pada Kehamilan Desti Wulan Handayani; Rodiani Rodiani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas yang melibatkan banyak sel dan elemen seluler. Inflamasi kronis dapat menyebabkan hiperresponsif saluran napas yang dapat menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak nafas, dada terasa berat, dan batuk terutama pada malam hari atau dini hari yangumumnya bersifat reversibel baik dengan atau tanpa pengobatan. Wanita usia 31 tahun datang ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan keluhan sesak napas yang timbul jika cuaca dingin dan debu, bertambah berat pada malam hari dan saat berbaring terlentang. Pada pemeriksaan fisikditemukan suara napas vesikuler dengan ekspirasi memanjang yang disertai suara mengi. Pada pemeriksaan obstetri dan USG abdomen ditemukan bahwa pasien sedang dalam keadaan hamil janin tunggal hidup dengan usia kehamilan sesuai dengan 35 minggu 3 hari. Pasien didiagnosis dengan G1P1A0 hamil 35 minggu dengan asthma bronkiale janin tunggal hidup presentasi kepala dan terapi direncanakan secara konservatif, dengan memberikan O2 2-3 L/menit, IVFD RL 20 tpm, inj. dexamethason 5 mg/12 jam, salbutamol nebulizer /8 jam, membatasi aktivitas/tirah baring, dan melakukan observasi tanda vital ibu, denyut jantung janin, tanda-tanda inpartu. Pasien dirawat selama tiga hari dan diperbolehkan pulang setelah gejala asma menghilang dan mendapatkan edukasi. [J Agromed Unila 2016. 3(1):1-6]Kata kunci: asma, kehamilan sesak napas,
Wanita Usia 60 Tahun dengan Episode Depresif Sedang dan Gejala Somatis Aironi Irsyahma; Mukhlis Imanto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Episode depresif adalah diagnosis kejiwaan yang menggambarkan gangguan mood atau afektif dengan abnormalitas pada suasana perasaan. Kelainan fundamental dari kelompok gangguan ini adalah adanya perubahan suasana perasaan (mood) atau afek menuju ke arah depresi yang ditandai dengan kemurungan, kelesuan, ketidakgairahan hidup, perasaan tidak berguna, dan putus asa. Seorang wanita usia 60 tahun datang ke poliklinik jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung dengan keluhan utama sulit untuk memulai tidur dan sering terbangun di malam hari secara tiba-tiba yang telah dialami sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga sering merasasakit kepala, pegal-pegal pada badan, cepat lelah pada saat melakukan pekerjaan rumah tangga, dan malas untuk pergi ke luar rumah untuk mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada pemeriksaan fisik terhadap pasien tidak didapatkan kelainan klinis sedangkan pada pemeriksaan psikiatris didapatkan kesadaran jernih,mood hipotimia dengan afek yang sempit dan serasi. Pasien didiagnosis dengan aksis I: (F.32.11) episode depresif sedang dengan gejala somatik, aksis II: tidak ada diagnosis, aksis III: tidak ada diagnosis, aksis IV: masalah dengan keluarga, dan aksis V: Global Assestment of Functioning (GAF) score 50-41 (pada saatsekarang). Pasien mendapatkan terapi psikofarmaka golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Sertralin 1x25 mg dan Clobazam 2x5 mg yang dikombinasikan dengan psikoterapi suportif. Episode depresif pada pasien ini disebabkan oleh anggota keluarga yang menetap di tempat yang berbeda dengan pasien. [J Agromed Unila 2016. 3(1):7-12]Kata kunci: afektif, episode depresif, mood, somatik, wanita
Analisis Faktor-Faktor Motivasi dan Persepsi yang Mempengaruhi Penulisan Resep sesuai Formularium di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil, Padang Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formularium RSUP Dr. M. Djamil disusun dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang lebih merata dan terjangkau. Penulisan resep sesuai formularium penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi dan persepsi yangmempengaruhi penulisan resep sesuai formularium di instalasi rawat jalan RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data primer yang digunakan melalui kuesioner terhadap 60 responden dokter, analisis resep, dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berupa penghargaan (p=0,031, p<0,05, CC=0,469), sanksi (p=0,023, p<0,05, CC=0,448), sedangkan kebebasan memberi usulan tidak mempunyaihubungan yang signifikan (p=0,104, p>0,05, CC=0,104). Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi berupa pengetahuan (p=0,027, p<0,05, CC=0,596), keyakinan (p=0,017, p<0,05, CC=0,694), dan informasi (p=0,034, p<0,05, CC=0,564). Terdapat pengaruh bersama-sama pengetahuan (Exp (B)=3,550, p=0,024) dan informasi (Exp(B)=3,144, p=0,034) terhadap penulisan resep sesuai formularium di instalasi rawat jalan RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Dengan demikian faktor-faktor motivasi dan persepsi yang mempengaruhi penulisan resepsesuai formularium yaitu perlunya penghargaan, sanksi, pengetahuan, keyakinan, dan informasi. [J Agromed Unila 2016; 3(1):13-18]Kata kunci: formularium, instalasi rawat jalan, motivasi, penulisan resep, persepsi
Pengaruh Protektif dan Kuratif Pemberian Suplemen Jus Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) terhadap Histologi Tubulus Seminiferus Tikus Putih (Rattus norvegicus) Dewasa Galur Sprague dawley yang Diinduksi Siproteron Asetat Dwi Waskita Hutama; Sutyarso Sutyarso; Hendri Busman; Soraya Rahmanisa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketiadaan anak dalam perkawinan pada waktu lama akan menjadi masalah, halini disebut infertilitas. Keadaan ini akan mengancam keutuhan rumah tangga. Infertilitas merupakan kegagalan hamil atau melahirkan setelah 12bulan atau lebih, berhubungan seks teratur tanpa pelindung. Infertilitas bukan masalah perempuan saja karena 25% sampai 50% infertilitas disebabkan pria, sehingga dibutuhkan pencegahan dan pengobatan yang aman. Salah satu pilihan menggunakan suplemen jus buah naga putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen jus buah naga putih terhadap histologi tubulus seminiferus tikus putih yang diinduksi siproteron asetat. Penelitian menggunakan 25 tikus dipisah menjadi 5 kelompok. K1: pakan biasa, P1: jus buahnaga putih 1 ml selama 24 hari, P2: induksi siproteron asetat 2 mg selama 7 hari, P3: jus buah naga putih 1 ml selama 24 hari kemudian induksi siproteron asetat 2 mg selama 7 hari, dan P4: induksi siproteron asetat 2 mg selama 7 hari kemudian jus buah naga putih 1 ml selama 24 hari. Hasil menunjukan rerata jumlah sel spermatosit primer pada K, P1, P2, P3, dan P4 adalah 375,20±8,408, 381,40±11,082, 320,00±6,519, 346,00±8,276, dan 331,60±4,930. Rerata jumlah sel spermatid adalah 345,60±11,216, 362,80±16,843, 306,00±6,205, 333,00±6,042, dan 323,60±4,506. Rerata diameter tubulus seminiferus adalah 311,32±7,86, 314,84±23,01, 286,91±5,89, 310,45±3,86, dan 309,30±2,01. Simpulan, jus buah naga putih mampu meningkatkan spermatosit primer danspermatid. [J Agromed Unila 2016. 3(1):19-25]Kata kunci: buah naga putih, infertilitas, siproteron asetat
Hubungan Kadar Feritin Serum dengan Aktivitas Enzim AST, ALT, dan Status Gizi pada Anak Talasemia β Mayor Anwar Nuari; Agustyas Tjiptaningrum; Putu Ristyaningrum; Wiranto Basuki
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talasemia merupakan kelainan darah herediter yang ditandai dengan defisiensi jumlah produksi rantai globin yang spesifik dalam hemoglobin. Talasemia terdiri dari talasemia α dan β, talasemia α terjadi karena kurangnya (defisiensi parsial) atau tidak diproduksi sama sekali (defisiensi total) rantai globin α. Sedangkan talasemia β terjadi akibat berkurangnya rantai globin β atau tidak diproduksi sama sekali rantai globin β. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kadar feritin serum dengan aktivitas enzim AST, ALT, dan status gizi pada anak talasemia β mayor di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM). Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUDAM pada bulan Agustus-September 2015. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita talasemia β mayor di yayasan RSUDAM. Sampelpenelitian berjumlah 61 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Adapun analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji fisher exact. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara kadar feritin serum dengan AST (p=0,02), antara feritin dengan kadar ALT(p=0,01), dan kadar feritin dengan status gizi (p=0,01). Simpulan, didapatkan hubungan yang signifikan antara peningkatan kadar feritin serum terhadap gangguan fungsi hati dan gangguan pertumbuhan atau gangguan status gizi pada pasien thalasemia β mayor di RSUDAM. [J Agromed Unila, 2016; 3(1):26-29]Kata kunci: ALT, AST, kadar feritin, talasemia
Peran Pemberian ASI Eksklusif terhadap Status Gizi dan Tumbuh Kembang pada Anak Usia Dini Andrian Reza Saputra
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif adalah pemberian ASI tanpa memberikan cairan atau makanan padat lainnya kecuali vitamin, mineral atau obat dalam bentuk tetes atau sirup sampai usia 4-6 bulan. Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor nutrisi, salah satunya yaitu pemberian ASI eksklusif. Terjadi penurunan prevalensi pemberian ASI eksklusif pada tahun 2003 dan 2007. ASI mengandung nutrien khusus seperti taurin, laktosa, AA (Arachidonic Acid), DHA (Docosahexanoic Acid), omega 3, ogema 6, dan kolin, yang diperlukandalam proses sinaptogenesis dan mielinisasi. Taurin berfungsi sebagai neurotransmiter dan berperan dalam maturasi sel otak. Sedang, AA dan DHA diperlukan dalam pembentukan sel-sel otak yang optimal. Anak yangtidak diberi ASI akan memiliki status gizi yang lebih rendah. Gizi pada balita berhubungan positif dengan perkembangan motorik kasar dan halus. Bayi yang diberi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kecerdasan intelektual 12,9 poin lebih tinggi dibanding anak yang tidak diberi ASI eksklusif. Faktor yang mempengaruhipemberian ASI eksklusif antara lain faktor pendukung, faktor pendorong, faktor penguat, dan faktor penghambat. [J Agromed Unila, 2016; 3(1):30-34]Kata kunci: arachidonic acid, ASI eksklusif, docosahexanoic acid, gizi, tumbuh kembang
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Potensi Ekstrak Bintang Laut (Culcita Sp.) sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Patogen Staphylococcus aureus Redopatra Asa Gama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme patogen utama pada manusia. Hampir semua orang pernah mengalami infeksi Staphylococcus aureus selama hidupnya, dengan derajat keparahan yang beragam, dari keracunan makanan atau infeksi kulit ringan hingga infeksi berat yang mengancam jiwa. Staphylococcus aureus patogen juga dapat menyebabkan hemolisis darah, mengkoagulasi plasma, serta menghasilkan berbagai enzim dan toksin ekstraselular. Staphylococcusaureus juga cepat menjadi resisten terhadap banyak obat antimikroba. Masalah resistensi bakteri terhadap antibiotika telah menjadi masalah terhadap pengobatan penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang gagal berespon terhadap pengobatan mengakibatkan perpanjangan penyakit, meningkatnya resiko kematian dan semakin lamanya masa rawat inap dirumah sakit. Luasnya wilayah perairan yang kaya akan biota laut memungkinkan untuk mengembangkannyamenjadi obat herbal alami yang memiliki efek samping lebih rendah. Salah satu biota laut yang sering dijumpai adalah bintang laut (culcita sp). Pada beberapa penelitian ekstrak bintang laut (culcita sp) memiliki komponen bioaktif yang terdiri dari alkaloid, steroid, flavonoid, saponin, fenol hidrokuinon yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antifungi. Penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa adanya potensi bintang laut sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus, tetapi masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memaksimalkan manfaat yang ada pada bintang laut tersebut. [J Agromed Unila 2015; 2(2):72-76]Kata kunci: antibakteri, bintang laut, staphylococcus aureus
Pengaruh Hepatitis terhadap Kehamilan Rizky Indria Lestari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis merupakan peradangan hepar yang disebabkan oleh banyak hal namun yang terpenting diantaranya adalah karena infeksi virus yang sampai saat ini telah diidentifikasi 6 tipe virus hepatitis yaitu virus hepatitis A, B, C, D, E dan G. Hepatitis juga merupakan penyakit hepar yang paling sering mengenai wanita hamil. Hepatitis virus merupakan komplikasi yang mengenai 0,2 % dari seluruh kehamilan. Sejauh ini, diketahui bahwa transmisi virus hepatitis oleh ibu hamil terhadapjaninnya sangat mungkin terjadi. Namun, untuk penularan vertikal virus hepatitis tersebut sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang melibatkan kekhasan dan karakter dari masing-masing virus hepatitis itu sendiri. Selain itu, faktor individu dan lingkungan serta pola hidupnya juga dapat menentukan kemungkinan terjadinya vertical transmision virustersebut. Sampai saat ini diketahui bahwa virus hepatitis B dan E adalah virus hepatitis yang paling mungkin dan memiliki resiko tinggi penularan dari ibu hamil terhadap janinnya. Hasil penelitian, diantara wanita hamil yang terinfeksi virus hepatitis, memungkinkan terjadinya defek koagulasi, kegagalan organ, dan peningkatan mortalitas maternal dan bayi barulahir, namun hanya hepatitis B dan E yang diyakini mampu menularkan infeksi dari ibu ke janin. Simpulan: infeksi virus hepatitis E yang dapat menimbulkan mortalitas dan morbiditas pada neonatal yang mana virus hepatitis E dihubungkan dengan komplikasi hepatitis anikterik, hipoglikemia, hipotermia, dan kematian neonatal. [J Agromed Unila 2015; 2(2):77-80]Kata kunci: hepatitis, kehamilan, transmisi, vi

Page 1 of 57 | Total Record : 565